Anda di halaman 1dari 20

STRUKTUR ATOM KRISTAL

2.1. Pendahuluan
2.1.1. Deskripsi Singkat
Kristalisasi adalah proses pembentukan kristal padat
dari suatu larutan induk yang homogen. Proses ini adalah
salah satu teknik pemisahan padat-cair yang sangat penting
dalam industri, karena dapat menghasilkan kemurnian produk
hingga 100%. Contoh proses kristalisasi : pembuatan gula pasir
dari jus tebubeet, pembuatan kristal pup uk dari larutan
induknya, dll.
Kristal itu sendiri merupakan susunan atom yang
beraturan dan berulang, yang bentuknya dapat berupa kubik,
tetragonal, orthorombik, heksagonal, monoklin, triklin dan
trigonal. !entuk itu nantinya, tergantung dari proses do"nstream
# pemurnian $ yang dilakukan dan juga spesi%kasi produk yang
diharapkan pasar. Kristal merupakan susunan atom yang teratur
dan membentuk pola yang berulang. &enurut !ra'ais, struktur
Kristal dapat dikelompokkan menjadi 1( macam, beberapa
diantaranya sangat kompleks. Pada bahan logam hanya dikenal )
jenis Kristal yaitu kubus pusat badan atau body-centre cubic
#bcc$, kubus pusat muka atau *ace-centre cubic #*cc$ dan
he+agonal rapat atau he+agonalclose-packed #hcp$.
,esain, operasional, dan properties pada material-material
logam sangat tergantung pada bidang pengolahan logam, ilmu
metalurgi, material teknik, dan ilmu rekayasa material sehingga
diharuskan bagi mahasis"a yang mengikuti kuliah ini, sudah
sangat akrab dengan bidang ilmu ini.
&ateri pembahasan modul metalurgi ini, tidak membahas
lagi persoalan pengolahan logam dan material tetapi hanya
membahas struktur Kristal logam serta hubungan antara jari-jari
2-1
atom dengan panjang sisi kubus. !ilangan koordinasi dan *actor
kerapatan atom atau atomic packing factor #-P.$ merupakan dua
karakteristik penting dari Kristal yang akan dibahas secara lebih
mendatail pada bagian ini.
2.1.2. Uraian
/etelah mempelajari teknologi manu*aktur, pemilihan
bahan dan proses, serta teknik material maka kita dapatlebih
memahami beberapa konsep tentang logam, pemilihan bahan,
dan rekayasa material dan ilmu metalurgi dalam bidang teknik
mesin. /ehingga tujuan pembahasan bab ini adalah menjelaskan
lingkup struktur kristal yang mencakup: pengertian kristal,
macam-macam kristal dan bidang kristal, sel unit atau kesatuan
yang berulang di dalam kisi ruang, dan *aktor kerapatan atom.
2.1.3. K!petensi Khusus
/etelah &ahasis"a mempelajari modul ini, anda
diharapkan dapat menjelaskan tentang struktur dan karakteristik
kristal logam, indeks miller serta susunan atom dan struktur
mikro suatu logam.
2.2. Pen"a#ian Materi
2.2.1. Pengertian Struktur Kristal
Kristal merupakan susunan atom-atom yang teratur dalam
ruang tiga dimensi. Keteraturan susunan tersebut terjadi karena
kondisi geometris yang harus memenuhi adanya ikatan atom
yang berarah dan susunan yang rapat. 0alaupun tidak mudah
untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan,
namun ada hal-hal yang diharapkan menjadi *aktor penting yang
menentukan terbentuknya polihedra koordinasi susunan atom-
atom.
2-2
/ecara ideal, susunan polihedra koordinasi paling stabil
adalah yang memungkinkan terjadinya energi per satuan 'olume
yang minimum. Keadaan tersebut dicapai jika:
1. kenetralan listrik terpenuhi,
1. ikatan ko'alen yang diskrit dan terarah terpenuhi,
). gaya tolak ion-ion menjadi minimal,
(. /usunan atom serapat mungkin.
2.2.2. Kisi Ruang $ra%ais Dan Susunan At! Pada Kristal
Kisi ruang #space lattice$ adalah susunan titik-titik dalam
ruang tiga dimensi di mana setiap titik memiliki lingkungan yang
serupa. 2itik dengan lingkungan yang serupa itu disebut simpul
kisi #lattice points$. /impul kisi dapat disusun hanya dalam 1(
susunan yang berbeda, yang disebut kisi-kisi !ra'ais.
3ika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur
yang berulang maka atomatom dalam kristal haruslah tersusun
dalam salah satu dari 1( bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat
bah"a setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom,
dan atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul
kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan
pengertian simpul kisi.
Karena kristal yang sempurna merupakan susunan atom
secara teratur dalam kisi ruang, maka susunan atom tersebut
dapat dinyatakan secara lengkap dengan menyatakan posisi
atom dalam suatu kesatuan yang berulang. Kesatuan yang
berulang di dalam kisi ruang itu disebut sel unit #unit cell$. 3ika
posisi atom dalam padatan dapat dinyatakan dalam sel unit ini,
maka sel unit itu merupakan sel unit struktur kristal. 4usuk dari
suatu sel unit dalam struktur kristal haruslah merupakan
translasi kisi, yaitu 'ektor yang menghubungkan dua simpul kisi.
3ika sel unit disusun bersentuhan antar bidang sisi, mereka akan
mengisi ruangan tanpameninggalkan ruang kosong dan
membentuk kisi ruang. /atu kisi ruang yang sama mungkin bisa
2-3
dibangun dari sel unit yang berbeda5 akan tetapi yang disebut
sel unit dipilih yang memiliki geometri sederhana dan
mengandung hanya sejumlah kecil simpul kisi. /el unit dari 1(
kisi !ra'ais diperlihatkan pada 6ambar.1.1.
6ambar 1.1. /el unit dari 1( kisi ruang !ra'ais.
6ambar 1.1. /el satuan dengan kisi non-!ra'ais : 1. 7ntan, 1.
/engblende, ). 0urt8it,(.
3ika kita pilih tiga rusuk non-paralel pada suatu sel sedemikian
rupa sehingga simpul kisi hanya terletak pada sudut-sudut sel, sel
2-4
itu disebut sel sederhana atau sel primitif. Pada 6ambar.1.1. sel
primiti* diberi tanda huru* P. /el primiti* hanya berisi satu simpul
kisi5 jika kita lakukan translasi sepanjang rusuknya, simpul kisi
yang semula ada pada sel menjadi tidak lagi berada pada sel
tersebut. /el dengan simpul kisi yang terletak pada pusat dua
bidang sisi yang paralel diberi tanda C #center$5 sel dengan
simpul kisi di pusat setiap bidang kisi diberi tanda F #face$5 sel
dengan simpul kisi di pusat bagian dalam sel unit ditandai
dengan huru* I. 9uru* R menunjuk pada sel primiti*
rhombohedral.
/el unit yang paling sederhana adalah kubus yang semua
rusuk dan sudutnya samayaitu, a-a-a, :; < ; = ; >0
0
. -da tiga
'ariasi pada kubus ini yaitu kubus sederhana#primitive$, face
centered cubic, dan body centered cubic. 3ika salah satu rusuk
tidak sama dengan dua rusuk yang lain tetapi sudut tetap sama >0
0
,
kita dapatkan bentuk tetragonal a-a-a, : ; < ; = ; >0
0
5 ada ada dua
'ariasi seperti terlihat pada 6b.1.1. 3ika rusuk-rusuk tidak sama tetapi
sudut tetap sama >0
0
kita dapatkan bentuk orthorombic dengan (
'ariasi. /elanjutnya lihat 6ambar.1.1.
2.2.3. Kristal Unsur
,ari empat keadaan yang harus dipenuhi untuk terbentuknya
struktur kristal sebagaimana disebutkan pada sub-bab 1.1, dua
keadaan telah pasti dipenuhi oleh unsur-unsur yang membentuk kristal
yaitu kenetralan listrik dan gaya tolak antar ion yang minimal. ,ua
keadaan lagi yang diperlukan adalah pemenuhan persyratan ikatan
ko'alen dan terjadinya susunan yang rapat. Kita akan melihat terlebih
dahulu unsur metal dan gas mulia.
Unsur grup &III dan Metal. 6as mulia, ?e dengan
ko%gurasi @9eA 1/
1
, 1p
B
, dan -r @?eA)s
1
, )p
B
, serta Kr@-rA)d
10
, (s
1
,
(p
B
, memiliki delapan elektron di kulit terluarnya. Kon%gurasi ini
sangat mantap. Cleh karena itu mereka tidak membentuk ikatan
dengan sesama atom atau dengan kata lain atom-atom ini
2-5
merupakan atom bebas. ,alam membentuk padatan #membeku$
atom-atom gas mulia tersusun dalam susunan yang rapat.
Kon%gurasi yang mantap dari gas mulia menjadi kon%gurasi yang
cenderung untuk dicapai oleh unsur-unsur lain dalam
membentuk ikatan atom.
/elain gas mulia, atom metal juga membentuk susunan
rapat dalam padatan. 9al disebabkan karena ikatan metal
merupakan ikatan tak berarah. /yarat utama yang harus
dipenuhi dalam membentuk padatan adalah terjadinya susunan
yang rapat. 2iga sel satuan yang paling banyak dijumpai pada
metal #dan gas mulia dalam keadaan beku$ adalah .CC, 9CP, dan
!CC yang diperlihatkan pada 6b.1.).
6ambar.1.). /el unit !CC, .CC, dan 9CP.
2abel 1.1. /istem kristal, parameter kisi dan kisi !ra'ais
2-6
Unsur grup I&. -tom / @?eA )s
1
)p
(
, /e @-rA )d
10
(s
1
(p
(
,
2e @KrA (d
10
, Ds
1
Dp
(
, memiliki B elektron di kulit terluarnya. /etiap
akan mengikat dua atom lain untuk memenuhi kon%gurasi gas mulia
dengan delapan elektron di kulit terluar masingmasing. 7katan
semacam ini dapat dipenuhi dengan membentuk molekul rantai spiral
atau cincin di mana setiap atom berikatan dengan dua atom yang lain
dengan sudut ikatan tertentu. &olekul rantai spiral atau cincin ini
berikatan satu sama lain dengan ikatan sekunder yang lemah
membentuk kristal. Contoh ikatan telurium yang membentuk spiral
diberikan pada 6b.1.(. /atu rantaian spiral ikatan 2e bergabung
dengan spiral 2e yang lain membentuk kristal he+agonal.
6b.1.(. 4antai spiral 2e membentuk kristal he+agonal.
Unsur 'rup &. -tom P @?eA )s
1
)p
)
, -s @-rA)d
10
(s
1
(p
)
, /b
@KrA(d
10
, Ds
1
Dp
)
dan !i @EeA(*
1(
Dd
10
Bs
1
Bp
)
memiliki D elektron di
2-7
kulit terluarnya dan setiap atom akan berikatan dengan tiga
atom lain dengan sudut ikatan tertentu. -tom-atom berikatan
membentuk lapisan bergelombang dan lapisan-lapisan ini
berikatan satu dengan lainnya melalui ikatan yang lemah.
Contoh salah satu lapisan dari kristal -s diperlihatkan pada
6ambar.1.D.
6ambar.1.D./alah satu lapisan Kristal -s
Unsur 'rup &I. Pada 6rup 7F hanya unsur ringan yang
membentuk krital dimana semua ikatan yang menyatukan kristal
adalah ko'alen. 7katan ini merupakan hasil dari orbital hibrida sp
3
tetrahedral yang saling terkait dan membentuk kristal kubik pada
C #intan$, /i, 6e, /n. #lihat tentang hibridisasi$. /ebagian dari
unsusr grup ini dapat pula membentuk struktur dengan ikatan
kristal tidak ko'alen, seperti pada gra%t. -tom-atom pada gra%t
terikat secara ko'alen heksagonal membentuk bidang datar yang
terikat dengan bidang yang lain melalui ikatan yang lemah.
#6ambar.1.B.$. ,alam hal ini ikatan ko'alen terjadi antar orbital
sp
2
sedangkan ikatan antar bidang lebih bersi*at ikatan metal.
Cleh karena itu gra%t lebih mudah mengalirkan arus listrik dan
panas pada arah sejajar dengan bidang ini dibandingkan dengan
arah tegak lurus.
2-8
6ambar.1.B. Kristal gra%t
2.2.3.1. Struktur Kristal $((
/truktur Kristal !CC adalah struktur Kristal dimana didalam
unit cell terdapat 1 atom pada pusat kubus dan 1 atom pada
tiap-tiap sudut kubus seperti terlihat pada 6ambar 1.G. berikut
ini.
6ambar 1.G. 9ubungan antara 4 dan a pada
struktur !CC
2-9
3umlah atom tiap unit cell adalah : 1 atom H 1I atom + I ;
1 atomunit cell sehingga 'olume atom tiap unit cell :
,ua karakteristik Kristal yang penting adalah bilangan
koordinasi #coordination number$ dan *actor kerapatan atom atau
atomic packing factor #-P.$. !ilangan koordinasi adalah jumlah
atom tetangga terdekat yang bersentuhan dengan suatu atom.
/etiap atom pada !CC dikelilingi oleh I atom tetangga sehingga
bilangan koordinasinya sama dengan delapan.
.actor kerapatan adalah *raksi 'olume atom di dalam unit
cell atau dinyatakan dengan persamaan :
2.2.3.2. Struktur Kristal )((
3ika struktur Kristal logam mempunyai unit cell kubus
dengan atom-atom menempati pusat sisi #permukaan$ kubus dan
pada tiap-tiap sudutnya terdapat atom-atom, maka struktur
Kristal tersebut dinamakan struktur Kristal .CC, seperti terlihat
pada 6ambar 1.I. diba"ah ini.
2-10
6ambar 1.I. 9ubungan antara a dan 4 pada struktur
.CC
9ubungan antara jari-jari atom #4$ dengan panjang sisi
kubus #a$ :
Folume unit cell
3umlah atom tiap unit cell : J atom + B H 1I atom + I ; (
atomunit cell sehingga 'olume atom tiap unit cell :
(.#()$ K4
)
;
!ilangan koordinasi adalah pada struktur Kristal .CC adalah
11.
.actor kerapatan untuk struktur Kristal .CC :
,ari hasil perhitungan diketahui bah"a -P. untuk .CC lebih
besar daripada !CC sehingga dapat disimpulkan bah"a struktur
atom .CC lebih rapat dibanding !CC.
2-11
2.2.3.3. Struktur Kristal *e+agnal Rapat ,(lse Pa-ked
*e+agnal.
!eberapa logam mempunyai unit cell berbentuk he+agonal
dengan permukaan atas dan ba"ahnya terdapat enam atom
yang mengelilingi atom pusat seperti terlihat pada 6ambar 1.>.
6ambar 1.>. /truktur Kristal he+agonal rapat.
2.2.3./. Anistrp" dan Te+ture
/uatu bahan disebut isotropy jika si*at-si*at %sis dan
mekanisnya tidak tergantung kepada arah atau orientasi. !ahan
berkristal tunggal bersi*at tidak isotropy atau anisotropy. !ahan
Kristal tunggal hanya bias di produksi di laboratorium sedangkan
pada kenyataannya kebanyakan logam bersi*at polikristal.
/ecara makrokopis, logam polikristal bersi*at isotropy jika setiap
butir #grain$ logam mempunyai orientasi Kristal acak #random$.
?amun demikian, proses manu*aktur seperti pengerolan
menyebabkan perubahan orientasi Kristal pada arah yang disukai
#prefered orientation$ dan bersi*at anisotropy. .enomena ini
dinamakan texture.
2.2.3.0. Indeks Miller
7ndeks miler digunakan untuk notasi arah dan bidang
Kristal. 7ndaks miler digunakan untuk unit cell kubus.
a$ -rah Kristal
6ambar di ba"ah adalah sistem koordinat Cartesian dangan
sumbu E,L,M sejajar sisi N sisi unit cell kubus. 3ika a b dan c
masing N masing adalah 'ektor satuan pada arah E,L,M dan
u,'," adalah proyeksi pada sumbu E,L,M maka arah Kristal
bias dinyatakan dengan cara sebagai berikut :
2-12
6ambar 1.10 -rah Kristal dalam unit cell kubus
2anda OP digunakan untuk notasi himpunan arah Kristal yang
ekui'alen,sebagai contohnya :
-rah Kristal pada stuktur heksagonal diberi notasi menurut
sistem &iler-!ra'ais dengan sumbu a1,a1 dan a) masing N
masing membentuk sumbu 110
0
pada bidang basal #dasar$
dan sumbu 8.
2ran*ormasi dari indeks miler ke indaks miler-!ra'ais sebagai
berikut :
6ambar 1.11 -rah Kristal menurut indeks miler-!ra''ais
2ran*ormasi arah @ 1 0 0 A ke sistem struktur heksagonal akan
menghasilkan @1 1 1 0 A seperti pada gambar.
b$ !idang kristal
2-13
7ndeks miler untuk bidang Kristal dinyatakan dengan
bentuk #h k l$.prosedur untuk menentukan nilai h.k dan l
sebagai berikut :
1. Cari titik potong bidang dengan sumbu E,L dan M misal a,b
dan c
1. -mbil kebalikan nilai di atas yaitu : 1a,1b dan 1c
). Kalikan dengan kelipatan terkecil untuk mendapatkan
bilangan integer terkecil, sehingga menghasilkan : h, k dan
l
(. 2ulis dalam bentuk #h k l$, tanpa koma
6ambar 1.11 Contoh N contoh penulisan indeks miler untuk
bidang kristal
6ambar 1.11 adalah contoh N contoh indeks miler untuk
bidang N bidang yang penting pada Kristal. !idang a pada bidang
- di atas berpotongan dengan sumbu E pada nilai 1 dan sejajar
dengan sumbu L dan M sehingga indeks miler bias ditulis:
atau jika di tulis dalam indeks miler menjadi #1 0 0$.
Pada prinsipnya pemberian indeks miler untuk bidang
Kristal pada unit cell heksagonal sama seperti pada kubus
dengan penambahan sumbu a
)
sehingga
2-14
6ambar 1.1) ,i ba"ah adalah contoh N contoh indeks
miler-bra'ais untuk bidang basal,prisma dan piramida pada
struktur Kristal heksagonal.
6ambar 1.1) Contoh N contoh indeks miler-bra'ais untuk
bidang basal,prisma dan piramida pada struktur Kristal
heksagonal.
2.2.3.1. Pr"eksi Steregra2
Proyeksi /stereogra% merupakan alat yang berguna di
bidang metalurgi yang memuungkinkan pemetaann dan arah
Kristal dalam 1 dimensi.
6ambar 1.1( Proyeksi /tereogra%
Pada proyeksi ini :
1. Kristal ditempatkan pada pusat bola dan normalnya
memotong bola
1. !idang Kristal dinyatakan dengan arah normal bidang
Kristal, contoh : bidang #111$ pada gambar di atas
di"akili oleh P
2-15
). Potongan normal dan bola ini kemudian proyeksike
bidang "ulQ net dengan cara mengukur sudut R yaitu
busur antara P dan P
S
(. 0ulQ net tersusun dari garis N garis meridiam #bujur$
dengan jarak 10
0
dari atas keba"ah dan garis N garis
latitube #lintang$ dari sisi ke sisi.
6ambar 1.1( 0ulQ net
6ambar di ba"ah adalah contoh proyeksi stereogra% #001$
standard untuk bidang T100U,T110U dan T111U.2edrad
#V$mempunyai system ( simetri putar, triad #W$
mempuunyai ) simetri putar dan diad #0$ mempunyai 1
simetri putar.
2-16
6ambar 1.1D Proyeksi bidang N bidang utama kubus pada
standard #001$ stereographic projection
2.3. Penutup
2.3.1. Rangku!an
Kristal merupakan susunan atom-atom yang teratur dalam
ruang tiga dimensi. Keteraturan susunan tersebut terjadi karena
kondisi geometris yang harus memenuhi adanya ikatan atom
yang berarah dan susunan yang rapat. 0alaupun tidak mudah
untuk menyatakan bagaimana atom tersusun dalam padatan,
namun ada hal-hal yang diharapkan menjadi *aktor penting yang
menentukan terbentuknya polihedra koordinasi susunan atom-
atom. 3ika atom-atom dalam kristal membentuk susunan teratur
yang berulang maka atomatom dalam kristal haruslah tersusun
dalam salah satu dari 1( bentuk kisi-kisi tersebut. Perlu dicatat
bah"a setiap simpul kisi bisa ditempati oleh lebih dari satu atom,
dan atom atau kelompok atom yang menempati tiap-tiap simpul
kisi haruslah identik dan memiliki orientasi sama sesuai dengan
pengertian simpul kisi. Karena kristal yang sempurna merupakan
susunan atom secara teratur dalam kisi ruang, maka susunan
atom tersebut dapat dinyatakan secara lengkap dengan
menyatakan posisi atom dalam suatu kesatuan yang berulang.
Kesatuan yang berulang di dalam kisi ruang itu disebut sel unit
#unit cell$. 3ika posisi atom dalam padatan dapat dinyatakan
dalam sel unit ini, maka sel unit itu merupakan sel unit struktur
kristal. 4usuk dari suatu sel unit dalam struktur kristal haruslah
merupakan translasi kisi, yaitu 'ektor yang menghubungkan dua
simpul kisi.
2.3.2. Latihan
1. 3elaskan susunan -tom dalam &aterialX !erikan contohX
2-17
1. ,e%nisikan tipe-tipe padatan dalam proses pembentukan
kristalX
). 3elaskan jenis-jenis ketidaksempurnaan kristalX
(. /ebutkan kondisi yang perlu dicapai untuk mendapatkan
susunan polihedra kondisi paling stabil struktur kristalX
D. 3elaskan tentang kisi ruang !ra'ais dan hubungannya dengan
susunan ruang atom pada strutur kristal.
B. 3elaskan apa yang anda ketahui tentang Ye'er 4ule dan apa
kegunaannya dalam ilmu metalurgi. !erikan contoh
penggunaannya dalam ilmu metalurgiX
2.3.3. T3ST
2.3.3.1. Test
1. 6ambarkan proses pemadatan kristal
1. 3elaskan konsep Ketidaksempurnaan Kristal
). 6ambar bidang #111$ dalam sel satuan tetragonal sederhana
yang mempunyai perbandingan ca ; 0,B1
2.3.3.2. U!pan $alik
1. Proses PemadatanKristalisasi dapat digambarkan sebagai
berikut :
2-18
2. ,alam kenyataannya Kristal yang demikian jarang ditemui
bahkan tidak pernah ada suatu Kristal yang sempurna. 9al ini
karena selalu terjadi distorsi kisi dan ketidaksempurnaan di
dalamnya. Penyebabnya adalah karena atom-atom logam
tidak pernah diam tetapi selalu bergetar dan bergerak dalam
kisi, denagn *rek"ensi yang ditentukan oleh gaya antar atom
dan amplitude yang tergantung pada temperatur Kristal. /lain
itu juga karena dalam Kristal mengandung atom-atom asing
baik oleh pengaruh unsur paduan #alloy$ maupun
ketakmurnian #impurities$ akibat ukuran atomiknya berbeda
sehingga terjadi distorsi local pada kisi pelarut #solute$
mungkin tersebar secara acak dalam Kristal, yakni bila
dijumpai pada larutan padat #solid solution$ atau mungkin
menggumpal dengan sesamanya membentuk partikel-partikel
*ase kedua. Ketidakteraturan lainnya adalah yang digolongkan
dengan ketidaksempurnaan atau cacat kisi. -da tiga macam
cacat kisi yaitu cacat 'olum, karena adanya retakan atau
rongga5 cacat garis, misalnya karena dislokasi dan cacat titik,
misalnya karena adanya kedudukan kisi yang kosong dan
adanya atom interstisi. ,alam gambar menggambarkan baik
2-19
adanya kedudukan kosong pada kisi, yang pada Kristal
sempurna seharusnya ditempati sebuah atom, maupun
adanya atom interstisi, yaitu atom yang menempati rongga
diantara atom-atom normal.ketidaksempurnaan dalam Kristal
akan sangat berpengaruh terhadap si*at-si*at Kristal yang erat
kaitannya dengan struktur dan pada akhirnya berpengaruh
pada si*at-si*at logam baik %sik maupun mekanik.
3. !idang yang dimaksud adalah yang ber"arna gelap. !idang
#111$ memotong sumbu-sumbu pada jarak satuan. -kan
tetapi jarak satuan pada sumbu-8 lebih pendek dari pada jarak
satuan pada sumbu-+ dan y. Perpotongan bukan kubik ketiga
sumbu Kristal pada jarak satuan. Karena c dan a tidak sama,
jarak perpotongan sesunguhnya berbeda.
2-20