Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 1 GIGIH HERRY PURWOKO

TEORI ARSITEKTUR 1 I0211030







PADA TAJ MAHAL, INDIA..











ANALISA ANALOGI ARSITEKTUR

TUGAS TEORI ARSITEKTUR 1
ANALISA ANALOGI ARSITEKTUR PADA TAJ MAHAL, INDIA

Taj Mahal adalah sebuah monumen yang
terletak di Agra, India. Dibangun atas
keinginan Kaisar Mughal Shah Jahan, sebagai
sebuah musoleum untuk istri Persianya,
Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai
Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal.
Pembangunannya menghabiskan waktu 22
tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah
masterpiece dari arsitektur Mughal.

Shah Jahan dilahirkan pada tahun 1592. Ia adalah anak dari Raja Jehangir. Pada tahun 1628,
Shah Jahan naik menjadi raja dan Mumtaz ul Zamani diberi julukan Mumtaz Mahal yang
memiliki arti "Jewel of the Palace. Mumtaz Mahal adalah istri yang paling dicintainya, ia
menemani kemanapun sang raja pergi.

Saat Mumtaz Mahal melahirkan anak ke-14 mereka tahun 1631, ia meninggal. Shh Jahn-
pun berjanji bahwa dia tidak akan pernah menikah lagi dan akan membangun makam
termegah di atas kuburannya.

Beberapa waktu setelah kematiannya, Shah Jahan memerintahkan Ustad Ahmad membuat
bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20.000 orang pekerja yang terdiri dari tukang
batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia.

Taj Mahal dibangun dengan tiang, kubah dan menara yang buat dari marmer putih, serta seni
mozak yang indah. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya yaitu berlian, jed, kristal,
topaz dan nilam telah digunakan untuk memper indah Taj Mahal. Taj Mahal dibangun
dengan simetris dan makam Mumtaz Mahal berada tepat di tengah bangunan Taj Mahal.
Satu-satunya yang tidak simetris adalah makam Shah Jahan yang terletak disebelah makam
Mumtaz Mahal karena makam ini tidak ada dalam rencana awal pembangunan. Pada tahun
1983 Taj Mahal diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

ANALOGI ARSITEKTUR PADA TAJ MAHAL

1. Analogi Matematis

Analogi matematis ini menempatkan ilmu hitung (matematika) dan geometri sebagai
dasar dalam berarsitektur. Beberapa ahli teori menganggap bahwa bangunan-
bangunan yang dirancang dengan bentuk-bentuk murni, ilmu hitung dan geometri
(seperti golden section) akan sesuai dengan tatanan alam semesta dan merupakan
bentuk yang paling indah.

Demikian pula dalam perancangan Taj Mahal ini. Berbagai hal menunjukkan bahwa
pembangunan Taj Mahal ini menerapkan analogi matematis.

Dari tampilan fasade dan tatanan ruang didesain secara simetris. Kesimetrisan
bangunan ini berpusat pada makam Mumtaz ul Zamani yang terletak tepat di tengah-
tengah bangunan. Bahkan dalam penataan taman dan lansekap juga sangat presisi,
simetris dan seimbang antara bagian kiri dan kanan bangunan.


Simetris
Kemudian menurut berbagai ahli, Taj Mahal ini dibangun menganut rasio emas atau
golden section. Sebuah perbandingan yang dianggap sangat ideal dari segi estetika.
Dalam matematika dan seni, dua nilai dianggap berada dalam hubungan rasio emas
( ) jika rasio antara jumlah kedua nilai itu terhadap nilai yang besar sama dengan
rasio antara nilai besar terhadap nilai kecil.
Rasio emas yang ada di bangunan Taj Mahal ini tergambar di berbagai aspek, yang
dapat ditilik dari ditemukannya golden rectangle dalam penataan fasade bangunan,
yaitu sebagai berikut.











Bahkan pada detail bangunan juga dijumpai penerapan
golden rectangle dari rasio emas ini, yaitu sebagai berikut.
Penggunaan rasio emas ini menjadikan Taj Mahal
bangunan yang sangat terukur dan presisi serta memiliki
perbandingan yang proporsional dalam setiap bagian
bangunan.

2. Analogi Romantic

Analogi Romantic adalah analogi arsitektur yang menimbukan tanggapan emosional
dari pengamat. Hal ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan menimbulkan
asosiasi atau melalui pernyataan yang dilebih-lebihkan (penggunaan kontras, ukuran,
bentuk yang tidak biasa yang mampu menggugah perasaan takut, khawatir, kagum
dan lain-lain).

Untuk sebuah makam, Taj Mahal ini mampu menimbulkan tanggapan emosional dari
pengamatnya melalui pernyataan yang dilebih-lebihkan. Makam istri raja dibuat
dengan ukuran begitu besar dan monumental. Kemudian dari segi tampilan yang
begitu mewah dan megah dengan berbagai bahan bangunan berkualitas tinggi dan
berbagai ornamen mewah yang ada di sana, ditambah dengan cerita dibalik asal
muasal dibangunnya Taj Mahal ini menimbulkan kesan yang mendalam bagi
pengamatnya. Menjadikan pengamat mengerti betapa besar rasa cinta yang dimiliki
oleh raja kepada istrinya hingga membuat makam yang sedemikian rupa.

Taj Mahal dianggap sebagai wujud cinta yang dalam bagi penciptanya.
Pembangunannya melibatkan 20.000 pekerja, arsitek paling ahli, seniman ahli
kerajinan tangan, sejumlah ahli kaligrafi, pemahat, ahli batu dari seantero India,
Persia, dan Turki. Dibangun dengan presisi, emosi, seni arsitektur mengagumkan.

3. Analogi Linguistik

Bangunan dengan analogi linguistik berarti bahwa bangunan mampu menyampaikan
informasi kepada pengamat dengan salah satu dari tiga cara, yaitu :
(a) model tata bahasa: arsitektur dianggap sebagai kata-kata yang ditata menurut
aturan (tata bahasa dan sintaksis).
(b) model ekspresionis: bangunan dijadikan wahana arsitek untuk mengungkap sikap
sang arsitek
(c) model semiotik : bangunan menyampaikan pesan kepada pengamat dengan tanda-
tanda (semiologi ialah ilmu tentang tanda).

Pada bangunan Tak Mahal ini, analogi linguistik yang dapat ditangkap yaitu melalui
model semiotik atau dengan tanda-tanda.

Melalui semiotika visual, identitas
sebuah karya arsitektur menjadi
mampu menimbulkan makna-makna
yang mendalam. Dilihat dari esensinya,
Taj Mahal mungkin hanyalah sebuah
istana untuk menaungi
sepetak mausoleum. Namun dari
perancangan yang sedemikian rupa
pengamat dapat melihat simbol nilai
lain yang melebihi esensi fungsinya.

Salah satunya adalah adanya kubah yang menjadi central bangunan ini. Kubah ini
adalah sebuah tanda yang sudah diketahui bersama bahwa itu merupakan simbol ke-
Islam-an, dari situ pengamat menjadi tahu bahwa yang membangun Taj Mahal ini
adalah kerajaan Islam.

Kemudian adanya menara di
sekitar bangunan, juga menjadi
simbul yang mempertegas
keislaman kerajaan yang
dipimpin oleh Shah Jahan ini.