Anda di halaman 1dari 2

Pada percobaan ini dilakukan penentuan persamaan laju reaksi iodisasi aseton dalamsuasana asam.

Pereaksi yang
digunakan dalam percobaan ini adalah aseton, HCl, KI, daniodium. Larutan HCl berfungsi sebagai katalis asam,
yaitu katalis homogen dikarenakanwujudnya sama dengan pereaksi. Sedangkan KI berfungsi sebagai pelarut dan I
2
yang akanmenghalogenisasikan aseton. Oleh karena akan ditentukan pengaruh suatu zat dalam lajureaksi, maka dibuat
keadaan dimana volume aseton tetap, volume HCl tetap, dan volumeiodium tetap. Ketika volume aseton tetap, maka
pada saat itu aseton tidak mempengaruhi lajureaksi, begitupun untuk HCl dan iodium. Ketika suatu zat volumenya
tetap atau tidak mempengaruhi laju reaksi, maka yang dilihat adalah pengaruh dari dua zat lainnya dalam lajureaksi.
Larutan KI tidak mempengaruhi laju reaksi karena fungsinya hanya sebagai pelarutLaju reaksi pada percobaan ini
menggunakan spektrofotometer Spectronic-20 untuk mengukur perubahan absorbansi larutan setiap 60 detik selama
3 menit. Perubahanabsorbansi terhadap waktu inilah yang disebut laju reaksi. Metoda pengukuran
denganspektrofotometer didasarkan pada serapan sinar monokromatis oleh larutan berwarna padapanjang
gelombang tertentu, yaitu panjang gelombang dimana larutan dapat memberikanpenyerapan maksimal. Skema
alatnya adalah sebagai berikut.Bagian gambar:1. tempat kuvet2. display digital3. pengatur transmitan/absorbans
(100%T / 0 A)4. tombol pengurangan5. tombol menaikkan6. pengatur panjang gelombangTempat kuvet merupakan
tempat larutan yang dianalisis berada. Pertama-tama dilakukankalibrasi terlebih dahulu dengan memilih panjang
gelombang pengukuran yang diinginkan


dengan menggunakan tombol untuk menaikkan dan mengurangkan, kemudian memasukkanaqua dm sebagai blanko dan absorban
diatur pada angka 0. Setelah itu dilakukan analisisterhadap sampel dengan memasukkan larutan yang akan dianalisis
ke dalam kuvet. Nilaiabsorban akan ditunjukkan pada display digital.Pada percobaan ini dilakukan pengukuran pada
panjang gelombang 546 nmdikarenakan pada panjang gelombang tersebut larutan menyerap warna
komplementernya.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa absorbansi zat akan berkurang seiring
bertambahnyawaktu. Hal ini dikarenakan terjadi reaksi antara aseton dengan I2 yang semula berwarnacoklat
menghasilkan hasil reaksi yang bening. Semakin memudarnya warna akanmenunjukkan penurunan absorbansi
karena larutan semakin tidak menyerap panjanggelombang. Pada run 10 grafik yang diperoleh kurang linear (nilai
R2 tidak mendekati 1)dikarenakan listrik pada saat percobaan sempat padam sehingga percobaan run 10
diulangketika listrik telah nyala kembali dan hasil yang diperoleh menjadi kurang tepat. Pada run 9dan 10 diperoleh
nilai absorban yang tetap pada waktu yang berbeda. Hal ini terjadidikarenakan kandungan I2 dalam larutan hanya
sedikit sehingga I2 lebih cepat habis bereaksi.Stoikiometri reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.O O|| acid ||CH
3
-C-CH
3
+ I
2
---------> CH
3
-C-CH
2

I + HIHasil percobaan menunjukkan bahwa laju reaksi naik seiring dengan bertambahnyakonsentrasi H
+
(asam). Dalam suasana asam, pada hasil reaksi diperoleh pula H
+
sepertiditunjukkan pada reaksi di atas, sehingga dalam larutan yang tidak dibuffer, kecepatan awalreaksi akan terus
bertambah selama reaksi berlangsung. Berdasarkan fakta di atas, dapatdiramalkan mekanisme reaksi halogenisasi
aseton yang terjadi, yaitu sebagai berikut.

Reaksi

Oleh karena aseton merupakan basa sangat lemah, maka kesetimbangan reaksi (1) akanbergeser ke kiri.Orde reaksi
hanya dapat ditentukan melalui percobaan. Dari perhitungan diperolehbahwa laju reaksi aseton dan HCl sama
dengan 1, sedangkan laju reaksi iodin sama dengan 2.Ada faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, diantaranya
adalah konsentrasi, katalis,suhu, luas permukaan, dan energi aktivasi. Semakin besar konsentrasi, maka semakin
cepatpula laju reaksi. Hal ini bersesuaikan dengan persamaan laju reaksi yang menunjukkanhubungan sebanding
antara konsentrasi dan laju reaksi. Katalis berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi dengan cara menurunkan
energi aktivasi, karena semakin kecil energiaktivasi, maka semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk
terbentuknya produk. Semakinluas permukaan zat, maka semakin banyak atau besar bidang sentuh zat yang dapat
bereaksi,sehingga laju reaksi meningkat.