Anda di halaman 1dari 2

PERAN MAHASISWA KESEHATAN DALAM MENJAGA

KEDAULATAN BANGSA DAN NEGARA


Oleh: Rahmah Martiyasih, FKIK Kesehatan Masyarakat (51)

Berbicara tentang kedaulatan suatu negara, maka akan terbahas pula
unsur-unsurnya. Salah satu unsur yang penting adalah rakyat/masyarakat. Dalam
perkembangannya, negara yang maju memiliki masyarakat yang berpengetahuan
tinggi dan bersinergi dengan pemerintah serta memiliki tingkat kesejahteraan
yang tinggi. Di Indonesia, yang notabene masih negara berkembang,
kesejahteraan masyarakatnya masih tergolong rendah dan memiliki pengetahuan
yang kurang untuk bisa memahami setiap kebijakan pemerintah. Oleh karena itu,
dibutuhkan sebuah penggerak yang mampu membuka mata masyarakat dengan
membaur didalamnya. Penggerak tersebut tidak lain tidak bukan adalah
mahasiswa.
Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di
masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa
mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa belum terkotori oleh
kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dan sebagainya.
Mahasiswa dapat berperaan sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya. Salah
satu disiplin ilmu yang dibutuhkan peran mahasiswanya dewasa ini adalah
mahasiswa kesehatan.
Masalah kesehatan merupakan salah satu tantangan global di abad ke-21
ini. Berangkat dari hal tersebut, pada September tahun 2000, sebanyak 189 negara
anggota PBB yang sebagian besar diwakili oleh kepala pemerintahan berkumpul
dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) dan menghasilkan sebuah deklarasi, yaitu Millenium Development Goals
(MDGs) yang memuat beberapa tujuan dalam jangka waktu dari tahun 2000
hingga 2015.
Adapun tujuan dalam MDGs yang harus diwujudkan, yaitu:
1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
4. Menurunkan angka kematian anak
5. Meningkatkan kesehatan ibu
6. Memerangi HIV/AIDs, malaria, dan penyakit lainnya
7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
8. Memajukan hubungan kerjasama (partnership) untuk berkembang.
Dalam pelaksanaannya, rencana ini mengalami beberapa hambatan.
Hambatan itu terbagi dalam dua kategori besar. Pemerintah dan rakyat.
Tiga pokok permasalahan dalam pemerintahan yang sangat berpengaruh
besar dalam realisasi MDGs adalah Disorientasi Pembangunan, Adaptasi Zaman
dan Degradasi Komitmen. Sedangkan permasalahan yang berkembang di
masyarakat adalah masalah kesadaran. Kesadaran rakyat dalam membantu
pemerintah masih dirasa kurang. Bahkan sangat sedikit yang mengetahui tujuan
dari MDGs itu sendiri, yang akhirnya menghambat realisasi MDGs.
Dari hasil pemikiran MDGs, mahasiswa kesehatan diyakini bisa menjadi
penengah masalah tersebut. Mahasiswa kesehatan setidaknya memiliki 3 peran
kontributif demi tercapainya MDGs yaitu agent of health ( agen kesehatan ),
agent of change ( agen perubahan ) , dan agent of development ( agen
pembangunan ).
Dengan pengetahuannya, mahasiswa bisa menjadi penggerak perubahan
dengan memberikan pengertian lewat penyuluhan-penyuluhan atau kegiatan-
kegiatan nyata di masyarakat yang bertujuan agar masyarakat menjadi lebih
peduli dengan kesehatan mereka dan pada akhirnya mereka faham bahwa
kesehatan adalah suatu hal yang mahal.
Untuk membangun suatu tatanan masyarakat seperti di negara maju
bukanlah hal yang ringan dan memerlukan tindakan yang konsekuen dan
berkesinambungan. Lebih lanjut upaya konkret mahasiswa kesehatan untuk
merealisasikan MDGs 2015 adalah menanggulangi kemiskinan dan kelaparan,
mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan
kesehatan ibu memerangi hiv/aids, malaria, dan penyakit lainnya, memastikan
kelestarian lingkungan hidup, dan memajukan hubungan kerjasama (partnership)
untuk berkembang.
Dengan membentuk masyarakat yang maju maka secara tak langsung akan
terbentuk pula sebuah peradaban yang maju, karena sebuah peradaban berawal
dari kumpulan masyarakat yang saling mempengaruhi dan melengkapi. Sebuah
kebaikan akan mengundang kebaikan-kebaikan lainnya. Seandainya ada satu saja
aspek penting dari Negara ini yang baik, maka akan memacu aspek lain untuk
mengikuti kebaikan. Dan jika semua aspek bersinergi dengan baik, makan
kedaulatan bangsa dan Negara ini akan semakin kokoh.