Anda di halaman 1dari 27

CASE REPORT

P3A0 partus maturus dengan SC atas


indikasi letak lintang (still birth) +
riwayat tali pusat menumbung +
riwayat bekas sc


Dina Akmalia
110.2007.088
Pembimbing : dr. Hj. Helida Abbas Sp.OG
IDENTIFIKASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
No.CM : 01.42.69.60 Suami
Nama : Ny. O Tn. D
Usia : 36 tahun 40 tahun
Alamat : Kr pawitan Kr pawitan
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SD SMA
Pekerjaan : Petani Petani
Masuk RS : 23 Agustus 2011
Ruangan : VK
Keluar RS : 26 Agustus 2011

ANAMNESIS

Keluhan utama :
Tidak merasakan gerak anak

Anamnesa Khusus
G3P2A0 Pasien merasa hamil 9 bulan mengeluh tidak merasakan
gerak anak. Mules-mules yang semakin sering dan bertambah kuat
dirasakan sejak 10 jam SMRS dan disertai keluar lendir bercampur
sedikit darah dari jalan lahir. Riwayat keluar cairan banyak dari jalan
lahir diakui sejak 4 jam SMRS. Cairan tidak jernih, tidak berbau, dan
tanpa disertai demam. Ibu mengetahui anaknya letak lintang sejak
usia kehamilan 8 bulan saat kontrol ke bidan.


Riwayat Obstetri

Rumah, Paraji, spontan, 9 bulan, 4000 gr, , 18
tahun, hidup
Rumah sakit, dokter, SC, 9 bulan, 3100 gr, , 5
tahun, hidup
Hamil saat ini

Riwayat perkawinan

Status : menikah, kedua kali

Usia saat menikah :
1. 17 tahun
2. 35 tahun

Usia suami saat menikah :
1. 50 tahun
2. 35 tahun
Haid
H.P.H.T : 29 November 2010
Siklus haid : Teratur
Lama haid : 4 hari
Banyaknya : biasa
Nyeri : -
Menarche usia : 13 tahun

Riwayat Kontrasepsi
Suntik 3 bulan
Akseptor KB sejak tahun 2009 s/d 2009
Alasan berhenti karena ingin punya anak

Prenatal Care
Kontrol ke Bidan, 9 kali selama hamil,
terakhir kontrol 1 minggu yang lalu.

Keluhan selama kehamilan
Tidak ada

Riwayat penyakit dahulu
Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Baik
TD : 170/90 mmHg
Nadi : 82 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
Konjungtiva : Tidak anemis
Sklera : Tidak ikterik
Tiroid : tidak ada kelainan
KGB : tidak ada kelainan
Cor : BJ I-II murni Reguler, gallop (-) ,
murmur (-)
Pulmo : VBS ki/ka, Rh -/-, Wh -/-

Abdomen : Cembung lembut
Hepar : sulit dinilai
Lien : sulit dinilai
Ekstremitas : Edeme -/-, Varises -/-

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
23 Agustus 2011 Pukul 04.02 WIB


Hasil Flag Unit Nilai Normal
Hemaglobin 10.5 g/Dl 12,0-16,0
Hematokrit 34 % 35-47
Leukosit 16.400 /mm 3.800-10.500
Trombosit 166.000 /mm 150rb-440rb
Eritrosit 5.38 juta/mm 3.6-5.8
STATUS OBSTETRIK

Pemeriksaan luar
Tinggi Fundus Uteri : 27 cm
Lingkar Perut : 94 cm
Letak Anak : letak lintang
BJA : (-)
His : (+)

Inspekulo : fluksus +

Pemeriksaan forniks : Tidak dilakukan


Pemeriksaan Dalam :

Vulva : terlihat tali pusat menumbung
Vagina: teraba tali pusat
Portio tipis lunak
Pembukaan 7-8 cm
Ketuban (-)
Bagian terendah : tangan st +1

Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
obstetrik, serta pemeriksaan penunjang dapat
ditegakkan diagnosis







G3P2A0 parturient aterm kala I fase
aktif dengan letak lintang + tali pusat
menumbung + Intra uterine fetal
death (IUFD) + bekas SC
RENCANA PENGELOLAAN

Infus, cross match, sedia darah
Rencana SC atas indikasi letak lintang
Informed consent
Konsul anestesiologi
Nifedipine 1 x 10 mg
Observasi kesadaran umum, tanda vital


Laporan Operasi
Tanggal : 23-08-2011 ( Pukul : 04.45 WIB)

No. CM : 01426960
Nama : Ny. E
Umur : 36 tahun
Jenis anestesi : NU

Diagnosis Pra-bedah : G3P2A0 parturient aterm kala 1 fase aktif + tali pusat
membumbung + IUFD + bekas SC

Indikasi Operasi : Letak lintang + tali pusat menumbung + IUFD

Diagnosis Pasca Bedah : P3A0 partus maturus dengan SC a.i letak lintang (still
birth) + riwayat tali pusat menumbung + riwayat bekas SC

Jenis Operasi : SCTP + Insersi IUD


Data Bayi

Tanggal 23 Agustus 2011

Bayi lahir meninggal dengan SC pada jam 04.58
WIB
Jenis kelamin : Perempuan ()
BB = - gram
PB = - cm
FOLLOW UP :
Tanggal 23 Agustus 2011 Post Partum

T = 110/70 mmHg Rencana pengelolaan :
N = 84 x / menit
R = 20 x / menit - Cefotaxime 2x1 gr iv
S = 36 C - Metronidazole 3x500 mg
Keluhan : nyeri perut - Kaltrofen 2x1 supp
Keadaan umum: CM - Cripsa 2x1
Konjungtiva anemis : (-/-) - Observasi kesadaran umum,
Sklera ikterik : (-/-) - tanda vital dan perdarahan
Abdomen : datar , lembut
Luka operasi : masih tertutup verban
Asi : +/+ NT : ( + ) DM ( - ) PP : ( + ) sedikit
BAK/ BAB : (+/-) BU (+)

Diagnosis : P3A0 partus maturus dengan SC atas indikasi letak lintang (still
birth)+ riw. Tali pusat menumbung + riw. Bekas SC


Tanggal 24 Agustus 2011 POD I

T = 110/80 mmHg Rencana pegelolaan :
N = 84 x / menit - Aff catheter
R = 18 x / menit - Cefotaxime 2x1 gr
S = 36,5 C - Metronidazole 3x500 mg
Keluhan : ngilu perut - Kaltrofen 2x1 supp
Keadaan umum : CM - Cripsa 2x1
Konjungtiva anemis : (-/-) - Observasi kesadaran umum,
tanda vital dan perdarahan
Sklera ikterik : (-/-)
Abdomen : datar lembut
Luka operasi : tertutup verban
NT : ( + ) DM ( - ) PP : ( + ) sedikit, BU (+)
Asi : +/+ BAK/ BAB : (+/-)

D/ P3A0 partus maturus dengan sc atas indikasi letak lintang (still
birth) + riw. tali pusat menumbung + riw. bekas SC

Tanggal 25 Agustus 2011 POD II

T = 140/80 mmHg Rencana pegelolaan :
N = 80 x / menit
R = 20 x / menit - Aff infus
S = 36,7 C - Cefadroxil 2 x 500 mg
Keluhan : - - Asam mefenamat 3 x 500 mg
Keadaan umum : CM - Cripsa 2 x 1
Konjungtiva anemis : (-/-) - GV
Sklera ikterik : (-/-) - Observasi KU, tanda vital, perdarahan
Abdomen : datar lembut
TFU : tidak teraba
Kontraksi : baik
Luka operasi : kering terawat
NT : ( + ) DM ( - ) PP : ( + ) sedikit
Asi : +/+ BAK/ BAB : (+/-)

D/ P3A0 partus maturus dengan sc atas indikasi letak lintang (still birth) + riw. tali
pusat menumbung + riw. bekas SC

Tanggal 26 Agustus 2011 POD III

T = 150/90 mmHg Rencana pegelolaan :
N = 80 x / menit
R = 18 x / menit - Cefadroxil 2 x 500 mg
S = 36,2 C - Asam mefenamat 3 x 500 mg
Keluhan : - - SF 1 x 1
Keadaan umum : CM - Bromokriptin 2 x 1
Konjungtiva anemis : (-/-) - Boleh pulang
Sklera ikterik : (-/-)
Abdomen : datar lembut
TFU : 3 jari dibawah pusat
Kontraksi : baik
Luka operasi : kering terawat
NT : ( + ) DM ( - ) PP : ( + ) sedikit
Asi : +/+ BAK/ BAB : (+/-)

D/ P3A0 partus maturus dengan sc atas indikasi letak lintang (still birth) + riw. tali
pusat menumbung + riw. Bekas SC

PEMBAHASAN
1. Apakah diagnosis dan prosedur diagnostik pasien
pada kasus ini sudah benar?

Diagnosis dan prosedur diagnostik pada pasien sudah benar yaitu
di lihat dari anamnesis dan pemeriksaan fisik yang terdiri dari
status generalis dan status obstetrik.

Diagnosis awal pada pasien ini adalah: G3P2A0 parturient aterm
kala I fase aktif dengan letak lintang + tali pusat menumbung +
IUFD +Riwayat bekas SC



Berdasarkan anamnesis:
G3P2A0 Pasien merasa hamil 9 bulan mengeluh tidak
merasakan gerak anak. Mules-mules yang semakin sering
dan bertambah kuat dirasakan sejak 10 jam SMRS dan
disertai keluar lendir bercampur sedikit darah dari jalan lahir.
Riwayat keluar cairan banyak dari jalan lahir diakui sejak 4
jam SMRS. Cairan tidak jernih, tidak berbau, dan tanpa
disertai demam. Ibu mengetahui anaknya letak lintang sejak
usia kehamilan 8 bulan saat kontrol ke bidan.
Riwayat obstetrik: Rumah sakit, dokter, SC, 9 bulan, 3100
gr, , 5 tahun, hidup

Pemeriksaan luar:
Tinggi Fundus Uteri : 27 cm
Lingkar Perut : 94 cm
Letak Anak : letak lintang
BJA : (-)
His : (+)
Inspekulo : fluksus +
Pemeriksaan forniks : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Dalam :
Vulva: terlihat tali pusat yang menumbung
Vagina: teraba tali pusat
Portio tipis lunak
Pembukaan 7-8 cm
Ketuban (-)
Bagian terendah : tangan st +1

Setelah dilakukan tindakan SC;
Diagnosis akhir pada pasien ini : P3A0 partus maturus
dengan SC atas indikasi letak lintang (still birth) +
riwayat tali pusat menumbung + riwayat bekas sc

2. Apakah prosedur penatalaksanaan pasien pada kasus ini
sudah benar?
Pada pasien ini telah dilakukan tindakan SC karena:
Posisi bayi adalah letak lintang.
Secara teori apabila janin mati dan TBBJ > 1700 gr dilakukan
embriotomi bila syarat dipenuhi dan harus dilakukan eksplorasi
jalan lahir.
Pada kasus ini TBBJ adalah 2150 gr, namun pembukaan pasien
ini 7-8 cm sedangkan syarat embriotomi adalah pembukaan
lengkap maka dilakukan tindakan SC.

3. Bagaimana prognosis pasien pada kasus ini ?
Prognosa pada pasien ini adalah :
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam




SeleSai

Anda mungkin juga menyukai