Anda di halaman 1dari 35

INSTRUMEN PENILAIAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Nama Peserta : . Prodi : ..


Petunjuk
Berilah skor pada butir-butir perencanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada
kolom skor 1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria berikut.
1=sangat tidak baik 2=tidak baik 3= kurang baik 4=baik 5=sangat baik
No. ASPEK YANG DINILAI SKOR
Indikator dan tujuan pembelajaran (1-4)
1. Kejelasan rumusan indikator 1 2 3 4 5
2. Penjabaran indikator sesuai tuntutan Kompetensi Dasar (KD) 1 2 3 4 5
3. Kejelasan perumusan tujuan pembelajaran (tidak menimbulkan
penafsiran gAnda dan mengandung perilaku hasil belajar)
1 2 3 4 5
4. Penjabaran tujuan pembelajaran sesuai dengan indikator 1 2 3 4 5
Kegiatan Pembelajaran (5-11)
5. Rumusan kegiatan pembelajaran memuat dengan jelas peran
guru dan peran siswa
1 2 3 4 5
6. Kejelasan skenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan
pembelajaran : pendahuluan, inti, dan penutup)
1 2 3 4 5
7. Kegiatan pendahuluan mencakup kegiatan apersepsi,
menyampaiakan tujuan pembelajaran dan motivasi
1 2 3 4 5
8. Kegiatan inti memuat urutan kegiatan yang logis untuk
mencapai tujuan pembelajaran
1 2 3 4 5
9. Metode yang dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran 1 2 3 4 5
10. Kegiatan inti sesuai dengan metode yang telah ditetapkan 1 2 3 4 5
11. Kejelasan kegiatan penutup mencakup (refleksi, merangkum) 1 2 3 4 5
Kelengkapan
12. Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penskoran)dan
media yang diperlukan
1 2 3 4 5
Materi ajar dan bahan ajar (13-16)
13. Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan karakteristik
peserta didik)
1 2 3 4 5
14. Bahan ajar yang dikembangkan menunjang ketercapaian tujuan
pembelajaran
1 2 3 4 5
15. Akurasi dan kebenaran materi ajar 1 2 3 4 5
16. Bahasa yang digunakan benar dan jelas 1 2 3 4 5
Lembar Kerja Siswa (jika ada) (17-20)
17. Menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran 1 2 3 4 5
18. Kejelasan instruksi atu langkah-lagkah kegiatan 1 2 3 4 5
19. Format dan tata letak gamabr menarik 1 2 3 4 5
20. Bahasa yang digunakan benar dan jelas 1 2 3 4 5
21. Pemilihan sumber/media pembelajaran (sesuai dengan tujuab,
materi,)
1 2 3 4 5
Skor total

INSTRUMEN PENILAIAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Nama Peserta : . Prodi : ..
Petunjuk
Berilah skor pada butir-butir perencanaan pembelajaran dengan cara melingkari angka pada
kolom skor 1,2,3,4,5) sesuai dengan kriteria berikut.
1=sangat tidak baik 2=tidak baik 3= kurang baik 4=baik 5=sangant baik
No. ASPEK YANG DINILAI SKOR
1. PRA PEMBELAJARAN
1. Memeriksa kesiapan siswa 1 2 3 4 5
2. Melakukan kegiatan apersepsi 1 2 3 4 5
II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A Penguasaan Materi Pelajaran
3. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 1 2 3 4 5
4. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 1 2 3 4 5
5. Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki
belajar
1 2 3 4 5
6. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 1 2 3 4 5
B Pendekatan/Strategi Pembelajaran
7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan)
yang akan dicapai dan karakteristik siswa
1 2 3 4 5
8. Melaksanakan pembelajaran secara runtut 1 2 3 4 5
9. Menguasai kelas 1 2 3 4 5
10. Melakasanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual 1 2 3 4 5
11. Melakasanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya
kebiasaan positif
1 2 3 4 5
12. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan
1 2 3 4 5
C Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
13. Menggunakan media secara efektif dan efisisen 1 2 3 4 5
14. Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 3 4 5
15. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 1 2 3 4 5
D Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan
siswa

16. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 1 2 3 4 5
17. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons siswa 1 2 3 4 5
18 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar 1 2 3 4 5
E Penilaian proses dan hasil belajar
19. Memacu kemajuan belajar selama proses 1 2 3 4 5
20. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi (tujuan) 1 2 3 4 5
F Penggunaan bahasa
21. Menggunakan bahasa lisan dan tulis yang jelas, baik, dan benar 1 2 3 4 5
22. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai 1 2 3 4 5
III PENUTUP
23. Melakukan refleksi atau mambuat rangkuman dengan
melibatkan siswa
1 2 3 4 5
24. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau 1 2 3 4 5
kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan
Total skor

IV. Secara umum penilaian Anda terhadap peserta yang Anda amati adalah peserta tersebut
mempunyai kemampuan yang
1. Sangat kurang 2. Kurang 3. Baik 4.Sangat baik
(silang yang sesuai)

V. Hal-hal yang perlu ditingkatkan adalah :

..


Surabaya, 2013
Penilai





PERANGKAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SILABUS
Satuan pendidikan : SMA XII
Kompetensi Inti:
KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran,
damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

3. Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel
.
1.1.

Mengagumi keteraturan dan
kompleksitas ciptaan Tuhan
tentang struktur dan fungsi
DNA, gen dan kromosom
dalam pembentukan dan
pewarisan sifat serta
pengaturan proses pada
mahluk hidup.

Hukum Mendel dan
penyimpangan semu
Hukum Mendel
Permasalahan
Interaksi
Kripstomeri
Epistasis/hipostati
s
Komplementer
Polimeri



Mengamati
Mengkaji literatur tentang istilah-
istilah: allele, genotip, fenotip, dan
gamet.
Pewarisan sifat menurut Mendel .
Pewarisan sifat menurut
penyimpangan semu Hukum Mendel.
Mengamati keanekaragam gen, dan
jenis pada lingkungan sekitar
(keluarga, teman sekolah, tetangga,
dll).

Menanya
Mengapa pada mahluk hidup satu
keturunan memiliki persamaan
sekaligus perbedaan?
ciri ciri mahluk hidup mana sajakah
yang diwariskan (misalnya ciri-ciri
tubuh dalam anggota keluarga

Tugas
Membuat model
pewarisan sifat
sesuai
pengamatan yang
dilakukan pada
hewan atau
tumbuhan di
sekitarnya

Observasi
-

Portofolio
-

Tes
Pemahaman
tentang pola-pola

3 minggu
x 4 JP



















Buku Biolosi
siswa
Buku Biologi
Campbell
Kotak dan
kancing
genetika /
baling-baling
genetika

1.2. Menyadari dan mengagumi
pola pikir ilmiah dalam
kemampuan mengamati
bioproses.

1.3. Peka dan peduli terhadap
permasalahan lingkungan
hidup, menjaga dan
menyayangi lingkungan
sebagai manisfestasi
pengamalan ajaran agama
yang dianutnya.
siswa)?
bagaimana pewarisan sifat itu terjadi?

Eksplorasi / Eksperiment:
Mendemonstrasikan pembentukan
gamet menggunakan kancing
genetika/baling-baling genetika.
Melakukan simulasi persilangan
monohibrid dan dihibrida
menggunakan kancing
genetika/baling-baling genetika.
Mengkaitkan hasil demonstrasi dan
simulasi dengan kajian literatur tentang
pola penurunan sifat menurut Mendel
(Hukum Mendel I dan II).
Membuat bagan persilangan
monohibrid dan dihibrid mulai dari
membuat simbul gen, gamet, genotip
dan menentukan fenotip induk dan
menentukan ratio genotip dan fenotip
F1 dan F 2 nya menggunakan sistem
papan catur atau sistem garpu.
pewarisan sifat
dan penerapannya
dalam kehidupan
sehari-hari










































2.1. Berperilaku ilmiah: teliti,
tekun, jujur terhadap data
dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam
observasi dan eksperimen,
berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai,
berpendapat secara ilmiah
dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam
melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun
di luar kelas/laboratorium.

2.2. Peduli terhadap
keselamatan diri dan
lingkungan dengan
menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat
melakukan kegiatan
pengamatan dan percobaan
di laboratorium dan di
lingkungan sekitar.

Melakukan analisis pewarisan sifat
menurut penyimpangan semu Hukum
Mendel dari hasil percobaan.

Mengasosiasikan
Latihan soal persilangan monohibrid
dan dihibrid pada berbagai organisme
(tumbuhan, hewan, dan manusia).
Membuat kesimpulan tentang
persilangan menurut pola Mendel dan
penyimpangan semu hukum Mendel.

Mengkomunikasikan
Membuat laporan tertulis hasil
percobaan persilangan dengan
kancing / baling-baling genetika
menurut pola Mendel dan
penyimpangan semu hukum Mendel.























3.5. Memahami pola-pola
Hukum Mendel
4.5. Mengaitkan pola-pola
Hukum Mendel dengan
peristiwa yang ditemukan
sehari-hari.



RPP
Sekolah : SMA XII
Matapelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XIi/Ganjil
Materi Pokok : Pola Pewarisan Sifat pada Hukum Mendel
Alokasi Waktu : 1x 45 Menit
A. KOMPETENSI INTI
KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan





B. KOMPETENSI DASAR

1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang
struktur dan fungsi DNA, gen dan kromosom dalam pembentukan dan
pewarisan sifat serta pengaturan proses pada mahluk hidup.
1.2. Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan
mengamati bioproses.

1.3. Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan
menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama
yang dianutnya.

2.1. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin,
tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan
santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli
lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat
secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap
tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam
kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

2.2. Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan
prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan
percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.

3.5. Memahami pola-pola Hukum Mendel
Indikator:
3.5.1 Siswa dapat menjelaskan pola-pola pewarisan sifat Hukum Mendel
4.5. Mengaitkan pola-pola Hukum Mendel dengan peristiwa yang ditemukan
sehari-hari.


C. TUJUAN

3.5.1.1 Dengan mengamati, menanya, mengekplorasi, mengelaborasi, dan
mengkomunikasikan secara cermat dan teliti tentang video tentang
demonstrasi pola-pola pewarisan sifat hukum Mendel menggunkan
kancing maka siswa dapat menjelaskan pola-pola pewarisan sifat Hukum
Mendel

D. MATERI PEMBELAJARAN
Genetika Mendel
Hereditas merupakan proses penurunan sifat setiap makhluk hidup
dari orang tua pada keturunannya. Hukum tentang hereditas baru
ditemukan pada tahun 1990, yaitu berdasarkan rumusan hipotesis yang
dikemukakan oleh Gregor Mendel (1882-1884), seorang biarawan
Austria. Mendel dianggap berjasa besar dalam mengembangkan prinsip-
prinsip dasar genetika modern sehingga dikenal sebagai Bapak Genetika.
Ia mengemukakan bahwa faktor penentu sifat (Faktor X, yang kemudian
dikenal sebagai gen) dibagikan dalam unit-unit terpisah dan diwariskan
secara acak (bebas).
Beberapa istilah:
1. Alel : pasangan gen pada kromosom homolog yang memberikan sifat
yang berbeda atau sama pada suatu karakter.
2. Gamet : sel kelamin
3. Genotip : gen yang mempengaruhi karakter tetapi tidak tampak yang
ditentukan oleh pasangan gen dalam individu.
4. Fenotip : hasil ekspresi gen yang dapat ditangkap dengan panca indera
manusia. atau dengan kata lain adalah kenampakan morfologi yang
dapat diamati.
5. Parental : induk yang akan dikawinkan atau disilangkan atau
hibridisasi.
6. Filial : hasil dari proses perkawinan/persilangan/hibridisasi.
F1 = keturunan I
F2 =Keturunan II
Fn = keturunan ke-n
7. Sifat dominan : sifat alel yang pengaruhnya sangat kuat pada sebuah
karakter
8. Sifat resesif : sifat alel yang pengaruhnya dikalahkan oleh sifat
dominan
9. Homozigot : alel dengan sifat yang sama
10 .Heterozigot : alel dengan sifat yang berbeda
Persilangan Monohibrid atau monohibridisasi ialah suatu
persilangan dengan satu sifat beda. Sedangkan Persilangan dihibrid atau
dihibridisasi ialah persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda.

E. METODE PEMBELAJARAN

Model pembelajaran : Direct Instruction
Metode : Ceramah, demonstrasi, modelling, tanya-jawab
(resitasi), penugasan.

F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1. Media : Video
2. Alat/Bahan : komputer, LCD proyektor
3. Sumber Belajar : LKS dan buku siswa

G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

FASE PERAN GURU KEGIATAN SISWA
Kegiatan awal
Memotivasi siswa
Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
Guru menjelaskan
tujuan, informasi latar
belakang pelajaran,
pentingnya pelajaran,
mempersiapkan untuk
belajar tentang
pewarisan sifat hukum
Mendel dengan
menggunakan kancing

Kegiatan inti
Mendemonstrasikan
keterampilanataupengetahuan
Guru
mendemonstrasikan
keterampilan dengan
benar, atau menyajikan
video dan
mendemonstrasikan
tentang pola
pembentukan gamet
menggunakan kancing

Membimbing pelatihan Guru merencanakan
dan memberi
bimbingan pelatihan
awal yaitu siswa
dilatih untuk

FASE PERAN GURU KEGIATAN SISWA
menyusun
pembentukan gamet
menggunkan kancing
Mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik
Mengecek apakah
siswa telah berhasil
melakukan tugas
dengan baik, memberi
umpan balik

Memberi kesempatan latihan
lanjutan
Guru mempersiapkan
kesempatan
melakukan pelatihan
lanjutan, dengan
perhatian khusus pada
penerapan kepada
situasi lebih kompleks
dan kehidupan sehari-
hari

Kegiatan penutup
menyimpulkan Guru membimbing
siswa untuk
menyimpulkan

Tugas lanjutan Guru memberikan
beberapa soal tentang
persilangan
monohibrid dan
dihibrid





H. PENILAIAN

1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen
Penilaian unjuk kerja Lembar penilaian kinerja melakukan
praktikum dan Rubrik
Penilaian sikap Lembar Pengamatan Sikap dan rubrik
Tes Tertulis Tes Uraian

2. Instrumen

LKS Praktikum Genetika
Tujuan
1. Memahami sifat dominan dan resesif
2. Membuktikan Hukum Mendel I (Hukum Segregasi) atau pemisahan
secara bebas
Pengantar
Gen adalah faktor pembawa sifat yang membawa informasi dari
orang tua kepada keturunannya. Salah satu gen yang akan dibahas dalam
kegiatan ini adalah gen pembawa sifat tekstur rambut pada manusia yaitu :
gen lurus dan gen keriting. Diantara kedua gen ini ada yang bersifat
dominan (mengalahkan), dan ada yang bersifat resesif (dikalahkan).
Alat dan Bahan
1. Foto keluarga
2. Kancing genetika warna merah dan putih masing-masing 12 buah (6
pasang)
Langkah kerja Kegiatan I
1. Amatilah foto keluargamu!. Amati tekstur rambut pada masing-masing
anggota keluarga, lalu isi kolom bagan perkawinan di bawah ini
dengan lambang genotif: A untuk lurus dan a untuk keriting.

Nenek
Kakek
Nenek
Kakek
Ibu
Bapak
saya
Kakak
Adik
1. Amati bagan perkawinan yang telah kamu isi tersebut, lalu bandingkan
dengan bagan kelompok lain!
2. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
a. Jika keriting menikah dengan keriting, apakah dapat menghasilkan anak
dengan rambut lurus?
b. Jika lurus menikah dengan lurus, apakah dapat menghasilkan anak dengan
rambut keriting?
c. Jika lurus menikah dengan keriting atau sebaliknya, bagaimana hasilnya?
3. Berdasarkan kegiatan ini buatlah kesimpulan mengenai sifat rambut pada
manusia! (yang mana dominan dan yang mana resesif)

Langkah Kerja Kegiatan II
1. Siapkan 12 buah kancing genetika warna merah (dilambangkan dengan
M), kemudian letakkan pada kotak A.
2. Siapkan 12 buah kancing genetika warna putih (dilambangkan dengan m),
kemudian letakkan pada kotak B.
3. Ambil satu kancing dari kotak A dan satu kancing dari kotak B, kemudian
pasangkan. Lakukan hal ini pada kancing lainnya secara berulang sampai
seluruh kancing berpasangan.
4. Apakah sekarang seluruh kancing sudah berpasangan merah-putih?
5. Masukan 6 pasang kancing merah-putih itu pada kotak A, dan 6 pasang yang
lain pada kotak B.
6. Lepaslah semua kancing dari pasangannya
7. Setelah semua kancing terlepas, ambilah satu kancing dari kotak A dan satu
kancing dari kotakB. Lakukan pengambilan ini secara berulang tanpa melihat
isi kotak A dan B. Catat hasilnya pada tabel berikut ini!
Pengambilan ke-
Warna Kancing yang
Terambil Lambang Genotipe
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

8. Jika M bersifat dominan yang menentukan sifat fenotipe rambut lurus ,
sedangkan m bersifat resesif yang menentukan sifat fenotipe rambut
keriting, Buatlah bagan perkawinannya!
P1 : X
9. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?
Gamet P1 : X
F1 :
P2 : X
Gamet P2 :
F2 :

a. Lembar penilaian kinerja melakukan praktikum

No Aspek yang dinilai
Penilaian
1 2 3
1
Membuat rancangan
percobaan

2 Pengamatan
3 Data yang diperoleh
4 Kesimpulan


Rubrik penilaian unjuk kerja
Aspek yang dinilai
Penilaian
1 2 3
Membuat rancangan
percobaan
Rancangan percobaan
benar
Rancangan
percobaan benar,
tetapi tidak rapi
atau tidak
Rancangan
percobaan benar,
rapi, dan
memperhatikan
memperhatikan
keselamatan kerja
keselamatan
kerja
Pengamatan Pengamatan tidak
cermat
Pengamatan
cermat, tetapi
mengandung
interpretasi
Pengamatan
cermat dan bebas
interpretasi
Data yang diperoleh Data tidak lengkap Data lengkap,
tetapi tidak
terorganisir, atau
ada yang salah
tulis
Data lengkap,
terorganisir, dan
ditulis dengan
benar
Kesimpulan Tidak benar atau
tidak sesuai tujuan
Sebagian
kesimpulan ada
yang salah atau
tidak sesuai tujuan
Semua benar
atau sesuai
tujuan

100
maksimal Skor
didik peserta diperoleh yang Skor
didik peserta Nilai

b. Lembar Penilaian Sikap

1) Sikap spiritual
a. Teknik: Teknik observasi
b. Bentuk instrumen: Daftar cek
c. Kisi-kisi:




Penilaian Observasi Sikap Spiritual

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : .
Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

No Aspek Pengamatan
Skor
1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan
3 Memberi salam sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat/presentasi

4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran
Tuhan

5 Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat
mempelajari ilmu pengetahuan

Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :



Contoh :
Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :


Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 4,00 (80 100)
Baik : apabila memperoleh skor 2,80 3,19 (70 79)
Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 2,79 (60 69)
Kurang : apabila memperoleh skor kurang 2.40 (kurang dari 60%)


2) Sikap Sosial

a. Teknik: Teknik observasi
b. Bentuk instrumen: Daftar cek
c. Kisi-kisi:

Penilaian Observasi Sikap Jujur

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik
dalam kejujuran. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : .
Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..

No Aspek Pengamatan
Skor
1 2 3 4
1 Tidak nyontek dalam mengerjakan
ujian/ulangan/tugas

2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin
karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam
mengerjakan setiap tugas

3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa
adanya
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya
5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual



Pedoman Observasi Sikap Santun

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik
dalam kesantunan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap
santun yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut
:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : .
Kelas : .
Tanggal Pengamatan : ..
Materi Pokok : ..
No Aspek Pengamatan
Skor
1 2 3 4
1 Menghormati orang yang lebih tua
2 Mengucapkan terima kasih setelah menerima
bantuan orang lain

3 Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan
pendapat

4 Menggunakan bahasa santun saat mengkritik
pendapat teman

5 Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) saat bertemu
orang lain

Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual


c. Lembar tes tertulis

1) Bentuk instrumen : tes uraian
2) Instrumen

Tes uraian:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Disilangkan tanaman berbunga merah (MM) dengan tanaman berbunga
putih (mm). Bagaimanakah perbandingan fenotipnya pada F2 bila warna
merah bersifat dominan?
Kunci Jawaban:
P1 = MM (merah) X mm (putih)
G = Mm
F1 = Mm (merah)
F1 X F1
P2 = Mm X Mm
G = M,m
F2 :
M m
M MM (merah) Mm (merah)
m Mm (merah) Mm (putih)

Perbandingan fenotipenya :
Merah : putih = 3:1


2. Tanaman tinggi berbuah manis (TTMM) disilangkan dengan tanaman
rendah berbuah asam (ttmm). Berapa persenkan tanaman bergenotip
tanaman tinggi berbuah masam dan tanaman randah berbuah masam bila
persilngn sampai F2?


Kunci Jawaban :
P1 = TTMM (Tinggi, manis) X ttmm (rendah, asam)
G = TM tm
F1 = TtMm (Tinggi, manis)
P2 = F1 X F1
TtMm X TtMm
G = TM, Tm, tM, tm
F2 :
TM Tm tM tm
TM TTMM TTMm TtMM TtMm
Tm TTMm TTmm TtMm Ttmm
tM TtMM TtMm ttMM ttMm
tm TtMm Ttmm ttMm ttmm

Tinggi manis : tinggi masam : rendah manis : rendah asam = 9:3:3:1
- Tanaman tinggi berbuah asam = 3/16 X 100% = 18,75 %
- Tanaman rendah berbuah masam = 1/16 X 100 % = 6,25 %

Pedoman penilaian:
Tes uraian: setiap nomor 50 poin (50 X 2= 100)


Nilai = x 100


LKS

Tujuan : Dengan mengamati video, siswa dapat menjelaskan pola-pola pewarisan
sifat Hukum Mendel.
Deskripsi: Persilangan Monohibrid atau monohibridisasi ialah suatu persilangan
dengan satu sifat beda. Sedangkan Persilangan dihibrid atau dihibridisasi ialah
persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda.
Tugas : Jawablah soal-soal di bawah ini!
1. Disilangkan tanaman berbunga merah (MM) dengan tanaman berbunga
putih (mm). Bagaimanakah perbandingan fenotipnya pada F2 bila warna
merah bersifat dominan?
2. Tanaman tinggi berbuah manis (TTMM) disilangkan dengan tanaman
rendah berbuah asam (ttmm). Berapa persenkan tanaman bergenotip
tanaman tinggi berbuah masam dan tanaman randah berbuah masam bila
persilngn sampai F2?


































SMA KELAS XII SEMESTER I

2013

BUKU SISWA
POLA PEWARISAN SIFAT HUKUM MENDEL


Pengertian Hereditas dan Hukum Mendel

Pengertian Hereditas dan Hukum Mendel

Hereditas adalah penurunan sifat dari induk kepada keturunannya.
Keturunan yang dihasilkan dari perkawinan antar individu mempunyai
perbandingan fenotip maupun genotip yang mengikuti aturan tertentu. Aturan-
aturan dalam pewarisan sifat ini disebut pola-pola hereditas.

Teori pertama tentang sistem pewarisan yang dapat diterima kebenarannya
dikemukakan oleh Gregor Mendel pada 1865. Teori ini diajukan berdasarkan
penelitian persilangan berbagai varietas kacang kapri (Pisum sativum). Hasil
percobaannya, ditulis dalam makalah yang berjudul Experiment in Plant
Hybridization.

Dalam makalah tersebut, Mendel mengemukakan beberapa hipotesis
mengenai pewarisan material genetik dari tetua kepada anaknya, di antaranya
adalah Hukum Segregasi dan Hukum Perpaduan Bebas. Hukum Segregasi atau
Hukum Mendel I menyatakan bahwa dalam pembentukan sel gamet, pasangan
alel akan memisah secara bebas. Sedangkan, Hukum Perpaduan Bebas atau
Hukum Mendel II menyatakan bahwa alel dari lokus satu akan berpadu secara
bebas dengan alel-alel dari lokus lainnya.

Orang yang pertama kali melakukan percobaan tentang pewarisan sifat
adalah Gregor Mendel. Dia menyilangkan kacang kapri (pisum sativum) dengan
memperhatikan satu sifat beda yang mencolok, seperti kapri berbunga merah
disilangkan dengan kapri berbunga putih, kapri berbiji bulat disilangkan dengan
kapri berbiji keriput. Berdasarkan penelitian ini, Mendel merumuskan Hukum
Mendel I dan Mendel II. Mari cermati uraian berikut ini.




1. Percobaan Monohibrid dan Hukum Mendel I

Pada percobaan monohibrid untuk tujuh sifat yang diamati pada tanaman
kapri, Mendel memperoleh hasil seperti yang disajikan pada Tabel 5.1 dan 5.2.
Pada seluruh tanaman F1, hanya ciri sifat dari salah satu tetuanya yang muncul,
sedangkan ciri sifat dari tetua yang lain tidak muncul. Sifat yang muncul pada F1,
misalnya biji bundar disebut sifat dominan. Sedangkan, sifat yang tidak muncul,
misalnya biji keriput disebut sifat resesif.

Pada generasi F2, ciri-ciri yang dipunyai kedua tetua muncul kembali, misalnya
biji bundar dan biji keriput. Dari percobaan Mendel untuk seluruh sifat yang
diamati pada F2, terdapat perbandingan yang mendekati 3 : 1, antara ciri dominan
dan resesif.



Dari percobaan tersebut, Mendel menyimpulkan bahwa pada saat
pembentukan gamet, terjadi pemisahan bebas pasangan gen-gen yang dikandung
oleh induk (parental) sehingga setiap gamet memperoleh satu gen dari alelnya.
Misalnya, induk Bb (F1) menghasilkan gamet B dan b. Hal ini dikenal sebagai
Hukum Segregasi atau Hukum Mendel I. Kemudian, terjadi perkawinan antara
induk jantan dan betina. Hal ini menyebabkan gamet B dan b bergabung secara
acak. Sehingga, dihasilkan F2 dengan perbandingan fenotif 3 : 1. Untuk lebih
memahami hukum Mendel I, mari cermati percobaan monohibrid berikut ini.


Mendel mengemukakan bahwa 2 gen berpisah pada saat pembentukan gamet,
pemisahan gen tersebut kemudian dikenal dengan Hukum Mendel I /hukum
pemisahan gen yang sealel(segregasi)


2. Percobaan Dihibrid dan Hukum Mendel II

Percobaan Mendel yang melibatkan dua sifat sekaligus disebut percobaan
dihibrid. Dari percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembentukan
gamet, setiap pasang alel dalam satu lokus bersegregasi bebas dengan pasangan
alel lokus lainnya, dan akan berpadu secara bebas dengan alel dari lokus lainnya.
Hukum perpaduan bebas ini dirumuskan dari hasil observasi terhadap penyebaran
fenotip F2 persilangan dihibrid. Pada F2, Mendel memperoleh perbandingan
fenotip 9 : 3 : 3 : 1.

Misalnya, persilangan dengan dua sifat beda antara biji bundar kuning dengan
keriput hijau. Pada F1 diperoleh biji bundar kuning. Hal ini terjadi, karena setiap
gen dapat berpasangan secara bebas. Artinya, biji bundar dominan terhadap
keriput, dan kuning dominan terhadap hijau.

Persilangan antara F1 menghasilkan keturunan F2 dengan perbandingan
fenotip antara bulat kuning : keriput kuning : bulat hijau : keriput hijau = 9 : 3 : 3 :
1. Untuk lebih memahami, mari cermati Gambar berikut ini.


Gen yang telah terpisah akan bergabung dengan gen dari induk lain pada saat
perkawinan, penggabungan gen ini terjadi secara acak dan bebas. Hal ini dikenal
sebagai Hukum Mendel I I /Pengelompokkan gen secara bebas.

3. Genotipe dan Fenotipe
Genotipe adalah susunan gen yang menentukan sifat-sifat suatu individu
organisme. Sedangkan fenotipe adalah sifat yang dapat diamati oleh indera yang
terjadi karena interaksi gen dengan lingkungan.
Contoh : dalam toeri biologi
Mr. Obama berkulit Hitam. Hitam berarti adalah fenotipe karena dapat diamati
oleh indera, di dalam tubuh hitam dikendalikan oleh sebuah gen yang disebut
Genotipe( dalam biologi biasanya di lambangkan oleh hh atau HH, diambil dari
huruf pertama sifat yang bersangkutan).
4. Dominan, Resesif, dan Intermediat
Dominan adalah sifat yang muncul dari induk pada keturunannya,
sedangkan Resesif adalah sifat yang tersembunyi(tidak muncul. Bila sifat yang
muncul mempunyai sifat antara dominan dan resesif maka sifat ini adalah sifat
intermediat/dominan parsial.
Contoh:
Mr. Obama (berkulit hitam) menikah dengan Miss. Lady Diana (berkulit putih),
nelahirkan anak(Mr. Bush) berkulit putih, maka karena mr. bush berkulit putih
dapat dikatakan bahwa gen warna kulit putih bersifat dominan sedangkan gen
warna kulit hitam resesif.
5. Simbol dan Istilah dalam Persilangan
Dalam teori, persilangan dituliskan dalam bentuk simbol. Simbol-simbol
tersebut adalah :
P : singkatan dari parental yang berarti induk
P1 : artinya induk pertama; P2 berarti induk kedua, dan seterusnya.
F : singkatan dari filius, artinya keturunan
F1 : artinya keturunan pertama; F2 berarti keturunan kedua dan seterusnya.
G ; singkatan dari gamet atau sel kelamin
Gen : diberi simbol huruf pertama dari suatu sifat dominan ditulis dengan
hurufkapital, sedangkan untuk gen yang bersifat resesif dilambangkan dengan
huruf kecildari huruf pertama sifat yang dominan.
Contoh:
Miss. lady diana berkulit putih (dominan)
Mr. obama berkulit hitam (resesif)
Maka : Simbol gen kulit putih adalah P, sedangkan kulit hitam p. Oleh karena gen
warna kulit terdapat dalam sel tubuh makan gennya adalah Diploid
(berpasangan/2n) sehingga dapat ditulis :
kulit putih : PP
kulit hitam : pp

Anda mungkin juga menyukai