Anda di halaman 1dari 18

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 1

BAB I
STRUKTUR SOSIAL

1.1. Struktur Politik
Struktur politik berasal dari dua kata yaitu, struktur dan politik. Struktur berarti badan atau
organisasi, sedangkan politik berarti urusan ketatanegaraan. Jadi secara harfiah struktur
politik berarti badan atau organisasi yang berkenaan dengan urusan kenegaraan. Untuk itu
struktur politik selalu berkaitan dengan alokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif (perintah)
yaitu suatu cara untuk mempengaruhi oranglain dengan penggunaan kekuasaan dan
distribusi. Sebagaimana yang Bertrand Russel katakan mengenai kekuasaan, bahwa
kekuasaan adalah konsep yang mendasar dalam ilmu sosial, seperti halnya energy dalam
konsep ilmu alam, dan juga pendapat menurut Muchtar Affandi kekuasaan adalah kapasitas,
kapabilitas, atau kemampuan untuk mempengaruhi, menyakinkan, mengendalikan,
menguasai dan memerintah orang lain. Jadi dari pendapat diatas bisa disimpulkan bahwa
struktur politik adalah suatu badan atau organisasi yang didalamnya terdapat unsur-
unsur atau komponen pembentuk politik yang saling berhubungan serta mempunyai
kekuasaan untuk mempengaruhi oranglain. Yang dimaksud oranglain disini adalah
masyarakat luas. Dan dalam struktur politik kita dapat melihat bagaimana kehidupan
masyarakat suatu Negara dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor fisik (geografi dan
demografi) dan faktor sosial (teknologi, lembaga, kebudayaan). Berikut lebih detailnya
mengenai faktor fisik dan faktor sosial :
A. Struktur Fisik
Struktur fisik membahas adanya kumpulan manusia yang menduduki suatu wilayah dan
berinteraksi kepada sesamanya yang biasa disebut penduduk atau suatu komunitas sosial
yang terikat pada lingkungan geografisnya.
1. Struktur Geografis
Wilayah atau territorial sangat mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan
berpolitik yaitu perebutan wilayah, kekayaan alam/bahan mentah, rute transportasi dan
jaringan komunikasi sering kali menjadi penyebab terjadinya konflik antar para pelaku
politik/penguasa. Terdapat tiga factor yang mempengaruhi kehidupan berpolitik jika
dilihat dari sisi geografisnya, yaitu:
a) Iklim
Menurut Aristoteles dan Montesque masyarakat yang tinggal di daerah beriklim
dingin lebih mempunyai sisi keberanian dan bebas dibanding dengan masyarakat yang
tinggal di daerah beriklim panas. Udara dingin dapat memacu semangat seseorang
untuk menampilkan sosok dirinya yang lebih berani serta adanya tambahan dorongan
untuk melakukan sesuatu yang tidak terduga. Walaupun pengaruh iklim terhadap

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 2

kehidupan berpolitik tidak dapat disangkal, tapi pengaruhnya bersifat tidak mutlak
(tidak selalu). Misalnya, di suatu negara yang beriklim sangat dingin tidak
memungkinkan terjadinya interaksi politik dan kehidupan berpolitik bahkan tidak
akan ada perkembangan social maupun politik di dalamnya. Karena untuk bertahan
hidup saja manusia sangat sulit apalagi untuk mengurusi hal-hal yang bersifat
kenegaraan.

b) Sumber Daya Alam
Melimpahnya sumber daya alam pada suatu negara merupakan sumber kekuasan
namun kelimpahan sumber daya alam juga dapat menjadi kelemahan bagi negara
tersebut, yakni mendorong terjadinya perbudakan dan timbulnya perang antar bangsa
dalam memperebutkan bahkan menguasai daerah-daerah yang sumber daya alamnya
(bahan mentah industry) melimpah. Negara-negara industry maju sangat
membutuhkan banyak pasokan bahan mentah untuk dapat tetap menjalankan
pertumbuhan industry di negaranya. Beberapa abad lalu, Indonesia pernah menjadi
korban jajahan bangsa barat dikarenakan oleh Indonesia adalah sebuah negara yang
kaya akan kekayaan alamnya (hutani, hewani, laut) serta bahan tambang yang
berlimpah ruah. Ini merupakan suatu anugerah dari yang Maha Kuasa yang harus
dijaga dan dilestarikan eksistensinya berikut juga harus dikhawatirkan mengenai ke-
iri-an bangsa lain atas betapa kayanya Indonesia. Bangsa lain sangat mengincar
kekayaan alam Indonesia (contohnya: belanda, jepang, inggris, perancis, spanyol, dan
portugis) yang pernah menduduki Indonesia dan mengambil alih pemerintahan.
Mereka datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah sebagai pasokan bahan
mentah di negaranya. Politik kolonialisme dijalankan oleh bangsa-bangsa ini demi
memenuhi kebutuhan mereka. Kini bangsa Indonesia telah terbebas dari penjajahan
bangsa lain namun tetap saja bangsa kita belum dapat mengoptimalkan kinerja SDM
(Sumber Daya Manusia) dalam rangka mengolah dan mengelola SDA (Sumber Daya
Alam) secara maksimal. Minimnya kemampuan, tingkat pendidikan, serta belum
melek teknologi bagi mayoritas masyarakat Indonesia merupakan wish-list yang
harus dibenahi jika ingin melipatgandakan kualitas dan kuantitas produksi dalam
negri. Terlebih untuk sector ekspor yang dapat menigkatkan devisa negara.

c) Territorial atau Ruang
Territorial atau ruang merupakan tempat manusia melaksanakan berbagai aktivitas di
kehidupannya. Struktur ruang alami (non-buatan) sebagai contoh: Mesir kuno, lembah
nil yang tanahnya subur karena endapan fluvial tapi tertutup oleh gurun-gurun pasir.
Oleh karena itu Mesir harus mengembangkan sebuah system penampungan air dan
mempertahankan saluran-saluran juga pompa. Dalam hal ini dibutuhkan suatu konsep
yang nyata, organisasi social yang sangat maju serta ke-solid-an pemerintahan negara
tsb dalam menangani masalah ini. Lalu territorial atau wilayah tempat bermukimnya
penduduk harus dilindungi dengan batas-batas yang menyatakan wilayah kekuasaan.
Negara harus melindungi kawasannya, bahkan untuk pulau terluar juga harus
dipastikan jaminan keamanan yang didapatkan oleh penduduk di wilayah tersebut.


Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 3

2. Struktur Demografis (Kependudukan)
Struktur kependudukan suatu negara sangat memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan
politik di negara tersebut. Jumlah penduduk mempengaruhi kebijakan politik. Kehidupan
politik di negara dengan jumlah penduduk sedikit tentu beda dengan kehidupan politik di
negara padat penduduk. Begitupun dengan kebijakan dan system politiknya. Masalah atau
konflik pada negara berpenduduk sedikit jauh lebih sederhana dibanding dengan masalah
yang terjadi pada negara padat penduduk. Masalah yang dihadapi negara padat penduduk
jelas lebih rumit dan lebih kompleks karena untuk menyatukan pikiran dari begitu banyak
kepala tentu sangat sulit. Ini adalah tugas pemerintah mengenai kemampuannya dalam
mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata sebagaimana janji manisnya saat sedang
kampanye pemilihan umum.

B. Struktur Sosial
Dalam kehidupan berpolitik suatu negara, tak lepas dari pengaruh faktor-faktor sosial
yang bersifat buatan manusia (ciptaan manusia). Faktor sosial termasuk didalamnya:
1) Keterampilan Teknologis
Keterampilan teknologis merupakan kemampuan manusia dalam mengembangkan
teknologi modern yang berdasarkan pada kemampuan penguasaan dalam bidang ilmu
pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam kurun waktu satu setengah abad
terakhir ini melaju sangat cepat. Ditambah pula dengan adanya fenomena globalisasi
yang mengharuskan semua orang melek akan teknologi. Perkembangan teknologi tak
pelak mempengaruhi kehidupan berpolitik. Manusia menciptakan alat-alat elektronik
canggih dengan teknologi terbaru bertujuan untuk membantu mengefisienkan waktu
serta mengefektifkan kinerja dalam hal melakukan sesuatu. Dengan teknologi
manusia dapat menciptakan kemakmuran bagi masyarakat bangsanya. Namun,
kongkritnya pada masa sekarang penciptaan teknologi serta alat-alat elektronik
(gadget) dalam rangka menciptakan kemakmuran, kesejahteraan serta memberantas
kemiskinan dan kemelaratan hanya terjadi di negara industri maju, bukan di negara
terbelakang maupun negara berkembang. Karena jika kita melihat ke negara
terbelakang, dimana masyarakatnya gagap teknologi terlebih tidak menguasai dan
tidak mengikuti perkembangan teknologi akan tetap terjerat kemiskinan. Kemajuan
teknologi berarti memajukan kebudayaan. Karena saat manusia sedang melakukan
suatu pekerjaan, hal itu dapat lebih mudah dikerjakan dengan bantuan alat-alat
tertentu yang dapat menggantikan manusia sebagai si pelaku. Contoh: dengan adanya
mesin cuci para ibu rumah tangga tidak lagi kesulitan untuk mencuci baju saat sedang
dikejar waktu. Jelas saja hal ini dapat mempermudah manusia dalam melakukan
aktivitas dalam kehidupannya, begitupun fungsi teknologi dalam hal berkomunikasi.
Kini jarak dan waktu tidak lagi menjadi alasan sulitnya berkomunikasi dengan kerabat
atau rekan-rekan. Adanya fasilitas telpon genggam (handphone, smartphone) yang
memungkinkan kita untuk dapat tetap menjalin hubungan dengan kerabat yang jauh.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 4

Terlebih lagi dengan kemajuan internet. Dunia kini memasuki era digitalisasi. Suatu
keadaan dimana semua interaksi dapat dilakukan secara digital (cyber world).
Contohnya: dengan banyaknya aplikasi pada smartphone memungkinkan kita untuk
selalu stay in connected dengan kerabat. Mudahnya berkirim pesan singkat (SMS,
chat, line, whatsapp, bbm dll) maupun surat elektronik (e-mail) secara perlahan tapi
pasti menyingkirkan eksistensi kantor pos sebagai media berkirim surat. Dan
perbedaan jarak juga tidak terlalu bermasalah karena dengan bantuan video call kita
tetap dapat bertatap muka dengan orang tanpa harus bertemu langsung. Sangat jelas
sekali bahwa kemudahan berinteraksi sangat membantu manusia dalam melakukan
aktivitas sehari-hari serta mengefisienkan waktu, tenaga dan uang. Dengan dukungan
teknologi informasi dan komunikasi yang canggih seperti sekarng ini manusia dapat
memperluas jangkauannya ke berbagai belahan dunia serta mempermudah kontak
antar budaya. Namun, disisi lain pola pikir manusia modern menjadi berubah dan
ingin semuanya serba instan dan praktis. Bahkan saat ini kita sudah jarang melihat
anak kecil (berumur rata-rata 3-7 tahun) lebih mengerti bermain dengan gadget (ipad,
tablet, bb, dll) dibanding bermain permainan sewaktu kita kecil dahulu. Sungguh
memang ironis, tapi itulah dampak kemajuan teknologi disamping manfaat dan
kemudahannya jika tidak diimbangi dengan rasa nasionalisme tinggi.
2) Lembaga-Lembaga Sosial
Dalam kehidupan bermasyarakat, didalamnya terdapat struktur masyarakat. Struktur
masyarakat membentuk wadah penampung aspirasi masyarakat yang kita sebut
sebagai lembaga. Adanya lembaga membuat kehidupan sosial masyarakat menjadi
teratur dan terpimpin. Begitupun dengan perealisasian cita-cita individu maupun
kelompok sosial akan lebih mudah terwujud jika ada lembaga sebagai penampungnya.
Kembali kepada hakikat manusia sebagai mahkluk sosial, manusia tidak dapat hidup
sendiri dan membutuhkan aktivitas-aktivitas bersama untuk memenuhi kebutuhan
hidup dan cita-citanya. Untuk itu manusia membutuhkan lembaga sebagai penggerak
yang mengacu pada terwujudnya impian atau tujuan bersama.
3) Kebudayaan
Kebudayaan dalam arti luas mengacu kepada kumpulan atau gabungan semua unsur
kehidupan antar lain: alam, zaman, pola hidup, pola perilaku, pola pikir, interaksi
sosial, agama, adat istiadat, aturan-aturan, norma serta seluruh hasil cipta manusia
yang menghasilkan suatu peradaban. Kebudayaan merupakan ciri khas atau jati diri
suatu negara sebagai identitas bangsa. Dan dalam arti sempit, kebudayaan mengacu
pada keyakinan. Keyakinan yang dimaksud disini adalah sebagai pandangan, ide, dan
gagasan. Ide yang bersifat subjektif terbagi dua yaitu ideologi dan mitos. Lalu
pengaruh keyakinan terhadap kehidupan politk terkait pada masalah legitimasi
kekuasaan yang terkait dengan perbedaan keyakinan di masyarakat. Faktor kultural
menentukan gaya suatu rezim dalam kehidupan politiknya. Sebagai contoh :
demokrasi Inggris tergantung dari gaya tertentu dari kehidupan parlementer,
hubungan antara pemerintah dan wakil rakyat.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 5

BAB II
SISTEM PEMERINTAHAN

A. Definisi Sistem Pemerintahan
Pemerintah berasal dari kata perintah, dimana didalam pelaksanaannya terdapat dua pihak
yang saling berkaitan. Pihak yang memerintah memiliki kekuasaan dan wewenang untuk
memerintah, dan pihak yang diperintah memiliki ketaatan dalam melaksanakan perintah.
Sistem pemerintahan dibuat bertujuan untuk menjaga kestabilan negara, baik itu secara
internal maupun eksternal. Secara luas sistem pemerintahan itu berarti menjaga kestabilan
masyarakat, menjaga tingkah laku dan sikap masyarakat, menjaga fondasi pemerintahan,
menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan dan kesejahteraan sehingga
menjadi sistem yang berlangsung terus menerus. Istilah sistem pemerintahan berasal dari
gabungan dua kata sistem dan pemerintahan. Kata sistem merupakan terjemahan dari kata
system (bahasa Inggris) yang berarti susunan, tatanan, jaringan, atau cara. Sedangkan
Pemerintahan berasal dari kata pemerintah, dengan kata dasar perintah yang dalam Kamus
Bahasa Indonesia berarti:
a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatu.
b. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, dan negara.
c. Pemerintahan adalah perbuatan, cara, hal, urusan dalam memerintah.
Sistem pemerintahan dapat disebut sebagai cara menyuruh melakukan sesuatu atau
tatanan kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, provinsi atau negara. Dalam
arti sempit, pemerintahan adalah perbuatan memerintah, membawa dan mengayomi yang
dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan
bersama. Dan dalam arti luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang
dilakukan oleh badan-badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif di suatu negara dalam
rangka mencapai tujuan bersama.
Kekuasaan dalam suatu negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
Kekuasaan Eksekutif, yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau
kekuasaan menjalankan pemerintahan.
Kekuasaan Legislatif, yang berarti kekuasaan membentuk undang-undang.
Kekuasaan Yudikatif, yang berarti kekuasaan untuk mengadili terhadap pelanggaran
atas undang-undang.
Lembaga-lembaga yang terdapat dalam suatu sistem pemerintahan bertugas dan berkerja
sama untuk saling mendukung kinerja pemerintah demi terwujudnya cita-cita dan tujuan
pemerintahan Indonesia.
Tujuan pemerintahan dalam suatu negara biasanya berisikan visi, misi pembentukan negara
dan cita-cita bagaimana kelangsungan hidup negara tersebut. Dan khususnya untuk

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 6

Indonesia. Cita-cita negara ini terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan
bahwa tujuan pemerintahan Indonesia adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia
dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kepada kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan social. System pemerintahan suatu negara harus dapat melindungi segenap bangsa
dan menjamin keamanan rakyatnya.
Menurut C.F. Strong dalam bukunya Modern Political Constitution mengatakan:
Government in the broader sense, is changed with the maintenance of the peace and
security of state with in and with out. It must therefore, have first military power or the
control of armed forces, secondly legislative power or the means of making law, thirdly
financial power or the ability to extract sufficient money from the community to defray the
cost of defending of state and of enforcing the law it makes on the state behalf.
C.F. Strong mengatakan bahwa pemerintahan dalam arti luas mempunyai kewenangan untuk
memelihara kedamaian dan keamanan negara, ke dalam maupun ke luar. Oleh karena itu,
pertama harus mempunyai kekuatan militer atau kemampuan untuk mengendalikan angkatan
perang (mempunyai sistem pertahanan jika sewaktu-waktu negara diserang, kita mempunyai
angkatan bersenjata), yang kedua harus mempunyai kekuatan legislatif atau dalam arti
pembuatan undang-undang maupun aturan serta kebijakan, dan yang ketiga harus mempunyai
kekuatan financial atau kemampuan untuk mencukupi keuangan negara dalam rangka
membiayai ongkos keberadaan negara dalam menyelenggarakan peraturan. Hal tersebut
dilakukan dalam rangka penyelenggaraan kepentingan negara.
Pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Pemerintahan juga merupakan fondasi
terbentuknya suatu negara. Jadi jika pemerintahan dijalankan dengan jujur, terbuka, adil dan
demokratis maka tentu saja akan mendapatkan respons positif dari masyarakat dan
menumbuhkan rasa cinta tanah air. Sehingga rakyat tidak akan segan untuk berjuang
membela negaranya.

B. Bentuk Pemerintahan
Bentuk-bentuk pemerintahan dunia terbagi dua, yaitu:
1) Bentuk Kerajaan (Monarki)
Monarki, berasal dari bahasa Yunani monos yang berarti satu, dan archein yang
berarti pemerintah. Monarki merupakan sejenis pemerintahan dimana Raja menjadi
Kepala Negara. Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem pemerintahan
tertua di dunia.
Garner menyatakan bahwa setiap pemerintahan yang didalamnya menerapkan
kekuasaan yang akhir atau tertinggi pada personel atau seseorang, tanpa melihat pada
sumber sifat-sifat dasar pemilihan dan batas waktu jabatannya maka itulah monarki.
Kemudian J ellinek menegaskan monarki adalah pemerintahan kehendak satu fisik
dan menekankan bahwa karakteristik sifat-sifat dasar monarki adalah kompetensi,

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 7

untuk memperlihatkan kekuasaan tertinggi negara. J adi bentuk sistem pemerintahan
monarki adalah kekuasaan dipegang oleh Raja.
2) Bentuk Republik (Republic)
Berdasar kepada isi UUD 1945 pasal 1 ayat (1) yang mengatakan bahwa Negara
Indonesia ialah Negara kesatuan Yang Berbentuk Republik. Dari kalimat tersebut kita
telah mengetahui bahwa bentuk sistem pemerintahan Indonesia adalah republik dimana
sangat ditekankan pentingnya konsepsi negara kesatuan sebagai definisi hakiki negara
Indonesia. Sistem pemerintahan bentuk monarki pernah ditolak oleh para anggota
BPUPKI mengenai kemungkinan penerapannya untuk Indonesia di zaman modern atau di
zaman yang akan datang.

C. Jenis-Jenis Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan negara dunia dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:
1. Sistem Pemerintahan Parlementer
Sistem parlementer merupakan sistem pemerintahan dimana hubungan antara badan
eksekutif dan legislatif sangat erat. Hal ini disebabkan adanya pertanggung jawaban para
Menteri terhadap Parlemen. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam
mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu
dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya. Dalam sistem parlementer
presiden hanya menjadi simbol kepala negara saja. Dan yang disebut eksekutif adalah
kabinet beserta jajarannya yang bertanggung jawab sendiri atau bersama-sama kepada
parlemen.
a. Sistem parlementer dua partai
Ketua partai politik yang memenangkan pemilu langsung ditunjuk menjadi perdana
menteri. Dan seluruh menteri dalam kabinet adalah mereka yang terpilih sebagai
anggota parlemen. Namun dengan konsekuensi setelah diangkat menjadi menteri
harus non-aktif dalam parlemen. Karena partai politik yang menguasai kabinet adalah
sama dengan partai politik yang memenangkan pemilu. Misalnya, sistem parlementer
di Inggris.

b. Sistem parlementer multi partai
Dalam sistem pemerintahan multi partai, kabinet terdiri atas perwakilan dari beberapa
partai. Karena koalisi sistem ini didasarkan pada kompromi, kadang-kadang terjadi
setelah kabinet berjalan. Dukungan yang diberikan oleh salah satu partai politik
ditarik kembali dengan cara menarik menterinya. Sehingga dalam sistem parlemen
multi partai sering terjadi ketidakstabilan pemerintahan (sering penggantian kabinet).
Misal, Republik Indonesia tahun 1950-1959, dimana terjadi 7 kali pergantian kabinet.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 8

Sistem ini mengisyaratkan bahwa lembaga legislative dan eksekutif hampir tidak
pernah terlibat konflik serius, mungkin pada akhirnya eksekutif tidak hanya mewakili
kehendak lembaga legislatif yang permanen, tetapi juga pemikiran dan keinginannya
yang tidak tetap, juga pemikiran dan keinginan para pemiliknya, sehingga eksekutif
ini bahkan dapat dikatakan labil.
Adapun ciri-ciri umum dari sistem pemerintahan parlementer yaitu :
a. Kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri dibentuk oleh atau atas dasar
kekuatan dan atau kekuatan-kekuatan yang menguasai parlemen;
b. Para anggota kabinet mungkin seluruhnya atau Para anggota kabinet mungkin
seluruh anggota parlemen, atau tidak seluruhnya dan mungkin pula seluruhnya
bukan anggota parlemen;
c. Kabinet dengan ketuanya (eksekutif) bertanggungjawabkepada parlemen
(legislatif). Apabila kabinet atau seseorang atau beberapa anggotanya
mendapat mosi tidak percaya kepada parlemen, maka kabinet atau seseorang
atau beberapa orang dari padanya harus mengundurkan diri;
d. Sebagai imbangan dapat dijatuhkannya kabinet, maka Kepala Negara
(Presiden; raja atau ratu) dengan saran atau nasehat Perdana Menteri dapat
membubarkan parlemen;
e. Kekuasaan Kehakiman secara prinsipil tidak digantungkan kepada lembaga
eksekutif dan legislatif, hal ini untuk mencegah intimidasi dan intervensi
lembaga lain.

2. Sistem pemerintahan presidensial
Sistem pemerintahan presidensial ini menunjukkan bahwa kekuasaan tertinggi dipegang
oleh presiden. Presiden memiliki kekuasaan yang kuat karena selain sebagai kepala
negara juga sebagai kepala pemerintahan yang memimpin kabinet (segenap menteri).
Oleh karena itu agar tidak menjurus kepada diktatorisme, maka diperlukan checks and
balances, antara lembaga tinggi negara inilah yang disebut checking power with power.
Menurut Rod Hague, pemerintahan presidensial terdiri dari tiga unsur yaitu:
a. Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-
pejabat pemerintahan yang terkait.
b. Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap, tidak bisa
saling menjatuhkan.
c. Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif.
Walaupun di dalam sistem presidensial seorang presiden memiliki posisi yang
kuat,namun terdapat mekanisme untuk mengontrol presiden yang nantinya dapat
diterapkan apabila presiden melakukan pelanggaran konstitusi,pengkhianatan terhadap
negara,dan terlibat masalah kriminal maka presiden dapat di lengserkan dan posisi nya di
gantikan oleh wakil presiden yang menjabat saat itu.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 9

Dengan demikian, pertama, sebagai kekuasaan tertinggi, tindakan eksekutif dalam sistem
pemerintahan presidensial seringkali menuntut adanya kekuasaan tak terbatas, demi
kebaikan negara, setidak-tidaknya selama periode tertentu; kedua, orang yang berada
diposisi ini menjadi suatu keseluruhan yang tak lebih baik dari anggotanya yang paling
rendah, dan semua menjadi buruk daripada anggota terendahnya.
Adapun ciri-ciri dari sistem presidensial adalah:
a) Presiden adalah kepala eksekutif yang memimpin kabinetnya yang semuanya
diangkat olehnya dan bertanggungjawab kepadanya. Ia sekaligus sebagai kepala
negara (lambang negara) dengan masa jabatan yang telah ditentukan dengan pasti
oleh UUD;
b) Presiden tidak dipilih oleh badan legislatif, tetapi dipilih oleh sejumlah pemilih.
Oleh karena itu, ia bukan bagian dari badan legislatif seperti dalam sistem
pemerintahan parlementer;
c) Presiden tidak bertanggung jawab kepada badan legislatif dan tidak dapat
dijatuhkan oleh badan legislative;
d) Sebagai imbangannya, Presiden tidak dapat membubarkan badan legislative

3. Komparasi Sistem Pemerintahan Parlementer dengan Sistem Pemerintahan
Presidensial
TABEL
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN SISTEM PEMERINTAHAN
Sistem Pemerintahan Parlementer Sistem Pemerintahan Presidensial
a. Latar belakang timbulnya
Timbul dari bentuk negara Monarki yang
kemudian mendapat pengaruh dari
pertanggungjawaban menteri. Sehingga fungsi
Raja merupakan faktor stabilisasi jika terjadi
perselisihan antara eksekutif dan legislatif.
Misalnya, Kerajaan Inggris, Perancis dan
Belanda.

b. Keuntungan
Penyesuaian antara pihak eksekutif dan legislatif
mudah dapat dicapai

c. Kelemahan
1. Pertentangan antara eksekutif dan legislatif
bisa sewaktu-waktu terjadi menyebabkan
cabinet harus mengundurkan diri, dan
akibatnya pemerintahan tidak stabil;
2. Sebaliknya, seorang Presiden dapat pula
membubarkan leguslatif;
3. Pada sistem parlemen dengan multi partai
(kabinet koalisi) apabila terjadi mosi tidak
percaya dari beberapa partai politik, sering
terjadi pertukaran (pergantian) kabinet
a. Latar belakang timbulnya
Timbul dari keinginan untuk melepaskan diri
dari dominasi Kekuasaan Raja, dengan
mengikuti ajaran Montesquieu dengan ajaran
Trias Politica.Misalnya, Negara USA timbul
sebagai kebencian atas Raja George III (Inggris).

b. Keuntungan
Pemerintah untuk jangka waktu yang ditentukan
itu stabil.

c. Kelemahan
1. Kemungkinan terjadi bahwa apa yang
ditetapkan sebagai tujuan Negara menurut
eksekutif bisa berbeda dari pendapat
legislatif;
2. Untuk memilih Presiden dilakukan untuk
masa jabatan yang tidak sama, sehingga
perbedaan yang timbul pada para pemilih
dapat mempengaruhi sikap dan pandangan
lembaga itu berlainan.
Sumber : Titik Triwulan Tutik, Pokok-pokok Hukum Tata Negara

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 10

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa sistem komparatif adalah perpaduaan
antara kedua sistem diatas yang mengambil beberapa keuntungan dan kelemahan dari kedua
sistem tersebut yang sesuai dengan latar belakang sejarah politik suatu negara. Jadi, sistem
pemerintahan ini, selain memiliki presiden sebagai kepala negara, juga memiliki perdana
menteri sebagai kepala pemerintahan, untuk memimpin kabinet yang bertanggung jawab
kepada parlemen.
Adapun ciri-ciri dari sistem ini adalah:
a. Dalam sistem ini eksekutif terdiri dari presiden dan perdana menteri.
b. Presiden tidak memiliki posisi yang dominan, artinya presiden hanya sebagai lambang
dalam suatu pemerintahan.
c. Kabinet tidak dipimpin oleh presiden melainkan oleh perdana menteri yang
bertanggung jawab kepada parlemen.
d. Presiden dapat membubarkan parlemen


4. Sistem Quasi
Sistem Pemerintahan Quasi pada hakekatnya merupakan bentuk variasi dari sistem
pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensial. Hal ini disebabkan
situasi dan kondisi yang berbeda sehingga melahirkan bentuk-bentuk semuanya. Apabila
dilihat dari kedua sistem pemerintahan diatas, sistem pemerintahan quasi bukan
merupakan bentuk sebenarnya. Dalam sistem ini dikenal bentuk quasi parlementer dan
quasi presidensial.
Pada pemerintahan sistem quasi presidensial, Presiden merupakan kepala pemerintahan
dengan dibantu oleh kabinet (ciri presidensial). Tetapi dia bertanggung jawab kepada
lembaga dimana dia bertanggung jawab, sehingga lembaga ini (legislatif) dapat
menjatuhkan presiden/eksekutif (cirri sistem parlementer). Misal, sistem pemerintahan
Republik Indonesia.
Menurut penulis, pada sistem pemerintahan quasi parlementer, presiden, raja dan ratu
adalah kepala negara yang tidak lebih hanya sebagai simbol saja. Kekuasaan eksekutif
adalah kabinet yang terdiri dari perdana menteri dan menteri-menteri yang
bertanggungjawab secara sendiri-sendiri atau bersama kepada parlemen (ciri parlementer)
sedangkan lembaga legislatifnya dipilih melalui pemilihan umum secara langsung oleh
rakyat (ciri presidensial). Misalnya, sistem pemerintahan Philipina. Atau system
pemerintahan yang dipraktekkan di Perancis yang biasa dikenal oleh para sarjana dengan
sebutan hybrid system. Kedudukan sebagai kepala Negara dipegang oleh presiden yang
dipilih langsung oleh rakyat, tetapi juga ada kepala pemerintahan yang dipimpin oleh
seorang perdana menteri yang didukung oleh parlemen seperti sistem pemerintahan
parlementer yang biasa.
Pada sistem quasi ini penulis tidak menspesifikasikan ciri-cirinya karena tergantung dari
quasi apa yang digunakan dalam suatu Negara ditambah lagi bahwa tidak ada suatu

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 11

negara yang menganut system pemerintahan yang sama persis karena akan sangat
dipengaruhi oleh kondisisosial politik suatu negara. Misalnya jika yang digunakan adalah
system quasi presidensial maka menggunakan ciri-ciri sistem presidensial yang kemudian
dimasukkan sebagian ciri sistem pemerintahan parlementer yang sesuai dengan kondisi
sosial politik negara tersebut. Begitu juga sebaliknya jika yang digunakan adalah sistem
pemerintahan quasi parlementer.

5. Sistem referendum
Sistem referendum merupakan bentuk variasi dari sistem quasi (quasi presidensial) dan
sistem presidensial murni. Tugas pembuat undang-undang berada dibawah pengawasan
rakyat yang mempunyai hak pilih. Pengawasan itu dilakukan dalam bentuk referendum.
Dalam sistem ini pertentangan antara eksekutif (bundersrat) dan legislatif (keputusan dari
pada rakyat) jarang terjadi. Anggota-anggota dari eksekutif ini dipilih oleh
bundersversammlung untuk tiga tahun lamanya dan bisa dipilih kembali.
Berkenaan dengan pengawasan rakyat dalam bentuk referendum, maka dikenal dua
sistem referendum yaitu :
a. Referendum Obligator, yaitu jika persetujuan dari rakyat mutlak harus diberikan
dalam pembuatan suatu peraturan UU yang mengikat rakyat seluruhnya, karena
sangat penting. Contoh, persetujuan yang diberikan oleh rakyat terhadap
pembuatan UUD.

b. Referendum Fakultatif, yaitu jika persetujuan dari rakyat dilakukan terhadap UU
biasa, karena kurang pentingnya, setelah UU itu diumumkan dalam jangka waktu
yang ditentukan.
Keuntungan dari sistem pemerintahan referendum, adalah bahwa setiap masalah negara,
rakyat langsung ikut serta menanggulanginya dan kedudukan pemerintah stabil yang
membawa akibat pemerintahan akan memperoleh pengalaman yang baik dalam
menyelenggarakan kepentingan rakyatnya.
Adapun kelemahannya, tidak setiap masalah rakyat mampu menyelesaikannya karena
untuk mengatasinya perlu pengetahuan yang cukup bagi rakyat dan sistem ini tidak dapat
dilaksanakan jika banyak terdapat perbedaan faham antara rakyat dan eksekutif yang
menyangkut kebijaksanaan politik. Contoh sistem pemerintahan referendum adalah
Swiss.
Adapun ciri-ciri dari sistem referendum sebagai berikut:
a. Tugas pembuat undang-undang (legislatif) berada dibawah pengawasan rakyat yang
mempunyai hak pilih.
b. Legislatif adalah representasi dari rakyat.
c. Eksekutif dipilih oleh legislatif untuk waktu tiga tahun lamanya dan dapat dipilih
kembali.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 12

d. Kestabilan dari sistem ini dipengaruhi oleh adanya kesepahaman antara eksekutif
selaku pemegang kebijakan politik dengan rakyat.


Gambar 2
Bentuk Pemerintahan












Sistem
Pemerintahan

Sistem Pemerintahan
Parlementer

Sistem Pemerintahan
Campuran

Sistem Pemerintahan
Presidensial

Sistem Pemerintahan
Poletariat
Republik
Kerajaan
Desentralisasi
Sentralisasi
Serikat
Kesatuan
Multipartai
Monopartai

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 13

BAB III
DEMOKRASI
A. Pengertian Demokrasi
Pengertian umum demokrasi ialah sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan
untuk rakyat. Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata demos dan
kratos. Demos berarti rakyat, sedangkan kratos atau kratein berarti pemerintahan. Jadi
pengertian atau definisi demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat untuk rakyat atau
pemerintahan untuk mereka yang diperintah. Demokrasi secara etimologis adalah bentuk
pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan
keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara
berpartisipasi secara langsung dalam perumusan, pengembangan dan pembuatan hukum.
Demokrasi sendiri mencakup kondisi sosial, ekonomi dan budaya yang memungkinkan
adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.
Pengertian Demokrasi menurut para ahli:
Abraham Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat.

Charles Costello
Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-
kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak
perorangan warga negara.
Pada awal perkembangannya, paham demokrasi telah meliputi beberapa asas dan nilai yang
diwariskan kepada masyarakat dari masa yang lampau. Nilai-nilai tersebut berupa gagasan
mengenai demokrasi dari kebudayaan Yunani Kuno dan gagasan kebebasan beragama yang
dihasilkan oleh aliran reformasi yang berkembang di negara-negara barat. Demokrasi pada
dasarnya adalah aturan yang mengatur tentang kebebasan masyarakat dalam mengeluarkan
pendapat, bebas berekspresi, bebas pemilih calon legislatif maupun tokoh masyarakat dan
masyarakat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur
pemerintahan. Pelaku demokrasi adalah kita semua Semua orang yang selama ini selalu
diatas namakan, namun tidak pernah ikut menentukan. Menjaga proses demokratisasi adalah
memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak tersebut agar dihormati dan
melawan siapapun yang melanggar hak tersebut.
Gus Dur menyatakan bahwa landasan demokrasi di Indonesia adalah keadilan, dalam arti
terbukanya peluang kepada semua orang dan berarti juga setiap orang diberi kebebasan untuk
menentukan pilihannya masing-masing. Sebagai pelaku demokrasi individual, kita harus
menjunjung hak kita. Jangan biarkan orang lain mengambil alih bahkan terlalu ikut campur
dalam kehidupan kita. Tunjukkan kepada oranglain bahwa hak kita harus dihargai sebagai
implementasi demokrasi pada masa sekarang.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 14

Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat
manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan
sosial. Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat 2 (dua) asas pokok demokrasi, yaitu:
1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil
rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta
jujur dan adil.
2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk
melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

B. Ciri-Ciri Pemerintahan Demokratis
Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk
pemerintahan, yaitu suatu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di
tangan banyak orang (rakyat). Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan
yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan
demokrasi adalah sebagai berikut.
Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik
langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga
perwakilan rakyat.


C. Jenis Jenis Demokrasi
Ada beberapa jenis demokrasi tetapi hanya dua bentuk dasar, yaitu:
1) Demokrasi langsung
Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat
memberikan suara atau pendapat dalam menentukan sebuah keputusan. Di dalam sistem
ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri untuk memilih suatu kebijakan sehingga
mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.
Kelebihan Demokrasi langsung :
a) Rakyat memiliki kontrol terhadap kekuasaan politik.
b) Demokrasi ini mampu meningkatkan kesadaran politik rakyatnya, serta
merangsang mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pribadinya.
c) Menurunkan ketergantungan rakyat kepada elit politik.
d) Mudah di terapkan pada komunitas dengan jumlah kecil.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 15

Kekurangan Demokrasi langsung :
a) Sulit untuk diterapkan pada sebuah komunitas yang besar.
b) Menguras banyak waktu untuk setiap kebijakan yang butuh di selesaikan secara
bersama.
c) Sulit untuk menghindari kelompok mayoritas atau dominan.

2) Demokrasi perwakilan (tak langsung)
Demokrasi perwakilan merupakan suatu bentuk demokrasi dimana seluruh rakyat
memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan
mengambil keputusan bagi mereka.
Kelebihan Demokrasi Perwakilan :
a. Lebih mudah digunakan untuk masyarakat yang plural.
b. Meringankan beban masyarakat dari tugas yang berhubungan dengan kebijakan
bersama(perumusan dan pelaksanaan).
c. Kekuasaan dan fungsi-fungsi kenegaraan di pegang oleh orang yang lebih
mempunyai kapasitas.

Kekurangan Demokrasi Perwakilan :
a. Dapat terjadi perbedaan kepentingan antara rakyat yang mendukung dan wakil
rakyat yang mewakili.
b. Rakyat mudah kecewa karena wakil rakyat tidak membawa amanah ketika
mereka berkampanye sebelum terpilih.

D. Ciri Ciri Pemerintahan Demokrasi
Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut :
1. Adanya keterlibatan warga negara dalam pengambilan keputusan politik baik
langsung maupun tidak langsung.
2. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat
(warga negara).
3. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
4. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat
penegakan hukum.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 16

5. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
6. Adanya media massa yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol
perilaku dan kebijakan pemerintah.
7. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga
perwakilan rakyat.
8. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk memilih pemimpin negara
dan pemimpin pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
9. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamanan suku, agama, golongan dan
sebagainya.

E. Prinsip-Prinsip Demokrasi dan Demokrasi Pancasila
Setiap prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah
terakomodasi dalam suatu konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-
prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal
dengan "soko guru demokrasi."
Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:
1. Kedaulatan rakyat.
2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah.
3. Kekuasaan mayoritas.
4. Hak-hak minoritas.
5. Jaminan hak asasi manusia.
6. Pemilihan yang bebas dan jujur.
7. Persamaan di depan hukum.
8. Proses hukum yang wajar.
9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional.
10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik.
11. Nilai-nilai tolerensi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.


Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 17

BAB IV
KESIMPULAN

Struktur politik adalah suatu badan atau organisasi yang didalamnya terdapat unsur-unsur
atau komponen pembentuk politik yang saling berhubungan serta mempunyai kekuasaan
untuk mempengaruhi oranglain. Yang dimaksud oranglain disini adalah masyarakat
luas.
struktur politik dalam kehidupan masyarakat suatu Negara dipengaruhi oleh dua faktor
utama, yaitu faktor fisik (geografi dan demografi) dan faktor sosial (teknologi, lembaga,
kebudayaan).
Sistem pemerintahan dapat disebut sebagai cara menyuruh melakukan sesuatu atau
tatanan kekuasaan yang memerintah suatu wilayah, daerah, provinsi atau negara. Dalam
arti sempit, pemerintahan adalah perbuatan memerintah, membawa dan mengayomi yang
dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan
bersama. Dan dalam arti luas, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan
oleh badan-badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif disuatu negara dalam rangka
mencapai tujuan bersama.
Kekuasaan dalam suatu negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
Kekuasaan Eksekutif, yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau
kekuasaan menjalankan pemerintahan.
Kekuasaan Legislatif, yang berarti kekuasaan membentuk undang-undang.
Kekuasaan Yudikatif, yang berarti kekuasaan untuk mengadili terhadap pelanggaran
atas undang-undang.
Bentuk pemerintahan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Bentuk Kerajaan (Monarki)
2. Bentuk Republik (Republic)
Jenis Jenis Sistem Pemerintahan yaitu Sistem Pemerintahan Parlementer, Sistem
Pemerintahan Presidensial, Komparasi Sistem Pemerintahan Parlementer & Presidensial,
Sistem Quasi,Sistem Referendum.
Pengertian Demokrasi menurut para ahli:
Abraham Lincoln
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat,oleh rakyat,dan untuk rakyat.
Charles Costello
Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-
kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak
perorangan warga negara.
2 (dua) asas pokok demokrasi, yaitu:
Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil
rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia
serta jujur dan adil.
Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah
untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

Struktur Politik, Sistem Pemerintahan & Demokrasi 18

DAFTAR PUSTAKA

http://rowlandpasaribu.files.wordpress.com/2013/02/bab-10-struktur-politik-sistem
pemerintahan-dan-demokrasi.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia
http://www.jambiekspres.co.id/berita-6818-demokrasi-politik-demokrasi-ekonomi.html
http://demokrasiindonesia.wordpress.com/2012/07/20/demokrasi-di-indonesia-dan-
sejarahnya/
http://asefts63.wordpress.com/materi-pelajaran/pkn-kls-8/pelaksanaan-demokrasi-dalam-
berbagai-aspek-kehidupan/
http://en.wikipedia.org/wiki/Democracy
http://makalahcyber.blogspot.com/2012/09/makalah-demokrasi-di-indonesia.html