Anda di halaman 1dari 15

Berikut ini adalah versi HTML dari berkas

http://gondalgandul.files.wordpress.com/2!/2/ba"i#kuning.doc.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat
menelusuri web.
BAYI KUNING : APA, MENGAPA, BAGAIMANA ?
$leh
Ludianingrum/Triman %r.
Biokimia merupakan ilmu &engetahuan "ang mempela'ari pelbagai molekul didalam sel hidup
serta organisme hidup( dan dengan reaksi kimian"a.Mahasiswa )ebidanan harus bisa memahami
dan menguasai pengetahuan biokimia berada dalam posisi kuat untuk menghadapi kasus atau
persoalan pokok dalam ilmu kesehatan.
&ada akhir#akhir ini persoalan "ang paling sering kami 'umpai dilapangan "aitu ba"i dengan
IKTERUS *H"perbilirubin+. )arena ban"akn"a kasus ini "ang masih belum diketahui pen"ebab
"ang pasti dalam ilmu )edokteran( maka kami sangat tertarik untuk mempela'ari "ang lebih lan'ut
secara mendetail tentang IKTERUS ,-$,.T$/0M.
Ba"i dengan Ikterus ,eonatorum bila dalam penanganann"a kurang tepat dan benar bisa
mengakibatkan ke'ang( kerusakan otak seumur hidup bahkan sampai ter'adi kematian. &rinsip dasar
Ikterus pada ba"i baru lahir terdapat pada 212 # 12 neonatus cukup bulan dan lebih tinggi lagi
pada neonatus kurang bulan. Ikterus pada ba"i baru lahir dapat merupakan suatu ge'ala fisiologi
atau dapat merupakan hal "ang pathologis( misaln"a pada 3nkomptibilitas /hesus dan .bo( 4epsis(
&en"umbatan 4aluran empedu( dan sebagain"a.
Ikterus baru dapat dikatakan fisiologi apabila sesudah pengamatan dan pemeriksaan.
4elan'utn"a tidak nenun'ukkan dasar pothologis dan tidak mempun"ai potensi berkembang
men'adi KERN 5 IKTERUS.
Mengapa mest an!a keta"u ?
)arena ban"akn"a kasus IKTERUS ,-$,.T$/0M pada ba"i baru lahir antara umur 2#6
hari
Bila penanganann"a kurang tepat dan benar bisa mengakibatkan ke'ang( kerusakan otak
seumur hidup bahkan sampai ter'adi kematian.
IKTERUS "ang pathologis( misaln"a pada inkom patilibus resus dan .B$( 4epsis(
&en"umbatan saluran empedu.
Pengertan Ikterus
Ikterus ialah suatu ge'ala klinik "ang sering tampak pada ,eonatus..kibatn"a bertambahn"a
bilirubin dalam serum( maka ba"i kelihatan kuning. 7era'at kuningn"a ba"i tidak selaman"a sesuai
dengan )adar bilirubin serum. &emeriksaan )adar bilirubin sangat penting untuk menentukan
keadaan klinik "ang di hadapi.
Menurut kepustakaan frekuensi ba"i "ang menun'ukkan Ikterus pada hari pertama sesudah
lahir ialah 12 pada ba"i cukup bulan dan !2 pada ba"i prematur.8rekuensi ,eonatus "ang kadar
bilir
ubinn"a melebihi 9 mg2 rata#rata 92.
&engertian Bilirubin :
&igmen empedu utama( merupakan hasil akhir metabolisme pemecahan sel darah merah
"ang sudah tua : proses kon'ugasin"a berlangsung dalam hati dan diekskresi kedalam
empedu.
Metabolisme dan -;kresi Bilirubin
&ada ba"i bilirubin ter'adi sebagai hasil degradasi hemoglobin. &roses reaksi en<im mula#mula
mengubah hemoglobin men'adi biliferdin dengan bantuan hemeo ;"genase.
Biliverdin direduksi men'adi bilirubin dengan bantuan -n<"ma biliverdin reduktase.Bilirubin
"ang terbentuk ini terikat pada albumin dan diangkut ke hepar. Bilirubin ini disebut bilirubin tidak
langsung "ang mempun"ai sifat larut dalam lemak( tidak larut dalam air( dapat melaui placenta(
dam memberi reaksi tidak langsung dengan /eagens Hi'mans =an den Berg.
7idalam hepar bilirubin tidak langsung diubah men'adi bilirubin langsung( melalui rantai reaksi.
7alam rantai reaksi ini("ang ter'adi didalam sel#sel hepar(bilirubin "ang larut dalam
lemak itu diubah men'adi bilirubindiglukoronida."ang larut dalamair dan "ang memberi
reaksipositif dengan reagens Hi'mans =an den Berg.>lucoron"l tranferase memindahkan asal
glukoronik dari asam uri dan difosfoglukoronik * 0ridin disphosphoglukoronik .cid ? 07&>.+ ke
bilirubin(sehingga men'adi bilirubin diglokoronik.07&>. ialah satu#satun"a bentuk dimana asam
glukoronik dapat diperoleh untuk kon'ugasi
>lukosa sangat penting untuk ekskresibilirubin karena proses kon'ugasi sangat melibatkan
metabolisme karbohidrat dan nukleotida.
Bilirubin langsung tidak larut dalam lemak( tetapi larut dalam air. Bilirubin kemudian
dikeluarkan dari hepar melalui @anuliculi empedu kedalam tractus digestivus(kemudian keluar
bersama dengan faeces.)alau ter'adi hambatan dalam proses pengeluaran melalui tractus
digestivus(dapat ter'adi hambatan dalam proses pengeluaranmelalui tractus digestivus(dapat ter'adi
dekon'ugasi bilirubin(dan bilirubin dalam bentuk ini diserap kembali melalui selaput usus masuk
kedalam peredaran darah(akhirn"a ke hepar untuk mengalami proses "ang sama.>angguan dalam
pengeluaran bilirubin langsung ini men"ebabkan penumpukan dalam serum "ang dapat dikeluarkan
melewati gin'al. Bilirubin tidak langsung tidak dapat dikeluarkan melalui gin'al karena larut dalam
lemak dan terikat dengan albumin.
7alam proses pertumbuhan 'anin sistem pengeluaran hasil degradasi hemoglobin berbeda
dengan hal "ang telah di'elaskan diatas.&ada 'anin 'aln utama pengeluaran bilirubin melalui hepar
dan tractus intestinalis belum berkembang dengan sempurna.&enggunaan 'alan placenta han"a dapat
dalam bentuk bilirubin tidak langsung.&ada neonatus kematang sistem pengeluaran bilirubin
melalui 'alan hepar dan usus menentukan ter'adin"a Ikterus ,eonatorum "ang fisiologik. Ikterus
fisiologik terutama terdapat pada ba"i prematur karena kurang kematangan sistem itu.%adi laman"a
masa kehamilan dan dera'at kematangan sistem pengeluran bilirubin melalui hepar dan usus sangat
menentukan timbuln"a Ikterus fisiologik.
/antai /eaksi Bilirubin Tidak Langsung men'adi Bilirubin langsung
>lukosa Heksokinase glukosa ? A 5 fosfat
>lukosa # A # fosfat B .T& .7& glukosa#9# fosfat
8osfoglukomutase
>lukosa#9#9 fosfat &p. 0rid"l tranferase 07& glukosa
p.p
07& glikosa B 0T&
07& deh"drogenase 07& .sam glukoronik
07& asa glukoronik B 2 7&, # # # # # # # C 2 7&,H D 2 H D Bilirubin di#
>lukoron"l tranferase glukoroni
M-).,34M- &.T$8343$L$>3) )$,7343 IKTERUS.
Terdapat E mekanisme umum dimana hiperbilirubinemia dan kterus dapat ter'adi :
9.&embentukan bilirubin secara berlebihan.
2.>angguan pengambilan bilirubin tak terkon'ugasi oleh hati.
6. >angguan kon'ugasi bilirubin.
E. &enurunan ekskresi bilirubin terkon'ugasi dalam empedu akibat faktor intra hepatik "ang
bersifat opbtruksi fungsional atau mekanik.
Hiperbilirubinemia tak terkon'ugasi terutama disebabkan oleh tiga mekanisme "ang
pertama(sedangkan mekanisme "ang keempat terutama mengakibatkan terkon'ugasi.
&-MB-,T0)., B3L3/0B3, 4-@./. B-/L-B3H.,
&en"akit hemolitik atau peningkatan kecepatan destruksi sel darah merah merupakan pen"ebab
utama dari pembentukan bilirubin "ang berlebihan. Ikterus "ang timbul sering disebut ikterus
hemolitik. )on'ugasi dan transfer pigmen empedu berlangsungnormal( tetapi suplai bilirubin tak
terkon'ugasi melampaui kemampuan. Beberapa pen"ebab kterus hemolitik "ang sering adalah
hemoglobin abnormal * hemoglobin 4 pada animea sel sabit+( sel darah merah abnormal
* sterositosis herediter +( anti bod" dalam serum * /h atau autoimun +( pemberian beberapa obat#
obatan( dan beberapa limfoma atau pembesaran * limpa dan peningkatan hemolisis +. 4ebagaian
kasus Ikterus hemolitik dapat di akibatkan oleh peningkatan destruksi sel darah merah atau
prekursorn"a dalam sum#sum tulang * talasemia( anemia persuisiosa( porviria +. &roses ini dikenal
sebagai eritropoiesis tak efektif )adar bilirubin tak terkon'ugasi "ang melebihi 2 mg / 9 ml pada
ba"i dapat mengakibatkan Kern Ikterus .
>.,>>0., &-,>.MB3L., B3L3/0B3,
&engambilan bilirubin tak terkon'ugasi "ang terikat abulmin oleh sel#sel hati dilakukan dengan
memisahkann"a dari albumin dan mengikatkan pada protein penerima. Han"a beberapa obat "ang
telah terbukti menun'ukkan pengaruh terhadap pengambilan bilirubin oleh sel#sel hati( asam flafas
pidat * di pakai untuk mengobati cacing pita +( nofobiosin( dan beberapa <at warna kolesistografik.
Hiperbilirubinemia tak terkon'ugasi dan Ikterus biasan"a menghilang bila obat "ang men'adi
pen"ebab di hentikan. 7ahulu Ikterus ,eonatal dan beberapa kasus sindrom >ilbert dianggap oleh
defisiensi protein penerima dan gangguan dalam pengambilan oleh hati. ,amun pada keban"akan
kasus demikian( telah di temukan defisiensi glukoronil tranferase sehingga keadaan ini terutama
dianggap sebagai cacat kon'ugasi bilirubin.
>.,>>0., )$,%0>.43 B3L3/0B3,
Hiperbilirubinemia tak terkon'ugasi "ang ringan * F 92(G / 9 ml + "ang mulai ter'adi pada hari
ke dua sampai ke lima lahir disebut Ikterus 8isiologis pada ,eonatus. Ikterus ,eonatal "ang
normal ini disebabkan oleh kurang matangn"a en<im glukoronik transferase. .ktivitas glukoronil
tranferase biasan"a meningkat beberapa hari setelah lahir sampai sekitar minggu ke dua( dan setelah
itu Ikterus akan menghilang.
Kern Ikterus atau Bilirubin enselopati timbul akibat penimbunan Bilirubin tak terkon'ugasi
pada daerah basal ganglia "ang ban"ak lemak. Bila keadaan ini tidak di obati maka akan ter'adi
kematian atau kerusakan ,eorologik berat tindakan pengobatan saat ini dilakukan pada ,eonatus
dengan Hiperbilirubinemia tak terkon'ugasi adalah dengan fototerapi.
8ototerapi berupa pemberian sinar biru atau sinar fluoresen atau * gelombang "ang pan'angn"a
E6 sampai dengan EH nm + pada kulit ba"i "ang telan'ang. &en"inaran ini men"ebabkan
perubahan struktural Bilirubin * foto isumerisasi + men'adi isomer#isomer "ang larut dalam air(
isomer ini akan di ekskresikan dengan cepat ke dalam empedu tanpa harus di kon'ugasi terlebih
dahul8emobarbital * Luminal + "ang meningkat aktivitas glukororil transferase sering kali dapat
menghilang kterus pada penderita ini.
&-,0/0,., -)4)/-43 B3L3/0B3, T-/)$,%0>.43
>angguan eskresi bilirubin( baik "ang disebabkan oleh faktor#faktor 8ungsional maupun
obstruksi( terutama mengakibatkan hiperbilirubinemia terkon'ugasi .)arena bilirubin terkon'ugasi
latut dalam air(maka bilirubin ini dapat di ekskresi ke dalam kemih( sehingga menimbulkan
bilirubin dan kemih berwarna gelap. 0robilinogen feses dan urobilinogen kemih sering berkurang
sehingga terlihat pucat. &eningkatan kadar bilirubin terkon'ugasi dapat di sertai bukti#bukti
kegagalan ekskresi hati lainn"a( seperti peningkatan kadar fostafe alkali dalam serum( .4T(
)olesterol( dan garam#garam empedu. &eningkatan garam#garam empedu dalam darah
menimbulkan gatal#gatal pada kterus. Ikterus "ang diakibatkan oleh hiperbilirubinemia
terkon'ugasi biasan"a lebih kuning di bandingkan dengan hiperbilirubinemia tak terkon'ugasi.
&erubahan warna berkisar dari kuning 'ingga muda atau tua sampai kuning hi'au bila ter'adi
obstruksi total aliran empedu perubahan ini merupakan bukti adan"a kterus kolestatik( "ang
merupakan nama lain dari kterus obstruktif. )olestasis dapat bersifat intrahepatik * mengenai sel
hati( kanalikuli( atau kolangiola + atau ekstra hepatik * mengenai saluran empedu di luar hati +. &ada
ke dua keadaan ini terdapat gangguan niokimia "ang sama
B-/B.>.3 %-,34 IKTERUS ,-$,.T$/0M
IKTERUS 8343$L$>3).
4ebagai neonatus ( terutama ba"i prematur( menun'ukkan ge'ala kterus pada hari pertama.
Ikterus ini biasan"a timbul pada hari ke dua( kemudian menghilang pada hari ke sepuluh( atau
pada akhir minggu ke dua. Ba"i dengan ge'ala kterus ini tidak sakit dan tidak memerlukan
pengobatan(kecuali dalam pengertian mencegah ter'adin"a penumpukan bilirubin tidak langsung
"ang berlebihan Ikterus dengan kemungkinan besar men'adi patologik dan memerlukan
pemeriksaan "ang mendalam antara lain :
Ikterus "ang timbul dalam 2E 'am pertama
Bilirubin serum meningkat lebih dari 1 mg 2 per hari
Bilirubin melebihi 9mg2 pada ba"i cukup bulan
Bilirubin melebihi 91mg2 pada ba"i prenatur
Ikterus "ang menetap sesudah minggu pertama
Ikterus dengan bilirubin langsung melebihi 9mg2pada setiap waktu.
Ikterus "ang mempun"ai hubungan dengan pen"akit hemoglobin( infeksi(atau suatu
keadaan patologik lain "ang telah diketahui.
IKTERUS &.T$L$>3)
Ikterus di katakan patologik 'ikalau pigmenn"a( konsentrasin"a dalam serum( waktu timbuln"a(
dan waktu menghilangn"a berbeda dari kriteria "ang telah disebut pada Ikterus fisiologik.
Ialaupun kadar bilirubin masih dalam batas#batas fisiologik( tetapi klinis mulai terdapat tanda#
tanda Kern Ikterus( maka keadaan ini disebut Ikterus patologik.
Ikterus patologik dapat ter'adi karena beberapa faktor "aitu :
Meningkatn"a produksi bilirubin( sehingga melampaui batas kemampuan hepar untuk
dikeluarkan.
8aktor#faktor "ang menghalangi itu mengadakan obstruksi pengeluaran bilirubin.
8aktor "ang mengurangi atau menghalangi kemampuan hepar untuk mengadakan kon'ugasi
bilirubin.
IKTERUS H-M$L3T3)
Ikterus Hemolitik pada umumn"a merupakan suatu golongan pen"akit "ang disebut
-r"throblastosis foetalis atau Morbus Haemolitik ,eonatorum * Hemol"tic disease of the new
born +. &en"akit hemolitik ini biasan"a disebabkan oleh 3nkompatibilitas golongan darah itu dan
ba"i.
a. 3nkompatibilitas /hesus
&en"akit ini sangat 'arang terdapat di 3ndonesia. &en"akit ini terutama terdapat di negeri barat
karena 91 2 &endudukn"a mempun"ai golongan darah /hesus negatif. 7i 3ndonesia( dimana
pendudukn"a hampir 92 /hesus positif( terutama terdapat dikota besar( tempat adan"a
pencampuran penduduk dengan orang barat. Ialaupun demikian( kadang#kadang dilakukan tranfusi
tukar darh pada ba"i dengan kterus karena antagonismus /hesus( dimana tidak didapatkan
campuran darah denagan orang asing pada susunan keluarga orang tuan"a.
Ba"i /hesus positif dari /hesus negatif tidak selaman"a menun'ukkan ge'ala klinik pada waktu
lahir( tetapi dapat terlihat kterus pada hari pertama kemudian makin lama makin berat ikterusn"a(
aisertai dengan anemia "ang makin lama makin berat pula. Bila mana sebelum kelahiran terdapat
hemolisis "ang berat maka ba"i dapat lahir dengan oedema umum disertai kterus dan pembesaran
hepar dan lien * h"dropsfoetalis +.
Terapi ditu'ukan untuk memperbaiki anemia dan mengeluarkan bilirubin "ang berlebihan dalam
serum( agar tidak ter'adi Kern Ikterus.
b. 3,)$M&.T3B3L3T.4 .B$
&enderita Ikterus akibat hemolisis karena inkom patibilitas golongan darah .B$ lebih sering
ditemukan di 3ndonesia daripada inkom patibilitas /h. Transfusi tukar darah pada neonatus
ditu'ukan untuk mengatasi hiperbilirubinemia karena defisiensi > 5 A 5 &7 dan 3nkompatibilitas
.B$.
3kteru dapat ter'adi pada hari pertama dan ke dua "ang sifatn"a biasan"a ringan. Ba"i tidak
tampak sakit( anemian"a ringan( hepar dan lien tidak membesar( kterus dapat menghilang dalam
beberapa hari. )alau hemolisiin"a berat( sering kali diperlukan 'uga transfusi tukar darah untuk
mencegah ter'adin"a Kern Ikterus.
&emeriksaan "ang perlu dilakukan ialah pemeriksaan kadar bilirubin serum sewaktu#waktu.
c. Ikterus hemolitik karena incompatibilitas golongan darah lain.
4elain inkompatibilitas darah golongan /h dan .B$( hemolisis dapat pula ter'adi bila terdapat
inkompatibilitas darah golongan )ell( 7uff"( M,( dan lain#lain. Hemolisis dan kterus biasan"a
ringan pada neonatus dengan kterus hemolitik( dimana pemeriksaan kearah inkimpatibilitas /h
dan .B$ hasiln"a negatif( sedang coombs test positif( kemungkinan kterus akibat hemolisis
inkompatibilitas golongan darah lain.
d. &en"akit hemolitik karena kelainan eritrosit kongenital.
>olongan pen"akit ini dapat menimbulkan gambaran klinik "ang men"erupai er"trhoblasthosis
foetalis akibat isoimunisasi. &ada pen"akit ini coombs test biasan"a negatif. Beberapa pen"akit lain
"ang dapat disebut ialah sperositosis kongenital( anemia sel sabit * sichle 5 cell anemia +( dan
el"ptoc"tosis herediter.
e. Hemolisis karena diferensi en<"ma glukosa#A#phosphat deh"drogenase * >#A#&7 defecienc"
+.
&en"akit ini mungkin ban"ak terdapat di indonesia tetapi angka ke'adiann"a belum di ketahui
dengan pasti defisiensi >#A#&7 ini merupakan salah satu sebab utama icterus neonatorum "ang
memerlukan transfusi tukar darah. 3cterus walaupun tidak terdapat faktor oksigen( misaln"a obat#
obat sebagai faktor pencetusn"a walaupun hemolisis merupakan sebab icterus pada defesiensi >#A#
&7( kemungkinan besar ada faktor lain "ang ikut berperan( misaln"a faktor kematangan hepar.
IKTERUS $B4T/0)T3=.
$bstruksi dalam pen"aluran empedu dapat ter'adi di dalam hepar dan di luar hepar. .kibat
obstruksi itu ter'adi penumpukan bilirubin tidak langsung dan bilirubin langsung.
Bila kadar bilirubin langsung melebihi 9mg2( maka harus curiga akan ter'adi hal#hal "ang
men"ebabkan obstruksi( misaln"a hepatitis( sepsis( p"elonephritis( atau obstruksi saluran empedu
peningkatan kadar bilirubin langsung dalam serum( walaupun kadar bilirubin total masih dalam
batas normal( selaman"a berhubungan dengan keadaan patologik.
Bisa ter'adi karena sumbatan pen"aluran empedu baik dalam hati maupun luar hati. .kibatn"a
kadar bilirubin direk maupun indirek meningkat.
Bila sampai dengan ter'adi obstruksi * pen"umbatan + pen"aluran empedu maka pengaruhn"a
adalah tindakan operatif( bila keadaan ba"i mengi<inkan.
)-/,3@T-/04
-ncephalopatia oleh bilirubin merupakan satu hal "ang sangat di akui sebagai komplikasi
hiperbirubinemia.
Ba"i#ba"i "ang mati dengan icterus berupa icterus "ang berat( lethargia tidak mau minum(
muntah#muntah( sianosis( opisthotonus dan ke'ang. )adang ge'ala klinik ini tidak di temukan dan
ba"i biasan"a meninggal karena serangan apnoea.
)ernicterus biasan"a di sertai dengan meningkatn"a kadar bilirubintidak langsung dalam serum.
&ada neonatus cukup bulan dengan kadar bilirubin "ang melebihi 2 mg2 sering keadaan
berkembang men'adi kernicterus.
&ada ba"i primatur batas "ang dapat di katakan cuman ialah 9! mg2( kecuali bila kadar
albumin serum lebih dari 6gram2. &ada neomatus "ang menderita h"ipolia( asidosis( dan
h"pogl"caemia kernicterus dapat ter'adi walaupun kadar bilirubin F9Amg2. &encegahan
kernicterus ialah dengan melakukan transfusi tukar darah bila kadar bilirubin tidak langsung
mencapai 2mg2
&-,@->.H., &-,.,>.,., H3&-/B3L3/0B3,-M3..
&eningkatan kadar bilirubin tidak langsung didalam darah dapat. Men"ebabkan kerusakan sel
tubuh( terutama sel otak )adar bilirubin "ang berbaha"a itu sangat tergantung pada saat timbuln"a
kterus dan kecepatan meningktan"a kadar bilirubin tidak langsung. )adar bilirubin 91mg2 poada
hari ke E kurang berbaha"a dibandingkan dengankadar "ang sama pada ba"i baru lahir atau hari
pertama.)arena itu setiap ba"i "ang menderita kterus perlu diamati apakah kterus itu suatu
kterus fisiologik atau akan berkembang men'adi kterus patologik.
.namnesis kehamilan dan kelahiran sangat membantu pengamatn klinik ini dan dapat
menuntun kita untuk melakukan pemeriksaan "ang tepat.
7alam penanganan kterus ada 6 cara untuk mencegah dan mengobati("aitu :
Mempercepat metabolisme dan pengeluran bilirubin
Mengubah bilirubin men'adi bentuk "ang tidak toksik dan
"ang dapat dikeluarkan melalui gin'al dan usus(misaln"a dengan terapi sinar *photo terapi+.
Mengeluarkan bilirubin dari peredaran darah ( "aitu denga tranfusi tukar darah.
.M-M&-/@-&.T M-T.B$L34M- 7., &-,>-L0./., B3L3/0B3,.
9.Early feeding.&emberian makanan dini pada neonatus dapat mengurangi ter'adin"a kterus
fisiologik pada neonatus.
Hal ini mungkin sekali disebabkan karena dengan pemberian Makanan "ang dini itu ter'adi
pendorongan gerakan usus(7an meconium lebih cepat dikeluarkan(sehingga peredaran
-nterohepatik bilirubin berkurang.
2.Pemberian agar-agar. &emberian agar#agar per os dapat mengurangi kterus
fisiologik.Mekanismen"a ialah dengan menghalangi atau mengurangi peredaran bilirubin
enterohepatik.
6.Pemberian phenobarbital. &emberian phenobarbital tern"ata dapat menurunkan kadar
bilirubin tidak langsung dalam serum ba"i.)hasiat phenobarbital ialah mengadakan induksi
en<"mamicrosoma(sehingga kon'ugasi bilirubin berlangsung lebih cepat .&emberian phenobarbital
untuk mengobatan hiperbilirubenemia padaneonatus selama tiga hari baru dapat menurunkan
bilirubin serum "ang berarti. Ba"i prematur lebih ban"ak memberikan reaksi daripada ba"i cukup
bulan. &henobarbital dapat diberikan dengan dosis ! mg/kg berat badan sehari( mula#mula
parenteral( kemudian dilan'utkan secara oral. )euntungan pemberian phenobarbital dibandingkan
dengan terapi sinar ialah bahwa pelaksanaan"a lebih murah dan lebih mudah. )erugiann"a ialah
diperlukan waktu paling kurang 6 hari untuk mendapat hasil "ang berarti.
Mengubah bilirubin men'adi bentuk "ang tidak toksik dan "ang dapat dikeluarkan dengan
sempurna melalui gin'al dan traktus digestivus.@ontoh paling baik ialah terapi sinar. @reme * 9G1! +
melaporkan bahwa pada ba"i penderita icterus "ang diberi s inar matahari lebih dari pen"inaran
biasa( icterus lebih cepat menghilang dibandingkan dengan ba"i lain "ang tidak disinari.
&en"elidikan sar'ana#sar'ana lain( misaln"a Luce" * 9GA! +( >ianta dan /ath * 9GA! +( dan lain#lain
menun'ukkan bahwa terapi sinar dengan menggunakan sinar buatan 'uga memberi hasil "ang baik.
7engan terapi sinar bilirubin serum dapat turun dengan cepat( 9 sampai E mg2 dalam 2E 'am.
7engan pen"inaran bilirubin dipecah men'adi dip"role "ang kemudian dikeluarkan melalui
gin'al dan traktus digestivus. Hasil perusakan bilirubin tern"ata tidak toksik untuk tubuh dan
dikeluarkan dari tubuh dengan sempurna. &enggunaan terapi sinar untuk mengobati
hiperbilirubinemia harus dilakukan dengan hati#hati karena 'enis pengobatan ini dapat menimbulkan
komplikasai( "aitu dapat men"ebabkan kerusakan retina( dapat meningkatkan kehilangan air tidak
terasa * insensible water losess +( dan dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan ba"i(
walaupun hal ini masih dapat dibalikkan. )alau digunakan terapi sinar( sebaikn"a dipilih sinar
dengan spektrum antara 2E#E! nannometer( sinar ultraviolet harus dicegah dengan ple;iglas dan
ba"i harus mendapat cairan "ang cukup.
@ara penggunaan foto terapi :
.lat "ang dipergunakan lebih atas 9 lampu neon biru masing#masing berkekuatan
2 Iatt.
4usunan lampu ini dimasukkan ke dalam bilik "ang diberi ventilasi di sampingn"a.
7ibawah susunan lampu dipasang plexiglass setebal 9 9J2 cm untuk mencegah sinar
ultraviolet.
.lat terapi sinar diletakkan E1 cm di atas permukaan ba"i.
Terapi sinar di berikan selama H2 'am tau sampai kadar bilirubin mencapai H(1 mg2. 4elama
terapi sinar mata ba"i dan alat kelamin ditutupi dengan bahan "ang dapat memantulkan
sinar.
Transfusi tukar darah * exchange transfusion )
Transfusi tukar darah %akarta di berikan kasus#kasus berikut :
a. 7iberikan kepada semua kasus kterus dengan kadar bilirubin tidak langsung "ang
lebih dari 2 mg2
2. &ada ba"i prematur tranfusi tukar darah dapat diberikan walaupun kadar albumin kurang
dari 6(1 gram per 9 ml.
6. &ada kenaikan "ang cepat nilirubin tidak langsung serum ba"i pada hari pertama * (6 5 9
mg2 per 'am +. Hal ini terutama terdapat pada inkompatibilitas golongan darah.
E. .nemia "ang berat pada neonatus dengan tanda#tanda dekompensasi 'antung.
1. Ba"i penderita icterus dan kadar hemoglobin darah tali pusat kurang dari 9E mg2 dan
Coombs test langsung positif.
.lat#alat dan obat#obat "ang harus disediakan ialah :
9. 4emprit dengan 6 cabang ( 3 way syringe )

2. 4emprit 1 ml atau 9 ml * 2 buah + untuk glukonas calcicus 92 dan heparin
encer * 2 ml heparin K 9 satuan dalam 21 ml ,a@i fisiologik +
2. )ateter pol"eth"lene kecil sepan'ang 91#2 cm * atau feeding tube ,o. 1#! rench )
6. &iala gin'al * 2 buah + serta botol kosong untuk menampung darah "ang dibuang
E. .lat#alat pembuka vena dan
1. Lat asam( laringskop neonatus( ventilator ba"i * misaln"a Penlon infant !entilator )" plastic
airway" dan lain#lain "ang diperlukan untuk resusitasi.
Teknik transfusi tukar darah
a. Lambung ba"i harus kosong( 6#E 'am sebelum transfusi 'angan diberi
minum. )alau mungkin( E 'am sebelum transfusi ba"i diberi infus
albumin 9 gram/kg berat badan atau 61 ml plasma manusia per kg
berat badan.
2. 4emua tindakan harus dilakukan dengan cara ansepsis dan antisepsis.
6. Harus diawasi pernafasan( nadi( den"ut 'antung( dan keadaan umum ba"i.
E. Ba"i tidak boleh kedinginan. )alau inkubator ba"i kecil( dan transfusi tukar darah tidak
dapat dilakukan di dalam inkubator( maka ba"i dapat dikeluarkan dan dipanaskan dengan
menggunakan lampu 2 Iatt dalam 'arak 2#6 meter dari ba"i
1. Bila masih segar( tali pusat dipotong rata dengan dinding perut. Hati#hati terhadap
pendarahan. 4ebaikn"a sebelum dipotong tali pusat dibuat 'ahitan seperti lasso pada pangkal
tali pusat "ang dapat dipergunakan sebagai simpul untuk mencegah pendarahan.
A. 4alah satu u'ung kateter pol"eth"lene dihubungkan dengan semprit 6 cabang dan u'ung "ang
lain dimasukkan ke dalam vena umbilicalis. 4ebelum dimasukkan ke dalam umbilicalis
semprit 6 cabang dan kateter harus diisi dengan larutan heparin encer * 2 ml heparin K 9
satuan/ml dalam 21 ml ,a@i fisiologik +. Hal ini perlu untuk mencegah embolus. )ateter
dimasukkan dengan hati#hati ke dalam vena umbilicalis sampai terasa halangan * biasan"a
sedalam E#A cm +( kemudian ditarik lagi sepan'ang 9 cm. 7engan cara demikian( darah akan
mengalir keluar dengan sendirin"a. .mbillah 2 ml untuk pemeriksaan laboratorium.
H. &eriksalah tekanan vena umbilicalis dengan mencabut u'ung luar kateter dari semprit dan
mengangkatn"a ke atas perut ba"i. Tekanan ini biasan"a positif * darah dalam kateter naik
kira#kira A cm di atas perut ba"i +. Bila ada gangguan pernafasan( dapat ter'adi tekanan
negatif. Hati#hati 'angan ter'adi enbolus udara.
!. )eluarkan darah seban"ak 2 ml dan masukkan darah seban"ak 2 ml. Memasukkan dan
mengeluarkan darah di perlahan 5lahan kira#kira dalam waktu 2 detik.)alau ba"i lemah
atau prematur(cukup seban"ak 9#91 ml sekali masuk dan keluar.Ban"akn"a darah "ang
dikeluarkan 9G ml per kg berat badan dan "ang dimasukkan 9H ml per kg berat badan.
G. 4emprit harus sering dibilas dengaan larutan hepatin encer dalam air garam fiologik.
9. 4etelah darah masuk seban"ak 91 ml( kateter dibilas dengan larutan heparin encer
itu. )emudian dimasukkan gluconas calcicus 9 2 secara perlahan 5lahan *2 menit +
(sesudah itu(dibilas dengan larutan heparin encer * 9 ml+.7en"ut 'antung harus selalu
diawasi.
99. Bila tali pusat telah kering dan tidak dapat dapat dipakai lagi(dapat dipakai vena
saphena magna("aitu cabang vena femoralis.Lokasin"a ialah 9 cm dibawah ligamentum
inguinalis dan medial dari arteri femoralis.
&-/.I.T., 4-T-L.H T/.,48043 7./.H.
a.vena umbilicus dikompres dengan larutan garam fisiologik supa"a tetap basah seandaain"a
tetap diperlukan transfusi tukar lagi.)ateter siumbilikus dapat ditinggalkan dan ditutup secara
steriel.
b.Ba"i perlu diberi antibiotik spektrum luas.
c.)adar haemoglobin dan bilirubin diperiksa setiap 92 'am.
d.4esudah transfusi ba"i dapat diberi terapi sinar.
)alau perlu(transfusi tukar dapat diulang.
).T.B$L34M- H-M- M-,>H.43L)., B3L3/0B3,.
)etika hemoglobin dihancurkan didalam tubuh(globin diuraian men'adi asam amino
pembentukn"a "ang kemudian akan di gunakan kembali (dan <at besi dari heme akan memasuki
depot <at besi "ang 'uga untuk pemakaian kembali.
Bagian porfirin tanpa besi pada heme 'uga diuraikan(terutama didalam sel#sel retikuloendotel
hati(limpa dan sumsum tulang.
)atabolisme heme dari semua protein heme dilaksanakan dalam fraksi mikrosom sel
retikuloendotel oleh sebuah sistem en<im "ang kompleks "ang dinamakan heme oksigenase.&ada
saat heme pada protein heme mencapai sitem heme oksigenase( <at besi biasan"a sudah teroksidasi
men'adi bentuk feri "ang merupakan hemin. 4istem heme oksigenase dapat diinduksi oleh substrak.
4istem ini terletak sama dekat dengan sistem pengangkutan elektron mikrosum. Besi fero sekali lagi
teroksidasi men'adi bentuk feri. 7engan penambahan lebih lan'ut oksigen( ion feri dilepaskan(
kemudian karbon monoksida dihasilkan.
4atu gram hemoglobin diperkirakan menghasilkan 61 mg bilirubin. )onversi kimia heme
men'adi bilirubin oleh sel retikuloendotel dapat di amati secara in vivo karena warna ungu heme
pada hema toma perlahan#lahan di ubah men'adi pigmen bilirubin "ang berwarna kuning .
Bilirubin "ang terbentuk di 'aringan perifer akan di angkut ke hati oleh albumin plasma.
Metabolisme bilirubin lebih lan'ut terutama ter'adi di hati.
&-/34T3I. M-T.B$L34M- 73 B.>3 M-,%.73 6 &/$4-4.
.mbilan bilirubin oleh sel parenkim hati.
)on'ugasi bilirubin dalam retikulum endoplasma halus.
4ekresi bilirubin terkon'ugasi ke dalam empedu.

H.T3 M-,>.MB3L B3L3/0B3,.
Bilirubin han"a sedikit larut dalam plasma dan air( tetapi kelarutan bilirubin di dalam plasma di
tingkatkan oleh pengikatan nonkovalen dengan albumin. 4etiap molekul albumin tampakn"a
mempun"ai satu tapak dengan afinitas tinggi dan satu tapak dengan afinitas rendah untuk
pengikatan bilirubin.
7alam 9 ml plasma( kurang lebih 21 mg bilirubin dapat di ikat erat oleh albumin pada tapak
dengan afinitas tinggi. Bilirubin 'umlahn"a berlebihan han"a terikat secara longgar dan karenan"a
mudah terlepas serta berdisfusi kedalam 'aringan.
4e'umlah sen"awa seperti antibiotik dan beberapa obat lainn"a bersaing dengan bilirubin untuk
dapat berikatan pada tapak pengikatan dengan afinitas tinggi pada albumin. %adi sen"awa 5 sen"awa
ini dapat menggeser bilirubin dan memberikan efek klinis "ang bermakna..
7i hati bilirubin dilepaskan dari bilirubindari albumin dan diambil pada permukaan sinusoid
hepatosit Mleh sistem dapat 'enuh* saturable+ "ang diperantarai oleh <at pembawa.4istem
pangangkutan "ang difasilitasi ini mempun"ai kapasitas "ang sangat besar sehingga sekalipun pada
keadaan patologik(sistem tersebut tampakn"a tidak membatasi kecepatann"a dalam metabolisme
bilirubin.
Mengingat sistem pengangkutan "ang difasilitasi tersebut memungkan adan"a ekuibilibrium
bilirubin lewat membran sinusoid hepatosit(ambilan neto bilirubin akan bergantung pada
pengeluaran bilirubin oleh lintasan metabolik berikutn"a.
)$,%0>.43 B3L3/0B3, 7-,>., .4.M >L0)0/$,.T T-/%.73 73H.T3
Bilirubin bersifat non polar dan akan bertahan didalam sel *misal(terikat dengan lipid+ 'ika tidak
dibuat dapat larut didalam air.Hepatosit akan mengubah bilirubin men'adi bentuk polar "ang dapat
diekskresikan dengan mudah kedalam empedu dengan penambahan molekul asam glukoronat pada
bilirubin pada bilirubin tersebut.&roses ini dinamkan kon'ugasi dan dapat memakai molekul polar
"ang bukan asam glikironat*misal(sulpat+.Ban"ak hormon steroiddan obat "ang 'uga dikonversikan
lewat proses kon'ugasi men'adi derifat "ang dapat larut dalam air untuk mempersipkan ekskresi
hormon dan obat tersebut. Hati sedikitn"a mengambil dua buah isoform en<im
glukuronosiltrasferase "ang keduan"abeker'a pada bilirubin.-n<im ini terutama terdapat dalam
retikulum endoplasma halus dan menggunakan 07&#asam glukuronat sebagai donor
glukorunosil.Bilirubin monoglukuronida merupakan intermediat danselan'utn"a akan dikonfersikan
men'adi bentuk diglukoronida.Meskipun demikian(kalau kon'ugat bilirubin terdapat secara
abnormal didalam plasma manusia *misa(pada kterus obtruktif+ (bentuk bilirubinbilirubin "ang
dominan adalah monoglukuronida.
.ktifitas 07& glukuronosiltransferase dapat diinduksi oleh se'umlahobat "ang berkasiat dalam
klinik(termasuk preparat fenobarbital.
B3L3/0B3, 734-)/-43)., )- 7.L.M >-T.H -M&-70.
4ekresi bilirubin terkon'ugasi kedalam empedu ter'adi melalui mekanisme pengangkutan "ang
aktif("ang mungkin bersifat membatasi kecepatan bagi keseluruh proses metabolisme bilirubin
hepatik.&engangkutan hepatik bilirubin terkon'ugasi kedalam empedu bisa diinduksi oleh obat "ang
sama "ang mampu menginduksi kon'ugasi bilirubin.%adi sistem kon'ugasi dan ekskresi bagi
bilirubin berlaku sebagai unit fungsional "ang terkoordinasi.
7alam keadaan fisiologis(pada hakekatn"aseluruh bilirubin "ang diekskresikan kedalam
empedu berda dalam bentuk terkon'ugasi.Han"a setelah fototerapi dapat ditemuakan bilirubin tak
terkon'ugasi dengan 'umlah bermakna didalam empedu.7ihati terdapat lebih dari satu sistem untuk
men"ekresikan kedalam empedu sen"awa "ang ada secara alami dan sen"awa farmasisetelah
proses sen"awa ter'adi.Beberapa dari sistem sekresi ini dipakai bersama bilirubin
diglukuronida(tetapi sebagian lainn"a beker'a secara bebas.
B3L3/0B3, T-/)$,%0>.43 73/-70)43 M-,%.73 0/$B3L3,$>-, $L-H B.)T-/3
0404.
4etelah bilirubin terkon'ugasi mencapai ileum terminalis dan usus besar(glukuronida dilepaskan
oleh en<im bakteri "ang spesifik*en<im gukuronidase+(dan pigmen tersebut selan'utn"a
direduksioleh flora feses men'adi sekelompok sen"awa tetrapirol tidak berwarna "ang dinamakan
urobilinogen.7iileum terminalis dan usus besar. 7iserap kembali dan diekskresikan kembali lewat
hati untuk men'alani siklus urobilinogen enterohepatik. &ada keadaan abnormal( khususn"a kalau
terbentuk pigmen empedu "ang berlebihan atau kalau ada pen"akit "ang mengganggu siklus
enterohepatik ini( urobilinogen dapat pula diekskresikan kedalam urine.
,ormaln"a( sebagaian besar urobilinogen tidak berwarna "ang terbentuk di dalam kolon oleh
flora feses akan teroksidasi disana men'adi urobilin * sen"awa berwarna + dan diekskresikan ke
dalam feses. Iarna feses berubah men'adi lebih gelap ketika dibiarkan terpa'an udara disebabkan
oleh oksidasi urobilinogen "ang tersisa men'adi urobilin.
H3&-/B3L3/0B3,-M3. M-,N-B.B)., IKTERUS
)alau kadar bilirubin di dalam darah melampui 9 mg/dL*9H(9umol/L+maka timbul
hiperbilirubinemia. Hiperbilirubinemia dapat disebabkan oleh produksi bilirubin "ang melebihi
kemampuan hati normal untuk mengekskresikann"a( atau dapat ter'adi karena kegagalan hati "ang
rusak untuk mengekskresikan bilirubin "ang di hasilkan dengan 'umlah normal. &ada keadaan tanpa
kerusakan hati(obstruksi saluran ekskresi hati dengan mencegah ekskresi bilirubin 'uga akan
menimbulkan hiperbilirubinemia. &ada semua keadaan ini( bilirubin bertumpuk di dalam darah dan
ketika mencapai suatu konsentrasi tertentu * "aitu sekitar 2#2(1 mg/dL +( bilirubin akan berdifusi ke
dalam 'aringan "ang kemudian warnan"a berubah men'adi kuning. )eadaan ini dinamakan
#aundice atau kterus.
7alam se'umlah penelitian klinis terhadap kterus( pengukuran kadar bilirubin serum
mempun"ai nilai "ang penting. Metode pengukuran kuantitatif kandungan bilirubin dalam serum
pertama#tama dilakukan oleh =an den Bergh dengan menerapkan tes -hrlich untuk pemeriksaan
bilirubin di urine. /eaksi -hrlich berdasar pada rangkaian asam sulfanilat dia<otisasi * reagen dia<o
-hrlich + dengan bilirubin( sehingga menghasilkan sen"awa a<o "ang berwarna ungu kemerahan.
Bentuk bilirubin "ang bereaksi tanpa tambahan metanol ini kemudian dinamakan O bentuk "ang
bereaksi langsung * direk + O. Bentuk bilirubin "ang baru bisa diukur setelah penambahan metanol
ini kemudian disebut O bentuk "ang bereaksi tak langsung * indirek +P.
Bergantung pada tipe bilirubin "ang ada di dalam plasma("aitu bilirubin tak#terkon'ugasi
ataukah bilirubin terkon'ugasi(keadaan hiperbilirubinemia dapat diklasifikasikan masing#masing
sebagai hiperbilirubinemia retensi "ang disebabkan oleh over produksi atau hiperbilirubinemia
regurgitasi "ang disebabkan oleh aliran balik * refluks + bilirubin ke dalam darah sebagai akibat dari
obstruksi biliar.
)arena sifat hidrofobisitasn"a han"a bilirubin tak#terkon'ugasi "ang bisa melewati sawar darah#
otak untuk masuk ke dalam sistem saraf pusat( oleh karena itu( ensefalopati akibat bilirubinemia
* kernikterus +. )arena itu( kterus kolurik * koluria adalah keadaan terdapatn"a derivat empedu di
dalam urine + han"a ter'adi pada hiperbilirubinemia regurgitasi( dan kterus akolurik han"a
di'umpai kalau terdapat bilirubin tak#terkon'ugasi dengan 'umlah "ang berlebihan.
-thiologi
&eningkatan bilirubin dapat ter'adi karena( pol"cethemia( isoimmun
hemol"ticdisease( kelainan struktur dan en<im( sel darah merah( keracunan obat
* hemolisis kimia( kortikos temoid( kloram penikol +( hemolisis ekstra vaskuler(
ceptalhema toma( ecch"mosis.
>gn. 8ungsi hati( difisiensi glukoromil tranferase( obstruksi empedu / atresia biliarti( infeksi(
masalah metabolik( galaktosemia( h"pothiroidisme( 'amdice .si.
B.>3., .)H3/ Q
&enanganan kterus neoantorum sangat tergantung pada saat ter'adin"a kterus( intensitas
kterus * kadar bilirubin serum +( 'enis bilirubin( dan sebab ter'adin"a pemeriksaan "ang perlu
dilakukan didasarkan pada hari timbuln"a kterus dan naikn"a kadar bilirubin serum.
Ikterus "ang timbul dalam 2E 'am pertama
&emeriksaan perlu dilakukan( baik pada ba"i maupun pada 3bu.
Ba"i. 9. )adar bilirubin serum dan kadar albumin
2. &emeriksaan darh tepi lengkap
6. >olongan darah * .B$( /h( dan lain#lain +
E. Coombs test * langsung dan tidak langsung dengan titern"a +.
7irect dan 3ndirect.
1. )adar >#A#&7 * atau pemeriksaan skrining terhadap defisiensi ># A#&7 +.
A. Biakan darah atau )ultur darah.
3bu 9. >olongan darah.
2. @oombs test tidak langsung dengan titern"a.
Tindakan
Transfusi tukar darah bila telah dipenuhi s"arat#s"aratn"a.
Bila belum dipenuhi s"arat#s"aratn"a( diberikan terapi sinar. Bilirubin diperiksa setiap !
'am. )alau kenaikan kadar bilirubin tetap (6 5 9 mg 2 per 'am( sebaikn"a dilakukan
transfusi tukar darah( apalagi kalau "ang dihadapi inkompatibilitas golongan darah.
Ikterus #ang tm$ul sesu!a" %& 'am pertama
Ikterus "ang timbul sesudah hari pertama( tetapi madih pada hari kedua dan ketiga(
biasan"a merupakan kterus fisiologok. Ialaupun demikian( harus diawasi dengan teliti.
&emeriksaan bilirubin dilakukan han"a sekali( selan'utn"a pengawasan klinik. 7alam hal ini
amnesis kehamilan dan kelahiran "ang lalu sangat menentukan tindakan selan'tn"a. Bila ba"i
nampak sakit dan kterus dengan cepat men'adi berat( maka pemeriksaan dan tindakan harus
dilakukan seperti pada kterus pada hari pertama.
Ikterus "ang timbul sesudah hari ke# E
&ada umun"a kterus "ang timbul pada hari ke# E atau lebih bukan disebabkan oleh pen"akit
hemolitik neonatus. )emungkinan besar itu disebabkan oleh infeksi: bakteri( virus( atau proto<oa
"ang ter'adi antenatal.%adi pemeriksaan harus ditu'ukan ke arah sepsis neonatorum( p"elonephritis(
hepatitis neonatorum( to;oplasmosis( dan lain#lain.
)emungkinan lain ialah pengaruh obat( misaln"a obat sulfa tau ,ovobiocin( dan defisiensi
en<"ma eritrosit( "aitu defisiensi >#A#&7( &emeriksaan laboratorium "ang perlu dilakukan ialah
kadar bilirubin serum( 'enis bilirubin dalam serum( biakan darah( biakan air kencing( dan kalau
perlu dilakukan pemeriksaan serologik terhadap virus dan to;oplasma. &ada persangkaan hepatitis
neonatorum biopsi hepar perlu dilakukan. &engobatan diarahkan pada pen"akitn"a( sekiran"a hal
itu mungkin. &ada hiperbilirubinemia( kalau "ang meningkat itu bilirubin tidak langsung( maka
sikap ialah sebagai berikut:
)adar bilirubin lebih dari 2 mg2: dilakukan trasfusi tukar darah.
)adar bilirubin 9#91 mg2: diberikan phenobarbital parenteral( A mg per kg BB/hari.
)adar bilirubin 91#2 mg2: diberikan terapi sinar.
)adar bilirubin diperiksa setiap 2E 'am. Bila dalam pemeriksaan selan'utn"a kadar bilirubin
tetap baik( maka pengobatan dengan phenobarbital dapat ditukar dengan terapi sinar.7emikian pula
kalau terapi sinar gagal( sehingga kadar bilirubin mencapai 2 mg2( dilakukan transfusi tukar
darah.
Ikterus "ang menetap atau bertambah sesudah minggu pertama
4elain dapat ditimbulkan oleh hal#hal "ang telah disebut pada kterus sesudahhari keempat(
sebab#sebab lain sangat tergantung pada 'enis bilirubin "ang meningkat.
)alau bilirubin terutama dalam bentuk tidak langsung dan faktor#faktor di atas telah
disingkirkan( maka harus dipikirkan breasmilk #aundice" hypothyreoidismus" galaktosemia"
sindroma Criggler $a##er" dan lain#lain. )alau bilirubin terutama dalam bentuk bilirubin langsung(
haruslah dipikirkan faktor obstruksi( misaln"a hepatitis neonatorum dan obstruksi saluran empedu.
&emeriksaan "ang perlu dilakukan ialah kadar bilirubin darah * langung dan tidak langsung+(
biakan darah( biopsi hepar( dan pemeriksaan serologik terhadap virus( to;oplasma( dan lain#lain.
N.,> &-/L0 .,7. &-/H.T3).,
.'arkan orang tua cara merawat ba"i agar tidak ter'adi infeksi dan
'el:askan tentang da"a tahan tubuh ba"i.
%elaskan pada orang tua pentingn"a pemberian asi apabila sudah tidak ikterik.,amun bila
pen"ebabn"a dari 'aundice asi tetap diteruskan pemberiann"a.
%elaskan pada ortu tentang komplikasi "ang mungkin ter'adi dan segera lapor dokter atau
perawat.
%elaskan ubtuk pemberian immunisasi
%elaskan tentang pengobatan "ang diberikan.

7.8T./ &04T.).
&rawirohar'o 4arwono( lGHA( %lmu &ebidanan( Na"asan Bina &ustaka( %akarta.
&rice 4"lvia dan M.Iilson Lorraine( lGGE( Pato isiologi( ->@*-ds.3=+(%akarta.
.nderson 4ilvia( 9GGG( isiologi &edokteran( ->@( %akarta.
Murra" /obert )( M7.&h7( 29( 'iokimia (arper * -ds.21+( ->@( %akarta