Anda di halaman 1dari 7

Smoking prevalence, behaviours, and

cessation among indoviduals with


COPD or asthma
introduction
Merokok pada individu dengan COPD atau asma
diketahuin dapat meningkatkan gejala penyakit respirasi,
memperburuk fungsi paru, dan meningkatkan angka
ekaserbasi
Tujuan : untuk membandingkan merokok pada individu
dengan COPD atau asma pada populasi perokok umum,
dan untuk mengevaluasi kebiasaan merokok, physician
counselling mengenai berhenti merokok, dan berhenti
merokok dengan menggunakan obat yang bertentangan
pada perokok dengan COPD atau asma dibandingkan
dengan populasi perokok umum


method
Sumber data penelitian : Canadian Community Health Survey
(CCHS)
Sample : populasi penduduk Canada yang berusian 12 tahun
keatas dengan mengambil 3 siklus yaitu pada tahun 2000,
2003, 2005
Respondents : ~130.000
Disini peneliti lebih fokus pada data CCHS pada tahun 2003
karena tidak seperti siklus yang lain, pada tahun ini mereka
memasukan special smoking data.
Total respon rata-rata pada tahun 2003adalah 80,7%. Sehingga
total sample yang didapat berjumlah 134.072 responden

variabel
Current smokers
Former smokers
COPD (pertanyaan mengenai COPD hanya diberikan kepada
responden yang berusia 30 tahun keatas)
Asma
Faktor sosiodemografi
Kebiasaan merokok
Ketergantungan nikotin
Konseling berhenti merokok
Pengobatan berhenti merokok
Statistical analysis
Analisis data pada penelitian ini menggunakan software
SAS version 9.1.3
Desain penelitian : cross sectional
Hubungan antara penyakit respirasi dengan faktor
sosiodemografi dan karakteristik kebiasaan merokok di
analisa dengan menggunakan x test
Hubungan antara status penyakit respirasi dan
ketergantungan nikotin, physical counselling berhenti
merokok, pengobatan berhenti merokok di analisa
menggunakan multiple logistic regression
result
Dari 99.254 partisipan CCHS di tahun 2003 yang telah diminta dan melaporkan penyakit
respirasi dan status merokoknya, 6062 (6,1%) melaporkan bahwa dirinya menderita asma,
3453 (3,5%) COPD, dan 90.010 (90,4%) tidak menderita kedua penyakit tersebut.
Diperkirakan 32,8% dari individu dengan COPD, 21% dengan asma, dan 22,1% yang tidak
menderita kedua penyakit tersebut adalah perokok saat ini (current smokers)
Antara tahun 2000-2005, perubahan dari prevalensi merokok turun kurang lebih 4-6% pada
individu dengan asma dan tanpa COPD ataupun asma
Prevalensi merokok pada individu dengan COPD meningkat sebesar 3% di tahun 2000-2005
Antara tahun 2000-2005, prevalensi dari mantan merokok (former smoking) lebih meningkat
pada individu dengan asma atau tanpa COPD ataupun asma dibandingkan pada individu
dengan COPD
Jika dibandingkan dengan perokok tanpa COPD dan asma, proporsi yang lebih besar dari
perokok dengan asma atau COPD adalah perempuan, tinggal di kanada timur, sosioekonomi
rendah, yang memiliki asuransi
perbandingan terbesar dari merokok sehari-hari ditemukan pada individu dengan COPD dan
terendah ditemukan pada individu dengan asma
disscusion
The prevalence of smoking in COPD remains substantially higher than in
the general smoking population, while the prevalence of smoking in
asthma is similar to population levels. Our observation that more women
with COPD or asthma smoke, and that such women have higher nicotine
addiction levels, may in part explain why the prevalence of COPD and
asthma is increasing more among women than men
Prevalensi merokok pada COPD tetap lebih tinggi dibandingkan dengan
perokok biasa
Prevalensi merokok pada asma hampir sama dengan populasi merokok
Observasi yang dilakukan oleh peneliti, banyak perempuan dengan
COPD atau asma yang merokok
Perempuan memiliki tingkat kecanduan nikotin yang tinggi dibanding
pria