Anda di halaman 1dari 9

PEMERIKSAAN GARPUTALA

Afriliani Zahra
03010036
Cara pemeriksaan
pendengaran secara kualitatif
melalui hantaran udara dan
hantaran tulang
Garputala yang dapat
digunakan adalah 512 Hz,
1024 Hz dan 2048 Hz
Tes Rinne
Tes Weber
Tes Schwabach
Tes Bing
Tes Stenger
Tes Rinne
Membandingkan hantaran udara dan hantaran tulang telinga yang diperiksa
Tes Weber
Membandingkan hantaran
tulang telinga kanan dan telinga
kiri, apakah terdapat lateralisasi

Garputala diletakan di garis
tengah kepala verteks, dahi,
pangkal hidung, ditengah gigi
seri atau dagu)
Tes Schwabach
Membandingkan hantaran
tulang orang yang diperiksa
dengan pemeriksa yang
pendengarannya normal
Memendek : pemeriksa masih
bisa mendengar
Memanjang : pasien masih
dapat mendengar
Intepretasi
Tes Rinne Tes Weber Tes Schwabach Diagnosis
Positif Tidak ada
lateralisasi
Sama dengan
pemeriksa
Normal
Negatif Lateralisasi telinga
yang sakit
Memanjang Tuli konduktif
Positif Lateralisasi ke
telinga yang sehat
Memendek Tuli sensorineural
Tuli konduktif merupakan kelainan yang diakibatkan adanya
gangguan pada hantaran udara (kelainan di telinga luar atau
tengah ) atresia liang telinga, serumen, sumbatan tuba
eustachius, radang pada telinga tengah
Tuli sensorineural merupakan kelainan yang diakibatkan
adanya gangguan pada telinga dalam (koklea), nervus VIII
atau pusat pendengaran
Tuli campur disebabkan oleh kombinasi tuli konduktif dan
tuli sensorineural
Tes Stenger

Misalnya pada seseorang yang berpura-pura tuli pada telinga kiri. Dua buah
penala yang identik digetarkan dan masing-masing diletakan didepan telinga kiri
dan kanan dengan cara yang tidak diketahui pasien. Penala pertama digetarkan
dan diletakan pada telinga kanan sehingga terdengar jelas, kemudian penala yang
kedua digetarkan lebih keras dan diletakan didepan telinga kiri. Apabila kedua
telinga normal, hanya telinga kiri yang mendengar bunyi. Akan tetapi jika telinga
kiri tuli, maka telinga kanan akan tetap mendengar bunyi
Tes Bing (tes oklusi)

Cara pemeriksaan : tragus telinga yang diperiksa ditekan sampai menutup
liang telinga lalu penala digetarkan dan diletakan pada pertengahan kepala
Penilaian : jika terdapat lateralisasi ke telinga yang ditutup berarti telinga
tersebut normal, jika bunyi pada telinga yang ditutup tidak bertambah keras
maka telinga tersebut tuli konduktif



Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai