Anda di halaman 1dari 12

Resume Bab 12.

Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 1



BRANCH ACCOUNTING
(AKUNTANSI UNTUK KANTOR CABANG)




Bahasan:
1. Pendahuluan
2. Beda Kantor Cabang dengan Agen Penjualan
3. Akuntansi Kantor Cabang dan Kantor Pusat
a. Jurnal Kantor Cabang dan Kantor Pusat
b. Catatan khusus:
Pengiriman Persediaan Barang Dagangan
Biaya Transportasi atas Pengiriman Persediaan
Alokasi Beban Kantor Cabang
4. Rekonsiliasi antara Kantor Pusat dan Kantor Cabang
5. Prosedur Penggabungan Laporan Keuangan Kantor Pusat dg Kantor Cabang
6. Ilustrasi akuntansi Kantor Pusat dan Kantor Cabang



A. Pendahuluan
Pada bahasan bab-bab sebelumnya dijelaskan mengenai bagaimana
menyusun laporan keuangan konsolidasi perusahaan induk dengan
perusahaan anaknya. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa
tujuan dari penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah untuk
melaporkan posisi keuangan dan hasil operasi atas entitas terpisah (perush.
Induk dan perush. Anak) sebagai seolah-olah satu entitas/kesatuan ekonomi.
Istilah Anak perusahaan dengan Kantor Cabang adalah dua hal yang
jauh berbeda. Kantor Cabang suatu perusahaan adalah merupakan bagian
dari satu entitas perusahaan. Kantor cabang dapat menyelenggarakan
akuntansi terpisah, namun hal ini dan laporan keuangan yang dihasilkan di
kantor cabang hanya untuk keperluan internal kantor cabang. . Dengan kata
lain, kantor cabang perusahaan merupakan entitas akuntansi terpisah dg
kantor pusat namun BUKAN entitas terpisah scr hukum.
Pada bab ini akan dibahas mengenai akuntansi untuk kantor cabang dan
prosedur penggabungan laporan keuangan Kantor Pusat dengan Kantor
Cabang guna menghasilkan laporan keuangan suatu entitas perusahaan.


B. Beda Kantor Cabang dengan Agen Penjualan
Kantor cabang berbeda dengan Agen Penjualan. Agen penjualan didirikan
dengan maksud untuk mend-display barang dagangan yang dijual oleh
perusahaan dan tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan penjualan
barang dagangan termasuk otorisasi kredit pelanggan. Agen penjualan
bukan merupakan entitas akuntansi terpisah suatu perusahaan. Pencatatan
akuntansi yang diselenggarakan oleh Agen penjualan hanyalah pencatatan
kas masuk dan kas keluar saja (sistem kas kecil/petty cash system), dan
Mahasiswa mampu memahami dan sekaligus dapat menjelaskan
perbedaan kantor cabang perusahaan dengan perusahaan anak
Mahasiswa mampu melakukan pencatatan dan pelaporan akuntansi
kantor cabang perusahaan untuk internal user
Mahasiswa mampu menyusun laporan gabungan kantor pusat dan
kantor cabang untuk external user
Indikator Keberhasilan
12
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 2

biasanya yang diterapkan adalah sistem kas kecil dana tetap (imprest fund
systems).
Berikut merupakan aktivitas kantor cabang yang membedakan dengan agen
penjualan:
Membuat stok/persediaan barang dagangan
Melakukan penjualan ke customers
Otorisasi kredit customers
Menagih dan menerima pembayaran piutang
Mencatat beban pengeluaran

Pencatan akuntansi oleh Kantor Pusat terkait agen penjualan:
1. Pembentukan agen penjualan dengan memberikan modal kerja

Modal Kerja Agen Rp5.000.000 -
Kas - Rp5.000.000

2. Pengiriman contoh barang dagangan

Contoh Barang Dagangan Rp9.000.000 -
Persediaan Barang Dagangan - Rp9.000.000

3. Penggantian modal kerja yang terpakai

Beban Gaji Rp2.200.000 -
Beban Listrik dan Air 700.000 -
Beban Iklan 1.200.000 -
Beban Rupa-rupa 300.000 -
Kas - Rp4.400.000

4. Penyesuaian atas pengurangan/pemakaian contoh barang dagangan
dalam rangka iklan

Beban Iklan Rp3.000.000 -
Contoh Barang Dagangan - Rp3.000.000



C. Akuntansi Kantor Cabang dan Kantor Pusat
Transaksi yang terjadi di kantor cabang antara lain/meliputi:
1. Pembentukan Kantor Cabang atau dan Penerimaan kas dari kantor
pusat
2. Pembelian Peralatan
3. Penerimaan Persediaan Barang Dagangan dari kantor pusat
4. Pembelian Persediaan Barang Dagangan dari Pemasok
5. Penjualan Persediaan Barang Dagangan
6. Pengembalian Persediaan Barang Dagangan ke kantor pusat
7. Pembayaran Beban-beban
8. Penyetoran uang ke kantor pusat
9. Penyesuaian akhir tahun
10. Jurnal Penutup

Ilustrasi pencatatan baik di kantor pusat maupun kantor cabang.

PT Payung Sakti adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan
payung. Perusahaan ini berlokasi di Jakarta. Guna menggiatkan penjualan
di wilayah Klaten, maka pada awal tahun 2008, PT Payung Sakti mendirikan
kantor cabang yang terletak di Klaten. Berikut adalah transaksi yang terjadi
selama tahun 2008.

Tgl Transaksi
2 Jan Menerima kas dari kantor pusat Rp20 juta
5 Jan Membeli peralatan senilai Rp10.000.000 (masa manfaat 5
th tanpa nilai residu)
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 3

7 Jan Menerima persediaan barang dagangan dari kantor pusat
dg harga transfer Rp36 juta (markup 20%)
20 Mei Menjual Persediaan barang dagangan senilai Rp30 juta
seharga Rp46.500.000
13 Agust Pembayaran Beban Sewa Rp3 juta
3 Sept Pembayaran Beban Lain-lain Rp2 juta
5 Nov Menyetor uang ke kantor pusat sebesar Rp15 juta
31 Des Pembayaran Beban Gaji Rp6 juta
31 Des Pembayaran Beban Listrik dan Air Rp1 juta
31 Des Beban Gaji terhutang dalam tahun 2008 Rp1 juta
31 Des Besarnya penyusutan Peralatan tahun 2008 Rp2 juta

Diminta:
a. Buatlah jurnal transaksi di atas oleh Kantor Cabang Klaten
b. Buatlah jurnal transaksi di atas oleh Kantor Pusat

Jawab:
Jurnal transaksi oleh Kantor Cabang Klaten:
2 Jan Kas Rp20.000.000 -
Kantor Pusat - Rp20.000.000
(penerimaan kas dari kantor pusat)

5 Jan Peralatan Rp10.000.000 -
Kas - Rp10.000.000
(pembelian peralatan)

7 Jan Persediaan Barang Dagangan Rp35.000.000 -
Kantor Pusat - Rp35.000.000
(penerimaan persediaan dari kantor pusat)

20 Mei Kas Rp46.500.000 -
Penjualan - Rp46.500.000
Harga Pokok Penjualan Rp30.000.000 -
Persediaan Barang Dagangan - Rp30.000.000
(penjualan barang dagangan)

13 Agst Beban Sewa Rp3.000.000 -
Kas - Rp3.000.000
(pembayaran beban sewa)

3 Sept Beban Lain-lain Rp2.000.000 -
Kas - Rp2.000.000
(pembayaran beban lain-lain)

5 Nov Kantor Pusat Rp15.000.000 -
Kas - Rp15.000.000
(menyetor uang ke kantor pusat)

31 Des Beban Gaji Rp6.000.000 -
Kas - Rp6.000.000
(pembayaran beban gaji)

31 Des Beban Listrik dan Air Rp1.000.000 -
Kas - Rp1.000.000
(pembayaran beban listrik dan air)

31 Des Beban Gaji Rp1.000.000 -
Hutang Gaji - Rp1.000.000
(penyesuaian beban gaji terhutang)

31 Des Beban Penyusutan-Peralatan Rp2.000.000 -
Akumulasi Penyusutan-
Peralatan
- Rp2.000.000
(penyesuaian penyusutan peralatan)
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 4



Jurnal Penutup:
31 Des Penjualan Rp46.500.000 -
Harga Pokok Penjualan - Rp30.000.000
Beban Sewa - 3.000.000
Beban Lain-lain - 2.000.000
Beban Gaji - 6.000.000
Beban Listrik dan Air - 1.000.000
Beban Gaji - 1.000.000
Beban Penyusutan-Peralatan - 2.000.000
Kantor Pusat - 1.500.000
(menutup akun nominal ke akun Kantor Pusat)

Jurnal transaksi oleh Kantor Pusat:
2 Jan Kantor Cabang Klaten Rp20.000.000 -
Kas - Rp20.000.000
(transfer kas ke kantor cabang klaten)

7 Jan Kantor Cabang Klaten Rp36.000.000 -
Persediaan Barang Dagangan - Rp30.000.000
Laba belum terealisir
Persediaan Kantor Cabang
Klaten - 6.000.000
(pengiriman barang dagangan ke kantor cabang klaten)

5 Nov Kas Rp15.000.000 -
Kantor Cabang Klaten - Rp15.000.000
(menerima kas dari kantor cabang klaten)

Jurnal Pencatatan Laba Kantor Cabang:
31 Des Kantor Cabang Klaten Rp1.500.000 -
Laba Kantor Cabang - Rp1.500.000
(mencatat laba kantor cabang tahun 2008)

Jurnal Penyesuaian Unrealized profit persediaan akhir Kantor
Cabang Cabang:
31 Des Laba belum terealisir persediaan
Kantor Cabang Klaten
Rp1.000.000 -
Laba Kantor Cabang - Rp1.000.000
(mencatat penyesuaian persediaan akhir kantor cabang
= 6 juta [6 juta : 120%])

Catatan Khusus:
Pengiriman Persediaan Barang Dagangan
- Pengiriman persediaan barang dagangan dari kantor pusat ke
kantor cabang biasanya dicatat sebesar harga transfer (transfer
pricing) yaitu harga pokok plus markup profit.
- Selisih harga pokok dengan harga transfer dicatat oleh kantor
pusat sebagai Laba belum terealisir persedian kantor cabang
(Unrealized profit in branch inventory)
Biaya Transportasi atas Pengiriman Persediaan
- Biaya transportasi harus dimasukkan dalam harga perolehan
persediaan yang diperoleh dari kantor pusat oleh kantor cabang
- Contoh jurnal terkait pengeluaran biaya transportasi oleh kantor
pusat:
Pengiriman dari Kantor Pusat XXX -
Transportasi Masuk atas pengiriman dari Kantor
Pusat XXX -
Kantor Pusat - XXX
(mencatat penerimaan persediaan dari kantor pusat)
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 5

Alokasi Beban Kantor Cabang
- Jika terdapat beban yang dibayar oleh kantor cabang tapi terkait
dengan kantor pusat (misal beban iklan), maka beban tersebut
harus dialokasikan ke beban kantor pusat secara proporsional.
- Contoh jurnal:
Beban Iklan XXX -
Kantor Pusat XXX -
Kas - XXX
(mencatat alokasi beban iklan 50% ke kantor pusat)


D. Rekonsiliasi antara Kantor Pusat dan Kantor Cabang

Akun Kantor Pusat dan akun Kantor Cabang harusnya saldonya sama antara
satu sama lain. Namun ada kalanya dua saldo akun tersebut tidak sama
yang disebabkan oleh kesalahan pencatatan yang bisa terjadi baik di kantor
pusat maupun kantor cabang, atau ada transaksi yang di kantor pusat sudah
dicatat namun di kantor cabang lupa belum dicatat atau sebaliknya.
Oleh karena hal inilah diperlukan rekonsiliasi saldo akun kantor pusat dan
akun kantor cabang. Pada prinsipnya rekonsiliasi ini konsepnya sama
dengan rekonsiliasi bank.
Contoh kasus rekonsiliasi:
Berikut disajikan informasi yang dibutuhkan terkait rekonsiliasi Kantor pusat
dan kantor Cabang:
Saldo Akun Kantor Pusat per 31 Des 2008 di buku kantor cabang
Rp 452.000.000, sedangkan saldo akun Kantor Cabang per 31 Des
2008 di buku kantor pusat Rp492.000.000
Kantor Cabang mengirimkan cek senilai Rp12 juta ke Kantor Pusat
pada tanggal 31 Des 2008. Kantor Pusat belum menerima cek
sampai tanggal 4 Januari 2009.
Pada tanggal 28 Des 2008, Kantor Pusat mengirimkan Persediaan
Barang Dagangan dengan harga pokok Rp20 juta dengan harga
transfer Rp25 juta. Persediaan tsb belum diterima sampai dengan
tanggal 8 Januari 2009.
Beban Iklan senilai Rp8.500.000 dialokasikan oleh Kantor Pusat ke
Kantor Cabang dan salah dicatat Rp5.800.000 oleh Kantor Cabang.

Skedul rekonsiliasi:

Buku Kantor Cabang
(akun Kantor Pusat)
Buku Kantor Pusat
(akun Kantor Cabang)
Saldo Akun 31 Des 2008 Rp452.300.000 Rp436.600.000
Kas dlm perjalanan - (12.000.000)
Persediaan dlm perjalanan (25.000.000) -
Kesalahan pencatatan (2.700.000) -
Saldo Akun 31 Des 2008 Rp424.600.000 Rp424.600.000

Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat:
Kantor Pusat:
31 Des Kas Rp12.000.000 -
Kantor Cabang - Rp12.000.000
(menerima kas dari kantor cabang)

Kantor Cabang:
31 Des Persediaan Barang Dagangan Rp25.000.000 -
Kantor Pusat - Rp25.000.000
(menerima persediaan barang dagangan)

31 Des Beban Iklan Rp2.700.000 -
Kantor Pusat - Rp2.700.000
(membetulkan kesalahan pencatatan beban iklan)
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 6


E. Prosedur Penggabungan Laporan Keuangan Kantor Pusat dan Kantor
Cabang
Pencatatan dan pelaporan keuangan di Kantor Cabang hanya untuk
keperluan internal perusahaan, sedangkan laporan keuangan untuk
pengguna eksternal adalah laporan keuangan gabungan Kantor Pusat dan
Kantor Cabang.
Proses penggabungan laporan keuangan ini pada prinsipnya sama
dengan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi induk-anak.
Sama halnya dalam proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi
induk-anak, dalam penggabungan laporan keuangan kantor pusat-cabang,
akun-akun resiprokal dieliminasi dan akun-akun non-resiprokal dijumlahkan.
Macam transaksi reciprocal kantor pusat dengan kantor cabang, antara lain:
1. Transfer Kas kantor pusat ke kantor cabang misal pada saat
pembentukan kantor cabang
akun kantor pusat dan akun kantor cabang
2. Transfer Persediaan barang dagangan dari kantor pusat ke kantor
cabang
akun kantor pusat dan akun kantor cabang

Hanya terdapat 2 (dua) jurnal kertas kerja yang diperlukan yaitu:
1. Memunculkan resiproksitas antara kantor pusat dengan kantor
cabang dengan mengeliminasi laba kantor cabang dan mengurangi
akun kantor cabang ke saldo sebelum penyesuaian
Jurnal:
Laba Kantor Cabang XXX -
Kantor Cabang - XXX

2. Mengeliminasi saldo akun kantor pusat dan saldo akun kantor
cabang
Jurnal:
Kantor Pusat XXX -
Kantor Cabang - XXX


Setelah jurnal eliminasi di-posting ke kertas kerja, maka dapat disiapkan
laporan keuangan gabungan yang terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan
Laba Ditahan dan Neraca, yaitu dengan memindahkan data di kertas kerja
(nama akun dan angka akhir/gabungan) dalam format laporan keuangan.


F. Ilustrasi Akuntansi Kantor Cabang dan Kantor Pusat
Contoh Kasus:
PT Batik Indah adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
penjualan barang dagangan berupa souvenir motif batik. Perusahaan ini
kantor pusatnya ada di kota Solo. Untuk meningkatkan penjualan, maka PT
Batik Indah membuka kantor cabang di kawawan elite Bintaro Jakarta
Selatan.
Kantor pusat mengirim barang dagangan dengan harga transfer 25% diatas
harga pokoknya. Kantor cabang menjual barang dagangan dengan markup
harga 25% dari harga transfer dari kantor pusat.
Berikut disajikan Neraca Kantor Pusat dan Kantor Cabang per 31 Desember
2008.

Kantor Pusat Kantor Cabang
Aset
Kas Rp25.000.000 Rp11.000.000
Piutang Usaha 42.000.000 23.000.000
Persediaan 20.000.000 16.000.000
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 7

Peralatan (net) 70.000.000 -
Kantor Cabang 43.000.000 -
Total Aset Rp200.000.000 Rp50.000.000
Kewajiban dan Ekuitas
Hutang Usaha Rp14.000.000 Rp5.000.000
Kewajiban Lain 10.000.000 2.000.000
Keuntungan blm terealisir
Persediaan Kantor Cabang
1.600.000 -
Kantor Pusat - 43.000.000
Modal Saham 150.000.000 -
Laba Ditahan 24.400.000 -
Total Kewajiban dan Ekuitas Rp200.000.000 Rp50.000.000

Informasi tambahan:
Persediaan kantor cabang senilai Rp16 juta terdiri dari Rp8 juta
merupakan transfer dari kantor pusat dan Rp8 juta pembelian ke
pemasok. Baik kantor pusat maupun kantor cabang menerapkan
metode periodik dalam mencatat mutasi persediaan.
Transaksi selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:
o Penjualan tahun 2009 sebesar Rp281.750.000 yang terdiri dari
Rp200 juta penjualan oleh kantor pusat dan Rp81.750.000
penjualan oleh kantor cabang Bintaro. Seluruh penjualan
dilakukan secara kredit.
o Pembelian secara kredit tahun 2009 oleh kantor pusat dan
kantor cabang masing-masing Rp205 juta dan Rp20 juta.
Kantor pusat mengirimkan persediaan barang dagangan senilai
Rp40 juta dengan harga transfer Rp50 juta.
o Kantor pusat menerima pembayaran piutang Rp195 juta dan
kantor cabang menerima pembayaran piutang Rp79,75 juta.
o Penyetoran uang oleh kantor cabang selama tahun 2009 Rp55
juta.
o Pembayaran hutang usaha oleh kantor pusat dan kantor
cabang masing-masing Rp210 juta dan Rp21 juta
o Kantor cabang membayar beban operasi Rp2 juta.
o Alokasi beban operasi yang dibayar kantor pusat dan
dialokasikan ke kantor cabang Rp1 juta.
o Penyusutan tahun 2009 atas peralatan total Rp8 juta, dimana
yang Rp1,5 juta dialokasikan ke kantor cabang.
Persediaan akhir kantor pusat Rp25 juta.
Persediaan akhir kantor cabang Rp10 juta dimana terkandung Rp5
juta persediaan yang diperoleh dari kantor pusat.

Perhitungan harga pokok penjualan:

Kantor Pusat Kantor Cabang
Persediaan 1 Jan 2009 Rp20.000.000 Rp16.000.000
Pembelian 205.000.000 20.000.000
Pengiriman ke Kantor Cabang (40.000.000) -
Pengiriman dari Kantor Pusat - 50.000.000
Barang tersedia u/ dijual 185.000.000 86.000.000
Persediaan 31 Des 2009 (25.000.000) (10.000.000)
Harga Pokok Penjualan Rp160.000.000 Rp76.000.000



Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 8

Jurnal yang dibuat baik di kantor pusat maupun di kantor cabang sebagai berikut:

Buku Kantor Pusat Buku Kantor Cabang

1 Piutang Usaha Rp200.000.000 -
Penjualan - Rp200.000.000
(mencatat penjualan secara kredit)

1 Piutang Usaha Rp2.700.000 -
Penjualan - Rp2.700.000
(membetulkan kesalahan pencatatan beban iklan)



2 Pembelian Rp205.000.000 -
Hutang Usaha - Rp205.000.000
(mencatat pembelian scr kredit)

Kantor Cabang Bintaro Rp50.000.000 -
Pengiriman ke Kantor Cabang
Bintaro
- Rp40.000.000
Laba blm terealisir
Persediaan
- Rp10.000.000
(mengirim persediaan ke kantor cabang bintaro)



2 Pembelian Rp20.000.000 -
Hutang Usaha - Rp20.000.000
(mencatat pembelian scr kredit)

Pengiriman dari Kantor Pusat Rp50.000.000 -
Kantor Pusat - Rp50.000.000
(menerima persediaan dari kantor pusatt)

3 Kas Rp195.000.000 -
Piutang Usaha - Rp195.000.000
(mencatat penerimaan piutang)

3 Kas Rp79.750.000 -
Piutang Usaha - Rp79.750.000
(mencatat penerimaan piutang)



4 Kas Rp55.000.000 -
Kantor Cabang - Rp55..000.000
(menerima kas dari kantor cabang bintaro)

4 Kantor Pusat Rp55.000.000 -
Kas - Rp55.000.000
(menyetor kas ke kantor pusat)

Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 9

Buku Kantor Pusat Buku Kantor Cabang


5 Hutang Usaha Rp210.000.000 -
Kas - Rp210.000.000
(mencatat pembayaran hutang usaha)

5 Hutang Usaha Rp21.000.000 -
Kas - Rp21.000.000
(mencatat pembayaran hutang usaha)



6 Beban Operasi Rp20.000.000 -
Kas - Rp20.000.000
(mencatat pembayaran beban operasi)

Kantor Cabang Rp1.000.000 -
Beban Operasi - Rp1.000.000
(mencatat alokasi beban operasi ke kantor cabang)



6 Beban Operasi Rp2.000.000 -
Kas - Rp2.000.000
(mencatat pembayaran beban operasi)

Beban Operasi Rp1.000.000 -
Kantor Pusat - Rp1.000.000
(mencatat alokasi beban operasi dari kantor pusat)

7 Kantor Cabang Rp1.500.000 -
Beban Operasi 6.500.000 -
Akum. Penyusutan - Rp8.000.000
(mencatat penyusutan dan alokasinya ke kantor cabang)

7 Beban Operasi Rp1.500.000 -
Kantor Pusat - Rp1.500.000
(mencatat alokasi penyusutan dari kantor pusat)









Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 10

Neraca Saldo baik kantor pusat maupun kantor cabang dapat dilihat
sekaligus dalam kertas kerja.

Jurnal Eliminasi yang harus dibuat adalah:
a. Laba blm terealisir persediaan kantor cabang Rp1.600.000 -
Harga Pokok Penjualan - Rp1.600.000
(mengeliminasi unrealized profit di persediaan awal)

b. Laba blm terealisir persediaan kantor cabang Rp10.000.000 -
Harga Pokok Penjualan - Rp10.000.000
(mengeliminasi unrealized profit di pengiriman dalam tahun)

c. Harga Pokok Penjualan Rp1.000.000 -
Persediaan - Rp1.000.000
(mengeliminasi unrealized profit di persediaan akhir)

d. Kantor Pusat Rp40.500.000 -
Kantor Cabang - Rp40.500.000
(mengeliminasi akun resiprokal kantor pusat dan kantor cabang)


Adapun kertas kerjanya adalah:
PT Batik Indah
Kertas Kerja
Untuk periode yang berkhir pada tanggal 31 Des 2009
(dalam ribuan rupiah)
Kantor
Pusat
Kantor
Cabang
Eliminasi dan
Penyesuaian
Laporan
Gabungan
Laporan Laba Rugi
Penjualan 200.000 81.750 281.750
Harga Pokok Penjualan (160.000) (76.000) 1.000 1.600
10.000
(225.400)
Beban Operasi (25.500) (4.500) (30.000)
Laba Bersih 14.500 1.250 26.350

Laporan Perubahan Laba Ditahan
Laba Ditahan 1/1/09 24.400 24.400
Laba Bersih 14.500 1.250 26.350
Laba Ditahan 31/12/09 38.900 1.250 50.750

Neraca
Aset
Kas 45.000 12.750 57.750
Piutang Usaha-net 47.000 25.000 72.000
Persediaan 25.000 10.000 1.000 34.000
Aktiva Tetap - net 62.000 62.000
Kantor Cabang 40.500 40.500
Total Aset 219.500 47.750 225.750
Kewajiban dan Ekuitas
Hutang Usaha 9.000 4.000 13.000
Hutang Lainnya 10.000 2.000 12.000
Laba Belum terealisir persedian
Kantor Cabang
11.600 1.600
10.000

Modal Saham 150.000 150.000
Laba Ditahan 38.900 1.250 50.750
Kantor Pusat 40.500 40.500
Total Kewajiban dan Ekuitas 219.500 47.750 225.750


Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 11

Laporan Keuangan
Laporan Keuangan terdiri dari:
1. Laporan Laba Rugi

PT Batik Indah
Laporan Laba Rugi
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Penjualan Rp281.750.000
Harga Pokok Penjualan (225.400.000)
Beban Operasi (30.000.000)
Laba Bersih Rp26.350.000

2. Laporan Perubahan Laba Ditahan

PT Batik Indah
Laporan Perubahan Laba Ditahan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009
Laba Ditahan 1/1/09 Rp24.400.000
Laba Bersih 26.350.000
Laba Ditahan 31/12/09 Rp50.750.000

3. Neraca

PT Batik Indah
Neraca
Per 31 Desember 2009
Aset
Kas Rp57.750.000
Piutang Usaha-net 72.000.000
Persediaan 34.000.000
Aktiva Tetap - net 62.000.000
Kantor Cabang
Total Aset Rp225.750.000
Kewajiban dan Ekuitas
Hutang Usaha Rp13.000.000
Hutang Lainnya 12.000.000
Laba Belum terealisir persedian
Kantor Cabang

Modal Saham 150.000.000
Laba Ditahan 50.750.000
Kantor Pusat
Total Kewajiban dan Ekuitas Rp225.750.000


Jurnal Penutup baik di buku Kantor Cabang maupun di Kantor Pusat
Kantor Cabang
Penjualan Rp81.750.000 -
Persediaan (31 Des 2009) 10.000.000
Persediaan (1 Jan 2009) - Rp16.000.000
Pembelian 20.000.000
Pengiriman dari Kantor Pusat 50.000.000
Beban Operasi 4.500.000
Kantor Pusat 1.250.000
(jurnal penutup akun nominal kantor cabang)

Kantor Pusat
Kantor Cabang Rp1.250.000 -
Laba Kantor Cabang - Rp1.250.000
(jurnal penyesuaian kantor pusat)
Resume Bab 12. Branch Accounting

Sumber: Beams, Advanced Accounting, 8
th
Edition 12 - 12


Laba blm terealisir persediaan kantor cabang Rp10.600.000 -
Laba Kantor Cabang - Rp10.600.000
(jurnal penyesuaian kantor pusat)

Penjualan Rp200.000.000 -
Persediaan (31 Des 2009) 25.000.000 -
Pengiriman ke Kantor Cabang 40.000.000 -
Laba Kantor Cabang 11.850.000 -
Persediaan (1 Jan 2009) - Rp20.000.000
Pembelian - 205.000.000
Beban Operasi - 25.500.000
Laba Ditahan - 26.350.000
(jurnal penutup akun nominal kantor pusat)





Latihan yang dianjurkan : E12-1, E12-10, E12-11, E12-12, P12-2