Anda di halaman 1dari 39

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

PMK 25/ca, UU No. 34 Tahun 1954, dan UU No.5 Tahun 2011



Disusun Olh!
"nd# Ma#ison $asi%uan 11&2201351
'odi (ona#do )i*u+an, 11&2201349
)a#lisan )inu#a* 11&22013-9
Universitas Lancang Kuning
2014-2015
KATA PENGANTAR
Pu.i s/u0u# a*as 0hadi#a* Tuhan 1an, Maha 2sa /an, *lah ++%#i0an %#0ah dan
#ah+a*n/a 03ada 3nulis shin,,a 3nulisan /an, %#.udul SEMINAR AKUNTANSI
KEUANGAN PMK 25/ca, UU No. 34 Tahun 1954, dan UU No.5 Tahun 2011 ini da3a*
0a+i slsai0an *3a* 3ada 4a0*u /an, di*n*u0an.
Pnulis +n/ada#i %ah4a 3nulisan +a0alah ini +asih .auh da#i 0s+3u#naan. Ka#na
i*u 0a+i +n,ha#a30an 0#i*i0 dan sa#an /an, %#si5a* ++%an,un. D+i ,n#asi +uda di+asa
/an, a0an da*an,. Dan s+o,a +a0alah ini a0an %#+an5aa* %a,i 3+%aca s0alian.
Pean!aru" 1# Se$te%!er 2014
6Ti+ Pnulis7
1.1. Era baru akuntan profesional : PMK No.25
tahun 2014
Peraturan Menteri Keuangan No. 25 tahun 2014 tentang Akuntan
Beregister Negara telah diundangkan pada Februari 2014 dan menadi legal
backup !ang dapat memberikan landasan hukum dan menamin pro"esionalisme
akuntan #ndonesia.
$erdapat beberapa hal !ang menarik dari PMK No.25 tahun 2014 !ang akan
dibahas berikut.
%egulasi baru tentang akuntan beregister negara menadi "ondasi bagi
penataan ulang akuntan pro"esional #ndonesia. &engan adan!a PMK ini' akuntan
#ndonesia pun dapat lebih "okus mempersiapkan diri dalam menghadapi
tantangan perekonomian global. Apalagi ada tantangan Mas!arakat (konomi
A)(AN !ang sudah di depan mata.
)elain itu' PMK ini memberi ruang bagi para akuntan pro"esional anggota
#A# untuk membuka Kantor *asa Akuntansi +K*A, !ang boleh memberikan la!anan
akuntansi di luar asa asurans. Boleh adi' tak lama lagi K*A-K*A baru akan
bermun.ulan hingga ke berbagai pelosok /ila!ah Nusantara selama di sana ada
akuntan pro"esional anggota #A#.
+Pro". Mardiasmo' M.B.A.' Ph.&' 0Fr.A.' 1#A' Ak.' 0A.' 2PMK 2532014 untuk
Kepentingan Publik4 !ang dikutip dari Maalah Akuntan edisi Maret 2014,
Pertama' PMK baru menadi landasan hukum !ang kuat bagi akuntan.
Kedua' PMK baru menadi legal backup untuk menamin kualitas akuntan.
Ketiga' akuntan beregister negara dapat mendirikan Kantor *asa Akuntansi +K*A,.
1. PMK 25/2014 adalah Landasan uku! ba"i Profesi #kuntansi
&engan adan!a PMK 2532014' #katan Akuntan #ndonesia +#A#, ditetapkan
sebagai asosiasi pro"esi akuntan !ang bertanggung a/ab atas pembinaan
pro"esionalisme akuntan #ndonesia sebagaimana diamanatkan Pasal 15 dan 16
PMK 2532014. &engan demikian' #A# menadi memiliki kedudukan !ang elas '
!aitu sebagai asosiasi pro"esi akuntan !ang bertanggung a/ab untuk membina
akuntan sehingga pro"esionalisme akuntan terpelihara. )ebelumn!a' akuntan
tidak /aib menadi anggota asosiasi pro"esi akuntan. $etapi' setelah terbitn!a
PMK ini' akuntan /aib menadi anggota asosiasi pro"esi akuntan dan mengikuti
Pendidikan Pro"esi Berkelanutan +PP7,. *adi' PMK ini men!ediakan keelasan
hukum bagi perolehan gelar 2akuntan4. )elain itu' peraturan ini uga
men!atakan ketentuan !ang harus dipenuhi bagi akuntan dalam mendirikan
Kantor *asa Akuntansi. Pen!impangan dari PMK akan dikenakan sanksi !ang
diatur dalam Bab 8##. )elain menadi anggota asosiasi pro"esi dan mengikuti PPl'
terdapat pers!aratan lain !ang harus dipenuhi .alon akuntan untuk dapat
memperoleh register sehingga dapat memberikan asa akuntansi !ang akan
dibahas berikut.
2. PMK 25/2014 !en$adi legal backup untuk !en$a!in kualitas
akuntan.
)eperti !ang telah diketahui dari penelasan sebelumn!a' untuk menadi
akuntan' .alon akuntan harus menadi anggota asosiasi pro"esi akuntansi dan
mengikuti PP7. Ketentuan untuk memperoleh register negara akuntan diatur
se.ara rin.i dalam bab ## tentang %egister Negara Akuntan.
Pen!elenggaraan %egistern Negara Akuntan dilakukan oleh PPA*P +pasal 2 a!at
2,. 9ntuk terda"tar dalam %egister Negara Akuntan' sesorang harus memenuhi
pers!aratan berikut +Pasal 2 a!at :, ;
lulus pendidikan pro"esi akuntansi atau lulus uian serti<kasi akuntan
pro"esional'
berpengalaman di bidang akuntansi' dan
sebagai anggota Asosiasi Pro"esi Akuntan.
)eseorang !ang terda"tar dalam %egister Negara Akuntan diberikan
piagam %egister Negara Akuntan dan berhak men!andang gelar Akuntan +Ak.,
Pendidikan Pro"esi Akuntansi
Pendidikan pro"esi akuntansi sebagaimana dimaksud pada pasal 2 a!at :
men.akup perkuliahan dan uian serti<kasi akuntan pro"esional +pasal : a!at 1,.
Pendidikan pro"esi akuntansi diselenggarakan oleh Asosiasi Pro"esi Akuntan atau
perguruan tinggi bekera sama dengan Asosiasi Pro"esi Akuntan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. 7alu' untuk mengikuti pendidikan
pro"esi akuntansi' seseorang harus berpendidikan paling rendah diploma empat
atau sarana +)1, !ang diselenggarakan oleh oleh perguruan tinggi #ndonesia
atau luar negeri !ang telah disetarakan oleh instansi !ang ber/enang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan.
9ian )erti<kasi Akuntan Pro"esional
9ian serti<kasi akuntan pro"esional diselenggarakan oleh Asosiasi Pro"esi
Akuntan. 9ntuk dapat mengikuti uian serti<kasi akuntan pro"esional' seseorang
harus memenuhi salah satu pers!aratan sebagai berikut;
a. Memiliki pendidikan paling rendah diploma empat +&-#8, atau sarana +)-
1, di bidang akuntansi !ang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
#ndonesia atau luar negeri !ang telah disetarakan oleh instansi !ang
ber/enang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang pendidikan=
b. Memiliki pendidikan magister +)-2, atau doktor +)-:, !ang menekankan
penerapan praktik-praktik akuntansi dari perguruan tinggi #ndonesia atau
perguruan tinggi luar negeri !ang telah disetarakan oleh instansi !ang
ber/enang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di
bidang pendidikan=
.. Mengikuti pendidikan pro"esi akuntansi= atau
d. memiliki serti<kat teknisi akuntansi le>el ? +enam, berdasarkan kerangka
kuali<kasi nasional #ndonesia sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
9ian serti<kasi akuntan pro"esional adalah uian 0hartered A..ountant +0A,
!ang akan pertama kalin!a diadakan pada *uni 2014 oleh #A#.
)!arat peserta uian 0A;
a. Paling rendah lulusan &#83)1 akuntansi atau setara
b. 7ulusan )23s: akuntansi
.. Paling rendah lulusan &#83)1 Non Akuntansi atau setara dan mengikuti
Pendidikan Pro"esi Akuntan +PPAk, !ang dibuktikan dengan .op! ia@ah
!ang telah dilegali@ir.
Ketentuan lainn!a #A# +///.iaiglobal.or.id,
Pengalaman di Bidang Akuntansi
)eorang .alon akuntan harus memiliki pengalaman di bidang akuntansi ' bisa
berupa;
a. pengalaman praktik di bidang akuntansi' termasuk bekera !ang tugas
utaman!a di bidang akuntansi' atau
b. pengalaman sebagai pengaar di bidang akuntansi Pengalaman di bidang
akuntansi paling sedikit : tahun !ang diperoleh dalam A tahun terakhir.
.. Bagi seseorang !ang telah men!elesaikan pendidikan pro"esi akuntansi'
magister +s2,' atau doktor +s:, !ang menekankan praktik akuntansi maka
orang tersebut disetarakan telah memiliki pengalaman di bidang
akuntansi selama 1 tahun.
%. #kuntan &ere"ister dapat Mendirikan K'#
#nilah salah satu 2<tur4 baru peraturan menteri keuangan di #ndonesia.
Perbedaan Kantor Akuntan Publik +KAP, dengan Kantor *asa Akuntansi +K*A,
adalah Kantor Akuntan Publik dapat men!ediakan asa asurans +seperti audit,
dan asa akuntansi +pen!usunan 7K' sistem in"ormasi akuntansi' ad>isor!
ser>i.es' dll,. Kantor *asa Akuntan dapat memberikan asa akuntansi tetapi tidak
diperbolehkan memberikan asa asurans.
&engan diaturn!a K*A dalam PMK 2532014' K*A memiliki /adah hukum
!ang baik sehingga kualitasn!a bisa dikontrol. &ulu +sebelum PMK 2532014
berlaku,' akuntan tidak memiliki legal backup !ang elas +.ontoh; tidak perlu
menadi anggota #A#' tidak memiliki gelar 0A, sehingga kualitas asa akuntan
menadi dipertan!akan.
)aat ini' negara-negara A)(AN akan menghadapi momen !ang
menantang' !aitu A)(AN (.onomi. 0ommunit! pada tahun 2015 di mana
hambatan arus perekonmian akan berkurang sehingga kera sama ekonomi
antar negara-negara A)(AN diharapkan akan meningkat. A(0 men.iptakan
tantangan besar bagi akuntan #ndonesia karena akuntan #ndonesia perlu
bersaing dengan akuntan dari negara lain kalau ingin eksistensi mereka tetap
teraga.
Program pendidikan pro"esi akuntan dan uian 0A !ang diselenggarakan
#A# diharapkan dapat menghasilkan akuntan #ndonesia !ang berkualitas dan
tidak kalah bersaing dengan akuntan dari negara lain.
1.2. (ndan")(ndan" No. %4 *ahun 1+54
PEMAKAIAN GELAR "AKUNTAN" ("ACCOUNTANT").
&alam masa puluhan tahun !ang terakhir pekeraan akuntan
mempun!ai arti !ang selalu bertambah penting bagi mas!arakat. Bal ini
disebabkan hubungan ekonomi !ang makin sulit' merun.ingn!a persaingan'
dan naikn!a paak-paak para pengusaha dagang dan kerainan' sehingga
makin sangat dirasakan kebutuhan akan penerangan dan nasehat para ahli
untuk men.apai perbaikan dalam sistem administrasi dan dalam
penga/asan atas perusahaan' CkostprisberekeningC !ang lebih tepat' dan
pelaksanaan a@as-a@as ekonomi perusahaan. )udah tentu mereka hendak
mempergunakan asa orang-orang !ang mempelaari masalah itu atas dasar
pengetahuan dan mempraktekkann!a' ialah para akuntan. Akan tetapi
kebutuhan akan bantuan akuntan !ang makin besar itu mungkin menadi
alasan bagi ban!ak orang untuk mengemukakan diri sebagai CakuntanC
kepada khala!ak umum' dengan tidak berpengetahuan dan berpengalaman
dalam lapangan itu !ang sederaat dengan s!arat !ang ditetapkan oleh
Pemerintah bagi mereka !ang telah mengikuti pelaaran pada perguruan
tinggi Negeri dengan hasil baik.
Dleh karena itu Pemerintah menetapkan peraturan dengan undang-
undang ini untuk melindungi ia@ah akuntan' agar supa!a pada pengusaha
dan lain-lain oleh karena pemakaian gelar CakuntanC !ang tidak sah tidak
timbul penghargaan-penghargaan !ang salah mengenai pengetahuan dan
pengalaman orang !ang menamakan dirin!a CakuntanC' !ang dimintain!a
penerangan dan nasehat.
Pasal 1
&engan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan gai resmi mengenai
berbagai abatan pada *a/atan Akuntan Negeri dan *a/atan Akuntan Paak'
hak memakai gelar CakuntanC +Ca..ountantC, dengan penelasan atau
tambahan maupun tidak' han!a diberikan kepada mereka !ang mempun!ai
ia@ah akuntan sesuai dengan ketentuan dan berdasarkan undang-undang
ini.
Penjelasan:
&alam meran.angkan redaksi undang-undang tersebut' pertama-tama
timbul pertan!aan sampai manakah batasn!a perlindungan menurut
undang-undang itu. Barangkali alan !ang sebaik-baikn!a ialah mengadakan
larangan menalankan pekeraan akuntan bagi mereka !ang tidak
mempun!ai ia@ah !ang dilindungi oleh undangundang. Akan tetapi dapatlah
diramalkan bah/a .ara !ang sebaik-baikn!a dalam teori itu tidak akan
memuaskan dalam praktek' karena itu berarti' bah/a harus diadakan de<nisi
!ang terang tentang lapang pekeraan akuntan' sedangkan pelanggaran
peraturan tersebut akan sukar diketahui.
Dleh karena itu dalam undang-undang tersebut dipilih suatu sistem'
bah/a tiap-tiap orang bebas melakukan pekeraan !ang biasa dialankan
oleh akuntan' akan tetapi dilarang memakai gelar CakuntanC +Ca..ountantC,
bagi mereka !ang tidak mempun!ai ia@ah !ang dilindungi oleh undang-
undang. Maka di /aktu !ang akan datang ini umum dapat membeda-
bedakan dengan terang mereka !ang beria@ah sah dari orang-orang !ang
tidak berpendidikan teori' serta dapat mengambil keputusan sendiri tenaga
manakah !ang hendak dipergunakann!a.
Penge.ualian han!a diadakan bagi pega/ai *a/atan Akuntan Negeri
dan *a/atan Akuntan Paak' !ang menurut peraturan gai !ang berlaku
memegang abatan dengan pangkat Cakuntan-paakC' Caun-akuntanC atau
pangkat lain serupa itu.
Pasal 2
&engan ia@ah tersebut dalam pasal 1 dimaksud;
a. ia@ah !ang diberikan oleh sesuatu uni>ersitas Negeri atau badan
perguruan tinggi lain !ang dibentuk menurut undang- undang atau
diakui Pemerintah' sebagai tanda bah/a pendidikan untuk akuntan pada
badan perguruan tinggi tersebut telah selesai dengan hasil baik=
b. ia@ah !ang diterima sesudah lulus dalam sesuatu uian lain !ang
menurut pendapat Panitia Ahli termaksud dalam pasal :' guna
menalankan pekeraan akuntan dapat disamakan dengan ia@ah
tersebut pada huru" a pasal ini.
Penjelasan:
#a@ah !ang memberi hak memakai gelar CakuntanC +Ca..ountantC,
ialah ia@ah !ang diberikan oleh sesuatu uni>ersitas negeri kepada mereka
!ang telah selesai mengikuti kuliah kuliah !ang bersangkutan dengan hasil
baik pada Fakultas (konomi. &i samping itu undang-undang ini memberi
kemungkinan untuk mendapat pengetahuan teoretis !ang diperlukan dengan
alan lain. Apakah ia@ah !ang didapat dengan alan lain itu memberi aminan
.ukup untuk dasar pengetahuan !ang baik' dan dapat dianggap sederaat
dengan ia@ah dari uni>ersitas Negeri .E ia@ah !ang diberikan oleh badan
lain.untuk perguruan tinggi bagi melakukan pekeraan akuntan' hal itu akan
diselidiki oleh suatu Panitia-Ahli.
Pasal %
+1,Menteri Pemdidikan' Pengaaran dan Kebuda!aan mengangkat Panitia
Ahli' !ang bertugas mempertimbangkan apakah sesuatu ia@ah bagi
menalankan pekeraan akuntan dapat disamakan dengan ia@ah tersebut
pada pasal 2 huru" a.
+2,Menteri Pendidikan' Pengaaran dan Kebuda!aan bersama Menteri
Keuangan mengatur susunan dan .ara kera panitia itu.
+:,Menteri Keuangan berhak memberi tugas lain kepada panitia tersebut
dalam a!at 1 untuk menamin kesempurnaan urusan akuntansi ..E. untuk
mengatur lebih lanut urusan akuntansi.
+4,$iap-tiap akuntan beria@ah menda"tarkan nama untuk dimuat dalam
suatu register negara !ang diadakan oleh Kementerian Keuangan.
Penjelasan:
Pengangkatan anggota-anggota panitia itu dilakukan setelah didengar
pendapat dan pertimbangan Menteri Keuangan' Menteri Perekonomian dan
Presiden-presiden uni>ersitas. &alam panitia itu duduk /akil-/akil dari
lingkungan Kementerian Keuangan +*a/atan Akuntan Negeri' *a/atan
Akuntan Paak,' Kementerian Perekonomian'
Kementerian Pendidikan' Pengaaran dan Kebuda!aan' uni>ersitas-
uni>ersitas dan beberapa
orang partikelir dari kalangan perusahaan. &i samping mempertimbangkan
berbagai ia@ah Panitia-Ahli bertugas melakukan halhal lain' terutama
meran.ang peraturan tata-tertib bagi para akuntan dan mengadakan
penga/asan atas .ara mereka melakukan pekeraan. Ban!a !ang naman!a
termuat dalam %egister Negara !ang diadakan oleh Kementerian Keuangan
berhak atas gelar dan melakukan pekeraan akuntan.
Pasal 4
Menalankan pekeraan akuntan dengan memakai nama Ckantor akuntanC
+Ca..ountantskantoorC,' Cbiro akuntanC +A..ountants- bureauC, atau nama
lain !ang memuat perkataan CakuntanC +Ca..ountantC, atau CakuntansiC
+Ca..ountan.!C, han!a diiinkan ika pimpinan kantor atau biro tersebut
dipegang oleh seorang atau beberapa orang akuntan.
Penjelasan:
&i mana dilakukan pekeraan-akuntan' baik oleh seorang maupun oleh
gabungan tidak dengan nama sendiri' melainkan dengan nama <rma !ang
menggunakan nama orang ataupun tidak' ika dalam nama itu dengan .ara
apapun uga dipergunakan perkataan CakuntanC +Ca..ountantC, atau
CakuntansiC +Ca..ountan.!C,' maka orang itu atau sedikitdikitn!a seorang
dari gabungan itu harus berhak memakai gelar akuntan.
Melakukan pekeraan akuntan dalam bentuk perseroan terbatas +N8,
menurut Pemerintah adalah kurang tepat. $idak saa si"at perseroan terbatas
itu kurang dapat digunakan untuk pekeraan-pekeraan !ang sangat
mementingkan hubungan perseorangan antara akuntan !ang bersangkutan
dan langganann!a' akan tetapi teristime/a berhubung dengan rahasia !ang
harus dipegang oleh akuntan' maka bentuk perseroan terbatas itu adalah
tidak tepat.
Pasal 5
+1,Barang siapa !ang melanggar ketentuan !ang ter.antum didalam pasal 4
dihukum dengan hukuman kurungan selama-laman!a dua bulan atau
denda setinggi-tinggin!a sepuluh ribu rupiah.
+2,Perbuatan termaktub dalam a!at 1 adalah pelanggaran.
Penjelasan:
0ukup elas.
Pasal ,
Menteri Keuangan berhak menetapkan peraturan lebih lanut untuk
melaksanakan undang-undang ini.
Penjelasan:
Bilamana pelaksanaan undang-undang ini memerlukan peraturan lebih
lanut berhubung dengan kebutuhan-kebutuhan dalam praktek dan
sebagain!a' maka kuasa untuk meran.angkan peraturan itu diberikan
kepada Menteri Keuangan.
Pasal -
9ndang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan' dengan ketentuan'
bah/a terhadap mereka !ang pada /aktu mulai berlakun!a undang-undang
ini sedang menalankan pekeraan akuntan dengan memakai nama tersebut
pada pasal 4' ketentuan dalam pasal itu dan pasal 5 baru berlaku pada
tanggal 1 April 1655. Agar supa!a setiap orang dapat.mengetahuin!a'
memerintahkan pengundangan undang-undang ini dengan penempatan
dalam 7embaran Negara %epublik #ndonesia.
Penjelasan:
Faktu sampai 1 April 1655 diperlukan sebagai masa peralihan bagi
mereka !ang sekarang ini menalankan pekeraan akuntan untuk
men!esuaikan diri pada ketentuanketentuan dalam undang-undang ini.
1.%. (( No. 5 *#(N 2011
AKUNTAN PUBLIK
1.%.1. Pen"ertian #kuntan Publik
8%#a3a ahli +n,+u0a0an *n*an, 3n,#*ian "0un*an Pu%li0 s%a,ai %#i0u*!
Mnu#u* Ta&'(r )an G'e*en dala+ %u0un/a +Au)iting, Integrate) -(nce$ts
An) Pr(ce)ures." +n/%u*0an %ah4a!
Certified Public Acountant is an accountant who have met the requirement to
practice public accounting by passing a uniform examination and meeting another
requirements established by individual states that grant the license to practice public
accounting.
/1004,112
)dan,0an dala+ Ke$utusan Menteri Keuangan Re$u!'i In)(nesia 6No+o#!
43/KMK.01-/199-9 8a% :9 Pasal 19 Poin a7, din/a*a0an %ah4a!
+Auntan Pu!'i a)a'a3 auntan &ang %e%i'ii i*in )ari %enteri euangan untu
%en4a'anan $eer4aan auntan $u!'i5
Mnu#u* Ka%us 6esar 6a3asa In)(nesia, a0un*an 3u%li0 did5inisi0an s%a,ai
%#i0u*!
+Auntan $u!'i a)a'a3 auntan &ang sesuai )engan etentuan un)ang-un)ang
ter)a7tar $a)a register negara )an %e%$un&ai i*in )ari %enteri euangan untu
%e%!ua ant(r auntan /s8asta2 &ang !ertugas %e%!erian $e'a&anan 4asa
auntansi e$a)a %as&araat atas $e%!a&aran tertentu5.
/2002,902
Dn,an d+i0ian, da3a* disi+3ul0an %ah4a "0un*an Pu%li0 +#u3a0an so#an,
a0un*an /an, *lah +n+3uh dan lulus U.ian )#*i5i0asi "0un*an Pu%li0, ++nuhi
3#s/a#a*an 3#o5sional un*u0 +n.adi "0un*an Pu%li0, dan *lah +nda3a*0an i;in da#i
+n*#i 0uan,an un*u0 +n.alan0an 30#.aan "0un*an Pu%li0.
&#& .
KE*EN*(#N (M(M
Pasal 1
&alam 9ndang-9ndang ini !ang dimaksud dengan;
1. Akuntan Publik adalah seseorang !ang telah memperoleh i@in untuk
memberikan asa sebagaimana diatur dalam 9ndang-9ndang ini.
2. Akuntan Publik Asing adalah /arga negara asing !ang telah
memperoleh i@in berdasarkan hukum di negara !ang bersangkutan
untuk memberikan asa sekurangkurangn!a asa audit atas in"ormasi
keuangan historis.
:. Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik adalah organisasi pro"esiAkuntan Publik
!ang bersi"at nasional.
4. Asosiasi Pro"esi Akuntan adalah organisasi pro"esi Akuntan !ang
bersi"at nasional.
5. Kantor Akuntan Publik' !ang selanutn!a disingkat KAP'adalah badan
usaha !ang didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan mendapatkan i@in usaha berdasarkan 9ndang-9ndang
ini.
?. Drganisasi Audit #ndonesia' !ang selanutn!a disingkat DA#' adalah
organisasi di #ndonesia !ang merupakan aringan kera sama antar-KAP.
A. Kantor Akuntan Publik Asing' !ang selanutn!a disingkat KAPA' adalah
badan usaha !ang didirikan berdasarkan hukum negara tempat KAPA
berkedudukan dan melakukan kegiatan usaha sekurang-kurang
5. Drganisasi Audit Asing' !ang selanutn!a disingkat DAA' adalah
organisasi di luar negeri !ang didirikan berdasarkan peraturan
perundang-undangan di negara !ang bersangkutan' !ang anggotan!a
terdiri dari badan usaha asa pro"esi !ang melakukan kegiatan usaha
sekurang-kurangn!a di bidang asa audit atas in"ormasi keuangan
historis.
6. Pihak $erasosiasi adalah %ekan KAP !ang tidak menandatangani
laporan pemberian asa' pega/ai KAP !ang terlibat dalam pemberian
asa' atau pihak lain !ang terlibat langsung dalam pemberian asa.
10. %ekan adalah sekutu pada KAP !ang berbentuk usaha
persekutuan.
11. )tandar Pro"esional Akuntan Publik' !ang selanutn!a disingkat
)PAP' adalah a.uan !ang ditetapkan menadi ukuran mutu !ang /aib
dipatuhi oleh Akuntan Publik dalam pemberian asan!a.
12. Menteri adalah menteri !ang tugas dan tanggung a/abn!a di
bidang keuangan.
Pasal 2
Fila!ah kera Akuntan Publik meliputi seluruh /ila!ah Negara Kesatuan
%epublik #ndonesia.
&#& ..
&./#N0 '#1#
&a"ian Kesatu
'enis 'asa
Pasal %
+1,Akuntan Publik memberikan asa asurans' !ang meliputi;
a. asa audit atas in"ormasi keuangan historis=
b. asa re>iu atas in"ormasi keuangan historis= dan
.. asa asurans lainn!a.
+2,*asa asurans sebagaimana dimaksud pada a!at +1, han!a dapat
diberikan oleh Akuntan Publik.
+:,)elain asa asurans sebagaimana dimaksud pada a!at +1,' Akuntan
Publik dapat memberikan asa lainn!a !ang berkaitan dengan
akuntansi' keuangan' dan manaemen sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangundangan.
&a"ian Kedua
Pe!batasan Pe!berian 'asa
Pasal 4
+1, Pemberian asa audit oleh Akuntan Publik dan3atau KAP atas in"ormasi
keuangan historis suatu klien untuk tahun buku !ang berturut-turut
dapat dibatasi dalam angka /aktu tertentu.
+2, Ketentuan mengenai pembatasan pemberian asa audit atas in"ormasi
keuangan historis diatur dalam Peraturan Pemerintah.
&#& ...
PE2.3.N#N #K(N*#N P(&L.K
&a"ian Kesatu
(!u!
Pasal 5
+1,#@in menadi Akuntan Publik diberikan oleh Menteri.
+2,#@in sebagaimana dimaksud pada a!at +1, berlaku selama 5 +lima,
tahun seak tanggal ditetapkan dan dapat diperpanang.
+:,Apabila masa berlaku i@in Akuntan Publik telah berakhir dan tidak
memperoleh perpanangan i@in' !ang bersangkutan tidak lagi menadi
Akuntan Publik dan tidak dapat memberikan asa asurans sebagaimana
dimaksud dalam Pasal : a!at +1,.
&a"ian Kedua
Peri4inan untuk Men$adi #kuntan Publik
Pasal ,
+1,9ntuk mendapatkan i@in menadi Akuntan Publik sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 a!at +1, seseorang harus memenuhi s!arat
sebagai berikut;
a. memiliki serti<kat tanda lulus uian pro"esi akuntan publik !ang
sah=
b. berpengalaman praktik memberikan asa sebagaimana dimaksud
dalam Pasal :=
.. berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
d. memiliki Nomor Pokok Faib Paak=
e. tidak pernah dikenai sanksi administrati" berupa pen.abutan i@in
Akuntan Publik=
". tidak pernah dipidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum
tetap karena melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am
dengan pidana penara 5 +lima, tahun atau lebih=
g. menadi anggota Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik !ang ditetapkan
oleh Menteri= dan
h. tidak berada dalam pengampuan.
+2,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara peri@inan
sebagaimana dimaksud pada a!at +1, diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Keti"a
Peri4inan untuk #kuntan Publik #sin"
Pasal -
+1,Akuntan Publik Asing dapat mengaukan permohonan i@in Akuntan
Publik kepada Menteri apabila telah ada peranian saling pengakuan
antara Pemerintah #ndonesia dan pemerintah negara dari Akuntan
Publik Asing tersebut.
+2,9ntuk mendapatkan i@in Akuntan Publik' Akuntan Publik Asing harus
memenuhi s!arat sebagai berikut;
a. berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
b. memiliki Nomor Pokok Faib Paak=
.. tidak pernah dikenai sanksi administrati" berupa pen.abutan i@in
sebagai akuntan publik di negara asaln!a=
d. tidak pernah dipidana=
e. tidak berada dalam pengampuan=
". mempun!ai kemampuan berbahasa #ndonesia=
g. mempun!ai pengetahuan di bidang perpaakan dan hukum dagang
#ndonesia=
h. berpengalaman praktik dalam bidang penugasan asurans !ang
din!atakan dalam suatu hasil penilaian oleh asosiasi pro"esi akuntan
publik=
i. sehat asmani dan rohani !ang din!atakan oleh dokter di #ndonesia=
dan
. ketentuan lain sesuai dengan peranian saling pengakuan antara
Pemerintah #ndonesia dan pemerintah negara dari Akuntan Publik
Asing.
+:,Akuntan Publik Asing !ang telah memiliki i@in Akuntan Publik tunduk
pada 9ndang-9ndang ini.
+4,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
permohonan i@in Akuntan Publik Asing menadi Akuntan Publik
sebagaimana dimaksud pada a!at +2,
+1,diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Kee!pat
Perpan$an"an .4in
Pasal 5
+1,Perpanangan i@in Akuntan Publik diberikan oleh Menteri.
+2,9ntuk memperpanang i@in' Akuntan Publik harus mengaukan
permohonan tertulis kepada Menteri' dengan pers!aratan sebagai
berikut;
a. berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
b. menadi anggota Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik !ang ditetapkan
oleh Menteri=
.. tidak berada dalam pengampuan= dan
d. menaga kompetensi melalui pelatihan pro"essional
berkelanutan.
+:,Akuntan Publik harus mengaukan permohonan perpanangan i@in
paling lambat ?0 +enam puluh, hari sebelum angka /aktu 5 +lima,
tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 a!at +2, berakhir.
+4,Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada a!at +:, dapat
mengaukan perpanangan i@in hingga masa berlaku i@in berakhir
dengan dikenai sanksi administrati>e berupa denda.
+5,Menteri harus menerbitkan perpanangan i@in Akuntan Publik paling
lambat :0 +tiga puluh, hari setelah;
a. pers!aratan sebagaimana dimaksud pada a!at +2, din!atakan
lengkap= atau
b. pers!aratan sebagaimana dimaksud pada a!at +2, din!atakan
lengkap dan sanksi administrati" berupa denda telah diba!ar
bagi Akuntan Publik !ang terlambat mengaukan perpanangan
i@in sebagaimana dimaksud pada a!at +4,.
+?,&alam hal Menteri tidak menerbitkan perpanangan i@in Akuntan Publik
dalam angka /aktu :0 +tiga puluh, hari sebagaimana dimaksud pada
a!at +5,' i@in Akuntan Publik din!atakan telah diperpanang.
+A,Akuntan Publik !ang tidak mengaukan permohonan perpanangan i@in
setelah 5 +lima, tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 a!at +2,
dapat mengaukan permohonan i@in baru dengan memenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal ? a!at +1, atau Pasal
+5,A a!at +2,.
+6,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
perpanangan i@in Akuntan Publik diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Keli!a
Pen"hentian Pe!berian 'asa #surans untuk 1e!entara 6aktu7
Pen"unduran /iri7 dan *idak &erlakun8a .4in
Pasal +
+1,Akuntan Publik dapat mengaukan permohonan penghentian
pemberian asa asurans sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1,
untuk sementara /aktu.
+2,Persetuuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada a!at +1,
diberikan oleh Menteri.
+:,*angka /aktu penghentian pemberian asa asurans untuk sementara
/aktu sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dapat diberikan paling
lama sampai berakhir masa berlakun!a i@in.
+4,&alam masa penghentian pemberian asa asurans untuk sementara
/aktu' Akuntan Publik tidak dapat memberikan asa asurans
sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1,.
+5,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
penghentian pemberian asa untuk sementara /aktu diatur dalam
Peraturan Menteri.
Pasal 10
+1,Akuntan Publik dapat mengaukan permohonan pengunduran diri
sebagai Akuntan Publik.
+2,Persetuuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada a!at +1,
diberikan oleh Menteri.
+:,Akuntan Publik !ang telah mengundurkan diri sebagaimana dimaksud
pada a!at +1, dapat mengaukan kembali permohonan i@in Akuntan
Publik setelah 1 +satu, tahun terhitung seak tanggal persetuuan atas
pengunduran diri.
+4,)!arat untuk mengaukan kembali permohonan i@in Akuntan Publik
sebagaimana dimaksud pada a!at +:, berlaku ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ? a!at +1, atau Pasal A a!at +2,.
+5,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
pengunduran diri sebagaimana dimaksud pada a!at +1, diatur dalam
Peraturan Pemerintah.
Pasal 11
+1,#@in Akuntan Publik din!atakan tidak berlaku apabila;
a.Akuntan Publik meninggal dunia= atau
b.i@in Akuntan Publik tidak diperpanang.
+2,#@in Akuntan Publik di.abut dalam hal !ang bersangkutan;
a. mengaukan permohonan pengunduran diri=
b. dikenai sanksi administrati" berupa pen.abutan i@in=
.. dipidana !ang telah mempun!ai kekuatan hokum tetap karena
melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am dengan pidana
penara 5 +lima, tahun atau lebih=
d. dipidana !ang telah mempun!ai kekuatan hokum tetap berdasarkan
ketentuan 9ndang 9ndang ini=
e. berada dalam pengampuan= atau
". men!ampaikan dokumen palsu atau !ang dipalsukan atau
pern!ataan !ang tidak benar pada saat pengauan permohonan i@in
Akuntan Publik.
&#& .9
K#N*:2 #K(N*#N P(&L.K
&a"ian Kesatu
&entuk (saha
Pasal 12
+1,KAP dapat berbentuk usaha;
a. perseorangan=
b. persekutuan perdata=
.. <rma= atau
d. bentuk usaha lain !ang sesuai dengan karakteristik
pro"esi Akuntan Publik' !ang diatur dalam 9ndang-
9ndang.
+2,Menteri menetapkan bentuk usaha lain sebagaimana dimaksud pada
a!at +1, huru" d sebagai bentuk usaha KAP.
&a"ian Kedua
Pendirian dan Pen"elolaan
Pasal 1%
+1,KAP !ang berbentuk usaha perseorangan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 a!at +1, huru" a han!a dapat didirikan dan dikelola oleh
1 +satu, orang Akuntan Publik berke/arganegaraan #ndonesia.
+2,KAP !ang berbentuk usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12
a!at +1, huru" b' huru" .' dan huru" d' han!a dapat didirikan dan
dikelola ika paling sedikit 23: +dua per tiga, dari seluruh %ekan
merupakan Akuntan Publik.
+:,KAP sebagaimana dimaksud pada a!at +2, han!a dapat dipimpin oleh
Akuntan Publik !ang berke/arganegaraan #ndonesia !ang merupakan
%ekan pada KAP !ang bersangkutan dan berdomisili sesuai dengan
domisili KAP.
+4,&alam hal terdapat %ekan !ang berke/arganegaraan asing pada KAP'
umlah %ekan !ang berke/arganegaraan asing pada KAP paling ban!ak
135 +satu per lima, dari seluruh %ekan pada KAP.
&a"ian Keti"a
2ekan non)#kuntan Publik
Pasal 14
+1, )etiap orang !ang akan menadi %ekan non-Akuntan Publik pada KAP
/aib menda"tar kepada Menteri.
+2, Penda"taran sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dilakukan se.ara
tertulis dengan s!arat sebagai berikut;
a. berpendidikan paling rendah sarana strata 1 +)-1, atau !ang
setara=
b. berpengalaman kera paling sedikit 5 +lima, tahun di bidang
keahlian !ang mendukung pro"esi Akuntan Publik=
.. berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
e. memiliki Nomor Pokok Faib Paak=
". telah mengikuti pelatihan etika pro"esi Akuntan Publik !ang
diselenggarakan Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik= dan
g. tidak pernah dipidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum
tetap karena melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am
dengan pidana penara 5 +lima, tahun atau lebih.
+:, Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara menadi
%ekan non-Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada a!at +1, diatur
dalam Peraturan Menteri.
Pasal 15
2ekan non)#kuntan Publik dilaran":
a. menadi %ekan pada 2 +dua, KAP atau lebih=
b. merangkap sebagai;
1. peabat negara=
2. pimpinan atau pega/ai pada lembaga pemerintahan' lembaga
negara' atau lembaga lainn!a !ang dibentuk dengan peraturan
perundang-undangan= atau
:. abatan lain !ang mengakibatkan benturan kepentingan.
.. menandatangani dan menerbitkan laporan hasil pemberian asa melalui
KAP.
Pasal 1,
+1, Menteri membatalkan status terda"tar %ekan non- Akuntan Publik dalam
hal %ekan non-Akuntan Publik;
a. tidak berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
b. diatuhi hukuman pidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am dengan
pidana penara 5 +lima, tahun atau lebih=
.. menadi %ekan pada 2 +dua, KAP atau lebih=
d. merangkap sebagai;
1. peabat negara=
2. pimpinan atau pega/ai pada lembaga pemerintah' lembaga
negara' atau lembaga lainn!a !ang dibentuk dengan peraturan
perundang-undangan= atau
:. abatan lain !ang mengakibatkan benturan kepentingan.
e. diatuhi hukuman pidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum tetap
karena melakukan pelanggaran atas 9ndang-9ndang ini= atau
". menandatangani dan menerbitkan laporan hasil pemberian asa
melalui KAP.
+2, %ekan non-Akuntan Publik !ang status terda"tarn!a dibatalkan Menteri
tidak diperkenankan untuk menda"tar kembali dalam hal;
a. diatuhi hukuman pidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum tetap
karena melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am dengan
pidana penara 5 +lima, tahun atau lebih=
b. diatuhi hukuman pidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum tetap
karena melakukan pelanggaran atas 9ndang-9ndang ini= atau
.. menandatangani dan menerbitkan laporan hasil pemberian asa
sebagaimana dimaksud pada a!at +1, huru" ".
&a"ian Kee!pat
*ena"a Ker$a Profesional #sin"
Pasal 1-
+1, KAP !ang mempekerakan tenaga kera pro"esional asing harus sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang
ketenagakeraan.
+2, Komposisi tenaga kera pro"esional asing !ang dipekerakan pada KAP
paling ban!ak 1310 +satu per sepuluh, dari seluruh tenaga kera
pro"esional untuk masing-masing tingkat abatan pada KAP !ang
bersangkutan.
&a"ian Keli!a
.4in (saha
Pasal 15
+1,#@in usaha KAP diberikan oleh Menteri.
+2,)!arat untuk mendapatkan i@in usaha sebagaimana dimaksud pada
a!at +1, adalah sebagai berikut;
a. mempun!ai kantor atau tempat untuk menalankan usaha !ang
berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
b. memiliki Nomor Pokok Faib Paak Badan untuk KAP !ang
berbentuk usaha persekutuan perdata dan <rma atau Nomor
Pokok Faib Paak Pribadi untuk KAP !ang berbentuk usaha
perseorangan=
.. mempun!ai paling sedikit 2 +dua, orang tenaga kera pro"esional
pemeriksa di bidang akuntansi=
d. memiliki ran.angan sistem pengendalian mutu=
e. membuat surat pern!ataan dengan bermeterai .ukup bagi
bentuk usaha perseorangan' dengan men.antumkan paling
sedikit;
1. alamat Akuntan Publik=
2. nama dan domisili kantor= dan
:. maksud dan tuuan pendirian kantor=
". memiliki akta pendirian !ang dibuat oleh dan dihadapan notaris
bagi bentuk usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 a!at
+1, huru" b' huru" .' atau huru" d' !ang paling sedikit
men.antumkan;
1. nama %ekan=
2. alamat %ekan=
:. bentuk usaha=
4. nama dan domisili usaha=
5. maksud dan tuuan pendirian kantor=
?. hak dan ke/aiban sebagai %ekan= dan
A. pen!elesaian sengketa dalam hal teradi perselisihan di
antara %ekan.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara peri@inan
sebagaimana dimaksud pada a!at +2, diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Keena!
Pendirian ;aban" Kantor #kuntan Publik
Pasal 1+
+1,0abang KAP han!a dapat didirikan dan dikelola oleh KAP !ang
berbentuk usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 a!at +1, huru"
b' huru" .' atau huru" d.
+2,0abang KAP sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dipimpin oleh 1
+satu, orang Akuntan Publik !ang berke/arganegaraan #ndonesia !ang
merupakan %ekan pada KAP !ang bersangkutan dan berdomisili sesuai
dengan domisili .abang KAP.
+:, Pemimpin .abang KAP tidak boleh dirangkap oleh;
a. pemimpin .abang lain pada KAP !ang bersangkutan= atau
b. pemimpin KAP !ang bersangkutan.
&a"ian Ketu$uh
.4in Pendirian ;aban" Kantor #kuntan Publik
Pasal 20
+1,#@in pendirian .abang KAP diberikan oleh Menteri.
+2,)!arat untuk mendapatkan i@in pendirian .abang KAP sebagaimana
dimaksud pada a!at adalah sebagai berikut;
a. mempun!ai kantor atau tempat untuk menalankan usaha .abang'
!ang berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia=
b. memiliki Nomor Pokok Faib Paak Badan .abang KAP=
.. mempun!ai paling sedikit 2 +dua, orang tenaga kera pro"esional
pemeriksa di bidang akuntansi= dan
d. membuat kesepakatan tertulis dari seluruh %ekan mengenai
pendirian .abang !ang disahkan oleh notaris.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara peri@inan
sebagaimana dimaksud pada a!at +2, diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Kedelapan
Pen<abutan dan *idak &erlakun8a .4in (saha
Kantor #kuntan Publik
Pasal 21
+1,#@in usaha KAP di.abut dalam hal;
a. pemimpin KAP mengaukan permohonan pen.abutan i@in usaha
KAP=
b. KAP dikenai sanksi administrati" berupa pen.abutan i@in usaha KAP=
.. i@in Akuntan Publik pada KAP !ang berbentuk perseorangan di.abut=
e. i@in seluruh %ekan Akuntan Publik pada KAP di.abut=
". domisili KAP berubah= atau
g. terdapat dokumen palsu atau !ang dipalsukan atau pern!ataan
!ang tidak benar !ang diberikan pada saat mengaukan
permohonan i@in usaha KAP.
+2,#@in usaha KAP din!atakan tidak berlaku dalam hal;
a. i@in Akuntan Publik pada KAP !ang berbentuk perseorangan
din!atakan tidak berlaku= atau
b. i@in seluruh %ekan Akuntan Publik pada KAP din!atakan tidak
berlaku.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
permohonan pen.abutan i@in usaha KAP sebagaimana dimaksud pada
a!at +1, huru" a diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Kese!bilan
Pen<abutan dan *idak &erlakun8a .4in Pendirian
;aban" Kantor #kuntan Publik
Pasal 22
+1,#@in pendirian .abang KAP di.abut dalam hal;
a. i@in usaha KAP di.abut=
.. tidak terdapat pemimpin .abang KAP selama 150 +seratus delapan
puluh, hari=
d. pemimpin KAP mengaukan permohonan pen.abutan i@in pendirian
.abang KAP=
e. .abang KAP dikenai sanksi administrati" berupa pen.abutan i@in
pendirian .abang KAP=
". domisili .abang KAP berubah= atau
g. terdapat dokumen palsu atau !ang dipalsukan atau pern!ataan !ang
tidak benar !ang diberikan pada saat pengauan permohonan i@in
pendirian .abang KAP.
+2,#@in pendirian .abang KAP din!atakan tidak berlaku ika i@in usaha KAP
tidak berlaku.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara
pen.abutan i@in .abang KAP dan tidak berlakun!a i@in .abang KAP
diatur dalam Peraturan Menteri.
Pasal 2%
Ketentuan lebih lanut mengenai penentuan domisili Akuntan Publik dan KAP
sebagaimana dimaksud dalam 9ndang-9ndang ini diatur dalam Peraturan
Menteri.
&#& 9
#K7 KE6#'.&#N7 /#N L#2#N0#N
&a"ian Kesatu
ak #kuntan Publik
Pasal 24
Akuntan Publik berhak untuk;
a. memperoleh imbalan asa=
b. memperoleh perlindungan hukum sepanang telah memberikan asa
sesuai dengan )PAP= dan
.. memperoleh in"ormasi' data' dan dokumen lainn!a !angberkaitan
dengan pemberian asa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
&a"ian Kedua
Ke=a$iban #kuntan Publik dan Kantor #kuntan Publik
Pasal 25
+1,Akuntan Publik /aib;
a. berhimpun dalam Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik !ang
ditetapkan oleh Menteri=
b. berdomisili di /ila!ah Negara Kesatuan %epublik #ndonesia dan
bagi Akuntan Publik !ang menadi pemimpin KAP atau pemimpin
.abang KAP /aib berdomisili sesuai dengan domisili KAP atau
.abang KAP dimaksud=
.. mendirikan atau menadi %ekan pada KAP dalam angka /aktu
150 +seratus delapan puluh, hari seak i@in Akuntan Publik !ang
bersangkutan diterbitkan atau seak mengundurkan diri dari
suatu KAP=
d. melaporkan se.ara tertulis kepada Menteri dalam angka /aktu
paling lambat :0 +tiga puluh, hari seak;
1. menadi %ekan pada KAP=
2. mengundurkan diri dari KAP= atau
:. merangkap abatan !ang tidak dilarang dalam 9ndang-
9ndang ini=
e. menaga kompetensi melalui pelatihan pro"essional
berkelanutan= dan
". berperilaku baik' uur' bertanggung a/ab' dan mempun!ai
integritas !ang tinggi.
+2,Akuntan Publik dalam memberikan asan!a /aib;
a. melalui KAP=
b. mematuhi dan melaksanakan )PAP dan kode etikpro"esi' serta
peraturan perundang-undangan !ang berkaitan dengan asa
!ang diberikan= dan
.. membuat kertas kera dan bertanggung a/ab atas kertas kera
tersebut.
+:,Ketentuan mengenai s!arat dan tata .ara pelaporan sebagaimana
dimaksud pada a!at +1, huru" d serta pelatihan pro"esional
berkelanutan sebagaimana dimaksud pada a!at +1, huru" e diatur
dalam Peraturan Menteri.
Pasal 2,
#kuntan Publik bertan""un" $a=ab atas $asa 8an" diberikan.
Pasal 2-
+1,KAP atau .abang KAP /aib;
a. mempun!ai paling sedikit 2 +dua, orang tenaga kera pro"esional
pemeriksa di bidang akuntansi=
b. mempun!ai kantor atau tempat untuk menalankan usaha=
.. memiliki dan menalankan sistem pengendalian mutu= dan
d. memasang nama lengkap kantor pada bagian depan kantor.
+2,KAP !ang mempun!ai %ekan /arga negara asing dan3atau
mempekerakan /arga negara asing /aib menugaskan %ekan
dan3atau pega/ai dimaksud untuk men!usun dan menalankan
program pengembangan pro"esi akuntan publik dan3atau dunia
pendidikan akuntansi se.ara .uma-.uma.
+:,KAP /aib men!ampaikan se.ara lengkap dan benar paling lambat
pada setiap akhir bulan April kepada Menteri;
a. laporan kegiatan usaha dan laporan keuangan untuk tahun
tak/im sebelumn!a= dan
b. laporan program dan realisasi tahunan program pengembangan
pro"esi akuntan publik dan3atau dunia pendidikan akuntansi bagi
KAP sebagaimana dimaksud pada a!at +2,.
+4,KAP /aib melaporkan se.ara tertulis kepada Menteri;
a. perubahan susunan %ekan=
b. perubahan pemimpin KAP dan3atau pemimpin .abang KAP=
b. perubahan domisili pemimpin KAP dan3atau pemimpin .abang
KAP=
.. perubahan alamat KAP=
d. berakhirn!a kera sama dengan KAPA atau DAA=
e. pen.abutan i@in KAPA !ang melakukan kera sama dengan KAP
oleh otoritas negara asal KAPA= atau
". pembubaran DAA !ang melakukan kera sama dengan KAP.
+5,Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pelaporan sebagaimana
dimaksud pada a!at +:, dan a!at +4, diatur dalam Peraturan Menteri.
Pasal 25
+1,&alam memberikan asa asurans sebagaimana dimaksud dalam Pasal
: a!at +1,' Akuntan Publik dan KAP /aib menaga independensi serta
bebas dari benturan kepentingan.
+2,Benturan kepentingan sebagaimana dimaksud pada a!at +1, meliputi
antara lain' apabila;
a. Akuntan Publik atau Pihak $erasosiasi mempun!ai kepentingan
keuangan atau memiliki kendali !ang signi<kan pada klien atau
memperoleh man"aat ekonomis dari klien=
b. Akuntan Publik atau Pihak $erasosiasi memiliki hubungan
kekeluargaan dengan pimpinan' direksi' pengurus' atau orang !ang
menduduki posisi kun.i di bidang keuangan dan3atau akuntansi
pada klien= dan3atau
.. Akuntan Publik memberikan asa sebagaimana dimaksud dalam
Pasal : a!at +1, dan asa lainn!a sebagaimana dimaksud dalam
Pasal : a!at +:, dalam periode !ang sama atau untuk tahun buku
!ang sama.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud pada a!at +2, diatur dalam Peraturan Menteri setelah
berkonsultasi dengan Komite Pro"esi Akuntan Publik.
Pasal 2+
+1,Akuntan Publik dan atau Pihak $erasosiasi /aib menaga kerahasiaan
in"ormasi !ang diperolehn!a dari klien.
+2,Ke/aiban sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dike.ualikan apabila
digunakan untuk kepentingan penga/asan oleh Menteri.
+:,Menteri /aib menaga kerahasiaan in"ormasi !ang diperolehn!a dari
Akuntan Publik dan3atau Pihak $erasosiasi sebagaimana dimaksud
pada a!at +2, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
&a"ian Keti"a
Laran"an #kuntan Publik dan Kantor #kuntan Publik
Pasal %0
+1,Akuntan Publik dilarang;
a. memiliki atau menadi %ekan pada lebih dari 1 +satu, KAP=
b. merangkap sebagai;
1. peabat negara=
2. pimpinan atau pega/ai pada lembaga pemerintahan' lembaga
negara' atau lembaga lainn!a !ang dibentuk dengan peraturan
perundang-undangan= atau
:. abatan lain !ang mengakibatkan benturan kepentingan=
.. memberikan asa sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1,'
untuk enis asa pada periode !ang sama !ang telah dilaksanakan
oleh Akuntan Publik lain' ke.uali untuk melaksanakan ketentuan
undang-undang dan peraturan pelaksanaann!a=
d. memberikan asa sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1,
dan a!at +:, dalam masa pembekuan i@in=
e. memberikan asa sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1, dan
a!at +:, melalui KAP !ang sedang dikenai sanksi administrati" berupa
pembekuan i@in=
". memberikan asa selain asa sebagaimana dimaksud dalam Pasal :
a!at +1, dan a!at +:, melalui KAP=
g. melakukan tindakan !ang mengakibatkan kertas kera dan3atau
dokumen lain !ang berkaitan
h. dengan pemberian asa sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1,
tidak dapat dipergunakan
i. sebagaimana mestin!a=
g. menerima imbalan asa bers!arat=
h. menerima atau memberikan komisi= atau
i. melakukan manipulasi' membantu melakukan manipulasi' dan3atau
memalsukan data !ang berkaitan dengan asa !ang diberikan.
+2,7arangan merangkap abatan sebagaimana dimaksud pada a!at +1, huru"
b dike.ualikan bagi Akuntan Publik !ang merangkap sebagai pimpinan
atau pega/ai pada lembaga pendidikan bidang akuntansi dan lembaga
!ang dibentuk dengan undang-undang untuk melaksanakan tugas dan
tanggung a/ab untuk kepentingan pro"esi di bidang akuntansi.
Pasal %1
+1,KAP dilarang;
a. melakukan kera sama dengan KAPA atau DAA !ang telah
melakukan kera sama dengan KAP lain=
b. men.antumkan nama KAPA atau DAA !ang status terda"tar KAPA
atau DAA tersebut pada Menteri dibekukan atau dibatalkan=
.. memiliki %ekan non-Akuntan Publik !ang tidak terda"tar pada
Menteri=
d. membuka kantor dalam bentuk lain' ke.uali bentuk kantor .abang=
dan
e. membuat iklan !ang men!esatkan. Akuntan Publik dan3atau KAP
dilarang
mempekerakan atau menggunakan asa Pihak $erasosiasi !ang
ter.antum pada da"tar orang ter.ela dalam pemberian asa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1, dan a!at +:,.
&#& 9.
PEN00(N##N N#M# K#N*:2 #K(N*#N P(&L.K
Pasal %2
+1, KAP !ang berbentuk usaha perseorangan harus menggunakan nama
dari Akuntan Publik !ang mendirikan dan mengelola KAP tersebut.
+2, KAP !ang berbentuk usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12
a!at +1, huru" b' huru" .' atau huru" d' harus menggunakan nama
salah seorang atau beberapa Akuntan Publik !ang merupakan %ekan
pada KAP tersebut.
+:, Ketentuan lebih lanut mengenai penggunaan nama diatur dalam
Peraturan Menteri setelah mendapat pertimbangan dari Asosiasi
Pro"esi Akuntan Publik.
&#& 9..
KE2'# 1#M# K#N*:2 #K(N*#N P(&L.K
&a"ian Kesatu
Ker$a 1a!a #ntar)Kantor #kuntan Publik
Pasal %%
+1,KAP dapat melakukan kera sama dengan KAP lainn!a untuk
membentuk suatu aringan !ang disebut DA#.
+2,Pembentukan DA# sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dituangkan
dalam akta pendirian !ang dibuat oleh dan di hadapan notaris dalam
bahasa #ndonesia !ang paling sedikit memuat;
a. tuuan DA# !ang men.akup pengembangan metodologi asa asurans
dan sistem pengendalian mutu=
b. hak dan ke/aiban KAP !ang menadi anggota DA#=
.. program pendidikan dan pelatihan bagi anggota DA#= dan
d. pendirian DA# bersi"at berkelanutan. DA# sebagaimana dimaksud
pada a!at +1, harus dida"tarkan pada Menteri dengan mengaukan
permohonan tertulis dan melampirkan Akta Pendirian dengan
men.antumkan nama KAP !ang menadi anggota.
+:,Menteri membatalkan status terda"tar DA# sebagaimana dimaksud
pada a!at +:, apabila DA# bubar.
+4,Ketentuan mengenai tata .ara penda"taran dan pembatalan status
terda"tar DA# diatur dalam Peraturan Menteri.
Pasal %4
+1,KAP !ang merupakan anggota DA# sebagaimana dimaksud dalam Pasal
:: a!at +2, dapat men.antumkan nama DA# bersama-sama dengan
nama KAP.
+2,KAP !ang merupakan anggota DA# sebagaimana dimaksud pada a!at
+1, dapat memberikan asa se.ara bersama-sama.
+:,KAP dilarang men.antumkan lebih dari 1 +satu, nama DA#.
+4,Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pen.antuman nama DA#
diatur dalam Peraturan Menteri.
&a"ian Kedua
Ker$a 1a!a Kantor #kuntan Publik den"an
Kantor #kuntan Publik #sin" atau :r"anisasi #udit #sin"
Pasal %5
+1,KAP dapat melakukan kera sama dengan KAPA atau DAA.
+2,KAP !ang melakukan kera sama dengan KAPA atau DAA sebagaimana
dimaksud pada a!at +1, dapat men.antumkan nama KAPA atau DAA
bersama-sama dengan nama KAP setelah mendapat persetuuan
Menteri.
+:,Kera sama antara KAP dengan KAPA atau DAA sebagaimana dimaksud
pada a!at +2, dituangkan dalam peranian kera sama !ang dibuat
oleh dan di hadapan notaris dalam bahasa #ndonesia !ang paling
sedikit memuat;
a. bidang asa audit atas in"ormasi keuangan historis=
b. penggunaan metodologi !ang disepakati bersama antara KAPA atau
DAA dengan KAP=
.. bagian tanggung a/ab perdata KAPA atau DAA= dan
d. kera sama bersi"at berkelanutan.
+4,Persetuuan Menteri sebagaimana dimaksud pada a!at +2, diberikan
setelah KAP mengaukan permohonan tertulis kepada Menteri dengan
s!arat;
a. KAPA atau DAA telah terda"tar pada Menteri= dan
b. KAPA atau DAA tidak sedang melakukan kera sama dengan KAP lain.
+5,Pen.antuman nama oleh KAP sebagaimana dimaksud pada a!at +2, han!a
dapat dilakukan dengan 1 +satu, nama KAPA atau DAA.
+?,KAPA atau DAA !ang naman!a sudah di.antumkan oleh KAP
sebagaimana dimaksud pada a!at +5, tidak dapat digunakan lagi oleh
KAP lain.
Pasal %,
+1,Menteri men.abut persetuuan pen.antuman nama KAPA atau DAA
apabila;
a. kera sama antara KAP dengan KAPA atau DAA berakhir=
b. status terda"tar KAPA atau DAA dibekukan= atau
.. status terda"tar KAPA atau DAA dibatalkan.
+2,&alam hal persetuuan pen.antuman nama KAPA atau DAA di.abut karena
status terda"tar KAPA atau DAA pada Menteri dibekukan sebagaimana
dimaksud pada a!at +1, huru" a dan huru" b' KAP dapat mengaukan
kembali permohonan persetuuan pen.antuman nama KAPA atau DAA
kepada Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal :5.
Pasal %-
Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pen.antuman nama KAPA atau
DAA' peranian kera sama' persetuuan pen.antuman nama' pengauan
permohonan' dan persetuuan pen.antuman nama KAPA atau DAA
sebagaimana dimaksud dalam Pasal :5 dan Pasal :? diatur dalam Peraturan
Menteri.
&a"ian Keti"a
Pendaftaran7 Pe!bekuan7 dan Pe!batalan 1tatus *erdaftar Kantor
#kuntan Publik #sin" atau :r"anisasi #udit #sin"
Pasal %5
+1,KAPA !ang naman!a akan di.antumkan dengan nama KAP harus
mengaukan permohonan penda"taran kepada Menteri dengan s!arat
sebagai berikut;
a. mempun!ai i@in usaha !ang masih berlaku dari negara asal KAPA=
b. tidak sedang dikenai sanksi administrati" berupa pembekuan i@in dari
negara asal KAPA= dan
.. telah menalani re>iu mutu !ang dilakukan oleh regulator dan3atau
asosiasi pro"esi negara asal KAPA.
+2,DAA !ang naman!a akan di.antumkan dengan nama KAP harus
mengaukan permohonan penda"taran kepada Menteri dengan s!arat
sebagai berikut;
a. memiliki kompetensi dalam bidang asurans=
b. terda"tar di suatu negara=
.. mempun!ai anggota KAPA=
d. mempun!ai program pelatihan= dan
e. mempun!ai standar re>iu mutu.
+:,Ketentuan lebih lanut mengenai pers!aratan dan tata .ara penda"taran
KAPA atau DAA sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dan a!at +2, diatur
dalam Peraturan Menteri.
Pasal %+
+1,Menteri membekukan status terda"tar KAPA sebagaimana dimaksud
dalam Pasal :5 a!at +1, apabila;
a. i@in usaha KAPA !ang bersangkutan dibekukan di negara asal KAPA=
atau
b. KAP !ang bekera sama dengan KAPA dikenai sanksi administrati"
berupa pembekuan i@in.
+2,Menteri membekukan status terda"tar DAA apabila KAP !ang bekera
sama dengan DAA dikenai sanksi administrati" berupa pembekuan i@in.
Pasal 40
+1,Menteri membatalkan status terda"tar KAPA sebagaimana dimaksud
dalam Pasal :5 a!at +1, apabila;
a. kera sama !ang dilaksanakan tidak men.akup bidang asa audit atas
in"ormasi keuangan historis=
b. KAPA tidak melaksanakan kera sama se.ara berkelanutan=
.. i@in usaha KAPA !ang bersangkutan di.abut di negara asal KAPA=
d. KAP !ang bekera sama dengan KAPA dikenai sanksi administrati"
berupa pen.abutan i@in= atau
e. KAPA melakukan kera sama dengan KAP lain.
+2,Menteri membatalkan status terda"tar DAA sebagaimana dimaksud dalam
Pasal :5 a!at +2, dalam hal;
a. kera sama !ang dilaksanakan tidak men.akup bidang asa audit atas
in"ormasi keuangan historis=
b. DAA tidak melaksanakan kera sama se.ara berkelanutan=
.. DAA bubar=
d. KAP !ang bekera sama dengan DAA dikenai sanksi administrati"
berupa pen.abutan i@in= atau
e. DAA melakukan kera sama dengan KAP lain.
+:,KAPA atau DAA !ang status terda"tarn!a pada Menteri dibatalkan tidak
dapat mengaukan kembali permohonan penda"taran.
&#& 9...
&.#># PE2.3.N#N
Pasal 41
+1,Bia!a dikenakan untuk;
a. memperoleh i@in Akuntan Publik=
b. memperpanang i@in Akuntan Publik=
.. memperoleh i@in usaha KAP=
d. memperoleh i@in pendirian .abang KAP=
e. memperoleh persetuuan pen.antuman nama KAPA atau DAA
bersama-sama dengan KAP= dan
". memperoleh persetuuan penda"taran KAPA atau DAA.
+2,Ketentuan lebih lanut mengenai bia!a sebagaimana dimaksud pada a!at
+1, diatur dalam Peraturan Pemerintah.
Pasal 42
Penerimaan bia!a sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 a!at +1,
merupakan Penerimaan Negara Bukan Paak.
&#& .?
#1:1.#1. P2:@E1. #K(N*#N P(&L.K
Pasal 4%
+1,Akuntan Publik berhimpun dalam /adah Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik.
+2,Menteri menetapkan han!a 1 +satu, Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik untuk
menalankan ke/enangan sesuai dengan ketentuan dalam 9ndang-
9ndang ini.
+:,Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada a!at +2,
harus memenuhi kriteria sebagai berikut;
a. berbentuk badan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan=
b. mempun!ai anggota paling sedikit 23: +dua per tiga, dari seluruh
Akuntan Publik=
.. memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga=
d. mempun!ai susunan pengurus !ang telah disahkan oleh rapat
anggota=
e. memiliki program mengenai pelatihan pro"essional berkelanutan=
". memiliki kode etik organisasi= dan
g. memiliki program re>iu mutu bagi Akuntan Publik !ang menadi
anggotan!a.
+4,Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada a!at +2,
ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Pasal 44
+1,Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4:
a!at +2, ber/enang;
a. men!usun dan menetapkan )PAP=
b. men!elenggarakan uian pro"esi akuntan publik=
.. men!elenggarakan pendidikan pro"essional berkelanutan= dan
d. melakukan re>iu mutu bagi anggotan!a.
+2,Ketentuan lebih lanut mengenai pen!usunan dan penetapan )PAP'
pen!elenggaraan uian pro"esi akuntan publik' dan pendidikan
pro"essional berkelanutan sebagaimana dimaksud pada a!at +1, diatur
dalam Peraturan Pemerintah.
&#& ?
K:M.*E P2:@E1. #K(N*#N P(&L.K
Pasal 45
+1,Menteri membentuk Komite Pro"esi Akuntan Publik.
+2,Keanggotaan Komite Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada
a!at +1, berumlah 1: +tiga belas, orang !ang terdiri dari unsur-unsur
sebagai berikut;
a. Kementerian Keuangan=
b. Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik=
.. Asosiasi Pro"esi Akuntan=
d. Badan Pemeriksa Keuangan=
e. otoritas pasar modal=
". otoritas perbankan=
g. akademisi akuntansi=
h. pengguna asa akuntan publik=
i. Kementerian Pendidikan Nasional=
. &e/an )tandar Akuntansi Keuangan=
k. &e/an )tandar Akuntansi )!ariah=
l. &e/an )PAP= dan
m. Komite )tandar Akuntansi Pemerintah.
+:,Anggota Komite Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada a!at
+2, diangkat oleh Menteri untuk angka /aktu : +tiga, tahun dan dapat
diperpanang untuk 1 +satu, masa periode berikutn!a.
+4,Keanggotaan Komite Pro"esi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud pada
a!at +2, bersi"at kolegial.
Pasal 4,
+1, Ketua Komite Pro"esi Akuntan Publik ditetapkan dari unsur pemerintah dan
/akil ketua ditetapkan dari unsur Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik.
+2, Komite Pro"esi Akuntan Publik bertugas memberikan pertimbangan
terhadap;
a. kebiakan pemberda!aan' pembinaan' dan penga/asan Akuntan Publik
dan KAP=
b. pen!usunan standar akuntansi dan )PAP= dan
.. hal-hal lain !ang diperlukan berkaitan dengan pro"esi Akuntan Publik.
+:, )elain memberikan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada a!at +2,'
Komite Pro"esi Akuntan Publik uga ber"ungsi sebagai lembaga banding
atas hasil pemeriksaan dan sanksi administrati" !ang ditetapkan oleh
Menteri atas Akuntan Publik dan KAP.
+4, Keputusan Komite Pro"esi Akuntan Publik atas banding sebagaimana
dimaksud pada a!at +:, bersi"at <nal dan mengikat.
+5, $ata .ara bera.ara banding ditetapkan oleh Komite Pro"esi Akuntan Publik.
Pasal 4-
9ntuk mendukung pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal
4? a!at +2, dan a!at +:,' Komite Pro"esi Akuntan Publik dibantu oleh
sekretariat.
Pasal 45
Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pembentukan' keanggotaan
unsur-unsur' serta tata kera Komite Pro"esi Akuntan Publik' dan sekretariat
Komite Pro"esi Akuntan Publik diatur dalam Peraturan Pemerintah.
&#& ?.
PEM&.N##N /#N PEN0#6#1#N
&a"ian Kesatu (!u!
Pasal 4+
Menteri ber/enang melakukan pembinaan dan penga/asan terhadap
Akuntan Publik' KAP' dan .abang KAP.
&a"ian Kedua Pe!binaan
Pasal 50
&alam melakukan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46'
Menteri ber/enang;
a. menetapkan peraturan atau keputusan !ang berkaitan dengan
pembinaan Akuntan Publik' KAP' dan .abang KAP=
b. menetapkan kebiakan tentang )PAP' uian pro"esi akuntan publik' dan
pendidikan pro"essional berkelanutan=
.. melakukan tindakan !ang diperlukan terkait dengan;
1. )PAP=
2. pen!elenggaraan uian serti<kasi pro"esi akuntan publik= dan
:. pendidikan pro"esional berkelanutan' untuk melindungi
kepentingan publik.
&a"ian Keti"a
Pen"a=asan
Pasal 51
+1,&alam melakukan penga/asan' Menteri melakukan pemeriksaan
terhadap Akuntan Publik' KAP' dan3atau .abang KAP.
+2,Menteri dapat menunuk pihak lain untuk dan atas nama Menteri untuk
melakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada a!at +1,.
+:,&alam melakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada a!at +1,'
Menteri ber/enang untuk;
a. meminta keterangan' in"ormasi dan3atau dokumen kepada Pihak
$erasosiasi= dan
b. meminta keterangan' in"ormasi dan3atau dokumen kepada asosiasi
pro"esi.
+4,Akuntan Publik' KAP' dan3atau .abang KAP dilarang menolak atau
menghindari pemeriksaan dan menghambat kelan.aran pemeriksaan.
+5,Akuntan Publik' KAP' dan3atau .abang KAP !ang diperiksa /aib
memperlihatkan dan meminamkan kertas kera' laporan dan dokumen
lainn!a serta memberikan keterangan !ang diperlukan termasuk kertas
kera !ang berkaitan dengan nasabah pen!impan dan simpanann!a pada
bank.
+?,Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada a!at +1,' a!at +2,' a!at +:,'
a!at +4,' dan a!at +5, han!a dilakukan untuk memperoleh ke!akinan atas
kepatuhan Akuntan Publik' KAP' dan .abang KAP terhadap 9ndang-
9ndang ini dan peraturan pelaksanaann!a' serta )PAP. +A, Pemeriksa
!ang ditugasi oleh Menteri /aib menaga kerahasiaan in"ormasi !ang
diperolehn!a dari Akuntan Publik !ang diperiksa.
+A,Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara penga/asan terhadap Akuntan
Publik' KAP' dan3atau .abang KAP diatur dalam Peraturan Menteri.
Pasal 52
+1, Menteri men.antumkan Pihak $erasosiasi dalam da"tar orang ter.ela'
dalam hal Pihak $erasosiasi;
a. menolak memberikan keterangan dan3atau memberikan keterangan
atau dokumen palsu atau !ang dipalsukan dalam rangka pemeriksaan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 a!at +:,=
b. melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 a!at +1,=
.. dikenai pidana karena melakukan pelanggaran atas 9ndang-9ndang
ini= atau
d. diatuhi pidana !ang telah mempun!ai kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana keahatan !ang dian.am dengan pidana
penara 5 +lima, tahun atau lebih.
+2, Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pen.antuman Pihak $erasosiasi
dalam da"tar orang ter.ela diatur dalam Peraturan Menteri.
&#& ?..
1#NK1. #/M.N.1*2#*.@
Pasal 5:
+1, Menteri ber/enang mengenakan sanksi administrati>e kepada Akuntan
Publik' KAP' dan3atau .abang KAP atas pelanggaran ketentuan
administrati".
+2, Pelanggaran ketentuan administrati" sebagaimana dimaksud pada a!at
+1, berupa pelanggaran terhadap Pasal 4' Pasal 5 a!at +4,' Pasal 6 a!at
+4,' Pasal 1:' Pasal 1A' Pasal 16' Pasal 25' Pasal 2A' Pasal 25 a!at +1,'
Pasal 26 a!at +1,' Pasal :0 a!at +1,' Pasal :1' Pasal :2' Pasal :4 a!at +:,
dan a!at +4,' Pasal :5 a!at +5, dan a!at +?,' atau Pasal 51 a!at +4, dan
a!at +5,.
+:, )anksi administrati" sebagaimana dimaksud pada a!at +1, dapat berupa;
a. rekomendasi untuk melaksanakan ke/aiban tertentu=
b. peringatan tertulis=
.. pembatasan pemberian asa kepada suatu enis entitas tertentu=
d. pembatasan pemberian asa tertentu=
e. pembekuan i@in=
". pen.abutan i@in= dan3atau
g. denda.
+4, &enda sebagaimana dimaksud pada a!at +:, huru" g dapat diberikan
tersendiri atau bersamaan dengan pengenaan sanksi administrati"
lainn!a.
+5, Ketentuan lebih lanut mengenai tata .ara pengenaan sanksi
administrati" dan besaran denda diatur dalam Peraturan Pemerintah.
Pasal 54
Penerimaan denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5: a!at +:, huru" g
dan a!at +4, merupakan Penerimaan Negara Bukan Paak.
&#& ?...
KE*EN*(#N P./#N#
Pasal 55
Akuntan Publik !ang;
a. melakukan manipulasi' membantu melakukan manipulasi' dan3atau
memalsukan data !ang berkaitan dengan asa !ang diberikan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal :0 a!at +1, huru" = atau
b. dengan sengaa melakukan manipulasi' memalsukan' dan3atau
menghilangkan data atau .atatan pada kertas kera atau tidak membuat
kertas kera !ang berkaitan dengan asa !ang diberikan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal : a!at +1, sehingga tidak dapat digunakan
sebagaimana mestin!a dalam rangka pemeriksaan oleh pihak !ang
ber/enang dipidana dengan pidana penara paling lama 5 +lima, tahun
dan pidana denda paling ban!ak %p:00.000.000'00 +tiga ratus uta
rupiah,.
Pasal 5,
Pihak $erasosiasi !ang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 55 dipidana dengan pidana penara paling lama 5 +lima, tahun dan
pidana denda paling ban!ak %p:00.000.000'00 +tiga ratus uta rupiah,.
Pasal 5-
+1,)etiap orang !ang memberikan pern!ataan tidak benar atau memberikan
dokumen palsu atau !ang dipalsukan untuk mendapatkan atau
memperpanang i@in Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal
? a!at +1,' Pasal A a!at +2,' atau Pasal 5 a!at +2,' dan3atau untuk
mendapatkan i@in usaha KAP atau i@in pendirian .abang KAP sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 15 a!at +2, atau Pasal 20 a!at +2, dipidana dengan
pidana penara paling lama 5 +lima, tahun dan pidana denda paling
ban!ak %p:00.000.000'00 +tiga ratus uta rupiah,.
+2,)etiap orang !ang bukan Akuntan Publik' tetapi menalankan pro"esi
Akuntan Publik dan bertindak seolah-olah sebagai Akuntan Publik
sebagaimana diatur dalam 9ndang-9ndang ini' dipidana dengan pidana
penara paling lama ? +enam, tahun dan pidana denda paling ban!ak
%p500.000.000'00 +lima ratus uta rupiah,.
+:,&alam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada a!at +1, atau a!at
+2, dilakukan oleh korporasi' pidana !ang diatuhkan terhadap korporasi
berupa pidana denda paling sedikit %p 1.000.000.000'00 +satu miliar
rupiah, dan paling ban!ak %p :.000.000.000'00 +tiga miliar rupiah,.
+4,&alam hal korporasi tidak dapat memba!ar denda sebagaimana
dimaksud pada a!at +:,' pihak !ang bertanggung a/ab dipidana dengan
pidana penara paling singkat 2 +dua, tahun dan paling lama ? +enam,
tahun.
&#& ?.9
KE/#L(6#21# *(N*(*#N #*#( 0(0#*#N
Pasal 55
+1, Akuntan Publik !ang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 55 dibebaskan dari tuntutan pidana apabila perbuatan
!ang dilakukan telah le/at dari 5 +lima, tahun terhitung seak tanggal
laporan hasil pemberian asa.
+2, Akuntan Publik dibebaskan dari gugatan terkait dengan pemberian asa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal : a!at +1, dan a!at +:, apabila
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 !ang dilakukan telah
le/at dari 5 +lima, tahun terhitung seak tanggal laporan hasil
pemberian asa.
&#& ?9
KE*EN*(#N PE2#L.#N
Pasal 5+
Pada saat 9ndang-9ndang ini mulai berlaku;
a. Akuntan Publik' KAP' dan .abang KAP !ang telah memiliki i@in Akuntan
Publik' KAP' dan .abang KAP !ang masih berlaku din!atakan tetap
berlaku.
b. Akuntan Publik !ang telah memiliki i@in Akuntan Publik !ang masih
berlaku harus memperbarui +registrasi ulang, i@in Akuntan Publikn!a
dalam /aktu paling lama 1 +satu, tahun seak berlakun!a 9ndang-
9ndang ini dengan men!ampaikan dokumen berupa surat keterangan
domisili dan Nomor Pokok Faib Paak.
.. Permohonan i@in Akuntan Publik' i@in usaha KAP dan3atau i@in pendirian
.abang KAP !ang telah diaukan dan sedang dalam proses' harus
diaukan kembali sesuai dengan pers!aratan !ang diatur dalam
9ndang-9ndang ini.
d. )erti<kat tanda lulus uian pro"esi !ang telah diterbitkan oleh #katan
Akuntan #ndonesia atau #nstitut Akuntan Publik #ndonesia din!atakan
masih berlaku untuk memenuhi pers!aratan memperoleh i@in Akuntan
Publik sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ? a!at +1,
huru" a sampai ada ketentuan !ang baru.
e. %ekan non-Akuntan Publik !ang telah menadi rekan pada suatu KAP
dalam /aktu paling lama 1 +satu, tahun seak berlakun!a 9ndang-
9ndang ini harus menda"tar sebagai %ekan non-Akuntan Publik dengan
men!ampaikan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 a!at
+2, huru" . dan huru" d.
". KAPA atau DAA !ang naman!a telah di.antumkan bersama-sama
dengan nama KAP harus menda"tar dalam /aktu paling lama 1 +satu,
tahun seak berlakun!a 9ndang-9ndang ini.
g. KAP harus men!esuaikan komposisi tenaga kera pro"esional dalam
/aktu paling lama 1 +satu, tahun seak berlakun!a 9ndang-9ndang ini.
h. Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik !ang telah diakui oleh Menteri
ditetapkan kembali dengan Keputusan Menteri sebagai Asosiasi Pro"esi
Akuntan Publik untuk menalankan ke/enangan sesuai dengan
ketentuan dalam 9ndang-9ndang ini.
i. )PAP !ang ditetapkan oleh Asosiasi Pro"esi Akuntan Publik !ang telah
diakui oleh Menteri din!atakan tetap berlaku.
&#& ?9.
KE*EN*(#N PEN(*(P
Pasal ,0
Pada saat 9ndang-9ndang ini mulai berlaku;
a. Ketentuan Pasal 4 dan Pasal 5 9ndang-9ndang Nomor :4 $ahun 1654
tentang Pemakaian Gelar Akuntan +2A..ountant4, +7embaran Negara
%epublik #ndonesia $ahun 1654 Nomor 10:' $ambahan 7embaran Negara
%epublik #ndonesia Nomor A05, di.abut dan din!atakan tidak berlaku=
b. Peraturan pelaksanaan dari 9ndang-9ndang Nomor :4 $ahun 1654
tentang Pemakaian Gelar Akuntan +2A..ountant4, +7embaran Negara
%epublik #ndonesia $ahun 1654 Nomor 10:' $ambahan 7embaran Negara
%epublik #ndonesia Nomor A05, !ang mengatur asa Akuntan Publik'
sepanang tidak bertentangan dengan 9ndang-9ndang ini dan belum
ada peraturan pelaksanaan !ang baru berdasarkan 9ndang-9ndang ini'
din!atakan masih berlaku.
Pasal ,1
+1,)emua Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaan 9ndang-
9ndang ini ditetapkan paling lama 1 +satu, tahun seak 9ndang-9ndang
ini diundangkan.
+2,)emua Peraturan Menteri sebagai peraturan pelaksanaan 9ndang-9ndang
ini ditetapkan paling lama 2 +dua, tahun seak 9ndang-9ndang ini
diundangkan.
Pasal ,2
9ndang-9ndang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.