Anda di halaman 1dari 24

BAB I

KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA


A. Konsep Keluarga
a. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang hidup
bersama melalui ikatan perkawinan dan kedekatan emosi yang masing-
masing mengidentifikasi diri sebagai bagian dari keluarga (Ekasari, 2000).
Menurut u!al, "##$ (dalam %upartini, 200&) mengemukakan
bahwa keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan
perkawinan, adopsi, dan kelahiran yang bertu'uan men(iptakan dan
mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik,
mental, emosional dan sosial setiap anggota.
)ailon, "#$* (dalam +(h'ar, 20"0) berpendapat bahwa keluarga
sebagai dua atau lebih indi!idu yang berhubungan karena hubungan darah,
ikatan perkawinan atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dalam peranannya dan men(iptakan serta
mempertahankan budaya.
Keluarga adalah suatu sistem sosial yang dapat menggambarkan
adanya 'aringan ker'a dari orang-orang yang se(ara regular berinteraksi
satu sama lain yang ditun'ukkan oleh adanya hubungan yang saling
tergantung dan mempengaruhi dalam rangka men(apai tu'uan (,eininger,
"#$-).
.adi dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah sekumpulan dua
orang atau lebih yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi,
hubungan darah, hidup dalam satu rumah tangga, memiliki kedekatan
emosional, dan berinteraksi satu sama lain yang saling ketergantungan
untuk men(iptakan atau mempertahankan budaya, meningkatkan
perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial setiap anggota dalam
rangka men(apai tu'uan bersama./
b. Tipe-tipe Keluarga
". Keluarga inti (nu(lear family)
Keluarga yang hanya terdiri ayah, ibu, dananak yang diperoleh dari
keturunannya, adopsi atau keduanya.
2. Keluarga besar (e0tended family)
Keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai
hubungan darah (kakek-nenek, paman bibi).
1. Keluarga bentukan kembali (dyadi( family)
Keluarga baru yang bentuk terbentuk dari pasangan yng ber(erai atau
kehilangan pasangannya.
&. 2rang tua tunggal (single parent family)
Keluarga yang terdiri dari salah satu orang tua dengan anak-anak
akibat per(eraian atau ditinggal pasangannya.
3. 4bu dengan anak tanpa perkawinan (the unmarried teenage mother)
2rang dewasa (laki-laki atau perempuan) yang tinggal sendiri tanpa
pernah menikah (the single adult li!ing alone)
Keluarga dengan anak tanpa pernikahan sebelumnya (the non marital
heterose0sual (obabiting family)
-. Keluarga yang di bentuk oleh pasangan yang ber'enis kelamin sama
(gay and lesbian family).
$. Keluarga 4ndonesia menganut keluarga besar (e0tended family), karena
masyarakat 4ndonesia terdiri dari berbagai suku hidup dalam satu
kominiti dengan adat istiadat yang sangat kuat (epkes 54. 2002)
. Tugas Per!e"bangan Keluarga
6erkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang ter'adi pada
sistem keluarga meliputi7 perubahan pola interaksi dan hubungan antar
anggota keluarga disepan'ang waktu. 6erubahan ini ter'adi melalui beberapa
tahapan atau kurun waktu tertentu. 6ada setiap tahapan mempunyai tugas
perkembangan yang harus dipenuhi agar tahapan tersebut dapat dilalui
dengan sukses.
6erawat perlu memahami setiap tahapan perkembangan keluarga serta
tugas tugas perkemabangannya. 8al ini penting mengingat tugas perawat
dalam mendeteksi adanya masalah keperawatan yang dilakukan terkait erat
dengan sifat masalah yaitu potensial atau aktual.
9ahap perkembangan dibagi menurut kurun waktu tertentu yang
dianggap stabil. Menurut 5odgers (it :riedman ("##*), meskipun setiap
keluarga melalui tahapan perkembangan se(ara unik, namun se(ara umum
seluruh keluarga mengikuti pola yang sama.
9ahap perkembangan keluarga menurut u!all dan Milller (:riedman,
"##*);
4. 6asangan )aru
Keluarga baru dimulai saat masing-masing indi!idu laki-laki (suami) dan
perempuan (istri) membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan
meninggalkan keluarga masing-masing. Meninggalkan keluarga bisa berarti
psikologis karena kenyataannya banyak keluarga baru yang masih tinggal
dengan orang tuanya.
ua orang yang membentuk keluarga baru membutuhkan penyesuaian
peran dan fungsi. Masing-masing bela'ar hidup bersama serta beradaptasi
dengan kebiasaan sendiri dan pasangannya, misalnya makan, tidur, bangun
pagi dan sebagainya. 9ugas perkembangan;
". Membina hubungan intim danmemuaskan.
2. membina hubungan dengan keluarga lain, teman dan kelompok sosial.
1. mendiskusikan ren(ana memiliki anak.
&. Keluarga baru ini merupakan anggota dari tiga keluarga 7 keluarga suami,
keluarga istri dan keluarga sendiri.
44. Keluarga <(hild bearing= kelahiran anak pertama
imulai se'ak hamil sampai kelahiran anak pertama dan berlan'ut sampai
anak berumur 10 bulan atau 2,3 tahun.
9ugas perkembangan kelurga yang penting pada tahap ini adalah;
". 6ersiapan men'adi orang tua.
2. +daptasi dengan perubahan anggota keluarga, peran, interaksi, hubungan
se0ual dan kegiatan.
1. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
6eran utama perawat adalah mengka'i peran orang tua7 bagaiaman orang
tuan berinteraksi dan merawat bayi. 6erawat perlu menfasilitasi hubungan
orang tua dan bayi yang positif dan hangat sehingga 'alinan kasih sayang
antara bayi dan orang tua dapat ter(apai.
444. Keluarga dengan anak pra sekolah
9ahap ini dimulai saat anak pertama berumur 2,3 tahun dan berakhir saat
anak berusia 3 tahun. 9ugas perkembangn
". Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti kebutuhan tempat tinggal,
pri!asi dan rasa aman.
2. Membantu anak untuk bersosialisasi
1. )eradaptasi dengan anaky baru lahir, sementara kebutuhan anak lain 'uga
harus terpenuhi.
&. Mempertahankan hubungan yang sehat baik didalam keluarga maupun
dengan masyarakat.
3. 6embagian waktu untuk indi!idu, pasangan dan anak.
-. 6embagian tanggung 'awab anggota keluarga.
$. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang.
4>. Keluarga dengan anak sekolah
9ahap ini dimulai saat anak berumur - tahun (mulai sekolah ) dan berakhir
pada saat anak berumur "2 tahun. 6ada tahap ini biasanya keluarga men(apai
'umlah maksimal sehingga keluarga sangat sibuk. %elain akti!itas di sekolah,
masing-masing anak memiliki minat sendiri. mikian pula orang tua
mempunyai akti!itas yang berbeda dengan anak.
9ugas perkembangan keluarga;
". Membantu sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah dan lingkungan.
2. Mempertahankan keintiman pasangan.
1. Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat,
termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga.
6ada tahap ini anak perlu berpisah dengan orang tua, memberi kesempatan
pada anak untuk nbersosialisasi dalam akti!itas baik di sekolah maupun di
luar sekolah.
>. Keluarga dengan anak rema'a
imulai saat anak berumur "1 tahun dan berakhir - sampai $ tahun
kemudian. 9u'uannya untuk memberikan tanggung 'awab serta kebebasan
yang lebih besar untuk mempersiapkan diri men'adi orang dewasa.
9ugas perkembangan
". Memberikan kebebasan yang seimbnag dengan tanggung 'awab.
2. Mempertahankan hubungan yang intim dengan keluarga.
1. Mempertahankan komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua.
8indari perdebatan, ke(urigaan dan permusuhan.
6erubahan sistem peran dan peraturan untuk tumbuh kembang keluarga.
Merupakan tahap paling sulit karena orang tua melepas otoritasnya dan
membimbing anak untuk bertanggung 'awab. %eringkali mun(ul konflik
orang tua dan rema'a.
>4. Keluarga dengan anak dewasa
imulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan berakhir pada
saat anak terakhir meninggalkan rumah. ,amanya tahapan ini tergantung
'umlah anak dan ada atau tidaknya anak yang belum berkeluarga dan tetap
tinggal bersama orang tua. 9ugas perkembangan;
". Memperluas keluarga inti men'adi keluarga besar.
2. Mempertahankan keintiman pasangan.
1. Membantu orang tua memasuki masa tua.
&. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat.
3. 6enataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga.
>44. Keluarga usia pertengahan
9ahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan
berakhir saat pensiun atau salah satu pasangan meninggal. 6ada beberapa
pasangan fase ini dianggap sulit karena masa usia lan'ut, perpisahan dengan
anak dan perasaan gagal sebagai orang tua.
". 9ugas perkembangan.
2. Mempertahankan kesehatan.
1. Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan teman sebaya dan
anak-anak.
&. Meningkatkan keakraban pasangan.
3. :okus mempertahankan kesehatan pada pola hidup sehat, diet seimbang,
olah raga rutin, menikmati hidup, peker'aan dan lain sebagainya.
>444. Keluarga usia lan'ut
imulai saat pensiun sanpai dengan salah satu pasangan meninggal dan
keduanya meninggal. 9ugas perkembangan;
". Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan.
2. +daptasi dengan perubahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik
dan pendapatan.
1. Mempertahankan keakraban suami?istri dan saling merawat.
&. Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat.
3. Melakukan life re!iew.
-. Mempertahankan penataan yang memuaskan merupakan tugas utama
keluarga pada tahap ini.
#. $ungsi Keluarga
a. :ungsi +fektif
Keluarga yang saling menyayangi dan peduli terhadap anggota keluarga
yang sakit 9)@ akan memper(epat proses penyembuhan. Karena
adanya partisipasi dari anggota keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit.
b. :ungsi %osialisasi dan 9empat )ersosialisasi
:ungsi keluarga mengembangkan dan melatih untuk berkehidupan
sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang
lain. 9idak ada batasan dalam bersosialisasi bagi penderita dengan
lingkungan akan mempengaruhi kesembuhan penderita asalkan
penderita tetap memperhatikan kondisinya .%osialisasi sangat
diperlukan karena dapat mengurangi stress bagi penderita.
(. :ungsi 5eproduksi
Keluarga berfungsi untuk mempertahankan generasi dan men'aga
kelangsungan keluarga.an 'uga tempat mengembangkan fungsi
reproduksi se(ara uni!ersal, diantaranya ; seks yang sehat dan
berkualitas, pendidikan seks pada anak sangat penting.
d. :ungsi Ekonomi
Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti
kebutuhan makan, pakaian dan tempat untuk berlindung (rumah). an
tempat untuk mengembangkan kemampuan indi!idu meningkatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
e. :ungsi 6erawatan ? 6emeliharaan Kesehatan
)erfungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga
agar tetap memiliki produkti!itas tinggi. :ungsi ini dikembangkan
men'adi tugas keluarga di bidang kesehatan.
e. Tugas Keluarga %ala" Kese&atan
ikaitkan dengan kemampuan keluarga dalam melaksanakan 3 tugas
keluarga di bidang kesehatan yaitu ;
a. Mengenal masalah kesehatan keluarga
Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan
karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena
kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga
habis.Ketidaksanggupan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan
pada keluarga salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan .
Kurangnya pengetahuan keluarga tentang pengertian, tanda dan ge'ala,
perawatan dan pen(egahan iabetes Melllitus.
b. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga
9ugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk men(ari
pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga,dengan
pertimbangkan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan
memutuskan menentukan tindakan keluarga. 9indakan kesehatan yang
dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat
dikurangi bahkan teratasi. Ketidaksanggupan keluarga mengambil
keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat,disebabkan karena
keluarga tidak memahami mengenai sifat, berat dan luasnya masalah serta
tidak merasakan menon'olnya masalah.
. Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
Keluarga dapat mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi
keluarga memiliki keterbatasan. Ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit dikarenakan tidak mengetahui (ara perawatan
pada penyakitnya. .ika demikian ,anggota keluarga yang mengalami
gangguan kesehatanperlu memperoleh tindakan lan'utan atau perawatan
dapat dilakukan di institusi pelayanan kesehatan.
d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan
keluarga
6emeliharaan lingkungan yang baik akan meningkatkan kesehatan
keluarga dan membantu penyembuhan. Ketidakmampuan keluarga dalam
memodifikasi lingkungan bisa di sebabkan karena terbatasnya sumber-
sumber keluarga diantaranya keuangan, kondisi fisik rumah yang tidak
memenuhi syarat.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi
keluarga
Kemampuan keluarga dalam memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan akan membantu anggota keluarga yang sakit memperoleh
pertolongan dan mendapat perawatan segera agar masalah teratasi.
B. Proses Asu&an Kepera'atan Keluarga
(. Peng!a)ian
6engka'ian adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oleh perawat
untuk mengukur keadaan klien (keluarga) dengan menangani norma-norma
kesehatan keluarga maupun sosial, yang merupakan system terintegrasi dan
kesanggupan keluarga untuk mengatasinya. (Effendy, "##*)
6engumpulan data dalam pengka'ian dilakukan dengan wawan(ara,
obser!asi, dan pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. 6engka'ian asuhan
keperawatan keluarga menurut teori?model :amily @entre Aursing :riedman
("#**), meliputi $ komponen pengka'ian yaitu ;
a. ata Bmum
") 4dentitas kepala keluarga
2) Komposisi anggota keluarga
1) Cenogram
&) 9ipe keluarga
3) %uku bangsa
-) +gama
$) %tatus sosial ekonomi keluarga
b. +ktifitas rekreasi keluarga
") 5iwayat dan tahap perkembangan keluarga
2) 9ahap perkembangan keluarga saat ini
1) 9ahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
&) 5iwayat keluarga inti
3) 5iwayat keluarga sebelumnya
(. ,ingkungan
") Karakteristik rumah
2) Karakteristik tetangga dan komunitas tempat tinggal
1) Mobilitas geografis keluarga
&) 6erkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
3) %ystem pendukung keluarga
d. %truktur keluarga
") 6ola komunikasi keluarga
2) %truktur kekuatan keluarga
1) %truktur peran (formal dan informal)
&) Ailai dan norma keluarga
e. :ungsi keluarga
") :ungsi afektif
2) :ungsi sosialisasi
1) :ungsi perawatan kesehatan
f. %tress dan koping keluarga
") %tressor 'angka pan'ang dan stressor 'angka pendek serta kekuatan
keluarga
2) 5espon keluarga terhadap stress
1) %trategi koping yang digunakan
&) %trategi adaptasi yang disfungsional
g. 6emeriksaan fisik
") 9anggal pemeriksaan fisik dilakukan
2) 6emeriksaan kesehatan dilakukan pada seluruh anggota keluarga
1) +spek pemeriksaan fisik mulai dari !ital sign, rambut, kepala, mata,
mulut, 989, leher, thoraks, abdomen, ekstremitas atas dan bawah, system
genetalia
&) Kesimpulan dari hasil pemeriksaan fisik
h. 8arapan keluarga
") 9erhadap masalah kesehatan keluarga
2) 9erhadap petugas kesehatan yang ada
+da beberapa tahap yang perlu dilakukan saat pengka'ian menurut %upra'i
(200&) yaitu;
a. Membina hubungan baik
alam membina hubungan yang baik, hal yang perlu dilakukan antara
lain, perawat memperkenalkan diri dengan sopan dan ramah tamah, men'elaskan
tu'uan kun'ungan, meyakinkan keluarga bahwa kehadiran perawat adalah
menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di keluarga, men'elaskan luas
kesanggupan bantuan perawat yang dapat dilakukan, men'elaskan kepada
keluarga siapa tim kesehatan lain yang ada di keluarga.
b. 6engka'ian awal
6engka'ian ini terfokus sesuai data yang diperoleh dari unit pelayanan
kesehatan yang dilakukan.
(. 6engka'ian lan'utan (tahap kedua)
6engka'ian lan'utan adalah tahap pengka'ian untuk memperoleh data
y-ang lebih lengkap sesuai masalah kesehatan keluarga yang berorientasi pada
pengka'ian awal. isini perawat perlu mengungkapkan keadaan keluarga hingga
penyebab dari masalah kesehatan yang penting dan paling dasar.
* %iagnosa Kepera'atan
iagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggunakan dan
menggambarkan respons manuasia. imana keadaan sehat atau perubahan pola
interaksi potensial?a(tual dari indi!idu atau kelompok dimana perawat dapat
menyusun inter!ensi-inter!ensi definiti!e untuk mempertahankan status kesehatan
atau untuk men(egah perubahan (@arpenito, 2000).
Bntuk menegakkan diagnosa dilakukan 2 hal, yaitu;
a. +nallisa data
Mengelompokkan data sub'ektif dan ob'ektif, kemudian dibandingkan
dengan standar normal sehingga didapatkan masalah keperawatan.
b. 6erumusan diagnosa keperawatan
Komponen rumusan diagnosa keperawatan meliputi;
") Masalah (problem) adalah suatu pernyataan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar
manusia yang dialami oleh keluarga atau anggota keluarga.
2) 6enyebab (etiologi) adalah kumpulan data sub'ektif dan ob'ektif.
1) 9anda (sign) adalah sekumpulan data sub'ektif dan ob'ektif yang diperoleh
perawat dari keluarga se(ara langsung atau tidak langsung atau tidak yang
emndukung masalah dan penyebab.
alam penyusunan masalah kesehatan dalam perawatan keluarga menga(u
pada tipologi diagnosis keperawatan keluarga yang dibedakan men'adi 1
kelompok, yaitu;
") iagnosa sehat?Dellness?potensial
Eaitu keadaan se'ahtera dari keluarga ketika telah mampu memenuhi
kebutuhan kesehatannya dan mempunyai sumber penun'ang kesehatan yang
memungkinkan dapat digunakan. 6erumusan diagnosa potensial ini hanya terdiri
dari komponen 6roblem (6) sa'a dan sign ?symptom (%) tanpa etiologi (E).
2) iagnosa an(aman?risiko
Eaitu masalah keperawatan yang belum ter'adi. iagnosa ini dapat
men'adi masalah a(tual bila tidak segera ditanggulangi. 6erumusan diagnosa
risiko ini terdiri dari komponen problem (6), etiologi (E), sign?symptom (%).
1) iagnosa nyata?a(tual?gangguan
Eaitu masalah keperawatan yang sedang di'alani oleh keluarga dan
memerlukn bantuan dengan (epat. 6erumusan diagnosa a(tual terdiri dari problem
(6), etiologi (E), dan sign?symptom (%).
6erumusan problem (6) merupakan respons terhadap gangguan
pemenuhan kebutuhan dasar. %edangkan etiologi menga(u pada 3 tugas keluarga.
alam :riedman (F##*) diagnosa-diagnosa keperawatan pilihan A+A+
yang (o(ok untuk praktek keperawatan keluarga seperti tabel dibawah ini;
Kategori iagnosa A+A+ iagnosa Keperawatan
6ersepsi kesehatan-pola
mana'emen kesehatan
Mana'emen kesehatan yang dapat di ubah
6erilaku men(ari sehat
Kognitif-pola latihan Kerusakan penatalaksanaan lingkungan rumah
6eran-pola persepsi Kurang pengetahuan
Konflik keputusan
6eran-pola hubungan )erduka antisipasi
)erduka disfungsional
Konflik peran orang tua isolasi so(ial
6erubahan dalam proses keluarga
6erubahan penampilan peran
5isiko perubahan dalam men'adi orang tua
6erubahan men'adi orang tua
5isiko terhadap kekerasan
Koping pola G pola toleransi
terhadap stress
Koping keluarga potensial terhadap
pertumbuhan
Koping keluarga tidak efektif ; menurun
Koping keluarga tidak efektif ; ke(a(atan
+. Perenanaan
6eren(anaan adalah sekumpulan tindakan yang ditentukan perawat untuk
dilaporkan dalam meme(ahkan masalah kesehatan dan keperawatan yang telah
diidentifikasi (Efendy,"##*).
6enyusunan ren(ana perawatan dilakukan dalam 2 tahap yaitu pemenuhan
skala prioritas dan ren(ana perawatan (%upra'itmo, 200&).
a. %kala prioritas
6rioritas didasarkan pada diagnosis keperawatan yang mempunyai skor
tinggi dan disusun berurutan sampai yang mempunyai skor terendah. alam
menyusun prioritas masalah kesehatan dan keperawatan keluarga harus
didasarkan beberapa (riteria sebagai berikut ;
". %ifat masalah (a(tual, risiko, potensial)
2. Kemungkinan masalah dapat diubah
1. 6otensi masalah untuk di(egah
&. Menon'olnya masalah
%koring dilakukan bila perawat merumuskan diagnosa keperawatan telah
dari satu proses skoring menggunakan skala yang telah dirumuskan oleh )ailon
dan Maglay ("#$*) dalam Effendy ("##*).
Kriteria )obot %kor
%ifat masalah " +ktual H 1
5isiko H 2
6otensial H "
Kemungkinan masalah
untuk dipe(ahkan
2 Mudah H 2
%ebagian H "
9idak dapat H 0
6otensi masalah untuk
di(egah
" 9inggi H 1
@ukup H 2
5endah H "
Menon'olnya masalah " %egera diatasi H 2
9idak segera diatasi H "
9idak dirasakan adanya masalah H
0
6roses s(oring dilakukan untuk setiap diagnosa keperawatan ;
9entukan skornya sesuai dengan kriteria yang dibuat perawat
%kor dibagi dengan angka tertinggi dan dikaitkan dengan bobot
.umlahkan skor untuk semua (riteria
%kor tertinggi berarti prioritas (skor tertinggi 3)
b. 5en(ana
,angkah pertama yang dilakukan adalah merumuskan tu'uan keperawatan.
9u'uan dirumuskan untuk mengetahui atau mengatasi serta meminimalkan
stressor dan inter!ensi diran(ang berdasarkan tiga tingkat pen(egahan.
6en(egahan primer untuk memperkuat garis pertahanan fleksibel, pen(egahan
sekunder untuk memperkuat garis pertahanan sekunder, dan pen(egahan tersier
untuk memperkuat garis pertahanan tersier (+nderson I :allune, 2000).
9u'uan terdiri dari tu'uan 'angka pan'ang dan tu'uan 'angka pendek.
9u'uan 'angka pan'ang menga(u pada bagaimana mengatasi problem?masalah (6)
di keluarga. %edangkan penetapan tu'uan 'angka pendek menga(u pada bagaimana
mengatasi etiologi yang berorientasi pada lima tugas keluarga.
+dapun bentuk tindakan yang akan dilakukan dalam inter!ensi nantinya
adalah sebagai berikut ;
". Menggali tingkat pengetahuan atau pemahaman keluarga mengenai masalah
2. Mendiskusikan dengan keluarga mengenai hal-hal yang belum diketahui dan
meluruskan mengenai inter!ensi?interpretasi yang salah.
1. Memberikan penyuluhan atau men'elaskan dengan keluarga tentang faktor-
faktor penyebab, tanda dan ge'ala, (ara menangani, (ara perawatan, (ara
mendapatkan pelayanan kesehatan dan pentingnya pengobatan se(ara teratur.
&. Memoti!asi keluarga untuk melakukan hal-hal positif untuk kesehatan.
3. Memberikan pu'ian dan penguatan kepada keluarga atas apa yang telah
diketahui dan apa yang telah dilaksanakan.
,. Pela!sanaan
6elaksanaan dilaksanakan berdasarkan pada ren(ana yang telah disusun.
8al-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan
terhadap keluarga yaitu ;
a. %umber daya keluarga
b. 9ingkat pendidikan keluarga
(. +dat istiadat yang berlaku
d. 5espon dan penerimaan keluarga
e. %arana dan prasarana yang ada pada keluarga.
-. E.aluasi
E!aluasi merupakan kegiatan membandingkan antara hasil implementasi
dengan (riteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya.
Kerangka ker'a !aluasi sudah terkandung dalam ren(ana perawatan 'ika se(ara
'elas telah digambarkan tu'uan perilaku yang spesifik maka hal ini dapat berfungsi
sebagai (riteria e!aluasi bagi tingkat akti!itas yang telah di(apai (:riedman,"##*)
E!aluasi disusun mnggunakan %2+6 dimana ;
% ; ungkapan perasaan atau keluhan yang dikeluhkan se(ara subyektif oleh keluarga
setelah diberikan implementasi keperawatan.
2 ; keadaan obyektif yang dapat diidentifikasi oleh perawat menggunakan
pengamatan yang obyektif.
+ ; merupakan analisis perawat setelah mengetahui respon subyektif dan obyektif.
6 ; peren(anaan selan'utnya setelah perawat melakukan analisis (%upra'itno,200&)
BAB II
$OKUS /ASALA0 KESE0ATAN KELUARGA
(. PENGERTIAN
+dalah suatu penyakit kronik yang komplek disertai berbagai kelainan
metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi
kronik pada mata, gin'al, saraf dan pembuluh darah disertai lesi pada membran
basalis dalam pemeriksaan dengan membran ele(tron (Aasrul Effendy, "##& ;
""").
*. KLASI$IKASI
Menurut Soeparman klasifikasi iabetes Mellitus ;
a. 4nsulin ependent iabetes Mellitus (4M) ? 9ipe 4
ikenal dengan iabetes Mellitus ketergantungan insulin, penggolongan
iabetes Melitus ini didasarkan atas faktor keturunan (genetik) sebagai pemegang
peranan penting dalam menentukan ke(enderungan mengidap penyakit ini,
6enyakit ini sering ter'adi pada indi!idu di bawah usia 10 tahun dan mengalami
kekurangan insulin akibat kerusakan sel-sel beta pan(reas
b. Aon 4nsulin ependent iabetes Mellitus ? 9ipe 44
9er'adi kekurangan insulin relatif karena resisten terhadap insulin atau
penurunan sensiti!itas 'aringan, penderita dengan tipe 44 ini dapat mengalami
kadar insulin normal, sedikit tertekan atau meningkat dan biasanya tidak
membutuhkan insulin untuk mengontrol hiperglikemia.
(. C9C ( Cangguan 9oleransi Clukosa)
Cangguan 9oleransi Clukosa biasanya tanpa ge'ala, kadar gula puasa lebih
dari "20 mg J 2 'am 66, lebih dari "&0-200 mg J, normalnya kadar gula $0-""0
mg J
d. iabetes Melitus Cestasi (Cestational iabetes Mellitus)
Eaitu iabetes Melitus yang ter'adi pada saat kehamilan, menentukan
iabetes Mellitus Cestasi dengan 9C2 (9est Clukosa 2ral), "00 gr setelah " 'am
66 "03, 2 'am 66 "-3 mg J, 1 'am 66 "&3 mg J
+. ETIOLOGI
a. Kelainan dari fungsi 'umlah sel beta yang bersifat genetik ? menurun
b. :ungsi yang merubah integritas sel beta ;
") 4nfeksi
2) 2besitas
1) Kehamilan
(. Cangguan sistem imun
") +uto imunitas disertai pembentukan sel-sel antibodi anti pankreas yang
menyebabkan kerusakan sel pankreas.
2) 6eningkatan kepekaan terhadap sel-sel beta oleh !irus.
,. PATO$ISIOLOGI
alam proses pen(ernaan yang normal, karbohidrat dari makanan diubah
men'adi glukosa, yang berguna sebagai bahan bakar atau energi bagi tubuh
manusia. 8ormon insulin mengubah glukosa dalam darah men'adi energi yang
digunakan sel. .ika kebutuhan energi telah men(ukupi, kebutuhan glukosa
disimpan dalam bentuk glukogen dalam hati dan otot yang nantinya bisa
digunakan lagi sebagai energi setelah direkon!ensi men'adi glukosa lagi. 6roses
penyimpanan dan rekon!ensi ini membutuhkan insulin. 4nsulin adalah hormon
yang dihasilkan oleh kelen'ar pankreas yang mengurangi dan mengontrol kadar
gula darah sampai pada batas tertentu.
iabetes Mellitus ter'adi akibat produksi insulin tubuh kurang 'umlahnya
atau kurang daya ker'anya, walaupun 'umlah insulin sendiri normal bahkan
mungkin berlebihan akibat kurangnya 'umlah atau daya ker'a insulin. Clukosa
yang tidak dapat dimanfaatkan oleh sel hanya terakumulasi di dalam darah dan
beredar ke seluruh tubuh. Cula yang tidak dikon!ensi berhamburan di dalam
darah, kadar glukosa yang tinggi di dalam darah akan dikeluarkan lewat urine,
tingginya glukosa dalam urine membuat penderita banyak ken(ing (polyuri),
akibatnya mun(ul ge'ala kehausan dan keinginan minum yang terus menerus
(polydipsi) dan ge'ala banyak makan (polypasia), walaupun kadar glukosa dalam
darah (ukup tinggi, tetapi tidak bisa dimasukkan dan dimanfaatkan oleh sel G sel
tubuh.
6en'elasan di atas dapat di perlihatkan melalui skema di bawah ini
estruksi sel )eta pulau ,angerhans
K
5esistensi insulin
K
efisiensi relatif insulin
K
Kegagalan pengambilan glukosa oleh 'aringan perifer
(+kibat peningkatan glikogenolisis dan glukoneogenesis)
K
6eningkatan ke(epatan lipolisis dan ketogenesis.
K
Ekskresi ke gin'al dan timbul manifestasi klinis
(polydipsi, polypagi, poliuri sebagai kompensasi)
-. TAN%A %AN GE1ALA
Ce'ala sering baru timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sesudah
mengidap penyakit ini. Ce'ala yang sering mun(ul adalah;
a. %ering buang air ke(il terutama pada malam hari.
b. Catal G gatal terutama pada alat kelamin bagian luar.
(. Kesemutan dan kram.
d. @epat merasa lapar dan kehausan.
e. @epat merasa lelah dan mengantuk.
f. )) menurun, nafsu makan bertambah.
g. 6englihatan kabur.
h. Catal.
i. Mudah timbul abses dan kesembuhan yang lama.
'. 4bu melahirkan bayi lebih dari & kg.
k. 4bu sering mengalami keguguran atau melahirkan bayi mati.
l. 4mpotensi pada pria, pluritis !ul!a pada wanita
2. PENATALAKSANAAN
alam 'angka pendek penatalaksanaan iabetes Mellitus bertu'uan untuk
menghilangkan keluhan atau ge'ala iabetes Mellitus. %edangkan tu'uan 'angka
pan'angnya adalah untuk men(egah komplikasi.
9u'uan tersebut dilaksanakan dengan (ara menormalkan kadar glukosa, lipid
dan insulin. Bntuk mempermudah ter(apainya tu'uan tersebut kegiatan
dilaksanakan dalam bentuk pengelolaan pasien se(ara holistik dan menga'arkan
kegiatan mandiri.
Kerangka utama penatalaksanaan iabetes Mellitus yaitu peren(anaan;
a. Makanan (diet) HL 6eren(anaan makan (Meal 6lanning).
8endaknya mengikuti pedoman 1. ('umlah, 'adwal, 'enis), yaitu ;
"). ." ; .umlah kalori yang diberikan harus habis.
2). .2 ; .adwal diet harus diikuti sesuai dengan waktu.
1). .1 ; .enis makanan yang manis harus dihindari termasuk pantang buah golongan
+ (mangga, nangka, rambutan, sawo, sirsak, nanas, anggur, duku, durian, 'eruk
manis). )atasi mengkonsumsi sumber karbohidrat seperti lontong, roti, ubi talas,
singkong, sagu, bihun, mie. %ama sekali hindari gula murni serta makanlah
makanan yang mengandung banyak serat seperti ; sayuran bayam, daun singkong,
daun pepaya.
b. ,atihan fisik ? olah raga
,atihan fisik dapat dilakukan tiga sampai empat kali seminggu selama 10
menit. 2lah raga yang men'adi pilihan adalah 'alan kaki, renang, bersepeda. )agi
penderita yang dirawat di rumah sakit dian'urkan latihan ringan teratur setiap hari
pada saat " M 'am sesudah makan dengan gerakan ringan di tempat tidur.
(. .aga kulit dari (edera
Men'aga kulit dari (edera terutama bagian kaki seperti (memakai alas kaki,
berhati-hati saat memotong kuku, hindarkan luka ? trauma, menggunakan sepatu
yang agak longgar).
d. Memantau kadar gula darah
e. 6engobatan
f. 6erawatan luka
3. KO/PLIKASI
Menurut serangannya dapat dibagi:
a. +kut.
") Koma hipoglikemi.
2) Ketoasidosis.
1) Koma hiperosmolar non ketotik.
b. Kronik.
") Makrongiopati dan mikrongiopati.
2) Aeuropati diabetik.
1) 5entan infeksi; 9)@, ginggi!itis, 4%K.
&) Kaki diabetik.
Cangren basah, merupakan akibat penutupan arteri yang mendadak terutama
pada anggota bawah di mana aliran darah sebelumnya men(ukupi, misalnya
ter'adi emboli yang akut. aerah yang terkena berber(ak-ber(ak dan bengkak.
Kulit kerap kali men'adi melepuh dan men'adi port dN entre, infeksi kerap kali
ter'adi supra infeksi, bisa ter'adi melalui daerah yang baru sa'a mengalami
epidermophyyosis. %ifat khas pada gangren basah sebagian disebabkan oleh
infeksi sehingga terdapat beberapa tingkatan infeksi kemerahan, pembengkakan
dan edema yang progresif di atas daerah yang terkena pada 'aringan yang nekrotik
oleh karena pembentukan gas oleh mikroorganisme meskipun bukan merupakan
faktor utama. Canggren (ir(ulatoir pada penderita diabetes, baik berbentuk basah
maupun kering dapat mengalami infeksi oleh karena 'aringan tersebut rentan.
6ada umumnya, proses septik men'adi dominan, sehingga gangren dan nekrose
men'adi lebih luas daripada kegagalan aliran darah itu sendiri. iabetik ganggren
men'adi istilah untuk menandai bahwa infeksi memegang peranan penting dan
menon'ol.
Menurut organ yang diserangnya
a. Kardio!askular ; hipertensi, 4nfark miokard.
b. Mata ; retinopati, katarak.
(. %yaraf ; neuropati.
d. 6aru G paru ; 9)@.
e. Kulit ; gangren, ulkus.
f. 8ati ; sirosis hepati(.
4.%iagnosa %ala" Tatanan Keluarga5 /as6ara!at.
iagnosa keperawatan keluarga yang mungkin mun(ul pada kasus
iabetes Mellitus adalah;
". Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah M yang ter'adi pada keluarga
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang arti, tanda atau
ge'ala penyakit iabetes Mellitus
2. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi
penyakit iabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami
mengenai sifat, berat dan luasnya masalah iabetes Melitus.
1. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan iabetes Mellitus
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang (ara pen(egahan
dan perawatan iabetes Mellitus.
&. Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan
yang dapat mempengaruhi penyakit iabetes Mellitus berhubungan dengan
kurangnya pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor
pen(etus iabetes Melitus
3. Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna
perawatan dan pengobatan M berhubungan dengan sikap keluarga yang kurang
tepat terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya pengetahuan
keluarga tentang pentingnya segera datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk
pengobatan penyakit iabetes Mellitus.
- Perenanaan
6eren(anaan yang dapat dilakukan pada +suhan keperawatan keluarga
dengan iabetes Melitus ini adalah sebagai berikut;
a). Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah M yang ter'adi pada keluarga
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit
iabetes Mellitus, yaitu ;
("). .elaskan arti penyakit iabetes Mellitus.
(2). iskusikan tanda-tanda dan penyebab penyakit iabetes Mellitus.
(1). 9anyakan kembali apa yang telah didiskusikan.
b). Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi
penyakit iabetes Mellitus berhubungan dengan keluarga tidak memahami
mengenai sifat, berat dan luasnya masalah iabetes Mellitus, yaitu ;
("). iskusikan tentang akibat penyakit iabetes Mellitus.
(2). 9anyakan bagaimana keputusan keluarga untuk merawat anggota
keluarga yang menderita iabetes Mellitus .
(). Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan iabetes
Melitus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang (ara
pen(egahan dan perawatan iabetes Mellitus, yaitu ;
("). .elaskan pada keluarga (ara-(ara pen(egahan penyakit iabetes Mellitus.
(2). .elaskan pada keluarga tentang manfaat istirahat, diet yang tepat dan olah
raga khususnya untuk anggota keluarga yang menderita iabetes Mellitus.
d). Ketidakmampuan keluarga dalam memelihara atau memodifikasi lingkungan
yang dapat mempengaruhi penyakit iabetes Melitus berhubungan dengan
kurangnya pemahaman keluarga tentang pengaruh lingkungan terhadap faktor
pen(etus iabetes Mellitus, yaitu ;
("). .aga lingkungan rumah agar bebas dari resiko ke(elakaan misalnya
benda yang ta'am.
(2). Cunakan alat pelindung bila beker'a misalnya sarung tangan.
(1). Cunakan bahan yang lembut untuk pakaian untuk mengurangi
ter'adinya iritasi.
e). Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan guna
perawatan dan pengobatan iabetes Mellitus berhubungan dengan sikap keluarga
yang kurang tepat terhadap pelayanan atau petugas kesehatan atau kurangnya
pengetahuan keluarga tentang pentingnya segera datang ke tempat pelayanan
kesehatan untuk pengobatan penyakit iabetes Mellitus,yaitu ;
("). .elaskan pada keluarga ke mana mereka dapat meminta pertolongan untuk
perawatan dan pengobatan iabetes Mellitus.
)+) 444
K+%B% AE+9+