Anda di halaman 1dari 5

SPONTANEOUS POTENSIAL LOG (SP LOG)

METODE LOGGING
Spontaneous potensial log (SP log) merupakan metode pengukuran
perekaman mengenai perbedaan potensial antara pergerakan elektroda dalam
lubang bor dengan elektroda yang ditempatkan di permukaan.
Skema rangkain dasar SP log:
Sebuah elektroda diturunkan kedalam lubang bor serta dihubungkan
dengan elektoda yang lain yang diletakan di permukaan, perbedaan secara
terus menerus dicatat seiring dengan dinaikkannya elektroda pada lubang
bor.
Kurva SP
Kurva SP adalah kurva yang menunjukan potnsial listrik (voltage) yang
dihasilkan oleh adanya interaksi antara air formasi, fluida pemboran yang
digunakan dan ionion yang ada pada batuan shale.
Kurva SP dicatat versus kedalaman dari perbedaan potensial antara elektrode
yang bergerak (!) didalam lubang bor dengan elektrode yang tetap (") di
permukaan.
#br
$idepan formasi shale, kurva SP ini akan membentuk suatu garis lurus yang
disebut Shale Base Line, sedangkan didepan formasi permeable kurva SP akan
memperlihatkan suatu penyimpangan dari shale base line.
Penyimpangan atau defleksi positif atau negatif dari shale base line ini
terjadi karena adanya perbedaan salinitas antara lumpur dan kandungn fluida
dalam batuan. $efleksi pada kurva SP ini terjadi karena adanya hubungan antara
arus listrik dengan gayagaya elektromotif (elektrokimia dan elektrokinetik)
didalam batuan.
%da dua hal yang meyebabkan defleksi pada SP log, yaitu:
&. 'lectrikal (omponent ('
c
)
). 'lektrokinetik (omponent ('
k
)
%. 'lektrical (omponent ('
c
)
'lekrical componen ('
c
) yaitu adanya gerak elektrolit pada daerah dengan
konsentrasi salinitas yang berbeda, diantaranya adalah membran potential, yaitu
serpih yang bertindak sebagai membran selaput seleksi ion karena serpih hanya
mele*atkan kation. !embran potential terjadi pada batas lempung dan reservoar.
+egangan membran dapat dicari dengan persamaan :
Keterangan:
K , koefisien yang tergantung pada temperatur )-
o
( dan .- m/
0. 'lektrokinetik (omponent ('
k
)
Potential elektrokinetik, '
k
(juga dikenal sebagai potensial berarus atau
potensial elektrofiltrasi), dihasilkan oleh gerakan elektrolit melalui suatu medium
media berpori bukan logam (dalam hal ini adalah kerak lumpur). 0esarnya
potensial elektrokinetik ini ditentukan oleh beberapa faktor antara lain adalah
perbedaan tekanan yang menghasilkan aliran dan resistivitas dari elekrtolit.
mf
w
a
a
K Em log =
$idalam lubang bor potensial elektrokinetik adalah dihasilkan oleh aliran mud
filtrat melalui mud cake yang terendapkan didepan formasi yang permeabel.
Potensial elektrokinetik disini disebut dengan '
kmc
. Sedangkan didepan formasi
shale potensial elektrokinetik disebut dengan '
ksh
.
Kontribusi dari komponen elektrokinetik ini terhadap deflksi kurva SP adalah
dihasilkan dari perbedaan potensial elektrokinetik antara keduanya. Sedangkan
pada kenyataannya besarnya kedua potensial elektrokinetik tersebut hampir sama
sehingga komponen elektrokinetik ini bisa diabaikan.
#br
SP Statis
%pabila pada luasan 1ona terinvasi seolaholah disekat sehigga tidak ada
hubungan antara lumpur didepan formasi shale dengan lumpur didepan formasi
produktif, maka defleksi dari kurva SP akan mencapai maksimum atau sering
disebut static SP atau SSP. SSP ini akan terlihat atau dapat diamati pada formasi
bersih tebal.
Keterangan:
SSP , static spontaneous potensial, m/
2mf , tahanan air filtrat lumpur, ohmmeter
2* , tahanan air firmasi
K , faktor lithologi batuan, .-.. pada temperatur
o
+
+ , temperatur formasi,
o
+
0entuk Kurva SP
Pada lapisan shale, kurva lapisan konstan dan mengikuti suatu garis lurus
yang disebut Shale Base Line. Pada lapisan permeabel mengandung air asin dan
Rw
Rmf F t k
SSP
o
log
34.
56- +
=
hidrokarbon, defleksi kurva akan berkembang ke arah kiri dari garis Shale atau
negatif. Sebaliknya defleksi akan berkembang ke arah kanan garis shale base line
atau positif pada lapisan permeabel yang mengandung air ta*ar.
Pada prinsipnya, defleksi dari kurva SP terjadi karena adanya perbedaan
salinitas antara lumpur pemboran dengan kandungan fluida dalam batuan.
$efleksi negatif (ke arah kiri dari shale base line) akan terjadi apabila
salinitas dari fluida formasi lebih besar dari pada salinitas lumpur. Sebaliknya
apabila salinitas fluida formasi lebih kecil dari salinitas lumpur akan terjadi
defleksi positif (ke arah kanan dari shale base line).
Pada kondisi dimana salinitas fluida formasi sama dengan salinitas lumpur
maka defleksi SP akan merupakan garis lurus seperti pada lapisan shale. $emikian
halnya pada lapisan yang sangat kompak (tight 1one) defleksi SP juga berupa
garis lurus.
0esarnya defleksi kurva SP selalu diukur dari garis shale. 0entuk dan
besarnya defleksi dipengaruhi oleh ketebalan lapisan, tahanan shale dalam
formasi, tahanan lapisan batuan dan lumpur bor, diameter lubang bor, invasi mud
filtrat dan kandungan fluida dalam formasi.
Kegunaan SP log
&. mengidentifikasi lapisanlapisan porous dan permeabel.
). mencari batasbatas lapisan permeabel dan korelasi antar sumur berdasrakan
batas lapisan.
4. mencari harga 2*
5. menetukan kandungan clay dalam lapisan dengan menggunakan persamaan :
dimana :
SP
log
, pembacaan defleksi SP pada lapisan yang diamati
SSp , Statik SP
SSP
SP
V
clay
log
& =
Kondisi 7ptimum
SP log sebaikanya diturunkan di dalam kondisi lumpur *ater base mud. 8al
ini karena SP log hanya dapat bekerja pada kondisi lumpur yang konduktif. SP log
juga tidak dapat digunakan di dalam lubang bor yang telah di casing.