Anda di halaman 1dari 26

KONSEP PROGRAM

PEMBANGUNAN PRASARANA KOTA


TERPADU (P3KT)
1) MESKIPUN BELUM BERHASIL MENGATASI MASALAH-
MASALAH MAKRO-EKONOMI ATAU PERAN SERTA
PEMERINTAH DAERAH TINGKAT II, PENDEKATAN
PROYEK URBAN DIANGGAP SEBAGAI PENDEKATAN
YANG TEPAT UNTUK PEMBANGUNAN PERKOTAAN DI
INDONESIA
2) TERJADI PERUBAHAN STRUKTURAL DALAM KONTEKS
NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL, TERMASUK
RESTRUKTURISASI KELEMBAGAAN, MASALAH-
MASALAH MAKRO-EKONOMI DAN REKOMENDASI
MENGENAI PEMBANGUNAN PERKOTAAN YG
DIUSULKAN OLEH SUATU STUDI: NATIONAL URBAN
DEVELOPMENT STRATEGI (NUDS)
P3KT MERUPAKAN SUATU PENDEKATAN UNTUK
MERENCANAKAN DAN MENYUSUN PROGRAM
PRASARANA KOTA SECARA TERPADU YANG
BERGANTUNG PADA KEMAMPUAN KEUANGAN
DAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAERAH
TINGKAT II
1) MENDUKUNG PEMDA TINGKAT II DALAM MENYUSUN
PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA BIDANG KE-PU-AN
DI DAERAH PERKOTAAN SEPERTI: AIR BERSIH, SANITASI, KIP,
MIIP, TATA RUANG & JALAN KOTA
2) MENINGKATKAN EFISIENSI PENGGUNAAN DANA DENGAN
MENGHINDARI KEGIATAN YANG TUMPANG TINDIH DAN
KEBERSAMAAN DENGAN ITU MENYUSUN KEGIATAN2 YANG
SALING MENDUKUNG
3) MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENYEDIAAN PELAYANAN
PERKOTAAN MELALUI PEMBERIAN KESEMPATAN YANG
LEBIH BESAR KEPADA PEMDA TINGKAT II UTK
MERUMUSKAN PRIORITASNYA SENDIRI SERTA MENYUSUN
PROGRAM YG SESUI DENGAN KEBUTUHAN DAERAH
PRINSIP UTAMA PROGRAM P3KT ADALAH OPTIMASI,
MOBILISASI SUMBER2 DANA, DESENTRALISASI DAN
KESEPAKATAN BERSAMA
OPTIMASI MENGOPTIMASIKAN PENGGUNAAN DANA
UTK PEMBANGUNAN PRASARANA DAN SARANA
PERKOTAAN MELALUI PROSES KETERAPDUAN PROGRAM
LINTAS SEKTORAL YG DIDASARKAN PD PRIORITAS DAERAH
MOBILISASI SUMBER2 DANA PENGGALIAN DAN
MOBILISASI SUMBER DANA DR TINGKAT II
DESENTRALISASI DLM SIKLUS PROYEK P3KT, TAHAP
PERENCANAAN PELAKSANAAN MENJADI TANGGUNG
JAWAB PEMDA TINGKAT II
KESEPAKATANANTAR PIHAK2 YG TERLIBAT DLM PROGRAM
PEMBANGUNAN PERKOTAAN YG DIUSULKAN
Pemerintah
pusat
memberikan
pedoman ke
Tingkat II dlm
penyiapan
program
prasarana
perkotaan
Pemerintah
Tingkat II
menyiapkan
program2
berdasarkan
pedoman dr
pemerintah
pusat utk
proses
perencanaan,
dgn
modifikasi
sesuai kondisi
& kebutuhan
setempat
Usulan
program
diserahkan ke
pemerintah
Propinsi utk
dinilai dan
disetujui
Gubernur
Bila pinjaman
dari LN
diperlukan,
usulan
program tsb
diusulkan ke
pusat dan ke
pusat
Usulan
program
yang telah
diteliti dan
dimodifikasi
di
kembalikan
ke Pemda
Tingkat II
PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA KOTA
TERPADU
TAHAP I : PENGUMPULAN & PEMERIKSAAN DATA
1) RENCANA KOTA : RUTRK, RDTRK, RTRK ARAH PENGEMBANGAN KOTA
YAD
2) PETA DASAR
3) PENGGUNAAN TANAH : SAAT INI & KECENDERUNGAN, DATA HARGA
TANAH
4) BATAS ADMINISTRASI : SAMPAI DGN LINGKUNGAN/ DUSUN & LUAS AREA
DLM HA
5) PENGGOLONGAN DAERAH : BERDASARKAN KESAMAANNYA DLM
PENDAPATAN & KONDISI BANGUNGAN
6) DATA KEPENDUDUKAN : DATA PENDUDUK/ PENDAPATAN, HITUNG JML
PENDUDUK/ HA PD MASING2 DAERAH
7) PROYEK PRASARANA PERKOTAAN : PROYEK YG SUDAH, SEDANG & AKAN
DIJALANKAN
8) DATA PRASARANA : (PETA & DATA PENDUKUNG)
AIR BERSIH : PETA SUMBER AIR BERSIH/ PENGOLAHAN/ SISTEM
DISTRIBUSI, KAPASITAS, TINGKAT PELAYANAN, DSB
DRAINASE : PETA SISTEM DRAINASE PRIMER & SEKUNDER
SANITASI : PEMBUANGAN TINJA, KEBIASAAN2 MASYARAKAT
SAMPAH : SISTEM SEKARANG (FORMAL & INFORMAL)
JALAN : PETA JARINGAN JALAN SEKARANG & KLASIFIKASI
KIP & RIP : PROYEK YANG SEDANG & AKAN DIJALANKAN
PERUMNAS/ PERUMAHAN LAIN : PROYEK2 SEKARANG
TERMINAL : BUS, KA, TRUK, PELABUHAN
SEKTOR LAINNYA YG RELEVAN DGN KOTA TERTENTU
9) DATA KEUANGAN
DATA PENDAPATAN & BELANJA (DANA PEMBANGUNAN RUTIN DR
BERBAGAI SUMBER & TINGKAT LSM)
DATA PENDAPATAN UNTUK PRASARANA YG LALU, SEKARANG &
SUMBER
TIMTEKNIS YG TERDIRI DR:
- DINAS2 (PU, PERTAMANAN , KEBERSIHAN, PASAR, DLL)
- BAGIAN2 (PEMBANGUNAN, KEUANGAN,
PEMERINTAHAN, BANK, DLL)
- BADAN LAINNYA : PDAM, PLN, TELKOM, DLL
- KONSULTAN
RENCANA YG DIHASILKAN DIDASARKAN PD KEMAMPUAN &
KEBUTUHAN DARAH
SUMBER BIAYA/ INVESTASI :
PAJAK DAERAH
PBB
RETRIBUSI
DIPENDA
DLL
TAHAP II : ANALISA & PROYEKSI PARAMETER P3KT
1) PROYEKSI PENDUDUK (5-25 THN)
2) DATA PENGGUNAAN TANAH TERBARU SURVEI PRIMER
3) DAERAH PERTUMBUHAN : MEMPERKIRAKAN DAERAH/ KAPASITAS UTK
PERTUMBUHAN
DAERAH2YG SESUAI/ ARAH PERTUMBUHAN DLM JANGKA WAKTU
MENGALOKASI TOTAL PERTUMBUHAN PENDUDUK KOTA DI SETIAP
KELURAHAN DPT DIPERKIRAKAN KAPASITAS YG TERSEDIA 7
TAMBAHAN PRASARANA YG DIBUTUHKAN
4) KEBUTUHAN DASAR PRASARANA : MENGETAHUI KEBUTUHAN DASAR
PRASARANA/ STANDAR2
5) ANALISA PRASARANA
MENGANALISA TINGKAT PELAYANAN SAAT INI & KEKURANGAN DLM
PENYEDIAAN PRASARANA 9PETA MSG2 SEKTOR)
a) AIR BERSIH : DAERAH YG TDK DILAYANI PDAM, MASALAH DISTRIBUSI,
PELAYANAN, DSB
b) DRAINASE : MASALAH2 YG BERKAITAN DGN DRAINASE SAAT INI & BANJIR
c) SAMPAH : MASALAH YG DIHADAPI SAAT INI
d) JALAN : MASALAH SISTEM SEKARANG, PENGERASAN JALAN, DSB
e) KIP : MASALAH YG DIHADAPI & LOKASI KIP YG POTENSIAL
f) PEMATANGAN LAHAN/ PROYEK PEMUKIMAN TERPADU/ PERUMNAS :
MASALAH YG DIHADAPI DGN LOKASI SAAT INI & LOKASI POTENSIAL
g) TERMINAL : MASALAH & KEBUTUHAN FASILITAS SAAT INI
h) SEKTOR / SISTEM LAINNYA
6) PROYEK KEUANGAN : ANALISA &PROYEK DANA INVESTASI YG TERSEDIA:
MEMPERKIRAKAN DANA YG TERSEDIA UTK ANGGARAN PEMBANGUNAN DR
BERBAGAI SMB DLM SATUAN WAKTU
MEMPERKIRAKAN SEKTOR KHUSUS DANA YG TERSEDIA UTUK PEMBIAYAAN
PEMBANGUNAN PRASARANA AKHIR WAKTU
TAHAP III : PERUMUSAN RENCANAP3KT
1) RINGKASAN ANALISA & TUJUAN
RINGKASAN MASALAH2 UTAMA PEMBANGUNAN, POTENSI 7 KENDALA
RENCANA RJM
2) PROGRAM P3KT
MENYIAPKAN RENC JANGKA MENENGAH (FISIK & RUANG) BERDASARKAN
SEMUA ANALISA MASA LALU & PROYEKSI
MEMBUAT PROGRAM PRASARANA SEKTORAL (SISTEM & JARINGAN)
RUMUSKAN PAET PROGRAM YG LENGKAP/ ANTAR SEKTORAL (PER
DAERAH)
RUMUSKAN PRIORITAS ( 3 TAHAP) BERDASAR BERBAGAI FAKTOR2
STRATEGIS
3) PROYEK & PERKIRAAN BIAYANYA
MENERJEMAHKAN PROGRAM PRASARANA P3KT MENJADI PROYEK2
& MEMPERKIRAKAN BIAYA PROYEK
USULAN INI DLM RENCANA FISIK & RUANG
4) PAKET KEUANGAN & TAMBAHAN DANA:
MENGALOKASIKAN PERKIRAAN DANA P3KT KPD MASING2 SEKTOR PRASARANA &
MENCARI TAMBAHAN DANA P3KT
MEMBUAT PAKET YG MENGALOKASIKAN MASING2 SUMBER DANA DI MASING2
SEKTOR
MERUMUSKAN STRATEGI KEUANGAN/ ADM UNTUK MENINGKATKAN SUMBER DANA
LOKASI
MENCARI TAMBAHAN SUMBER DANA SEPERTI DR BANTUAN LUAR NEGERI &
PINJAMAN LAIN
5) RENCANA TERPADU P3KT
MENYELESAIKAN RENCANA JANGKA MENENGAH P3KT DGN MEMPERTIMBANGKAN:
KEBUTUHAN FISIK PRASARANA
DANA YG TERSEDIA
OUTPUT BERBENTUK KERANGKA RENCANA PEMBANGUNAN PERKOTAAN YG
OPERASIONAL DGN PERIODE BEBERAPA TAHUN & DIGUNAKAN SBG DASAR USULAN
PROYEK PRASARANA YANG AKAN DATANG:
JANGKA MENENGAH
PROGRAM SEKTORAL & INTERSEKTORAL, STRATEGI MENYELURUH UTK PELAKSANAAN
KETERPADUAN KEUANGAN, MENGGUNAKAN BERBAGAI SUMBER DANA
PROGRAM PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT KELURAHAN
(PPMK)
1) Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui
upaya pemberdayaan (empowering), PEMPROV DKI
JAKARTA memberikan Bantuan Langsung Masyarakat
(BLM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat
Kelurahan (PPMK)
2) Dana bantuan langsung kepada masyarakat dengan
menggunakan pendekatan TRIBINA: Bina Sosial, Ekonomi
dan Fisik Lingkungan prioritas kebutuhan dasar
masyarakat tiap RW di kelurahan melalui hasil identifikasi
bersama antara masyarakat & fasilitator kelurahan
3) Bantuan berupa dana yg dpt dimanfaatkan utk kegiatan
yang diusulkan, dilaksanakan dan diawasi masyarakat itu
sendiri dengan pendampingan LSM
4) Dana dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif,
pembangunan prasarana & sarana dasar lingkungan serta
pengembangan SDM dlmpenguatan kelembagaan yg
disalurkan kepada Kelompok-kelompok Masyarakat
Pemanfaat (KOMAT) di RW-RW melalui Dewan Kelurahan
(DK) dan TPK RW pd masing-masing kelurahan. Lurah
berfungsi sebagai pembantu Pimpro
1. Memberdayakan masyarakat yang berbasis di komunitas RW, mengatasi
masalah yang ada dengan melaksanakan kegiatan yang dikelola secara
demokratis, transparan dan akuntabel.
2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui upaya perbaikan prasarana
dan sarana dasar lingkungan, pengembangan ekonomi produktif dan
pembukaan lapangan kerja baru serta program sosial lainnya.
3. Memanfaatkan institusi yang ada di masyarakat (Dewan Kelurahan),
Kepengurusan RW, RT, dengan membentuk TPK RW dan Forum Warga.
4. Menggerakan partisipasi masyarakat untuk mengimbangi dan
mensinerjikan program bantuan dari Pemerintah (Matching Fund).
5. Menyiapkan kemampuan perorangan dan keluarga melalui upaya bersama
berlandaskan kemitraan yang mampu mengembangkan usaha potensial
yang bersifat produktif dengan berbasis pada kelompok usaha kecil dan
menengah.
1. Usaha produktif dan memperluas kesempatan kerja.
2. Prasarana dan sarana dasar lingkungan.
3. Usaha bersama berlandaskan kemitraan yang mampu
mengembangkan usaha potensial yang bersifat produktif
dengan berbasis pada usaha kelompok usaha kecil dan
menengah.
4. Kelembagaan masyarakat di tingkat RW dan Kelurahan,
dalampenumbuhan demokratisasi serta mengatasi
permasalahan sosial.
5. Potensi dan partisipasi masyarakat (matching fund) untuk
mengimbangi Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) agar
program tersebut dapat lebih berdaya guna.
Difokuskan pada satuan permukiman setingkat RW di
Kelurahan
Satuan permukiman interaksi, kebersamaan dan
kesepakatan atas dasar kepentingan yang sama. Pada
satuan permukiman terkonsentrasi berbagai kegiatan dan
kondisi sosial, ekonomi, fisik lingkunga
Tahap Pertama ditetapkan 25 kelurahan percontohan,
selanjutnya dikembangkan sesuai dgn kemampuan &
kebutuhan PemProv DKI Jakarta
1. Masyarakat Kelurahan yang terdiri dari berbagai strata sosial yang
memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat
dilingkungannya, dan tidak berharap pamrih;
2. Kelompok Masyarakat Pemanfaat (Komat), yaitu anggota masyarakat
yang memiliki usaha secara berkelompok atau individual, dan
kelompok masyarakat yang memiliki perhatian dan kepedulian dalam
hal kesehatan lingkungan ataupun sosial;
3. Lembaga Masyarakat, yang diakui keberadaannya oleh masyarakat dan
terbentuk atas dasar demokrasi, yang memiliki kepedulian terhadap
pembangunan masyarakat dengan tujuan mensejahterakan warganya.
1. Keadilan: Memberikan manfaat yang merata pada seluruh strata
sosial kehidupan masyarakat tanpa membedakan suku, ras, dan
agama
2. Kejujuran: Membuka hati nurani seluruh unsur manusia yang
terlibat langsung atau tidak langsung untuk mengangkat nilai-nilai
positip dalammasyarakat
3. Kemitraan: Menjalin kerjasama dari seluruh komponen masyarakat
yang menunjang pemberdayaan masyarakat melalui berbagai bidang
kegiatan.
4. Kesederhanaan: Proses kegiatan yang diselenggarakan untuk
masyarakat hendaknya didasarkan pada prosedur dan langkah-
langkah yang sederhana, mudah dipahami dalamhal ketentuan dan
aturan baik secara administratif maupun teknis.
5. Kesetaraan kaum laki-laki dan perempuan (Gender), semua laki-laki
dan perempuan mempunyai kesempatan memperbaiki atau
mempertahankan kesejahteraan mereka.
1. Demokrasi: Partisipasi menyeluruh dibangun atas persamaan hak dan kewajiban,
berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat, dan berpegang
teguh bahwa musyawarah sebagai forum pengambil keputusan tertinggi.
2. Partisipasi: Seluruh anggota masyarakat berperan aktif dalamperencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan seluruh kegiatan.
3. Transparansi: Semua kegiatan dari awal (perencanaan), Pelaksanaan, pengawasan
dari seluruh kegiatan dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan. Dan
seluruh proses PPMK dan informasinya dapat diakses oleh para stakeholder, serta
informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau.
4. Akuntabilitas: Seluruh kegiatan harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara
teknis maupun administratif.
5. Desentralisasi: Memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalampengelolaan
pembangunan wilayahnya melalui institusi lokal.
6. Keberlanjutan: Hasil-hasil kegiatan dapat dilestarikan dan di tumbuh kembangkan
oleh masyarakat sendiri melalui wadah institusi masyarakat setempat yang mandiri dan
profesional
1. Komponen fisik Komponen ini meliputi perawatan, perbaikan, maupun
pembangunan baru prasarana dan sarana dasar lingkungan yang
dibutuhkan oleh masyarakat kelurahan setempat secara hibah dengan
mengupayakan/ mensinerjikan potensi yang ada di masyarakat.
2. Komponen kegiatan ekonomi skala kecil dan menengah (bantuan bergulir)
Kegiatan ekonomi yang dimaksud di sini meliputi kegiatan dana bergulir
untuk membiayai modal usaha usaha kecil dan menengah (Standar
Deprindag) yang dilakukan oleh perseorangan atau kelompok yang
menghimpun diri dalamKOMAT
3. Komponen Kegiatan Sosial Untuk Biaya Kegiatan Lapangan (BKL) yang
meliputi: pertemuan-pertemuan, penyiapan proposal, proses seleksi dan
administrasi lainnya di tingkat RW dan Kelurahan yang dikelola TPK dan
UPK dialokasikan sebesar 1,5% dari dana BLM. Pencairan dana BKL ini
dimasukkan kepada komponen dana sosial yang pencairannya dilakukan
secara proporsional dari total nilai proposal yang disetujui.
Garis Kontraktual
Garis Koordinasi
Garis Kemitraan
Garis Komando/ struktural
Jenis Prasarana Volume Lokasi
Pembelian tong sampah + tiang 510 titik RT 001 009, RW 01
Pengadaan gerobak sampah 8 unit RT 001 008, RW 01
Peninggian jalan lingkungan 250 x 1,2 x 0,7 m RT 005 006, RW 01
Perbaikan jalan lingkungan 850 x 105 x 0,7 m RT 001 013, RW 02
Perbaikan saluran air dan gorong-gorong 474 x 0,7 m RT 002 003, RW 03
Perbaikan jalan lingkungan 500 x 1,5 x 0,7 m RT 001, 005, 007, RW 04
Pengadaan gerobak sampah 4 unit RT 006 007, RW 04
Perbaikan saluran air 150 x 0,3 x 0,3 m RT 001 007, RW 04
Perbaikan jalan lingkungan 865 x 1,5 x 0,7 m RT 001 008, RW 05
Perbaikan jalan lingkungan 210 x 1,5 x 0,7 m RT 001 007, RW 06
Perbaikan saluran air 100 x 1,5 x 0,7 m RT 001 008, RW 06
Perbaikan jalan lingkungan 700 x 1,5 x 0,7 m RT 001 009, RW 07
Pembuatan saluran air dan turap 120 x 0,5 x 0,5 m RT 001 004, RW 09
Penambahan bak sampah 100 unit RT 001 004, RW 09