Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan memerlukan sumberdaya alam (SDA), antara lain mineral,
batubara dan panas bumi. Indonesia relatif kaya dengan berbagai SDA yang harus
dioptimalkan pemanfaatannya. Salah satu sumberdaya mineral yang dimiliki
Indonesia adalah bijih timah dengan kandungan stanium (Sn). Menurut oer (!""#),
kasiterit (Sn$%) adalah mineral utama pembentuk timah dengan batuan pemba&anya
adalah granit. Sujitno (%''() menjelaskan kegunaan timah antara lain untuk bahan
pen)ampur dalam pembuatan alat*alat musik (seperti gong gamelan, dan lon)eng),
bahan pembuat kemasan kaleng, bahan solder, senjata (peluru), fire retardant, bahan
pelapis anti karat, dan kerajinan )indera mata (pe&ter).
+ndapan timah di Indonesia merupakan lanjutan dari salah satu jalur timah
terkaya di dunia yang membujur dari ,ina Selatan, Myanmar, -hailand, Malaysia,
hingga Indonesia. Di Indonesia jalur timah tersebut meliputi pulau*pulau .arimun,
.undur, Singkep, /angka /elitung, /eling, dan daerah /angkinang serta .epulauan
Anambas, atuna dan .arimata (oer, !""#). Penambangan timah terbesar berada di
Pulau /angka, /elitung, dan Singkep (P-. -imah -bk., %''0). .egiatan penambangan
timah di pulau*pulau ini telah berlangsung sejak 1aman kolonial /elanda hingga
sekarang. Pulau /angka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Dari
luas Pulau /angka !.%"2.'3' ha, sebesar %(,30 4 daratan pulau ini merupakan areal
.uasa Penambangan (.P) timah. P-. -ambang -imah (anak perusahaan P-. -imah
-bk,) menguasai lahan seluas 5%!.3(( ha dan P-. .obatin seluas 53.'05 ha (/appeda
/angka, %'''). Selain kedua perusahan tersebut, i1in kuasa penambangan (.P) timah
juga diberikan kepada perusahaan s&asta, Sampai dengan pertengahan tahun %''(,
jumlah .P timah men)apai !'! i1in dengan luas pen)adangan 5%'.%!" ha, dan yang
telah ditambang 0.'#2 ha (Dinas Pertambangan Pro6insi .epulauan /angka /elitung,
%''().
1
B. Rumusan Masalah
/erdasarkan uraian tersebut diatas, tulisan ini se)ara khusus akan membahas
permasalahan 7
!. Penjelasan dasar mengenai timah 8
%. /agaimana )ara pengolahan timah 8
C. Tujuan
-ujuan dari penulisan makalah ini yaitu intuk dapat memahami proses*proses
yang dilakukan untuk memperoleh timah yang ekonomis, mulai dari pen)u)ian,
pemisahan, pengolahan, sampai pada pen)etakan.
2
BAB II
ISI
A. Pengertian Timah Sn!
-imah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan
bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika
didinginkan. 9ogam timah memiliki dua bentuk alotrop yaitu -imah : ( alfa) dan
timah ; ( beta ). -imah alfa atau timah biasa disebut sebagai timah abu*abu karena
&arnanya abu*abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, sili)on, dan
germanium.-imah alfa ada diba&ah suhu !5,%
'
, dan tidak memiliki sifat logam sama
sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk -imah beta, timah jenis inilah yang
kita lihat sehari*hari. -imah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan
&arnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. -ingkat resistansi
transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pen)ampuran
logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.
-imah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana
jangkauan isotop ini mulai dari !!% hingga !%0. Dari isotop*isotop tersebut yang
paling banyak jumlahnya adalah isotop
!%'
Sn dimana komposisinya men)apai !<5 dari
jumlah isotop Sn yang ada,
!!0
Sn, dan
!!#
Sn. Isotop yang paling sedikit jumlahnya
adalah
!!3
Sn. =nsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering
dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 3' yang merupakan >magi) number? dalam
pita kestabilan fisika nuklir. /eberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang
lain bersifat metastabil (dengan lambang m). /erikut beberapa isotop Sn dan
kelimpahannya di alam.
3
Seperti yang telah disebutkan diatas bah&a timah memiliki nomor atom 3' dan nomor
massa rata*rata adalah !!#,(!. Dengan nomor atom tersebut maka timah memiliki
konfigurasi ele)tron @.rA 3s% 2d!' 3p%. Dalam sistem tabel periodi) timah berada
pada golongan utama IBA (atau golongan !2 untuk sistem periodi) modern) dan
periode 3 bersama dengan ,, Si, Ce, dan Pb. -imah menunjukkan kesamaan sifat
kimia dengan Ce dan Pb seperti pembentukan keadaan oksidasi D% dan D2.
B. "arakteristik Timah
Si#at $isika
Easa 7 padatan
Densitas 7 (,503 g<)m5 (Sn putih) 3,(0" g<)m5 (Sn abu*
abu)
-itik didih 7 %5!,"5 ,
-itik didih 7 %0'% ,
Panas fusi 7 (,'5 kF<mol
.alor jenis 7 %(,!!% F<mol.
Si#at "imia
/ilangan oksidasi 7 2,%, *2
omor atom 7 3'
omor massa 7 !!#,(!
+lektronegatifitas 7 !,"0 (skala pauli)
+nergi ionisasi ! 7 ('#,0 kF<mol
+nergi ionisasi % 7 !2!!,# kF<mol
+nergi ionisasi 5 7 %"25,' kF<mol
4
Fari*jari atom 7 !2' pm
Fari*jari ikatan ko6alen 7 !5" pm
Fari*jari 6an der &aals 7 %!( pm
Struktur .ristal 7 tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu*
abu)
.onduktifitas termal 7 00,# G<m.
-imah merupakan logam lunak, fleksibel, dan &arnanya abu*abu metalik.
-imah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan
terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi lebih
jauh. -imah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan tetapi dapat
diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses oksidasi diper)epat
dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam larutan.
Fika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk Sn$%.
-imah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. -imah alfa biasa
disebut timah abu*abu dan stabil diba&ah suhu !5,% , dengan struktur ikatan
ko6alen seperti diamond. Sedangkan timah beta ber&arna putih dan bersifat
logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat sebagai konduktor.
-imah larut dalam H,l, H$5, H%S$2, dan beberapa pelarut organi) seperti
asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. -imah juga larut dalam basa kuat
seperti a$H dan .$H.
-imah umumnya memiliki bilangan oksidasi D% dan D2. -imah(II) )enderung
memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn dalam H,l pekat
panas.
C. Si#at %an Bentuk Timah
* Sifat -imah
5
a. -imah termasuk golongan IB / dan mempunyai bilangan oksidasi D% dan
D2.
b. -imah merupakan logam lunak, fleksibel, dan &arnanya abu*abu metalik.
). -imah tidak mudah dioksidasi dan tahan terhadap korosi disebabkan
terbentuknya lapisan oksida timah yang menghambat proses oksidasi
lebih jauh. -imah tahan terhadap korosi air distilasi dan air laut, akan
tetapi dapat diserang oleh asam kuat, basa, dan garam asam. Proses
oksidasi diper)epat dengan meningkatnya kandungan oksigen dalam
larutan.
d. Fika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk Sn$%.
e. -imah ada dalam dua alotrop yaitu timah alfa dan beta. -imah alfa biasa
disebut timah abu*abu dan stabil diba&ah suhu !5,% , dengan struktur
ikatan ko6alen seperti diamond. Sedangkan timah beta ber&arna putih
dan bersifat logam, stabil pada suhu tinggi, dan bersifat sebagai
konduktor.
f. -imah larut dalam H,l, H$5, H%S$2, dan beberapa pelarut organi)
seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. -imah juga larut dalam
basa kuat seperti a$H dan .$H.
g. -imah umumnya memiliki bilangan oksidasi D% dan D2. -imah(II)
)enderung memiliki sifat logam dan mudah diperoleh dari pelarutan Sn
dalam H,l pekat panas.
h. -imah bereaksi dengan klorin se)ara langsung membentuk Sn(IB)
klorida.
i. Hidrida timah yang stabil hanya SnH2.
* /entuk -imah
=nsur ini memiliki % bentuk alotropik pada tekanan normal. Fika
dipanaskan timah abu*abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada
6
!5.%I, menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal.
.etika timah didinginkan pada suhu !5.%I,, ia pelan pelan berubah dari
putih menjadi abu*abu. Perubahan ini disebabkan ketidakmurnian
(impurities) seperti alumunium dan seng, dan dapat di)egah dengan
menambahkan antimony atau bismut. Fika dipanaskan dalam udara, timah
membentuk Sn%, sedikit asam, dan membentuk stannate salts dengan oksida.
D. "e&era%aan Timah Di Alam
-imah tidak ditemukan dalam unsur bebasnya dibumi akan tetapi diperoleh
dari senya&aannya. -imah pada saat ini diperoleh dari mineral )assiterite atau
tinstone. ,assiterite merupakan mineral oksida dari timah Sn$%, dengan kandungan
timah berkisar (#4. ,ontoh lain sumber biji timah yang lain dan kurang mendapat
perhatian daripada )assiterite adalah kompleks mineral sulfide yaitu stanite
(,u%EeSnS2) merupakan mineral kompleks antara tembaga*besi*timah*belerang dan
)ylindrite (PbSn2EeSb%S!2) merupakan mineral kompleks dari timbale*timah*besi*
antimon*belerang dua )ontoh mineral ini biasanya ditemukan bergandengan dengan
mineral logam yang lain seperti perak. -imah merupakan unsur ke*2" yang paling
banyak terdapat di kerak bumi dimana timah memiliki kandungan % ppm jika
dibandingkan dengan seng (3 ppm, tembaga 3' ppm, dan !2 ppm untuk timbal.
,assiterite banyak ditemukan dalam deposit allu6ial<allu6ium yaitu tanah atau
sediment yang tidak berkonsolidasi membentuk bongkahan batu dimana dapat dapat
mengendap di dasar laut, sungai, atau danau. Allu6ium terdiri dari berbagai ma)am
mineral seperti pasir, tanah liat, dan batu*batuan ke)il. Hampir #'4 produksi timah
diperoleh dari allu6ial<allu6ium atau istilahnya deposit sekunder. Diperkirakan untuk
mendapatkan ! .g ,assiterite maka sekitar ( samapi # ton biji timah<allu6ial harus
ditambang disebabkan konsentrasi )assiterite sangat rendah. Di bumi timah tersebar
tidak merata akan tetapi terdapat dalam satu daerah geografi dimana sumber penting
terdapat di Asia tenggara termasuk ,hina, Myanmar, -hailand, Malaysia, dan
7
Indonesia. Hasil yang tidak sebegitu banyak diperoleh dari Peru, Afrika Selatan, =.,
dan Jimbab&e.
E. Sen'a(a Timah
-imah, Senya&aan yang terpenting adalah SnE
%
dan Sn,l
%
, yang diperoleh
dengan pemanasan Sn dengan hf dan h)l gas.
Eluoridanya )ukup larut dalam air dan digunakan dalam pasta gigi yang
mengandung fluorida. Air menghidrolisis Sn,l
%
menjadi klorida yang
bersifat basa, tetapi dari larutan asam en)er Sn,l
%
.%H%$ dapat
terkristalisasi. .edua halidanya larut dalam larutan yang mengandung ion
halida berlebihan, jadi7
SnE% D E* K SnE
5*
p.L!
Sn,l% D ,l* K Sn,l
5*
p.L!
Dalam larutan akua fluorida, SnE
5*
adalah spesies yang utama, tetapi ion*
ion SnE
D
dan Sn
%
E
3
dapat dideteksi.
Halida larutan dalam pelarut donor seperti aseton, piridin, atau DMS$,
menghasilkan addu)t peramidal, Sn,l%$,(,H5)%.
Ion Sn%D yang sangat peka terhadap udara, terjadi dalam larutan asam
perklorat, yang dapat diperoleh dengan reaksi ,u(,l$2)% D Sn Hg ,u D
Sn
%D
D % ,l$
2*
.
$. Man#aat Timah
Data pada tahun %''0 menunjukkan bah&a logam timah banyak dipergunakan
untuk solder(3%4), industri plating (!04), untuk bahan dasar kimia (!54), kuningan
M perunggu (3,34), industri gelas (%4), dan berbagai ma)am aplikasi lain (!!4).
9ogam timah banyak manfaatnya baik digunakan se)ara tunggal maupun
sebagai paduan logam (alloy) dengan logam yang lain terutama dengan logam
tembaga. 9ogam timah juga sering dipakai sebagai )ontainer dalam berbagai ma)am
industri.
). Pr*ses Peng*lahan Timah
-imah diolah dari bijih timah yang didapatkan dari batuan atau mineral timah
( kasiterit Sn$% ). Proses produksi logam timah dari bijinya melibatkan serangkaian
proses yang terbilang rumit yakni pengolahan mineral (peningkatan kadar
timah<proses fisik dan disebut juga upgrading), persiapan material yang akan dilebur,
proses peleburan, proses refining dan proses pen)etakan logam timah. Pemakaian
8
timah biasanya dalam bentuk paduan timah yang dikenal dengan nama timah putih
yakni )ampuran #'4 timah, !! 4 antimony dan "4 tembaga serta terkadang
ditambah timbal. -imah putih ini terutama dipakai untuk peralatan logam pelindung
dan pipa dalam industri kimia, industri bahan makanan dan untuk menyimpan bahan
makanan.
Proses pengolahan timah ini bertujuan sesuai dengan namanya yaitu
meningkatkan kadar kandungan timah dimana /ijih timah diambil dari dalam laut
atau lepas pantai dengan penambangan atau pengerukan setelah itu dilakukan
pembilasan dengan air atau &ashing dan kemudian diisap dengan pompa. /ijih timah
hasil dari pengerukan biasanya mengandung %' N 5' 4 timah. Setelah dilakukan
proses pengolahan mineral maka kadar kandungan timah menjadi lebih dari (' 4,
sedangkan bijih timah hasil penambangan darat biasanya mengandung kadar timah
yang sudah )ukup tinggi O0'4.
Adapun Proses pengolahan mineral timah ini meliputi banyak proses, yaitu 7
Gashing atau Pen)u)ian
Pen)u)ian timah dilakukan dengan memasukkan bijih timah ke dalam ore bin
yang berkapasitas %3 drum per unit dan mampu melakukan pen)u)ian !3 ton
bijh per jam. Di dalam ore bin itu bijih di)u)i dengan menggunakan air
tekanan dan debit yang sesuai dengan umpan.
Pemisahan berdasarkan ukuran atau s)reening<si1ing dan uji kadar
/ijih yang didapatkan dari hasil pen)u)ian pada ore bin lalu dilakukan
pemisahan berdasarkan ukuran dengan menggunakan alat s)reen,mesh, setelah
itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kadar bijih setelah pen)u)ian.
Prosedur penelitian kadar tersebut adalah mengamatinya dengan mikroskop
dan menghitung jumlah butir dimana butir timah dan pengotornya memiliki
karakteristik yang berbeda sehinga dapat diketahui kadar atau jumlah
kandungan timah pada bijih.
Pemisahan berdasarkan berat jenis
Proses pemisahan ini menggunakan alat yang disebut jig Har1.bijih timah
yang mempunyai berat jenis lebih berat akanj mengalir ke ba&ah yang berarti
kadar timah yang diinginkan sudah tinggi sedangkan sisanya, yang berkadar
9
rendah yang juga berarti mengandung pengotor atau gangue lainya seperti
Puarsa , 1ir)on, rutile, siderit dan sebagainya akan ditampung dan dialirkan ke
dalam trape1ium Fig Quba.
Pengolahan tailing
Dahulu tailing timah diolah kembali untuk diambil mineral bernilai yang
mungkin masih tersisa didalam tailing atau buangan. Prosesnya adalah dengan
gaya sentrifugal. amun saat ini proses tersebut sudah tidak lagi digunakan
karena tidak efisien karena kapasitas dari alat pengolah ini adalah 0' kg<jam.
Proses Pengeringan
Proses pengeringan dilakukan didalam rotary dryer. Prinsip kerjanya adalah
dengan memanaskan pipa besi yang ada di tengah N tengah rotary dryer
dengan )ara mengalirkan api yang didapat dari pembakaran dengan
menggunakan solar.
.lasifikasi
/ijih N bijih timah selanjutnya akan dilakukan proses N proses
pemisahan<klasifikasi lanjutan yakni7
klasifikasi berdasarkan ukuran butir dengan s)reeningR
klasifikasi berdasarkan sifat kondukti6itasnya dengan High -ension separator.
klasifikasi berdasarkan sifat kemagnetannya dengan Magneti) separator.R
.lasifikasi berdasarkan berat jenis dengan menggunakan alat seperti shaking
table , air table dan multi gra6ity separator(untuk pengolahan terak<tailing).
Pemisahan Mineral Ikutan
Mineral ikutan pada bijih timah yang memiliki nilai atau 6alue yang terbilang
tinggi seperti 1ir)on dan thorium( unsur radioaktif ) akan diambil dengan
mengolah kembali bijih timah hasil proses a&al pada Amang Plant. Mula N
mula bijih diayak dengan 6ibrator listrik berke)epatan tinggi dan
disaring<s)reening sehingga akan terpisah antara mineral halus berupa
)assiterite dan mineral kasar yang merupakan ikutan. Mineral ikutan tersebut
kemudian diolah pada air table sehingga menjadi konsentrat yang selanjutnya
dilakukan proses smelting, sedangkan tailingnya dibuang ke tempat
penampungan. Mineral N mineral tersebut lalu dipisahkan dengan high tension
10
separator Npemisahan berdasarkan sifat konduktor N nonkonduktornya atau
sifat kondukti6itasnya. Mineral konduktor antara lain7 ,assiterite dan Ilmenite.
Mineral non)ondu)tor antara lain7 -horium, Jir)on dan Senotime. 9alu
masing N masing dipisahkan kembali berdasarkan kemagnetitanya dengan
magneti) separation sehingga dihasilkan se)ara terpisah, thorium dan 1ir)on.
Proses pre*smelting
Setelah dilakukan proses pengolahan mineral dilakukan proses pre*smelting
yaitu proses yang dilakukan sebelum dilakukannya proses peleburan, misalnya
preparasi material,pengontrolan dan penimbangan sehingga untuk proses
pengolahan timah akan efisien.
Proses Peleburan ( Smelting )
Ada dua tahap dalam proses peleburan 7
* Peleburan tahap I yang menghasilkan timah kasar dan slag<terak.
* Peleburan tahap II yakni peleburan slag sehingga menghasilkan hardhead
dan slag II.
Proses peleburan berlangsung seharian N%2 jam dalam tanur guna menghindari
kerusakan pada tanur<refraktori. =mumnya terdapat tujuh buah tanur dalam
peleburan. Pada tiap tanur terdapat bagian N bagian yang berfungsi sebagai
panel kontrol7 single point temperature re)order, fuel oil )ontroller, pressure
re)order, $% analy1er,multipoint temperature re)order dan )ombustion air
)ontroller. =dara panas yang dihembuskan ke dalam mfurna)e atau tanur
berasal dari udara luar < atmosfer yang dihisap oleh aTial fan eThouster yang
selanjutnya dile&atkan ke dalam regenerator yang mengubahnya menjadi
panas.
-ahap a&al peleburan baik peleburan I dan II adalah proses )harging yakni
bahan baku Nbijih timah atau slagI dimasukkan kedalam tanur melalui hopper
furna)e. Dalam tanur terjadi proses reduksi dengan suhu !!'' N
!3''',.unsure N unsure pengotor akan teroksidasi menjadi senya&a oksida
seperti As%$5 yang larut dalam timah )air. Sedangkan Sn$ tidak larut semua
menjadi logam timah murni namun adapula yang ikut ke dalam slag dan juga
11
dalam bentuk debu bersamaan dengan gas N gas lainnya. Setelah peleburan
selesai maka hasilnya dimasukkan ke foreheart untuk melakukan proses
tapping. Sn yang berhasil dipisahkan selanjutnya dimasukkan kedalam float
untuk dilakukan pendinginan <penurunan temperatur hingga 2''', sebelum
dipindahkan ke dalam ketel.sedangkan hardhead dimasukkan ke dalm flame
o6en untuk diambil Sn dan timah besinya.
Proses Uefining ( Pemurnian )
* Pyrorefining
Qaitu proses pemurnian dengan menggunakan panas diatas titik lebur
sehingga material yang akan direfining )air, ditambahkan mineral lain yang
dapat mengikat pengotor atau impurities sehingga logam berharga dalam
hal ini timah akan terbebas dari impurities atau hanya memiliki impurities
yang amat sedikit, karena afinitas material yang ditambahkan terhadap
pengotor lebih besar dibanding Sn. ,ontoh material lain yang ditambahkan
untuk mengikat pengotor7 serbuk gergaji untuk mengurangi kadar Ee,
Aluminium untuk untuk mengurangi kadar As sehingga terbentuk AsAl,
dan penambahan sulfur untuk mengurangi kadar ,u dan i sehingga
terbentuk ,uS dan iS. Hasil proses refining ini menghasilkan logam timah
dengan kadar hingga "","%4 (padaP-.-imah). Analisa kandungan
impurities yang tersisa juga diperlukan guina melihat apakah kadar
impurities sesuai keinginan, jika tidak dapat dilakukan proses refining
ulang.
* +ute)ti) Uefining
Qaitu proses pemurnian dengan menggunakan )rystalli1er dengan bantuan
agar parameter proses tetap konstan sehingga dapat diperoleh kualitas
produk yang stabil. Proses pemurnian ini bertujuan mengurangi kadar 9ead
atau Pb yang terdapat pada timah sebagai pengotor <impuritiesnya. Adapun
prinsipnya adalah berhubungan dengan temperatur eute)ti) Pb* Sn, pada
saat eute)ti) temperature lead pada solid solution berkisar %,04 dan aakan
menurun bersamaan dengan kenaikan temperatur, dimana Sn akan
meningkat kadarnya. Prinsip utamnya adalah dengan mempertahankan
temperatur yang mendekati titik solidifikasi timah.
12
* +le)troliti) Uefining
Qaitu proses pemurnian logam timah sehingga dihasilkan kadar yang lebih
tinggi lagi dari pyrorefining yakni "",""4( produk P-. -imah7 Eour ine ).
Proses ini melakukan prinsip elektrolisis atau dikenal elektrorefining.Proses
elektrorefining menggunakan larutan elektrolit yang menyediakan logam
dengan kadar kemurnian yang sangat tinggi dengan dua komponen utama
yaitu dua buah elektroda anoda dan katoda yang ter)elup ke dalam bak
elektrolisis.Proses elektrorefining yang dilakukan P-.-imah menggunakan
bangka four nine (timah berkadar "",""4 ) yang disebut pula starter
sheetsebagai katodanya, berbentuk plat tipis sedangkan anodanya adalah
ingot timah yang beratnya berkisar !5' kg dan larutan elektrolitnya H%S$2.
proses pengendapan timah ke katoda terjadi karena adanya migrasi dari
anoda menuju katoda yang disebabkan oleh adanya arus listrik yang
mengalir dengan 6oltase tertentu dan tidak terlalu besar.
Pen)etakan
Pen)etakan ingot timah dilakukan se)ara manual dan otomatis. Peralatan
pen)etakan se)ara manual adalah melting kettle dengan kapasitas 3' ton,
pompa )etak and )etakan logam. Proses ini memakan &aktu 2 jam <3' ton,
dimana temperatur timah )air adalah %('',. Sedangkan proses pen)etakan
otomatis menggunakan )asting ma)hine, pompa )etak, dan melting
kettleberkapasitas 3' ton dengan proses yang memakan &aktu hingga !
jam<0' ton.
9angkah N langkah pen)etakan7
!. -imah yang siap di)etak disalurkan menuju )etakan.
%. =jung pipa penyalur diatur dengan menletakkannya diatas )etakan pertama
pada serinya, aliran timah diatur dengan mengatur klep pada piapa
penyalur.
5. /ila )etakan telah penuh maka pipa penyalur digeser ke )etakan
berikutnyadan permukaan timah yang telah di)etak dibersihkan dari
drossnya dan segera dipasang )apa pada permukaan timah )air.
13
2. .e)epatan pen)etakan diatur sedemikian rupa sehingga laju pendinginan
akan merata sehingga ingot yang dihasilkan mempunyai kulitas yang bagus
atau sesuai standar.
3. Ingot timah yang telah dingin disusun dan ditimbang.
BAB III
PENUTUP
A. "esim+ulan
!. -imah adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki symbol
Sn (bahasa 9atin7 stannum) dan nomor atom 3'. =nsur ini merupakan logam
miskin keperakan, dapat ditempa (>malleable?), tidak mudah teroksidasi
dalam udara sehingga tahan karat, ditemukan dalam banyak aloy, dan
digunakan untuk melapisi logam lainnya untuk men)egah karat. -imah
diperoleh terutama dari mineral )assiterite yang terbentuk sebagai oksida.
%. Adapun Proses pengolahan mineral timah ini meliputi banyak proses, yaitu 7
Proses Pengolahan Mineral -imah
o Gashing atau Pen)u)ian
o Pemisahan berdasarkan ukuran atau s)reening<siV1ing dan uji kadar
o Pemisahan berdasarkan berat jenis
o Pengolahan tailing
o Proses Pengeringan
14
.lasifikasi timah
o Pemisahan Mineral Ikutan
* Proses pre*smelting
* Proses Peleburan ( Smelting )
* Proses Uefining ( Pemurnian )
o Pyrorefining
o +ute)ti) Uefining
o +le)troliti) Uefining
o Pen)etakan
5. Adapun manfaat timah dalam kehidupan sehari*hari yaitu digunakan sebagai
pelapis dalam kaleng kemasan makanan, digunakan dalam pembuatan bola
lampu, sampai pada penggunaan pada alat*alat olah raga.
15
DA$TAR PUSTA"A
http7<<&&&.google.)o.id<sear)h8
hlKidMsour)eKhpMbi&KMbihKMPKpen)emaranDakti6itasDpenambanganDtim
ahMbtnCKPenelusuranDCoogle (diakses !! September %'!2)
http7<<&&&.google.)o.id<sear)h8)lientKfirefoTaMrlsKorg.mo1illa45Aid
45Aoffi)ialM)hannelKsMhlKidMsour)eKhpMbi&K!500MbihK33'MPKtimah
Mmet (diakses !! September %'!2).
http7<<bilangapaT.blogspot.)om<%'!!<'%<timah*dan*paduannya.html (diakses !!
September %'!2)
http7<<dananglistiyanto.&ordpress.)om<%'!5<'!<%2<metode*pengolahan*timah<
(diakses !! September %'!2)
http7<<id.s)ribd.)om<do)<!(2%"2##5<Makalah*.imling%*-entang*-imahWdo&nload
(diakses !! September %'!2)
16