Anda di halaman 1dari 17

Yuniarti

09150134

BAB I

Pendahuluan

Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak
dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat
zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu (Wafi, 2010).
Pengetahuan adalah merupakan hasil Tahu dan ini terjadi setelah
orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu
(Notoatmojo, 2003). Imunisasi pada bayi adalah pemberian
imunisasi pada bayi sampai usia satu tahun untuk mencapai kadar
kekebalan diatas ambang perlindungan (Depkes RI,2005).


WHO mencatat sebanyak 4,5 juta kematian dari 10,5 juta
per tahun terjadi akibat penyakit infeksi yang bisa dicegah
dengan imunisasi, seperti pneumococcus (28 %), campak
(21 %), tetanus (18%), rotavirus penyebab diare (16%), dan
hepatitis B (16%).
Di Indonesia, 32 kabupaten dari 11 propinsi memiliki
cakupan kurang dari 80 %, sehingga upaya tambahan
diberikan pada daerah-daerah tersebut. Negara-negara ini
memprioritaskan upaya imunisasi mereka untuk mencapai
cakupan hingga 90-95%.
Dari hasil studi pendahuluan di Ruang Nifas Puskesmas
Tegalrejo pada tanggal 19 september 2013 di dapatkan data
sekunder dari bidan tentang jumlah ibu nifas dari bulan
Juli sampai dengan bulan September sebanyak 52 orang,
dan dari 52 orang tersebut 28 orang mempunyai
pengetahuan yang kurang tentang imunisasi dasar pada
bayi.




KRONOLOGIS
Tingginya Angka Kematian Bayi di Indonesia
disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah
faktor penyakit infeksi dan kekurangan gizi. Beberapa
penyakit yang saat ini masih menjadi penyebab
kematian terbesar untuk bayi diantaranya penyakit
diare dan tetanus (Hidayat,2009;2). Penyebab
kematian bayi yang lainnya adalah berbagai penyakit
yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi
seperti tetanus, campak, difteri, hepatitis, polio dan
pertusis. Hal ini terjadi karena masih kurangnya
kesadaran masyarakat tentang pentingnya memberi
imunisasi pada bayi (Hidayat,2009;2).
SOLUSI
Sangat penting bagi para tenaga profesional untuk
melakukan imunisasi terhadap anak maupun
orang dewasa, dan dalam mengatasi masalah ini
sangat penting juga peran seorang Bidan atau
tenaga kesehatan untuk memberikan informasi
atau penyuluhan kepada masyarakat khususnya
ibu hamil dan ibu nifas tentang imunisasi dasar
pada bayi, dengan demikian akan memberikan
kesadaran pada masyarakat terhadap nilai
imunisasi dalam mencegah penyakit yang berat
(IDAI, 2008;1)

Dari uraian diatas dapat diambil
suatu rumusan masalah sebagai
berikut : Bagaimana Gambaran
Pengetahuan Ibu Nifas Tentang
Imunisasi Dasar Pada Bayi Di
Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta?
Tujuan Penelitian



Tujuan Umum

Tujuan Khusus




MANFAAT PENELITIAN

Bagi Institusi
Bagi Tempat Penelitian
Bagi Responden
Bagi Peneliti
Bagi Peneliti Selanjutnya

Konsep Dasar Teori Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil Tahu dan ini terjadi setelah
orang melakukan pengindaraan terhadap suatu objek tertentu
Konsep Dasar Teori Nifas
Nifas adalah masa yang dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta
sampai dengan 6 minggu (42 hari)
Konsep Dasar Teori Imunisasi
Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak
dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat
anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu
BAB II
Tinjauan Pustaka
Kerangka Konseptual
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
pengetahuan :
1. Umur
2. Pendidikan
3. Pekerjaan
Tingkat pengetahuan ibu
tentang imunisasi dasar
pada bayi :

1.Tahu
a.Pengertian
b.Manfaat
c.Tujuan
d.Macam2
e.Jadwal pemberian
f.Efek samping
g.Tempat pemberian

2. memahami
3. Aplikasi
4. Analisa
5. Sintesis
6. Evaluasi
Kriteria
pengetahuan:
-Baik 76-100%
-Cukup56-75%
-Kurang 56%

: Tidak ditelit
: Diteliti
Keterangan :

BAB III
Desain Penelitian
Jenis penelitian : Deskriptif yaitu metode penelitian yang
menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang
terjadi berdasarkan karakteristik tempat,waktu,dll atau dengan
kata lain mendiskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi
populasi pada saat itu.



Desain Penelitian : survei (suatu desain yang digunakan untuk
menyediakan informasi yang berhubungan dengan prevalensi,
distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu populasi)
survey public opinoin (survei pendapat umum) yaitu dilakukan
dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang pendapat umum
terhadap suatu program pelayanan kesehatan yang sedang berjalan
dan menyangkut seluruh lapisan masyarakat
Kerangka Kerja
Populasi

Sampling

Sampel

Pengumpulan Data

Tehnik Pengolahan Data

Analisa Data

Hasil dan Kesimpulan
Definisi Oprasional
No Variabel
Penelitian
Indicator Instrumen
Alat Ukur
Skala Scoring
1 Gambaran
Pengetahuan
Ibu Nifas
Tentang
Imunisasi
Dasar Pada
Bayi.
1. Pengertian
Imunisasi
2. Manfaat
Imunisasi
3. Macam-
macam
Imunisasi
4. Jadwal
Pemberian
Imunisasi
5. Efek
Samping
Imunisasi
6. Tempat
Pemberian
Imunisasi
Kuisioner Ordinal - Baik 76-100%
- Cukup56-75%
- Kurang 56%


BAB IV
Hasil Penelitian dan Pembahasan






Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ibu nifas
di ruang nifas Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta belum
sepenuhnya mengetahui tentang imunisasi dasar
pada bayi.

No pengetahuan frekuensi Prosentase
(%)
1 Baik 2 2,3
2 Cukup 11 12,6
3 Kurang 74 85,1
Jumlah 87 100
Dari data jumlah prosentase distribusi frekuensi
pengetahuan responden tentang pengertian imunisasi
yaitu sebanyak 83 responden (95,4%) mempunyai
pengetahuan yang baik, 62 responden (71,3%)
mempunyai pengetahuan kurang tentang manfaat
imunisasi, 49 responden (56,3%) mempunyai
pengetahuan kurang tentang tujuan imunisasi, 62
responden (71,3%) mempunyai pengetahuan kurang
tentang macam2 imunisasi, 84 responden (96,6%)
mempunyai pengetahuan kurang tentang jadwal
imunisasi, 75 responden (86,2%) mempunyai
pengetahuan kurang tentang efek samping imunisasi,
72 responden (82,5%) mempunyai pengetahuan baik
tentang tempat pemberian imunisasi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa 74 responden (85%) dari 87
responden mempunyai pengetahuan kurang tentang
imunisasi dasar pada bayi.
Saran
- Bagi Ibu Nifas
- Bagi Tempat Penelitian
- Tenaga Kesehatan
- Bagi Peneliti