Anda di halaman 1dari 2

Pengertian

Psoriasis adalah ganggguan kulit yang ditandai dengan plaque, bercak, bersisik yang
dikenal dengan nama penyakit papulosquamoas. ( Price, 1994)
Psoriasis adalah penyakit inflamasi non infeksius yang kronik pada kulit dimana produksi
sel-sel epidermis terjadi dengan kecepatan 6-9 x lebih besar daripada kecepatan sel
normal.(Smeltzer, Suzanne, 2002)
Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang
berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau
perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.
Psoriasis sering timbul di kuku, dimulai dari bintik putih pada kuku sampai ke penebalan
kuku, juga mengenai kulit kepala (skalp) ditandai dengan sisik besar dan penebalan dengan
warna kemerahan yang akan melewati batas rambut. Selain itu penyakit ini sering mengenai siku
dan lutut, walaupun dapat juga mengenai wajah, lipat lutut dan siku, genitalia, telapak tangan dan
kaki, sesuai tingkat keparahannya penyakit ini bisa meluas keseluruh tubuh (eritroderma) yang
akan menimbulkan kegawatan dan dapat mengancam jiwa.
Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian
kulit yang terlalu cepat. Biasanya bentuk kulit bersisik. Kemunculan penyakit ini terkadang
untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam
jiwa dan tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja
sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta mengganggu kekuatan mental seseorang bila
tidak dirawat dengan baik. (www.psoriasis.or.id)

Etiologi
1. Menurut Harahap, Marwati (2000 : 116-117), penyebab psoriasis yang pasti belum diketahui. Ada
beberapa faktor predisposisi dan pencetus yang dapat menimbulkan penyakit ini.
- Faktor-faktor predisposisi, yaitu:
a. Faktor berediter bersifat dominan otosomal dengan penetrasi tidak lengkap.
b. Faktor-faktor psikis
c. Infeksi fokal :Umumnya infeksi disebabkan oleh Kuman Streptococcus
d. Penyakit metabolik : seperti diabetes mellitus yang laten, hipokalsemia dan dialisis.
e. Gangguan pencernaan seperti obstipasi
f. Faktor cuaca
g. Faktor Endokrin. Puncak insidensi pada waktu pubertas dan menopause, pada waktu
kehamilan membaik tapi menjadi lebih buruk pada masa pascapartus.

- Faktor-faktor provokatif yang dapat mencetuskan atau menyebabkan penyakit ini tambah hebat
adalah :
a. Faktor trauma
Psoriasis pertama kali timbul pada tempat-tempat yang terkena trauma, garukan, luka bekas operasi,
bekas vaksinasi, dan sebagainya.Kemungkinan hal ini merupakan mekanisme fenomena Koebner.Khas
pada psoriasis timbul setelah 7-14 hari terjadinya trauma.

b. Faktor infeksi
Pada anak-anak terutama infeksi Streptokokus hemolitikus sering menyebabkan psoriasis gutata.
Psoriasis juga timbul setelah infeksi kuman lain dan infeksi virus tertentu, namun menghilang setelah
infeksinya sembuh

c. Obat-obatan:
1) Antimalaria seperti mepakrin dan klorokuin kadang-kadang dapat memperberat psoriasis,
bahkan dapat menyebabkan eritrodermia.
2) Pengobatan dengan kortikosteroid topikal atau sistemik dosis tinggi dapat menimbulkan
efek withdrawal.
3) Lithium yang dipakai pada pengobatan penderita mania dan depresi telah diakui sebagai
pencetus psoriasis.
4) Alkohol dalam jumlah besar diduga dapat memperburuk psoriasis.
5) Hipersensitivitas terhadap nistatin, yodium, salisilat dan progesteron dapat
menimbulkan psoriasis pustulosa generalisata.

d. Sinar ultraviolet

e. Stress psikologis

f. Kehamilan

2.Berdasarkan penelitian para dokter, ada beberapa hal yang diperkirakan dapat memicu
timbulnya Psoriasis, antara lain adalah :
a. Garukan/gesekan dan tekanan yang berulang-ulang , misalnya pada saat gatal digaruk terlalu
kuat atau penekanan anggota tubuh terlalu sering pada saat beraktivitas. Bila Psoriasis sudah
muncul dan kemudian digaruk/dikorek, maka akan mengakibatkan kulit bertambah tebal.
b. Obat telan tertentu antara lain obat anti hipertensi dan antibiotik.
c. Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit.
d. Emosi tak terkendali.
e. Makanan berkalori sangat tinggi sehingga badan terasa panas dan kulit menjadi merah ,
misalnya mengandung alcohol.


Price, Wilson. (1995). Patofisiologi, Edisi 4, EGC: Jakarta.
Smeltzer, Suzanne. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Volume 3, EGC:
Jakarta.
Harahap,Marwali.2000.Ilmu Penyakit Kulit .Hipokrates: Jakarta