Anda di halaman 1dari 2

14

BAB IV
ANALISA


Pada saat pendeskripsian batuan piroklastik didapat perbandingan antara
batuan piroklastik yang berganesa fall deposit dan flow deposit sebai berikut :
LG/BP/01/2013
Pada sample batuan piroklastik LG/BP/01/2013 memiliki warna batuan
white, bentuk butir membulat, berukuran butir tuff ( 4 mm ), serta memiliki
kekompakan batuan yang mudah hancur. Jenis batuannya termasuk
batuan epiklastik, berganesa fall deposit, dan nama batuannya batuan
Tuffa.
LG/BP/02/2013
Pada sample batuan piroklastik LG/BP/02/2013 memiliki warna batuan Dim
Grey, bentuk butir menyudut, berukuran butir block ( 32 mm ), serta
memiliki kekompakan batuan yang kompak. Jenis batuannya termasuk
batuan epiklastik, berganesa flow deposit dan nama batuannya batuan
Block.
Dari hasil deskripsi tersebut dapat dilakukan beberapa analisa sebagai
berikut :
Penamaan batuan piroklastik pada kedua sample LG/BP.01/2013 dan
LG/BP/02/2013 ini berdasarkan dari ukuran butirnya.
Sedangkan penentuan ganesa batuan piroklastik ini berdasarkan dari
bagaimana cara keluarnya materi vulkanik tersebut. Jika materi vulkanik
tersebut keluar dengan cara menghambur langsung dan meteri yang
dikeluarkan berupa debu debu vulkanik yang belum diangkut oleh media
apapun maka berganesa fall deposit, sedangkan jika materi vulkanik yang
dikeluarkan dengan cara mengalir dan materi yang di keluarkan berupa
lava yang sudah diangkut oleh media air maka berganesa flow deposit.
15

Dari analisa mengenai mengapa pada batuan tuffa memiliki ganesa fall
deposit tetapi dalam penggolongan jenis termasuk kepada batuan
epiklastik, hal tersebut di sebabkan oleh batuan tuffa tersebut terdiri dari
material berupa debu debu vulkanik yang merupakan hasil dari aktivitas
gunung api lalu terkumpul pada suatu tempat dan mengalami mediumisasi
oleh air atau angin sehingga terkompakkan. Hal tersebutlah yang menjadi
pertimbangan dalam penentuan jenis pada batuan tuffa tersebut.