Anda di halaman 1dari 49

Persentasi Epidemiologi

Pengumpulan Data
Oleh:
Kelompok 3
Dosen Pembimbing :
Dra. Masrizal Dt. Mangguang SKM, M.
Biomed
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Prodi Gizi
Anggota Kelompok :
Aisyah Mardina (1411222003)
Babby Ika Pratiwi (1411222011)
Cynthia Ariani Dewi (1411222018)
Ega Darma Putra (1411222024)
Refni Sarita (1411222027)
Meggyani Putri (1411222037)
Monica Yuliasari (1411222045)
Febby Bestya Mukti (1411222052)
Pengumpulan Data
Pengertian
Sumber Data
Metode
Teknik
Data Kuantitatif
Skala Ukuran
Pengertian pengumpulan Data
Diartikan sebagai proses atau kegiatan yang
dilakukan peneliti untuk mengungkapkan atau
menjaring berbagai fenomena, informasi atau
kondisi dilokasi penelitian.
SUMBER DATA
Data epidemiologi dapat berasal dari berbagai
sumber tergantung dari tujuan yang ingin
dicapai dan setiap sumber mempunyai
keuntungan dan kerugian.
Pengetahuan tentang sumber data merupakan
hal yang sangat penting untuk diketahui karena
data yang dikumpulkan harus sesuai dengan
tujuannya, sebab apabila terjadi kesalahan
dalam sumber data maka, akan megakibatkan
kesalahan dalam penarikan kesimpulan.
Data yang dikumpulkan dapat berupa :
1. Pengumpulan Data Primer
Untuk pengumpulan data primer,
sumber data terletak dimasyarakat
yang dapat dilakukan dengan cara :
- Survei epidemiologi
- Pengamatan epidemiologi
- Penyaringan
2.Pengumpulan Data Sekunder
Untuk pengumpulan data sekunder,
sumber data dapat berupa :
Sarana pelayanan kesehatan
Instansi yang berhubungan dengan
Absensi
Secara Internasional,data
epidemiologi dapat diperoleh dari
WHO
METODE PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan
berbagai metode berikut :
Mengumpulkan data dari catatan medik di
sarana pelayanan kesehatan atau instansi yang
berhubungan dengan kesehatan
Dengan melakukan survei
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan
teknik :
1. Wawancara
2. Angket
3. Observasi
4. Pemeriksaan
Wawancara
Wawancara merupakan proses interaksi atau
komunikasi secara langsung antara
pewawancara dengan responden.
Data yang dikumpulkan dapat bersifat :
Fakta
Sikap
Pendapat
Pengalaman
Keuntungan dan Kerugian teknik
wawancara
KEUNTUNGAN
Jawaban yang dilakukan oleh responden secara
spontan sehingga jawaban lebih dapat dipercaya
Dapat digunakan untuk menilai kebenaran dan
keyakinan terhadap jawabn yang diberikan
Dapat membantu responden untuk mengingat
kembali hal hal yang lupa
Data yang diperoleh berupa data primer.
KERUGIAN
Membutuhkan waktu yang lama dengan biaya yang
relatif besar
Mudah timbul bias yang disebabkan oleh :
Pewawancara, bila pewawancara kurang menghayati
permasalahan dan kurang memahami teknik wawancara
Responden, dalam menjawab pertanyaan responden
sering menyembunyikan hal yang sebenarnya terutama
pertanyaan yang bersifat pribadi
Pertanyaan yang diajukan pada responden,pertanyaan
yang kurang jelas atau yang mempunyai arti ganda hingga
membingungkan maka jawaban yang diberikan tidak tepat.
PEDOMAN PELAKSANAAN WAWANCARA
1. Pewawancara harus bersikap sopan, santun, sabar dan
dengan gaya bahasa yang menarik, tetapi jelas dan
sederhana agar dapat dimengerti oleh responden
2. Dalam melakukan wawancara hendaknya menggunakan
bahasa responden
3. Harus diciptakan suatu suasana psikologis yang sedemikian
rupa sehingga terjalin suatu kerja sama yang baik dan saling
mempercayai antara responden dan pewawancara
4. Suasana wawancara harus santai.
5. Wawancara diawali dengan pertanyaan yang mudah dijawab
6. Keadaan responden pada waktu akan diwawancarai harus
diperhatikan
7. Jangan terkesan tergesa gesa
Keberhasilan wawancara dapat
dicapai bila :
Pewawancara terampil dalam melakukan
wawancara
Pertanyaan yang diajukan sesuai dengan minat
responden dan responden memahami
pertanyaan dan percaya pada pewawancara
Rapport dapat tercapai
Suasana santai.
DAFTAR PERTANYAAN
Lampiran daftar pertanyaan merupakan
instrumen penting dalam pengumpulan
data.Lampiran ini berisi pertanyaan yang
akan diajukan pada responden dan sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai.
Tujuan pembuatan daftar pertanyaan adalah
agar tidak dapat pertanyaan penting yang
terlewatkan
PEDOMAN PENYUSUNAN DAFTAR PERTANYAAN
Untuk menulis pertanyaan yang diajukan hendaknya memperhatikan hal-hal
berikut :
1.Pertanyaan harus singkat,jelas dan sederhana hingga mudah dimengerti
oleh pewawancara maupun responden.
2.Pertanyaan jangan menyinggung perasaan responden.
3.Pertanyaan jangan menjurus pada satu jawaban yang dapat ditebak
sebelumnya.
4.Pertanyaan hendaknya sesedikit mungkin mengharuskan responden untuk
mengingat masa lalu.
5.Pertanyaan sedapat mungkin tidak mengharuskan responden untuk
menghitung.
6.Pertanyaan harus mudah diingat oleh pewawancara.
7.Bila perlu,berikan pertanyaan tambahan,misalnya pertanyaan tentang
kehamilan ditambahkan pertanyaan yang status marital.
8.Pertanyaan jangan rancu.
TIPE PERTANYAAN
Dalam pengumpulan data,pertanyaan yang
diajukan dapat berupa :
Pertanyaan tertutup
Pertanyaan terbuka
Kombinasi.
PERTANYAAN TERTUTUP
Pada pertanyaan tertutup,jawaban responden
dibatasi dan hanya memilih jawaban yang
sesuai.Untuk pertanyaan tertutup dapat berupa:
Dikhotom
Pilihan ganda
Keuntungan Pertanyaan Tertutup
Data yang diperoleh lebih luas.
Responden mempunyai kesempatan untuk
memilih lebih luas.
Pengolahan data tidak sulit.
Kerugian Pertanyaan Tertutup
Bila butir pertanyaan terlalu banyak akan
membingungkan responden
Jawaban lebih dari satu
PERTANYAAN TERBUKA
Pertanyaan terbuka biasanya digunakan untuk memperoleh data
tentang :
Pendapat
Saran
Persepsi
Proses
Keuntungan :
Responden dapat dengan leluasa mengemukakan hal yang
ditanyakan.
Informasi yang diperoleh banyak dan mendalam.
Kerugian :
Pengolahan data membutuhkan keahlian khusus.
Tidak dapat dilakukan pada sampel yang besar.
ANGKET
Pada angket,jawaban diisi oleh responden
sesuai dengan daftar pertanyaan yang diterima
Untuk pengembalian daftar isian dapat
dilakukan dengan dua cara sebagi berikut.
Canvasser yaitu daftar yang telah diisi,ditunggu
oleh petugas yang menyerahkan.
Householder yaitu jawaban responden dikirimkan
pada alamat yang telah ditentukan.
Keuntungan :
Relatif murah
Tidak membutuhkan banyak tenaga
Dapat diulang.
Kerugian :
1. Jawaban tidak spontan
2. Banyak terjadi nonresponden
3. Pertanyaan harus jelas dan disertai petunjuk
yang jelas
4. Pengembalian lembar jawaban sering
terlambat
5. Jawaban sering tidak lengkap terutama bila
kalimat pertanyaan kurang dimengerti
responden.
6. Sering diisioleh responden,tetapi diisi oleh
orang lain
7. Tidak dapat digunakan untuk responden
yang buta aksara
OBSERVASI
Merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang
menggunakan pertolongan indra mata.
Teknik ini bermanfaat untuk :
Mengurangi jumlah pertanyaan,misalnya pertanyaan
tentang kebersihan rumah tidak perlu ditanyakan,tetapi
cukup dilakukan observasi oleh pewawancara.
Mengukur kebenaran jawaban pada wawancara,misalnya
pertanyaan tentang kualitas air minum yang digunakan
oleh responden dapat dinilai dengan melakukan observasi
langsung pada sumber air yang dimaksud.
Untuk memperoleh data yang tidak dapat diperoleh
dengan wawancara atau angket,misalnya pengamatan
terhadap prosedur tetap dalam satu pelayan kesehatan.
Macam-macam observasi
Observasi partisipasi lengkap
Observasi partisipasi sebagian
Observasi tanpa partisipasi
Kelemahan Pengumpulan Data Observasi
Keterbatasan kemampuan indra mata
Hal-hal yang sering dilihat,perhatian akan
berkurang hingga adanya kelainan kecil tidak
terdeteksi.
PEMERIKSAAN
Pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa :
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan radiologis
Tempat pemeriksaan :
Dapat dilakukan dilapangan
Sarana pelayanan kesehatan
Organ yang diperiksa dapat berupa :
Seluruh organ
Organ tertentu seperti paru-
paru,jantung,limpa,kadar kolesterol,kadar
gula darah
Beberapa organ sekaligus,seperti
pemeriksaan jantung dan paru-paru
PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF
Untuk pengumpulan data kuantitatif digunakan
pertanyaan terbuka. Cara ini biasanya
digunakan pada penelitian eksploratif yang
tujuannya belum dapat dinyatakan dengan jelas.
Dalam bidang epidemiologi digunakan untuk
meneliti penyakit baru yang belum pernah ada
sebelumnya dan belum diketahui sebabnya.
Dalam bidang kesehatan, cara ini digunakan
untuk meneliti sikap, pendapat atau
penerimaan program layanan kesehatan.
Teknik yang digunakan adalah :
Wawancara mendalam dan
Diskusi kelompok terarah
WAWANCARA MENDALAM
Hasil dari wawancara mendalam dapat digunakan
dalam hal-hal berikut:
1.Persiapan
Untuk melakukan wawancara mendalam dibutuhkan
persiapan berikut:
Tentukan kriteria sasaran yang akan diwawancarai
Menyusun pedoman wawancara sebagai
instrument wawancara
Tentukan pewawancara
Tentukan jadwal waktu wawancara
Rekrutmen responden yang sesuai kriteria
2.Pelaksanaan
Saat akan mengadakan pelaksanaan dilakukan hal-hal
sebagai berikut :
Adakan perjanjian dengan responden dengan waktu yang
tepat
Siapkan ruangan agar wawancara dapat dilakukan dalam
suasana yang tenang
Wawancara diawali dengan memperkenalkan diri dan
mengajukan pertanyaan yang mudah dijawab tentang hal-
hal yang menjadi minat responden kemudian baru masuk
dalam topik yang hendak dicari
Berilah kesempatan yang seluas-luasnya pada responden
untuk menceritakan atau menjawab pertanyaan yang
diajukan
Keuntungan
Wawancara mendalam dilakukan utnuk
memperoleh informasi yang mendalam tentang
penerimaan, kepercayaan, sikap dan pendapat
tentang program pelayanan kesehatan yang
akan dilaksanakan atau program pelayanan yang
telah ada
Memperjelas suatu konsep untuk menghasilkan
hipotesis
Sebagai data tambahan untuk memperoleh
penjelasan yang lebih mendalam
Kekurangan
Pengumpulan data dengan teknik wawancara
mendalam hanya dapat dilakukan pada jumlah
responden yang sedikit, misalnya 10-20 responden. Hal
ini disebabkan, untuk melakukan wawancara
mendalam dibutuhkan waktu yang cukup lama
Untuk melaksanakan wawancara mendalam,
dibutuhkan keahlian khusus yang jumlahnya terbatas
Hasil wawancara tidak dapat dikuantifikasi dan
kesimpulan yang ditarik hanya berupaa kesan yang
bersifat subjektif
DISKUSI KELOMPK TERARAH atau
Focus Group Discussion (FGD).
FGD terdiri dari tiga tahap berikut :
Tahap Persiapan
Tahap Pelaksanaan
Tahap Analisis serta penulisan laporan
Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan dilakukan kegiatan-
kegiatan berikut :
Menentukan lokasi FGD
Menentukan kriteria sasaran dan jumlah
peserta dalam suatu kelompok dan banyaknya
kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan
Mencari responden yang sesuai dengan kriteria
yang telah ditentukan
Dalam satu kelompok diusahakan sehomogen
mungkin
Menentukan fasilitator yang akan memimpin
diskusi
Mempersiapkan pencatat (transkriper) dan
sarana lain yang dibutuhkan
Tahap Pelaksanaan
Diskusi kelompok terarah dilakukan dengan
teknik berikut :
Fasilitator membimbing diskusi dan tidak
bersifat menggurui, tetapi harus memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya kepada
peserta untuk menceritakan pendapatnya
atau pengalamannya
Fasilitator hendaknya tidak mengemukakan
pendapatnya tentang masalah yang dibahas
sebelum diskusi selesai
Bila dalam satu kelompok terdapat peserta
yang mendominasi dan kurang memberikan
kesempatan pada peserta yang lain untuk
mengemukakan pendapatnya, hal ini dapat
diatasi dengan cara-cara berikut:
Pendapat pertama menyatakan bahwa biarkan
saja dia berbicara dan jangan dipotong
pembicaraannya
Pendapat yang kedua menyatakan bahwa
fasilitator harus menginterupsi pembicaraanya
dan menyatakan bahwa kekhawatiran akan
tersinggung tidak beralasan
Tahap Analisis
Analisis hasil diskusi dan penarikan
kesimpulan hendaknya dilakukan oleh
fasilitator dengan saksama dan hati-hati
Disamping itu, terdapat pendapat lain dalam
analisis yaitu analisis dilakukan oleh beberapa
orang kemudian hasil analisis diakurkan dan
bila terdapat hal-hal yang tidak sesuai maka
dilakukan diskusi untuk diambil kesepakatan.
Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi factor
subjektif fasilitator
Pengumpulan data dengan FGD mempunyai
beberapa keuntungan dan kerugian yaitu:
dengan FGD dapat diperoleh informasi
mendalam yang tidak dapat diperoleh dengan
wawancara atau angket, sedangkan kerugian
yang diderita dengan FGD adalah terbatasnya
jumlah fasilitator yang andal dan kesimpulan
yang ditarik bersifat subjektif
SKALA UKURAN
Untuk menempatakan jawaban yang sesuai
dengan posisinya, disusun jenjang ukuran atau
skala. Untuk skala ukuran ini, kita mengenal 4
macam skala, yaitu:
Skala Nominal,
Skala Ordinal,
Skala Interval, dan
Skala Rasio
SKALA NOMINAL
Walaupun dimasukkan dalam ukuran skala, data
dengan skala nominal pada hakikatnya tidak
memiliki jenjang dan perbedaan yang
dicantumkan hanya menunjukkan perbedaan
dalam subkategori secara kualitatif. Ini berarti
bahwa posisi pada data dengan skala nominal
tidak mempunyai arti kuantitatif
Data nominal diperoleh pada pertanyaan
dengan jawaban ya atau tidak atau
pertanyaan yang bersifat kategori, seperti jenis
kelamin, agama, dan suku bangsa

Pada data dengan skala nominal, semua sifat


yang sama disatukan dalam subkategori
kemudian frekuensinya dijumlahkan dan
dihitung persentase dari masing-masing
subkategori
Pengumpulan data dengan skala nominal
mempunyai beberapa keuntungan yaitu :
Mudah dijawab,
Mudah diolah, dan
Hasilnya dapat digunakan untuk
membandingkan dengan daerah lain
kerugian pada skala nominal, yaitu:
Informasi yang diperoleh tidak mendalam,
Jawaban sering dipaksakan karena tidak
terdapat pilihan yang lain, dan
Tidak dapat membedakan antar-data secara
kuantitatif
SKALA ORDINAL
Data dengan skala ordinal digunakan untuk
mengklasifikasikan jawaban responden seperti
pada data dengan skala nominal, tetapi pada
data dengan skala ordinal telah terdapat
jenjang walaupun hanya bersifat kualitatif
yang berarti bahwa meskipun urutan antar-
subkategori mempunyai perbedaan atau
jenjang, tetapi jarak antara subkategori tidak
sama dan tidak tetap
SKALA INTERVAL
Data dengan skala nominal dapat kita ketahui
bahwa satu subkategori berbeda dengan
subkategori yang lain, sedangkan pada data
dengan skala ordinal, kita dapat membedakan
satu subkategori lebih tinggi daripada
subkategori yang lain
Dengan data yang berskala interval, kita dapat
menyatakan kelebihan atau kekuranagn satu
subkategori terhadap subkategori yang lain
secara kuantitatif dengan angka
SKALA RASIO
Pada data dengan skala rasio, selain memiliki
ciri-ciri ketiga skala yang telah dibahas diatas
juga memilki titik nol yang absolute
Terima Kasih ^^