Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH KEPERAWATAN

ASKEP INFEKSI OPORTUNISTIK


HIV/AIDS
KELOMPOK ENAM (6) IKP 7B
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES Surya Mitra Husada Kdiri
Ta!u" A#ara" $%&'
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
HIV (human immunodefciency virus) adalah virus yang
menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan
kemampuan sel imun tersebut. Virus ini khususnya menyerang sel T
yang berada dalam sel darah putih yang pada akhirnya menyebabkan
defciency T-helper atau limfosit T- yang memegang peranan penting
pada imunitas seluler. !el limfosit T yang berkurang ditandai dengan
berkurangnya "umlah #$- kurang dari %&&'cu mm. #$- adalah
sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah
putih manusia.
(ada saat HIV menginfeksi tubuh yang kemudian menyebabkan
sel limfosit T- pada tubuh rusak akan menyebabkan tubuh mudah
terkena penyakit. )umpulan beberapa ge"ala yang disebabkan
menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV tadi
disebut dengan Acquired immunodefciency syndrome (*I$!).
+erkurangnya #$ mengakibatkan seseorang mudah diserang
beberapa "enis penyakit (sindrom) yang biasanya tidak berpengaruh
terhadap orang sehat pada umumnya. (enyakit seperti ini disebut
dengan infeksi oportunistik.
!alah satu infeksi oportunistik pada penyakit HIV'*I$! adalah
H(V (human papilloma virus). H(V adalah virus tumor, double stranded
$-* yang dapat menginfeksi epitel kulit dan mukosa serta dapat
menyebabkan tumor baik "inak maupun ganas.
+erbagai "enis H(V menyebabkan kutil umum pada tangan atau
kaki. Infeksi pada tangan dan kaki biasanya tidak menular melalui
hubungan seks. +eberapa "enis H(V dapat menyebabkan kutil kelamin
pada penis, vagina dan dubur. .$H* dapat mengalami luka yang lebih
buruk di dubur dan daerah rahim. H(V "uga dapat mengakibatkan
masalah pada mulut atau pada lidah dan bibir. /enis H(V lain dapat
menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal yang disebut
displasia. $isplasia dapat berkembang men"adi kanker dubur pada laki-
laki dan perempuan, dan kanker leher rahim (cervical cancer) atau
kanker penis.
)util kelamin dapat muncul antara beberapa minggu hingga
beberapa bulan setelah seorang terinfeksi H(V. )util dapat kelihatan
seperti ben"olan kecil. )adang kala, kutil ini dapat men"adi lebih penuh
dengan daging dan kelihatan seperti kol kembang. !emakin lama, kutil
dapat men"adi semakin besar.
1.2. Ruu!an "a!ala#
+erdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang akan
di"elaskan dalam makalah ini adalah tentang asuhan kepera0atan
pada pasien HIV'*I$! dengan infeksi oportunistik H(V.
1.$. Tu%uan
1.2.1. Tu"uan 3mum
3ntuk mempela"ari tentang asuhan kepera0atan pada pasien
HIV'*I$! dengan infeksi oportunistik H(V.
1.2.%. Tu"uan )husus
a. 3ntuk mengetahui konsep dasar penyakit HIV'*I$!.
b. 3ntuk mengetahui konsep dasar infeksi human papilloma
virus.
BAB II
ASUHAN KEPERA&ATAN PADA PASIEN HIV/AIDS DEN'AN INFEKSI
OPORTUNISTIK HPV
2.1. F(rat Anal)!)! Data
NO DATA ETIOLO'I "ASALAH
KEPERA&ATAN
1 4idah ber0arna
putih.
Terdapat plak
putih pada mulut.
*danya kesulitan
makan
5erasakan adanya
sensasi yang tidak
enak di mulut.
6angguan imun )erusakan 5embran
5ukosa .ral (&&&7)
$omain8 11
)elas8 %
*9is8
1. 5embran mukosa
%. Individu
2. )erusakan
. 5embran mukosa
7. $e0asa
:. *kut
;. *ktual
% *danya kerusakan
lapisan permukaan
kulit yang
disebabkan oleh
infeksi H(V
(enurunan
imunologis
)erusakan Integritas )ulit
(&&&:)
$omain 8 11
)elas 8 %
*ksis 8
1. Integritas )ulit
%. Individu
2. )erusakan
. )ulit
7. $e0asa
:. *kut
;. *ktual
2 *danya perasaan
negatif tentang
tubuh.
*danya perubahan
dalam hubungan
sosial.
*danya perilaku
men"auhi
seseorang
(enyakit 6angguan #itra Tubuh
(&&11<)
$omain 8 :
)elas 8 2
*ksis 8
1. #itra tubuh
%. Individu
2. 6angguan
. Visual
7. $e0asa
:. *kut
;. *ktual
2.2. F(rat Inter*en!) Ke+era,atan
NO DIA'NOSA
KEPERA&ATA
N
NO- NI-
1 )erusakan
membran
mukosa oral
b.d gangguan
imun
(asien dapat
menun"ukkan kesehatan
mulut dalam 0aktu 1 9
% "am.
In.)kat(r /
)elembaban mukosa
mulut dan lidah.
1 % 2 7
=arna membran mukosa
(merah muda).
1 % 2 7
Integritas mukosa mulut,
lidah, gusi dan gigi.
1 % 2 7
Re!t(ra!) Ke!e#atan
"ulut
De0n)!) /
(eningkatan penyembuhan
untuk pasien yang
mengalami lesi mukosa oral
atau gigi
Akt)*)ta! /
1. Tentukan persepsi pasien
tentang perubahan pada
rasa, menelan, kualitas
suara dan kenyamanan.
%. (antau pasien setiap
pergantian tugas "aga
dari adanya kekeringan
pada mukosa mulut.
2. (antau tanda dan ge"ala
glositis dan stomatitis.
. )onsultasikan dengan
dokter "ika terdapat
tanda dan ge"ala glositis
dan stomatitis yang
bertahan atau
memburuk.
7. +erikan anestesi topical,
pasta perlindungan
mulut, topical atau
analgesic sistemik,
sesuai dengan
kebutuhan.
:. >encanakan makan
sedikit tetapi sering? pilih
makanan yang lembut?
dan sediakan makanan
yang didinginkan atau
makanan dalam suhu
ruang.
;. +antu pasien dalam
memilih makanan yang
lembut? lunak dan tidak
asam.
<. Tingkatkan pera0atan
gigi setiap dua "am dan
dua kali pada malam
hari "ika stomatitis tidak
dapat dikendalikan.
@. 6unakan sikat gigi
berbulu lembut untuk
menghilangkan debris
pada gigi.
1&. *n"urkan untuk
membersihkan mulut
dengan sering
menggunakan larutan
natrium bikarbonat, salin
hangat, atau larutan
hydrogen peroksida.
11. #egah untuk merokok
dan mengkonsumsi
alcohol.
% )erusakan
integritas kulit
b.d penurunan
imunologis
(asien dapat
menun"ukkan integritas
"aringan8 membrane
mukosa dan kulit dalam
0aktu 1 9 % "am.
In.)kat(r /
!uhu, elastisitas, hidrasi,
pigmentasi dan 0arna
"aringan dalam rentang
yang diharapkan
1 % 2 7
Terbebas dari adanya
lesi "aringan
1 % 2 7
)eutuhan kulit
1 % 2 7
Pera,atan Luka
De0n)!) /
(encegahan dari komplikasi
luka dan peningkatan
proses penyembuhan luka.
Akt)*)ta! /
1. Inspeksi luka pada setiap
penggantian balutan.
%. *"arkan pasien'keluarga
tentang prosedur
pera0atan luka.
2. 6unakan TA-!
(transcutaneous
electrical nerve) untuk
peningkatan proses
penyembuhan luka, "ika
diperlukan.
. +ersihkan dengan sabun
antiseptic, "ika
diperlukan.
7. 4akukan pemi"atan di
sekitar luka untuk
merangsang sirkulasi.
:. +erikan pera0atan ulkus
kulit, "ika diperlukan.
2 6angguan
citra tubuh b.d
penyakit
(asien dapat
menun"ukkan konsep
diri yang baik dalam
0aktu 1 9 % "am.
In.)kat(r /
)lien dapat menerima
keadaanya
1 % 2 7
)lien tidak malu bergaul
1 % 2 7
)lien tidak merasa
rendah diri
1 % 2 7
Pen1a+a)an -)tra Tu2u#
De0n)!)/
(eningkatan kesadaran
pasien dan ketidaksadaran
persepsi dan tingkah laku
terhadap tubuh pasien.
Akt)*)ta!/
1. )a"i mekanisme koping
pasien.
%. +ina hubungan saling
percaya dengan pasien.
2. +eri kesempatan klien
untuk mengungkapkan
perasaanya.
. +erikan motivasi pada
klien bah0a masalah
kulit yang diderita akan
dapat diatasi dengan
kesadaran klien untuk
berobat.
7. +erikan alternatif
pemecahan masalah