Anda di halaman 1dari 1

TAMAN BURU GUNUNG TAMBORA SELATAN

Taman Buru (TB) Tambora Selatan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Kehutanan dan Perkebunan Nomor. 418/Kpts-II/1999 tanggal 15 Juni 1999, seluas 26.130,25
Ha. (data berdasar : Penataan batas fungsi tahun 1994 dan 1995). Menurut administrasi
pemerintahan Taman Buru Tambora Selatan terletak di Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima
dan Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Topografi
Secara astronomis Taman Buru Tambora Selatan terletak pada 08
o
07 08
o
30 LS dan
117
o
50 118
o
25 BT. Kondisi topografi Taman Buru Tambora Selatan terletak pada
ketinggian antara 170 2.821 m dpl. Kondisi bentang alam yang bervariasi, berbukit sampai
bergunung dengan kelerengan landai, curam sampai sangat curam. Kawasan ini dibatasi oleh
di sebelah utara Suaka Margasatwa Tambora Selatan, di sebelah barat Kecamatan Pekat, di
sebelah selatan Hutan Lindung Tambora Selatan dan di sebelah timur Teluk Sanggar.
Iklim
Menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson, Taman Buru Tambora Selatan memiliki tipe iklim E.
Formasi geologi di Taman Buru Tambora Selatan berdasarkan peta geologi tinjau Pulau
Sumbawa tahun 1975 dikelompokkan dari jenis Mediteran dengan bahan induk vulkan.
Tipe hutan
Tipe hutan yang ada di Taman Buru Tambora Selatan terdiri dari tipe hutan tropis dan tipe
hutan musim. Jenis tumbuhan diantaranya didominasi oleh duabanga (Duabanga molucana),
jenis Casuarina junghuniana serta beberapa pohon liar sebagai habitat tempat bersarangnya
lebah madu. Sedangkan untuk jenis fauna antara lain Punai flores (Treron floris), Cekakak
punggung putih (Caridonax fulgidus), Pergam punggung hitam (Ducula lacemulata), celepuk
wallacea (I), Anis Nusa Tenggara (Zoothera Doherty), Burung madu mentari (Nectarina
solaris), Kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), Babi hutan (Sus scrova), Rusa
Timor (Cervus timorensis), Musang serta Kera abu-abu (Macaca fascicularis).
Sosial ekonomi
Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan hampir sebagian besar bermata
pencaharian sebagai petani, hanya sebagian kecil masyarakat yang bekerja di bidang
perdagangan. Potensi wisata yang dimiliki diantaranya pemandangan alam yang indah,
padang savana, potensi lebah madu dan potensi satwa. Beberapa kegiatan wisata yang dapat
dilakukan yaitu wisata buru, mountaineering, jungle tracking, photo hunting, pendidikan
lingkungan, penelitian dan berkemah. Sarana dan prasarana pengelola yang telah ada
diantaranya jalan trail dan papan informasi.