Anda di halaman 1dari 14

MEMBACA DAN MENULIS PUISI

Puisi merupakan bentuk ekspresi pemikiran yang membangkitkan perasaan dan


merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Hal itu merupakan sesuatu
yang penting yang dapat diekspresikan dan dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan.
Pembacaan puisi akan menarik bila pembaca puisi dapat memahami isi puisi,
memiliki lafal yang jelas, menguasai pola tekanan dan intonasi pembacaan teks puisi, serta
memiliki ekspresi dan gerak-gerik yang sesuai dengan isi puisi.
Dalam memahami puisi perlu memperhatikan lapis struktur puisi. Lapis struktur
puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin.
1. Struktur fisik
Struktur fisik puisi terdiri dari :
a. Diksi, yaitu pilihan kata yang tepat, padat dan kaya akan nuansa makna.
b. Baris
Dalam puisi, baris sebagai pencipta efek artistik dan pembangkit makn.
c. Enjambemen, yaitu peristiwa sambung menyambung dua larik sajak yang berurutan.
d. Rima, yaitu pengulangan bunyi dalam puisi.
e. Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam puisi adalah bahasa figuratif, yaitu bahasa yang digunakan
penyair untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung dengan makna lambang.
f. Tipografi, yaitu bentuk fisik puisi yang berupa penataan baris yang baik.

2. Struktur batin
Adapun stuktur batin pusi terdiri dari :
a. Sense, yaitu sesuatu yang diciptakan oleh penyair melalui puisinya
b. Subject matter, yaitu pokok pikiran yang ditemukan penyair melalui puisinya
c. Feeling/ perasaan, yaitu sikap penyair terhadap pembaca
d. Tema, yaitu ide dasar puisi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi
1. Intonasi yang tepat, meliputi :
a. Tempo (Cepat lambatnya suara)
b. Irama (keras lambatnya suara)
c. Nada (tinggi rendahnya suara)
d. Jeda (Perhentian sementara)
e. Aksentuasi (tekanan suara)
f. Kejelasan suara (volume suara)
2. Ekspresi meliputi :
a. Mimik (gerak wajah/ raut muka)
b. Panto mimik (gerak-gerik tubuh)
3. Penampilan
Agar dapat membaca puisi dapat diawali dengan membubuhkan tanda-tanda pembacaan.
Tanda-tanda pembacaan berfungsi sebagai rambu-rambu pola intonasi, nada, tempo, dan
irama pembacaan.
Rambu-rambu tersebut antara lain :
// : berhenti (.)
/ : berhenti sementara (,)
: intonasi naik
: intonasi turun
-- : Pengucapan kata dengan memberikan tekanan tertentu
: langsung pada baris berikutnya (enjambemen)
Contoh :
KEPAHITAN
Karya Elvira Haerani Yusuf

Ibu pertiwi
Terdengar suara rintihmu yang menoreh
Tubuhmu terkoyak oleh tetesan merah
Padam
Demi luka jiwa anakmu
Dia..........
Dia yang membuat ibu pertiwi menangis
Dia yang membuat ibu pertiwi kami menggelepar tiada bernyawa
Dia yang menaburkan sampah-sampah jahanam
Narkoba........
Apa salah dan dosa kami kepadamu
Apakah kami pernah mengusikmu
Dan apakah kami pernah menghancurkan kedamaianmu
Hentikanlah mengajak sukma kami
Hentikanlah membuat ibu pertiwi kami
Pergi, pergilah jauh dari secercah kesedihan kami
Ya tuhan
Nyalakanlah saklar lampu batin kami
Bantulah kami menyulam benang raga ibu kami
Agar kami dapat berdiri tegap kembali

Bahasa yang digunakan dalam pusi berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Puisi menggunakan bahsa yang ringkas namun kaya makna. Kata-kata
yang digunakan dalam puisi adalah kata-kata konotatif yang mengandung banyak penafsiran
dan pengertian.
Ciri-ciri puisi meliputi :
1. Dalam puisi terdapat pemadatan segala unsur kekuatan bahasa
2. Dalam penyusunannya unsur-unsur bahasa itu dirapihkan, diperbagus, dan diatur sebaik-
baiknya dengan memperhatikan irama dan bunyi
3. Puisi berisikan ungkapan pikiran dan perasaan penyaiar yang didasarkan oada pengalaman
yang bersifat imajinatif
4. Bahasa yang digunakan bersifat konotatif
5. Puisi dibentuk oleh struktur fisik (tipografi, diksi, majas, irama, dan rima) serta struktur batin
(tema, amanat, perasaan, nada, dan suasana puisi).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi :
1. Puisi diciptakan dalam suasana perasaan yang intens yang menuntut pengucapan jiwa yang
spotan dan padat. Dalam puisi seseorang berbicara dan mengungkapkan dirinya sendiri secara
ekspresif.
2. Penulisan puisi hendaknya didasarkan pada masalah atau berbagai hal yang menyentuh
kesadaran penulis sendiri. Tema yang ditulis untuk puisi hendaknya berangkat dari inspirasi
diri sendiri yang khas, sekecil dan sesederhana apa pun inspirasi itu.
3. Memikirkan cara penyampaian ide atau perasaan dalam berpuisi, meliputi gaya bahasa atau
majas.
Gaya bahasa adalah susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup
dalam hati penulis dan mampu menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca.
Gaya bahasa membuat kalimat-kalimat dalam puisi menajdi hidup, bergerak dan merangsang
pembaca untuk memberi reaksi tertentu dan berkontemplasi atas apa yang dikemukakan
penyair.
Contoh :

POTRET TUKANG SAMPAH
Karya Eka Budinata

Dengan perut lapar dan harapan kosong
Aku menelanmu, Jakarta
Kukunyah-kunyah sebuah mikrolet tua
Onggokan sampah telah jadi menu utamaku
Roda gerobak adalah sendok dan garpu
Tuhan, jangan beri aku uang
Baunya lebih kecut dari pada sampahku
Mendingan dibayang-bayang pohon mangga
Aku menyiapkan cerita untuk anak cucu
Untukmu, Jakarta
Untuk pengemudi bajaj, penyalur genteng
Dan pedagang kaki lima
Jakarta, seribu tahun genap sudah
Engkau masih compang-camping
Luka-luka tangis bayi dan jerit wanita dimana-mana
Bianglala di atas perkampungan
Bikin cinta terbakar dalam perut lapar

LADANG JAMUR
Karya Esha Teguh Putra

Dibuang, aku jauh.....
Ladang kata, ladang makna, ladang segala adalah
Tampak tanah yang lebih hebat rebahnya dari pada
Ladang ? adalah tampak kayu lebih lekuk simpangnya
Dari pada ladang ? tapi yang menghujam
Dari pusaran angin limbubu juga ladang

Baiklah jamur, tumbuhlah, logakmu ramah benalu
Rumpun yang tak pasti jadi dalam tidur para perupa lama
Dalam lempung yang dikirim bahasa kayu di tiap patahan menyiksa

Yang bersonggok kepalanya itu, mak, menabuh daun bawang
Merebut tiap kelopak masam daun bersayap
Diantara parak yang menyiksa peristiwa senja yang amat dalam kenangannya.
Tapi aku beranjak, dari tingkatan bunyi sendok dan kuali kosong di tangga setengah padam
Tetaplah jamur yang didapat, dikelubik dari pahatan kayu ladang
Menggulainya seketika dingin turun dari ujung atap rumah-resap ke kering badan

Tak mau lagi di buang, aku jauh.........
Sebab kumbang sering kali menikam padang
Di tiap susahnya perjumpaan ladang,
Itulah bahasa..............yang paling menyiksa
Tapi adalah tampak tanah yang lebih hebat rebahnya
Dari pada ladang-ladang ? adakah tampak
Kayu lebih lekuk simpangnya dari pada ladang ?

Kandang Padati 2008

DOSA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH MAHLUK

Hadirin kaum muslimin rohimakumjulloh
Dalam menapakan langkah / menginjakkan langkah manusia dalam jalan ketaqwaan,
memang sangat sulit banyak sekali godaan dan halangannya memang manusia bukan
malaikat yang selalu sholeh dan selamanya taat kepada Alloh SWT. Sudah dalam fitrahnya
manusia dalam hidupnya harus ada dalam medan ujian, yang akhirnya akan memetik hasil di
dunia sekarang dan di yaumul akhir juga akan ke surga atau ke neraka. Itu semua tergantung
pada kemampuan manusia menggunakan bekal hidup yang diberikan oleh Alloh yaitu akal,
hati dan nafsu. Jika manusia menggunakan akal serta menerima ajaran agamanya, niscaya
akan selamat hidupnya. Tapi sebaliknya, jika manusia dikuasai oleh nafsu godaan syetan,
maka akhirnya manusia akan celaka dan sengsara, baik di dunia atau nanti di akhirat.
Contoh bukti dalam sejarah manusia dan mahluk, ada tiga dosa dasar yang dilakukan
oleh mahluk Alloh SWT.
1. Arogansi, takabur dan sombong
Dilakukan oleh iblis melainkan diperintahkan oleh Alloh SWT untuk hormat kepada Adam.
Alloh SWT berfirman :



Dan Alloh menyuruh sujud kepada malaikat, bersujudlah kamu sekalian kepada adam, maka
para malaikat sujud kecuali iblis, dirinya menolak dengan rasa sombong dan takabur, dirinya
termasuk golongan orang kafir (QS Al Baqoroh : 34)
Dalam contoh, iblis adalah mahluk Alloh yang sombong yang diciptakan dari api
dibandingkan nabi Adam yang diciptakan dari tanah. Dimana dalam Al Quran dinyatakan
oleh Alloh dalam surat Shad ayat 76 dan surat Al Arof ayat 12



Iblis ber bicara, kami lebih baik dari pada Adam, kami diciptakan dari api, sedangkan Adam
diciptakan dari tanah.
Sifat sombong dicontohkan oleh setan dan iblis, jadi di zaman sekarang dilanjutkan oleh
manusia anak cucu Adam. Merasa dirinya kaya dan berpangkat, kepada manusia lain
menghina tidak ada rasa hormat, rasa inilah yang diibaratkan oleh manusia, tidak tahu
awalnya asal mula manusia, untuk kemana dan akan kembali ke mana, semuanya sama akan
kembali ke tanah yang asalnya kita semua diciptakan oleh Allah SWT.
2. Rasa Tamak dan Buruk Sangka
Kisah ini difirmankan oleh Alloh dalam surat Thoha ayat 120



Dan setan berbisik kepada ada, hai Adam kenapa kamu mau diberitahu pada pohon khuldi
yang akan memberikan kekuatan kepada kamu selamanya.
Maka akibatnya, akibat rasa serakah Adam, sebagai manusia selanjutnya terkena bujukan
setan untuk memakan buah khuldi itu. Akibatnya Adam dan istrinya Hawa diturunkan ke
dunia untuk menjalankan kehidupan selanjutnya sampai akhir hayatnya. Sifat Adam sebagai
dosa manusia yang pertama ini dilanjutkan pada zaman sekarang dilakukan oleh sebagian
manusia, rasa serakah, buruk sangka dan sebagainya.
Adam harus turun ke adalam dunia, memang takdir Alloh untuk mengisi alam dunia ini. Tapi
akibat rasa tanggung jawab Adam, adam merasa melakukan dosa, selanjutnya benar-benar
bertobat dan diterima oleh Alloh SWT. Doa adam diturunkan oleh Alloh dalam Al Quran
surat Al Arof ayat 23



Adam dan Hawa berdoa kepada Alloh yang agung saya sudah menyiksa diri, kalau kamu
tidak memaafkan saya, dan tidak memberiku rahmat pasti saya termasuk orang-orang yang
rugi.
3. Sifat Husud, Dengki ke sesama
Ini sifat pertama yang dilakukan oleh putra Adam as yaitu Qobil. Ini sifat dengki, hasud
ditanamkan oleh iblis kepada Qobil supaya membunuh adiknya, yaitu Habil karena Qurban
Habil diterima oleh Alloh SWT.
Dalam sejarah kehidupan Mahluk, peristiwa ini dipandang pembunuhan pertama yang
dilakukan oleh mahluk Alloh SWT, di muka bumi ini. Perbuatan iri dengki, hasud dan
pembunuhan di zaman sekarang sudah banyak terjadi di muka bumi, sebab manusia sudah
jauh dari ajaran islam yang memang mengharamkan pembunuhan.
Maka jalan keluar dari sifat-sifat di atas maka manusia harus kembali kepada jalan Alloh,
harus merasa berserah diri, serta tidak lupa seharusnya kita membaca taawudz niat meminta
perlindungan dari Alloh SWT. Semoga dijauhkan dari segala godaan setan.
MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH

Hadirin Ahli Jumat Rohimakumulloh
Umumnya manusia pernah mengalami menangis, paling tidak menangis pada waktu
dilahirkan ke alam dunia.
Selain dari menangisnya bayi dilahirkan, adala lagi beberapa menangis diantaranyayaitu :
1. Menangis karena mendapat kesusahan, sedih, sakit, dan sebagainya seperti mengis ditinggal
mati oleh istri, suami ibu, bapak, dan anak menangis karena sedih berpisah dengan orang
yang dicintai atau pura-pura sedih seperti menangisnya seorang nabi Yusuf as ketika
berdatangan bisikan kepada bapaknya (nabi Yakub as) membicarakan Yusuf ditimbun oleh
ajag. Padahal Yusuf oleh mereka dibuang ke sumur. Seperti yang menangis padahal hati
mereka sangat bahagia.
2. Menangis karena mendapat nikmat, menangis karena bahagia bertemu dengan anaknya yang
sudah lama bertahun-tahun tidak bertemu, mendapat penghasilan besar yang tidak disangka-
sangka atau jadi juara dipertandingan.
3. Menangis karena ada yang ditakuti, seperti menangis sabil tersedu-sedu terkesima karena
bertemu dengan harimau atau hewan buas lainnya. Lagi menyebrang ditengah sungai tiba-
tiba muncul buaya besar, rumah kebakaran dan lainnya
Malah ada lagi menangis yang justru jadi pekerjaan seperti menangisnya para pemain cerita,
menangis-menangis yang karena sebab model tadi tidak mutlak jadi kebagusan bagi agama
terus menangisnya belum tentu jadi merubah sikap terhadap tingkatan ketaqwaan terhadap
Alloh



Banyak-banyak mata menangis padahal hatinya keras merasa aman dari siksaan Alloh.
Hadirin Rohimakululloh
Takut kepada Alloh, takut kepada hantu, takud kepada siksaan Alloh, takut kepada ancaman
terhadap orang-orang yang melanggar perintah-Nya, yang karena itu takut tersedu-sedu
menangis sambil ingat terhadap segala dosa. Merasa penuh dan menyesal terhadap segala
kesalahan yang tidak pantas sambil istigfar meminta dimaafkan kepada Alloh serta azam
(janji) tidak sengaja dilakukan lagi itu kesalahan karena takut menadapat siksaan dari Alloh.
Menangis yang karena mendapat manfaat dan pahala yang besar.
Terdapat di Abi Hurairah Rasululloh SAW bersabda : Tujuh golongan yang berjaga di hari
kiamat dapat mendapat teduh-teduh perlindungan dari Alloh SWT diantanya yaitu


Dan laki-laki yang dzikir (ingat) kepada Alloh sambil menyendiri (dikamar) serta kedua
matanya mengeluarkan air mata karena takut kepada Alloh (Nashoihul Ibad ayat 50)
Hadirin Rohimakumulloh
Tidak bisa menangis karena takut kepada Alloh kalau tidak timbul dari penuh pengakuan
terhadap dosa, merasa seenaknya terhadap kewajiban, banyak melakukan kesalahan tidak
patuh terhadap perintah, lupa terhadap hidup di hari esok, hidup saja memikirkan kehidupan
dunia, tidak ingat kepada akhirat sampai terbayangkan hantu dan siksa Alloh kalau diri tidak
dimaafkan, tidak kembali berfikir
Dibicarakan Sayidina Umar Bin Khotob ra, mempunyai buku catata yang didalamnya dicatat
semua pekerjaan dia yang baik ataupun yang jelek, di setiap hari jumat itu catatan diteliti
sambil bersiap-siap membawa pecut kalau di dalam catatan itu terdapat catatan yang tidak
baik menurut agama, ia langsung memukul sendirinya oleh pecut sambil berbicara kepada
dirinya, kenapa kamu Umar melakukan pekerjaan itu ?. kalau ia mendengar ayat Al Quran
tentang siksaan ia bakal ngeluh sambil berkata :


Duh ! kalau saya tidak dilahirkan oleh ibu saya (Dzurotun nashihin ayat 240)
Hadirin Rohimakumulloh
Jadi, menangis yang mengandung kebikan dan pahala yang besar yaitu menangis yang takut
kepada Alloh. Menangis yang karena takut kepada Alloh barang mahal dan langka, belum
tentu orang bodoh, orang pintar berilmu juga mempunyai takut kepada Alloh.
Oleh karena itu mudah-mudahan kita semua diberi hati rasa takut kepada Alloh untuk
menunjang kebahagiaan di dunia maupun a

tata cara membaca puisi dengan baik dan benar

Interpretasi (penafsiran)
Untuk memahami sebuah puisi kita harus dapat menangkap simbol-simbol atau lambang-
lambang yang dipergunakan oleh penyair. Bila kita salah dalam menafsirkan makna
simbol/lambang, kita dapat salah dalam memahami isinya.

Teknik vokal
Untuk pengucapan yang komunikatif diperlukan penguasaan intonasi, diksi, jeda,
enjambemen, dan lafal yang tepat.

Performance (penampilan)
Dalam hal ini pembaca puisi dituntut untuk dapat memahami pentas dan publik



Banyak teman-teman yang bertanya padaku, bagaimana caranya membuat puisi Apakah
faktor bakat itu bisa menentukan? Duh, bagaimana aku harus menjawabnya ya, Selama ini
aku menulis puisi hanya karena aku ingin mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku, namun
agar ada bayangan tentang bagaimana cara menulis puisi, akan kucoba menguaraikannya di
sini, tapi pasti tidak akan memuaskan karena aku bukan alat pemuas, eh.salah penyair
maksudku.
Puisi berbeda dengan prosa. Sifat puisi lebih subyektif, artinya setiap orang memiliki
penafsiran yang berbeda terhadap makna puisi. Jadi yang tahu secara persis ten- tang isinya
ya hanya si penulisnya itu sendiri. Beda banget dengan prosa. Prosa lebih bersifat obyektif,
artinya setiap orang akan mempunyai penafsiran yang sama terhadap Isinya.Contoh setiap
orang pasti akan sepakat bila isi cerita Sangkuriang mengisahkan seorang anak yang ingin
menikahi ibunya .
Ditinjau dari bahasa yang digunakan dalam puisi, ada puisi yang berbentuk diafan yaitu puisi
transparan yang bahasanya mudah dimengerti, ada juga puisi prismatik yaitu puisi yang lebih
mengutamakan keindahan bahasa dan bunyi serta kedalaman makna. Puisi prismatik lebih
sulit ditangkap maknanya.
Menulis puisi dengan kalimat kalimat yang tidak dimengerti oleh orang lain, tapi mampu
mengekspresikan perasaan kita, itu sah-sah saja, karena dalam penulisan puisi, kita dilindungi
oleh lisencia puitica atau kebebasan mengekspresikan perasaan dengan gaya bahasa yang kita
inginkan.
Hal yang cukup penting untuk diketahui waktu menulis puisi diantaranya:
1.Mampu menentukan tema yaitu gagasan atau apa yang ingin kita ungkapkan.
2 Perasaan yaitu kita harus mampu mengekspresikan gagasan yang akan kita ungkapkan ke
dalam bahasa yang indah.
3.Nada dan suasana, ini menjelaskan tentang sikap yang ingin kita ungkapkan dalam puisi
kita, sehingga mampu menimbulkan suasana hati pembaca/ pendengar sesuai dengan yang
kita rasakan.
4. Amanat yaitu pesan tersirat yang ingin kita sampaikan dalam puisi kita. Amanat ini jangan
terkesan menggurui.
Unsur lainnya lagi yang harus kita ketahui adalah unsur batin puisi yang lebih di kenal
dengan sebutan unsur pencitraan. Puisi harus mampu menimbulkan imajinasi/ daya bayang
yang mampu mengaktifkan panca indra kita, khususnya indra perasa, pencium, pendengaran
dan peraba.
Naaahhhh bila kita telah tahu cara menulis puisi, sekarang mari kita belajar cara
Membacanya. Mengasyikan lho, membaca puisi karya sendiri. Membaca puisi itu sangat
mudah. Modal kita hanya keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi, ditambah
pengetahuan berikut :
1. Pemahaman kita harus memahami dengan baik unsure fisik dan batin puisi yang telah
kuuraikan di atas tadi.
2. Kehafalan yaitu kecermatan dalam membaca larik-larik puisi.
3. Pelafalan yaitu ketepatan dalam melafalkan kata-kata.
4. Intonasi yaitu gabungan antara nada, tempo dan tekanan pada waktu kita membaca puisi.
5. Ekspresi dan gerak mimik adalah penjiwaan dipadukan dengan gerak anggota tubuh
khususnya wajah.
Naahh mudah kan menulis dan membaca puisi itu? Satu hal yang perlu diingat, puisi yang
baik adalah puisi yang mampu mengungkapkan isi hati kita dengan jujur, mampu
menimbulkan kepuasan batin bagi kita yang menulisnya dan orang lain yang membacanya.
Untuk lebih jelas mari kita lihat sebuah contoh puisi yang baik. Ehwaktu puisi Ini
kubacakan di depan kelas, murid-muridku pada terharu dan ada yang menangis lho!
Yuk kita baca puisi ini
SENJA DI PELABUHAN KECIL
KARYA : CHAIRIL ANWAR
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali, kapal,perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercepat maut berpaut
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan.

Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak
Tiada lagi, aku sendiri.
Berjalan Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat sedu penghabisan bias kudekap
Puisi di atas mengekspresikan kepedihan yang mendalam, yang sulit terucapkan dengan kata-
kata, tapi di sinilah hebatnya Chairil, ia mampu mengekspresikannya tanpa ada kata sedih, Ia
mampu berbicara dengan hatinya. Puisi itu ditulis Chairil ketika ia merasa kecewa cintanya
ditolak oleh gadis pujaannya bernama Sri Ajati, seorang mahasiswi fakultas sastra.
Aku paling suka puisi itu, puisi itu seolah memberi gambaran bahwa laki-laki juga memiliki
hati yang sama dengan wanita. Mereka bisa putus asa, kecewa, cinta dan kehilangan. Tema
puisi itu tentu saja tentang cinta. Chairil mengekspresikannya dengan nada kecewa dan penuh
keharuan. Suasana yang ditimbulkannya pun, rasa haru yang begitu dalam, seolah ingin
bercerita betapa sunyi dan hampa hidupnya.
Meskipun puisi itu pengalaman Chairil, tapi kita tidak merasakan bahwa pengalaman itu
hanya pengalaman Chairil saja. Chairil telah berhasil mengangkat pengalaman pribadinya ke
tingkat universal yang bisa dirasakan pula oleh semua orang termasuk kita. Itulah puisi yang
baik, yang mampu mengungkapkan perasaan kita secara mendalam.
Ya puisi memang punya kekuatan yang hebat untuk mengungkapkan segalanya seperti apa
yang disampaikan oleh Taufik Ismail dalam puisinya di bawah ini
DENGAN PUISI AKU

Dengan puisi aku bernyanyi
Hingga senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Bila jarum waktu kejam mengiris

Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya











Penyair Angkatan 45
Ketika kita membahas masalah perkembangan sastra Indonesia, bayangan kita
seringkali tertuju pada angkatan-angkatan sastra Indonesia, seperti angkatan 1920-an
atau disebut juga angkatan Balai Pustaka; angkatan 1933, yang disebut juga angkatan
Pujangga Baru; angkatan 1945 yang disebut angkatan Pendobrak, dan angakatn 1966
atau disebut juga angkatan Orde Lama.
Karena genre sastra terdiri dari tiga bentuk (yaitu puisi, prosa, dan drama), maka
ada baiknya kita menganalisis perkembangan genre sastra ini dari tiga bentuk itu.
Dengan demikian, dalam pembelajaran ini Anda akan menganalisis perkembangan puisi,
prosa, dan drama dalam lingkup sastra Indonesia.
Perkembangan Puisi
Dilihat dari segi kewaktuan, puisi Indonesia dibedakan menjadi puisi lama dan puisi
modern. Puisi lama Indonesia umumnya berbentuk pantun atau syair. Dan bersifat
anonim karena tidak disebutkan siapa pengarangnya. Puisi lama menjadi milik
masyarakat.
Puisi modern, atau puisi baru, berkembang sejak bangsa Indonesia mengenal
pendidikan formal. Maka puisi modern Indonesia mulai muncul tahun 1920-an karena
pada tahun itulah bangsa terdidik Indonesia mulai muncul. Sejak itu puisi baru Indonesia
terus berkembang. Sejarah perpuisian Indonesia mencatat beberapa penyair berikut:
I Angkatan Balai Pustaka-Angkatan 66
1. Muhammad Yamin
2. Roestam Effendi
3. Sanusi Pane.
dll
2. Angkatan Pujangga Baru
1. Amir Hamzah
2. J.E. Tatengkeng
3. Sutan Takdir Alisjahbana
dll
3. Angkatan 45
1. Chairil Anwar
2. Sitor Situmorang
3. Asrul Sani
4. Harijadi S. Hartowardijo
dll
4. Angkatan 66
1. Rendra
2. Ramadhan K.H.
3. Toto Sudarto bachtiar
4. Sapardi Djoko Damono
5. Subagio Sastrowardojo
6. Ajip Rosidi
7. Kirdjomulyo
8. Taufik Ismail
9. Goenawan Mohamad
10. Masur Samin
11. Hartijo Andangdjaja
12. Piek Ardijanto Suprijadi
13. Slamet Sukirnanto
14. Toeti Heraty
15. Abdul Hadi W.M.
16. Darmanto Jatman

5. Angkatan 70-an
1. Sutardji Calzoum Bachri
2. Yudhistira Ardinugraha
3. Linus Suryadi A.G.
4. Leon Agusta
5. Hamid Jabar
6. Eka Budijanta
7. F. Rahardi
8. Emha Ainun Nadjib
9. Djawawi Imron

6. Angkatan 90-an
1. Sides Sudyarto D.S.
2. Rahim Qahhar
3. Arwan Tuti Arta
4. Gunoto saparie
5. Rusli Marzuki Saria
6. Husni Jamaluddin
7. Ibrahim Sattah
8. Agus Sarjono
9. Cecep Syamsul Hari
10. Soni Farid Maulana
11. Acep Zam-zam Nur
12. Joko Pinurbo
13. dll
7. Angkatan 2000
1. Nenden Lilis Aisyah
2. Mohamad Wan Anwar
3. Jamal D. Rahman
4. Djahjono Widianto
5.Djahjono Widarmanto dll
Penyebutan nama-nama di atas tentu saja masih belum lengkap karena penyair-penyair Indonesia yang
tersebar di berbagai daerah masih banyak. Boleh jadi jumlahnya sampai ratusan, bahkan ribuan. Yang tercatat
di atas hanyalah penyair-penyair yang secara intens kerap muncul di media massa dengan karya-karyanya, baik
karya berbentuk puisi itu sendiri maupun esai-esainya. Dan oleh pengamat sastra (kritikus) dicatat namanya
sebagai penyair yang karyanya layak disebut puisi-puisi yang bermutu.