Anda di halaman 1dari 7

Tugas PPKN

MACAM-MACAM IDEOLOGI
1. Fasisme
Semboyan fasisme, adalah Crediere, Obediere, Combattere (yakinlah, tunduklah,
berjuanglah). Berkembang di Italia, antara tahun 1992-1943. setelah Benito Musolini
terbunuh tahun 1943, fasisme di Italia berakhir. Demikian pula Nazisme di Jerman. Namun,
sebagai suatu bentuk ideology, fasisme tetap ada. Fasisme banyak kemiripannya dengan teori
pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli, yang menegaskan bahwa negara dan
pemerintah perelu bertindak keras agar ditakuti oleh rakyat. fasisme di Italis (=Nazisme di
Jerman), sebagai system pemerintahan otoriter dictator memang berhasil menyelamatkan
Italia pada masa itu (1922-1943) dari anarkisme dan dari komunism. Walaupun begitu,
kenyataannya adalah, bahwa fasisme telah menginjak-nginjak demokrasi dan hak asasi.
a. Inti pemikiran : negara diperlukan untuk mengatur masyarakat
b. Filsafat : rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan
demikian patuh kepada pemerintah. Lalu, pemerintah yang mengatur segalanya mengenai
apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat
c. Landasan pemikiran : suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan
berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan
bangsa-bangsa lain. oleh karena itu, kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil
dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia, Nazi di Jerman, Peronista di
Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata
d. Sistem pemerintahan (harus) : otoriter
e. Positif: Negara mengatur semuanya sehingga rakyat tidak perlu susah untuk apapun.
Negatif: Rakyat harus patuh penuh terhadap pemerintah sehingga aspirasi mereka tidak di
perdulikan, kemudian demokrasi dan hak asasi manusia di abaikan.

2. Kapitalisme
Adalah bentuk perekonomian; suatu sistem pegaturan proses produksi barang dan jasa
melalui mekanisme harga dan pasar.
a. Inti pemikiran: perkonomian individu
b. Fisafat : negara tidak boleh mencampuri kegiatan-kegiatan perekonomian, khususnya
menyangkut kegiatan perekonomian perseorangan
c. Landasan pemikiran : kebebasan ekonomi yang bersifat perseorangan pada instansi
terakhir akan mampu mengangkat kemajuan perekonomian seluruh masyarakat
d. Sistem pemerintahan : demokrasi.
Kapitalisme ini mempunyai ciri pokok sebagai berikut:
a. modal produksi dasar (tanah dan uang) dimiliki oleh individu
b. aktivitas ekonomi ditentukan oleh interaksi antara pembeli dan penjual dalam pasar
c. para pemilik modal dan pekerja bebas untuk mengelola modal dan sumber produksi
lainnya untuk mengahsilkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
d. peranan negara dalam ekonomi sangat terbatas.

3. Kolonialisme
Kolonialisme adalah paham tentang penguasa oleh suatu negara atas daerah / bangsa lain
dengan maksud untuk memperluas negara itu. Faktor penyebab timbulnya kolonialisme:
keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat, menyebarkan agama dan ideologi, kebanggan
atas bangsa yang istimewa, keinginan untuk mencari sumber kekayaan alam dan tempat
pemasaran hasil industrinya. Tipe-tipe Kolonialisme:
a. Koloni penduduk : jika terjadi migrasi besar-besaran ke negara asing dan kemudian
menjadi tanah air baru. Misalnya Amerika Utara dan Kanada.
b. Koloni kelebihan penduduk : seperti koloni-koloni bangsa italia dan jepang.
c. Koloni deportasi : tanah koloni yang dikerjakan oleh orang-orang buangan. Misalnya
Australia.
d. Koloni eksploitasi : daerah jajahan yang dikerjakan hanya untuk mencari keuntukngan.
Misalnya Hindia Belanda.
e. Koloni sekunder : tanah-tanah koloni yang tidak menguntungkan ibu-negeri, tapi perlu
dipertahankan karena kepentingan strategi.
4. Konservatisme
Hal atau unsur yang terkandung di dalamnya, antara lain:
a. Inti pemikiran: memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan, baik berupa
kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. Tidak jarang pula bahwa pola
pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau
b. Filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. Oleh karena itu,
sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap, tanpa menggoncang struktur social
politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan.
c. Landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat evil
instinct and desires dalam dirinya. Oleh karena itu, perlu pola-pola pengendalian
melalui peraturan yang ketat
d. Sistem pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter
e. Positif: Berkembang secara bertahap sesuai dengan kemampuan suatu negara.
Negatif: Masyarakat diatur oleh aturan yang ketat sehingga aspirasi mereka kurang di
perhatikan

5. Ideologi Liberalisme
Mengenai konsep liberalisme, dapat kita tarik beberapa pokok pemikiran yang terkandung di
dalamnya, sebagai berikut:
a. Inti pemikiran: kebebasan individu
b. Perkembangan : berkembang sebagai respons terhadap pola kekuasaan negara yang
absolut, pada tumbuhnya negara otoriter yang disertai dengan pembatasan ketat melalui
berbagai undang-undang dan peraturan terhadap warganegara
c. Landasan pemikirannya adalah bahwa menusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi-
pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yang ketat dan bersifat memaksa
terhadapnya.
d. Sistem pemerintahan (harus): demokrasi
e. Positif: Kebebasan milik siapapun tanpa adanya aturan yang mengikat.
Negatif: tidak adanya aturan,tidak adanya kehidupan bermasyarakat secara sosial.

6. Neoliberalisme
a. Inti pemikiran : mengembalikan kebebasan individu
b. Filsafat : sebagai perkembangan dari liberalism
c. Landasan pemikiran : setiap manusia pada hakikatnya baik dan berbudi pekerti
d. Sistem pemerintahan : demokrasi

7. Demokrasi
Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini merupakan himpunan dari dua
kata : demos yang berarti rakyat, dan kratos berarti kekuasaan. Jadi, artinya kekuasaan
ditangan rakyat. Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah
muncul sejak zaman dahulu. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang
menguatkan hal ini, seperti di Athena dan Sparta. Hal ini pernah diungkapkan Plato, bahwa
sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. dalam suatu kesempatan
Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan, dengan berkata,ada tiga mcam
pemerintahan: kerajaan, aristokrasi, republik, atau rakyat memagang sendiri kendali
urusannya.
a. Inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat
b. Filsafat: menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari
prinsip demokrasi, yaitu: ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar, bahwa
sistem ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu,
unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi, opini
umum dan pengaruhnya
c. Landasan pemikiran. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan
perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.
d. Sistem pemerintahan (harus) : domokrasi
e. Positif: rakyat menentukan kemana negara akan di bawa.
Negatif: Negara akan rancu karena banyak ide dan paham yang muncul
8. Feminisme
a. Inti pemikiran : emansipasi wanita
b. Landasan pemikiran: bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja
melainkan juga dapat melakukan seprti apa yang dilakukan oleh pria. Wanita dapat
melakukan apa saja.
c. Sistem pemerintahan: demokrasi
d. Positif: Berkurangnya penindasan terhadap kaum perempuan
Negatif: Banyakanya perceraian dikarenakan kaum feminisme tidak mau diatur oleh pria
sebagai suami karena adanya pengekaan terhadap mereka.

9. Komunisme
Gelombang komunisme abad ke-20 ini, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik
di Rusia. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh sampai sekarang boleh
dikatakan merupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin
a. Inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas di masyarakat, sehingga
negara hanya sasaran antara.
b. Landasan pemikiran : penolakan situasi dan kondisi masa lampau (baik secara tegas
ataupun tidak), analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada,
berisi resep perbaikan untuk masa depan dan, rencana-rencana tindakan jangka pendek
yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda.
c. Sistem pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator
d. Positif: Tidak ada perbedaan antar golongan, ras, dsb.
Negatif: Kekerasan sebagai dasar pemikiran, kemauman masyarakat tidak bisa di
salurkan.

10. Marxisme
a. Inti pemikiran : Teori nilai tenaga kerja.
b. Filsafat : dialectical and historical materialism
c. Landasan pemikiran : Adanya ketidakadilan dan pemaksanan terhadap kaum buruh
(Protelar) yang dipaksa untuk bekeraja berjam-jam dengan upah minimum dan hasil
kerja mereka di nikamati oleh kaum kapitalis.masalah ini timbul karena adanya
kepemilikan pribadi dan pengusaaan kekayaan yang di dominasi oleh orang-orang
kaya.
d. Sistem pemerintahan: -
e. Positif: keadilan dalam kehidupan serta pemerataan terhadap segala hal.
Negatif: Pemberontakan terhadap kaum kapitalis sehingga negara sulit untuk
berkembang.

11. Ideologi Sosialisme
Hal-hal pokok yang terkandung dalam sosialisme, adalah:
a. Inti pemikiran: kolektifitas (kebersamaan, gotong royong)
b. Filsafatnya: pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan agar setiap orang
diperlakukan sama dan ada pemerataan dalm berbagai hal (pemerataan kesempatan
kerja, pemerataan kesempatan berusaha,dll)
c. Landasan pemikiran: bahwa masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan
bersama. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, dan manusia akan lebih baik serta
layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh negara
d. Sistem pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter
e. Positif : Negara kan berkembang karena adanya kerja sama dan saling mendukung
antara satu dengan yang lain.
Negatif : Akan adanya kesalahpahaman karena ada sekelompok golongan yang
menganggap mereka adalah olongan yang kaya,kerakusan dan ketamakan.

12. Anarkisme
a. Inti pemikiran: Menciptakan masyarakat tanpa hirarkis.
b. Landasan pemikiran : Ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah format yang dapat
diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan kebebasan individu dan
kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan
kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling membangun antara satu dengan
yang lainnya.
c. Sistem Pemerintahan: Sosialis tanpa pemerintahan
d. Positif: Tidak ada pengekangan, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan bawahan
karena tidak adanya sistem pemerintahan yang mengatur.
Negatif: Metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung (perbuatan yang nyata)
sebagai jalan yang ditempuh, yang berarti juga melegalkan pengrusakan, kekerasan,
maupun penyerangan. Selama hal tersebut ditujukan untuk menyerang kapitalisme
ataupun negara.

13. Ideologi Pancasila
Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara Indonesia. Sila Sila Pancasila:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dimensi fungsi Pancasila:
a) Pancasila sebagai jiwa dan pandangan hidup bangsa Indonesia, bahwa Pancasila
memberi petunjuk dan pedoman kehidupan bangsa Indonesia yang merupakan
kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
b) Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang
meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hokum, sehingga Pancasila menjadi
sumber nilai, norma srta kaidah dalam penyelenggaraan Negara.
c) Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, Pancsila menjiwai kepribadian dan
sikap serta tingkah laku bangsa Indonesia yang menjadi ciri yang sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila.
d) Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia, Pancasila dirumuskan dan
disepakati oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia, yang merupakan hasil kumpulan
nilai-nilai dasar dan berakar dalam hati sanubari bangsa Indonesia.