Anda di halaman 1dari 11

APLIKASI IRIGASI DEFISIT PADA TANAMAN JAGUNG

(Deficit Irrigation Application on Corn Plant


!le" #
A"$a% T&'i
(
%an R)A) *&'to$i Ro'a%
(
A*STRACT
The objective of this research is to investigate the effect of water deficit on the growth and
yield of corn. The variety of Corn used in this research is new and doesnt have market
label. This research is conducted under plastic house on the experimental farm of Lampung
University from ugust to !ctober "##$. The treatments of deficit irrigation were
investigated in four water deficit% such as &%# x 'Tc% #%( x 'Tc% #%) x 'Tc% and #%* x 'tc to
one variety of corn +',. The treatments should be done since the early vegetative stage.
The Corn ' has water stress condition at the second week when the irrigation is given by
#%* x 'tc with critical soil water content +
c
, "&%*)- and at the third week on the treatment
of #%( x 'tc% #%) x 'tc% and #%* x 'tc with
c
"*%).-. The values of yield response +/
y
, at #%
( x 'Tc% #% ) x 'Tc% and #% * x 'Tc showed that the value of /y is less than &. 0t means that
the Corn ' could not tolerate or sensitive to water deficit.
/eywords1 +ater %eficit, critical 'oil +ater content, -iel% re'pon'e
A*STRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi irigasi defisit pada
pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. 2arietas jagung yang digunakan adalah
varietas baru +', yang belum memiliki nama di pasaran . 3enelitian ini dilaksanakan di
dalam rumah plastik% kebun percobaan 4akultas 3ertanian% Universitas Lampung pada bulan
gustus sampai dengan !ktober "##$. 3enelitian ini dilakukan dengan empat taraf
perlakuan irigasi defisit% yaitu kondisi tidak defisit5normal +&##- x 'Tc,% irigasi defisit
sebesar "#- dari kebutuhan air +(#- x 'Tc,% )#- x 'Tc% dan *#- x 'Tc. 6eluruh
perlakuan dilakukan sejak awal tahap pertumbuhan. Tanaman jagung varietas ' mulai
mengalami cekaman pada minggu ke7" jika diberi irigasi sebesar #%* x 'Tc dengan kadar air
tanah kritis +8
c
, "&%*)- dan pada minggu ke7. jika diberi irigasi pada perlakuan #%( x 'Tc
dengan 8
c
"*%).-. 9ilai /
y
atau faktor respon hasil pada perlakuan #%( x 'Tc% #%) x 'Tc%
dan #%* x 'Tc menunjukkan hasil nilai /
y
lebih dari &. :engan demikian tanaman jagung
tersebut tidak tahan terhadap defisit irigasi atau sensitive terhadap kekurangan air.
/ata kunci 1 Iriga'i %efi'it, .a%ar air tana" .riti', ren'pon' "a'il tana$an
*
,
:epartment of griculture 'ngineering% 4aculty of griculture% University of Lampung% ;andar Lampung.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"#
I) PENDA/ULUAN
0)0) Latar *ela.ang
6entra produksi tanaman jagung di 3ulau
<awa pada tahun "##) seluas &.=*..)#>
ha dengan total produksi $%. juta ton%
sedangkan di luar 3ulau <awa memiliki
luas produksi sebesar &.).=.*.> ha
dengan hasil produksi sebesar >%& juta
ton +;36% "##),. ?endahnya nilai
produksi jagung di 0ndonesia disebabkan
oleh produktivitas dan luas areal
penanaman yang kecil. 6alah satu faktor
penyebab adalah terbatasnya sumber air
yang tesedia.
/ondisi air untuk pertanian saat ini
semakin langka% tidak hanya di daerah
kering +arid @one, tetapi juga di daerah
yang memiliki curah hujan yang
melimpah +3ereira et al.% "##",.
:i beberapa daerah seperti di 0ndonesia%
jumlah ketersediaan air pada jaringan
irigasi yang ada belum dapat memenuhi
kebutuhan air tanaman pada petakan
lahan pertanian. Aal ini diperparah
dengan semakin menyusut ketersediaan
air di waduk atau bendungan akibat
daerah tangkapan hujan di sekitar
waduk yang rusakB jaringan irigasi yang
rusak% yang akan menambah kehilangan
air pada saluran irigasi semakin besar
+efisiensi penyaluran air irigasi yang
rendah,. Aal ini menyebabkan
menurunnya produkti7vitas pertanian.
!leh karena itu diperlukan suatu usaha
untuk melakukan penghematan air
dalam pertanian dengan cara
meningkatkan efisiensi penggunaan air
oleh tanaman atau peningkatan efisiensi
penggunaan air. 'fisiensi penggunaan
air dapat dilakukan dengan sistem
pemberian air irigasi yang efisien dan
efektif. 6alah satunya adalah irigasi
defisit.
/etersediaan potensi lahan untuk
penanaman jagung masih cukup
tersedia. :engan pembukaan lahan
baru dan peningkatan produktivitas
lahan yang ada serta pemberian air
irigasi yang baik diharapkan impor
jagung dapat ditekan atau bahkan dapat
digantikan dengan produksi dalam
negeri. !leh karena itu perlu diteliti
penerapan irigasi defisit pada tanaman
jagung% sehingga dapat diketahui berapa
jumlah kebutuhan air irigasi minimum
yang masih dapat diterima dan memiliki
dampak terkecil bagi pertumbuhan dan
produksi tanaman.
0)1) T&2&an
Caksud dari penulisan makalah ini
adalah untuk menguji ketahanan varietas
baru tanaman jagung +', terhadap
kondisi water stress +cekaman air,
melalui aplikasi irigasi defisit.
Tujuan peneltian adalah mengetahui
pengaruh irigasi defisit terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman
jagung varietas '.
II) TINJAUAN PUSTAKA
:efisit air untuk tanaman dan water
stress +cekaman air, yang
diakibatkannya berpengaruh terhadap
evapotranspirasi tanaman dan hasil.
pabila keperluan air tanaman dipenuhi
oleh lengas tanah +kadar air tanah,
maka 'Ta D 'Tm% dimana 'Ta1
evapotranspirasi aktualB 'Tm1
evapotranspirasi maksimum. pabila
lengas tanah tidak mencukupi maka 'Ta
E 'Tm% selanjutnya Fa E Fm. 6ecara
empirik hubungan tersebut dapat
dituliskan sebagai berikut +:orenbos and
/assam% &=$=,1
a a
y
m m
F 'T
& / . &
F 'T

=


G.GG+&,
:imana1
/
y
1 faktor respon hasil +yield response
factor,
F
a
1 hasil aktual
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"&
F
m
1 hasil maksimum
't
a
1 evapotranspirasi aktual
't
m
1 evapotranspirasi maksimum
&HF
a
5F
m
D+F
m
HF
a
,5F
m
1
nisbah pengurangan produksi
&H'T
a
5'T
m
D+'t
m
H'T
a
,5'T
m
1
nisbah pengurangan evapo7
transpirasi
y
9isbah3engurangan3r oduksi
/
90sbah3engurangan'vapotranspirasi
=

........ +",
Cekaman kekeringan yang berlebihan
merupakan salah satu cekaman terluas
yang mempengaruhi pertumbuhan dan
produksi di areal pertanian. Aal ini dapat
dilihat dari beberapa faktor cekaman
abiotik% dimana persentase cekaman
kekeringan sebesar ")-% kemudian
diikuti oleh cekaman mineral "#-% suhu
rendah &>-% sedangkan sisanya adalah
cekaman biotik .=- +/alefetoglu and
'kmekci% "##>,.
6etiap jenis tanaman memiliki response
yang berbeda7beda terhadap kekurangan
air pada setiap fase pertumbuhannya%
termasuk <agung. 3emberian kedalaman
air irigasi dan waktu pemberian sangat
penting untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan air dan memaksimalkan
produksi.
Tanaman jagung lebih toleran terhadap
kekurangan air pada fase vegetatif dan
fase pematangan5masak. 3enurunan
hasil terbesar terjadi apabila tanaman
mengalami kekurangan air pada fase
pembungaan% bunga jantan dan bunga
betina muncul% dan pada saat terjadi
proses penyerbukan. 3enurunan hasil
tersebut disebabkan oleh kekurangan air
yang mengakibatkan terhambatnya
proses pengisian biji karena bunga
betina5tongkol mengering% sehingga
jumlah biji dalam tongkol berkurang. Aal
ini tidak terjadi apabila kekurangan air
terjadi pada fase vegetatif. /ekurangan
air pada fase pengisian5pembentukan biji
juga dapat menurunkan hasil secara
nyata akibat mengecilnya ukuran biji.
/ekurangan air pada fase
pemasakan5pematangan sangat kecil
pengaruhnya terhadap hasil tanaman
+4!% "##& dalam Iil dkk% "##(,. !leh
karena itu ada peluang untuk
meningkatkan efisiensi pemberian air
pada tanaman jagung dengan cara
mengurangi pemberian air irigasi.
6elain dengan irigasi hemat air% salah
satu metode yang dapat diterapkan
untuk memberikan air irigasi yang efisien
dan efektif yaitu dengan irigasi defisit.
Aal utama dalam irigasi defisit adalah
meningkatkan efisiensi penggunaan air
irigasi dengan cara memberikan irigasi
tidak penuh +hanya sebagaian dari
kebutuhan air irigasi, untuk tanaman
pada satu atau lebih dari fase5tahap
pertumbuhan tanaman yang memiliki
dampak terkecil pada pertumbuhan dan
produksi tanaman +/irda% et al% &===,.
III) MET!D!L!GI PENELITIAN
3enelitian ini dilakukan di dalam rumah
plastik% <urusan Teknik 3ertanian
Universitas Lampung pada bulan gustus
H !ktober "##$. 2arietas jagung yang
digunakan adalah varietas baru yang
belum memiliki nama dagang yaitu '.
2arietas ini merupakan hasil persilangan
dari hibrid 4& yang terdiri dari > inbreed.
3elaksanaan perakitan hibrid 4& di
lapangan dilakukan dengan desain
perkawinan dialel lengkap% kelima
inbreeding masing7masing diberi kode %
;% C% :% dan ' +/artahadimaja% "##),.
Tanaman jagung ditanam dalam tanah
yang memiliki tekstur tanah1 pasir
$"%#=-% liat &&%#>-% dan debu &)%($-
+pasir berlempung,. ;ulk density
sebesar #%()" gr5cm
.
% kandungan air
yang tersedia pada kondisi kapasitas
lapang adalah .#%>=- berat
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &""
+gravimetrik, dan kondisi titik layu
permanen adalah &=%))-. Total air
tanah tersedia sebesar &#%=.- berat.
3enelitian ini dilakukan dengan empat
taraf perlakuan irigasi defisit +:,% yaitu
:& +kondisi tidak defisit5normal atau
&##- x 'Tc,% :" +irigasi defisit sebesar
"#- dari kebutuhan air atau (#- x
'Tc,% :. +)#- x 'Tc,% dan :* +*#- x
'Tc,. 6eluruh perlakuan diulang
sebanyak tiga kali. Teknik pemberian air
irigasi defisit dilakukan dengan cara
mengurangi pemberian air irigasi sesuai
dengan perlakuan berdasarkan hasil
pengukuran evapotranspirasi tanaman
+'Tc,.
9ilai 'Tc didapat dari evapotranspirasi
harian tanaman jagung pada perlakuan
&##-. 6edangkan untuk perbandingan
digunakan metode panci evaporasi untuk
melihat perbedaan laju evapotranspirasi
di panci dengan tanaman.
3engukuran kadar air tanah dilakukan
setiap hari dengan cara gravimetrik.
<umlah air irigasi yang diberikan sama
dengan jumlah evapotranspirasi yang
terjadi pada hari sebelum pemberian%
dimana 'T dihitung dengan rumus 1
ET 3 4(5
i60
7 5
i
8 09: ; A .... +.,
:imana J
i
adalah berat wadah tanaman
pada hari ke7i +gram,% J
i7&
adalah berat
wadah tanaman pada hari ke i7& +gram,
dan adalah luas permukaan wadah
tanaman +cm
"
,.
Untuk mengetahui efek pemberian irigasi
defisit pada pertumbuhan dan produksi
tanaman jagung% maka ada beberapa
variabel yang diamati dan diukur meliputi
tinggi tanaman +cm,% jumlah daun
+helai,% indeks luas daun +cm
"
,%
evaporasi harian +mm,% kadar air tanah
harian +mm5hari,% produksi +gram,% berat
brangkasan basah dan kering +gram,%
dan kebutuhan air total per periode
tumbuh +mm5hari,. :ata yang diperoleh
dianalisis sidik ragamnya dengan
menggunakan uji 4 dan dilanjutkan
dengan menggunakan Uji ;eda 9yata
Terkecil +;9T, pada taraf uji >-.
3erhitungan faktor respon hasil tanaman
menggunakan rumus :oorenbos dan
/assam +&=$=, seperti pada 3ersamaan
& dan ".
3enanaman jagung dilakukan dalam
ember plastik warna hitam +vol D &# l,
dan diisi dengan tanah kering udara
seberat $ kg. 'mber plastik hitam ini
diasumsikan sama fungsinya seperti
lysimeter tanpa run off. 'T dihitung
dengan cara metode Kravimetrik. ;enih
jagung ditanam kedalam ember
sebanyak > biji% dan setelah " minggu
dipilih tanaman yang terbaik sebanyak "
tanaman. <arak antar tanaman adalah $>
cm x ># cm. 3enyiraman dilakukan
setiap hari dengan volume air yang
diberikan disesuaikan dengan perlakuan.
3emupukan diberikan " kali yaitu
pemupukan dasar pada awal tanam
dengan dosis1 Urea% 63.) dan /Cl
masing7masing &# kg5ha. 3ada saat
umur jagung * minggu diberikan pupuk
susulan yaitu Urea dengan dosis &## kg5
ha. 3engendalian hama dan penyakit
dilakukan dengan cara memberikan
insektisida yaitu 4uradan. 6etelah
jagung berumur $# hari% irigasi
dihentikan. 3anen dilakukan pada saat
jagung berumur =# hari.
I<) /ASIL DAN PEM*A/ASAN
=)0) Pert&$>&"an Tana$an
3engaruh irigasi defisit terhadap
pertumbuhan tanaman jagung dapat
dilihat pada Tabel &H. dan Kambar &.
3ada Tabel &% pengaruh irigasi defisit
terhadap tinggi tanaman jagung dari
minggu ke7& sampai ke7( memberikan
pengaruh yang sangat nyata. Tanaman
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &".

D0 D1
D?
D=
jagung yang telah tercekam sejak fase
pertumbuhan sampai panen telah
membuat pertumbuhan tidak normal%
kecuali pada minggu ke7& tinggi tanaman
masih relatif sama. 3ada perlakuan :&
berbeda sangat nyata dengan perlakuan
:. dan :*% sedangkan perlakuan :"
berbeda nyata.
Ta>el 0) 3engaruh 0rigasi :efisit Terhadap Tinggi Tanaman +cm, <agung '
0rigasi :efisit
Cinggu ke7
0 00 000 02 2 20 200 2000
:& +&%#x'Tc,
:" +#%(x'Tc,
:. +#%)x'Tc,
:* +#%*x'Tc,
&=%="a
"#%">a
"#%##a
&=%&$a
>&%#(a
>&%>(a
*(%$"a
.$%*>b
$$%$#a
$#%)#a
*(%$"b
.(%)"b
&#"%##a
=#%>#a
)=%>#b
*&%##c
&&>%.>a
&#)%*"a
$.%..b
*.%..c
&"*%$>a
&&.%>#a
=*%*"b
*)%#(c
&"$%>#a
&&>%(.a
&##%##b
>$%)$c
&"(a
&&$%##a
b
&#&%(.b
)"%>#c
Uji ;9T >- >- >- >- >- >- >- >-
/eterangan 1 angka7angka yang diikuti oleh huruf sama pada satu kolom atau baris berarti tidak berbeda
nyata.
Ga$>ar 0) 3ertumbuhan <agung 2arietas ' 3ada
;erbagai 3erlakuan
Tabel " menunjukkan bahwa pada
minggu ke7& dan " jumlah daun untuk
semua perlakuan tidak berbeda nyata.
6edangkan pada minggu ke7. sampai
ke7( perlakuan :& berbeda sangat nyata
dengan perlakuan :. dan :*.
6edangkan untuk indeks luas daun
tanaman% Tabel . menunjukkan bahwa
tanaman jagung yang telah tercekam
memiliki indeks luas daun yang lebih
kecil dibandingkan dengan tanaman
yang tumbuh normal. Uji ;9T +;eda
9yata Terkecil, menunjukkan bahwa
perlakuan :& berbeda nyata dengan
perlakuan :"% :.% dan :*. <adi secara
keseluruhan pertumbuhan tanaman
jagung menunjukkan respon yang sama
terhadap perlakuan irigasi defisit% dimana
pertumbuhan tanaman pada perlakuan
:& L :" L :. L :*.

Ta>el 1) 3engaruh 0rigasi :efisit Terhadap <umlah :aun +helai, <agung 2arietas '
0rigasi :efisit
Cinggu ke7
0 00 000 02 2 20 200 2000
:& +&%#x'Tc,
:" +#%(x'Tc,
:. +#%)x'Tc,
:* +#%*x'Tc,
.%&$a
.%##a
.%##a
.%##a
>%&$a
>%##a
>%##a
*%&$a
$%>#a
)%)$ab
>%&$b
*%##c
=%..a
(%..a
)%&$c
*%##d
&#%##a
=%..a
(%##b
*%>#c
=%(.a
=%.#ab
=%&$b
>%)$c
&#%>#a
=%..b
(%)$c
)%(.d
&"%..a
&#%(.b
(%(.c
)%(.d
Uji ;9T >- >- >- >- >- >- >- >-
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"*
/eterangan 1 angka7angka yang diikuti oleh huruf sama pada satu kolom atau baris berarti tidak berbeda
nyata.
Ta>el ?) 3engaruh 0rigasi :efisit Terhadap 0ndeks Luas :aun +cm
"
, <agung '
0rigasi :efisit
Cinggu ke7
0 00 000 02 2 20 200 2000
:& +&%#x'Tc,
:" +#%(x'Tc,
:. +#%)x'Tc,
:* +#%*x'Tc,
"&%(a
">%#a
""%(a
")%"a
(#%(a
("%#a
(>%.a
$#%(a
.("%*a
">)%. b
"")%.c
$(%>d
&###%$a
$).%( b
>&*%*c
&((%(d
&..$%#a
&"$*%& b
$$(%)c
".&%$d
"&&#%)a
&(*#%& b
=.)%"c
">&%$d
".)#%)a
&=>(%" b
=)(%"c
"$=%>d
"=>#%#a
""=& %"b
&#>&%*c
"=)%.d
Uji ;9T >- >- >- >- >- >- >- >-
/eterangan 1 angka7angka yang diikuti oleh hurup sama pada satu kolom atau baris berarti tidak berbeda
nyata.
3ada minggu ke7.% tanaman jagung
varietas ' mulai mengalamai cekaman
pada perlakuan :"% :.% dan :*. 0ndeks
luas daun pada :& sebesar .("%*# cm
"
%
berbeda sangat nyata dengan perlakuan
:"% :.% dan :*. :ari kadar air tanah
diketahui bahwa pada minggu ke7.
untuk perlakuan :" varietas ' adalah
""%"&- dan :& sebesar "$%$"-. 3ada
minggu ke7$ mulai memasuki masa
pembungaan tanaman jagung% biasanya
berkisar saat jagung berumur *> hari
+:oorenbos dan /asam% &=$=,. 0ndeks
luas daun pada :& sebesar ".)#%)" cm
"
berbeda sangat nyata dengan :*
+"$=%>= cm
"
, yang mulai tercekam sejak
minggu ke7. sehingga perlakuan ini tidak
menghasilkan bunga. Untuk tinggi
tanaman sebesar >$%)$ cm pada :*
berbeda sangat nyata dengan perlakuan
:& yaitu sebesar &"$%> cm. 6edangkan
untuk jumlah daun besarnya nilai untuk
perlakuan :* sebesar )%(. helai berbeda
sangat nyata dengan perlakuan :&
sebesar &#%># helai. :ari kadar air
tanah diketahui bahwa kadar air tanah
pada minggu ke7$ untuk perlakuan :&%
:"% :.% dan :* berturut7turut adalah
".%&>-% "&%&"-% "#%&=- dan &(%=(-.
3urwono dan Aartono +"##>,
mengatakan bahwa jagung
membutuhkan air yang cukup banyak
terutama pada saat pertumbuhan awal%
pembungaan dan saat pengisian biji.
/ekurangan air pada stadium tersebut
akan menyebabkan hasil yang menurun.
Aal ini ditunjukkan pada perlakuan :*
untuk tanaman jagung varietas '%
dimana tanaman mulai tercekam pada
minggu ke7" dan :. pada minggu ke7..
danya cekaman ini terus berlangsung
hingga panen% hal ini ditunjukkan +Tabel
*, dengan besarnya berat brangkasan
basah pada :* sebesar "%(. gram dan
:. sebesar &)%*( gram% berbeda sangat
nyata dengan perlakuan :& yaitu
sebesar $.%)( gram. 6edangkan untuk
brangkasan kering masing7masing
perlakuan mempunyai berat :* sebesar
"%.> gram dan :. sebesar &.%() gram
yang berbeda sangat nyata dengan :&
yaitu sebesar )*%&( gram.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &">
Ta>el =) 3engaruh 0rigasi :efisit Terhadap Aasil 3roduksi +gram, <agung '
0rigasi :efisit ;erat ;rangkasan ;asah
;erat ;rangkasan
/ering
Aasil 3roduksi
:& +&%#x'Tc,
:" +#%(x'Tc,
:. +#%)x'Tc,
:* +#%*x'Tc,
$.%)(a
*$%(#b
&)%*(c
"%(.d
)*%&(a
*"%($b
&.%()c
"%.>b
&)%"$a
=%))b
#c
#c
Uji ;9T >- >- >-
/eterangan 1 angka7angka yang diikuti oleh huruf sama pada satu kolom atau baris berarti tidak berbeda
nyata.
:engan demikian tanaman jagung
varietas ' mulai tercekam pada minggu
ke7" pada perlakuan irigasi defisit :*
dan pada minggu ke7. pada :"% dengan
kadar air tanah kritis +
c
, sebesar
"*%).-.
3ada perlakuan :. dan :* tanaman
jagung tidak menghasilkan buah%
sedangkan pada :& dan :"
menghasilkan buah berturut7turut
sebesar &)%"$ dan =%)) gram. ;erat
brangkasan dan produksi yang dihasilkan
akan berpengaruh terhadap faktor
tanggapan hasil +/y,. Tanggapan
pertumbuhan dan hasil tanaman
terhadap cekaman air tergantung pada
besarna cekaman air dan periode
pertumbuhan terjadinya cekaman air
+:oorenbos dan /asam% &=$=,. 3ada
perlakuan :. dan :* penurunan hasil
sangat tinggi karena defisit air terjadi
pada semua fase pertumbuhan sehingga
tidak menghasilkan buah.
=)1) J&$la" Air Iriga'i
<umlah air irigasi yang diberikan +Tabel
>, adalah sama besarnya dengan jumlah
evapotranspirasi harian sesuai dengan
perlakuan% sehingga total irigasi adalah
jumlah dari total evapotranspirasi +'T,
selama masa pertumbuhan.
'vapotranspirasi pada perlakuan sama
dengan 'Tc
adj
dengan nilai /
s
+koefisien
stress tanaman, untuk perlakuan :&% :"%
:.% dan :* yaitu &%#% #%(% #%)% dan #%*.
Ta>el @) <umlah 3emberian ir 0rigasi +mm5hari,
0rigas :efisit
Cinggu ke7
Total
& " . * > ) $ ( = &#
:& +&%#x'Tc,
:" +#%(x'Tc,
:. +#%)x'Tc,
:* +#%*x'Tc,
&>%#
&"%#
=%#
)%#
&(%)
&*%=
&&%"
$%*
"&%.
&$%#
&"%(
(%>
..%(
"$%#
"#%"
&.%>
*.%.
.*%)
">%=
&$%.
*(%"
.(%)
"(%=
&=%.
>&%)
*&%.
.#%=
"#%)
>#%>
*#%*
.#%.
"#%"
>&%=
*&%>
.&%&
"#%$
*(%.
.(%$
"=%#
&=%.
.("%=
.#)%*
""=%(
&>.%&
=)?) Koefi'ien Tana$an (Kc
Jag&ng
3enguapan atau evaporasi yang tinggi
berpengaruh terhadap evapotranspirasi
tanaman harian +'Tc, dan
evapotranpirasi acuan +'To,. Aubungan
antara 'Tc dan 'To dinyatakan dengan
koefisien tanaman +/c,.
'vapotranspirasi acuan berdasarkan
panci evaporasi dihitung menggunakan
persamaan 'To D 'panci x /oef. 3anci%
sedangkan evapotranspirasi tanaman
dihitung dengan persamaan 'Tc D 'To x
/c.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &")
0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
0 2 4 6 8 10 12
Minggu ke-
K
o
e
f
i
s
i
e
n

T
a
n
a
m
a
n

(
K
c
)
Kc Standar Kc Jagung EA
Ga$>ar 1) /oefisien Tanaman +/c, <agung
dengan Cenggunakan 'To berdasarkan panci
evaporasi untuk perlakuan :&
Kambar " menunjukkan bahwa nilai /c
tanaman jagung yang dihitung
berdasarkan 'Tc +perlakuan :&, dan 'To
panci sejak minggu ke7& sampai ke7&#
lebih besar jika dibandingkan dengan
nilai /c standar. 9ilai /c standar
mengacu kepada llen et al.% &==(.
Tingginya nilai /c disebabkan selama
penelitian suhu di dalam rumah plastik
terlalu panas% yaitu antara "=C
H.*C dengan kelembaban rata7rata
*>%>-. Aal ini menyebabkan terjadinya
evapotranspirasi yang berlebihan pada
tanaman jagung.
6uhu pada rumah plastik yang begitu
tinggi telah mengakibatkan ter7
lambatnya fase pembungaan tanaman
jagung +minggu ke7$, hingga " minggu.
Cenurut :anarti dan 9ajiyati +&===,
suhu optimum untuk pertumbuhan
terbaik tanaman jagung berkisar antara
"$ H ." C. 6uhu yang terlalu panas dan
pemberian air yang kurang
mengakibatkan tanaman jagung tidak
tumbuh dengan optimal. :oorenboss
dan /asam +&=$=, menyatakan bahwa
tanaman jagung masih dapat tumbuh
pada suhu di bawah *>C dengan
persyaratan kebutuhan air tanaman
terpenuhi. /urang pemberian air akan
menyebabkan terjadinya cekaman%
karena cekaman menghambat
pembesaran sel sehingga daun% tinggi
tanaman% dan indeks luas daun tanaman
mempunyai ukuran lebih kecil
dibandingkan dengan tanaman yang
tumbuh normal +0slami dan Utomo%
&==>,.
=)=) Re'pon /a'il Ter"a%ap Iriga'i
Defi'it
4aktor tanggapan hasil +/
y
, merupakan
tanggapan hasil tanaman terhadap
cekaman air. 3ada perlakuan :*
penurunan hasil yang didapat rendah%
karena pada perlakuan ini cekaman
terjadi sejak fase pertumbuhan awal
yaitu minggu ke7" sehingga perlakuan ini
tidak menghasilkan buah% begitu juga
dengan perlakuan :. yang mulai
tercekam sejak minggu ke7..
Ta>el A) 9ilai 4aktor ?espon Aasil +/y, Tanaman <agung 2arietas '.
0rigasi
:efisit
'Ta 'Tm
'Ta5'T
m
&7
+'Ta5'Tm,
Fa Fm Fa5Fm
&7
+Fa5Fm,
/y
:& .("%= .("%= &%#### #%##### &)%"$ &)%"$ & # #%####
:" .#)%* .("%= #%(### #%&===> =%)) &)%"$ #%>=.$. #%*#)"$ "%#.&(
:. ""=%( .("%= #%)### #%.===( # &)%"$ # & "%>##&
:* &>.%" .("%= #%.=== #%)###" # &)%"$ # & &%))))
/eterangan 1 sumsi 'Tc pada perlakuan :& sama dengan 'Tc 'To x /c.simum.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"$
Tabel ) menunjukkan bahwa tanaman
jagung varietas ' tidak tahan terhadap
defisit irigasi atau sensitif terhadap
kekurangan air karena
nilai /
y
L &.
=)@) Ka%ar Air Tana"
/adar air tanah selama percobaan
dilakukan dengan menggunakan metode
gravimetrik yaitu dengan cara
penimbangan% kemudian data yang
diperoleh dikonversi ke dalam - kadar
air. Aasil analisis laboratorium
menunjukkan bahwa nilai kandungan air
tanah pada kapasitas lapang +4ield
Capacity% 4C, adalah sebesar .&%#"-
dan pada titik layu permanen
+3ermanent Jilting 3oint% 3J3, sebesar
"&%#"-. dapun nilai 4C dan 3J3
menjadi acuan selanjutnya dalam
penentuan air tanah yang tersedia.
:ari hasil pengamatan diketahui bahwa
tanaman jagung mulai tercekam sejak
minggu ke7.. hal ini dapat dilihat dari
penurunan kadar air tanah rata7rata
mingguan yang ditunjukkan pada
Kambar .. 3erlakuan :& diperoleh rata7
rata kisaran kadar air yang berada pada
nilai "&-7"(- dan nilai ini masih berada
di atas nilai 3J3. 0ni menunjukkan
bahwa kondisi air tanah berada diantara
kapasitas lapang dan titik layu
permanen. 6edangkan dari perlakuan
:"% :.% dan :* secara berturut7turut
diperoleh nilai rata7rata sebesar antara
&=-7"(-% &(-7"(-% dan &>-7"(-.
Cemang secara teoritis% Total vailable
Jater +TJ, adalah kadar air yang
berada di daerah perakaran tanaman
dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
9amun% llen et al. +&==(, menyatakan
bahwa pengambilan air oleh akar
tanaman +crop water uptake, akan
menurun ketika kadar air tanah
mendekati 3J3. Aal ini dibuktikan
dengan hasil pengamatan variabel7
variabel pertumbuhan dan produksi
tanaman yang berbeda nyata antara
perlakuan :& dengan :"% :.% dan :*.
Cekaman yang terjadi pada :"% :.% dan
:* pada minggu ke7. disebabkan oleh
kadar air tanah yang tersedia di dalam
tanah berada pada rentang kadar tanah
kritis dan 3J3. ntara /ondisi tanah
kritis dan 4C digambarkan sebagai
?eadily vailable Jater +?J,. llen et
al +&==(, mengatakan bahwa ?J
adalah fraksi dari TJ dimana tanaman
masih mampu mengekstrak air yang ada
dalam @ona perakaran tanpa mengalami
kondisi cekaman air +water stress,% yang
digambarkan dalam persamaan ?J D
p.TJ. 9ilai p +fraksi penipisan, untuk
iklim yang panas seperti dalam rumah
plastik% maka nilai p harus dikurangi
&#-H">- dari nilai p yang telah
ditetapkan +yaitu sebesar #%>> untuk
tanaman jagung,. Caka kadar air tanah
yang tersedia +?J, sesungguhnya
hanya sebesar #%** atau **- dari TJ
atau sekitar ">%$(-.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"(


10
12
14
16
18
20
22
24
26
28
30
32
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Minggu ke-
K
A

(
%
)
FC Kritis PWP 1 2 3 4
K
a
d
a
r

A
i
r

!
"
#

Ga$>ar ?) Krafik /adar ir Tanah ?ata7rata Cingguan 2arietas '
Kambar . menunjukkan bahwa pada
perlakuan :"% :.% dan :* telah
mengalami cekaman air karena kondisi
air tanah yang tersedia sudah berada
antara kadar air tanah kritis dan 3J3.
<) KESIMPULAN DAN SARAN
@)0) Ke'i$p&lan
&. 0rigasi defisit yang diberikan sejak
fase awal pertumbuhan
mempengaruhi pertumbuhan
tanaman jagung varietas '
2. Tanaman jagung varietas '
mengalami cekaman pada minggu
ke7" jika diberi perlakuan :*
+#%*x'Tc, dengan kadar air tanah
kritis +
c
, ""%*)- dan pada minggu
ke7. jika diberi irigasi pada
perlakuan :" +#%(x'Tc, dengan
c
sebesar "*%).- karena sudah
berada di bawah kadar air kritis%
meskipun masih berada di atas 3J3.
3. 9ilai /y pada perlakuan :"% :.% dan
:* pada varietas ' menunjukkan
nilai /yL&% dengan demikian
tanaman jagung varietas ' tidak
tahan terhadap defisit irigasi atau
sensitif terhadap kekurangan air.
@)1) Saran
3erlu dilakukan penelitian irigasi defisit
dengan jenis tanaman yang sama dan
varietas unggul +yang berbeda, untuk
menentukan jumlah kebutuhan air irigasi
minimum yang masih dapat diterima dan
memiliki dampak terkecil bagi
pertumbuhan dan produksi tanaman.
DAFTAR PUSTAKA
llen% ?.K.% 3ereira% L.6.% :irk ?% and C.
6mith. &==(. Crop 'vapo7
transpiration1 Kuidelines for
Computing Crop Jater
?eIuirements. 4! 0rrigation and
:rainage 3aper 9o. >). 4ood and
gricultural !rgani@ation. ?oma.
Iil% C.% 4irmansyah% dan C. kil. "##(.
3engelolaan ir Tanaman <a7gung.
balitsereal.litbang.deptan.
go.id5ind55bjagung5duatujuh.pdf .
diakses tanggal ". 9ovember
"##=.
:anarti dan 9ajiyati% 6. &===. ;udidaya
3alawija dan nalisis Usahatani.
3enebar 6wadaya. <akarta.
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &"=
:oorenboss% < and /assam. &=$=. Field
?esponse to Jater. 0rrigation and
:rainage 3aper 9o. ... 4!.
?ome.
0slami dan Utomo. &==>. Aubungan
Tanah% ir dan Tanaman. 0/03
6emarang 3ress. 6emarang.
/alefetoglu% T% F. 'kmekci. "##>. The
effect of drought on 3lants and
Tolerance Cechanism. <urnal of
6cience. &(+*, 1 $". H $*#.
/artahadimaja% <. "##). 3idato 0lmiah
dalam ?angka :ies 9atalis MM00
3oliteknik 9egeri Lampung $ pril
"##). 3oliteknik 9egeri Lampung.
;andar Lampung
/irda% C. et al. &===. Crop yield response
to deficit irrigation. /luwer
cademic 3ublisher% :ordrecht% the
9etherlands.
3ereira% L.6.% T. !weis and . Nairi.
"##". 0rrigation Canagement
Under Jater 6carcity. gric.
Canage. >$1&$>7"#).
3urwono dan Aartono% ?. "##>.
;ertanam <agung Unggul.
3enebar 6wadaya. <akarta
www.bps.go.id5releases5files5eng7padi7
#.jul#).pdf. diakses tanggal &" <uli
"##).
<urnal 0rigasi 7 2ol. *% 9o "% 9ovember "##= &.#