Anda di halaman 1dari 20

I Gde Fajar Kurniawan

Helmy Septian Ardhiansyah


BALANCE SCORE CARD
Definisi Balance Scorecard


Konsep Balance Scorecard dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan
David P. Norton yang berawal dari studi tentang pengukuran kinerja di
sektor bisnis pada tahun 1990.

Menurut Hansen dan Mowen (2009:366) balanced scorecard adalah
sistem manajemen strategis yang mendefinisikan sistem akuntansi
pertanggungjawaban berdasarkan strategis.

BSC pertama kali digunakan untuk organisasi profit dan terus menerus
diperbaharui mengikuti perkembangan organisasi



Balanced scorecard secara singkat adalah suatu sistem manajemen
untuk mengelola implementasi strategi, mengukur kinerja secara
utuh, mengkomunikasikan visi, strategi dan sasaran kepada
stakeholders

Balanced scorecard memberi manfaat bagi organisasi dalam
beberapa cara:
menjelaskan visi organisasi
menyelaraskan organisasi untuk mencapai visi itu
mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber
daya
meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan
informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan

Selanjutnya dalam menerapkan balanced scorecard, Robert Kaplan
dan David Norton, mensyaratkan dipegangnya lima prinsip utama
berikut:
Menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis balanced
scorecard ke dalam terminologi operasional sehingga semua
orang dapat memahami
Menghubungkan dan menyelaraskan organisasi dengan strategi
itu. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada staf garis
depan
Membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua orang
melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi strategis
Membuat strategi suatu proses terus menerus melalui
pembelajaran dan adaptasi organisasi
Melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna
memobilisasi perubahan.

Untuk mewujudkan itu maka dalam Balance Scorecard dalam konsep ini
memperkenalkan sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan
kriteria-kriteria tertentu.
Perspektif finansial yaitu bagaimana kita berorientasi pada para pemegang saham.
Perspektif customer adalah Bagaimana kita bisa menjadi supplier utama yang paling
bernilai bagi para customer.
Perspektif proses bisnis internal, yakni proses bisnis apa saja yang terbaik yang harus
kita lakukan, dalam jangka panjang maupun jangka pendek untuk mencapai tujuan
finansial dan kepuasan customer.
Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran ialah bagaimana kita dapat
meningkatkan dan menciptakan value secara terus menerus,terutama dalam
hubungannya dengan kemampuan dan motivasi karyawan.

Pengukuran keempat prespektif tersebut
dapat dilakukan sebagai berikut :

Perspektif Keuangan dan Finansial
Perspektif Customer,
Perspektif Proses Bisnis Internal
Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran,




tahapan dalam membangun suatu BSC,
yaitu:
Menilai fondasi organisasi
Membangun strategi bisnis.
Membuat tujuan organisasi.
Membuat strategic map bagi strategi kegiatan
organisasi.

Permasalahan yang timbul dalam penerapan
Balanced Scorecard
Bagaimana mendesain sebuah scorecard
Banyaknya alat ukur yang diperlukan
Apakah Scorecard cukup layak untuk dijadikan penilai kinerja
Perlunya Scorecard dikaitkan dengan gain sharing secara individu
Apakah scorecard yang ada dapat menggantikan keseluruhan sistem
manajemen lama
Empat langkah utama yang harus ditempuh oleh
perusahaan apabila perusahaan akan menerapkan
konsep Balanced Scorecard
Memperoleh kesepakatan dan komitmen bersama antara pihak
manajemen puncak perusahaan.
Mendesain sebuah model (kerangka) Balanced Scorecard
Mengembangkan suatu program pendekatan yang paling tepat
Aspek penggunaan teknologi
Penerapan BSC Pada Perusahaan Garuda
Indonesia
Langkah Pertama
Penilaian dari dasar organisasi, kepercayaan inti, menjual peluang,
dan pemahaman yang membuat kepuasan pelanggan.
Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan
layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan
keramahan Indonesia.
Misi Perusahaan
Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa (flag
carrier) Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia
guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan
memberikan pelayanan yang professional.


Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity,
Thread)
Berikut ini analisa SWOT PT. Garuda Indonesia :
Strenght / Kekuatan
Pelayanan yang memuaskan;
Dibandingkan perusahaan penerbangan
domestic lain, tingkat keamanan lebih
terjamin;
Memiliki SDM yang kompeten.
Memiliki brand image yang baik.




Weakness / Kelemahan

Jaringan rute penerbangan yang terbatas (domestik
dan internasional).
Tarif tiket masih mahal.
Terbatasnya jumlah pesawat yang berbadan lebar.


Opportunity / Peluang

Kondisi ekonomi domestik yang membaik.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat atas alat
transportasi yang lebih cepat.
Pertumbuhan industri pariwisata internasional.

Thread / Ancaman


Keadaan cuaca yang tidak menentu;
Harga bahan bakar cenderung meningkat;
Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar tidak stabil;
Persaingan industri penerbangan.


Langkah Kedua
Pengembangan dari keseluruhan bisnis sttrategi. Ada beberapa
strategi dalam tahap kedua ini, antara lain :
a. Meningkatkan kualitas kerja yang lebih baik.
b. Meningkatkan pendapatan.
c. Meningkatkan kualitas produk.
d. Operasional yang unggul / prima.
e. Produk dan layanan prima yang konsisten.
f. Pertumbuhan keuntungan berkelanjutan.



Langkah Ketiga
menguraikan strategi bisnis ke dalam komponen yang lebih spesifik/kecil
Langkah keempat

menciptakan peta strategi bisnis dari keseluruhan strategi dalam
organisasi


Langkah kelima

Pada perspektif Keuangan uraian strategi yang diambil adalah
pembukaan rute baru dan peningkatan brand image. Pembukaan rute
baru ini dilaksanakan karena adanya pertumbuhan penggunaan jasa
penerbangan.
Untuk perspektif pelanggan perusahaan memfokuskan pada tingkat
produk dan pelayanan prima yang konsisten yang diterapkan melalui
Garuda experience
Perspektif Internal Bisnis :
1. Peningkatan Pendapatan yang diuraikan melalui peningkatan
efisiensi oprasional
2. Peningkatan Kualitas Produk
3. Operasional Yang Unggul / Prima

Lanjutan..
Pada perspektif keempat yaitu strategi Pembelajaran dan Pertumbuhan.
adalah meningkatkan kualitas kerja yang baik yang sesuai dengan prinsip
Good Corporate Governance (CCG)




Langkah keenam
Yaitu inisiatif baru untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan
bahwa inisiatif itu berhasil.












Masing-masing inisiatif pada perspektif saling berhubungan dan
mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu menghasilkan
kinerja operasional dan keuangan yang optimal demi memenuhi harapan
stakeholder.