Anda di halaman 1dari 3

Fungsi gamma

Di dalam matematika, fungsi gamma (disajikan oleh huruf kapital Yunani ) merupakan ekstensi
atau perluasan dari fungsi faktorial, dengan argumennya digeser turun oleh 1, ke bilangan real
dan kompleks. Yaitu, jika n adalah bilangan bulat positif, maka:

Fungsi gamma didefinisikan untuk semua bilangan kompleks, kecuali bilangan bulat negatif dan
nol. Untuk bilangan kompleks yang bagian realnya positif, fungsi gamma terdefinisi melalui
sebuah integral takwajar yang konvergen:

Fungsi integral ini diperluas oleh kekontinuan analitik terhadap semua bilangan kompleks,
kecuali bilangan bulat tak-positif (di mana fungsi ini memiliki kutub-kutub yang sederhana),
menghasilkan fungsi meromorfik yang kita sebut fungsi gamma.
Fungsi gamma adalah sebuah komponen di dalam berbagai fungsi distribusi peluang, dan
dengan demikian fungsi gamma dapat diterapkan pada cabang peluang dan statistika, serta
kombinatorika.
Motivasi
Fungsi gamma dapat dipandang sebagai solusi bagi persoalan interpolasi berikut ini:
"Tentukanlah sebuah kurva mulus yang menghubungkan titik-titik (x, y) yang diberikan
oleh y = (x 1)! pada nilai-nilai bilangan bulat positif untuk x."
Plot beberapa faktorial pertama memperjelas bahwa kurva tersebut dapat dilukis, tetapi akan
lebih baik jika diketahui sebuah rumus yang secara tepat menggambarkan kurva tersebut, di
mana banyaknya operasi tidak bergantung kepada ukuran x. Rumus sederhana untuk
faktorial, n! = 1 2 n, tidak dapat digunakan secara langsung untuk nilai-nilai pecahan x
karena ia hanya akan sahih ketika x merupakan bilangan asli (yakni, bilangan bulat positif).
Tidak terdapat solusi sederhana untuk faktorial; sembarang paduan perjumlahan, perkalian,
perpangkatan, fungsi eksponensial, atau logaritma dengan sebuah bilangan tetap dari suku-
suku yang terlibat tidak akan cukup untuk menyatakan x!. Hampiran Stirling secara asimtotik
sama dengan fungsi faktorial untuk nilai x yang cukup besar. Adalah dimungkinkan untuk
menentukan rumus umum faktorial dengan menggunakan alat seperti integral dan limit dari
kalkulus. Solusi yang baik untuk masalah ini adalah fungsi gamma.
Terdapat tak-hingga banyaknya perluasan kontinu faktorial ke bilangan-bilangan takbulat:
terdapat tak-hingga banyaknya kurva yang dapat dilukis melalui sembarang himpunan titik-titik
yang terkucil. Fungsi gamma adalah solusi yang paling praktis, bersifat analitik (kecuali untuk
bilangan bulat tak-positif), dan fungsi gamma dapat dikarakterisasi dalam beberapa cara.
Meskipun demikian, fungsi gamma bukanlah satu-satunya fungsi analitik yang memperluas
faktorial, karena jika dilakukan penambahan suatu fungsi analitik yakni nol pada bilangan bulat
positif akan memberi fungsi lain dengan sifat itu.

untuk x yang sama dengan bilangan real positif. Teorema BohrMollerup membuktikan bahwa
sifat-sifat ini, bersama-sama dengan asumsi bahwa f konveks logaritmik (alias:
"superkonveks"
[
), menentukan f secara unik untuk input bilangan real positif. Dari sana, fungsi
gamma dapat diperluas ke nilai-nilai real dan kompleks (kecuali bilangan bulat negatif dan nol)
dengan menggunakan kekontinuan analitik f yang unik.
Definisi
1. Definisi Utama
Notasi (z) digunakan atas jasa Legendre. Jika bagian real bilangan kompleks z adalah
positif (Re(z) > 0), maka integral

konvergen mutlak, dan dikenal sebagai Integral Euler jenis kedua (Integral Euler jenis
pertama mendefinisikan fungsi Beta). Dengan menggunakan integrasi parsial, akan
diketahui bahwa fungsi gamma memenuhi persamaan fungsional:

Pemaduan ini dengan (1) = 1, menghasilkan:

untuk setiap bilangan bulat positif n.

Identitas (z) = (z+1) / z dapat digunakan (atau kekontinuan analitik dapat digunakan,
juga memberikan hasil yang sama) untuk memperluas perumusan integral bagi (z) ke
suatu fungsi meromorfik yang terdefinisi untuk setiap bilangan kompleks z,
kecuali z = n untuk bilangan bulat n 0, di mana fungsi memiliki kutub-kutub
sederhana dengan residu (1)
n
/n!.
Inilah versi yang diperluas yang biasa disebut sebagai fungsi gamma.
2. Definisi Alternatif
Definisi-definisi perkalian takhingga untuk fungsi gamma, masing-masing oleh Euler dan
Weierstrass, adalah sahih untuk setiap bilangan kompleks z, kecuali bilangan bulat tak-
positif:

di mana merupakan konstanta EulerMascheroni. Adalah mudah untuk
menunjukkan bahwa definisi Euler memenuhi persamaan fungsional (1) di atas.
Sebuah parametrisasi fungsi gamma diberikan dalam suku-suku polinom Laguerre yang
diperumum,
yang konvergen ke Re(z) < 1/2.
Dalam cara yang berbeda, dapat ditunjukkan bahwa

dengan bagian real z lebih besar daripada 1.

Sumber :
http://fadlibae.files.wordpress.com/2010/04/fungsi-gamma.pdf
http://pardede.staff.gunadarma.ac.id/
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/hikam/material/funkhus01muhammadhikam.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsi_gamma
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/196908171994031-
ANDI_SUHANDI/Fungsi_khusus_integral_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf