Anda di halaman 1dari 30

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Produksi Tanaman

Perkebunan
PENYEDIAAN BAHAN TANAMAN TEH
Disusun Oleh:
Ardelia Deani !"#$!#!%##&#
'(aira Yolanda !"#$!#!%##&"
)idia Pinastia P* !"#$!#!%##&+
,aldi Adisajana !"#$!#!%#!#$
A-.IBI'NI'/B
,A012TA' PE.TANIAN
1NI3E.'ITA' PAD4AD4A.AN
4ATINAN-O./'1MEDAN-
%#!5
0ATA PEN-ANTA.
Puji dan '(ukur kami 6anjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa7 karena berkat
lim6ahan .ahmat dan 0arunia/n(a sehingga kami da6at men(usun makalah ini dengan baik
dan te6at 6ada 8aktun(a* Dalam makalah ini kami membahas mengenai 6en(edia bahan
tanaman teh*
Makalah ini dibuat dengan men9ari materi dari berbagai sumber dan bebera6a
bantuan dari berbagai 6ihak untuk membantu men(elesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini* Oleh karena itu7 kami mengu9a6kan terima kasih (ang sebesar/
besarn(a ke6ada semua 6ihak (ang telah membantu dalam 6en(usunan makalah ini*
0ami men(adari bah8a masih ban(ak kekurangan (ang mendasar 6ada makalah ini*
Oleh karena itu kami mengundang 6emba9a untuk memberikan saran serta kritik (ang da6at
membangun kami* 0ritik konstrukti dari 6emba9a sangat kami hara6kan untuk
6en(em6urnaan makalah selanjutn(a*
Akhir kata semoga makalah ini da6at memberikan manaat bagi kita sekalian*
4atinangor7 'e6tember %#!&
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan akan mem6elajari
bagaimana 6eran bebera6a komoditas 6erkebunan bagi 6erekonomian Indonesia7 6en(ediaan
bahan tanaman7 6emeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan :TBM;7 Pemeliharaan Tanaman
Menghasilkan :TM;7 Panen7 dan 6as9a6anen* 'alah satu komoditas (ang akan kami bahas
adalah tanaman teh khususn(a dalam 6en(ediaan bahan tanaman*
Tanaman teh meru6akan salah satu tanaman 6erkebunan (ang mem6un(ai nilai ekonomi
relati tinggi7 selain tanaman 9oklat mau6un ko6i* 'ebagian besar tanaman teh (ang
dibudida(akan dalam 6erkebunan teh di Indonesia <amellia sinensis =ar*sinensis dan =ar*
assami9a mast* Tanaman teh :Camellia sinensis :2; O* 0unt>e; termasuk dalam amili
Thea9eae dengan genus <amellia :Eden7 !?+$;* Dalam s6esies teh (Camellia sinensis)
dikenal bebera6a =arietas 6enting (aitu =arietas <ina (Camellia sinensis =ar* sinensis;7 Assam
:Camellia sinensis =ar* assamica;7 <ambodia7 dan hibrida/hibridan(a beru6a klon anjuran
:Yati7 %###;*
Teh akan mengalami 6eningkatan seluas !%*&!! ha dengan demikian7 kebutuhan benih
(ang di6erlukan @ !5$*"%!*### benih :Direktorat 4enderal Perkebunan7 %#!!;* 0egiatan ini
men(ebabkan kebutuhan benih unggul teh akan mengalami 6eningkatan* Di lain 6ihak
sumber benih (ang telah diteta6kan masih sangat terbatas7 sam6ai tahun %#!! sumber benih
teh resmi baru dimiliki oleh Pusat Penelitian Teh dan 0ina :PPT0; -ambung (ang diteta6kan
berdasarkan 0e6utusan Direktur 4enderal Perkebunan Nomor %$A06tsA'.*!%#A!A%#!%* 0ebun
benih PPT0 -ambung mam6u menghasilkan seban(ak 5$*%"%*### entres 6er tahun* 4umlah
tersebut masih belum men9uku6i kebutuhan benih untuk 6engembangan komoditi teh*
0ekurangan kebutuhan benih teh tersebut da6at di6enuhi dengan membangun kebun
benih baru di daerah sentra 6engembangan teh7 (ang mam6u menghasilkan benih unggul dan
terjaga kemurniann(a* 1ntuk itu sangat 6enting dalam membahas 6en(ediaan bahan tanaman
teh agar da6at mengetahui bagaimana teknik 6erban(akan benih mau6un bibit tanaman teh
dalam membantu men(ediakan inormasi untuk menanggulangi kekurangan kebutuhan benih
teh tersebut*
B. RUMUSAN MASALAH
Ada6un rumusan makalah ini (aitu:
!* Bagaimana 6erkembangan bahan tanaman 6ada teh di IndonesiaB
%* 4elaskan teknikAmetode a6a saja (ang digunakan dalam 6engembangan bahan
tanaman untuk tehB
C. TUJUAN
!* Agar mahasis8a mam6u memahami metode atau tehnik (ang digunakan dalam
6en(ediaan bahan tanaman teh*
%* Agar mahasis8a da6at menganalisis metode mana (ang mam6u meningkatkan
6roduksi tanaman teh*
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. SYARAT TUMBUH
Tanaman teh karena berasal dari sub tro6is7 maka 9o9ok ditanam di daerah
6egunungan* -aris besar s(arat tumbuh untuk tanaman teh adalah ke9o9okan iklim dan tanah*
!* I02IM
,aktor iklim (ang harus di6erhatikan se6erti suhu udara (ang baik berkisar !5 / !"
o
<7
kelembaban relati=e 6ada siang hari C+#D7 9urah hujan tahunan tidak kurang %*###
mm7 dengan bulan 6enanaman 9urah hujan kurang dari $# mm tidak lebih % bulan*
Dari segi 6en(inaran sinar matahari sangat mem6engaruhi 6ertanaman teh* Makin
ban(ak sinar matahari makin tinggi suhu7 bila suhu men9a6ai 5#
o
< 6ertumbuhan
tanaman teh akan terlambat* Pada ketinggian &## E F## m kebun/kebun teh
memerlukan 6ohon 6elindung teta6 atau sementara* Disam6ing itu 6erlu mulsa sekitar
%# tonAha untuk menurunkan suhu tanah* 'uhu tanah tinggi da6at merusak 6erakaran
tanaman7 terutama akar dibagian atas* ,aktor iklim lain (ang harus di6erhatikan
adalah tiu6an angin (ang terus menerus da6at men(ebabkan daun rontok* Angin da6at
mem6engaruhi kelembaban udara serta ber6engaruh 6ada 6en(ebaran hama dan
6en(akit*
%* TANAH
Tanah (ang 9o9ok untuk 6ertumbuhan tanaman teh adalah tanah (ang serasi* Tanah
(ang serasi adalah tanah (ang subur7 ban(ak mengandung bahan organik7 tidak
terda6at 9adas dengan derajat keasaman &7" E "7$* Tanah (ang baik untuk 6ertanaman
teh terletak di lereng/lereng gunung bera6i dinamakan tanah Andisol* 'elain Andisol
terda6at jenis tanah lain (ang serasi bers(arat7 (aitu 2atosol dan Pod>olik* 0edua
jenis tanah ini terda6at di daerah (ang rendah di ba8ah F## m d6l* Dalam rangka
6embukaan dan 6engelolaan kebun 6erlu dilakukan sur=ei tanah agar diketahui
klasiikasi kesesuaian tanah dan kemam6uan lahan* 0esesuaian tanah (ang ada dibagi
kedalam kategori I7 II7 dan III* 'edangkan kemam6uan lahan menghasilkan 6eta (ang
berisi kemiringan lahan7 ketebalan tanah7 6eta kemam6uan lahan dan 6eta
rekomendasi 6enggunaan lahan*
5* E2E3A'I
'e6anjang iklim dan tanah serasi bagi 6ertanaman teh7 ele=asi tidak menjadi aktor
6embatas bagi 6ertumbuhan tanaman teh* Terda6at kaitan antara ele=asi dan unsur
iklim se6erti suhu udara* Makin rendah ele=asi 6ertanaman7 suhu udara akan makin
tinggi* Oleh sebab itu 6ada daerah rendah di6erlukan 6ohon 6elindung untuk
mem6engaruhi suhu udara menjadi lebih rendah sehingga tanaman teh tumbuh baik*
Menurut keserasian ele=asi di Indonesia terda6at 5 daerah7 (aitu:
Daerah rendah G F## m di atas 6ermukaan laut
Daerah sedang F## E !*%## m di atas 6ermukaan laut
Daerah tinggi C !*%## m di atas 6ermukaan laut
Pengaruh suhu udara sangat ber6engaruh terhada6 6ertumbuhan tanaman teh sehingga
mutu (ang dihasilkan tergantung dari tem6at teh itu ditanam* 1mumn(a aroma teh
(ang dihasilkan 6ada daerah tinggi lebih baik dari6ada daerah rendah* Perkebunan teh
di Indonesia terda6at 6ada keserasian ele=asi 9uku6 luas7 sekitar &##/%### m d6l*
B. KARAKTERISTIK TANAMAN TEH
!* A0A.
Tanaman teh mem6un(ai sistem 6erakaran tunggang (ang 6anjang serta masuk ke
dalam la6isan tanah dalam* A6abila akar tunggang 6utus maka akar 9abang
menggantikan ungsin(a* Pertumbuhan akar di6engaruhi9oleh jarak tanam dan
6emangkasan* 'emakin lebar jarak tanam dan sering di6angkas7 6ertumbuhan akar
semakin o6timal*
%* BATAN-
Tanaman teh berbentuk 6ohon se6erti 6ohon buah/buahan (ang besar7 teta6i karena
sering di6angkas sehingga seolah/olah berbatang utama ban(ak* Maka tanaman teh
da6at di6erban(ak dengan 9ara stek daun7 okulasi7 dan di9angkok* Tinggi tanaman teh
untuk mem6roduksi tidak lebih dari !7% /!7" m*
5* DA1N
Tanaman teh mem6un(ai daun tunggal7 duduk daun 6ada batang berseling* Helai daun
berbentuk lanset7 ujung run9ing7 bertulang men(iri67 serta te6i daun bergerigi*
Darma8ija(a :!?F"; men(atakan bah8a daun (ang mulai tumbuh setelah
6emangkasan7 lebih besar dari6ada daun terbentuk sebelumn(a* Daun ber8arna hijau
tua a6abila ter6enuhi kebutuhan unsur haran(a*
&* B1N-A
Bunga tunbuh 6ada ketiak daun berkelamin dua7 ber8arna 6utih 9erah dan berbau
harum* 0etiak daun han(a terda6at satu bunga7 kadang dua atau lebih* )arna dan
bentuk kelo6ak dan mahkota ham6ir sama* 0elo6ak bunga ber8arna agak hijau
berjumlah & /"* Benang sari berjumlah !##/%"#*
"* B1AH
Buah teh dinamakan buah kotak7 setelah masak dan kering 6e9ah* Biji (ang masih
muda ber8arna 6utih* 'etelah tua ber8arna 9oklat sam6ai 9oklat tua* Biji (ang telah
tua mengeras dan menebal*
C. PERSYARATAN KEBUN PERBANYAKAN
Tanah7 Iklim dan 2okasi
Pers(aratan untuk 6embangunan kebun 6erban(akan sumber benih teh se9ara umum
ham6ir sama dengan 6ers(aratan 6enanaman teh untuk kebun 6roduksi*
a* Tanah
Tanah harus memenuhi 6ers(aratan sebagai berikut:
a* tanah subur7 gembur dan mengandung bahan organik (ang 9uku6 :minimal FD;*
4enis tanah (ang 9o9ok untuk kebun 6erban(akan sumber benih teh (aitu tanah
Andosol :=ulkanis muda; dan 2atosol :PPT07 %##$;*
b* la6isan olah 9uku6 tebal7 tidak terda6at la6isan 9adas :6ejal; (ang sulit ditembus
akar*
9* mudah meresa6kan air :permeable; dan drainase baik*
d* tinggi tem6at minimal F## m d6l*
e* kemasaman :6H; tanah G $ :6H o6timal untuk tanaman teh &7"/"7$;*
* kemiringan lahan G 5"D :rata7 landai;*
b* Iklim
Pers(aratan iklim sebagai berikut:
a* 9urah hujan (ang di6erlukan 9uku6 tinggi dan merata se6anjang tahun7 (aitu
minimal %### mmAtahun*
b* bulan kering :9urah hujan kurang dari $# mmAbulan; tidak boleh terjadi selama %
bulan berturut/turut*
9* suhu udara (ang sesuai tanaman teh berkisar antara !5 /%"#<* Pertumbuhan
tanaman teh akan terhenti jika suhu udara di ba8ah !5#< atau di atas 5##< dan
kelembaban udara kurang dari +#D*
d* lama 6en(inaran matahari minimal $ jamAhari*
e* angin (ang berasal dari dataran rendah dan angin (ang bertiu6 ken9ang harus
di9egah karena seringkali ber6engaruh buruk terhada6 6ertumbuhan teh* Angin
da6at 6ula mem6engaruhi kelembaban udara serta ber6engaruh 6ula terhada6
6en(ebaran hama dan 6en(akit* <ara 6en9egahann(a antara lain dengan menanam
6ohon 6enahan angin se6anjang batas atau sisi/sisi kebun (ang biasa dilalui angin*
9* 2okasi
'(arat/s(arat lokasi sebagai berikut:
a* lokasi berada di daerah 6engembangan (ang memiliki 6ers(aratan tanah dan iklim
se6erti 6ada 6oint A dan 6oint B*
b* status ke6emilikan tanah harus jelas dan bersertiikat*
9* bukan termasuk daerah endemik hama dan 6en(akit tanaman teh*
d* dekat dengan jalan agar mudah melakukan 6engangkutan dan 6enga8asan*
D. PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN
Hama
!* Helo6eltis antonii 6engendaliann(a da6at dilakukan dengan & 9ara (aitu: :!; kultur teknis
dengan 9ara melakukan 6emetikan dengan daur 6etik kurang dari + :tujuh; hari7
6emu6ukan berimbang7 dengan unsur N (ang tidak terlalu ban(ak7 6emangkasan diatur
tidak berte6atan 8aktu berkembangn(a
%* hama7 :%; mekanis dengan 9ara 6emetikan daun teh (ang terda6at telur hama Helo6eltis
antonii :ditemukan 6ada internodus;7 :5; ha(ati dengan menggunakan bebera6a musuh
alami antara lain Hierodulla s6 dan Tenodera s67 dan :&; kimia8i dengan menggunakan
insektisida (ang dii>inkan untuk di6akai di kebun teh*
5* 1lat jengkal :H(6osidra tala9a7 E9tro6is bhurmitra7 Biston su66ressaria; da6at
dikendalikan dengan 5 9ara (aitu: :!; kultur teknis dengan 9ara membersihkan serasah
dan gulma di ba8ah 6erdu teh serta melakukan 6emu6ukan (ang berimbang :NP0Mg;7
:%; mekanis dengan 9ara mengambil ke6om6ong di ba8ah 6erdu kemudian dimusnahkan
dan :5; kimia8i dengan 9ara 6en(em6rotan dengan insektisida*
&* 1lat 6enggulung daun :Homona 9oeraria; 6engendaliann(a ada 5 9ara (aitu: :!;
mekanis dengan 9ara melakukan 6emetikan daun (ang terserang dan mengambil telur
(ang ada 6ada daun teh7 :%; ha(ati dengan menggunakan musuh alami antara lain
Ma9rohomonae s67 Elasmus homonae7 jamur 6en(ebab )ilt disease dan bakteria dan :5;
kimia8i dengan 9ara menggunakan insektisida (ang dii>inkan untuk mengendalikan
hama ulat 6enggulung daun*
"* 1lat 6enggulung 6u9uk :<(dia leu9ostoma; 6engendaliann(a terbagi atas 5 9ara (aitu: :!;
mekanis dengan 9ara melakukan 6emetikan 6u9uk daun teh (ang terserang dan
6engambilan kelom6ok telur7 :%; ha(ati dengan menggunakan bebera6a musuh alami
se6erti A6anteles s6 dan :5; kimia8i dengan menggunakan bebera6a insektisida (ang
dii>inkan untuk digunakan guna mengendalikan hama tersebut*
$* 1lat a6i :'etora nitens7 Parasa le6ida7 Thosea s6; 9ara 6engendaliann(a terdiri dari 5
(aitu: :!; mekanis dengan 9ara melakukan 6engum6ulan ke6om6ong dengan tangan7 :%;
ha(ati dengan menggunakan 6arasit .ogas s67 )ilt disease (ang disebabkan oleh =irus
dan :5; kimia8i dengan menggunakan insektisida (ang dii>inkan untuk mengendalikan
hama ulat a6i*
+* Tungau jingga :Bre=i6al6us 6hoeni9is; 6engendaliann(a da6at dilakukan dengan 5 9ara
(aitu: :!; mekanis dengan 9ara 6emangkasan ringan atau berat 6erdu teh (ang diserang7
6engendalian gulma (ang meru6akan inang dan tungau dan 6emu6ukan (ang berimbang
dengan tidak memberikan unsur nitrogen lebih ban(ak7 :%; ha(ati dengan menggunakan
6redator se6erti Ambl(seius s6* Dan :5; kimia8i dengan menggunakan bebera6a
insektisida (ang dii>inkan untuk mengendalikan hama Tungau jingga*
Pen(akit
!* Pen(akit 9a9ar daun teh :Blister blight; 6engendaliann(a terbagi atas % (aitu: :!; kultur
teknik dengan 9ara memangkas (ang sejajar dengan 6ermukaan tanah dahan atau ranting
6ohon 6elindung (ang terlalu rimbun dan :%; 0imia8iA6estisida dengan menggunakan
6en(em6rotan ungisida sistemik se6erti tridemor7 bitertanol dan benom(l diberikan
dengan dosis +"# 99Aha tridemor setia6 dua kali 6emetikan*
%* Pen(akit busuk daun da6at dikendalikan dengan 9ara kimia8i (aitu setek (ang akan
ditanam di9elu6kan ke dalam larutan ungisida 9arbamat dengan konsentrasi #7% D
ormulasi dan gunakan ungisida benom(l dengan konsentrasi #7% D disem6rotkan ke
dalam tanah 6ersemaian setelah stek ditanam*
5* Pen(akit mati ujung 6ada bidang 6etik 6engendaliann(a da6at dilakukan dengan 9ara
kultur teknis (aitu melakukan 6emu6ukan te6at 8aktu dan 6emetikan 6u9uk dem6ok7
6en(em6rotan dengan ungsida tembaga dosis !%" g tembaga 6er hektar*
&* Pen(akit akar merah anggur :-anoderma 6seudoerreum; dan 6en(akit akar merah bata
6engendaliann(a da6at dilakukan dengan % 9ara (aitu: :!; kultur teknis dengan
membongkar dan membakar tanaman/tanaman (ang telah diserang 6en(akit7 termasuk
6ohon 6elindung (ang terserang sam6ai ke akar/akarn(a7 menggali selokan sedalam $/
!## 9m dan diberi serbuk belerang 6ada sekeliling blok (ang terserang dan :%; kimia8i
(aitu melakukan umigasi dengan meth(l Bromida (aitu mengalirkan Meth(l Bromida
melalui 6i6a 6lastik dosis %%+gA!# m%7 tanah disungku6 selama !& :em6at belas; hari dan
kemudian ! :satu; bulan setelah sungku6 dibuka tanah da6at ditanami teh7 membuat
saluran/saluran drainase se9uku6n(a dan tidak menanam 6ohon 6elindung (ang 6eka
terhada6 jamur akar*
"* Pen(akit akar hitam* Pada 6rinsi6n(a 6engendalian 6en(akit akar hitam sama dengan
6engendalian 6en(akit akar 6ada umumn(a7 (aitu dengan membersihkan sam6ah/sam6ah
(ang ada 6ada tem6at (ang diserang kemudian dibakar*
BAB III
PEMBAHASAN
Tanaman teh meru6akan tanaman tahunan (ang diberi nama se6erti : Camellia
theifera7 Thea sinensis, Camellia thea dan Camellia sinensis* Tanaman teh terdiri dari ban(ak
s6esies (ang tersebar di Asia Tenggara7 India7 <ina 'elatan7 2aos Barat 2aut7 Muangthai
1tara7 dan Burma* 'istematika tanaman teh terdiri dari :
0ingdom : Plantae
Di=isio : Spermatophyta
'ub Di=isio : Angiospermae
<lass : Dicotyledoneae
Ordo : Guttiferales
,amili : Theaceae
-enus : Camellia
'6esies : Camellia sinensis 2*
3arietas : Sinensis dan Asamika
'ejak tahun !?FF telah dianjurkan klon/klon (ang terdiri dari seri -ambung (aitu7
-MB !7 -MB %7 -MB 57 -MB &7 dan -MB "* 0lon ini mam6u ber6roduksi di atas 5*"## kg
kering 6er hektar 6er tahun 6ada tahun ketiga* 0lon anjuran seri -ambung ini dibedakan
menjadi :!; daerah rendah -MB !7 -MB %7 -MB 57 :%; daerah sedang -MB 57 -MB &7 dan
-MB "7 :5; daerah tinggi -MB!7 -MB %7 -MB57 -MB &7 dan -MB "* 0husus untuk klon
-MB (ang akan ditanam di daerah rendah dan sedang memerlukan 6ers(aratan: :!; 6ohon
6elindung sementara mau6un teta67 :%; harus diberi mulsa %# ton 6er hektar untuk
mem6ertahankan kelembaban tanah7 :5; lahan harus diolah dengan kedalaman minimal &#
9m7 lobang tanam lebih besar dan dalam disertai 6embuatan rorak selang dua baris*
1ntuk meningkatkan 6rodukti=itas kebun7 Pusat Penelitian Teh dan 0ina telah
menghasilkan klon baru seri -ambung $ E !! (ang telah dile6as 6ada bulan Oktober !??F*
0lon ini dianjurkan ditanam di daerah rendah sedang dan tinggi* Potensi klon da6at men9a6ai
"### kg kering 6er hektar 6er tahun* 0lon baru ini dianjurkan di tanam di daerah rendah
sedang dan tinggi7 (aitu klon -MB $7 -MB +7 dan -MB ?* 1ntuk -MB F7 -MB !# dan
-MB !! dianjurkan untuk daerah sedang dan tinggi* <ontoh =arietas (ang
sudah dile6as da6at dilihat 6ada -ambar !*
-ambar !* 0lon unggul teh -MB +*
Dalam rangka mendukung 6engembangan teh hijau telah dile6as oleh Menteri
Pertanian tanggal 5# A6ril %##? seban(ak " klon teh 'inensis7 (aitu : -MB' !7 -MB' %7
-MB' 57 -MB' &7 dan -MB' "* Potensi hasil -MB' ! da6at men9a6ai !*?5? kgAhaAth7
-MB' % sebesar %*!"! kgAhaAth7 -MB' 5 sebesar !*F5? kgAhaAth7 -MB' & sebesar %*!#+
kgAhaAth7 dan -MB' " sebesar %*!$" kgAhaAth* Dalam rangka 6engembangan budida(a teh
da6at menggunakan bahan tanaman (ang berasal dari biji atau stek*
Dalam sistem budida(a teh7 6engelolaan 6embibitan meru6akan titik kritis (ang
menentukan 6roses selanjutn(a :-hani7 %##%;* 'ekali salah dalam menentukan jenis atau klon
(ang ditanam maka 6erlu 8aktu 6uluhan tahun untuk menggantin(a karena umumn(a
tanaman teh diremajakan setelah berumur "# tahun*
Asal bahan tanaman seedling memegang 6eranan (ang sangat menentukan* Biji (ang
tidak jelas asal usuln(a akan menghasilkan tanaman (ang kurang baik7 6roduksi dan kualitas
(ang dihasilkan rendah7 oleh karena itu biji (ang di6akai harus dari kebun biji (ang
dianjurkan dan dikelola dengan baik :Balai Penelitian Teh dan 0ina7 !??%;*
PERBANYAKAN TANAMAN TEH SECARA GENERATIF
!* BAHAN TANAMAN A'A2 BI4I
Bahan tanaman asal biji diambil dari kebun biji (ang dikelola se9ara khusus*
0ebun biji dibedakan menjadi :
:a; 0ebun biji biklonal terdiri dari % klon*
:b; 0ebun biji 6oliklonal terdiri lebih dari % klon*
0ebun biji da6at dibangun dengan 9ara tanaman dibentuk berbaris7 segi em6at7
atau ganda segi tiga dengan jarak tanam & m H " m dan " m H $ m* 1ntuk bahan
tanaman berasal dari biji7 da6at digunakan sumber 6enghasil biji kebun biji di
-ambung dan Pasir 'arongge :Tabel !;* 'alah satu sumber tanaman 6enghasil biji
Pasir 'arongge da6at dilihat 6ada -ambar %*
'kema kebun biji % klon :A;7 & klon :B; dan ganda segitiga + klon :<; dengan jarak
tanam 5 H 5 m7 & H & m dan " H " m
0ebun biji (ang dianjurkan da6at dilihat 6ada Tabel !*
Tabel !* 0ebun/kebun sumber 6enghasil biji
-ambar %* 0ebun biji teh di Pasir 'arongge*
:A; buah dan biji7 :B; bunga*
Agar biji (ang dihasilkan bermutu tinggi7 6erlu dilakukan 6emeliharaan kebun
biji dengan baik beru6a 6en(iangan (ang dilakukan se9ara teratur7 6emu6ukan dengan
dosis (ang men9uku6i :% kg 1rea7 ! kg T'P7 ! kg 0<l 6er 6ohon 6er tahun;7
6emangkasan (ang baik agar 6ohon mem6un(ai bentuk (ang ideal7 6engendalian
hama dan 6en(akit7 dan 6emanenan biji se9ara baik dan benar*
a* Pemungutan biji teh
Pohon teh berbuah se6anjang tahun dengan dua ase 6embuahan* ,ase 6ertama
6embuahan lebat di musim kemarau dan tidak lebat di musim 6enghujan* Biji teh
masak F bulan setelah 6embungaan* Bebera6a 9iri biji teh (ang baik sebagai berikut:
8arna kulit biji hitam dan mengkilat7 biji 6enuh terisi ber8arna 6utih7 berat jenis lebih
berat dari air sehingga akan tenggelam7 bentuk dan ukuran harus sesuai dengan jenis
klonn(a* Biji (ang di6ungut (ang telah jatuh di tanah* Biji (ang dikum6ulkan segera
dimasukkan di bak air untuk di6isahkan (ang baik dan jelek* Biji (ang baik7 (aitu biji
(ang tenggelam untuk dijadikan benih* 'ebelum biji disim6an biji dikeringanginkan
dan di9am6ur dengan ungisida* Disarankan biji segera di6akai karena da(a ke9ambah
biji teh 9e6at menurun*
b* Pen(im6anan biji
Biji (ang belum akan di6akai disim6an dalam kaleng agar da6at tahan lama
dengan da(a ke9ambah (ang masih baik sebagai berikut:
:!; Biji hasil 6ungutan (ang tenggelam dalam air diberi ungisida dan di9am6ur
merata dengan bubuk arang7 kemudian dimasukkan ke dalam kaleng* 'ebelum biji
dimasukkan dalam kaleng7 kaleng harus di9u9i bersih dan dikeringkan7 setelah itu
dalamn(a dila6isi kertas koran*
:%; 0aleng ditutu6 dengan 6enutu6 (ang ra6at* Di atas kaleng diberi lobang 6ada
setia6 sudutn(a*
:5; 0aleng disim6an di tem6at (ang teduh tidak terkena sinar matahari7 teta6i tidak
lembab* Alas kaleng diberi ganjal ka(u dan disusun tidak bertum6uk*
:&; Da(a tahan biji teh (ang disim6an dengan 9ara ini da6at men9a6ai em6at bulan*
:"; Biji (ang akan dike9ambahkan sebelumn(a diambil dari kaleng7 kemudian
direndam dahulu dalam air selama %/& jam* Biji (ang tera6ung jangan di6ergunakan*
9* Pembibitan teh asal biji
Pesemaian biji da6at dilakukan langsung di tanah atau dengan 6olibag* Prinsi6
kedua 9ara di atas harus melalui : 6emilihan lokasi lahan subur7 to6ograi rata atau
landai :terbuka kena matahari;7 dekat sumber air7 rendah 6emeliharaann(a7 dekat
jalan7 6enga8asan serta trans6ortasi bibit mudah* Persia6an lahan 6esemaian
dilakukan $ bulan sebelumn(a beru6a 6embukaan hutan7 belukar7 6embongkaran
6ohon dan tunggul serta 6embuatan bedengan selebar ?# 9m7 tinggi !#/!" 9m dan
6anjang sesuai kebutuhan* Penge9ambahan biji dilakukan 6ada bangunan ukuran lebar
!## 9m7 6anjang &## 9m7 tinggi ata6 bagian de6an !"# 9m7 dan bagian belakang +"
9m* Bagian belakang7 sisi kiri dan kanan ditutu6 ra6at dengan dinding bambu* Pinggir
bedengan dibuat dari 6a6an7 bambu atau bata 5#/&# 9m* Ham6aran 6asir kali (ang
di9am6ur ungisida setebal " 9m7 kemudian di atasn(a diham6arkan biji (ang ditutu6
lagi dengan 6asir 'iram dengan air bersih dan tutu6 dengan karung basah (ang steril*
Pen(iraman dilakukan a6abila keadaan 6asir sudah kering Biji/biji (ang disemaikan
dikeluarkan dari 6asir7 biji (ang baik akan belah dan berke9ambah* Biji ini segera
dike9ambahkan di bedengan atau 6olibag*
d* Penanaman biji
2angsung di tanah di bedengan7 6ada lobang sedalam 5 9m dengan ke9ambah
menghada6 ke ba8ah* 4arak tanam biji di 6esemaian !" 9m H !" 9m* 'etelah ditanam
dibuat naungan dari 6aku andam atau rum6ut alang/alangAsasak bambu* 2angsung biji
di 6olibag7 dilakukan dengan menanam biji sedalam 5 9m dengan ke9ambah
menghada6 ke ba8ah* 0emudian disiram dengan air* Naungan untuk 6esemaian 9ara
6olibag da6at dibuat indi=idu atau kolekti dengan 6aku andam7 alang/alang atau
sasak bambu* Bibit da6at di6indahkan ke la6angan umur !# E !% bulan* Bibit (ang
tidak baik hendakn(a tidak di6akai sebagai bibit *
e* Pemeliharaan 6esemaian teh asal biji
Tem6at 6esemaian 6erlu di6erhatikan agar biji (ang disemaikan da6at tumbuh dan
berkembang dengan baik* 1ntuk itu bebera6a hal (ang 6erlu di6erhatikan adalah
sebagai berikut:
:!; Biji (ang tidak tumbuh dalam 8aktu satu bulan segera disulam dengan biji baru*
Paling lambat 6en(ulaman sam6ai umur dua bulan setelah 6enanaman*
:%; Pen(iangan dilakukan setia6 satu setengah bulan se9ara manual tergantung dari
gulma (ang tumbuh*
:5; Pengendalian hama dan 6en(akit dilakukan a6abila terlihat adan(a serangan hama
dan 6en(akit* Hama (ang sering men(erang bibit adalah ulat7 kutu7 atau tungau (ang
harus diberantas 6ada tingkat a8al dengan insektisida (ang sesuai* Ada6un 6en(akit
(ang sangat berbaha(a adalah 9a9ar daun :blister blight;* Pen(akit ini mudah
men(erang bibit (ang baru tumbuh* 0arena itu7 bila tunas telah mun9ul di atas
6ermukaan tanah harus segera dilindungi dengan Dithane M &" (ang disem6rotkan
dalam konsentrasi #7% D dengan giliran satu minggu sekali*
:&; Bibit di 6ersemaian diberi 6emu6ukan em6at kali dalam satu tahun untuk
mem6er9e6at 6ertumbuhan* 'elain itu da6at diberi 6u6uk daun setelah bibit berumur
em6at bulan*
:"; Pen(iraman dilakukan se9uku6n(a7 6ada minggu 6ertama dilakukan dua kali
sehari7 selanjutn(a 9uku6 satu kali sehari* Pemberian air harus dilakukan terutama
6ada musim kemarau*
* Pemindahan bibit teh asal biji ke la6angan
'etelah bibit berumur % tahun di 6esemaian dan telah memenuhi s(arat untuk
di6indahkan ke kebun dilakukan dengan 9ara 6embongkaran sebagai berikut:
:!; Batang di6otong setinggi !" E %# 9m di atas tanah dua minggu sebelum dibongkar*
:%; Bibit dibongkar sedalam $# 9m dengan 9angkul* 0emudian bibit di9abut dengan
tangan agar akar rambut tidak rusak7 sedang akar tunggang dan akar 9abang (ang
terlalu 6anjang di6otong dan disisakan 5# 9m*
:5; Bibit (ang telah dibongkar dari bedengan 6ada hari (ang sama harus sudah
ditanam di kebun* Bibit (ang batangn(a ke9il dari normal sebaikn(a tidak di6akai*
Bibit ini disebut bibit stump
'elain dalam bentuk bibit stump7 da6at juga dalam bentuk bibit 6utaran* Bila kita aka
membuat bibit 6utaran7 sebaikn(a kita mulai memutar bibit 6ada umur enam bulan dan
menanamn(a dalam keranjang atau 6olibag* Bibit 6utaran ini lebih mudah 6emindahann(a
ke la6angan7 teta6i 6erkebunan umumn(a jarang membuat bibit ini*
Bibit asal biji da6at juga di6indahkan dalam bentuk bibit okulasi* 1ntuk mem6eroleh
bibit okulasi7 kita harus mengokulasi bibit 6ada umur %/5 tahun dengan batang atas dari
klon tertentu (ang ter6ilih* Pemindahan bibit okulasi ke la6angan atau 6un ke keranjang
dilaksanakan %/5 minggu setelah okulasi dilakukan* De8asa ini7 6erkebunan tidak lagi
menggunakan bibit okulasi karena dalam 6raktikn(a relati memerlukan 8aktu (ang lebih
lama dibandingkan dengan 6embibitan lainn(a*
PERBANYAKAN TANAMAN TEH SECARA VEGETATIF
!* Bahan Tanaman Asal 'tek
0ebun 6erban(akan harus menggunakan bahan tanam setek agar benih (ang
dihasilkan memiliki siat unggul sama dengan siat 6ohon indukn(a* Hartman dan 0ester
:!?F5; men(arankan agar 6ohon induk sebaikn(a bebas dari hama dan 6en(akit7 kuat7
tumbuh normal serta jelas identitasn(a*
Perban(akan tanaman teh se9ara =egetati beru6a setek mem6un(ai keunggulan
sebagai berikut:
!* Benih tanaman teh da6at berasal dari setek satu daun :-ambar !B;7 sehingga
6en(ediaan bahan tanam (ang ban(ak da6at diantisi6asi dan di6erhitungkan*
%* Benih mem6un(ai siat (ang sama dengan siat indukn(a*
5* Potensi hasil7 kualitas7 dan ketahanan terhada6 hama dan 6en(akit terjamin*
&* 0eragaman genetik sem6it*
"* Toleran terhada6 6erubahan lingkungan*
$* Tanaman seragam sehingga mudah dalam mengelolan(a*
Bahan tanam (ang di6ilih harus memenuhi s(arat sebagai berikut:
!* 0lon unggul (ang sudah dile6as oleh Menteri Pertanian :,ormat/!;*
%* Dikelola dalam bentuk kebun 6erban(akan :-ambar !A;*
5* Asal usul klon (ang digunakan jelas :deskri6si klon; dan murni*
&* Diambil & bulan setelah 6angkas bersih*

-ambar 5* 0ebun Perban(akan Teh :A;7 'etek 'atu Daun :B;
A* PE.'IAPAN BAHAN TANAMAN
!* Taha6an Pen(ediaan Bahan Tanam
Taha6an 6en(ediaan bahan tanam asal setek sebagai berikut:
a. Persemaian
!; )aktu Persemaian
1ntuk menunjang kete6atan 8aktu 6enanaman benih tanaman di kebun7
6ersemaian benih setek dilaksanakan @ satu tahun sebelumn(a*
%; Pemilihan 2okasi
'(arat/s(arat lokasi 6ersemaian sebagai berikut:
a; lokasi di6ilih (ang terbuka7 drainase tanah baik dan tidak be9ekI
b; sebaikn(a to6ograi melandai ke timur7 agar menda6at sinar matahari 6agiI
9; dekat dengan sumber airI
d; dekat dengan sumber tanah 6engisi kantong 6lastik bening :6ol(bag;I
e; dekat dengan jalan agar mudah melakukan 6engangkutan dan 6enga8asan*
5; Pembuatan Naungan
<ara 6embuatan naungan kolekti sebagai berikut:
a* bangunan naungan kolekti dibuat dengan ukuran tinggi % m di atas
6ermukaan tanah dan luasn(a tergantung kebutuhan :-ambar 5;I
b* tiang ditan9a6kan dengan jarak %7" H 5 m* Tiang/tiang berbaris kearah timur/
baratI
9* ata6 dibuat dari bahan sesuai dengan keadaan setem6at :6aranet +# D7
an(aman bambu dan lain/lain;7 dengan sinar matahari masuk %"/5#DI
d* dinding sam6ing bagian ba8ah setinggi +" 9m ditutu6 ra6at dengan bilik
bambu atau bahan lain7 sedangkan bagian atasn(a ditutu6 dengan bambuI
e* bangunan dihara6kan da6at di6ergunakan sam6ai % tahun atau % kali 6eriode
6ersemaian dengan bebera6a 6erbaikan se6erlun(a*
-ambar &* Naungan kolekti
&; Pembuatan bedengan
<ara 6embuatan bedengan sebagai berikut:
a* bedengan dibuat dengan ukuran lebar ! m dan 6anjang tergantung keadaan
maksimal !" mI
b* jarak antara bedengan (ang satu dengan (ang lain $# 9m* Antar bedengan
dibuat 6arit untuk 6embuangan air sedalam "/!# 9mI
9* lantai bedengan lebih dahulu digemburkan dengan gar6u7 kemudian diratakanI
d* selokan dibuat sekeliling bangunan 6ersemaian sedalam $# 9m dengan lebar
&# 9m7 guna membantu 6embuangan air hujan dan menjamin drainase agar
teta6 baik*
e* Pengisian dan 6en(usunan polybag
2angkah/langkah 6engisian polybag sebagai berikut:
1. sia6kan 6ol(bag dengan ukuran %" H !% 9m dengan ketebalan #7#& mm*
0antong 6lastik diberi lubang !# buah :kiri/kanan; dengan diameter ! 9m
6ada ke dua belah sisi agak ke ba8ah* Pada bagian sudut ba8ah digunting
agar berlubang* 4enis 6lastik (ang di6ergunakan (aitu jenis polyethylene :PE;
ber8arna bening :-ambar ";*
-ambar "* Pol(bag dengan ukuran %" H !% 9m
%* sia6kan media tanah (ang telah di 9am6ur dengan 6u6uk7 ungisida7 umigan
dan ta8as* 'ebelum diisikan ke dalam 6ol(bag7 tanah harus selalu tertutu6*
Tanah 6engisi 6ol(bag keadaann(a harus lembab7 tidak boleh terlalu kering
atau basah :be9ek;*
5* To6soil diisikan %A5 bagian 6ada bagian ba8ah 6ol(bag7 sedangkan subsoil !A5
bagian 6ada bagian atas 6ol(bag* Pengisian tanah tidak boleh terlalu 6adat*
&* Pol(bag disusun di bedengan dengan ra6i dan berbaris tegak* Bedengan 6erlu
disungku6 dengan lembaran 6lastik7 dengan terlebih dahulu dibuat rangka
sungku6 dari belahan bambu dan tali raia* Bentuk rangka sungku6 beru6a
setengah lingkaran atau bentuk ata6 rumah* Tinggi 6un9ak rangka sungku6 &#
9m dari 6ermukaan 6ol(bag7 ukuran 6lastik sungku6 (ang digunakan (aitu
lebar % m dan tebal #7#F mm :-ambar ";*
5. Tia6 !m
%
luas bangunan bedengan da6at memuat benih !?$ 6ol(bag* 2uas
bangunan eekti termasuk jalan dan selokan +#D* Oleh karena itu a6abila
akan dibuat benih seban(ak +##*### 6ol(bag7 maka luas bangunan (ang
di6erlukan (aitu ! ha*

-ambar $* Penam6ilan 6ol(bag (ang tersusun di bedenganI -ambar + sungku6 6lastik
. Penan!anan eni" er#$a se%e& sa%# 'a#n
'etelah benih teh sam6ai di lokasi 6ersemaian7 hal/hal (ang harus dilakukan
sebagai berikut:
!; 'ia6kan dua buah ember besarAbaskom (ang masing/masing berisi air bersih
dan larutan Jat Pengatur Tumbuh*
%; 'etelah benih beru6a setek satu daun tiba7 segera di9elu6kan ke dalam ember
6ertama (ang berisi air bersih7 kemudian di9elu6kan ke ember kedua (ang
berisi larutan Jat Pengatur Tumbuh selama ! menit :-ambar F;*
5; 'etelah itu benih sia6 diba8a ke bedengan untuk ditanam*

-ambar F* Penanganan benih setelah tiba di lokasi 6embibitan
(. Penanaman se%e& sa%# 'a#n
'ehari sebelum ditanami7 6ol(bag (ang telah diatur dalam bedengan disiram
dengan air bersih sam6ai 9uku6 basah* 0emudian setek ditanam ke dalam 6ol(bag
dengan 9ara sebagai berikut:
!; 'etek ditanam dengan menan9a6kan tangkain(a ke dalam tanah di 6ol(bag
dengan daun menghada6 ke arah tangan* Arah daun harus 9ondong ke atas dan
tidak boleh saling menutu6i satu sama lain* Tanah disekitar tangkai setek
ditekan agar setek 9uku6 kokoh :-ambar ?7!#;*
%; 'etelah setek ditanam7 kemudian disiram dengan air bersih dan dijaga agar
tangkai setek tidak go(ah*
5; Bedengan segera ditutu6 dengan sungku6 6lastik (ang telah disediakan
:-ambar !!;*
&; 'ungku6 6lastik ditutu6 selama 5/& bulan tergantung 6ertumbuhan7 han(a
dibuka jika 6erlu 6emeliharaan dan segera ditutu6 kembali*

-ambar ?7!#7!!* Proses 6enanaman setek teh di 6ersemaian
d* Pemeliharaan
Agar 6ertumbuhan benih teh baik7 maka di6erlukan 6emeliharaan sebagai berikut:
a* 'ungku6 6lastik harus ra6at7 tidak boleh bo9or* -enangan air di atas sungku6
6lastik harus dibuang*
b* 'aluran air di antara bedengan harus di6elihara agar drainase teta6 baik*
9* Tanah dalam 6ol(bag harus selalu lembab* Pen(iraman da6at dilakukan sesuai
dengan hasil 6enge9ekan :kondisi tanah;* Air untuk 6en(iraman harus
diusahakan air bersih* Alat 6en(iraman (ang di6ergunakan (aitu embrat
:gembor; (ang berlubang ke9il agar sem6rotann(a halus*
d* 'inar matahari (ang masuk ke dalam 6ersemaian diusahakan han(a %"/5#D
untuk 6eriode 5/& bulan setelah tanam7 dengan mengatur kera6atan naungan*
e* Pembukaan sungku6 6lastik (ang 6ertama da6at dilakukan setelah setek
berakar :5/& bulan; dan 6ertumbuhan tunas sudah merata dengan ketinggian @
!" 9m* Pembukaan sungku6 harus dilakukan se9ara bertaha6 dan diikuti
dengan 6enjarangan ata6 naungan* Taha6 6ertama7 sungku6 dibuka % jam
setia6 hari mulai 6ukul +/? 6agi7 selama % minggu* Taha6 kedua dan
selanjutn(a lama 6embukaan ditingkatkan setia6 % minggu dari & jam7 $ jam7 F
jam dan !% jam sam6ai tan6a sungku6* A6abila turun hujan7 sungku6
bedengan harus segera ditutu6 kembali*
* .um6ut/rum6utan7 lumut dan bunga (ang tumbuh disekitar setek harus
dibuangAdibersihkan* )aktu 6en(iangan tergantung keadaan sekitar setek*
g* 'etelah sungku6 dibuka7 benih setek 6erlu disem6rot melalui daun setia6
minggu dengan 6u6uk daun lengka6 terutama (ang mengandung Jn* 'etelah
umur "/$ bulan 6emu6ukan da6at diselingi dengan larutan urea7 dimulai
dengan konsentrasi #7"D7 dinaikkan !D sam6ai %D dengan giliran !& hari
sekali* Pen(em6rotan dengan larutan urea harus hati/hati7 karena a6abila
konsentrasi lebih dari %D daun akan menjadi kering7 demikian 6ula a6abila
6en(em6rotan dilakukan 6ada 9ua9a terlalu 6anas* Pemu6ukan tambahan
dilakukan dengan 6u6uk T/"# (aitu 6u6uk 9am6uran antara JA7 Amo6hos dan
J0A0<l dengan 6erbandingan !":%#:!"* Dosis 5#/"# g 6u6uk T/"# dilarutkan
dalam " liter air untuk !## polybag dengan giliran 6emu6ukan % minggu
sekali* 2arutan disiramkan dengan embratAgembor7 kemudian diikuti
6embilasan dengan air bersih untuk men9u9i 6u6uk (ang melekat 6ada helaian
daun7 karena da6at menimbulkan gejala terbakar*
h* Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman :OPT;* Hama ulat dan kutu
disem6rot dengan insektisida (ang mengandung bahan akti !ention,
Permetrin, "arbaril, #etomil dengan konsentrasi #7!/#7%D atau Sumicidin
dengan konsentrasi #7#"D* Tungau dikendalikan dengan akarisida $mite atau
#orocide dengan konsentrasi #7!D* 4ika terjadi serangan 6en(akit misaln(a
9a9ar daun (blister blight) atau 9enda8an busuk tangkai dan busuk daun da6at
dikendalikan dengan #anko%eb atau &enlate dengan konsentrasi #7!/#7!"D*
e* 'eleksi benih asal setek satu daun
'etelah umur $/+ bulan benih tanaman (ang tumbuh sehat di6ilih dan
di6isahkan dari (ang kurang sehat dengan kriteria tinggi minimal !" 9m* Benih
(ang tidak sesuai kriteria disatukan dalam bedengan ter6isah dan di6erlakukan
se9ara khusus7 selanjutn(a disungku6 kembali !/!7" bulan untuk mema9u
6ertumbuhan tunas*
* Pen(esuaian dengan udara luar :ada6tasi;
Benih (ang baik mulai umur $/+ bulan dilakukan ada6tasi terhada6 sinar
matahari dengan 9ara membuka naungan kolekti se9ara bertaha6*
g* Benih sia6 tanam
0riteria benih teh sia6 tanam sebagai dasar 6enentuan mutu benih sebagai
berikut:
!; 1mur benih minimal F bulan*
%; Tinggi benih minimal 5# 9m7 dengan jumlah daun minimal " helai*
5; 0enam6akan =isual benih tumbuh sehat7 kekar dan berdaun normal :jagur;*
&; 'istem 6erakaran 9uku6 baik7 terda6at akar tunggang semu minimal % buah
dan tidak ada 6embengkakan kalus
B* P.O'ED1. BENIH
Pen!ami)an 'an Pem#a%an Se%e&
'etelah tanaman teh di6elihara sam6ai berumur % tahun7 dilakukan 6angkas bersih
dengan tinggi 6angkasan "#/$# 9m* .anting setek mulai da6at diambil & bulan setelah
6emangkasan dengan 9iri sia6 6anen jika ranting tunas 6rimer di bagian 6angkal sudah
terlihat ber8arna 9oklat :-ambar !%;*
!* <ara Pengambilan .anting 'tek
<ara 6engambilan ranting setek atau benih setek 6rima sebagai berikut:
a* 6ilih ranting setek (ang berada di %A5 bagian tengah 6erdu*
b* ranting setek di6otong 6ada 6erbatasan 8arna 9oklat dan hijau :!" 9m; :-ambar
!%;*
9* 6engambilan dilakukan se9ara selekti dan bertaha6* .anting setek (ang baik (aitu
(ang tumbuh sehat7 tegar7 mengarah ke atas7 dan berdaun mulus :tidak terda6at
serangan hama dan 6en(akit;7 ber8arna hijau tua dan mengkilat*
d* setelah diambil7 ranting setek segera dimasukkan dalam kantong 6lastik berlabel
dan diberi keterangan klon7 untuk menghindari terjadin(a 6en9am6uran klon*
e* 6engambilan ranting setek dilakukan 6ada 6agi :jam #+*##/!#*##; dan sore hari
:jam !$*## / !+*##;*
-ambar !%* <ara Pengambilan .anting setek
-ambar !5 0eragaan isiologis ranting setek masakAsia6 6anen
%* Pembuatan Benih 'etek 'atu Daun
Benih setek diambil dari ranting setek se6anjang @ ! ruas dan mem6un(ai ! helai
daun* Dalam ! ranting setek da6at menghasilkan &/$ setek satu daun* Benih 'etek (ang
da6at di6akai (aitu bagian tengah ranting setek (ang ber8arna hijau tua7 sedangkan (ang
ber8arna 9okelat :bagian 6angkal; dan (ang hijau muda :bagian ujung; tidak di6akai
sebagai benih setek :-ambar !&;* <ara 6emotongan setek se6emotongan benih setek
dilakukan dengan 6isau tajam7 dengan 9ara memotong tia6 ruas dengan satu lembar daun
se6anjang #7" 9m di atas daun dan &/" 9m di ba8ah ketiak daun dengan kemiringan &"#
:bagian lan9i6 ke arah luarAatas daun;*
a* setek (ang telah di6otong ditam6ung di dalam ember (ang berisi air bersih7 dan
direndam dalam air7 maksimal 5# menit*
b* setek sebaikn(a segera ditanam di 6ersemaian7 teta6i a6abila akan diba8a ke tem6at
(ang jauh dan memakan 8aktu lama7 sebaikn(a dikemas dengan bebera6a 6erlakuan*
9* setek sebaikn(a segera ditanam di 6ersemaian7 teta6i a6abila akan diba8a ke tem6at
(ang jauh dan memakan 8aktu lama7 sebaikn(a dikemas dengan bebera6a 6erlakuan*
-ambar !&*
Pen!emasan 'an Pen!an!&#%an
!* Pengemasan 'etek
Pengemasan setek dilakukan jika setek akan dikirim ke tem6at (ang jauh :-ambar !";*
Bebera6a 6erlakukan (ang harus dilakukan untuk menjaga kesegaran setek dibedakan
berdasarkan laman(a 8aktu 6engangkutan*
-ambar !"* 'etek (ang sia6 digunakanAsia6 dikemas untuk dikirim
1ntuk lama 6engangkutan !/% hari7 6erlakuan 6engemasan sebagai berikut:
a* benih setek (ang baru di6otong7 dan telah mengalami 6en9elu6an dalam larutan Jat
Pengatur Tumbuh selama !/% menit kemudian di6ilih dan disusun di dalam kantong
6lastik (ang lebih besar berukuran "# H %" 9m7 tebal #7#F mm7 tia6 kantong da6at
berisi !*"##/%*### setek atau da6at juga dikemas dalam keranjang 6lastik (ang telah
diberi alas lembaran 6lastik (ang dilubangi :-ambar !$;*
b* untuk menjaga kelembaban7 kantong 6lastik diisi %" g ka6as (ang telah dibasahi*
9* bagian atas kantong 6lastik teta6 terbuka7 dan 6ada saat 6engangkutan setia6 kantong
jangan sam6ai tertum6uk
1ntuk lama 6engangkutan "/+ hari7 agar setek tidak rusak7 6erlakuan 6engemasan sebagai
berikut:
a* setek (ang baru di6otong dan memenuhi s(arat7 serta telah mengalami 6en9elu6an
dengan Jat Pengatur Tumbuh7 disusun helai demi helai se6erti men(usun daun sirih7
lalu dimasukkan ke dalam kantong 6lastik berukuran %# H 5# 9m7 tebal #7#& mm* Isi
tia6 kantong 6lastik &#/"# setek*
b* untuk mengatur kelembaban7 kantong 6lastik diisi ka6as 5/" g* 0antong kemudian
diikat ra6at dibagian ujungn(a dengan karet gelang atau dihe9hter*
9* kantong 6lastik kemudian disusun dalam 6eti berukuran "# H "# H &# 9m (ang terbuat
dari tri6leks atau 6a6an ti6is* Tia6 6eti berisi 5*### setek*
-ambar !$
%* Pengemasan 'etek
Pengangkutan
1ntuk 6engangkutan benih teh7 hal/hal (ang harus di6erhatikan (aitu:
a* truk boH atau trans6ortasi (ang digunakan (aitu (ang ber6endingin :-ambar !5;*
b* alasi truk boH dengan 6ele6ah 6isang*
b. 6eti (ang telah diisi benih teh7 disusun bertingkat berselang/seling :cascade;*
9* selama dalam 6erjalanan
BAB IV
PENUTUP
Tanaman teh da6at di6erban(ak se9ara generati mau6un =egetati* Pada 6erban(akan
se9ara generati digunakan bahan tanaman asal biji7 sedangkan 6ada 6erban(akan se9ara
=egetati digunakan bahan tanaman asal stek beru6a klon* Potensi 6roduksi suatu genoti6
tanaman meru6akan kriteria (ang sangat 6enting dalam memilih bahan tanaman* 'e9ara
umum7 semakin tinggi 6otensi 6roduksi suatu genoti67 bia(a 6roduksi akan semakin rendah
7sehingga keuntungan (ang di6eroleh akan semakin besar* 1ntuk emn9a6ai hal tersebut7
dalam budida(a teh da6at digunakan kedua bahan tanaman tersebut*
Pembiakan generati (ang dilakukan dengan biji sering menghasilkan tanaman (ang
berbeda dengan indukn(a* Pembiakan se9ara =egetati dengan setek tunas mem6un(ai
kelemahan7 antara lain jumlah bibit (ang dihasilkan terbatas7 6erlu 8aktu lama untuk
men(eleksi 6ohon induk7 dan bibit (ang dihasilkan kurang toleran terhada6 kekeringan
karena 6erakarann(a dangkal sehingga 6en(era6an air dan unsure hara kurang o6timal*
Perban(akan teh se9ara =egetati dengan setek satu daun dilakukan 6ertama kali 6ada tahun
!?+#*
'aat ini7 6en(ediaan bahan tanaman (ang berasal dari setek telah demikian
6o6ular di Indonesia7 karena meru6akan 9ara (ang 6aling te6at untuk memenuhi
kebutuhan bahan tanam :benih; dalam jumlah ban(ak dan 8aktu tertentu :'et(amidjaja7
%###;* 0ebun 6erban(akan harus menggunakan bahan tanam setek agar benih (ang
dihasilkan memiliki siat unggul sama dengan siat 6ohon indukn(a* Hartman dan
0ester :!?F5; men(arankan agar 6ohon induk sebaikn(a bebas dari hama dan 6en(akit7
kuat7 tumbuh normal serta jelas identitasn(a* Perban(akan tanaman teh se9ara =egetati
beru6a setek mem6un(ai keunggulan 6en(ediaan bahan tanam (ang ban(ak da6at
diantisi6asi dan di6erhitungkan7 benih mem6un(ai siat (ang sama dengan siat indukn(a7
6otensi hasil7 kualitas7 dan ketahanan terhada6 hama dan 6en(akit terjamin7 keragaman
genetik sem6it7 toleran terhada6 6erubahan lingkungan7 tanaman seragam sehingga mudah
dalam mengelolan(a* Meski6un demikian7 6embibitan asal biji sebenarn(a mem6un(ai
bebera6a keuntungan (aitu ada6tabilitasn(a lebih luas7 6otensi 6roduksin(a baik dan
keanekaragaman 6erdu mem6un(ai 6engaruh (ang baik terhada6 mutu teh karena 6u9uk
(ang dihasilkan mengandung >at 6enentu kualitas (ang ter9am6ur se9ara alami 6ada tia6/tia6
6erdu*
Berbagai temuan baru tentang isiologi sel dan as6ek (ang terkait terus berkembang*
Dengan berkembangn(a bioteknologi tanaman khususn(a teknologi kultur in =itro
:6enanaman bagian hidu6 suatu tanaman dalam media buatan dalam tabung atau 8adah (ang
terbuat dari gelas;7 teknik 6erban(akan tanaman makin luas dan da6at dilakukan dalam 8aktu
lebih singkat* Teknik kultur in =itro meru6akan dasar 6engetahuan (ang mendorong
berkembangn(a teknik kultur sel7 jaringan dan organ tanaman se9ara in =itro dalam kondisi
ase6tik dan steril dalam laboratorium* Teknik ini meru6akan terobosan dalam 6rogram
6emuliaan tanaman sehingga 6en(ediaan bibit tanaman da6at ditingkatkan baik kuantitas
mau6un kualitasn(a* Metode kultur in =itro7 khususn(a teknik biak sel7 ber6otensi untuk
mengatasi masalah tersebut* Teknik kultur in =itro khususn(a embriogenesis somatik
:6ertumbuhan dan 6erkembangan embrio tanaman tan6a 6embuahan; hasil kultur sel
ber6eluang untuk menghasilkan bibit teh (ang seragam dengan jumlah ban(ak dalam 8aktu
relati singkat* 0ede6ann(a dihara6kan teknik ini da6at digunakan dengan o6timal agar
6emenuhan kebutuhan teh di Indonesia ter6enuhi dengan baik*
DAFTAR PUSTAKA
PE.MENTAN* %#!%* Pedoman Teknis Pembangunan 0ebun Perban(akan 'umber Benih Teh*
MENTE.I H101M DAN HA0 A'A'I MAN1'IA*
PPT0* %##$* Petunjuk kultur teknis tanaman teh* Edisi ketiga* PPT07 -ambung*
'(akir7 dkk* %#!#* Budida(a dan Pas9a Panen Teh* Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan7
Bogor*
'ubronto7 .enan**%##"* PE.AN 'TE0 DA1N DA2AM MENIN-0AT0AN 01A2ITA'
P.OD10'I TEH :<amellia sinensis O*0; 3ol !* No* %7 Hal: +" E F"* 4akarta* Mediargo
)ibo8o7 J*'* %##$* 0ekahatan :dei9ien9(; unsur hara 6ada tanaman teh di Indonesia* 2embaga .iset
Perkebunan Indonesia7 PPT0 gambung*
)ida(at7 )* %##+* Hama/hama 6enting 6ada tanaman teh
dan 9ara 6engendaliann(a* PPT0 -ambung*