Anda di halaman 1dari 27

Permasalahan-permasalahan dalam fisika banyak yang disajikan dalam

bentuk persamaan diferensial parsial, salah satunya adalah persamaan gelombang.


Secara umum persamaan gelombang dalam ruang tiga dimensi adalah
t
u
v
u
2
2
2
2
1

.
Solusi dari persamaan tersebut, dapat diperoleh dengan menggunakan metode
analitik maupun numerik, dan dari solusi tersebut dapat digambarkan simpangan
gelombang terhadap posisi tiap satuan waktu.
Pada tahun 2002 Stephen olfram dalam buku !A New Kind of Science!
membahas model continuous cellular automata. "odel continuous cellular
automata dapat digunakan untuk mem#isualisasikan persamaan diferensial
parsial, dimana gradasi warna disusun dari kekontinyuan persamaan tersebut
dalam ruang dan waktu $olfram, 2002%1&1'. (arena persamaan gelombang
disajikan dalam bentuk persamaan diferensial parsial, maka dapat di#isualisasikan
dengan model continuous cellular automata
)erdasarkan hal-hal tersebut, maka dibuat program #isualisasi solusi
persamaan gelombang dengan model continuous cellular automata dalam bahasa
pemrograman )orland *elphi +.0. *alam program ini, dapat diperoleh gambar
#isualisasi solusi gelombang untuk beberapa waktu.
Persamaan Diferensial Gelombang
,elombang adalah suatu gangguan dari keadaan setimbang yang bergerak
dari satu tempat ke tempat lain $-oung . /reedman, 100&%102'. Sistem
gelombang mempunyai fungsi gelombang yang menggambarkan perpindahan satu
partikel dalam medium. /ungsi tersebut tergantung pada posisi dan waktu
$dimensi ruang dan waktu ', sehingga secara umum fungsi gelombang dapat
dinyatakan dengan
( ) t u , r
. Pada gelombang satu dimensi, dimana gelombang
merambat dalam arah
x
dan bergerak dengan kecepatan konstan sebesar
v
,
fungsi gelombang dapat dinyatakan sebagai
( ) ( ) vt x f t x u t ,
. $1'
/ungsi gelombang pada persamaan $1' dapat dinyatakan sebagai
( ) ( ) f t x u ,
dan
vt x t
. *engan menggunakan aturan berantai, maka akan
diperoleh persamaan diferensial gelombang satu dimensi, yaitu
2
2
2
2
2
x
u
v
t
u

$2'
$3lonso . /inn, 1040%&+4'.
Persamaan $2' menggambarkan perambatan gelombang dengan kecepatan
v
dalam ruang satu dimensi. Pada gelombang elektromagnetik nilai
u

menyatakan komponen E dan H, pada tali yang digetarkan nilai
u
menyatakan
perpindahan dari keadaan setimbang, dan pada kelistrikan nilai
u
menyatakan
arus atau beda potensial $)oas, 1042%152'.
Persamaan Gelombang Model Fermi, Pasta, Ulam
/ermi, Pasta dan 6lam dalam paper mereka di tahun 1011 menyelidiki
model gelombang nonlinier dari sebuah tali, dimana tali direntangkan sepanjang
sumbu 7 dan tali hanya bisa bergerak dalam arah sumbu y. Pemodelan tersebut
disebut model /ermi, Pasta, 6lam $/P6' $8ucker, 1004, $9nline',
http%::www.cs.sjsu.edu:;rucker:capow:paper:node2.html'.
Pada model /P6 tali dimodelkan oleh sederet partikel sepanjang sumbu x,
dengan setiap koordinat x dipisahkan oleh jarak x , sehingga massa dari setiap
partikel adalah
x
dimana

adalah rapat massa tali. Sedangkan pergerakan


tiap partikel dalam arah sumbu y dimodelkan oleh akibat dari hubungan pegas tiap
partikel dengan dua tetangganya.
)ila
( )
0 0
, t x u
menyatakan perpindahan #ertikal $nilai y' pada waktu
0
t

dari partikel yang berada pada posisi horisontal
0
x
, dan u menyatakan
perbedaan perpindahan #ertikal antara dua partikel tetangga, maka jarak antara
dua partikel tetangga d dapat dinyatakan sebagai ( ) ( )
2 2
u x + . )esarnya
gaya oleh sebagian besar pegas biasanya dinyatakan sebagai fungsi , dari jarak
$dibagi dengan x sehingga gaya ternormalisasi', yaitu

,
_

x
d
G F
sp
. $2'
Selama diasumsikan bahwa partikel tidak bergerak dalam arah sumbu x, maka
hanya memperhatikan komponen #ertikal dari gaya pegas. <arga mutlak dari gaya
komponen #ertikal dapat dinyatakan
d
u
x
d
G F
ver sp

,
_

,
. )ila dinyatakan secara
tepat sebagai fungsi
x
u

, maka diperoleh
( ) 1
1
2
2
,
+

,
_

,
_

x
u
x
u
ver sp
x
u
G F
. $5'
=ika pegas linier $mengikuti hukum <ooke' dan memiliki panjang
keseimbangan 0 z , maka
( ) kz z G
dimana k adalah harga positif dari
konstanta pegas dan
x
u
k F
ver sp

,
. 6ntuk pegas nonlinier dimana
( ) z G

merupakan fungsi analitik mendekati 1 z ,
z
z G ' $
dapat dinyatakan sebagai
deret pangkat dari
x
u

dimana
x
u

sangat kecil, sehingga ver sp


F
, dinyatakan
sebagai
...
5
5
2
2
2
2 1 ,
+
,
_

+
,
_

+
,
_

x
u
a
x
u
a
x
u
a
x
u
a F
ver sp
. $1'
6ntuk partikel yang berada pada
0
x
dapat didefinisikan bahwa
( ) ( ) x x u x u
0 0

dan
( ) ( )
0 0
x u x x u +
+

sehingga dengan
menggunakan hukum >ewton, persamaan $4' menjadi
... ' , $
2 2
2
2 2
2 1 0
+

,
_

,
_

+
,
_

,
_

,
_


,
_

+
,
_


+ + +
x
u
x
u
a
x
u
x
u
a
x
u
x
u
a t x xu
tt

.
$&'
Pada persamaan $&', untuk x mendekati 0 dapat dihasilkan persamaan
diferensial gelombang nonlinier model /P6
... 5 2 2
2
5
2
2 2 1
+ + + +
xx x xx x xx x xx tt
u u a u u a u u a u a u , $+'
dengan
tt
u
adalah turunan kedua
u
terhadap waktu
t
,
x
u
adalah turunan
pertama
u
terhadap posisi
x
dan
xx
u
adalah turunan kedua
u
terhadap posisi
x
.
(a)
(b)
Pada permasalahan khusus yaitu jika pegas mengikuti hukum <ooke dan
panjang keseimbangan 0, maka bagian nonlinier pada persamaan $+' hilang dan
diperoleh bentuk umum persamaan gelombang linier
xx tt
u a u
1

$4'
dimana
k a
1
$konstanta pegas'. Sedangkan jika
x
u
kecil maka pengaruh
bagian pangkat tertinggi dapat diabaikan, sehingga diperoleh persamaan $0' yang
merupakan persamaan gelombang nonlinier kuadratik model /P6.
xx x xx tt
u u a u a u
2 1
2 +

$0'
*an jika gaya pegas tepat sebagai fungsi jarak sehingga
0 ...
5 2
a a
, maka
diperoleh persamaan $10' yang merupakan persamaan gelombang nonlinier kubik
model /P6.
xx x xx tt
u u a u a u
2
2 1
2 + $10'
Continuous Cellular Automata
"asalah matematika yang kompleks sulit diselesaikan dengan
kemungkinan nilai diskrit yang hanya hitam dan putih, sehingga diperkenalkan
bentuk umum dari cellular automata satu dimensi dimana tiap sel tidak hanya
hitam atau putih, melainkan rentangan kontinyu dari gradasi warna yang mungkin
dan disebut dengan continuous cellular automata. ,radasi warna dari tiap-tiap sel
bisa diperbaharui dengan suatu aturan yang didasari oleh aturan totalistic cellular
automata $olfram, 2002%111-11&'.
?de dari aturan continuous cellular automata adalah menentukan rerata
gradasi warna suatu sel dengan tetangga terdekatnya untuk mendapatkan gradasi
warna sel tersebut pada langkah berikutnya. Sedangkan keadaan sel pada tiap
langkah merupakan gradasi warna dari putih sampai hitam dimana pada langkah
dasar bisa dipresentasikan dengan sederet bilangan real dari 0 sampai 1. ,ambar
2.1 menunjukkan satu permasalahan yang sangat sederhana dimana gradasi warna
sel yang baru benar-benar merupakan rerata sebuah sel dengan tetangga
terdekatnya.
(b)
(a)
(a)
(b)
Gambar 2.1 (a) Aturan Dasar Continuous Cellular Automata; (b) Hasil Peritungan
Menurut Aturan dan Hasil !isualisasi "am#ai #ada $a%tu &ertentu

3turan akan menjadi sedikit lebih kompleks ketika rerata gradasi warna
suatu sel dengan tetangga terdekatnya dikalikan dengan suatu konstanta C dan
jika hasilnya lebih dari satu, maka hanya bagian pecahannya $fractional part'
yang digunakan. ,ambar 2.2 menunjukkan bila rerata tingkat arsiran dikalikan
dengan
2
2
C
$olfram, 2002%11+'.
'rror( )eferen*e sour*e not foundGambar 2. 2 Fractional Part [ ] x
2
2
(a) Aturan; (b) Hasil
Peritungan Menurut Aturan dan Hasil !isualisasi "am#ai #ada $a%tu
&ertentu
>amun pada kenyataannya aturan yang muncul dalam continuous cellular
automata hanya diambil aturan sederhana yang ekstrim untuk menghasilkan
kelakuan yang lebih kompleks. Sehingga ditentukan sebuah aturan untuk
menentukan gradasi warna sel yang baru, yaitu hanya dengan menambah suatu
konstanta C pada rerata gradasi warna sel sebelumnya dengan tetangga
terdekatnya dan diambil bagian pecahan $fractional part' dari hasil tersebut.
,ambar 2.2 menunjukkan bila rerata gradasi warna ditambah dengan
5
1
C
$olfram, 2002%114'.
Error: Reference source not found
Gambar 2.+ Fractional Part [ ]
5
1
+ x (a) Aturan; (b) Hasil Peritungan Menurut Aturan
dan Hasil !isualisasi "am#ai #ada $a%tu &ertentu
!ersi Cellular Automata dari Persamaan Gelombang
*imensi ruang dan dimensi waktu pada persamaan gelombang memiliki
nilai yang kontinyu. 6ntuk kekontinyuan dimensi ruang dinyatakan dengan
yang nilainya sama dengan lebar sebuah sel. =ika terdapat ! sel dan panjang
garis di bawah sel adalah
"en#t$
maka
! "en#t$
. Sedangkan untuk
menyatakan dimensi waktu digunakan % yang sesuai dengan jarak antar dua
garis. =ika terdapat N pembaharuan &update' dan jangka waktu yang telah dilalui
adalah (uration% maka
N (uration% %
$8ucker, 1004, $9nline',
http%::cafa@.com:e7tra:rucker.wa#e.html'.
Persamaan gelombang menyatakan bahwa turunan kedua intensitas
terhadap waktu sebanding dengan kuadrat
v
dikali turunan kedua intensitas
terhadap posisi. *an konstanta
v
menyatakan kecepatan gelombang yaitu
kecepatan maksimal gelombang merambat dalam medium. *engan kata lain
v

dapat dipandang sebagai !kecepatan cahayaA atau !kecepatan bunyiA.6ntuk
gelombang yang merambat dengan kecepatan maksimal, maka cepat rambat
gelombang sama dengan cepat rambat cahaya di ruang hampa
' $ c v
, sehingga
persamaan $2' menjadi
2
2
2
2
2
dx
u d
c
dt
u d
$11'
*alam mempelajari cellular automata satu dimensi kata !kecepatan
cahayaA menjadi satu bahasan tersendiri, karena cellular automata tertentu hanya
memperhatikan tetangga terdekat pada kedua sisinya tanpa memperhatikan efek
yang mempengaruhi gerakan melintang cellular automata yang lebih cepat dari
pergantian tiap sel. =ika cellular automata memperhatikan dua tetangga
terdekatnya, maka !kecepatan cahayaA menjadi dua sel tiap update dan
seterusnya. (emungkinan terakhir sel memperhatikan tetangga terdekatnya tetapi
membutuhkan dua langkah waktu untuk bisa menerapkan pergantian terhadap sel
yang bersangkutan. <al ini merupakan masalah nyata dalam sel cellular automata
ini, yaitu memperhatikan tetangga terdekatnya tetapi efeknya memerlukan dua
langkah untuk digabung. 3rtinya kecepatan gelombang akan menjadi 1.1 sel per
update. *alam bentuk $lebar sebuah sel' dan % $langkah waktu per
update'
c
sebanding dengan dibagi dengan % 2 . =ika pada cellular
automata yang memiliki pengaruh langsung maka
c
menjadi
%
, serta
bila memiliki efek langsung dan memperhatikan dua tetangga terdekatnya maka
c
menjadi
% 2
dan seterusnya.
)ila tiap sel berisi dua bilangan real yaitu intensitas
u
dan kecepatan ) ,
maka kecepatan sel menyatakan rerata perubahan intensitas sel atau
dt
du
)
.
Sehingga persamaan $11' dapat dinyatakan menjadi
( )
2
2
2
dx
u d
c
dt
d)
$12'
dimana
dt
d)
dinyatakan sebagai percepatan.
6ntuk
2
2
dx
u d
digunakan pendekatan bahwa sebuah sel intensitasnya C ,
satu tetangga terdekat di sisi kiri " dan satu tetangga terdekat di sisi kanan * .
Burunan pertama intensitas terhadap posisi dapat dinyatakan sebagai
( ) " C
,
( ) C *
atau rerata keduanya
( ) " * 2
sesuai dengan sel tetangga
ditinjau. Sedangkan turunan kedua intensitas terhadap posisi menjadi
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) C * " C atau dapat ditulis
2 2
2
2

* C "
dx
u d

+
. $12'
Persamaan $12' disubtitusi ke persamaan $12', menghasilkan
( )

,
_

2
2
2

* C "
c
dt
d)
. $15'
)entuk cellular automata dari persamaan gelombang harus memenuhi aturan
update+ yaitu
intensitas baru C intensitas lama D
E %
kecepatan,
$11'
kecepatan baru C kecepatan lama D
E %
percepatan
$1&'
$8ucker, 1004, $9nline', http%::cafa@.com:e7tra:rucker.wa#e.html'.
aktu $t'
Posisi $x'
Gelombang ,inier
Solusi persamaan gelombang hanya bisa didekati dengan titik grid pada
bidang $x+t'. Bitik tersebut diberi nama
' , $
n
,
t x
dimana
! , ,..., 2 , 1 , 0
dan
N n ,..., 2 , 2 , 1
disingkat
' , $
n
,
n
,
t x - -
dan
' , $
n
,
n
,
t x u u
, dimana
' , $
n
,
t x -

adalah pendekatan numerik pada titik grid yang mengacu pada solusi persamaan
gelombang
' , $
n
,
t x u
$8ucker, 1004, $9nline',
http%::www.cs.sjsu.edu:;rucker:capow:paper:node2.html'.
=ika
n
,
-
dan
n
,
)
menyatakan nilai - dan ) pada sel posisi , dan waktu n,
n
,
-
1
dan
n
,
-
1 +
menyatakan nilai sel - dari tetangga kiri dan kanan,
1 n
,
-
dan
1 + n
,
-
menyatakan nilai sel - lama dan nilai - baru , sedangkan
1 + n
,
)

menyatakan nilai sel ) baru. >ilai sel - dengan tetangga-tetangganya dalam
bidang $x+t' digambarkan seperti pada ,ambar 2.5.
1
1

n
,
-
1 n
,
-
1
1

+
n
,
-
n
,
-
1
n
,
-
n
,
-
1 +
1
1
+

n
,
-
1 + n
,
-
1
1
+
+
n
,
-
Gambar 2.- .ilai "el U dengan &etangga/tetangga &erde%atn0a #ada 1idang (x,t)
Pada gelombang linier, persamaan $11' dan $1&' dapat dinyatakan menjadi
sebagai berikut.
1 1
' $
+ +
+
n
,
n
,
n
,
) t - -
, $1+'

,
_

+
+
+
+
2
1 1
2 1
' $
2
' $
x
- - -
c t ) )
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
. $14'
)ila
t - - )
n
,
n
,
n
,


' $
1
dan persamaan $14' di subtitusi ke persamaan $1+'
diperoleh persamaan sebagai berikut.

,
_

,
_

+
+

+
+

+
2
1 1
2
1
1
' $
2
' $
x
- - -
c t
t
- -
t - -
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
,
( )
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
- - -
x
t c
- - -
1 1
2
1 1
2 2
+
+
+
,
_

+ + . $10'
*imana cepat rambat tercepat adalah satu ruang sel per satu waktu update,
sehingga kecepatan maksimal gelombang
c
adalah selalu satu.

Gelombang .onlinier
Pada gelombang nonlinier, dengan cara yang sama seperti pada gelombang
linier dan sesuai dengan persamaan $0' dan $10', maka diperoleh persamaan
gelombang nonlinier kuadratik
( )
( ) ( ) ( )
1
1
]
1


+ +

,
_

+ +
+
+
+
2
1
2
1 1
1 1
2
2
1 1
2
2
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
- - - - k
- - -
x
t
- - -
. $20'
Sedangkan untuk gelombang nonlinier kubik diperoleh
( )
( ) ( ) ( )
1
1
]
1


+ +

,
_

+ +
+
+
+
2
1
2
1 2
1 1
2
2
1 1
2
2
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
n
,
- - - - k
- - -
x
t
- - -
. $21'
*imana
1
k
dan
2
k
merupakan konstanta nonlinieritas $8ucker, 1004, $9nline',
http%::www.mathcs.sjsu.edu:faculty:rucker:capow:paper:rrca.html'.
&e%ni% Pemrograman
Program ini digunakan untuk mem#isualisasikan solusi persamaan
diferensial gelombang satu dimensi dengan menggunakan model continuous
cellular automata. Pada model tersebut persamaan diferensial gelombang diubah
dalam #ersi cellular automata, dimana tiap sel merupakan suatu struktur data
kecil berisi dua angka-angka real intensitas - yang menyatakan u, dan kecepatan
) yang menyatakan
t
u
. Fersi cellular automata dari persamaan gelombang
dinyatakan seperti pada persamaan $10', $20', dan $21'. (eadaan awal sel $nilai
awal' diperoleh dari gelombang sinus atau deret /ourier yang membentuk
gelombang kotak, segitiga, atau gigi gergaji.
3gar nilai intensitas dan kecepatan berhingga maka dilakukan clampin#
terhadap nilai-nilai tersebut. ?denya adalah nilai intensitas tidak boleh lebih dari
atau kurang dari nilai batas intensitas yang ditetapkan. )ila terdapat nilai di atas
nilai maksimum maka nilai tersebut sama dengan nilai maksimum, sedangkan bila
di bawah nilai minimum maka nilai tersebut sama dengan nilai minimum.
Clampin# bukan merupakan proses fisika, tetapi dalam simulasi dipandang
sebagai pemodelan persamaan diferensial.
Hasil Program dan Pembaasan
Saat program dijalankan, terdapat bermacam hasil #isualisasi solusi
persamaan gelombang satu dimensi
' , $ t x u
dalam beberapa waktu update, nilai
' , $ t x u
pada hasil #isualisasi, dan grafik
' $x u
terhadap x pada tiap waktu t dari
berbagai jenis gelombang yang diinginkan pengguna $user'. ,ambar 5.1
menunjukkan hasil #isualisasi gelombang linier dengan 025 . 0 x , 02 . 0 t ,
dan jumlah sel 100 ! .

(a) (b)

(*) (d)
Gambar -.1 Hasil !isualisasi Gelombang ,inier dengan 2345.52-, 2t45.52, dan 64255; (a)
.ilai A7al "inus, .4155; (b) .ilai A7al 8ota%, .4155; (*) .ilai A7al "egitiga,
.4255; (d) .ilai A7al Gigi Gerga9i, .4155
,ambar 5.1 $a' merupakan hasil #isualisasi dengan nilai awal berupa gelombang
sinus sampai pada update 100 N , ,ambar 5.1 $b' nilai awal berupa deret
/ourier yang membentuk gelombang kotak pada 100 N , ,ambar 5.1 $c' nilai
awal berupa deret /ourier yang membentuk gelombang segitiga pada 200 N ,
dan ,ambar 5.1 $d' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk gelombang
gigi gergaji pada 100 N .
,ambar 5.2 menunjukkan hasil #isualisasi gelombang linier dengan
025 . 0 x , 02 . 0 t , dan jumlah sel 100 ! setelah mencapai waktu update
+00 N . ,ambar 5.2 $a' merupakan hasil #isualisasi dengan nilai awal berupa
gelombang sinus, ,ambar 5.2 $b' nilai awal berupa deret /ourier yang
membentuk gelombang kotak, ,ambar 5.2 $c' nilai awal berupa deret /ourier
yang membentuk gelombang segitiga, dan ,ambar 5.2 $d' nilai awal berupa deret
/ourier yang membentuk gelombang gigi gergaji.

(a) (b)

(*) (d)
Gambar -.2 Hasil !isualisasi Gelombang ,inier dengan 2345.52-, 2t45.52, 64255, dan
.4:55 (a) .ilai A7al "inus; (b) nilai a7al %ota%; (*) nilai a7al segitiga;
(d) .ilai A7al Gigi Gerga9i
,ambar 5.2 menunjukkan hasil #isualisasi gelombang nonlinier kuadratik
dengan konstanta nonlinier 0+& . 0 k , 025 . 0 x , 02 . 0 t , dan jumlah sel
200 ! .

(a) (b)

(*) (d)

(e) (f)

(g) ()
Gambar -.+ Hasil !isualisasi Gelombang .onlinier 8uadrati% dengan %45.5:;, 2345.52-,
2t45.52, dan 64255 (a) .ilai A7al "inus, .4255; (b) .ilai A7al "inus, .4:55; (*)
.ilai A7al 8ota%, .4255; (d) .ilai A7al 8ota%, .4:55; (e) .ilai A7al "egitiga,
.4255; (f) .ilai A7al "egitiga, .4:55; (g) .ilai A7al Gigi Gerga9i, .4255; ()
.ilai A7al Gigi Gerga9i, .4:55
,ambar 5.2 $a' merupakan hasil #isualisasi dengan nilai awal berupa
gelombang sinus sampai pada update 200 N , sedangkan ,ambar 5.2 $b' pada
+00 N . ,ambar 5.2 $c' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk
gelombang kotak pada 200 N , sedangkan ,ambar 5.2 $d' pada +00 N .
,ambar 5.2 $e' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk gelombang
segitiga pada 200 N , sedangkan ,ambar 5.2 $f' pada +00 N . ,ambar 5.2 $g'
nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk gelombang gigi gergaji pada
200 N , sedangkan ,ambar 5.2 $h' pada +00 N .
,ambar 5.5 menunjukkan hasil #isualisasi gelombang nonlinier kubik
dengan konstanta nonlinier 02 . 0 k , 025 . 0 x , 02 . 0 t , dan jumlah sel
200 ! . ,ambar 5.5 $a' merupakan hasil #isualisasi dengan nilai awal berupa
gelombang sinus sampai pada update 200 N , sedangkan ,ambar 5.5 $b' pada
+00 N . ,ambar 5.5 $c' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk
gelombang kotak pada 200 N , sedangkan ,ambar 5.5 $d' pada +00 N .

(a) (b)

(*) (d)
Gambar -.- Hasil !isualisasi Gelombang .onlinier 8ubi% dengan %45.5+, 2345.52-, 2t45.52,
dan 64255 (a) .ilai A7al "inus, .4255; (b) .ilai A7al "inus, .4:55; (*) .ilai
A7al 8ota%, .4255; (d) .ilai A7al 8ota%, .4:55
,ambar 5.1 menunjukkan hasil #isualisasi gelombang nonlinier kubik
dengan konstanta nonlinier 02 . 0 k , 025 . 0 x , 02 . 0 t , dan jumlah sel
200 ! . ,ambar 5.1 $a' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk
gelombang segitiga pada 200 N , sedangkan ,ambar 5.1 $b' pada +00 N .
,ambar 5.1 $c' nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk gelombang gigi
gergaji pada 200 N , sedangkan ,ambar 5.1 $d' pada +00 N .

(e) (f)

(g) ()
Gambar -.< Hasil !isualisasi Gelombang .onlinier 8ubi% dengan %45.5+, 2345.52-, 2t45.52,
dan 64255 (a) .ilai A7al "egitiga, .4255; (b) .ilai A7al "egitiga, .4:55; (*)
.ilai A7al Gigi Gerga9i, .4255; (d) .ilai A7al Gigi Gerga9i, .4:55
Pada ,ambar 5.1, 5.2, 5.2, 5.5, dan 5.1 tampak bahwa untuk nilai awal
berupa gelombang sinus, atau nilai awal berupa deret /ourier yang membentuk
gelombang kotak, atau gigi gergaji pada setiap jenis gelombang $linier, nonlinier
kuadratik, dan nonlinier kubik', dihasilkan pola #isualisasi yang berbeda dari
waktu ke waktu update, kecuali pada gelombang linier dan nonlinier kubik
dengan nilai awal berupa gelombang sinus. Sedangkan untuk nilai awal berupa
deret /ourier yang membentuk gelombang segitiga, dihasilkan pola #isualisasi
yang hampir sama dari waktu ke waktu update.
Pengaruh nonlinieritas pada gelombang menyebabkan perubahan pola
#isualisasi dari waktu ke waktu update semakin cepat. Pada gelombang nonlinier
kuadratik, pengaruh nonlinier lebih cepat bila dibandingkan dengan gelombang
nonlinier kubik. <al tersebut dapat dilihat pada ,ambar 5.4 $a', ,ambar 5.4 $c'
dan ,ambar 5.0 $c' dimana sebelum update 200 N pola #isualisasi yang
dihasilkan sudah mengalami banyak perubahan, sedangkan pada ,ambar 5.10 $a',
,ambar 5.10 $c', dan ,ambar 5.11 $c' pola #isualisasi yang dihasilkan tidak
mengalami banyak perubahan.
Fisualisasi pada gelombang nonlinier kubik $,ambar 5.10 dan ,ambar
5.11' memiliki hasil yang hampir sama dengan #isualisasi pada gelombang linier
$,ambar 5.& dan ,ambar 5.+'. <al ini disebabkan nilai konstanta nonlinier yang
sangat kecil menyebabkan bagian nonlinier dari persamaan nonlinier kubik tidak
begitu berarti, sehingga nilai
' , $ t x u
pada gelombang nonlinier kubik mendekati
nilai
' , $ t x u
pada gelombang linier. Sedangkan nilai
' , $ t x u
yang dihasilkan
dalam program ini memiliki kon#ersi perbandingan nilai tertentu.
Secara umum hasil #isualisasi yang diperoleh dari program ini, sesuai
dengan hasil #isualisasi program yang sudah ada, yaitu program G3P9 dan
program Searc$in# for /( CAs 0y Harry Fu. >amun ada beberapa hasil
#isualisasi program G3P9 yang tidak dapat dihasilkan oleh program ini. <al
tersebut disebabkan karena program ini memiliki jumlah langkah update yang
terbatas yaitu +00 N .
.
A. Persamaan 8e*e#atan Perambatan Gelombang
(ecepatan perambatan gelombang adalah satu panjang
gelombang dibagi periode. Secara matematis kecepatan perambatan
gelombang ) dapat ditulis sebagai berikut %
(arena f 1 1:% maka kecepatan perambatan gelombang juga dapat ditulis sebagai
berikut %
dengan %
v 1 kecepatan perambatan gelombang $m'
% 1 Periode gelombang $s'
f 1 /rekuensi gelombang $<H'
I C panjang gelombang $m'
1. Persamaan Gelombang
=ika seutas tali yang cukup panjang digetarkan sehingga pada tali terbentuk
gelombang trans#ersal berjalan. ,elombang merambat dari titik A sebagai pusat
koordinat menuju arah sumbu x positif. Perhatikan gambar dibawah ini.

=ika titik A telah bergetar secara periodik selama t sekon. Simpangan gelombang
di titik A akan memenuhi simpangan getaran harmonik, yang memenuhi
persamaan berikut%
dengan%
y 1 Simpangan gelombang $m'
A 1 3mplitudo atau simpangan maksimum $m'
J 1 (ecepatan sudut $rad:s'
t 1 Kamanya getaran $s'
9leh karena %
maka persamaan simpangan diatasdapat ditulis menjadi %
y = A sin 2L M
=onto soal(
1. Pada permukaan sebuah kolam terdapat dua helai daun yang terpisah satu
dengan yang lainnya sejauh &0 cm. (eduanya turun naik bersama permukaan air
dengan frekuensi 2 <H. )ila salah satu berada di puncak bukit gelombang, yang
lainnya berada di dasar gelombang. Sedangkan di antara kedua daun itu terdapat
satu bukit gelombang, tentukan cepat rambat gelombang pada permukaan kolam N
*ik % f 1 2 Hz
*it % v...... N
Pen0elesaian (
Panjang gelombang yang terbentuk dari bukit pertama ke lembah gelombang
kedua pada jarak &0 cm
adalah % 2:2 I C &0 cm, sehingga
I C 2 7 &0:2 cm
I C 50 cm
*engan demikian,
v 1 If
v C $50 cm' $2 Hz'
v 1 40 cm:s
2. Sebuah gelombang berjalan mempunyai persamaan simpangan - C 0,1 sin L
$50t D 47' m. Gepat rambat gelombang tersebut adalah N
Pen0elesaian (
- C 0,1 sin L $50t D 47' m
- C 0,1 sin $50 Lt D 4 L7' m
J C 50L + dimana J C 2Lf
2Lf C 50L
f 1 50L:2L
f C 20 Hz
k 1 2Lx 2 I
4 L7 C 2Lx 2 I
I 1 4L : 2L
I C 5L
I C 0,21 m
v 1 f x I
v 1 20 Hz x 0,21 m
v 1 1 m:s
6ntuk menurunkan persamaan differensial yang mengatur gerak membran ini,
dilihat gaya-gaya yang bekerja pada membran tersebut. (arena defleksi membran
dan sudut inklinasinya kecil, maka tegangannya bersifat tangensial atau
menyinggung membran tersebut. Sehingga gaya-gaya yang bekerja pada sisi-sisi
bagian kecil tersebut sama dengan B*7 dan B *y.
Sesuai dengan gambar di atas, di mana komponen #ertikal gaya tersebut
sepanjang sisi yang sejajar dengan bidang adalah%
6ntuk memperoleh persamaan gelombang yang berbentuk persamaan differensial
parsial digunakan hukum ?? >ewton yaitu resultan gaya yang bekerja pada suatu
benda sebanding dengan massa dan percepatannya , yang
dihitung pada titik antara y dan y D di mana adalah massa membran
persatuan luas, sedangkan dan adalah luas bagian membran. =adi menurut
hukum ?? >ewton%
)egitu pula, resultan komponen horiHontal dari gaya yang bekerja pada kedua sisi
lainnya adalah

"enurut hukum ?? >ewton yaitu resultan gaya yang bekerja pada suatu benda
sebanding dengan massa dan percepatannya yang dihitung pada titik
antara 7 dan 7 D , dimana adalah massa membran persatuan luas,
sedangkan dan adalah luas bagian membran. =adi menurut hukum ?? >ewton
adalah



Persamaan $2.2&' adalah persamaan gelombang dimensi dua yang berbentuk
persamaan differensial parsial orde dua. (arena B menyatakan tegangan yang
selalu bernilai positif dan menyatakan massa jenis yang bernilai positif,
maka diambil untuk menunjukkan bahwa konstanta itu selalu bernilai
positif.
Persamaan ,elombang 2 *imensi dan 2 *imensi
Sumber :