Anda di halaman 1dari 31

DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER

DISUSUN OLEH :
Pipit Indah Wati
&
Ilham Fajar Raswan





PEMBIMBING :
dr. Armon Rahimi, Sp.PD. KPTI
RS. HAJI MEDAN
Demam Berdarah Dengue

Definisi

Dengue Haemorragic Faver (DHF) atau Demam Berdarah Dengue
(DBD).

Adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue
yang termasuk golongan Arthtropod Boon Virus Grup B yang
ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.
Nyamuk Aedes Aegypti
1. Berwarna hitam dengan
loreng putih di sekujur tubuh
nyamuk.

2. Bisa terbang hingga radius
100 meter dari tempat
menetas.

3. Nyamuk menghisap darah
pada pagi hari dan sore hari.

4. Senang hinggap di tempat
gelap dan benda tergantung
di dalam rumah.

5. Hidup di lingkungan rumah,
bangunan dan gedung.
Cara Penularan :
Ditularkan oleh nyamuk ades agypti
Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu
mengigit atau menghisap darah orang yang
Sakit DHF
Tidak Sakit DHF tapi dalam darah mengandung
virus dengue

Virus dengue yang dihisap akan
berkembang biak dan menyebar ke
seluruh tubuh nyamuk termasuk ke
kelenjar air
Bila nyamuk tersebut menghisap/
mengigit orang lain. Virus akan
dipindahkan bersma air liur nyamuk.
Bila orang yang tertular itu
Tidak mempunyai kekebalan (umumnya anak-anak)
virus itu akan menyerang trombosit (sel pembeku darah)
& merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler)
terjadi pendarahan & kekurangan cairan yang ada
didalam pembuluh darah

Bila orang mempunyai zat anti kekebalan virus tidak
berdaya orang tidak sakit

Tanda atau Gejala
Demam 2-7 hari,
tampak lemah dan lesu
Perut terasa nyeri
Tampak bintik-bintik merah
pada kulit
Kadang-kadang
mimisan
GEJALA KLINIS :
1.Demam mendadak disertai gejala klinik yang tidak spesifik :
anoreksia, nyeri punggung, nyeri perut (karena pembesaran
hati), nyeri sendi, nyeri kepala. Demam terjadi 2 - 7 hari.
2.Manifestasi perdarahan muncul pada hari ke 2 atau hari ke 3
- Uji torniqet (+).
- Petechie.
- Epitaksis, perdarahan gusi.
- Hematomisis, melena.
3. Hepatomegali.



4. Trombocytopeni nilai trombosit < 100.000/mm
5. Kenaikan nilai hematrokit 20%.
6.Manifestasi lain : nyeri epigastrium dan muntah.
7. Renjatan berat (DSS).
- nadi lemah dan cepat.
- TD menurun.
- Kulit teraba dingin dan lembab ujung hidung, jari
tangan dan kaki
- Gelisah kesadaran menurun.
- Sianosis disekitar mulut.
- Oliguri sampai anuri.


Patofisiologi

Derajat DHF :
1. Derajat I : Demam mendadak 2 - 7 hari dengan sakit
kepala, nyeri retro-orbital, mialgia, artralgia dan
manifestasi perdarahan jaringan, Test Torniquet (+).
2. Derajat II : Lebih berat dari golongan 1, gejala
perdarahan kulit, manifestasi perdarahan lain
(perdarahan gusi, epitaksis, hematemisis, melena).
3. Derajat III : Pasien mengalami renjatan dengan
kegagalan sirkulasi, nadi cepat dan lemah, tekanan
darah menurun, gelisah, kulit dingin.
4. Derajat IV : Gejala tersebut diatas ditambah renjatan
yang dalam dengan tekanan darah tidak teratur,nadi
tidak teraba.

Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium
Trombositopenia dan hemokonsentrasi merupakan kelainan yang selalu
ditemukan pada DBD. Penurunan jumlah trombosit <100.000/l biasa
ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-8 sakit, sering terjadi sebelum atau
bersamaan dengan perubahan nilai hematokrit. Hemokonsentrasi yang
disebabkan oleh kebocoran plasma dinilai dari peningkatan nilai
hematokrit.
b. Pemeriksaan Radiologis
Pada pemeriksaan radiologis bisa ditemukan efusi pleura, terutama
sebelah kanan.
c. Anti Dengue
Antibodi anti-dengue IgM akan timbul lebih dulu dari pada antibodi
antidengue IgG, dan biasanya sudah dapat terdeteksi pada hari ke 4-5.
Penatalaksanaan
Tirah baring
Medikamentosa
i. Antipiretik dapat diberikan, dianjurkan pemberian parasetamol.

ii. Diusahakan tidak memberikan obat-obat yang tidak diperlukan (misal
antasid, antiemetik) untuk mengurangi beban detoksifikasi obat dalam
hati.

iii. Kortikosteroid diberikan pada DBD ensefalopati apabila terdapat
perdarahan saluran cerna kortikosteroid tidak diberikan.

iv. Antibiotik diberikan untuk DBD ensefalopati.
Penatalaksanaan
Suportif
Kehilangnan cairan plasma perlu diatasi sebagai upaya
meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah
cairan kristaloid Ringer Laktat/Ringer Asetat/NaCl 0,9% atau
Dekstrosa 5% dalam RL/NaCl 0,9% 6-7ml/KgBB/jam. Monitor
tanda vital, kadar Ht dan trombosit tiap 6 jam.
Apabila selama observasi keadaan umum membaik, tekanan
darah dan nadi stabil, diuresis cukup, Ht cendrung menurun
minimal dalam 2X pemeriksaan berturut-turut maka tetesan
dukurangi mejadi 5ml/KgBB/jam. Bila dalam observasi
selanjutnya tetap stabil kurangi tetesan menjadi
3ml/KgBB/jam, kemudian evaluasi 12-24 jam bila stabil
dalam 24-48 jam cairan dihentikan.

Penatalaksanaan
Sepertiga kasus jatuh dalam keadaan syok, bila keadaan klinis
tidak ada perbaikan, gelisah, nafas dan nadi cepat, diuresis
kurang dan Ht meningkat maka naikkan tetes menjadi
10ml/kgBB/jam.

Bila syok belum teratasi dan Ht belum turun (Ht>40%),
berikan darah dalam volume kecil 10ml/KgBB. Apabila tampak
perdarahan masif, berikan darah segar 20ml/KgBB dan
lanjutkan cairan kristaloid 10ml/KgBB/jam

Pencegahan :
1. Secara Kimia
a. Fogging / pengasapan malathion
efektif pada jam aktif nyamuk, tidak ada angin kuat, serentak /
masal/ kompak

----- fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyelesaikan
masalah DHF
b. Obat bakar nyamuk bakar/semprot atau repelent
menyelesaikan masalah pada nyamuk dewasa


c. abatisasi/penaburan bubuk abate (1x3 bulan)
Menyerang pada fase Larvasidasi
Menaburkan bubuk abate 1 G (100 I + 10 gr
abate)
Menaburkan bubuk altosit 1,3 G (100 I + 2,5
gr altosit)
Menaburkan bubuk sumilarv 0,5 G (100 I +
0,25 gr sumilarv)




2. Secara Mekanik
PSN DHF
Gerakan 3 M Plus B
Menguras
Menutup Plus Bersihkan
Mengubur vas bunga, wadah minum burung pasang kelambu, pasang
kasa pada ventilasi, jangan banyak gantungan baju, jangan
mebiarkan ada air yang tergenang

3. Biologis
Predator : air kolam diisi ikan pemakan jentik
memelihara ikan yang kurang relatif kuat dan tahan,
misalnya ikan mujair, kepala timah/pantau
Insektisida Hayati (ekstrak tumbuh tumbuhan)
Memanfatkan Tanaman pengusir nyamuk dalam
keadaan hidup bisa ,mengusir nyamuk : geraniuk,
serai, alavender.


LAPORAN KASUS

Anamnesa pasien
ANAMNESA PRIBADI OS:
Nama : M. Reza Syahputra
Umur : 15 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Kawin : Belum Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Siswa SMP
Alamat : Jalan Pelita VI Gang Sejahtera
Suku : Padang


Telaah :
Os datang ke RS. Haji Medan dengan keluhan Demam.
Demam dirasakan Os sudah 1 minggu. Os mengaku
demam tinggi. Os merasa lemas dan sering pegal-pegal.
Os merasakan sakit perut. Os pernah minum obat
selama 3 hari. Os mengaku sesekali jajan makanan di
pinggir jalan. Nafsu makan os juga berkurang. Mual (-),
muntah (-), sakit kepala (+), BAK (+) Normal, BAB (+)
Normal.

Keluhan utama : Demam

RPT : -
RPO : Sanmol, Ibuproven, Amoxicilline.
RPK : Abang Os juga mengalami DHF
Anamnesa Umum
- Badan Kurang Enak : Ya
- Tidur : Tidak terganggu
- Merasa capek / lemas : Ya
- Berat Badan : menurun
- Merasa Kurang sehat : Ya
- Demam : Ya
- Menggigil : Ya
- Pening : Ya
- Nafsu Makan : berkurang
- Malas : Ya
- Nyeri Perut : Ya
Keadaan Umum
Sensorium : compos mentis
Tekanan Darah : 130/70 mmHg
Temperature : 36 C
Pernafasan : 20 x/menit, regular/ireguler,
tipe pernapasan thoracoabdominal
Nadi : 80x/menit,equal/inaqul,
teg/vol sedang,lemah,keras
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Abdomen
Inspeksi : soepel
Palpasi : nyeri tekan (+), teraba pembesaran
hepar 2cm di bawah arcus costa
Perkusi : timpani
Auskultasi : peristaltik (+)

Ekstremitas
Superior: Ptechie (+),
Rumple Leed Test (+)

Inferior: DBN
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Darah Rutin
Hb : 16.0 gr%
Leukosit : 800 mm
3

LED : 6 mm/jam
Eritrosit : 6.2 mm
3

MCV : 81.9 fl
MCH : 25.8 pg
MCHC : 31.6 %
Hematokrit : 50.6 %
Trombosit : 36.000 /uL

Widal Test
S. Thypii O : 1/40
S. Thypii H : 1/320
S. Parathypii AO : 1/40
S. Parathypii AH : 1/40
S. Parathypii BO : 1/40
S. Parathypii BH : 1/40
S. Parathypii CO : 1/320
S. Parathypii CH : 1/40

DIAGNOSA BANDING:
1. Demam Berdarah Dengue
(Dengue Haemorrhagic Fever)
Grade I
2. Demam Dengue
3. Thypoid Fever

DIAGNOSA KERJA:
Dengue Haemorrhagic Fever Grade I

PENATALAKSANAAN
1. Aktifitas : Bedrest
2. Diet : M II
3. Medikamentosa :
- IVFD RL 20 gtt/I
- Inj. Ondansetron 1amp / 8 jam
- Inj. Ranitidine 1 amp / 12 jam
- Ceftriaxone
- Neurodex 2x1 tab
- Paracetamol 3x1 tab
TERIMA KASIH