Anda di halaman 1dari 3

KELOMPOK 4

1. KHAMIM (120541100106)
2. ALFIN (120541100112)
3. SHINTIYA (120541100124)
4. WISNU CANDRA (120541100015)

Pada eksperimen yang dilakukan oleh Thorndike, thorndike menggunakan anjing.


Tetapi pada percobaan pertama menggunakan anak kecil untuk melakukan percobaan
awal (untuk peraga). Setelah itu baru dilakukan percobaan pada anjing snuggly yang
dimasukkan kedalam box. Pada percoban yang

pertama, dilakukan untuk

pembentukan shapping, anjing diberi dorongan untuk menekan tuas pengangkatnya,


hadiah diberikan ketika anjing menghadapkan wajahnya ke lubang tuasnya berupa
makanan, hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Disini perilaku berperan besar dan
diperlukan untuk penerimaan penguatan.
Shapping lanjutan
Percobaan 1
-

Pada percobaan pertama anjing berusaha membuka pintu dengan menekan tuas, tetapi
saat tuas ditekan, pintu tidak langsung terbuka, kemudian anjing menggigit-nggigit tuas,
kemudian tuas ditekan lagi, dan akhirnya pintu terbuka. Pada percobaan pertama si
Anjing memerlukan waktu 1 menit 30 detik untuk bisa keluar dari kotak.

Percobaan 2
-

Anjing dimasukkan kedalam kotak, anjingpun berputar-putar mencari jalan keluar,


setelah itu anjing langsung menuju kearah tuasnya, dan si anjing mencoba untuk
menekan tuanya dan akhirnya terbuka dalam waktu 50 detik.

Percobaan 3

Pada percobaan ketiga, awalnya anjing terdiam, kemudian mencari jalan keluar, setelah
itu si anjing langsung menuju ke tuas dan mencoba untuk menekannya disitu terbentuklah
beberapa tekhnik yang diterapkan untuk menekan tuas. Dan akhirnya kotak terbuka
dalam waktu 39 detik.

Percobaan 4
-

Ketika anjing dimasukkan kedalam kotak, anjing langsung duduk diam memandang
kearah tuas, lalu kemudian langsung menekan tuas dan langsung terbuka dalam waktu 20
detik.

Percobaan 5
-

Pada percobaan kelima anjing dimasukkan kedalam kotak dan langsung menekan tuas
dan akhirnya berhasil keluar dalam waktu 18 detik.

Percobaan 6
-

Anjing langsung mencoba menekan tuas dan berhasil keluar dalam waktu 15 detik.

Percobaan 7
-

Anjing langsung menuju ketuas dan berhasil terbuka dalam waktu 10 detik, maka dapat
disimpulkan, grafik waktu menunjukkan semakin sering perilaku dilakukan secara
berulang-ulang maka perilaku akan terbentuk dengan waktu yang lebih cepat.

Subyek kedua dilakukan oleh anjing yang bernama munchies, tetapi pada subyek ini tidak ada
pembentukan perilaku sebelumnya, sehingga eksperimen yang dilakukan tidak berhasil (gagal).
Masih sama dengan percobaan pertama, eksperimen menggunakan anak kecil untuk peraga
awalnya. Namun pada percobaan yang kedua dilakukan dengan tujuan pelenyapan perilaku.
Pintu tertutup rapat dan perilaku yang berperan tidak lagi menyebabkan penguatan. Jadi dengan
melemahnya respon maka pengkondisian akan punah setelah perilaku yang sudah terlatih tidak
lagi diperkuat.

Kemudian menggunakan percobaan anjing perilaku berperan tidak berpengaruh, kemudian


perilaku yang terbentuk sebelumnya menjadi berkurang. Dan kemudian anjing duduk diam.
Pintu sekarang dibuka. selang waktu, dan perilaku yang terbentuk menjadi muncul kembali.

Kelebihan :
-

Percobaan ini menggunakan seekor anjing yang mempunyai kemiripan lebih tinggi
dengan manusia dibandingkan dengan tikus dan kucing

Kelemahan :
-

Berdasarkan hasil eksperimen tersebut, perilaku belajar dianggap sebagai proses cobacoba atau trial and error dan belajar tidak dimediasi oleh ide.

Karena eksperimen tersebut menggunakan anjing, maka hanya dapat diobservasi


perilakunya saja tanpa bisa mengetahui lebih mendalam perilaku-perilaku tersebut
muncul