Anda di halaman 1dari 8

1

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEORI HIMPUNAN



I. PENDAHULUAN
Ilmu matematika sudah ada sejak zaman kuno sebelum masehi dan terus berkembang
hingga sekarang. Perkembangan sejarah matematika dibagi dalam beberapa periode
waktu:
1. Early Beginnings (Sebelum abad ke-6 Sebelum Masehi)
2. Classical Period (Abad ke-6 Sebelum Masehi sampai abad ke-5)
3. Medieval and Renaissance Periods (Abad ke-6 sampai abad ke-16)
4. Early Modern Period (Abad ke-17 sampai abad ke-18)
5. Modern Period (Abad ke-19 sampai abad ke-20)
Untuk dapat lebih memahami perkembangan ilmu matematika, maka sangatlah
penting mempelajari sejarahnya.
Salah satu sejarah matematika yang menarik untuk diketahui adalah sejarah teori
himpunan. Teori himpunan merupakan salah satu ilmu matematika dalam bidang
analisis yang muncul pada periode modern. Meskipun demikian, teori himpunan kini
juga digunakan dalam bidang matematika yang muncul terlebih dahulu seperti bidang
aljabar dan geometri. Hal ini menunjukkan bahwa banyak matematika kuno atau
tradisional yang mengalami revolusi menjadi matematika modern karena pengaruh
teori himpunan.
Makalah ini akan membahas sejarah dan perkembangan teori himpunan mulai dari
latar belakang penemuan, perkembangan teori himpunan, hingga kemunculan
paradoks teori tersebut.
Tujuan penyusunan makalah ini yaitu agar pembaca dapat mengetahui sejarah
matematika khususnya mengenai sejarah dan perkembangan teori himpunan. Pembaca
atau matematikawan yang membaca makalah ini diharapkan nantinya dapat
termotivasi untuk lebih mengembangkan teori himpunan atau bahkan menemukan
ilmu matematika yang baru.


2

II. PEMBAHASAN

1. LATAR BELAKANG
Pemikiran tentang himpunan sebenarnya sudah ada jauh sebelum periode modern.
Sebagai contoh, ahli Yunani yang mendefinisikan lingkaran sebagai himpunan titik-
titik yang berjarak sama dari suatu titik tetap. Konsep himpunan tak hingga dan
berhingga lah yang sulit dipecahkan oleh para ilmuwan dan matematikawan selama
berabad-abad. Aristoteles (384-322 SM) mengatakan bahwa tak terbatas ialah tidak
sempurna, belum selesai dan karena itu tak terpikirkan, itu tak berbentuk dan bingung.
Kaisar Romawi dan filsuf Marcus Aqarchus (121-180 M) mengatakan tak terhingga
adalah sebuah teluk yang tak dapat diduga di mana segala sesuatu lenyap. Filusuf
Inggris Thomas Hobbes (1588-1679) berkata, "Ketika kita mengatakan sesuatu adalah
tak terbatas, kami hanya menandakan bahwa kita tidak bisa hamil berakhir dan batas-
batas hal yang bernama".
Pada abad ke-17, Galileo mencoba untuk memikirkan tentang himpunan tak terhingga
(infinite), namun terdapat ketidakcocokan dari hasil analisisnya yang kemudian
dikenal dengan Galileo Paradox. George Cantor yang kurang puas dengan gagasan
Galileo akhirnya berusaha menemukan konsep himpunan tak terhingga, hingga pada
akhirnya menjadi penemu teori himpunan di sekitar tahun 1870.

2. PERKEMBANGAN TEORI HIMPUNAN
Pada tahun 1870, Georg Cantor berhasil membuktikan kesetaraan dua himpunan tak
terhingga. Cantor juga berhasil menemukan konsep himpunan terhitung dan tak
terhitung. Antara tahun 1874 dan 1884, Cantor menetapkan teori dasar notasi
himpunan. Selama tahun 1880-an dan 1890-an teori himpunannya disempurnakan
kembali dengan memperkenalkan himpunan yang terdefinisi dengan baik, himpunan
kuasa, serta kardinalitas himpunan.
Selama tahun 1880-an, teori himpunan Cantor banyak mendapatkan perlawanan dari
beberapa matematikawan, salah satunya adalah mantan dosennya, Kronecker.
Beberapa teori Cantor sulit diterima oleh beberapa matematikawan yang
menimbulkan paradoks dari teori himpunan. Yang paling terkenal dari kalangan ini
adalah Bertrand Russell pada tahun 1918, yang sekarang dikenal dengan paradoks
Russell. Dalam upaya untuk menyelesaikan paradoks ini, reaksi pertama
matematikawan adalah aksiomatis teori himpunan intuitif Cantor. Aksiomatisasi
berarti suatu himpunan pernyataan jelas disebut aksioma, kebenaran yang
diasumsikan, seseorang dapat menyimpulkan semua sisa proposisi teori dari aksioma
menggunakan aksioma inferensi logis. Russell dan Alfred North Whitehead (1861-
3

1974) pada tahun 1903 mengusulkan teori aksiomatik himpunan dalam Principia.
Sebuah teori himpunan aksiomatik yang dapat dikerjakan dan logis sepenuhnya
diberikan pada tahun 1908 oleh Ernst Zermello (1871-1953). Hal ini meningkat pada
tahun 1921 oleh Fraenkel A. Ibrahim (1891-1965) dan T. Skolem (1887-1963) dan
sekarang dikenal sebagai 'Zermello-Frankel (ZF) teori aksiomatik-himpunan.
Meskipun mendapat banyak perlawanan, namun sampai kini teori himpunan Cantor
tetap digunakan, bahkan digunakan sebagai dasar untuk memelajari matematika
modern. Aturan himpunan yang di perkenalkan Georg Cantor antara lain sebagai
berikut :
1. Himpunan A dan B dikatakan sama jika elemen dari himpunan A dan B tersebut
sama.
2. Himpunan A merupakan bagian dari himpunan B, jika elemen himpunan A
merupakan elemen himpunan B.
3. Jika himpunan A sama dengan himpunan B, maka himpunan A subset himpunan
B.
4. Jika himpunan A merupakan himpunan bagian dari B, dan ada sedikitnya satu
elemen B yang bukan merupakan elemen himpunan A maka A adalah proper
subset B.
5. Himpunan tediri dari satu elemen maupun tidak mempunyai elemen.
6. Himpunan yang tidak mempunyai anggota disebut himpunan kosong.
Selain itu Georg Cantor juga menyatakan teorema :
For any set M there exist sets larger than A , in particular the set of all subsets of A
is larger than A

Biografi Georg Cantor
Georg Ferdinand Ludwig Phillipp Cantor (1845-1918) dikenal sebagai penemu teori
himpunan. Cantor lahir di St. Petersburg , Rusia pada 3 Maret 1845 sebagai anak
pertama dari pasangan Georg Woldermar Cantor dan Maria Bohm. Cantor
mengenyam pendidikan dasarnya di rumah melalui guru privat. Di usia 11 tahun, ia
bersama keluarganya pindah ke Jerman dan Cantor melanjutkan pendidikannya di
Gymnasium lalu pindah ke Frankfrut dan Darmstadt. Di tahun 1860, Cantor lulus dari
Realschule di Darmstadt dengan hasil yang luar biasa dan menunjukkan bahwa ia
memiliki bakat yang hebat dalam bidang matematika, khususnya trigonometri.
Keinginan Cantor untuk mempelajari matematika di universitas mendapat hambatan
dari ayahnya yang menginginkan ia menjadi seorang insinyur. Karena keteguhannya,
di tahun 1862 Cantor berhasil mendapat restu ayahnya untuk mempelajari matematika
setelah sebelumnya ia belajar teknik di Horere Gewerbeschule dan Polytechnic of
4

Zurich. Cantor mempelajari matematika di Zurich. Akan tetapi, karena kematian
ayahnya pada Juni 1863, ia pindah ke University of Berlin. Di tahun 1867, ia berhasil
mempertahankan disertasinyamengenai teori bilangan De Aequationibus Secundi
Gradus Indeterminatis.
Sampai akhir abad ke-19, ada beberapa referensi mengenai himpunan dalam literatur-
literatur matematika. Karya George Cantor yang paling berpengaruh pada masa itu
yang diterbitkan oleh Crelles Jornal pada tahun 1874. Dia mengenalkan konsep
himpunan tak berhingga yang lengkap, sebuah inovasi yang membuat dia diakui
sebagai penemu teori himpunan. Georg Cantor meninggal pada tanggal 6 Januari 1918
di Halle.

3. DIAGRAM VENN
Diagram Venn atau diagram set adalah diagram yang menunjukkan semua
kemungkinan hubungan logika dan hipotesis di antara sekelompok (set/ himpunan/
grup) benda/ objek. Sebagai bagian ilmu matematika, diagram Venn ini pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1880 oleh John Venn untuk menunjukkan hubungan
sederhana dalam topik-topik dibidang logika, probabilitas, statistik, linguistik,
dan ilmu komputer.
Biografi John Venn
John Venn lahir pada 4 Agustus 1834 di Kingston Upon Hull, Yorkshire dari
pasangan Martha Sykes dan Pdt Henry Venn, yang merupakan rektor paroki Drypool.
Ibunya meninggal saat ia berusia tiga tahun. Ia dididik oleh guru privat sampai tahun
1853 di Gonville dan Caius College, Cambridge. Pada tahun 1857, ia mendapat gelar
dalam matematika dan menjadi seorang fellow. Pada tahun 1862, ia kembali ke
Universitas Cambridge sebagai dosen dalam ilmu moral, belajar dan mengajar logika
dan teori probabilitas. Pada tahun 1868, ia menikah dengan Susanna Carnegie
Edmonstone, dari pernikahannya tersebut ia memiliki seorang putra, John Archibald
Venn. Pada tahun 1883, ia dipilih sebagai mahasiswa Fellow dari Royal Society dan
pada tahun yang sama dianugerahi Sc.D. oleh Cambridge. John Venn meninggal pada
tanggal 4 April 1923 (umur 88) di Cambridge, Inggris.
4. HUKUM DE MORGAN
Hukum ini menyatakan bahwa operator NOT diterapkan dari dua variabel AND atau
sama dengan diterapkan pada masing-masing dari dua variabel NOT dengan OR
diantaranya.

5

Untuk membuktikan Persamaan (1-1) perlu di perhatikan, bahwa jika semua masukan
1, masing-masing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 0.
Di pihak lain, kalau satu (atau lebih dari satu) masukan sama dengan 0, maka masing-
masing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 1. Sehingga,
untuk semua kemungkinan masukan dari ruas sebelah kanan persamaan sama dengan
ruas sebelah kiri. Persamaan (1-2) dibuktikan dengan cara yang sama. Hukum De
Morgan memperlengkap daftar identitas Boole dasar. Untuk masing-masing acuan
selanjutnya, semua hubungan-hubungan tersebut di ringkas dalam tabel.

Biografi Augustus De Morgan
Augustus De Morgan (1806-1871) dilahirkan di India. Ayahnya seorang kolonel di
ketentaraan India. Keluarga De Morgan pindah ke Inggris ketika ia berusia 7 tahun. Ia
masuk sekolah pribadi dan sjak kecil sangat berminat di bidang matematika. De
morgan belajar di Trinity Coolege, Bambrige, lulus tahun 1827. Ia mendapat
pekerjaan di University College, London tahun 1828, tetap sempat berhenti dan
kembali tahun 1836 dan terus di sana sampai tahun 1866.
De Morgan merupakan guru yang lebih menekankan prinsip dari pada teknik. Di
antara muridnya adalah Augusta Ada, Contess of Lovelace, yang membantu Charles
Babbage mewujudkan mesin komputasi, awal mesin komputer. De Mogran sudah
mengenal kemampuan Augusta Ada di bidang matematika sejak dini.

De Morgan juga penulis yang produktif. Ia menulsi lebih dari 1000 artikel selama 15
periode. De Morgan membuat berbagai buku teks di berbagai bidang, misalnya logika,
probabilitas, kalkulus dan aljabar. Tahun 1838, ia menjelaskan pembuktian yang
penting yang disebut mathematical induction, suatu pengertian yang sangat ia kuasai.
Tahun 1842, De Mogran juga menyumbang pengembnagan logika simbolik. Ia
menemukan berbagai notas yang membantunya membuktikan ekuivalensi
proposional, seperti hukum yang disebut sesuai namanya. De Morgan mungkin juga
6

orang yang pertama kali mendefinisikan pengertian limit dan mengembangkan test
tentang konvergensi dari infinite series.
Pada tahun 1837 De Morgan menikah dengan Sophia Freud, yang menulis biografi De
Morgan tahun 1882. tugas riset, mengajar dan menulis menyebabkanya hanya
menyisakan sedikit waktu bagi keluarganya dan kehidupan sosialnya. Walaupuan
begitu, ia banyak dikenal karena berbagai ilmu yang dikembangkannya, sifat
humorisnya dan keramahtamahannya.

5. Aljabar Boolean
Konsep dasar Aljabar Boole (Boolean Algebra) telah diletakkan oleh seorang
matematikawan Inggris George Boole, pada tahun 1854. Konsep dasar itu
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disadari kegunaannya, baik dalam
bidang matematika maupun dalam bidang teknik.
Pada tahun 1938 Claude Shannon, seorang ahli komunikasi, memanfaatkan dan
meyempurnakan konsep Boole tersebut. Sekarang ini, aljabar Boole memegang
peranan yang sangat penting, tidak saja dalam logika, tetapi juga bidang lain seperti
teori peluang/kemungkinan, teori informasi/komunikasi, teori himpunan dan lain-lain.
Teori ini juga dipakai dalam merangcang komputer elektronik dengan menerjemahkan
ke dalam rangkaian saklar ( switching circuits ) yang pada dasarnya adalah logika,
tertutup atau terbuka, mengalirkan arus listrik atau tidak.
Komputer digital modern dirancang, dipelihara, dan operasinya dianalisis dengan
memakai teknik dan simbologi dari bidang matematika yang dinamakan aljabar
modern atau aljabar Boolean. Pengetahuan mengenai aljabar boolean ini merupakan
suatu keharusan dalam bidang komputer.
Terdapat tiga alat bantu dalam memecahkan masalah logika: simbol gerbang, tabel
kebenaran dan eksperesi Boolean. Untuk merancang suatu rangkaian dengan system
digital yang besar, perlu dipahami terlebih dahulu Aljabar Boolean. Aljabar Boolean
dinamai juga Aljabar Sakelar karena penerapannya terutama pada rangkaian yang
menerapkan sakelar ( dalam hal ini dipakai gerbang-gerbang).
Biografi George Boole
George Boole yang lahir 2 November 1815 dan meninggal 8 Desember 1864 adalah
seorang ahli matematika kelahiran Inggris dan ahli logika. Orang tua Boole adalah
Mary Ann Joyce dan John Boole. Sang ayah adalah pembuat sepatu, tetapi tertarik
pada matematika. Mereka menikah pada 14 September 1806. George adalah anak
pertama dari 3 bersaudara. Pada 11 September 1855 Boole menikah dengan Mary
Everest, yang 17 tahun lebih muda.
7

Setelah dua tahun George bersekolah di sekolah swasta, Ayahnya segera
mengajarinya matematika. Pada usia tujuh tahun George memasuki sekolah dasar dan
belajar bahasa Latin dan Yunani. Pada tahun 1828, Boole pergi ke apa yang disebut
Commercial Academy di Lincoln dan belajar sendiri Perancis dan Jerman. Setelah 16
tahun, Boole menjadi asisten guru.
Boole memimpin dua sekolah dan menerbitkan buku matematika pertamanya
Transactions of the Royal Society. Dia berhubungan dengan Augustus De Morgan
(1806-1871).
Pada tahun 1849, Boole menjadi profesor di Queens College Cork (Irlandia), di mana
ia mengajar sampai kematiannya. Dia meninggal karena pneumonia.

8

III. PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, maka penyusun dapat menyimpulkan bahwa
sesuai dengan makalah Sejarah dan Perkembangan Teori penyusun menyimpulkan
bahwa masa lalu tidak harus dilupakan. Melainkan dapat diambil hikmah dan ilmunya
yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan.
2. Saran
Menyadari bahwa penyusun masih jauh dari kata sempurna, tentunya banyak
kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau
referensi yang kami peroleh hubungannya dengan makalah ini penyusun banyak
berharap kepada para pembaca memberikan kritik saran yang membangun kepada
kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
penulis para pembaca khusus pada penulis. Aamiin.