Anda di halaman 1dari 6

3.

Mekanisme Kerja Re

Secara umum retikulum endoplasma berperan sebagai jalur transportasi intraseluler
bagi sel. Dikenal ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma halus dan
retikulum endoplasma kasar. Selain itu di dalam retikulum endoplasma terdapat berasosiasi
pula dengan mikrotubul. ERQC ( Bagian Kualiti Kontrol RE ) adalah turuan dari rRE dan juga

Gambar 1. Subkompartment Retikulum Endoplasma. ( rER=rough endoplasmic reticulum, sRE=smooth
endoplasmic reticulum, MAM=mitochondria associated membran, ERQC=endoplasmic reticulum quality controll
compartment, PAM = plasma membran associated membran, dan ERES= endoplasmic reticulum exit site)

A. Biosintesis Protein RE
Pada retikulum endoplasma kasar, partikel-partikel ribosom melangsungkan sintesis
protein. Sebagain dari protein tersebut akan menjadi protein transmembran, dan
sebagian yang lain dimasukkan kedalam sistern retikulum endoplasma. Protein
transmembran diperuntukkan untuk membran sell atau membran organel-organel lain,
sedangkan protein yang dilepaskan ke dalam sisterna diperuntukkan bagi organel-organel
sel atau untuk disekresikan.

Sintesis protein pada retikulum endoplasma melibatkan dua reseptor, yaitu (i)
reseptor yang mengenali ribosom sub unit besar dengan rantai polipeptidanya yang baru
terbentuk dan (ii) reseptor yang mengikat ujung 3mRNA yang pada eukariota ditandai
dengan poli

Sintesis protein dilakukan oleh polisom atau ribosom pada membran retikulum
endoplasma. Pada mRNA terdapat kodon untuk protein isyarat (signal peptida). Tahap-
tahap berlangsungnya sintesis protein membran retikulum endoplasma adalah (Partin,
2007) sebagai berikut :

1. mRNA keluar dari inti dan berlekatan dengan ribosom untuk memulai sintesis
protein. Ribosom pada mRNA bergerak menuju kodon star, dan selanjutnya
mentranslasi kodon untuk protein isyarat menghasilkan protein isyarat atau signal
peptida. Translasi berlangsung di dalam sitosol, dan di dalam sitosol terdapat partikel
pengenal isyarat (signal recognition particel = SRP).
2. Protein isyarat (signal peptide ) berikatan partikel pengenal isyarat. Protein pengenal
isyarat selanjutnya terikat pada reseptor yang terdapat pada permukaan membran
retikulum endoplasma
3. Ikatan antara protein pegenal isyarat dengan reseptornya menyebabkan saluran
translokasi protein pada membrane RE terbuka dan memungkinkan polipeptida
(protein isyarat) masuk ke dalam lumen retikulum endoplasma. Untuk sementara
sintesis protein terhenti hingga protein isyarat menembus celah yang terdapat pada
membran retikulum endoplasma.
4. Setelah protein isyarat menembus membran retikulum endoplasma, sintesis
polipeptida baru dimulai. Protein isyarat yang terdapat di dalam lumen retikulum
endoplasma selanjutnya dilepaskan oleh signal peptidase.
5. Seiring dengan terlepasnya protein isyarat, perpanjangan polipeptida berlangsung di
dalam lumen hingga ribosom mencapai kodon stop. Selanjutnya polipeptida
barudilepaskan kedalam lumen. Ribosom yang telah selesai melaksanakan
translasimengalami disosiasi dan terlepas di dalam sitoplasma.

Selain itu sintesis protein pada membrane retikulum endoplasma,, sintesis protein
juga dapat berlangsung di dalam sitoplasma yang dilakukan oleh ribosom atau polisom.

Terdapat perbedaan target antara protein yang disintesis di dalam sitoplasma oleh
ribosom bebas dengan protein yang disintesis oleh ribosom yang terikat padapermukaan
membrane retikulum endoplasma kasar. Sintesis protein yang disintesis oleh ribosom bebas
di dalam sitoplasma ditujukan untuk antara lain protein inti, protein mitokondria, protein
kloroplas dan protein peroksisom. Sintesis protein yangberlangsung pada ribosom yang
terikat membran retikulum endoplasma kasar ditujukan untuk antara lain protein
membran plasma, protein vesikula sekresi dan protein lisosom.

Seperti diuraikan sebelumnya bahwa sitosol mengandung dua populasi ribosom,
yaitu ribosom bebas dan ribosom yang menempel pada retikulum endoplsma kasar.
Kedua set ribosom tersebut secara struktural identik. Ribosom yang mentranslasi protein
yang diperuntukkan untuk RE melekat pada permukaan hialoplasmik membran
retikulum endoplasma. Ribosom yang mensintesis protein sitoplasma tetap dalam keadaan
bebas di dalam sitoplasma. Protein yang disintesis pada ribosom yang menempel pada RE
ditranslokasi ke dalam lumen melalui saluran aqueous yang ada pada membran
RE. Adanya perbedaan antara translokasi protein terlarut dan yang diperuntukkan
untuk membran. Untuk protein yang diperuntukkan pada membran RE, protein pengenal
isyarat (SRP) lebih dahulu dilepaskan pada saat translokasi berlangsung. Selanjutnya
ribosom subunit besar menempel pada saluran translokasi dan sintesis protein dilanjutkan.

Integrasi protein transmembran sederhana ke dalam membrane RE erat
kaitannya dengan proses translokasi. Beberapa protein transmembran tertanam ke
dalam membran RE dari pada ditranslokasi secara sempurna. Signal
peptida menginisiasi translokasi secara normal. Pada protein transmembran
terdapat tambahan urutan asam amino hidrofobik yang aktif sebagai stop transfer
sequence, dan mencegah translokasi lebih lanjut. Stop transfer
sequence dilepaskan secara lateral ke dalam membran untuk berperan sebagai
jangkar membran.

Untuk protein terlarut, mekanismenya sama dengan translokasi yang berlangsung
pada protein transmembran, hanya protein ini tidak memiliki urutan asam amino
hidrofobik yang aktif sebagai stop transfer sequence, sehingga translokasiberlangsung
sempurna.

B. GLIKOSILASI
Sebagian besar protein yang masuk ke dalam sisterna atau lumen retikulum
endoplasma mengalami glikosilasi sebelum diangkut ke bagian lain dari sel.
Glikosilasi pendahuluan berlangsung di dalam retikulum endoplasma dimana karbohidrat
dipindahkan ke protein dan menghasilkan glikoprotein, yaitu suatu molekul yang memiliki
rantai oligosakarida.

Molekul-molekul oligosakarida tersebut terikat pada fosfolipida (fosfatidilkolin). Pada
mulanya oligosakarida tersebut terikat pada lipida membran dengan orientasi ke
arahsitoplasma. Melalui bantuan enzim pemindah yang disebut flipase, fosfatidilkolin
dipindahkan melalui gerakan flip-flop. Sehingga ia berada pada permukaan luminal dari
retikulum endoplasma. Rantai oligosakarida ini terdiri dari 14 buah monosakarida yang
terdiri atas dua molekul N-acetyl glukosamin (Nag), 9 molekul mannosa (man), dan 3
molekul glukosa.

Oligosakarida terikat secara kovalen pada gugus NH2 residu asparagin
(Oligosakarida berikatan N), kadang-kadang terikat pada gugus OH, suatu residu serin,
treonin atauhidroksilisin. Pemindahan oligosakarida ke molekul protein dibantu oleh enzim
transmembran, yaitu glukosil transferase. Pada waktu oligosakarida masih berada di dalam
lumen retikulum endoplasma, satu mannosa dan tiga unit glukosa dihilangkan, dan
selanjutnya glikoprotein dipindahkan ke permukaan kompleks golgi.

C. HOMEOSTASIS GLUKOSA DARAH
Glukosa-6-fosfatase adalah enzim retikulum endo- plasma yang terikat membran,
mengkatalis pelepasan glukosa bebas dari bentuk tesfosforilasi di dalam sel hati. Oleh
sebab itu, glukosa-6-fosfatase berperan menjaga tingkat homeostasis glukosa dalam darah.

D. SINTESIS LESITIN
Lesitin atau fosfatidilkolin disintesis dari asam lemak, gliserolfosfat dan kolin. Sintesis
lesitin terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap I, II, dan III. Setiap tahap dikatalisis oleh
enzim terlarut dalam bilayer lipida retikulum endoplasma. Tempat aktivitas enzim mengarah
ke sitosol. Tahap- tahap sintesis lesitin adalah sebagai berikut :
Tahap I
Asiltransferase menggabungkan asam lemak
fosfat KoA menghasilkan asam fosfatidat.
Tahap II
Asam fosfatidat membebaskan gugus fosfat oleh enzim fosfatalase, berbentuk digliserid
Tahap III
Kolinfosfotransferase menggabungkan gliserida dengan CPP kolin menghasilkan fosfati-
dilkolin atau lesitin.

E. SINTESIS KOLESTEROL

Biosintesis kolesterol yang berlangsung di dalam retikulum endoplasma melibatkan
sejumlah enzim. Enzim-enzim tersebut ada dalam bentuk enzim terlarut, dan yang lain
dalam bentuk enzim yang terikat pada membran. Kolesterol disintesis dari asetat dan
secara bertahap menghasilkan HMG-CoA. HMG-CoA selanjutnya diubah menjadi mevalonat
dengan bantuan enzim HMG-CoA reduktase yang merupakan enzim terikat membran.
Mevalonat selanjutnya diubah secara bertahap menjadi Fernesyl pirofosfat.

Semua enzim yang berperan dalam perubahan mevalonat menjadi Fernesyl pirofosfat.
Semua enzim yang berperan dalam perubahan mevalonat menjadi Farnesyl pirofosfat
merupakan enzim-enzim terlarut. Farnesyl pirofosfat selanjutnya diubah menjadi squalen
dengan bantuan squalen sintetase. Enzim squalen sintetase merupakan enzim yang terikat
membran. Squalen sintetase selanjutnya diubah secara bertahap menjadi kolesterol. Semua
enzim yang membantu dalam proses perubahan squalen menjadi kolesterol
merupakan enzim-enzim yang terikat membran.


F. SINTESIS HORMON STEROID
Prekursor untuk biosintesis hormon steroid adalah kolesterol yang disintesis dari asetat.
Untuk berlangsungnya proses tersebut, diperlukan kerja sama dengan
mitokondria. Kolesterol sendiri disintesis di retikulum endoplasma halus. Kolesterol yang
dihasilkan dibawa ke mitokondria dan diproses lebih lanjut hingga menghasilkan
pregnenolon. Kemudian pregnenolon diubah secara bertahap melalui serangkaian reaksi
enzimatis menjadi hormon steroid seks, misalnya testosteron. Selain itu kolesterol juga
dapat dijadikan prekuersor untuk pembentukan hormon-hormon aldosteron seperti
mineralokortikoid dan hormon kortisol.

G. SINTESIS GLIKOPROTEIN
Berbagai jenis protein yang akan ditranspor ke bagian luar sel biasanya dalam bentuk
glikoprotein. Proses awal dari pembentukan glikoprotein berlangsung didalam lumen
retikulum endoplasma melalui proses glikosilasi seperti yang telah dibahas pada bagian
terdahulu. Retikulum endoplasma dengan sendirinya terlibat di dalam modifikasi berbagai
jenis protein sekretori melalui penambahan residu karbohidrat pada ujung proksimal dari
polipeptida dan proses selanjutnya berlangsung di dalam badan golgi.

H. SISTIM HIDROKSILASI
Retikulum endoplasma secara kimiawi memodifikasi xenobiotiks, yaitu bahan-bahan toksik
yang berasal dari dalam dan luar sel. Retikulum endoplasma membuat bahan-
bahan tersebut menjadi lebih hidrofilik sehingga lebih mudah disekresi. Bahan-bahan
tersebut antara lain obat-obatan, insektisida, obat bius, hasil-hasil petrolium dan bahan-
bahan karsinogen lainnya. Dengan demikian retikulum endoplasma berperan
dalam mendetoksifikasi berbagai bahan-bahan toksik yang terdapat di dalam sel.

M. HUBUNGAN RETIKULUM ENDOPLASMA DENGAN SISTIM MEMBRAN LAIN
Didalam sitoplasma, terdapat sejumlah organel-organel berbatas membran seperti
mitokondria, lisosom, badan golgi, mikrobodi dan inti. Retikulum endoplasma bersama-
sama dengan sistim membran yang lain membentuk suatu jalinan di dalam sel yang disebut
jaringan rongga sel (Cytocavity). Jalinan rongga sel tersebut memisahkan sel menjadi dua
kompartemen, yaitu kompartemen sitoplasma dan kompartemen rongga dalam (intracavity).
Dengan satu sisi mengarah ke sitosol dan sisi yang lain menghadap ke lumen jalinan rongga
sel.

Jalinan rongga sel pada umumnya dan retikulum endoplasma pada khususnya membentuk
suatu sistim peradaran didalam sel dan enzim-enzim disebarkan secarameluas untuk
aktivitas katabolisme dan anabolisme. Dengan adanya jalinan rongga sel tersebut, maka
substrat-substrat yang penting dengan cepat mencapai bagian dalam sel dengan cara fusi
membran dan gerakkan membran. Sehingga bahan-bahanyang disintesis dan dirakit
dibagian dalam sel dapat dengan cepat diangkut ke permukaan sel.

Bila sistim membran tidak dinamis, maka substrat tidak mampu berdifusi ke enzim-enzimnya
secepat yang diinginkan. Demikian pula bahan-bahan sisa dan bahan pembangun
yang penting tertimbun sehingga mencapai konsentrasi yang tidak berguna.


Referensi:

Pdf: Lynes, Emily M dan Simmen, Thomas. (2011) Urban planning of the endoplasmic
reticulum (ER): How diverse mechanisms segregate the many functions of the ER.

Pdf: Bergeron, John JM; Chevet, Eric; Cameron, Pamela H; Thomas, David Y; Pelletier,
Marc F. (2001) The Endoplasmic Reticulum: integration of protein folding, quality control,
signaling, and degradation

Pdf: Braakman, Ineke; Kleizen Bertrand. (2004) Protein folding and quality control in the
endoplasmic reticulum