Anda di halaman 1dari 11

Oleh:

Dina Paramita
Devi Silvia
Deni Setiawan
Fauzan Ramadhan
Mufrikhatun
(C
8
H
10
N
4
O
2
)
Kafein bersifat sebagai basa lemah
Kafein mudah larut dalam air panas dan
kloroform, tetapi sedikit larut dalam air
dingin, alkohol dan beberapa pelarut organik
lainnya.
analeptik (merangsang sistem susunan saraf
pusat), ergogenik (meningkatkan kinerja fisik
motorik), diuretik (memperlancar keluarnya
air seni), tetapi tak dehidratik atau membuat
tubuh kekurangan cairan
Kafein terkandung dalam sejumlah sumber
makanan yang dikonsumsi di seluruh dunia yaitu:
Teh (Camellia sinensis)
Kopi (Coffea arabica)
minuman coklat
bar coklat
minuman ringan
kacang-kacangan
kacang koko (Theobroma
cacao)
kacang kola (Cola
acuminata)
dan berbagai macam berry
Produk Kandungan kafein
Secangkir kopi 85 mg
Secangkir teh 35 mg
Sebotol coca-cola 35 mg
Minuman energi
(kratingdaeng, M 150, Galin
Burgar)
50 mg
Kafein merupakan stimulan dari sistem saraf pusat
dan metabolisme, digunakan secara baik untuk
pengobatan dalam mengurangi keletihan fisik
dan juga dapat meningkatkan tingkat
kewaspadaan sehingga rasa ngantuk dapat
ditekan.

Kafein juga merangsang sistem saraf pusat dengan
cara menaikkan tingkat kewaspadaan, sehingga
fikiran lebih jelas, terfokus dan koordinasi badan
menjadi lebih baik
Kafein mempunyai efek relaksasi
otot polos, terutama otot polos
bronchus, merangsang susunan saraf
pusat, otot jantung, dan
meningkatkan diuresis.

Kafein juga dapat merangsang otak
(7,5-150 mg) dapat meningkatkan
aktifitas neural dalam otak serta
mengurangi keletihan), dan dapat
memperlambat waktu tidur

Pada pemakaian lebih dari 650mg:
Dapat menyebabkan insomnia kronik,
gelisah, dan ulkus.
Efek lain dapat meningkatkan denyut
jantung dan berisiko terhadap penumpukan
kolesterol, menyebabkan kecacatan pada
anak yang dilahirkan