P. 1
Narasi SAI

Narasi SAI

|Views: 804|Likes:
Dipublikasikan oleh Azie Pranata

More info:

Published by: Azie Pranata on Dec 17, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2012

pdf

text

original

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

KATA PENGANTAR
Sesuai dengan pilar ketiga Kebijakan Pembangunan Pendidikan Nasional yaitu Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik, sejak tahun 2005 Depdiknas mewujudkannya dalam program pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen secara terintegrasi. Sangat disadari bahwa data perencanaan hingga pelaporan keuangan dan aset yang ada saat ini seolah-olah saling terpisah yang seyogyanya data tersebut merupakan bagian terintegrasi serta tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keuangan (SIMKEU) menjadi tugas Sekretariat Jenderal Depdiknas dalam mewujudkan pilar ketiga kebijakan pembangunan tersebut. Sistem yang dikembangkan adalah sebuah sistem berbasis web, berdasarkan sistem aplikasi keuangan Departemen Keuangan, mengintegrasikan semua data yang dibutuhkan dalam rangka mengelola Departemen. Selain untuk memperkecil terjadinya kesalahan manusia (human error), sistem tersebut dapat mengurangi pengulangan kegiatan pencatatan. Sebagai bagian dari pengembangan sistem tersebut, buku Prosedur Operasi Standar Sistem Informasi Manajemen Keuangan 2008 disusun dengan tujuan agar setiap satuan kerja yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsi masing – masing sesuai dengan sistem pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan dan penyusunan anggaran hingga pelaporan keuangan dan barang milik negara. Kepada semua yang telah berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, atas nama Menteri Pendidikan Nasional, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas kerja kerasnya. Buku ini dibuat untuk dipergunakan oleh karyawan dan pimpinan di seluruh satuan kerja di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta, 28 Januari 2009 Sekretaris Jenderal,

Prof. Dr. Dodi Nandika
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 1

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

NIP 131127559

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 2

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum D. Daftar Istilah E. Daftar Singkatan F. Registrasi Petugas/User 1. Penjelasan Umum 2. Lingkup Kerja Petugas/User 3. Prosedur Registrasi User BAB II Prosedur Operasi Standar Sistem Akuntansi Instansi A. Penjelasan Umum B. Tujuan C. Keluaran D. Ketentuan Umum E. Aspek Pengendalian Internal BAB III Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK A. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAKPA 1. Prosedur Pencatatan DIPA/DIPA Revisi, Estimasi Pendapatan, Realisasi Belanja, PNBP, Penyetoran UP, Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran, Aset Tetap melalui Penerimaan ADK BMN, Pengembalian Belanja, dan Realisasi PHLN 2. Prosedur Pencatatan Piutang, Persediaan, Aset Tetap, KDP, Aset Tidak Berwujud, dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga 3. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN 4. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN 5. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPAW/E1 6. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 3

1 2 4 4 4 5 6 16 20 20 21 22 23 23 24 25 29 32

32

36 39 40 41 41 43 43 44 44 45

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPPA-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1 D. Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan/SAK Pada Tingkat UAPA 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA BAB IV Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN A. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAKPB 1. Prosedur Pencatatan Saldo Awal 2. Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN 3. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN 4. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset 5. Prosedur Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 6. Penghentian BMN dari Penggunaan 7. Prosedur Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 8. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 9. Prosedur Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 10. Prosedur Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL 11. Prosedur Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1 12. Prosedur Pengiriman Data SIMAK BMN Ke UAKPA B. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN 3. Prosedur Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 C. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN 3. Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPBE1 Ke UAPB D. Prosedur Penyusunan Laporan BMN/SIMAK BMN Pada Tingkat UAPPB-E1
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

46 46 47 47 48 49 49 50 50 51 53 53 54 55 57 58 60 61 62 63 64 65 65 66 66 67 68 69 69 70 70 72

4

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Prosedur Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN Prosedur Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN BAB V Penutup Lampiran Bagan Arus Prosedur Lampiran Matriks Prosedur
1. 2. 3.

72 73 73 74

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 5

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Reformasi di bidang keuangan ditandai dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, dengan harapan sistem pengelolaan keuangan Negara dapat lebih efisien dan efektif serta tercapainya transparansi dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan anggaran merupakan salah satu kegiatan administrasi utama dalam kepemerintahan yang menuntut prinsip tata kelola yang baik dan mengharuskan setiap organisasi melakukan pelaksanaan anggaran dengan baik dan benar, sehingga setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Selain itu, optimalnya suatu pengelolaan anggaran anggaran mentaati juga ditentukan oleh bagaimana yang telah pengguna ditetapkan. Pengelolaan anggaran yang tepat dan cepat, bukanlah tugas yang mudah bagi Depdiknas yang memiliki skala organisasi yang besar, sebaran geografis yang luas dan kewenangan perbendaharaan yang terdesentralisasi dangan jumlah kantor/satuan kerja yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah satker dan anggaran yang besar tersebut, memerlukan sistem pengelolaan anggaran yang mampu mendukung pelaksanaan kegiatan dan pencapaian sasaran organisasi setiap satuan kerja secara cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. ketentuan-ketentuan

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 6

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Berkaitan

dengan

latar

belakang

di

atas,

Sekretariat

Jenderal

menyusun Prosedur Operasi Standar sebagai pedoman bagi para pengelola anggaran sehingga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dapat memahami prosedur yang harus dilaksanakan. B. TUJUAN Prosedur Operasi Standar ini bertujuan:
1.

Memberikan pemahaman yang sama bagi pejabat dan para pengelola anggaran dan pelaporan keuangan pada Kantor/Satuan Kerja di Lingkungan Depdiknas;

2. Menciptakan pengelolaan anggaran yang tepat waktu, akurat, transparan, akuntabel, efisien dan efektif;
3.

Mendukung terwujudnya good governance dan clean governance yaitu terciptanya birokrasi yang baik, bersih dan bebas dari korupsi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 7

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C.

DASAR HUKUM 1. 2. 3. 4.
5.

Undang Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan; Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2008 tentang

6. 7. 8. 9.

Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; Keputusan Presiden Nomor 42 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.06/2007 tentang Bagan Akun Standar; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan pemindahtanganan BMN; 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97/PMK.06/2007 tentang Penggolongan & Kodefikasi BMN; 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2007, tentang Penatausahaan BMN; 13. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK.06/2008 tentang Penilaian Barang Milik Negara;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 8

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 21 tahun 2007

tentang Unit Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2008

tentang 17. Peraturan

Sistem

Akuntansi Jenderal

Dan

Pelaporan

Keuangan Nomor

Di PER-

Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional; Direktorat Perbendaharaan 66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 18. Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Nomor PER24/PB/2006 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga; 19. Peraturan 38/PB/2006 Pengerjaan;
20. Peraturan

Direktorat tentang Direktorat

Jenderal Pedoman Jenderal

Perbendaharaan Akuntansi

Nomor

PERDalam PER-

Konstruksi Nomor

Perbendaharaan

40/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Persediaan; 21. Keputusan Menteri Keuangan nomor 01/KM.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah; D. DAFTAR ISTILAH Dalam Prosedur Operasi Standar ini yang dimaksud dengan : 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, yang selanjutnya disebut APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR. 2. Arsip Data Komputer, yang selanjutnya disingkat ADK, adalah arsip data berupa disket atau media penyimpanan digital lainnya yang berisikan data transaksi, data buku besar, dan/atau data lainnya.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 9

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.

Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disingkat BLU, adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas, sesuai yang dengan pengelolaan Peraturan keuangannya diselenggarakan

Pemerintah terkait. 4. Bagan Akun Standar, yang selanjutnya disingkat BAS, adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan anggaran, pemerintah. 5. Bank Penata Usaha Dalam Negeri yang selanjutnya disebut Bank adalah Bank Pemerintah yang ditunjuk oleh PA/KPA untuk mengelola dana hibah yang diterima. 6. Barang Milik Negara, yang selanjutnya disingkat BMN, adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
7.

serta

pembukuan

dan

pelaporan

keuangan

Bendahara Penerimaan, adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima, menyimpan, menyetorkan uang atau surat berharga, uang menatausahakan Negara yang ada dan dalam mempertanggungjawabkan penguasaannya.

8.

Bendahara Pengeluaran, adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri yang diserahi tugas menerima, menyimpan, membayar uang atau surat berharga, uang menatausahakan Negara yang ada dan dalam mempertanggung-jawabkan penguasaannya.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 10

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

9. 10.

Bendahara Umum Negara adalah Pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum negara; Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA, Neraca, dan LAK dalam rangka pengungkapan yang memadai.

11.

Daerah otonom, selanjutnya disebut Daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

12.

Daftar BMN Ekstrakomptabel, adalah daftar BMN berupa aset tetap yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. Daftar BMN Intrakomptabel, adalah daftar BMN berupa aset tetap yang memenuhi kriteria kapitalisasi dan seluruh BMN yang diperoleh sebelum berlakunya kebijakan kapitalisasi, dan BMN yang diperoleh melalui transaksi Transfer Masuk/Penerimaan dari pertukaran/Pengalihan Masuk serta BMN yang dipindahbukukan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel pada saat nilai akumulasi biaya perolehan dan nilai pengembangannya telah mencapai batas minimum kapitalisasi.

13.

14.

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA, adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan berfungsi sebagai dokumen pelaksanaan pembiayaan kegiatan serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah;

15.

Daftar Kegiatan adalah daftar kegiatan yang dinyatakan layak dan siap oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 11

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Nasional/Kepala
16.

Bappenas

dan

telah

mendapatkan

indikasi

komitmen pendanaan dari calon PHLN atau PPLN. Dana Dekonsentrasi adalah dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Depdiknas yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah; 17. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh Daerah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan. 18. Data transaksi BMN adalah data berbentuk jurnal transaksi perolehan, perubahan, dan penghapusan BMN yang dikirimkan melalui media ADK setiap bulan oleh petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang kepada petugas Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran di tingkat satuan kerja. 19. 20. 21.
22.

Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah. Dinas Kabupaten/Kota adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Tugas Pembantuan dari APBN Depdiknas; Dinas Propinsi adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang mengelola Dana Dekonsentrasi dari APBN Depdiknas; Dokumen pelaksanaan anggaran lainnya adalah suatu dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan dengan DIPA dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara;

23.

Dokumen Sumber, yang selanjutnya disingkat DS, adalah dokumen yang berhubungan dengan transaksi keuangan yang digunakan sebagai sumber atau bukti untuk menghasilkan data akuntansi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 12

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

24.

Entitas Anggaran/

Akuntansi Pengguna

adalah Barang

unit dan

pemerintahan oleh

Pengguna wajib

karenanya

menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk digabungkan pada entitas pelaporan. 25. Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan. 26. Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan di bidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. 27. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya program.
28.

keluaran

dari

kegiatan-kegiatan

dalam

satu

Hibah Luar Negeri adalah penerimaan negara baik dalam bentuk Devisa dan/atau Devisa yang dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa termasuk tenaga ahli dan pelatihan yang berasal dari pemerintah negara asing, badan/lembaga asing, badan/lembaga internasional, Pemerintah, badan/lembaga dalam negeri atau perorangan, yang tidak perlu dibayar kembali.

29.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Khusus yang selanjutnya disebut KPPN khusus adalah instansi vertikal di Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung Direktorat jawab langsung yang kepada tugas Kantor pokoknya Wilayah adalah Perbendahraan

memproses pembayaran yang menggunakan dana pinjaman dan atau Hibah Luar Negeri khususnya dalam bentuk valuta asing (Valas). 30. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 13

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara; 31. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. 32. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. 33. Kementerian Keuangan adalah Kementerian Negara yang dipimpin oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. 34. Kementerian Negara adalah organisasi dalam Pemerintahan Republik 35. Indonesia yang dipimpin oleh menteri untuk melaksanakan tugas Pemerintahan dalam bidang tertentu. Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah adalah Pendekatan penganggaran keputusan perspektif berdasarkan dari kebijakan, tahun biaya dengan pengambilan dalam dengan yang terhadap lebih kebijakan satu implikasi tersebut dilakukan anggaran, keputusan

mempertimbangkan prakiraan maju. 36.

bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam Kodefikasi Barang adalah pemberian kode Barang Milik Negara sesuai Negara. dengan penggolongan masing-masing Barang Milik

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 14

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

37.

Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah Kepala Kantor Satuan Kerja yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran;

38.

Laporan Arus Kas, yang selanjutnya disingkat LAK, adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi, investasi aset non-keuangan, pembiayaan, dan non-anggaran.

39.

Laporan BMN adalah laporan yang menyajikan posisi BMN pada awal dan akhir suatu periode serta mutasi BMN yang terjadi selama periode tersebut.

40.

Laporan satker atas

Keuangan

adalah bentuk pertanggungjawaban APBN berupa Laporan dari Realisasi proses

pelaksanaan ini

Anggaran, Neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan. Prosedur Pelaporan Keuangan merupakan muara perencanaan dan pelaksanaan anggaran dalam siklus anggaran. Laporan Keuangan ini disusun dengan berpedoman pada Sistem Akuntansi Instansi. 41. Laporan Realisasi Anggaran, yang selanjutnya disingkat LRA, adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan, belanja, transfer, surplus/ defisit anggaran dan pembiayaan, sisa lebih/kurang 42. 43. 44. pembiayaan yang masing-masing

diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Menteri adalah Menteri Pendidikan Nasional selaku Pengguna Anggaran/Barang; Menteri Keuangan adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang keuangan negara. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah yaitu aset, utang, dan ekuitas dana pada tanggal tertentu.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 15

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

45.

Notice of Disbursement/Debet Advice penerima dana Hibah/Pihak Ketiga.

yang selanjutnya

disebut NOD/DA adalah bukti transfer dana dari PHLN kepada
46.

Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK, adalah seseorang yang ditunjuk untuk atas dalam nama kuasa pengguna pengadaan anggaran/pengguna Barang dan jasa barang, pengelolaan sehingga yang

Administrasi keuangan dan barang, atau yang bertindak untuk kantor/Satkernya seseorang PNS menyebabkan anggaran keluar dari kasnya. 47. Pejabat Perbendaharaan, adalah diangkat oleh Menteri setiap tahun anggaran untuk mengelola anggaran APBN kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk kantor/satker yang mengelola dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan (diperjelas) 48. Pejabat perbendaharaan terdiri dari: a. Pengguna Anggaran; b. Kuasa Pengguna Anggaran; c. Pejabat Penandatangan SPM; d. Pejabat Pembuat Komitmen; e. Bendahara Penerima; f. Bendahara Pengeluaran; g. PUMK
49.

Pembayaran Langsung adalah pelaksanaan pembayaran yang dilakukan oleh PA/KPA kepada pihak yang berhak/rekanan melalui penerbitan SPM-LS atas nama pihak yang berhak/rekanan;

50.

Pembukuan Anggaran adalah Kegiatan pencatatan dokumen sumber dengan menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) pada unit akuntansi kantor satuan kerja;

51.

Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 16

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 52. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan
53.

perangkat

Daerah

sebagai

unsur

penyelenggara

Pemerintahan Daerah. Penandatangan Surat Perintah Membayar, adalah seseorang yang diangkat oleh Menteri untuk atas nama KPA, untuk melakukan pengujian SPP dan penandatanganan SPM yang menyebabkan pengeluaran anggaran. 54. Pencetakan menghasilkan laporan informasi keuangan adalah kegiatan dalam untuk rangka keuangan untuk kepentingan

pertanggungjawaban 55.

maupun

manajerial

pengambilan keputusan; Penggolongan adalah kegiatan untuk menetapkan secara sistematik ke dalam golongan, bidang, kelompok, sub kelompok, dan sub-sub kelompok Barang Milik Negara. 56. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan 57. Program anggaran adalah Kementerian penjabaran Negara/Lembaga/Satuan kebijakan Kementerian Kerja Perangkat Daerah. Negara/Lembaga dalam bentuk upaya yang berisi satu atau hbeberapa kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang disediakan untuk mencapai hasil yang terukur sesuai dengan misi Kementerian Negara/Lembaga. 58. Penghapusan BMN a. Penghapusan, merupakan transaksi untuk menghapus BMN dari pembukuan berdasarkan suatu surat keputusan pengahapusan oleh instansi yang berwenang; b. Transfer Keluar, merupakan penyerahan BMN dari hasil transfer keluar dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 17

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

c. Hibah

(keluar),

merupakan

penyerahan

BMN

karena

pelaksanaan hibah, atau yang sejenis ke luar Pemerintah Pusat tanpa menerima sejumlah sumber daya ekonomi. d. Reklasifikasi Keluar, merupakan transaksi BMN ke dalam klasifikasi BMN yang lain. Transaksi ini berkaitan dengan transaksi Reklasifikasi Masuk. e. Koreksi Pencatatan, merupakan transaksi untuk mengubah catatan BMN yang telah dilaporkan sebelumnya. 59. Perolehan BMN a. Pembelian, adalah terjadinya transaksi pertukaran dengan penyerahan barang. b. Transfer Masuk, merupakan perolehan BMN dari hasil transfer masuk dari unit lain dalam lingkup Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. c. Hibah, merupakan perolehan BMN dari luar Pemerintah Pusat tanpa menyerahkan sejumlah sumber daya ekonomi. d. Rampasan, merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil rampasan berdasarkan putusan pengadilan. e. Penyelesaian Pembangunan, merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil penyelesaian dan BMN pembangunan lainnya yang berupa telah bangunan/gedung sejumlah uang untuk memperoleh sejumlah

diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima. f. Pembatalan Penghapusan, merupakan pencatatan BMN dari hasil pembatalan penghapusan merupakan yang sebelumnya BMN telah yang dihapuskan/dikeluarkan dari pembukuan. g. Reklasifikasi Masuk, transaksi sebelumnya telah dicatat dengan klasifikasi BMN yang lain. h. Pelaksanaan dari Perjanjian/Kontrak, merupakan barang yang diperoleh dari pelaksanaan kerja sama pemanfaatan, bangun

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 18

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

guna serah/bangun serah guna, tukar menukar, dan perjanjian kontrak lainnya. 60. Perubahan BMN a. Pengurangan, satuan lain merupakan yang transaksi tidak pengurangan menyebabkan kuantitas/nilai BMN yang menggunakan satuan luas atau pengurangannya keseluruhan BMN hilang. b. Pengembangan, merupakan transaksi pengembangan BMN yang dikapitalisir yang mengakibatkan pemindahbukuan dari Daftar BMN Ekstrakomptabel ke Daftar BMN Intrakomptabel atau perubahan nilai/satuan BMN dalam BI Intrakomptabel. c. Perubahan Kondisi, merupakan pencatatan perubahan kondisi BMN. d. Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas, merupakan koreksi pencatatan atas nilai/kuantitas BMN yang telah dicatat dan telah dilaporkan sebelumnya.
61.

Perbendaharaan

Negara

adalah

pengelolaan

dan

pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang ditetapkan dalam APBN dan APBD; 62. 63. Perekaman dokumen sumber adalah kegiatan memindahkan data-data dalam lembaran kertas menjadi data-data elektronik; Perjalanan dinas jabatan merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke Tempat Kedudukan semula. 64. Perjalanan dinas pindah merupakan perjalanan dinas dari Tempat Kedudukan ke tempat yang baru berdasarkan surat keputusan pindah bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil, dan Pegawai Tidak Tetap beserta keluarganya yang sah.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 19

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

65.

Perubahan

Daftar

Isian

Pelaksanaan

Anggaran

yang

selanjutnya disebut Revisi DIPA adalah perubahan dan/atau pergeseran rincian anggaran dalam DIPA.
66.

Perubahan selanjutnya

Rincian disebut

Anggaran Revisi

Belanja Rincian

Pemerintah ABPP

Pusat adalah

perubahan/pergeseran rincian anggaran menurut alokasi Satuan Anggaran Per Satuan Kerja (SAPSK) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat. 67. Pihak lain adalah instansi/unit organisasi di luar Kementerian Negara/ Lembaga dan berbadan hukum yang menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN, dan karenanya wajib menyelenggarakan SAI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 68. Proses penerimaan data BMN adalah kegiatan menggabungkan jurnal aset tetap kedalam file tertentu yang siap diposting menjadi buku besar; 69. 70. Proses pengiriman data adalah kegiatan membentuk data elektronik untuk dikirim; Proses transaksi posting menjadi adalah mengubah data-data elektronik proses data-data elektronik akuntansi,

pembentukan buku besar sebagai dasar pembentukan laporan keuangan dengan mengacu pada jurnal standar; 71. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/sub-sistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama.
72.

Rencana

Kerja

Anggaran

Kementerian/Lembaga

yang

selanjutnya disebut RKA-KL adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program, kegiatan, sasaran, dan anggaran anggaran;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 20

yang

merupakan

penjabaran

dari

rencana

kerja

pemerintah dan rencana strategis Depdiknas dalam satu tahun

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

73. 74.

Sasaran (target) adalah hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. Satuan Kerja adalah Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang yang merupakan bagian dari suatu unit organisasi pada Kementerian Negara/Lembaga yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program.

75.

Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD, adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung rangka jawab kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang terdiri dalam dari penyelenggaraan pemerintahan

Sekretaris Daerah, Dinas Daerah, dan lembaga teknis daerah, kecamatan, desa, dan satuan polisi pamong praja sesuai dengan kebutuhan daerah. 76. Sistem Akuntansi Instansi, yang selanjutnya disingkat SAI, adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Kementerian Negara/ Lembaga. 77. Sistem Akuntansi Kas Umum Negara, disingkat (KUN). 78. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disingkat SAPP, adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah Pusat. 79. Sistem Akuntansi Pusat, yang selanjutnya disingkat SiAP, adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 21

yang selanjutnya Pusat yang

SAKUN,

adalah

subsistem

Akuntansi

menghasilkan Laporan Arus Kas dan Neraca Kas Umum Negara

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

operasi keuangan pada Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. 80. Sistem Akuntansi Umum, yang selanjutnya disingkat SAU, adalah subsistem Akuntansi Pusat yang menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Pusat dan Neraca. 81. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara, yang selanjutnya disingkat SIMAK-BMN, adalah subsistem dari SAI yang merupakan serangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. 82. Sistem Pengendalian Internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam pencapaian efektivitas, efisiensi, ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan keandalan penyajian laporan keuangan pemerintah. 83. Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. 84. Surat Keterangan Penghentian Pembayaran yang selanjutnya disebut SKPP adalah surat keterangan tentang terhitung mulai bulan dihentikan pembayaran yang dibuat/dikeluarkan oleh PA/Kuasa PA berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan oleh Kementerian Negara/Lembaga atau satker yang disahkan oleh KPPN setempat;
85.

Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak, yang selanjutnya disebut SKTJM adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa segala akibat dari tindakan pejabat/seseorang negara menjadi yang dapat jawab mengakibatkan kerugian tanggung

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 22

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

sepenuhnya dari pejabat/seseorang yang mengambil tindakan dimaksud;
86.

Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM, adalah dokumen yang diterbitkan oleh PA/KPA atau Pejabat Pendatangan SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan;

87.

Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP, adalah dokumen yang dibuat/diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan dan disampaikan kepada PA/KPA atau pejabat lain yang ditunjuk selaku pemberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada Pejabat Penandatangan SPM;

88.

Surat Perintah Pembukuan/Pengesahan yang selanjutnya disebut SP3 adalah Surat Perintah yang diterbitkan oleh KPPN Khusus selaku kuasa Bendahara Umum Negara (yang fungsinya dipersamakan dengan SPM/SP2D) kepada BI dan Satker untuk dibukukan/disahkan sebagai penerimaan dan pengeluaran dalam APBN atas realisasi penarikan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) melalui tata cara pembayaran langsung dan Letter of Credit.

89.

Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D, adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban DIPA berdasarkan SPM;

90.

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PA/Kuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu;

91.

Transfer

lainnya

adalah

pengeluaran

yang

berasal

dari

anggaran perhitungan dan pembiayaan atas belanja bantuan sosial yang dilakukan oleh Kementerian Negara/Lembaga.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 23

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

92.

Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya kepada yang menugaskan.

93.

Uang persediaan adalah sejumlah uang yang disediakan untuk satuan kerja dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari hari;

94.

UAPPA-W Dekonsentrasi adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah Daerah Provinsi yang melakukan kegiatan penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat daerah yang mendapatkan alokasi dana dekonsentrasi di wilayah kerjanya.

95.

UAPPA-W Tugas Pembantuan adalah unit akuntansi yang berada di Pemerintah daerah yang Daerah yang melakukan alokasi kegiatan tugas penggabungan laporan keuangan dari seluruh satuan kerja perangkat mendapatkan dana pembantuan di wilayah kerjanya.

96.

Unit Akuntansi Instansi, yang selanjutnya disingkat UAI, adalah unit organisasi Kementerian Negara/Lembaga yang bersifat fungsional yang melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan instansi yang terdiri dari Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang.

97.

Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disingkat UAKPA, adalah UAI yang melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan kerja.

98.

Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang, yang selanjutnya disingkat BMN. UAKPB, adalah Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Barang yang memiliki wewenang mengurus dan/atau menggunakan

99.

Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I, yang selanjutnya disingkat UAPPA-E1, adalah UAI yang melakukan

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 24

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

kegiatan penggabungan laporan, baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-W yang berada di wilayah kerjanya serta UAKPA yang langsung berada di bawahnya. 100. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah, yang selanjutnya disingkat UAPPA-W, adalah UAI yang melakukan kegiatan penggabungan laporan, baik keuangan maupun barang seluruh UAKPA yang berada dalam wilayah kerjanya. 101. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I, yang selanjutnya disingkat UAPPB-E1, adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Eselon I yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-W, dan UAKPB yang langsung berada di bawahnya yang penanggung jawabnya adalah pejabat Eselon I. 102. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah, yang selanjutnya disingkat UAPPB-W, adalah unit akuntansi BMN pada tingkat wilayah atau unit kerja lain yang ditetapkan sebagai UAPPB-W dan melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAKPB, penanggung jawabnya adalah Kepala Kantor Wilayah atau Kepala unit kerja yang ditetapkan sebagai UAPPB-W. 103. Unit disingkat Akuntansi UAPA, Pengguna adalah UAI Anggaran, pada yang selanjutnya Kementerian tingkat

Negara/Lembaga (Pengguna Anggaran) yang melakukan kegiatan penggabungan laporan, baik keuangan maupun barang seluruh UAPPA-E1 yang berada di bawahnya. 104. Unit Akuntansi Pengguna Barang, yang selanjutnya disingkat UAPB, adalah unit akuntansi BMN pada tingkat Kementerian Negara/Lembaga yang melakukan kegiatan penggabungan laporan BMN dari UAPPB-E1, yang penanggung jawabnya adalah Menteri/Pimpinan Lembaga. 105. Unit organisasi adalah yang bagian dari suatu jawab Kementerian terhadap Negara/Lembaga bertanggung

pengkoordinasian dan/atau pelaksanaan suatu program.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 25

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

106.

Utang Negara

adalah

jumlah

uang yang wajib

dibayar

pemerintah Pusat dan/atau kewajiban pemerintah pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku, perjanjian, atau berdasarkan sebab lainnya yang sah; 107. Verifikasi dokumen sumber adalah kegiatan untuk memastikan hanya dokumen sumber yang sah, lengkap dan benar yang direkam dalam aplikasi SAI;
108.

Verifikasi

laporan

keuangan

adalah

kegiatan

untuk

memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan berasal dari perekaman dokumen sumber yang sah, lengkap dan benar; 109. Verifikasi Register Transaksi Harian (RTH), yaitu kegiatan untuk memastikan data yang direkam telah sesuai dengan dokumen sumbernya; E. DAFTAR SINGKATAN ABPP ADK APBD APBN APP ATDIKBUD BA BA (2) BALITBANG BAPP BAPP (2) BAPPENAS BAR BAS BAST BKPK BKU BLU BMN BOS BPK = Anggaran Belanja Pemerintah Pusat = Arsip Data Komputer = Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah = Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara = Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan = Atase Pendidikan dan Kebudayaan = Berita Acara = Bagian Anggaran = Badan Penelitian dan Pengembangan = Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan = Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan = Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional = Berita Acara Rekonsiliasi = Bagan Akun Standar = Berita Acara Serah Terima = Buku Kas Pembantu Pengeluaran = Buku Kas Umum = Badan Layanan Umum = Barang Milik Negara = Bantuan Operasional Sekolah = Badan Pemeriksa Keuangan
26

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

BUN CaLK DAK DAPK DASK DAU DBKP DBL DBPP DBPP-E1 DBPP-W DBR DEPDIKNAS DEPKEU DIKTI DIPA DIRJEN DITJEN DJA DJKN DJPB DJPK DJPU DK DPKN DPR DS GUP HLN IKN INPRES IRJEN ITJEN JARDIKNAS KAK KANWIL KARO KASI KASUBAG KASUBDIT KD KDP KEPPRES KIB KP KPA

= Bendahara Umum Negara = Catatan Atas Laporan Keuangan = Dana Alokasi Khusus = Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan = Dokumen Anggaran Satuan Kerja = Dana Alokasi Umum = Daftar Barang Kuasa Pengguna = Daftar Barang Lainnya = Daftar Barang Pembantu Pengguna = Daftar Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 = Daftar Barang Pembantu Pengguna Wilayah = Daftar Barang Ruangan = Departemen Pendidikan Nasional = Departemen Keuangan = Pendidikan Tinggi = Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran = Direktur Jenderal = Direktorat Jenderal = Direktorat Jenderal Anggaran = Direktorat Jenderal Kekayaan Negara = Direktorat Jendral Perbendaharaan = Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan = Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang = Dekonsentrasi = Direktorat Pengelolaan Kas Negara = Dewan Perwakilan Rakyat = Dokumen Sumber = Ganti Uang Persediaan = Hibah Luar Negeri = Inventarisasi Kekayaan Negara = Instruksi Presiden = Inspektur Jenderal = Inspektorat Jenderal = Jejaring Pendidikan Nasional = Kerangka Acuan Kerja = Kantor Wilayah = Kepala Biro = Kepala Seksi = Kepala Sub Bagian = Kepala Sub Direktorat = Kantor Daerah = Konstruksi Dalam Pengerjaan = Keputusan Presiden = Kartu Identitas Barang = Kantor Pusat = Kuasa Pengguna Anggaran
27

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

KPJM KPKN KPKNL

= Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah = Kantor Pemerintah dan Kas Negara = Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang KPPN = Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara KUN = Kas Umum Negara LAK = Laporan Arus Kas LAKIP = Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah LBKP = Laporan Barang Kuasa Pengguna LBKP-S = Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran LBKP-T = Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan LBPPE1 = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 LBPPE1-S = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Semesteran LBPPE1-T = Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon 1 Tahunan LBPPW = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah LBPPW-S = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Semesteran LBPPW-T = Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah Tahunan LBP = Laporan Barang Pengguna LBPS = Laporan Barang Pengguna Semesteran LBPT = Laporan Barang Pengguna Tahunan LHI = Laporan Hasil Inventarisasi LHOF = Laporan Hasil Opname Fisik LKB = Laporan Kondisi Barang L-KDP = Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan LKPP = Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah LRA = Laporan Realisasi Anggaran MANDIKDASMEN = Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah MENDIKNAS = Menteri Pendidikan Nasional MENKEU = Menteri Keuangan NPWP = Nomor Pokok Wajib Pajak NTB = Nomor Transaksi Bank NTPN = Nomor Transaksi Penerimaan Negara NUP = Nomor Urut Pendaftaraan P4TK = Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PA = Pengguna Anggaran PERDIRJEN = Peraturan Direktorat Jenderal
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 28

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

PERMENDIKNAS PERPRES PHLN PKN PMK PMPTK PNBP PNS POK POS PP PPh PPHLN PPK PPN PUMK PUSTEKKOM RAB RABPP RAKOR RI RK RKA-KL RKP RMP RPJM RPJP RTH RUH SAI SAK SAKUN SAP SAPP SAPSK SATKER SAU SBK SBU SESJEN SETJEN SiAP

= Peraturan Menteri Pendidikan Nasional = Peraturan Presiden = Pinjaman/Hibah Luar Negeri = Pengelolaan Kas Negara = Peraturan Menteri Keuangan = Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan = Penerimaan Negara Bukan Pajak = Pegawai Negeri Sipil = Petunjuk Operasional Kegiatan = Prosedur Operasi Standar = Peraturan Pemerintah = Pajak Penghasilan = Pemberi Pinjaman Hibah Luar Negeri = Pejabat Pembuat Komitmen = Pajak Pertambahan Nilai = Pemegang Uang Muka Kegiatan = Pusat Teknologi Komunikasi dan Komunikasi Departemen = Rencana Anggaran Biaya = Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Pusat = Rapat Koordinasi = Republik Indonesia = Rekening Khusus = Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian Negara/ Lembaga = Rencana Kerja Pemerintah = Rupiah Murni Pendamping = Rencana Pemerintah Jangka Menengah = Rencana Pemerintah Jangka Panjang = Register Transaksi Harian = Rekam, Ubah, Hapus = Sistem Akuntansi Instansi = Sistem Akuntansi Keuangan = Sistem Akuntansi Kas Umum Negara = Standar Akuntansi Pemerintah = Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat = Satuan Anggaran Per Satuan Kerja = Satuan Kerja = Sistem Akuntansi Umum = Standar Biaya Khusus = Standar Biaya Umum = Sekretaris Jenderal = Sekretariat Jenderal = Sistem Akuntansi Pusat
29

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

SIMAK-BMN SIMKEU SK SKB SKKP SKPA SKPD SKPKPP SKPP SKTB SKTJM SOP SOR SP2D SP3 SPK SPK (2) SPM SPM-GUP SPM-LS SPM-TUP SPM-UP SPN SPP SPPD SPTB SPWA SRAA SSBP SSP SSPB TID TOR TP TP/TGR TPLN TUP TUSI UAI

= Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara = Sistem Informasi Manajemen Keuangan = Surat Keputusan = Surat Keputusan Bersama = Surat Keputusan Kelebihan Pembayaran = Surat Kuasa Pengguna Anggaran = Satuan Kerja Perangkat Daerah = Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak = Surat Keterangan Penghentian Pembayaran = Surat Keterangan telah Dibukukan = Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak = Standard Operating Procedure = Statement of Responsibility = Surat Perintah Pencairan Dana = Surat Perintah Pembukuan dan Pengesahan = Surat Perintah Kerja = Surat Perjanjian Kerja = Surat Perintah membayar = Surat Perintah Membayar Ganti Uang Persedian = Surat Perintah Membayar Langsung = Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan = Surat Perintah Membayar Uang Persediaan = Surat Perbendaharaan Negara = Surat Permintaan Pembayaran = Surat Perintah Perjalanan Dinas = Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja = Surat Pengganti Withdrawal Application = Surat Rincian Alokasi Anggaran = Surat Setoran Bukan Pajak = Surat Setoran Pajak = Surat Setoran Pengembalian Belanja = Tunjangan Ikatan Dinas = Term of Reference = Tugas Pembantuan = Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi = Tunjangan Penghasilan Luar Negeri = Tambahan Uang Persediaan = Tugas dan Fungsi = Unit Akuntansi Instansi
30

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

UAKPA UAKPB UAPA UAPPA-E1 UAPPA-W UAPB UAPPB-E1 UAPPB-W UDW UP UPT UU WA

= Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran = Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang = Unit Akuntansi Pengguna Anggaran = Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon 1 = Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah = Unit Akuntansi Pengguna Barang = Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon 1 = Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah = Uang Duka Wafat = Uang Persediaan = Unit Pelaksana Teknis = Undang-undang = Withdrawal Application

F. PROSEDUR REGISTRASI PETUGAS/USER
1. PENJELASAN UMUM

Registrasi User dilakukan untuk menegaskan posisi petugaspetugas yang bertanggung jawab atas penggunaan aplikasi SIMKEU Depdiknas, memberikan jaminan bahwa penggunaannya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengaturan entitas akuntansi telah sesuai dengan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas anggaran yaitu Departemen Keuangan sebagaimana tercantum dalam DIPA. Adapun ketentuan yang harus dipenuhi untuk menetapkan

petugas-petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Aplikasi SIMKEU adalah sebagai berikut: 1.1. Di tingkat Satker, Operator/User aplikasi SIMKEU ditunjuk oleh masing-masing pimpinan Satker yang terdiri dari : Operator Komputer, Verifikator dan Validator; 1.2. 5 aplikasi SIMKEU (RKA-KL, DIPA, SPM, SAK, SIMAK BMN) harus ditangani oleh Operator/User yang berbeda;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 31

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.3. Operator/User yang ditunjuk harus memenuhi kriteria/syarat berdasarkan ketentuan yang berlaku dan disahkan oleh SK Sesjen; 1.4. Operator/User yang telah ditunjuk harus melakukan registrasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku; 1.5. Aktivasi User dilakukan oleh Administrator SIMKEU yang berkedudukan di Biro Keuangan Depdiknas.
2.

LINGKUP KERJA PETUGAS/USER aplikasi SIMKEU Depdiknas Desk, adalah: Petugas Komputer,

Petugas-petugas yang bertanggung jawab di dalam prosedur pengelolaan Administrasi, Administrator, Help Operator

Verifikator dan Validator. Masing-masing posisi harus menguasai pengetahuan dasar peng-operasian komputer, dengan tanggung jawab dan tugas sebagai berikut: 2.1.Petugas Administrasi: Bertanggung jawab atas semua pekerjaan administratif mulai dari penerimaan dokumen sumber (termasuk pemeriksaan kelengkapan dokumen), pengiriman dokumen, pembukuan dan pengarsipan. 2.2. Administrator: Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan aplikasi SIMKEU aktivasi Depdiknas. atas User yang Tugas utamanya oleh adalah melakukan daftar Jenderal Account/Operator diterbitkan berdasarkan Sekretariat

User/Operator

Depdiknas serta melakukan perawatan berkala terhadap Server dan jaringan penunjang SIMKEU Depdiknas. 2.3. Help Desk Tugas Utamanya adalah mendukung kelancaran implementasi aplikasi SIMKEU Depdiknas dengan bertindak sebagai sumber
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 32

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

informasi dan solusi atas segala permasalahan/kendala teknis di dalam peng-operasian Aplikasi SIMKEU Depdiknas sekaligus melakukan pendokumentasian dan pengklasifikasian masalah/kendala sebagai bahan Evaluasi. 2.4. Operator Komputer: Bertanggung jawab atas peng-operasian aplikasi SIMKEU Depdiknas yaitu: melakukan input data, transfer data manual menjadi data elektronik, mencetak dokumen dan register, serta melakukan Back Up data elektronik. Di samping itu juga melakukan perawatan sarana penunjang, termasuk di dalamnya perawatan terhadap PC Unit, Printer dan Jejaring. 2.5. Verifikator: Bertanggung jawab atas konsistensi dan akuntabilitas dari pengelolaan SIMKEU Depdiknas, termasuk di dalamnya melakukan pemeriksaan dan penelitian atas kebenaran dan keabsahan substansi dokumen sumber, konsistensi register transaksi harian dan semua cetakan hasil transaksi yang dilakukan oleh Operator Komputer serta melakukan pemutakhiran data.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 33

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.6. Validator:

Menjalankan fungsi monitoring, verifikasi/evaluasi dan validasi untuk menjaga kompetensi, akuntabilitas, kemutakhiran dan transparansi dari pelaksanaan SIMKEU Depdiknas termasuk di dalamnya: melakukan monitoring terhadap langkah-langkah yang harus dilalui dan memberikan otorisasi/validasi atas data/dokumen pendukung yang diperlukan. 3. PROSEDUR REGISTRASI USER: User/Operator dilakukan dengan langkah-langkah

Registrasi

sebagai berikut: 3.1. Kepala Satker mengusulkan calon Operator/User SIMKEU, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 3.1.1. Kepala Satker menunjuk dan membuat surat usulan penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU dan menyampaikannya kepada Sesjen cq. Biro Keuangan 3.1.2. Calon Operator/User melakukan registrasi dengan

ketentuan sebagai berikut: a. Mencantumkan: Nama, NIP, Kode Satker dan Aplikasi yang ditangani b. Untuk calon Operator/User yang bukan PNS, NIP diganti dengan Kode pegawai sementara yang diterbitkan oleh Kepala Satker 3.2. Aktivasi User Aplikasi SIMKEU oleh Biro Keuangan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 34

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.2.1. Sesjen cq. Bagian Kebendaharaan menerima Surat Usulan Kepala Satker tentang Penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU 3.2.2. Sesjen cq. Bagian Kebendaharaan menerbitkan SK

mengenai Penunjukan Operator/User Aplikasi SIMKEU seluruh Satker di lingkungan Depdiknas 3.2.3. Administrator SIMKEU mencocokan nama User/Operator Aplikasi SIMKEU di dalam data base dengan yang tercantum di dalam lampiran SK Sesjen 3.2.4. Administrator SIMKEU melakukan kepada Aktivasi Satker atas yang

Operator/User Aplikasi SIMKEU yang telah disetujui dan menyampaikan pemberitahuan bersangkutan untuk melakukan identifikasi ulang 3.3. Operator/User Aplikasi SIMKEU di Satker melakukan identifikasi ulang 3.4. Operator/User sudah bisa melakukan aktivitasnya

menggunakan aplikasi terkait.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 35

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

BAB II PROSEDUR OPERASI STANDAR SISTEM AKUNTANSI INSTANSI A. PENJELASAN UMUM Sistem Akuntansi Instansi adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan serta BMN pada Kementerian Negara/Lembaga sebagai bentuk pertanggungjawaban BMN. SAI pelaksanaan dilaksanakan anggaran oleh dan penatausahaan Kementerian

Negara/Lembaga dengan memproses transaksi keuangan baik arus uang maupun barang yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN). Sistem Akuntansi Keuangan adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi yang merupakan untuk informasi serangkaian dokumen prosedur sumber neraca yang dalam dan saling rangka Laporan berhubungan menghasilkan berlaku. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) adalah sub sistem dari Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang merupakan serangkaian prosedur pengolahan dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi yang tepat dan valid untuk penyusunan neraca dan laporan Barang Milik Negara (BMN) sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku. Laporan tersebut meliputi semua laporan barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. mengolah untuk

penyusunan

Keuangan serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 36

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

B. TUJUAN Tujuan penyusunan laporan keuangan sebagai berikut : 1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang pelaksanaan anggaran dan kegiatan keuangan Departemen Pendidikan Departemen, Nasional, sebagai mulai dasar dari Satker hingga kinerja, tingkat untuk penilaian

menentukan ketaatan terhadap otorisasi anggaran dan untuk tujuan akuntabilitas;
2. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi

keuangan dan aset BMN Departemen Pendidikan Nasional secara keseluruhan pada waktu tertentu;
3. Menyediakan

informasi

keuangan

yang

berguna

untuk

perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan dan keuangan Departemen Pendidikan Nasional secara efisien dan akuntabel. 4. Menjaga aset-aset yang dimiliki Departemen Pendidikan Nasional melalui pencatatan, pemrosesan dan pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai dengan standar dan praktek akuntansi yang diterima secara umum;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 37

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C. KELUARAN 1. Laporan keuangan yang dihasilkan dari prosedur SAK adalah:
1.1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang menyajikan informasi

realisasi pendapatan dan belanja, yang dibandingkan dengan rencana anggarannya dalam 1 periode. 1.2. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas akuntansi dan pelaporan mengenai aset, kewajiban, ekuitas dana per periode tertentu.
1.3. Catatan

atas

Laporan

Keuangan

(CaLK)

yang

meliputi

penjelasan, daftar rinci, dan analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. 2. Laporan BMN yang dihasilkan dari prosedur SIMAK BMN adalah:
2.1. Daftar BMN meliputi:
2.1.1.

Daftar Barang Intrakomptabel yang mencakup BMN yang memenuhi kriteria kapitalisasi; Daftar Barang Ekstrakomptabel yang mencakup BMN yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi; Daftar Barang Bersejarah yang mencakup BMN yang dikategorikan barang bersejarah, dibukukan dan dilaporkan dalam kuantitasnya dan tanpa nilai;

2.1.2.

2.1.3.

2.1.4. Daftar Barang Persediaan; dan 2.1.5. Daftar Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 2.2. Kartu Inventaris Barang 2.2.1. Kartu Inventaris Barang Tanah; 2.2.2. Kartu Inventaris Barang Bangunan Gedung; 2.2.3. Kartu Inventaris Barang Alat Angkutan Bermotor; 2.2.4. Kartu Inventaris Barang Alat Persenjataan;
2.3. Daftar Barang Lainnya ;

2.4. Daftar Barang Ruangan;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 38

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.5. Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) meliputi ; 2.5.1. LBKP Intrakomptabel, 2.5.2. LBKP Ekstrakomptabel, 2.5.3. LBKP Gabungan, merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel, 2.5.4. LBKP Persediaan, 2.5.5. LBKP Barang Bersejarah, 2.5.6. LBKP Konstruksi Dalam Pekerjaan.
2.6. Laporan Barang Pembantu Pengguna Wilayah (LBPPW)

2.6.1. LBPPW Intrakomptabel, 2.6.2. LBPPW Ekstrakomptabel, 2.6.3. LBPPW Gabungan, merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel, 2.6.4. LBPPW Persediaan, 2.6.5. LBPPW Barang Bersejarah, 2.6.6. LBPPW Konstruksi Dalam Pekerjaan.
2.7. Laporan Barang Pembantu Pengguna Eselon I (LBPP-EI)

2.7.1. LBPP-EI Intrakomptabel, 2.7.2. LBPP-EI Ekstrakomptabel, 2.7.3. LBPP-EI Gabungan, merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel, 2.7.4. LBPP-EI Persediaan, 2.7.5. LBPP-EI Barang Bersejarah, 2.7.6. LBPP-EI Konstruksi Dalam Pekerjaan.
2.8. Laporan Barang Pengguna (LBP)

2.8.1. LBP Intrakomptabel, 2.8.2. LBP Ekstrakomptabel, 2.8.3. LBP Gabungan, merupakan hasil penggabungan LBKP Intrakomptabel dan LBKP Ekstrakomptabel, 2.8.4. LBP Persediaan, 2.8.5. LBP Barang Bersejarah,
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 39

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.8.6. LBP Konstruksi Dalam Pekerjaan.
2.9. Laporan Kondisi Barang (LKB).

2.10. Catatan Ringkas BMN.
D. KETENTUAN UMUM

1. Unit akuntansi di lingkungan Depdiknas melaksanakan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan atas pelaksanaan anggaran sesuai dengan tingkat organisasinya. Laporan keuangan yang dihasilkan pelaksanaan merupakan anggaran bentuk oleh unit pertanggungjawaban entitas pelaporan. 2. Untuk kegiatan/program Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang dialokasikan oleh Depdiknas kepada pemerintah daerah, laporan keuangannya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisah dari laporan keuangan Departemen.
3. Prosedur pelaporan keuangan dimulai dari penerimaan dan

akuntansi tersebut, baik sebagai entitas akuntansi maupun

verifikasi dokumen sumber, perekaman transaksi, verifikasi atas perekaman transaksi, pencetakan laporan, serta pengiriman dan distribusi laporan.
4. Untuk melaksanakan SAI dibentuk Unit Akuntansi sebagai

berikut:
4.1. Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) : 4.1.1. Unit

Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA)

adalah unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi keuangan tingkat satuan kerja.
4.1.2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah

(UAPPA-W)

adalah

unit

akuntansi

instansi

yang

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 40

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Wilayah.
4.1.3. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I

(UAPPA-E1) Eselon I.

adalah

unit

akuntansi

instansi

yang

melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat

4.1.4. Unit Akuntansi Pengguna Anggaran (UAPA) adalah unit

akuntansi

instansi

(pengguna

anggaran)

yang

melakukan kegiatan akuntansi keuangan di tingkat Kementerian Negara/Lembaga. 4.2. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan Barang Milik Negara (SIMAK BMN) :
4.2.1. Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) unit

akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang pada tingkat satuan kerja;
4.2.2. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Wilayah

(UAPPB-W) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat wilayah;
4.2.3. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang Eselon I

(UAPPB-EI) unit akuntansi instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang di tingkat Eselon I;
4.2.4. Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) unit akuntansi

instansi yang melakukan kegiatan akuntansi barang tingkat kementerian negara/lembaga. 5. Dokumen 5.1. sumber yang digunakan untuk penyusunan

Laporan Keuangan adalah: Dokumen estimasi pendapatan:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 41

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

5.1.1. IV
5.1.2.

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Halaman Form. 1.4. Uraian Anggaran Pendapatan per Akun dari RKA-KL dan Revisi

5.2.

Dokumen penerimaan anggaran: 5.2.1. Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP)
5.2.2. Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB)

5.3.

Dokumen anggaran: 5.3.1. Petunjuk Operasional Kegiatan atau RKA-KL (Form 1.5) dan Revisi; 5.3.2. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Revisi; 5.3.3. Surat Kuasa Pengguna Anggaran (SKPA);

5.4.

Dokumen Pengeluaran Anggaran 5.4.1. Surat Perintah Membayar 5.4.2. Surat Perintah Pencairan Dana 5.4.3. Surat Perintah Pembukuan / Pengesahan (SP3);

5.5.

Dokumen Sumber lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku: 5.5.1. BA Opname Fisik Persediaan 5.5.2. BA Cash Opname 5.5.3. Laporan Persediaan dan Laporan Hasil Mapping Persediaan 5.5.4. Daftar PNBP yang belum disetor 5.5.5. Daftar Piutang PNBP, Penjualan Angsuran, TGR, dan Piutang Lainnya 5.5.6. L-KDP (Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan) 5.5.7. Daftar Aset Tidak Berwujud
5.5.8. Daftar aset tetap yang tidak digunakan/dalam proses

penghapusan
6. Dokumen

sumber

yang

digunakan untuk

penyusunan

Laporan BMN adalah:
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 42

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

6.1. Dokumen saldo awal
6.1.1. Laporan BMN sebelumnya;

6.1.2. Buku Inventaris; 6.1.3. Bukti Kepemilikan BMN; 6.1.4. Laporan Hasil Inventarisasi BMN;
6.1.5. DIR, KIB, DIL.

6.2. Dokumen perolehan / perubahan / penghapusan:
6.2.1. Berita Acara Serah Terima (BAST) BMN; 6.2.2. Bukti Kepemilikan BMN; 6.2.3. SPM/SP2D; 6.2.4. Faktur Pembelian; 6.2.5. Kuitansi; 6.2.6. Surat Keputusan Penghapusan;

6.2.7. Dokumen Lainnya yang sah. 7. Ketentuan tentang Pengiriman Laporan Keuangan secara berjenjang: 7.1. Tingkat UAKPA/UAKPB 7.1.1. UAKPA menyampaikan dokumen sumber perolehan Aset Tetap kepada UAKPB setiap terdapat transaksi perolehan Aset.
7.1.2. UAKPB mengirimkan ADK aset ke UAKPA sebagai bahan

penyusunan neraca setiap bulan. 7.1.3. UAKPB menyampaikan laporan BMN beserta ADK ke KPKNL sebagai bahan pemutakhiran data BMN setiap Semester dan Tahunan. 7.1.4. UAKPB menyampaikan Laporan BMN beserta ADK ke UAPPB-W tahunan.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 43

untuk

digabungkan

setiap

semester

dan

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

7.1.5. UAKPB

Kantor

Pusat,

Dekonsentrasi

dan

Tugas

Pembantuan menyampaikan Laporan BMN beserta ADK kepada UAPPB-E1 untuk digabungkan setiap semester dan tahunan.
7.1.6. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada

peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.
7.1.7. UAKPA menyampaikan LRA, Neraca dan ADK termasuk

Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka melakukan rekonsiliasi data ke KPPN setiap bulan. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK.
7.1.8. UAKPA Kantor Daerah menyampaikan ADK, LRA dan

neraca termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan digabungkan CaLK.
7.1.9. UAKPA

setiap setelah

bulan

kepada

UAPPA-W

untuk dengan

dilakukan

rekonsiliasi

KPPN. Untuk Semesteran dan tahunan disertai dengan Kantor Pusat, Dekonsentrasi ADK, LRA dan dan Tugas neraca

Pembantuan

menyampaikan

termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan kepada setelah dilakukan UAPPA-E1 untuk dengan digabungkan KPPN. Untuk rekonsiliasi

Semesteran dan tahunan disertai dengan CaLK. 7.2. Tingkat UAPPA-W/UAPPB-W 7.2.1. UAPPB-W menyampaikan laporan BMN kepada UAPPA-W setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-W. 7.2.2. UAPPB-W melakukan rekonsiliasi data BMN dengan Kanwil DJKN setiap semester dan tahunan.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 44

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

7.2.3. UAPPB-W

menyampaikan

ADK

transaksi

BMN

dan

laporan BMN ke UAPPB-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I setiap semester dan tahunan.
7.2.4. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada

peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.
7.2.5. UAPPA-W

menyampaikan

ADK

termasuk

Bagian

Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan setiap bulan ke Kanwil DJPB cq. Bidang AKLAP, dan menyampaikan LRA dan Neraca beserta ADK setiap triwulan dalam rangka rekonsiliasi tingkat wilayah. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. 7.2.6. UAPPA-W menyampaikan LRA, Neraca dan ADK termasuk Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan secara triwulanan kepada UAPPA-E1 untuk digabungkan di tingkat eselon I. Untuk laporan semesteran dilengkapi dengan CALK. 7.3. Tingkat UAPPA-E1/UAPPB-E1 7.3.1. UAPPB-E1 melakukan rekonsiliasi data BMN Eselon I dengan DJKN setiap semester dan tahunan. 7.3.2. UAPPB-E1 menyampaikan laporan BMN kepada UAPPAE1 setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan UAPPA-E1. 7.3.3. UAPPB-E1 menyampaikan ADK dan laporan BMN ke UAPB untuk digabungkan di tingkat kementerian negara/lembaga setiap semester dan tahunan.
7.3.4. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada

peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran. 7.3.5. UAPPA-E1 menyampaikan LRA, Neraca dan ADK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 45

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Perhitungan setiap triwulan ke UAPA sebagai bahan penyusunan dengan CALK.
7.3.6. Apabila

laporan

keuangan

tingkat

kementerian

negara/lembaga. Untuk laporan semesteran dilengkapi diperlukan UAPPA-E1 dapat melakukan

rekonsiliasi laporan keuangan tingkat eselon I dengan DJPB cq. DAPK setiap semester. 7.4. Tingkat UAPA/UAPB 7.4.1. UAPB menyampaikan laporan BMN kepada UAPA setiap semester dan tahunan sebagai bahan rekonsiliasi dengan laporan keuangan pada UAPA. 7.4.2. UAPB menyampaikan laporan BMN tingkat kementerian negara/lembaga ke DJKN setiap semester dan tahunan.
7.4.3. Tenggat waktu penyampaian Laporan mengacu pada

peraturan yang dikeluarkan oleh DJPB pada setiap tahun anggaran.
7.4.4. UAPA

menyampaikan

LRA

dan

neraca

anggaran

pembiayaan dan perhitungan ke DJA cq. Direktorat Anggaran III yang bertindak sebagai Biro Keuangan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan.
7.4.5. UAPA menyampaikan

laporan keuangan

beserta ADK

kepada DJPB cq. DAPK termasuk BLU dan Bagian Anggaran Pembiayaan dan Perhitungan dalam rangka rekonsiliasi dan penyusunan Laporan Keuangan pemerintah pusat setiap semester. 8. Ketentuan tambahan untuk SIMAK BMN
8.1. UAKPB menelaah Daftar Barang Kuasa Pengguna (DBKP) serta

menandatangani

Laporan

Kondisi

Barang

(LKB),

Kartu

Inventaris Barang (KIB), Daftar Barang Ruangan (DBR), Daftar

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 46

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Barang Lainnya (DBL) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semester/Tahunan (LBKPS/T); 8.2. Jurnal transaksi BMN disampaikan oleh UAKPB ke UAKPA pada setiap akhir bulan untuk penyusunan neraca; 8.3. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi internal antara Laporan BMN dengan Laporan Keuangan; 8.4. Menyampaikan LBKPS/T ke UAPPB-W atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang selain ke (KPKNL). UAKPB Dekonsentrasi/Tugas LBKPS/T ke Pembantuan UAPPB-W yang menyampaikan pada

Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan juga menyampaikan LBKPS/T UAPPB-E1 kementerian negara/lembaga mengalokasikan dana dekonsentrasi/tugas pembantuan serta KPKNL. Untuk penyampaian LBKPT dilengkapi dengan LKB; 8.5. Menyampaikan Laporan Hasil Inventarisasi (LHI) kepada UAPPBW atau UAPPB-E1 untuk UAKPB Pusat dan ke KPKNL; 8.6. Mengkoordinasikan pelaksanaan rekonsiliasi Laporan BMN dengan KPKNL setiap semester; E. ASPEK PENGENDALIAN INTERNAL Dalam penyelenggaraan Pelaporan Keuangan, pengendalian internal memegang peranan penting agar dalam pelaksanaan anggaran dapat efisien dan efektif serta akuntabel, demikian juga untuk kekayaan negara sehingga dapat diselamatkan dari penggunaan yang tidak semestinya dan informasi tentang jumlah dan penggunaan uang tersebut bisa dilaporkan dengan transparan serta akurat dengan memenuhi dasar akuntabilitas. Aspek yang harus diperhatikan untuk mencapai standar Akuntabilitas adalah: 1. Penyusunan Laporan Keuangan dilakukan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip:
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 47

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.1. Ketaatan, yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip akuntansi yang berlaku umum, apabila prinsip akuntansi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka yang diikuti adalah ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 1.2. Konsistensi, yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 1.3. Kemampubandingan, yaitu pelaporan keuangan dan BMN menggunakan klasifikasi standar sehingga menghasilkan laporan yang dapat dibandingkan antar periode akuntansi. 1.4. Materialitas, yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilaksanakan dengan tertib dan teratur sehingga seluruh informasi yang mempengaruhi keputusan dapat diungkapkan. 1.5. Obyektif, yaitu pelaporan keuangan dan BMN dilakukan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 1.6. Kelengkapan, yaitu pelaporan keuangan dan BMN mencakup seluruh transaksi yang terjadi.
2. Terdapat pemisahan tugas yang jelas antara: 2.1. Petugas Administrasi adalah petugas yang menerima dan

menyimpan dokumen sumber;
2.2. Petugas Verifikasi adalah petugas yang melakukan verifikasi

dokumen sumber dan RTH;
2.3. Operator

Komputer

adalah

petugas

yang

melakukan

perekaman dokumen sumber pada Aplikasi SAI;
2.4. Petugas

yang menerima, menyimpan, dan menyerahkan

barang-barang negara; (khusus SIMAK BMN)
3. Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar pencatatan atau

perekaman transaksi adalah dokumen yang sah, mempunyai
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 48

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

elemen data yang lengkap dan benar setelah melalui tahapan verifikasi; 4. Pelaporan Keuangan dilakukan secara berkala dan berjenjang dengan mengacu pada Peraturan Perundang-undangan; 5. Rekonsiliasi internal antara Unit Akuntansi Keuangan dan Unit Akuntansi Barang dilakukan secara berkala (Triwulan) untuk memastikan bahwa nilai aset tetap pada neraca yang dihasilkan SAK sesuai dengan nilai BMN yang dihasilkan SIMAK BMN untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan, terutama nilai aset tetap, pada unit akuntansi yang bersangkutan.
6. Rekonsiliasi realisasi anggaran dengan Bendahara Umum Negara

c.q. KPPN, Kanwil DJPb, DAPK dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi laporan keuangan terutama anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja.
7. Inventarisasi atas keberadaan fisik dan kondisi BMN dilakukan

secara berkala (sekurang-kurangnya 1 kali dalam 5 tahun) untuk memperoleh data jumlah dan nilai BMN yang akurat. Dikecualikan terhadap BMN yang berupa persediaan dan konstruksi dalam pengerjaan, pelaksanaan opname fisik setiap tahun.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 49

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Prosedur SAK
(Penyusunan Laporan Keuangan)

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 50

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

BAB III PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK
A. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA

TINGKAT UAKPA
1. Prosedur Pencatatan DIPA/DIPA Revisi, Estimasi Pendapatan,

Realisasi Belanja, PNBP, Penyetoran UP, Kas di Bendahara Penerimaan, Kas di Bendahara Pengeluaran, Realisasi PHLN; Pencatatan Pelaporan Keuangan (SAK) dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 1.1. Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini:
2.1.1. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi: a. Diterima dari : Bagian Keuangan; b. Dokumen Sumber berupa DIPA, POK (RKA-KL/Form

Aset Tetap

melalui Penerimaan ADK BMN, Pengembalian Belanja, dan

1.5)/Revisi DIPA, Revisi POK; 2.1.2. Pencatatan Estimasi Pendapatan:
a. Diterima dari Bagian Keuangan; b. Dokumen Sumber berupa DIPA, RKA-KL/Form 1.4;

2.1.3. Pencatatan Realisasi Belanja:
a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen Sumber berupa SP2D (disertai SPM-UP,

SPM-TUP, SPM-GUP, SPM-LS, SPM-GUP Nihil) dan SP3; 2.1.4. Pencatatan PNBP:
a. Diterima dari Bendahara; b. Dokumen Sumber berupa SSBP; 2.1.5. Pencatatan Penyetoran UP: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 51

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

b. Dokumen Sumber berupa SSBP Penyetoran UP;

2.1.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan:
a. Diterima dari Bendahara Penerimaan; b. Dokumen Sumber berupa LKK (dilampiri Rekap

PNBP yang belum disetor ke kas negara) dan Berita Acara Kas Opname (Khusus untuk penyusunan neraca awal);
2.1.7. Pencatatan Kas Di Bendahara Pengeluaran: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran; b. Dokumen

Sumber

berupa

Berita

Acara

Kas

Opname pada Bendahara Pengeluaran per tanggal neraca awal;
2.1.8. Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan

ADK BMN:
a. Diterima dari Penanggung Jawab UAKPB; b. Dokumen

Sumber

berupa

ADK

BMN,

Jurnal

Transaksi BMN, dan Register Pengiriman BMN; 2.1.9. Pencatatan Pengembalian Belanja: a. Diterima dari Bendahara Pengeluaran;
b. Dokumen Sumber berupa SSPB;

2.1.10.

Pencatatan Realisasi PHLN:
a. Diterima dari PPK/Unit Pengelola PHLN; b. Dokumen Sumber berupa SPM/SP2D atau SP3;

1.2.

Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 1.2.1. Pencatatan DIPA/DIPA Revisi:
a. DIPA telah disahkan oleh BUN cq. DJPb untuk

instansi pusat dan Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal.
b. POK/RKA-KL/Form 1.5 telah ditandatangani oleh

KPA/Kepala Kantor/Satker.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 52

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal. d. Kelengkapan elemen data DIPA/POK/RKA-KL: Kode BA, Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Kode Wilayah; Kode KPPN; Jenis Pembayaran; Sifat Pembayaran; Sumber Dana; Cara Penarikan; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub Kegiatan, dan nominal per Akun. 1.2.2. Pencatatan Estimasi Pendapatan : a. Kesesuaian Salinan DIPA dengan ADK DIPA.
b. DIPA telah disahkan oleh BUN c.q. DJPb untuk

instansi pusat atau Kepala Kanwil DJPb untuk instansi vertikal. c. Kelengkapan elemen data SP DIPA: Kode BA, Eselon I & Satker; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan, Sub Kegiatan; Tanggal & nomor SP; Jumlah nominal.
d. Kelengkapan elemen data DIPA/RKAKL : Kode BA,

Eselon I, dan Satker; Tahun Anggaran; Jenis Satker; Kode KPPN; Kode Akun; nominal per Akun. 1.2.3. Pencatatan Realisasi Belanja: a. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal .. nomor ...” b. Kelengkapan elemen data SP2D : Tanggal, Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah). c. Kelengkapan elemen data SPM : Kode Satker; Tahun Anggaran; Tanggal & Nomor SPM; Cara Pembayaran; Kode KPPN; Cara Bayar; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Jenis, Nomor & Tanggal Dokumen
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 53

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Anggaran; Kode Fungsi & Sub Fungsi Program; Kode Wilayah; Jenis Pembayaran; Sifat Pembayaran; Sumber Dana; Cara Penarikan; Kode Kegiatan, Sub Kegiatan dan Akun; Jumlah Pengeluaran Akun; Kode BA, Eselon I dan Akun. 1.2.4. Pencatatan PNBP : a. SSBP telah disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat Bank).
b. Kelengkapan elemen data SSBP meliputi: Kode

nomor

NTPN

(Nomor

Transaksi

Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi

KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSBP; Kementerian Negara/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan Uraian Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran.
1.2.5. Pencatatan Penyetoran UP :

a.

SSBP

telah

disahkan (ditandatangani dan dicap) oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank).
b.

Kesesuaian DIPA; Tanggal dan nomor

data SSBP; I;

SSBP meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada Kementerian/Lembaga; Unit Organisasi Eselon

Satuan Kerja; Lokasi; Jenis Satker (KP/KD/DK/TP); Nama dan Alamat wajib setor; Akun Penerimaan dan
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 54

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Uraian Penerimaan (sesuai Bagan Akun Standar); NTB dan/atau NTPN; Jumlah setoran. 1.2.6. Pencatatan Kas Di Bendahara Penerimaan: a. LKK telah ditandatangani oleh bendahara penerimaan dan KPA; b. Berita Acara kas opname telah ditandatangani oleh bendahara penerimaan, KPA, dan petugas pemeriksa kas/inventarisasi; c. Kelengkapan elemen data LKK berupa Kode Akun; jumlah nominal (dalam rupiah); d. Kelengkapan elemen data Berita Acara kas opname berupa jumlah nominal (dalam rupiah). 1.2.7. Pencatatan Kas di Bendahara Pengeluaran : Berita Acara Kas Opname telah ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran dan Pejabat KPA. 1.2.8. Pencatatan Aset Tetap Melalui Mekanisme Penerimaan Data Elektronik BMN: a. ADK dapat dibaca dan tidak rusak;
b. Kelengkapan Register Pengiriman BMN meliputi:

Kode

Kementerian Eselon

Negara/Lembaga; 1; Jenis Satuan

Kode Kerja;

Unit Kode

Organisasi

UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Periode pengiriman=tahun anggaran bersangkutan; Nama file data BMN; Jumlah record pengiriman; Tanda tangan petugas pengiriman (validasi oleh penanggung jawab SIMAK BMN); c. Kelengkapan Jurnal Transaksi BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Periode pengiriman (bulan dan tahun)=tahun anggaran bersangkutan; Kode dan nama Akun; Jumlah debet dan kredit masing-masing kode Akun;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 55

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

d. Membandingkan nama file pada ADK dengan Register Pengiriman BMN. 1.2.9. Pencatatan Pengembalian Belanja: a. SSPB telah dibubuhi tanda tangan dan cap oleh Bank Persepsi/Kantor Pos & Giro dan telah mendapat nomor NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan NTB (Nomor Transaksi Bank); b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode KPPN sesuai dengan Kode KPPN pada DIPA; Tanggal dan nomor SSPB; Kementerian Negara/Lembaga; Unit Organisasi Eselon I; Fungsi, Sub Fungsi, Program; Kegiatan dan Sub Kegiatan; Satker; Lokasi; Jenis Satker; Nama dan Alamat wajib setor; Akun Pengembalian Belanja (sesuai Bagan Akun Standar); Jumlah rupiah pengembalian per Akun; Total jumlah rupiah setoran. 1.2.10. Pencatatan Realisasi PHLN: a. Keabsahan dokumen sumber: SPM telah dicap ”Telah diterbitkan SP2D tanggal .. nomor ...” dan SPWA/SP3 VI/Khusus; b. Kelengkapan elemen data pada SP2D: Tanggal, Nomor dan Jumlah Nominal (dalam Rupiah); c. Kelengkapan elemen data SPM: Kode Satker; Tahun Anggaran; Tanggal & Nomor SPM; Cara Pembayaran; Kode KPPN; Cara Bayar; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Jenis, Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran; Kode Fungsi & Sub Fungsi Program; Kode Wilayah; Jenis Pembayaran; Sifat Pembayaran; Sumber Dana; Cara Penarikan; Kode Kegiatan, Sub telah disahkan oleh kepala KPPN

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 56

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Kegiatan dan Akun; Jumlah Pengeluaran Akun; Kode BA, Eselon I dan Akun.
d. Kelengkapan

elemen data

SP3:

Kode

Satker;

Tahun Anggaran; Tanggal & Nomor SP3; Kode KPPN; Jenis Satker; Klasifikasi Belanja; Jenis, Nomor & Tanggal Dokumen Anggaran; Kode Fungsi & Sub Fungsi Program; Kode Wilayah; Sumber Dana; Cara Penarikan; Kode Kegiatan, Sub Kegiatan dan Akun; Jumlah Pengeluaran Akun.
1.3.

Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap, dokumen dikembalikan kepada pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi;

1.4.

Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH);

1.5.

Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH. Bila masih terdapat kekeliruan, maka dilakukan koreksi RTH;
1.5.1. Prosedur Koreksi RTH

a. salah b.

Petugas

Verifikasi

mengoreksi yang

RTH mudah

dengan dilihat

menuliskan data yang benar pada data yang tercetak menggunakan tanda (misalnya menggunakan pulpen berwarna); Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman; c. d. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK; Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 57

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.6. 1.7.

Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar.

2. Prosedur Pencatatan Piutang, Persediaan, Aset Tetap, KDP, Aset Tidak Berwujud, dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga Pencatatan Piutang, Persediaan, Aset Tetap, KDP, Aset Tidak Berwujud, dan Kemitraan dengan Pihak Ketiga dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.1. Petugas Administrasi menerima dan mencatat penerimaan dokumen sumber dari masing-masing transaksi berikut ini: 2.1.1. Pencatatan Piutang:
a. Diterima

dari

Tertagih/Bendahara/Pengelola

Tagihan
b. Dokumen sumber berupa Daftar Saldo TPA yang

akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun, SKTJM untuk TP/TGR, Daftar Saldo TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu 1 tahun atau lebih dari 1 tahun, Daftar Saldo SPN/SP3N per tanggal neraca, Daftar Saldo Piutang Bukan Pajak Lainnya. 2.1.2. Pencatatan Persediaan:
a. Diterima

dari

Bendahara berupa

Barang/Penanggung salinan Hasil Laporan Mapping

Jawab UAKPB/Petugas Pengelola Persediaan;
b. Dokumen

Sumber (LP) dan

Persediaan

Laporan

Persediaan (LHMP); 2.1.3. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 58

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

a. Diterima

dari

Bendahara

Barang/Bagian Jawab BMN

Perlengkapan/Bagian UAKPB;
b. Dokumen

Umum/Penanggung berupa Laporan

Sumber

(intrakomptabel) dan Neraca SIMAK BMN; 2.1.4. Pencatatan KDP secara Manual:
a. Diterima

dari

Bendahara

Barang/Bagian Jawab

Perlengkapan/Bagian UAKPB;

Umum/Penanggung

b. Dokumen Sumber berupa L-KDP dan Neraca SIMAK

BMN; 2.1.5. Pencatatan Aset Tak Berwujud:
a. Diterima

dari

Bendahara

Barang/Bagian Jawab Tidak

Perlengkapan/Bagian UAKPB;
b. Dokumen

Umum/Penanggung berupa Daftar Aset

Sumber

Berwujud;
2.1.6. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. Diterima

dari

Bendahara

Barang/Bagian Jawab Kontrak

Perlengkapan/Bagian UAKPB
b. Dokumen

Umum/Penanggung berupa Daftar

Sumber

Kemitraan dengan pihak ketiga dan KIB Aset Tetap yang dikelola oleh mitra kerja. 2.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap dokumen sumber meliputi hal-hal sebagai berikut: 2.2.1. Pencatatan Piutang: a. Keabsahan Dokumen Sumber; b. Identitas wajib pungut sesuai Kartu Identitas yang masih berlaku; c. Dasar Penetapan Tertagih;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 59

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

d. Jumlah pelunasan (dalam Rupiah) dan saldo tagihan per-tanggal neraca; e. Pengesahan oleh pejabat pengelola tagihan/piutang. 2.2.2. Pencatatan Persediaan: a. LP dan LHMP telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengelola Persediaan; b. Kelengkapan elemen data Laporan Persediaan meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Tahun Anggaran; Periode Pelaporan (per Semester); Kode & Uraian sub kelompok barang; Nilai per sub kelompok barang c. Kelengkapan elemen data LHMP meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Tahun Anggaran; Periode Pelaporan (per Semester); Kode dan Nama Akun (sesuai dengan Bagan Akun Standar); Nilai per kode Akun. 2.2.3. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: a. Laporan BMN & Neraca telah ditandatangani oleh Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN; b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Tahun Anggaran; periode pelaporan (per Semester); Kode dan Uraian Kelompok BMN; Nilai saldo awal per kelompok; Nilai mutasi per kelompok; Nilai saldo akhir per kelompok; kebenaran perhitungan; c. Membandingkan nilai persediaan per-Akun (belum definitif) aset tetap pada Neraca SIMAK BMN dengan nilai saldo akhir per kelompok pada Laporan BMN.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 60

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.2.4. Pencatatan KDP secara Manual : a. L-KDP yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja; b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi : Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Tahun Anggaran; Periode Pelaporan (per Semester); Kode Kementerian Negara/Lembaga; Kode Unit Eselon I; Kode Wilayah; Kode Fungsi/Sub Fungsi/Program/Kegiatan; Kode Satker; Kode Aset KDP; Jumlah saldo awal KDP; Jumlah penambahan KDP selama periode berjalan; Jumlah pengurangan KDP yang sudah menjadi aset tetap definitif; Jumlah saldo akhir KDP; kebenaran perhitungan; 2.2.5. Pencatatan Aset Tak Berwujud: a. Daftar Aset Tak Berwujud telah ditandatangani oleh Kepala Satker; b. Kelengkapan elemen data Daftar Aset Tak Berwujud meliputi: Kode UAKPB=Kode UAKPA (Satker yang bersangkutan); Tahun Anggaran; Periode Pelaporan (per Semester); Kode Kementerian Negara/Lembaga; Kode Unit Eselon I; Kode Wilayah; Kode Satker; Kode Aset Tidak Berwujud; Jumlah saldo awal Aset Tidak Berwujud; Jumlah penambahan Aset Tidak Berwujud selama periode berjalan; Jumlah pengurangan Aset Tidak Berwujud; Jumlah saldo akhir Aset Tidak Berwujud; kebenaran perhitungan. 2.2.6. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: a. Daftar Kontrak Kemitraan yang diterima telah ditandatangani oleh Kepala Satker; b. Kelengkapan elemen data Laporan BMN meliputi: Kode Barang dan nilai aset tetap sesuai dengan yang
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 61

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

tercantum pada KIB Aset Tetap yang bersangkutan dan kebenaran perhitungan.
2.3.

Apabila di dalam hasil verifikasi masih terdapat kekeliruan atau kurang lengkap, dokumen dikembalikan kepada Pengirim untuk diperbaiki atau dilengkapi;

2.4.

Petugas Verifikasi menyiapkan Formulir Jurnal Aset untuk masing-masing transaksi : 2.4.1. Pencatatan Piutang: Formulir Jurnal Aset – Piutang untuk a. Bagian Lancar TPA; b. Bagian Lancar TP/TGR; c. Piutang PNBP; d. Piutang Bukan Pajak Lainnya; e. Piutang TPA yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun; f. Piutang Jangka Panjang atas TP/TGR yang akan diterima dalam jangka waktu >1tahun. 2.4.2. Pencatatan Persediaan: Formulir Jurnal Aset – Persediaan untuk mencatat saldo Persediaan per-tanggal neraca; 2.4.3. Pencatatan Aset Tetap Secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap; 2.4.4. Pencatatan KDP secara Manual: Formulir Jurnal Aset – Tetap untuk mencatat mutasi Aset Tetap; 2.4.5. Pencatatan Aset Tak Berwujud: Formulir Jurnal Aset Tidak Berwujud untuk mencatat mutasi Aset Tidak Berwujud; 2.4.6. Pencatatan Kemitraan dengan Pihak Ketiga: Formulir Jurnal Aset untuk mencatat mutasi Kemitraan dengan Pihak Ketiga;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 62

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.5.

Operator Komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SAK sesuai dengan jenis transaksi dan dilanjutkan dengan pencetakan Register Transaksi Harian (RTH);

2.6.

Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH. Bila masih terdapat kekeliruan, maka dilakukan koreksi RTH.;
2.6.1.

Prosedur Koreksi RTH a. Petugas salah Verifikasi mengoreksi tanda yang RTH mudah dengan dilihat menuliskan data yang benar pada data yang tercetak menggunakan (misalnya menggunakan pulpen berwarna); b. Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman; c. Operator Komputer melakukan perekaman atas data yang telah diperbaiki dalam Aplikasi SAK; d. Operator Komputer mencetak RTH atas data yang telah direkam pada Aplikasi SAK.

2.7. 2.8.

Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; Operator Komputer melakukan Posting ke dalam Buku Besar.

3. Prosedur Rekonsiliasi Internal SAK – SIMAK BMN Rekonsiliasi internal dengan SIMAK BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.1. Petugas Administrasi menerima berkas Laporan BMN dari Penanggung Jawab UAKPB; 3.2. Operator Komputer mencetak semua Laporan SAK dari Aplikasi SAK;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 63

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.3. Petugas

Verifikasi

melakukan

Rekonsiliasi

Laporan

BMN

dengan Laporan SAK dengan: 3.3.1. Membandingkan saldo Aset Tetap dengan Neraca BMN: a. Bila hasilnya sama langkah selanjutnya adalah membuat Berita Acara Rekonsiliasi; b. Bila 3.3.2. Melakukan tidak sama langkah atas saldo selanjutnya Akun Aset adalah Tetap meneliti saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan; penelitian sebelum disesuaikan: a. Bila tidak terdapat saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan, b. Bila ada meminta saldo penanggung Aset dan jawab UAKPB sebelum untuk melakukan pengiriman kembali data BMN; Akun Tetap RTH disesuaikan, Penyelesaian membandingkan Pembangunan, Pembelian,

Pengembangan

SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal pada SAK; c. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan merupakan KDP, maka dilakukan prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB; d. Bila Saldo Akun Aset Tetap sebelum disesuaikan bukan merupakan KDP, melakukan koreksi perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB;
e. Bila penelitian telah selesai dilakukan, dilanjutkan

dengan membuat Berita Acara Rekonsiliasi (BAR); 3.4. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAKPA dan UAKPB;
3.5. Petugas Administrasi mencatat dan menyimpan BAR dalam

Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 64

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

4. Prosedur Rekonsiliasi dengan KPPN Rekonsiliasi UAKPA dengan KPPN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
4.1. Operator Komputer melakukan back up data, mengirimkan

ADK pengiriman SAK ke KPPN, mencetak LRA dan register pengiriman Data Akuntansi ke KPPN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab KPA); 4.2. Petugas Administrasi mengirim LRA, ADK, dan register pengiriman ke KPPN. Setelah ditandatangani oleh petugas KPPN, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPPN sebagai Arsip KPPN); 4.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPPN: 4.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, lanjutkan dengan penandatanganan BAR; 4.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK, lakukan perbaikan data; 4.4. Petugas Verifikasi di UAKPA melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi; 4.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPPN dan menyampaikannya kepada pejabat KPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani; 4.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat KPA ke KPPN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPPN; 4.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPPN. 5. Prosedur Pengiriman Laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 Pengiriman laporan UAKPA ke UAPPA-W/E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 65

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

5.1. Operator Komputer membuat back up data SAK dan mencetak

Laporan Keuangan berupa: 5.1.1. Laporan Realisasi Anggaran; 5.1.2. Neraca; 5.1.3. LRA Pendapatan Negara dan Hibah; 5.1.4. LRA Belanja; 5.1.5. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah; 5.1.6. LRA Pengembalian Belanja; 5.1.7. Untuk Laporan Semesteran, penanggung jawab UAKPA membuat CaLK dan SOR;
5.2. Penanggung

Jawab

UAKPA

melakukan

Pengiriman

ADK

Laporan Keuangan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya dengan ketentuan sebagai berikut: 5.2.1. UAKPA Kantor Daerah dikirimkan kepada UAPPA-W
5.2.2. UAKPA

Kantor

Pusat,

Dekonsentrasi

dan

Tugas

Pembantuan dikirimkan kepada UAPPA-E1;
5.3. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan

Keuangan, ADK, CaLK, BAR dan SOR kepada UAPPA-W/E1 (sesuai dengan ketentuan pengiriman laporan keuangan); 5.4. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. 6. Prosedur Tutup Tahun pada UAKPA Tutup Tahun adalah proses pemindahan Saldo Akhir dari tahun anggaran sebelumnya untuk digunakan sebagai Saldo Awal pada tahun anggaran berjalan, yang dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
6.1. Petugas Verifikasi memastikan telah adanya back up Data

Laporan Keuangan tahun anggaran X-1 sesuai aplikasi X-1;
6.2. Petugas Verifikasi memastikan validitas back up data Laporan

Keuangan tahun anggaran X-1;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 66

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

6.3. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan Pengiriman ADK saldo awal ke UAPPA-W/E1; 6.4. Validator melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun; 6.5. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAKPA melalui menu Proses\Tutup Tahun;
6.6. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi

SAKPA melalui menu Utility\Back Up; 6.7. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun, lakukan langkah berikut:
6.7.1. Operator Komputer membatalkan proses tutup tahun

melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun; 6.7.2. Operator Komputer melakukan perbaikan data X-1 yang dimaksud; 6.7.3. Petugas Verifikasi memeriksa data hasil perbaikan dan menyerahkan kepada penanggung jawab UAKPA untuk divalidasi; 6.7.4. Penanggung jawab UAKPA memberikan validasi atas data SAI yang telah diperbaiki; 6.7.5. Operator Komputer melakukan prosedur Pengiriman Laporan ke UAPPA-W/E1;
6.7.6. Operator Komputer melakukan kembali prosedur tutup

tahun dari langkah 6.1.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 67

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

B. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA

TINGKAT UAPPA-W 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA pada UAPPA-W 1.1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan, ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAKPA, mencatat penerimaan dokumen Verifikasi; 1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1.2.1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber, yaitu sumber di dalam buku agenda/ekspedisi dan menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas

dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA; 1.2.2. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAKPA; Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah, mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA terkait untuk diperbaiki dan dikirim kembali (Ulangi langkah 1.1.); 1.3. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-W, mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.4. Petugas

Verifikasi

melakukan

verifikasi

atas

Register

Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPA

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 68

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim;
1.4.1. Jika

terdapat

perbedaan

pada

jumlah

data,

menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1.); 1.4.2. Jika jumlah data sama, menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber; 1.5. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAKPA yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi; 1.6. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama;
1.6.1. Bila

masih

terdapat

perbedaan,

menyampaikan

pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1.);
1.6.2. Bila angka laporan keuangan telah sama, menyampaikan

pemberitahuan

kepada

Operator

Komputer

untuk

melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan;
1.7. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi

SAPPA-W; 1.8. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan, LRA dan Buku Besar.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 69

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Rekonsiliasi UAPPA-W dengan Kanwil DJPb

Rekonsiliasi

UAPPA-W

dengan

Kanwil

DJPb

dilakukan

dengan

prosedur sebagai berikut:
2.1. Operator Komputer melakukan back up data SAK, mencetak

LRA, mengirim ADK pengiriman SAK ke Kanwil DJPb dan mencetak
2.2. Petugas

register

pengiriman-nya mengirim

(untuk ADK,

divalidasi dan

oleh

penanggung jawab UAPPA-W); Administrasi LRA, register pengiriman ke Kanwil DJPb. Setelah ditandatangani oleh

petugas Kanwil DJPb, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJPb sebagai Arsip);
2.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJPb:

2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, dilakukan penandatanganan BAR; 2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat kekeliruan pada data SAK, lakukan perbaikan Data; 2.4. Petugas Verifikasi di UAPPA-W melakukan perbaikan data hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi;
2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil

DJPb dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani;
2.6. Petugas

Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah

ditandatangani oleh pejabat UAPPA-W ke Kanwil DJPb untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJPb;
2.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJPb. 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 70

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Pengiriman Laporan UAPPA-W ke UAPPA-E1 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.1. Petugas Administrasi memastikan kelengkapan Laporan Keuangan dari UAKPA dengan memeriksa Register Pengiriman dan data yang dikirim;
3.2. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK UAKPA ke

dalam Aplikasi SAK, melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3.2.1. Laporan Realisasi Anggaran; 3.2.2. Neraca; 3.2.3. LRA Pendapatan Negara dan Hibah; 3.2.4. LRA Belanja; 3.2.5. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah; 3.2.6. LRA Pengembalian Belanja; 3.3. Untuk periode semesteran, UAPPA-W penanggung melakukan jawab UAPPA-W ADK membuat CaLK dan SOR; 3.4. Penanggung Jawab Pengiriman Wilayah dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya; 3.5. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan, ADK, CaLK dan SOR kepada UAPPA-E1; 3.6. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-W
4.1. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data

Laporan Keuangan dari UAKPA di bawah wewenangnya; 4.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA di bawah wewenangnya;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 71

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

4.3. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data

Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAKPA; 4.3.1. Bila masih terdapat kekeliruan, menyampaikan

pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud; 4.3.2. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA terkait; 4.4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPPA-E1; 4.5. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-W melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun;
4.6. Operator

Komputer melakukan proses tutup tahun pada

aplikasi SAPPA-W melalui menu Proses\Tutup Tahun;
4.7. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi

SAPPA-W melalui menu Utility\Back Up; 4.8. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun, Operator Komputer melakukan langkah berikut:
4.8.1. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-W

melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun; 4.8.2. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA; 4.8.3. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA pada SAPPA-W;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 72

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

4.9. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4.2.

C. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN/SAK PADA

TINGKAT UAPPA-E1 1. Prosedur Penerimaan Data UAKPA/UAPPA-W pada UAPPA-E1
1.1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan, ADK SAI

dan

Register

Pengiriman dan

dari

UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W, sumber di dalam buku dokumen sumber

mencatat

penerimaan

dokumen

agenda/ekspedisi

menyampaikan

tersebut kepada Petugas Verifikasi; 1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1.2.1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber, yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAKPA-KP/UAPPA-W;
1.2.2. Penelitian atas kesamaan kode UAKPA-KP/UAPPA-W dan

periode

pengirim dan

di

dalam

ADK

dengan dari

Laporan UAKPA-

Keuangan

Register

Pengiriman

KP/DK/TP/UAPPA-W; Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah, mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1.1.); 1.3. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi SAPPA-E1, mencetak Register Penerimaannya dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.4. Petugas

Verifikasi

melakukan

verifikasi

atas

Register

Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAKPAPROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 73

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

KP/DK/TP/UAPPA-W untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim;
1.4.1. Jika

terdapat

perbedaan

pada

jumlah kepada

data, UAKPA-

menyampaikan

pemberitahuan

KP/DK/TP/UAPPA-W terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1.); 1.4.2. Jika jumlah data sama, menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber;
1.5. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan

Neraca untuk UAKPA-KP/DK/TP/UAPPA-W yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.6. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku

Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAKPA-KP/DK/TP/UAPPAW yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama;
1.6.1. Bila

masih

terdapat

perbedaan,

menyampaikan

pemberitahuan kepada UAKPA-KP/DK/TP//UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1.);
1.6.2. Bila angka laporan keuangan telah sama, menyampaikan

pemberitahuan

kepada

Operator

Komputer

untuk

melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan;
1.7. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi

SAPPA-E1; 1.8. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan, LRA dan Buku Besar. 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPPA-E1 dengan DAPK
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 74

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Rekonsiliasi dengan DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mencetak LRA,

mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (divalidasi oleh penanggung jawab UAPPA-E1); 2.2. Petugas Administrasi mengirim LRA, ADK pengiriman, dan register pengiriman ke DAPK. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip); 2.3. Petugas Verifikasi UAPPA-E1 melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2.3.1. Jika 2.3.2. Jika Laporan di Hasil Rekonsiliasi Hasil sudah sama, maka dilakukan penandatanganan BAR; dalam Laporan Rekonsiliasi terdapat kekeliruan pada data SAK, melakukan penelusuran dan perbaikan Data; 2.4. Petugas Administrasi, Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan, kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W; 2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPA-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani ; 2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPPA-E1 ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK; 2.7. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK. 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 75

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Pengiriman Laporan UAPPA-E1 ke UAPA dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 3.1. Petugas Keuangan Administrasi dari memastikan dengan kelengkapan memeriksa Laporan Register UAPPA-W

Pengiriman dan data yang dikirim;
3.2. Operator Komputer mengkompilasi semua ADK ke dalam

Aplikasi SAK, melakukan back up data SAK dan mencetak Laporan Keuangan berupa: 3.2.1. Laporan Realisasi Anggaran; 3.2.2. Neraca; 3.2.3. LRA Pendapatan Negara dan Hibah; 3.2.4. LRA Belanja; 3.2.5. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah;
3.2.6. LRA Pengembalian Belanja;

3.3. Untuk

periode

semesteran,

penanggung

jawab

UAPPA-E1

membuat CaLK dan SOR; 3.4. Penanggung jawab UAPPA-E1 melakukan pengiriman ADK Eselon 1 dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya; 3.5. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan Keuangan, ADK, CaLK dan SOR kepada UAPA; 3.6. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat pengiriman Laporan ke dalam register pengiriman data SAK. 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPPA-E1
4.1. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data

Laporan

Keuangan

dari

UAKPA/UAPPA-W

di

bawah

wewenangnya; 4.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAKPA/UAPPA-W di bawah wewenangnya;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 76

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

4.3. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data

Laporan 4.3.1. Bila

Keuangan masih

dan

Saldo

Awal

yang

dikirim

oleh

UAKPA/UAPPA-W; terdapat kekeliruan, menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan data yang dimaksud; 4.3.2. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAKPA/UAPPA-W terkait; 4.4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada UAPA; 4.5. Validator/Penanggung Jawab UAPPA-E1 melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun;
4.6. Operator

Komputer melakukan proses tutup tahun pada

aplikasi SAPPA-E1 melalui menu Proses\Tutup Tahun;
4.7. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi

SAPPA-E1 melalui menu Utility\Back Up; 4.8. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun, Operator Komputer melakukan langkah berikut:
4.8.1. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPPA-E1

melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun; 4.8.2. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPA/UAPPA-W terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAKPA/UAPPA-W terkait; 4.8.3. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAKPA/UAPPA-W pada SAPPA-E1;
4.9. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4.2.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 77

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

F. PROSEDUR TINGKAT UAPA

PENYUSUNAN

LAPORAN

KEUANGAN

PADA

1. Prosedur Penerimaan Data UAPPA-E1 pada UAPA 1.1. Petugas Administrasi menerima Laporan Keuangan, ADK SAI dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1, mencatat penerimaan dokumen Verifikasi; 1.2. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas dokumen sumber terkait meliputi: 1.2.1. Penelitian atas keabsahan dokumen sumber, yaitu dokumen sumber harus telah mendapatkan validasi dari penanggung jawab UAPPA-E1; 1.2.2. Penelitian atas kesamaan kode UAPPA-E1 dan periode pengirim di dalam ADK dengan Laporan Keuangan dan Register Pengiriman dari UAPPA-E1; Apabila terdapat kekeliruan atau dokumen sumber yang tidak sah, mengembalikan dokumen sumber tersebut kepada UAPPA-E1 terkait untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali (Ulangi langkah 1.1.); 1.3. Operator Komputer melakukan proses Penerimaan Data pada aplikasi
1.4. Petugas

sumber

di

dalam

buku

agenda/ekspedisi

dan

menyampaikan dokumen sumber tersebut kepada Petugas

SAPA,

mencetak

Register

Penerimaannya atas

dan

menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi; Verifikasi melakukan verifikasi Register Penerimaan Data dan Register Pengiriman Data dari UAPPA-E1 untuk memastikan jumlah data (record) yang diterima sama dengan jumlah data yang dikirim;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 78

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.4.1. Jika

terdapat

perbedaan

pada

jumlah

data,

menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan pengiriman ulang ADK (Ulangi langkah 1.1.); 1.4.2. Jika jumlah data sama, menyampaikan pemberitahuan kepada Operator Komputer untuk mencetak dokumen sumber; 1.5. Operator Komputer mencetak LRA dan Buku Besar Perkiraan Neraca untuk UAPPA-E1 yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi; 1.6. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi atas LRA dan Buku Besar dengan cetakan LRA dan Neraca UAPPA-E1 yang diterima untuk memastikan bahwa angka laporan keuangan sama;
1.6.1. Bila

masih

terdapat kepada

perbedaan, UAPPA-E1

menyampaikan terkait untuk

pemberitahuan langkah 1.1.);

melakukan perbaikan dan pengiriman ulang ADK (Ulangi

1.6.2. Bila angka laporan keuangan telah sama, menyampaikan

pemberitahuan

kepada

Operator

Komputer

untuk

melakukan back up data SAI dan Petugas Administrasi untuk melakukan pengarsipan;
1.7. Operator Komputer melakukan back up data SAI pada aplikasi

SAPA; 1.8. Petugas Administrasi mengarsipkan seluruh dokumen sumber berikut Register Penerimaan, LRA dan Buku Besar. 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPA dengan DAPK

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 79

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mencetak LRA,

mengirim ADK pengiriman dan mencetak register pengiriman (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPA); 2.2. Petugas Administrasi mengirim LRA, ADK, dan register pengiriman ke DAPK. Setelah ditandatangani oleh petugas DAPK, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DAPK sebagai Arsip); 2.3. Petugas Verifikasi UAPA melakukan Rekonsiliasi dengan DAPK: 2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR; 2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data SAK, lakukan penelusuran dan perbaikan Data; 2.4. Petugas Administrasi, Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data SAK dengan mencetak SPM/SP2D dan SSBP dari masing-masing UAKPA sesuai kebutuhan, kemudian meminta UAKPA untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPA-W dan UAPPA-E1; 2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DAPK dan menyampaikannya kepada pejabat UAPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani; 2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah ditandatangani oleh pejabat UAPA ke DAPK untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DAPK; 2.7. Petugas Administrasi menyimpan/mencatat Laporan Hasil Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DAPK. 3. Prosedur Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK Pengiriman Laporan UAPA ke DAPK dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 80

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.1. Petugas

Administrasi memeriksa Register Pengiriman dan

Penerimaan data dari UAPPA-E1 dan membandingkan dengan daftar UAPPA-E1 untuk memastikan data UAPPA-E1 telah diterima dan digabungkan ke dalam aplikasi SAK (Jika masih terdapat UAPPA-E1 yang belum mengirimkan data atau data belum benar, petugas administrasi menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 yang bersangkutan untuk mengirimkan data atau memperbaiki data yang salah untuk dikirimkan kembali setelah diperbaiki);
3.2. Operator Komputer melakukan back up data SAK dan mencetak

Laporan Keuangan dari aplikasi SAK berupa: 3.2.1. Laporan Realisasi Anggaran; 3.2.2. Neraca; 3.2.3. LRA Pendapatan Negara dan Hibah; 3.2.4. LRA Belanja; 3.2.5. LRA Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah; 3.2.6. LRA Pengembalian Belanja; 3.3. Untuk periode semesteran, penanggung jawab UAPA membuat CaLK dan SOR;
3.4. Jika periode bersangkutan adalah akhir tahun, Aparat Pengawas

Internal melakukan reviu atas Laporan Keuangan Tahunan dan membuat Surat Pernyataan Telah Di Reviu oleh Inspektur Jenderal Depdiknas; 3.5. Operator Komputer UAPA melakukan Pengiriman ADK ke DAPK dengan menggunakan Aplikasi SAK dan mencetak Register Pengirimannya untuk ditandatangani oleh Penanggung Jawab UAPA;
3.6. Petugas Administrasi mengirimkan semua Cetakan Laporan

Keuangan, ADK, CaLK dan SOR kepada Menteri Keuangan cq. DAPK pada DJPb;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 81

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat pengiriman

data SAK ke Menteri Keuangan cq. DAPK pada DJPb. 4. Prosedur Tutup Tahun pada UAPA
4.1. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya back up data

Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya; 4.2. Petugas Verifikasi memastikan telah diterimanya ADK Saldo Awal dari UAPPA-E1 di bawah wewenangnya;
4.3. Petugas Verifikasi memastikan kebenaran dari back up data

Laporan Keuangan dan Saldo Awal yang dikirim oleh UAPPA-E1; 4.3.1. Bila masih terdapat kepada kekeliruan, UAPPA-E1 menyampaikan terkait untuk pemberitahuan

melakukan perbaikan data yang dimaksud; 4.3.2. Lakukan prosedur Penerimaan Laporan Keuangan dari UAPPA-E1 terkait; 4.4. Petugas Verifikasi memastikan telah dilakukan pengiriman ADK Saldo Awal kepada DAPK; 4.5. Validator/Penanggung Jawab UAPA melakukan validasi atas persyaratan proses tutup tahun; 4.6. Operator Komputer melakukan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA melalui menu Proses\Tutup Tahun;
4.7. Operator Komputer melakukan back up data pada aplikasi

SAPA melalui menu Utility\Back Up; 4.8. Apabila terdapat koreksi pembukuan setelah dilakukan proses tutup tahun, Operator Komputer melakukan langkah berikut:
4.8.1. Membatalkan proses tutup tahun pada aplikasi SAPA

melalui menu Proses\Batal Tutup Tahun; 4.8.2. Menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPA-E1 terkait untuk melakukan perbaikan pada data yang dimaksud

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 82

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

dan kemudian melakukan kembali proses pengiriman data dari UAPPA-E1; 4.8.3. Melakukan prosedur penerimaan data SAI yang telah diperbaiki dari UAPPA-E1 pada SAPA;
4.9. Mengulangi prosedur tutup tahun dari langkah 4.2.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 83

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

Prosedur SIMAK BMN
(Penyusunan Laporan Barang Milik Negara)

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 84

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

BAB IV PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN
A. PROSEDUR PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA

TINGKAT UAKPB 1. Pencatatan Saldo Awal Prosedur Pencatatan Saldo Awal pada tingkat Satker dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.1.

Petugas

Administrasi

menerima

dokumen

sumber

dari

Bendahara Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Sub Bagian Umum berupa: BI, Laporan BMN yang lalu, LHI BMN, KIB, DBR, DBL, BA Hibah/penyerahan barang dan bukti-bukti kepemilikan Dokumen Sumber Saldo Awal;
1.2.

Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi/Arsip Penerimaan, kemudian menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;

1.3. meliputi:

Petugas Verifikasi menerima dokumen sumber dari petugas administrasi dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber tersebut, 1.3.1. Keabsahan dokumen sumber antara lain:
a. Laporan BMN telah ditandatangani oleh Bendahara

Barang/Penanggung Jawab UAKPB/Petugas Pengurus BMN;
b. LHI BMN telah disetujui oleh penanggung jawab

UAKPB dan ditandatangani oleh Kepala SATKER;
c. Bukti kepemilikan BMN yang masih berlaku dan

sah;
d. DBR/KIB/DBL telah ditandatangani oleh Petugas

yang ditunjuk dan diketahui oleh pejabat yang berwenang;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 85

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.3.2.

Kelengkapan data pada BI/Laporan BMN/LHI BMN: Kode UAKPB; Tanggal/tahun barang perolehan lainnya; BMN; Kode Barang; Nomor urut pendaftaran; Jumlah barang; Harga barang; Identitas Kebenaran perhitungan.

1.4.

Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer; Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN menggunakan Modul Transaksi Saldo awal (KIB, DBR dan DBL);

1.5.

1.6.

Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkannya kepada petugas verifikasi; Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya; Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, lakukan Prosedur Koreksi RTH;

1.7.

1.8.

Prosedur Koreksi RTH:
1.8.1.

Petugas Verifikasi mengoreksi RTH, menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna);

1.8.2.

Menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang telah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan perekaman;

1.8.3.

Operator Komputer melakukan perekaman dalam Aplikasi SIMAK-BMN pada Modul Saldo Awal yang Komputer mencetak RTH yang telah menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak;

1.8.4.
1.9.

Operator dikoreksi;

Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 86

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.10.

Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi SIMAK BMN.

2. Prosedur Pencatatan Transaksi Perolehan BMN Pencatatan Transaksi Perolehan BMN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut: 2.1. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber antara lain:
2.1.1.

Untuk Pembelian yaitu BAST, Faktur, Kontrak, SPK, dan SPM/SP2D; Untuk Transfer Masuk kepemilikan; Untuk Untuk Hibah Masuk yaitu BAST dan/atau bukti yaitu SK BAST dan/atau bukti

2.1.2.

2.1.3.

kepermilikan;
2.1.4.

Rampasan

yaitu

Pengadilan

tentang

rampasan; 2.1.5. 2.1.6.
2.1.7.

Untuk Penyelesaian Pembangunan yaitu BAST dan LKDP; Untuk Pembatalan Penghapusan yaitu SK Pembatalan Penghapusan; Untuk Reklasifikasi Masuk yaitu Catatan Hasil Koreksi reklasifikasi Jawab masuk, Surat Keterangan KIB/DBR/DBL Penanggung BMN yang UAKPB beserta

bersangkutan; 2.1.8. 2.1.9. 2.1.10. 2.1.11.
2.2.

Untuk Bangun Serah Guna yaitu BAST dan Kontrak; Untuk Bangun Guna Serah yaitu BAST dan Kontrak; Untuk Pertukaran yaitu BAST; Untuk Perolehan Lainnya yaitu BAST, Kontrak,

Faktur/Kwitansi; Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam Buku Agenda/Ekspedisi kemudian menyerahkan Dokumen Sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 87

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.3.

Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 2.3.1. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber:
a.

Tanggal/tahun

perolehan

BMN; Nama/Jenis

Barang; Kode Produksi Barang; Jumlah barang; Harga barang; Kondisi barang; Identitas barang lainnya; Kebenaran perhitungan;
b.

Khusus

Reklasifikasi /Jenis

Masuk

:

Nomor

Urut

Pendaftaran/Nama

Barang/Kode

Produksi

Barang sebelum dan sesudah Reklasifikasi; Apabila terdapat dokumen sumber yang salah, dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan Dokumen Sumber untuk dikoreksi. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali;
2.3.2.

Keabsahan Dokumen Sumber: Masing-masing DS harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan Dok. Sumber tersebut;

2.4.

Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer; Operator komputer melakukan perekaman dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB, DBR dan DBL), dengan menggunakan Modul sebagai berikut:
2.5.1. 2.5.2. 2.5.3. 2.5.4. 2.5.5.

2.5.

Pembelian: Modul Perolehan/Pembelian; Transfer Masuk: Modul Perolehan/Transfer Masuk; Hibah Masuk: Modul Perolehan/Hibah Masuk; Rampasan: Modul Perolehan/Rampasan; Penyelesaian Pembatalan Pembangunan: Penghapusan: Modul Modul Perolehan/Penyelesaian Pembangunan;

2.5.6.

Perolehan/Pembatalan Penghapusan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 88

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.5.7.

Reklasifikasi Masuk;

Masuk:

Modul

Perolehan/Reklasifikasi

2.5.8. 2.5.9. 2.5.10.
2.5.11.

Bangun Serah Guna: Modul Perolehan/Serah Guna; Bangun Guna Serah: Modul Perolehan/Guna Serah; Pertukaran: Modul Perolehan/Pertukaran; Perolehan Lainnya; Lainnya: Modul Perolehan/Perolehan

2.6.

Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH & Dok. Sumber kepada Petugas Verifikasi; Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi

2.7.

terhadap RTH dengan dokumen sumbernya; Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, lakukan Prosedur Koreksi RTH;
2.8.

Prosedur Koreksi RTH:
2.8.1.

Petugas

Verifikasi

mengoreksi

RTH

dengan

menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna);
2.8.2.

Petugas

Verifikasi

menyampaikan

catatan

hasil

koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman; 2.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 2.8.4.
2.9.

Operator dikoreksi;

Komputer

mencetak

RTH

yang

telah

Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN. 3. Prosedur Pencatatan Transaksi Perubahan BMN

2.10.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 89

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.1. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 3.1.1. Pengurangan/201

dari Pengguna Barang berupa SK

Perubahan Status atau SK Hasil Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas atau SK Penghapusan BMN; 3.1.2. Pengembangan/202 Kontrak, SPK, dan SPM/SP2D; 3.1.3. Perubahan Kondisi/203 dari Penanggung Jawab Ruangan/ Bendahara Barang/Pengurus Barang berupa Laporan Hasil Inventarisasi Kondisi Barang;
3.1.4. Perubahan Nilai/Kuantitas/204 Penanggung jawab UAKPB

dari

PPK/Bendahara

Pengeluaran/Pejabat Penerbit SPM berupa BAST, Faktur,

berupa

SK

Hasil

Koreksi

perubahan

nilai/kuantitas

beserta KIB/DBR/DBL BMN yang bersangkutan; 3.1.5. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi dari Penanggung Jawab UAKPB berupa BAST, SPM/SP2D, Faktur, SPK;
3.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber

dalam Buku Agenda/Ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi;
3.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas

dokumen sumber, meliputi: 3.3.1. Kelengkapan data pada dokumen sumber antara lain:
a. Tanggal/tahun perolehan BMN; b. Nama/Jenis/Kode Barang;

c. Jumlah barang; d. Harga barang; e. Nomor Urut Pendaftaran; f.Kondisi barang;
g. Identitas barang lainnya;

h. Kebenaran perhitungan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 90

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

i. Khusus Pengurangan adalah jumlah barang sebelum

dan setelah pengurangan dan nilai barang sebelum dan setelah pengurangan;
j. Khusus

Pengembangan

adalah

jumlah

pengembangan BMN dan Nilai pengembangan BMN;
k. Khusus Perubahan Nilai/Kuantitas adalah jumlah

barang sebelum dan setelah koreksi dan nilai barang sebelum dan setelah koreksi; Apabila terdapat dokumen sumber yang salah, dokumen tersebut dikembalikan kepada pemohon/yang mengajukan dokumen sumber untuk dikoreksi. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali.
3.3.2. Keabsahan

dokumen

sumber:

Masing-masing

harus

mendapatkan validasi dari penanggung jawab unit yang mengajukan dokumen sumber tersebut;
3.4. Petugas Verifikasi menyampaikan dokumen sumber kepada

Operator Komputer;
3.5. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam

aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan Modul sebagai berikut:
3.5.1. Pengurangan: Modul Perubahan/Pengurangan; 3.5.2. Pengembangan:Modul PerubahanPengembangan; 3.5.3. Perubahan Kondisi: Modul PerubahanPerubahan Kondisi; 3.5.4. Perubahan Nilai/Kuantitas: Modul Perubahan/Perubahan

Nilai/Kuantitas;
3.5.5. Penerimaan Aset dari Pengembangan Aset Renovasi:

Modul

Perubahan

BMN/

Penerimaan

Aset

dari

Pengembangan Aset Renovasi;
3.6. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH)

pada

Aplikasi

SIMAK-BMN,

Dokumen

Sumber

dan

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 91

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

menyerahkan RTH & Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi;
3.7. Petugas

Verifikasi

menerima

dan

melakukan

verifikasi

terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, lakukan Prosedur Koreksi RTH 3.8. Prosedur Koreksi RTH :
3.8.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan

data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna);
3.8.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi

dan

RTH

yang

sudah

dikoreksi

kepada

operator

komputer untuk dilakukan Perekaman;
3.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke

dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 3.8.4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi;
3.9. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber

yang telah diverifikasi;
3.10. Operator Komputer melakukan backup data pada Aplikasi

SIMAK-BMN. 4. Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset
4.1. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari KPKNL

berupa BA Hasil Evaluasi;
4.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber

dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 92

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

4.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas

dokumen sumber, meliputi kelengkapan data dan keabsahan Dokumen Sumber;
4.4. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada

Operator Komputer;
4.5. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam

Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Aset;
4.6. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH)

dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi;
4.7. Petugas

Verifikasi

menerima

dan

melakukan

verifikasi

terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH; 4.8. Prosedur Koreksi RTH:
4.8.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan

data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna);
4.8.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi

dan

RTH

yang

sudah

dikoreksi

kepada

operator

komputer untuk dilakukan Perekaman;
4.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke

dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 4.8.4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi;
4.9. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber

yang telah diverifikasi;
4.10. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi

SIMAK-BMN;
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 93

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

5. Pencatatan Transaksi Penghapusan BMN 5.1. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber: 5.1.1. Penghapusan: dari Pengguna Barang berupa SK Penghapusan BMN; 5.1.2. Transfer Keluar: dari Kuasa Pengguna Barang atau bendahara barang/pengurus barang berupa BAST dan/atau bukti kepemilikan; 5.1.3. Hibah Keluar: dari Pengguna Barang atau Pengelola Barang berupa BAST dan/atau bukti kepemilikan; 5.1.4. Reklasifikasi Keluar: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan direklasifikasi; 5.1.5. Koreksi Pencatatan: dari Penanggung jawab UAKPB berupa Catatan Hasil Koreksi beserta KIB/DBR/DBL BMN yang akan dikoreksi; 5.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi; 5.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 5.3.1. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber:
a. Tanggal/tahun perolehan BMN; b. Nama/Jenis/Kode Barang;

c. Nomor urut pendaftaran;
d. Jumlah barang; e. Nilai barang; f. Kondisi barang; g. Identitas barang lainnya;

h. Kebenaran perhitungan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 94

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

i. Khusus

Penghapusan

adalah

Nama/Jenis/Kode

Barang yang dihapuskan, Nomor urut pendaftaran BMN yang dihapuskan;
j. Khusus Transfer Keluar adalah Jumlah & nilai barang

yang diserahkan; Khusus Reklasifikasi Keluar adalah Nama/Jenis/Kode reklasifikasi keluar;
k. Khusus

Barang

sebelum

dan

setelah adalah

Koreksi

Pencatatan

Nama/Jenis/Kode Barang sebelum dan setelah koreksi pencatatan; Apabila dokumen terdapat dokumen sumber yang Salah, kepada tersebut dikembalikan

Pemohon/yang mengajukan Dokumen Sumber untuk dikoreksi. Setelah dikoreksi dapat diajukan kembali. 5.3.2. Keabsahan dokumen sumber: Masing-masing harus mendapatkan Validasi dari Penanggung Jawab Unit yang mengajukan dokumen sumber tersebut; 5.4. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber dengan Operator Komputer; 5.5. Operator Komputer merekam dokomen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul sebagai berikut: 5.5.1. Penghapusan 5.5.2. Transfer Keluar yaitu yaitu Transaksi Transaksi Pengurangan Pengurangan BMN/Penghapusan; BMN/Transfer Keluar; 5.5.3. Hibah Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Hibah Keluar; 5.5.4. Reklasifikasi Keluar yaitu Transaksi Pengurangan BMN/Reklasifikasi Keluar;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 95

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

5.5.5. Koreksi

Pencatatan

yaitu

Transaksi

Pengurangan

BMN/Koreksi Pencatatan; 5.6. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dok. Sumber kepada Petugas Verifikasi; 5.7. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya; Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH; 5.8. Prosedur Koreksi RTH: 5.8.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna); 5.8.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman; 5.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 5.8.4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi; 5.9. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; 5.10.Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 96

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

6. Penghentian BMN dari Penggunaan 6.1. Petugas Administrasi Jawab menerima UAKPB Dokumen Sumber dari Penanggung berupa Surat Ketetapan

Penghentian Penggunaan BMN; 6.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi; 6.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 6.3.1. Kelengkapan data: a. Tanggal/tahun perolehan BMN; b. Nama/Jenis/Kode Barang; c. Nomor urut pendaftaran; d. Jumlah barang; e. Nilai barang; f. Kondisi barang; g. Identitas barang lainnya;
h. Kebenaran perhitungan; 6.3.2. Keabsahan Dokumen Sumber;

6.4. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer; 6.5. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Penghentian BMN dari Penggunaan; 6.6. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi; 6.7. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Jika terdapat
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 97

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH; 6.8. Prosedur Koreksi RTH: 6.8.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna); 6.8.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman; 6.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 6.8.4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi; 6.9. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; 6.10. Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 98

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

7. Pencatatan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 7.1. Petugas Administrasi menerima Dokumen Sumber dari UAKPA berupa SPM/SP2D berikut dokumen pendukungnya, yaitu: Kuitansi, Faktur, Kontrak, BA penyelesaian Pekerjaan dan dokumen lain yang dipersamakan; 7.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber dalam buku agenda/ekspedisi dan menyerahkan dokumen sumber tersebut kepada Petugas Verifikasi; 7.3. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi:
7.3.1. Kelengkapan

data: BMN;

Tanggal/tahun Jumlah BMN;

perolehan Lokasi BMN;

BMN; Nama/Jenis

Penanggung Jawab/Pengguna BMN; Nilai BMN; Kondisi BMN; Identitas BMN lainnya; Kebenaran perhitungan;
7.3.2. Keabsahan Dokumen Sumber;

7.4. Petugas Verifikasi menyerahkan dokumen sumber kepada Operator Komputer; 7.5. Operator Komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN dengan menggunakan modul Konstruksi Dalam Pengerjaan; 7.6. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) dan menyerahkan RTH dan Dokumen Sumber kepada Petugas Verifikasi; 7.7. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya. Jika terdapat ketidaksesuaian RTH dengan dokumen sumbernya, maka dilakukan Prosedur Koreksi RTH; 7.8. Prosedur Koreksi RTH:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 99

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

7.8.1. Petugas Verifikasi mengoreksi RTH dengan menuliskan data yang benar pada data yang tercetak salah dengan menggunakan tanda yang mudah dilihat (misalnya menggunakan pulpen berwarna); 7.8.2. Petugas Verifikasi menyampaikan catatan hasil koreksi dan RTH yang sudah dikoreksi kepada operator komputer untuk dilakukan Perekaman; 7.8.3. Operator Komputer melakukan perekaman kembali ke dalam Aplikasi SIMAK BMN yang menghasilkan RTH yang sudah dikoreksi untuk dicetak; 7.8.4. Operator Komputer mencetak RTH yang telah dikoreksi; 7.9. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi; 7.10.Operator Komputer melakukan back up data pada Aplikasi SIMAK-BMN;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 100

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

8. Pencatatan Perolehan BMN yang Berasal Dari PHLN 8.1. Petugas Administrasi pada Satker pengelola PHLN menyusun dokumen sumber pengadaan barang/aset yang dibutuhkan untuk pencatatan aset BMN hasil PHLN berupa: 8.1.1. SPM/SP2D atau SP3;
8.1.2. SPK/Faktur/Kontrak pengadaan barang; 8.1.3. BAST/Berita Acara Hibah Barang;

8.1.4. Foto Barang (bila ada); 8.1.5. Dokumen Kepemilikan;
8.2. Petugas Verifikasi pada Satker pengelola PHLN melakukan

verifikasi atas dokumen sumber yang meliputi keabsahan dan kelengkapan data;
8.3. PPK/Pimpinan Satker pengelola PHLN memberikan Validasi

atas dokumen sumber untuk proses pencatatan pada Aplikasi SIMAK BMN;
8.4. Proses verifikasi dan inventarisasi oleh Biro/Bagian

yang

menangani SIMAK BMN; 8.4.1. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN;
8.4.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen

sumber dari PPK/Satker pengelola PHLN; 8.4.3. Petugas verifikasi melakukan verifikasi dan inventarisasi atas dokumen sumber dan aset BMN yang diperoleh dari PHLN, meliputi:
a. Kelengkapan data pada Dokumen Sumber:

i. ii. iii. iv.

Tanggal/Tahun Perolehan BMN; Nama/Jenis/Kode PRoduksi Barang; Jumlah dan Harga Barang; Kondisi dan keberadaan/distribusi Barang;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 101

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

v.

Kebenaran Perhitungan dan identitas Barang

lainnya; b. Validitas/Keabsahan Dokumen Sumber;
8.4.4. Validator

melakukan penandatanganan Berita Acara

Inventarisasi dan verifikasi bersama dengan PPK/Kepala Satker Pengelola PHLN; 8.4.5. Petugas Verifikasi memberikan nomor pada aset yang telah diverifikasi dan diinventarisasi;
8.5. Perekaman

dan

Pengarsipan

pada

Biro/Bagian

yang

menangani SIMAK BMN 8.5.1. Operator komputer merekam dokumen sumber ke dalam Aplikasi SIMAK BMN (KIB, DBR dan DBL) 8.5.2. Operator Komputer mencetak Register Transaksi Harian (RTH) 8.5.3. Petugas Verifikasi melakukan verifikasi terhadap RTH dengan dokumen sumbernya 8.5.4. Petugas Administrasi mengarsipkan RTH dan dokumen sumber yang telah diverifikasi.
8.5.5. Operator

Komputer melakukan back up data pada

Aplikasi SIMAK-BMN 9. Rekonsiliasi SIMAK BMN dengan SAK 9.1. Operator Komputer mencetak Laporan SIMAK BMN dan SAK 9.1.1. Operator Komputer SIMAK BMN mencetak 4 rangkap Laporan SIMAK BMN yaitu:
a. Laporan Neraca BMN dan RTH Pembelian; b. Laporan

Neraca

BMN

dan

RTH

Penyelesaian

Pembangunan;
c. Laporan Neraca BMN dan RTH Pengembangan; d. Daftar SPM/SP2D telah direkam;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 102

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

9.1.2. Operator Komputer SAK mencetak 4 rangkap Laporan

SAK yaitu: a. Neraca bulanan;
b. Buku Besar perkiraan Aset Tetap bulan berjalan

(mengenai: Tanah, Gedung & Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan, Jaringan, dan Irigasi, Aset Tetap Lainnya dan KDP);
c. Buku Besar perkiraan Belanja Modal bulan berjalan

(mengenai: Belanja Modal Tanah, Belanja Modal Gedung & Bangunan, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya).
9.2. Operator Komputer mengirim ADK

pada Apilkasi SIMAK BMN

ke SAK secara berkala (bulanan, semesteran dan tahunan) untuk menyusun neraca aset;
9.3. Rekonsiliasi

SIMAK

BMN

dan

SAK

dilaksanakan

dengan

prosedur sebagai berikut :
9.3.1. Tim Verifikasi membandingkan saldo Aset Tetap untuk

perkiraan

berikut

:

Tanah,

Gedung

&

Bangunan,

Peralatan dan Mesin, Jalan, Jaringan, dan Irigasi, dan Aset Tetap Lainnya;
9.3.2. Dokumen

sumber

yang

digunakan

sebagai

dasar

perbandingan adalah ADK, Neraca Sistem Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran Neraca BMN, CALK (Catatan atas Laporan Keuangan) dan CaLBMN (Catatan Atas Laporan Barang Milik Negara);
9.3.3. Bila hasil rekonsiliasi menunjukkan saldo Aset Tetap

Neraca SAK sama dengan Neraca BMN maka dilakukan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 103

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

9.3.4. Bila Saldo Aset Tetap Neraca SAK tidak sama dengan

Neraca BMN maka dilakukan penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan;
9.3.5. Penelitian atas saldo perkiraan Aset Tetap sebelum

disesuaikan,

dilakukan

oleh

Tim

Verifikasi

dengan

dokumen sumber sebagai berikut: Neraca SAK dan Neraca BMN, CALK, Catatan atas Laporan BMN;
9.3.6. Bila tidak ditemukan saldo perkiraan Aset Tetap sebelum

disesuaikan maka perlu dilakukan pengiriman kembali data BMN dari Aplikasi SIMAK BMN;
9.3.7. Bila

ada

saldo

perkiraan

Aset

Tetap

sebelum Pembelian,

disesuaikan, perlu

membandingkan RTH

Penyelesaian Pembangunan, dan Pengembangan SIMAK BMN dengan Buku Besar Aset Tetap dan Belanja Modal SAK;
9.3.8. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan

merupakan KDP maka dilakukan Prosedur KDP baik pada UAKPA maupun UAKPB;
9.3.9. Bila Saldo perkiraan Aset Tetap sebelum disesuaikan

bukan
9.4. Setelah

merupakan

KDP

maka

dilakukan

koreksi

perekaman data SIMAK BMN pada UAKPB; penilitian selesai, dilanjutkan dengan pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) : 9.4.1. Petugas Verifikasi menyiapkan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN berdasarkan dokumen sumber Format BAR, Hasil Penelitian atas Neraca SAK dan SIMAK BMN;
9.4.2. Penandatanganan BAR Internal SAK dan SIMAK BMN

dilakukan oleh Penanggungjawab UAKPA dan UAKPB;
9.4.3. Petugas administrasi mencatat dan menyimpan dalam

Register Pelaksanaan Rekonsiliasi Internal SAK dan

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 104

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

SIMAK BMN (Arsip, Aplikasi SAK dan SIMAK BMN, dan Register Pelaksanaan Rekonsiliasi). 10.Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL Rekonsiliasi UAKPB dengan KPKNL dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
10.1. Operator Komputer melakukan back up data, menyiapkan ADK

BMN, mencetak LBKP dan register pengiriman Data ke KPKNL (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAKPB);
10.2. Petugas Administrasi mengirim LBKP, ADK BMN, dan register

pengiriman ke KPKNL. Setelah ditandatangani oleh petugas KPKNL, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di KPKNL sebagai Arsip);
10.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan KPKNL:

10.3.1.

Jika

Laporan

Hasil

Rekonsiliasi

sudah

sama,

lanjutkan dengan penandatanganan BAR;
10.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat

kekeliruan pada data LBKP, lakukan perbaikan data;
10.3.3. Petugas Verifikasi di UAKPB melakukan perbaikan data

hasil Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi; 10.3.4. Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR;
10.4. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh KPKNL

dan menyampaikannya kepada pejabat UAKPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani;
10.5. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah

ditandatangani oleh pejabat UAKPB ke KPKNL untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di KPKNL;
10.6. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke KPKNL.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 105

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

11.Pelaporan Dan Pengiriman Data UAKPB Ke UAPPB-W/E1
11.1. Operator komputer melakukan back up data SIMAK-BMN; 11.2. Operator komputer mencetak Laporan BMN yang terdiri dari:

11.2.1.

Laporan BMN Intrakomptabel;

11.2.2. Laporan BMN Ekstrakomptabel; 11.2.3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel; 11.2.4. Laporan BMN Bersejarah; 11.2.5. Untuk

Laporan

Periode

akhir

tahun

perlu

dicetak

laporan-laporan sebagai berikut:
a. Laporan Kondisi Barang (LKB); b. Laporan BMN Tahunan; 11.3. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan

Laporan BMN, LKB, Laporan BMN tahunan;
11.4. Pengiriman laporan BMN dilakukan dengan ketentuan sebagai

berikut: 11.4.1. KP ke UAPPB-E1;
11.4.2. KD ke UAPPB-W; 11.4.3. Dana Dekonsentrasi ke UAPPB-E1; 11.4.4. Tugas Pembantuan ke UAPPB-E1; 11.5. Operator komputer mengirim data BMN dari Aplikasi SIMAK

BMN

dan

mencetak

serta

mengotorisasi

register

pengirimannya;
11.6. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan

BMN, ADK dan Catatan Ringkas BMN; 11.7.Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda dan aplikasi SIMAK-BMN. 12.Pengiriman Data SIMAK BMN Ke SAK
12.1. Operator Komputer mengirim Data BMN dari Aplikasi SIMAK

BMN ke SAK dan mentransfer data BMN ke dalam bentuk ADK;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 106

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

12.2. Petugas Verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN; 12.3. Petugas Administrasi mengirim ADK BMN, Register Pengiriman

yang telah ditandatangani oleh Penanggung jawab UAKPB & Catatan Ringkas BMN ke UAKPA;
12.4. Petugas

Administrasi menyimpan salinan dokumen yang

dikirim ke UAKPA.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 107

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

B. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPA-W 1. Penerimaan Data UAKPB Pada UAPPB-W 1.1. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN, LKB (untuk periode akhir tahun), Catatan Ringkas BMN, ADK, dan Register Pengiriman dari UAKPB;
1.2. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber

tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi;
1.3. Petugas

administrasi

menyampaikan

dokumen

sumber

tersebut kepada Petugas Verifikasi; 1.4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 1.4.1. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAKPB;
1.4.2. ADK yang diterima memiliki kode UAKPB dan periode

pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber; Apabila terdapat dokumen sumber yang tidak sah, menyampaikan pemberitahuan kepada UAKPB yang bersangkutan untuk memperbaiki atau Dokumen Sumber;
1.5. Operator komputer menerima Data dari UAKPB pada Aplikasi

melengkapi

SIMAK

BMN,

mencetak

Register

Penerimaan

Data

dan

menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.6. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan

Data dengan Register Pengiriman Data dari UAKPB: 1.6.1. Jika jumlah data (record) sama, lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAKPB yang bersangkutan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 108

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.6.2. Jika

ada

perbedaan

jumlah

data,

UAKPB

yang

bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah awal);
1.7. Operator Komputer melakukan back up data dan mencetak

Laporan BMN berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi;
1.8. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN

dengan Cetakan Laporan BMN UAKPB yang diterima:
1.8.1. Jika angka laporan BMN sama, lakukan back up data

BMN pada Aplikasi SIMAK BMN;
1.8.2. Jika

ada

perbedaan

angka

laporan

keuangan,

sampaikan kepada UAKPB yang bersangkutan untuk mengirim ulang ADK (ulangi langkah awal);
1.9. Petugas administrasi mengarsipkan dokumen sumber, register

penerimaan, Laporan BMN yang telah diverifikasi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 109

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN

Rekonsiliasi UAPPB-W dengan Kanwil DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mempersiapkan

ADK LBPPW, mencetak LBPPW dan register pengiriman Data ke Kanwil DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPBW);
2.2. Petugas Administrasi mengirim LBPPW, ADK, dan register

pengiriman ke Kanwil DJKN. Setelah ditandatangani oleh petugas Kanwil DJKN, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di Kanwil DJKN sebagai Arsip);
2.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan Kanwil DJKN:

2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, lanjutkan dengan penandatanganan BAR;
2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat

kekeliruan pada data LBPPW, lakukan perbaikan data;
2.4. Petugas Verifikasi di UAPPB-W melakukan perbaikan data hasil

Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi;
2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh Kanwil

DJKN dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-W atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani;
2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah

ditandatangani oleh pejabat UAPPB-W ke Kanwil DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di Kanwil DJKN;
2.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke Kanwil DJKN.
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 110

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-W Ke UAPPB-E1 3.1. Petugas

Administrasi

menerima

dan

meneliti

register

pengiriman dan penerimaan data dari UAKPB dengan cara membandingkan register dengan daftar penerimaan data UAKPB untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN; (Bila ada UAKPB yang belum mengirim data atau data yang dikirim belum benar, sampaikan pemberitahuan untuk memperbaiki dan melakukan pengiriman ulang)
3.2. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan

mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3.2.1. Laporan BMN Intrakomptabel;
3.2.2. Laporan BMN Ekstrakomptabel; 3.2.3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel; 3.2.4. Laporan BMN Bersejarah; 3.2.5. Untuk Laporan periode akhir tahun Operator Komputer

membuat Back Up data SIMAK BMN dan mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu:
a. Laporan Kondisi Barang (LKB); b. Laporan BMN Tahunan; 3.3. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan

Laporan BMN, LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPPB-E1;
3.4. Operator

komputer

mengirim

ADK

dan

mencetak

serta

memberikan otorisasi atas register pengirimannya;
3.5. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan

BMN, ADK dan Catatan Ringkas BMN;
3.6. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register

pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 111

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

C. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPPB-E1 1. Penerimaan Data UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP Pada UAPPB-E1 1.1. Petugas administrasi menerima dokumen sumber yaitu Laporan BMN, LKB (untuk periode akhir tahun), Catatan Ringkas BMN, ADK, dan Register Pengiriman dari UAPPBW/UAKPB KP/DK/TP;
1.2. Petugas administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber

tersebut di dalam buku agenda/ekspedisi;
1.3. Petugas

administrasi

menyampaikan

dokumen

sumber

tersebut kepada Petugas Verifikasi; 1.4. Petugas Verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 1.4.1. Dokumen
1.4.2. ADK

sumber

telah

ditandatangani

oleh

penanggung jawab UAPPB-E1; yang diterima memiliki kode UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP dan periode pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber;
1.4.3. Apabila terdapat dokumen sumber yang tidak sah,

menyampaikan pemberitahuan kepada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan untuk memperbaiki atau melengkapi dokumen sumber;
1.5. Operator komputer di UAPPB-E1 menerima Data dari UAPPB-

W/UAKPB KP/DK/TP pada Aplikasi SIMAK BMN, mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.6. Petugas verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan

Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1:

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 112

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.6.1. Jika jumlah data (record) sama, lakukan pencetakan Laporan BMN untuk UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan; 1.6.2. Jika ada perbedaan jumlah data, UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi dari langkah 1);
1.7. Operator

Komputer melakukan pencetakan Laporan BMN

berdasarkan ADK dan Dokumen Sumber dan menyerahkan kepada petugas verifikasi;
1.8. Petugas Verifikasi mencocokkan ulang data laporan BMN

dengan Cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima: 1.8.1. Jika angka laporan BMN sama, lakukan back-up data BMN pada Aplikasi SIMAK BMN;
1.8.2. Jika

ada

perbedaan untuk

angka mengirim

laporan ulang up

keuangan, ADK (ulangi dan

sampaikan kepada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang bersangkutan langkah awal);
1.9. Petugas

administrasi

melakukan

back

data

mengarsipkan dokumen sumber, register penerimaan, Laporan BMN yang telah diverifikasi.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 113

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2. Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN Rekonsiliasi UAPPB-E1 dengan DJKN dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mempersiapkan

ADK LBPPE1, mencetak LBPPE1 dan register pengiriman Data ke DJKN (untuk divalidasi oleh penanggung jawab UAPPB-E1);
2.2. Petugas Administrasi mengirim LBPPE1, ADK, dan register

pengiriman ke DJKN. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip);
2.3. Petugas Verifikasi melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN:

2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama, lanjutkan dengan penandatanganan BAR;
2.3.2. Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi masih terdapat

kekeliruan pada data LBPPE1, lakukan perbaikan data;
2.4. Petugas Verifikasi di UAPPB-E1 melakukan perbaikan data hasil

Rekonsiliasi dan mengulangi langkah Rekonsiliasi;
2.5. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN

dan menyampaikannya kepada pejabat UAPPB-E1 atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani;
2.6. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah

ditandatangani oleh pejabat UAPPB-E1 ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN;
2.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat Laporan Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN; 3. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPPB-E1 Ke UAPB
3.1. Petugas

Administrasi dan

menerima data

dan dari

meneliti

register

pengiriman

penerimaan

UAPPB-W/UAKPB

KP/DK/TP dengan cara membandingkan register dengan daftar
PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 114

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

data yang dikirimkan oleh UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP untuk memastikan seluruh data telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN; (Bila ada UAPPB-W/UAKPB KP/DK/TP yang belum mengirim data atau data yang untuk dikirim belum benar, dan sampaikan melakukan pemberitahuan pengiriman ulang)
3.2. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan

memperbaiki

mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN yaitu: 3.2.1. Laporan BMN Intrakomptabel;
3.2.2. Laporan BMN Ekstrakomptabel; 3.2.3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel; 3.2.4. Laporan BMN Bersejarah; 3.2.5. Untuk

Laporan periode

akhir tahun perlu dicetak

laporan BMN berikut, yaitu:
a. Laporan Kondisi Barang (LKB); b. Laporan BMN Tahunan; 3.3. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan

Laporan BMN, LKB dan Laporan BMN tahunan sebelum dikirimkan ke UAPB;
3.4. Operator komputer mengirim ADK dan mencetak register

pengirimannya;
3.5. Petugas administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan

BMN, ADK dan Catatan Ringkas BMN;
3.6. Petugas administrasi menyimpan dan mencatat dalam register

pengiriman data SIMAK BMN dalam buku agenda.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 115

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

D. PENYUSUNAN LAPORAN BMN/SIMAK BMN PADA TINGKAT UAPB 1. Penerimaan Data UAPPB-E1 Pada UAPB 1.1. Petugas Administrasi menerima dokumen sumber (Laporan BMN, LKB, Catatan Ringkas BMN, ADK, dan Register Pengiriman);
1.2. Petugas Administrasi mencatat penerimaan dokumen sumber

tersebut dalam buku agenda; 1.3. Petugas verifikasi menerima dan melakukan verifikasi atas dokumen sumber, meliputi: 1.3.1. Dokumen sumber telah ditandatangani oleh penanggung jawab UAPPB-E1;
1.3.2. ADK yang diterima memiliki kode UAPPB-E1 dan periode

pengiriman yang sesuai dengan dokumen sumber; (Apabila terdapat dokumen sumber yang tidak sah, menyampaikan dokumen bersangkutan)
1.4. Operator Komputer menerima data ADK dan dokumen sumber

pemberitahuan kepada

untuk

memperbaiki yang

Sumber

UAPPB-E1

dari UAPPB-E1 pada aplikasi SIMAK-BMN, mencetak Register Penerimaan Data dan menyampaikannya kepada Petugas Verifikasi;
1.5. Petugas Verifikasi mencocokan ulang Register Penerimaan

Data dengan Register Pengiriman Data dari UAPPB-E1:
1.5.1. Jika jumlah data (record) sama, lakukan pencetakan

Laporan BMN untuk UAPPB-E1 yang bersangkutan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 116

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

1.5.2. Jika

ada

perbedaan

jumlah

data,

UAPPB-E1

yang

bersangkutan diminta untuk melakukan pengiriman ulang (ulangi langkah dari awal);
1.6. Petugas Verifikasi mencocokan ulang Data Laporan BMN

dengan cetakan Laporan BMN UAPPB-E1 yang diterima;
1.7. Operator Komputer melakukan back up data BMN; 1.8. Petugas

Administrasi

melakukan

Back

Up

data

dan

mengarsipkan dokumen sumber, register penerimaan, Laporan BMN yang telah diverifikasi. 2. Prosedur Rekonsiliasi UAPB dengan DJKN
2.1. Operator Komputer melakukan back up data, mencetak LBP,

mempersiapkan ADK LBP dan mencetak register pengiriman Data ke DJKN (ditandatangani oleh penanggung jawab UAPB);
2.2. Petugas

Administrasi

mengirim

LBP,

ADK,

dan

register

pengiriman ke DJKN. Setelah ditandatangani oleh petugas DJKN, register pengiriman diambil kembali sebagai arsip (1 Lembar ditinggal di DJKN sebagai Arsip);
2.3. Petugas Verifikasi UAPB melakukan Rekonsiliasi dengan DJKN:

2.3.1. Jika Laporan Hasil Rekonsiliasi sudah sama lakukan penandatanganan BAR;
2.3.2.

Jika di dalam Laporan Hasil Rekonsiliasi terdapat kesalahan pada data LBP, lakukan penelusuran dan perbaikan Data;

2.3.3.

Petugas Administrasi, Verifikasi dan Operator Komputer melakukan penelusuran kesalahan pada data LBP, kemudian meminta UAKPB terkait untuk melakukan perbaikan data sesuai dengan prosedur melalui UAPPBW dan UAPPB-E1;

2.3.4.

Setelah proses rekonsiliasi selesai dilanjutkan dengan penandatangan BAR;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 117

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

2.4. Petugas Verifikasi menerima BAR yang disiapkan oleh DJKN

dan menyampaikannya kepada pejabat UAPB atau pejabat lain yang ditunjuk untuk ditandatangani;
2.5. Petugas Verifikasi menyerahkan kembali BAR yang telah

ditandatangani oleh pejabat UAPB ke DJKN untuk disahkan oleh pejabat yang menangani Rekonsiliasi di DJKN;
2.6. Petugas

Administrasi

menyimpan/mencatat

Laporan

Hasil

Rekonsiliasi dan BAR dalam register pengiriman data ke DJKN; 3. Pelaporan Dan Pengiriman Data UAPB Ke DJKN 3.1. Petugas Administrasi menerima dan meneliti registrasi pengiriman dan penerimaan data dari UAPPB-E1 (Registrasi Pengiriman & Penerimaan Data UAPPB-E1, Daftar UAKPB, Aplikasi SIMAK BMN) dengan membandingkan dengan daftar dalam UAPPB-E1 untuk memastikan seluruh data UAPPBE1 telah diterima dan digabungkan dalam Aplikasi SIMAK BMN;
3.2. Bila ada UAPPB-E1 yang belum mengirim data atau data yang

dikirim

belum yang

benar,

sampaikan

pemberitahuan

kepada dan

UAPPB-E1

bersangkutan

untuk

memperbaiki

melakukan pengiriman ulang;
3.3. Operator Komputer melakukan Back Up data SIMAK BMN dan

mencetak formulir Laporan BMN dengan Aplikasi SIMAK BMN: 3.3.1. Laporan BMN Intrakomptabel;
3.3.2. Laporan BMN Ekstrakomptabel; 3.3.3. Laporan BMN Intrakomptabel dan Ekstrakomptabel; 3.3.4. Laporan BMN Bersejarah; 3.3.5. Untuk periode akhir tahun, perlu dicetak Laporan BMN

sebagai berikut, yaitu:
a. Laporan Kondisi Barang; b. Laporan BMN Tahunan;

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 118

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

3.4. Petugas verifikasi membuat Catatan Ringkas BMN berdasarkan

Laporan BMN, LKB, Laporan BMN tahunan;
3.5. Operator Komputer mengirim ADK dan mencetak register

pengirimannya;
3.6. Petugas Administrasi melakukan pengiriman seluruh Laporan

BMN, ADK dan Catatan Ringkas BMN; 3.7. Petugas Administrasi menyimpan dan mencatat dalam register pengiriman data SIMAK BMN dan buku Agenda.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 119

Sistem Informasi Manajemen Keuangan – Departemen Pendidikan Nasional

21.5.1. BAB V PENUTUP

1. Prosedur

Operasi

Standar

ini

diharapkan

sebagai

pedoman

kantor/satker di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dalam pengelolaan anggaran;
2. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau perubahan ketentuan

perundang-undangan yang menjadi dasar dalam Prosedur Operasi Standar ini, akan diadakan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya;
3. Kepala Biro Keuangan Depdiknas, agar melakukan pembinaan dan

koordinasi kepada semua kantor/satuan kerja di lingkungan Depdiknas termasuk pengelola dana Dekonsentrasi APBN Depdiknas dalam pelaksanaan Prosedur Operasi Standar ini.

PROSEDUR OPERASI STANDAR – SAI, Versi 2/2009 120

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->