Anda di halaman 1dari 16

TUGAS

( Proses pembuatan GULA pasir dari tebu)


KELOMPOK IV :
MARIA!A MA!O!G (""##$%$#)
!IR&A!A R (""##$%$$)
SARMILA&ATI (""##$%$")
!ASRULLA' MAIMU!G (""##$%$()
MU!A&AR MARI! (""##$%$))
RESK* 'A!A*A!I (""##$%$+)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt karena atas berkah dan rahmatnya yang
telah dilimpahkan kepada kita semua sehingga Makalah Gambar Teknik ini dapat
diselesaikan dengan sebaik mungkin.
Dalam Makalah ini kita membahas tentang Gula. Gula merupakan salah satu kebutuhan
yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari kita tidak pernah terlepas dari
mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak mengetahui dari apakah bahan
baku gula serta bagaimanakah proses pembuatan gula. Proses yang digunakan adalah proses
sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SS !A.
"ami berharap dalam makalah ini dapat menambah wawasan pemba#a, khususnya para
mahasiswa, tentang pengertian dan tahap$tahap dalam proses pembuatan gula. %ntuk itu kami
menerima segala bentuk kritikan dan perbaikan, saran$saran dan kritikan yang bersifat
membangun dari para pemba#a dan pemakai makalah ini, sangat kami harapkan. Mudah$
mudahan, Allah S&T memberikan pahala yang berlipat ganda atas segala bantuannya.
'esar harapan kami agar Makalah ini dapat digunakan atau dimanfaatkan sebaik
mungkin sebagai bahan pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan dalam lingkungan
masyarakat.
Makassar, () *o+ember ,-(.
Penulis,
"elompok !/
DAFTAR ISI
"ATA P0*GA*TA1............................................................................................222.2..i
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
DA3TA1 !S!.........................................................................................................2222..ii
'A' ! P0*DA%4%A*
4atar 'elakang2222.2222.2222.2222.2222.2.2222.........(
'A' !! P0M'AASA*
A. P0*G0*A4A* TA*AMA* T0'%.............................................................................,
(. Morfologi Tanaman Tebu................................................................................,
,. /arietas Tebu yang 'aik untuk 'ahan 'aku Gula..........................................
'. P15S0S
P0*G54AA*...............................................................................................
Tahapan 6 tahapan pembuatan gula
(. Pemerahan *ira 7ekstrasi8...............................................................................9
,. Pemurnian.......................................................................................................:
.. Penguaupan 7e+aporasi8.................................................................................;
<. "ristalisasi.......................................................................................................=
9. Pemisahan keristal...........................................................................................=
:. Pengeringan.....................................................................................................)
'A' !!! P0*%T%P
A. "esimpulan.................................................................................................................((
'. Saran...........................................................................................................................((
DA3TA1 P%STA"A............................................................................................................iii
4AMP!1A*..........................................................................................................................i+
BAB I
PENDAHULUAN
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
4atar 'elakang
Dari waktu ke waktu permintaan masyarakat akan gula terus meningkat. al ini
disebabkan perkembangan penduduk dan semakin maraknya industri yang menggunakan
bahan baku gula. Meningkatnya konsumsi masyarakat akan gula hendaknya disertai dengan
meningkatnya produksi gula.
'arbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi gula. Salah satu
#aranya adalah dengan menggunakan mesin$mesin dalam proses pembuatan gula. Dengan
adanya mesin$mesin ini pembuatan gula tidak lagi dilakukan se#ara tradisional.
Seiring dengan semakin berkembangnya mesin$mesin pembuat gula, maka produksi
gula pun semakin meningkat. Produksi gula dewasa ini jauh lebih baik dilihat dari segi
kualitas maupun kuantitas bila dibandingkan dengan produksi gula pada waktu sebelum
adanya mekanisasi.
Proses pembuatan gula yang dilakukan se#ara tradisional tidak efektif dan efisien.
Pabrik 6 pabrik gula tradisional hanya mampu memproduksi gula dalam skala ke#il. Selain
itu gula yang dihasilkan berkualitas rendah, karena gula yang dibuat se#ara tradisional
berwarna merah ke#oklatan atau kuning. al ini menyebabkan masyarakat enggan
mengkonsumsi gula tersebut, sehingga distribusi gula jenis ini terbatas pada masyarakat
pedesaan sekitar pabrik gula tradisional.
Apa yang dialami pabrik gula tradisional tentunya tidak dialami oleh pabrik$pabrik
gula modern yang telah menggunakan mesin$mesin dalam proses pembuatan gula mampu
memperoleh gula dalam skala besar, selain itu mutu gula yang dihasilkan lebih baik. Gula
yang dihasilkan merupakan gula SS 7 Superieure oofd Suiker8 yang berwarna putih.
Pernah kah anda membayangkan bagaimana membuat gula dari Tebu >> lain hal nya
dengan beras atau jagung atau bahan pokok lain. Proses pembuatan gula dari tebu
memerlukan beberapa tahapan dan proses kimia serta mekanis. "alau beras yang kita makan
hanya dilakukan proses penggilingan dari gabah menjadi beras beda dengan pembuatan gula
dari tebu yang harus dilakukan dalam skala pabrik.
BAB II
PEMBAHASAN
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
Gula merupakan salah satu bahan makanan pokok di !ndonesia. 1ata 6 rata manusia di
!ndonesia mengkonsumsi gula sebanyak (, 6 (9 kg per tahun. Dengan semakin
bertambahnya jumlah penduduk, tentu kebutuhan akan gula akan semakin meningkat pula. Di
!ndonesia gula kristal yang konsumsi sehari 6 hari didominasi oleh gula tebu. Gula kristal ini
dibuat dan diproses dari tanaman tebu. 'agi penduduk di daerah pedesaan ?awa tentu sudah
sangat kenal dengan Tebu ini. Tanaman ini merupakan jenis tanaman semusim yang dipanen
atau ditebang satu tahun sekali.
Gula merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kita, karena hampir setiap hari
kita tidak pernah terlepas dari mengkonsumsi gula. Tetapi banyak sekali dari kita yang tidak
mengetahui dari apakah bahan baku gula serta bagaimanakah proses pembuatan gula. Disini
peneliti ingin membahas tentang proses pembuatan gula pasir dari tebu.
Proses yang digunakan adalah proses sulfitasi alkalis yang menghasilkan gula jenis SS !A.
Pengolahan tebu menjadi "ristal melalui beberapa stasiun. Di pembahasan akan dibahas
se#ara lebih jelas kegiatan dari masing$masing stasiun dan proses dari awal sampai akhirnya
menjadi gula yang siap untuk kita konsumsi.
A. PENGENALAN TANAMAN TEBU
(. Morfologi Tanaman Tebu
Sebelum kita membahas mengenai penggunaan mesin$mesin pembuat gula, ada baiknya bila
kita mengulas sedikit mengenai bahan dasar pembuatan gula yaitu tebu. *ama tebu hanya
terkenal di !ndonesia. Dilingkungan internasional tanaman ini lebih dikenal dengan nama
ilmiahnya Saccharum officinarum L. ?enis ini termasuk dalam famili Gramineae atau
kelompok rumput$rumputan. Se#ara morfologi tanaman tebu dapat dibagi menjadi beberapa
bagian yaitu batang, daun, akar, dan bunga. Masing$masing bagian memiliki #iri$#iri tertentu.
@iri$#iri 'atang A
o Tumbuh tegak, sosoknnya tinggi kurus dan tidak ber#abang.
o Tinggi men#apai .,9 meter.
o Memiliki ruas dengan panjang ruas (-,.- #m.
o "ulit batang keras berwarna hijau, kuning, ungu, merah tua atau kombinasinya.
@iri$#iri Daun A
o Merupakan daun tidak lengkap
o Daun berpangkal pada buku batang dengan kedudukan yang berseling
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
o Pelepah memeluk batang, semakin keatas semakin menyempit, terdapat bulu$bulu
daun dan telinga daun.
o Pertulangan daun sejajar
o elaian daun berbentuk garis dengan ujung merun#ing, bagian tepi bergerigi dan
permukaan daun kasar.
@iri$#iri Akar A
o Akar serabut
o Panjang men#apai ( Meter
@iri$#iri 'unga A
o Merupakan bunga majemuk
o Panjang bunga majemuk ;-$)- #m
o Setiap bunga mempunyai . daun kelopak, ( daun mahkota, . banang sari dan
, kepala putik
,. /arietas Tebu yang 'aik untuk 'ahan 'aku Gula
/arietas tebu sangat banyak jumlahnya, tetapi tidak semua unggul. Bang dimaksud +ariatas
unggul adalah +arietas yang memiliki #iri$#iri sebagai berikut A
(. Tingkat produkti+itas gula yang tinggi. Produkti+itas dapat diukur dari bobot atau
rendaman yang tinggiC
,. Tingkat produkti+itas 7daya produk8 yang stabilC
.. "emampuan yang tinggi untuk di keprasC dan
<. Teloransi yang tinggi terhadap hama dan penyakitC
/arietas tebu yang baik untuk bahan baku gula adalah /arietas tebu yang termasuk kedalam
kriteria /arietas yang sudah men#apai masa tebu layak giling. Bang dimaskud tebu layak
giling adalah A
(. Tebu yang ditebang pada tingkat pemasakan optimal.
,. "adar kotoran 7tebu mati, pu#uk, pelepah tanah, dll8 maksimal ,D
.. ?angka waktu sejak tebang sampai giling tidak lebih dari .: jam. 'erdasarkan #iri$#iri
tebu diatas maka pada umumnya pabrik gula di !ndonesia memakai tebu /arietas Ps
dari pasuruan dan 'E dari 'raEil.
B. PROSES PENGOLAHAN
Tebu dipanen setelah #ukup masak, dalam arti kadar gula 7sakarosa8 maksimal dan
kadar gula pe#ahan 7monosakarida8 minimal. %ntuk itu dilakukan analisa pendahuluan untuk
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
mengetahui faktor pemasakan, koefisien daya tahan, dll. !ni dilakukan kira$kira (,9 bulan
sebelum penggilingan.
Setelah tebu dipanen dan diangkat ke pabrik selanjutnya dilakukan pengolahan gula putih.
Pengolahan tebu menjadi gula putih dilakukan di pabrik dengan menggunakan peralatan yang
sebagain besar bekerja se#ara otomatis.
Tahap-tahap dalam Pembuata Gula Pa!"#
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
Pembuatan gula putih di pabrik gula mengalami beberapa tahapan pengolahan, yaitu
pemerahan nira, pemurian, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal, dan pengeringan A
$. Peme#aha N"#a %E&!t#a!"'
Tebu setelah ditebang, dikirim ke stasiun gilingan untuk dipisahkan antara bagian padat
7ampas8 dengan #airannya yang mengandung gula 7nira mentah8. *ira inilah yang
mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian. Ampas yang dihasilkan pada
proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai ma#am keperluan. "egunaan utama dari
ampas adalah sebagai bahan bakar ketel 7boiler8 dan apabila berlebih bisa digunakan sebagai
bahan partikel board, furfural, Fylitol dan produk lain.
Alat penggiling tebu yang digunakan di pabrik gula berupa suatu rangkaian alat yang
terdiri dari alat pengerja pendahuluan 7/oorbewer keras8 yang dirangkaikan dengan alat
giling dari logam. Alat pengerja pendahuluan terdiri dari %nigator Mark !/ dan @ane knife
yang berfungsi sebagai pemotong dan pen#a#ah tebu. Setelah tebu mengalami pen#a#ahan
dilakukan pemerahan nira untuk memerah nira digunakan 9 buah gilingan, masing$masing
terdiri dari . rol dengan ukuran .:GH:<G.
(. Pemu#"a N"#a
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
Setelah tebu diperah dan diperoleh Inira mentahG 7raw juice8, lalu dimurnikan. Dalam
nira mentah mengandung gula, terdiri dari sukrosa, gula in+ert 7glukosaJfruktosa8 C Eat
bukan gula, terdiri dari atom$atom 7@a,3e,Mg,Al8 yang terikat pada asam$asam, asam organik
dan an organik, Eat warna, lilin, asam$asam kieselgur yang mudah mengikat besi, aluminium,
dan sebagainya. Pada proses pemurnian Eat$Eat bukan gula akan dipisahkan dengan Eat yang
mengandung gula.
Proses pemurnian ini dapat dilakukan se#ara fisis maupun kimiawi. Se#ara fisis dengan
#ara penyaringan sedangkan se#ara kimia melalui pemanasan, pemberian bahan pengendap.
Ada tiga #ara yang dapat dilakukan untuk proses pemurnian gula yaitu #ara defekasi,
sulfitasi dan #arbonatasi. Pada umumnya pabrik gula di indonesia memakai #ara sulfitasi.
@ara sulfitasi menghemat biaya produksi, bahkan pemurnian mudah di dapat dan gula yang
dihasilkan adalah gula putih atau SS 7Superieure oofd Sumber8. Proses ini menggunakan
tabung defekator, alat pengendap dan saringan 1otary /a#uum 3ilter dan bahan
pemurniannya adalah kapur tohor dan gas sulfit dari hasil pembakaran.
Mula$mula nira mentah ditimbang, dipanaskan, direaksikan dengan susu kapur dalam
defekator, kemudian diberi gas S5
,
dalam peti sulfitasi, dipanaskan dan diendapkan dalam
alat pengendap. Pada saat ini sebagian besar pabrik gula di !ndonesia menggunakan proses
sulfitasi dalam memurnikan nira. Pada proses sulfitasi nira mentah terlebih dahulu
dipanaskan melalui heat exchanger sehingga suhunya naik menjadi ;-
-
@. "emudian nira
dialirkan kedalam defekator di#ampur dengan susu kapur. 3ungsi dari susu kapur ini adalah
untuk membentuk inti endapan sehingga dapat mengadsorp bahan bukan gula yang terdapat
dalam nira dan terbentuk endapan yang lebih besar. Pada proses defekasi ini dilakukan se#ara
bertahap 7 . kali 8 sehingga diperoleh p akhir sekitar =.9 6 (-. 1eaksi antara kapur dan
phospat yang terdapat dalam nira A
)a)O
*
)aO + )O
(
)aO + H
(
O )a%OH'( + $,.- K.al
)a%OH'
(
)a
(+
+ ( OH
-
*)a
(+
+ (PO/
*
-
)a
*
%PO/'
(
Setelah itu nira akan dialirkan kedalam sulfitator, dan direaksikan dengan gas S5
,
.
1eaksi antara nira dan gas S5
,
akan membentuk endapan @aS5
.
, yang berfungsi untuk
memperkuat endapan yang telah terjadi sehingga tidak mudah terpe#ah, p akhir dari reaksi
ini adalah ;.
Tahap akhir dari proses pemurnian nira dialirkan ke bejana pengendap 7clarifier8
sehingga diperoleh nira jernih dan bagian yang terendapkan adalah nira kotor. *ira jernih
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
dialirkan ke proses selanjutnya 7stasiun Penguapan8, sedangkan nira kotor diolah dengan
1otery /a##um 3ilter menghasilkan nira tapis dan blotong.
*. Pe0uapa N"#a %E1ap2#a!"'
*ira jernih masih banyak mengandung uap air. %ntuk menghilangkan kadar air
dilakukan penguapan 7e+aporasi8. Dipabrik gula penguapan dilakukan dengan menggunakan
beberapa e+aporator dengan sistem multiple effe#t yang disusun se#ara inter#hangeable agar
dapat dibersihkan bergantian. 0+aporator biasanya terdiri dari <$9 bejana yang bekerja dari
satu bejana sebagai uap pemanas bejana berikutnya. Total luas bidang pemanas 9))-m
,
+o.
Dalam bejana *omor ( nira diuapkan dengan menggunakan bahan pemanas uap bekas
se#ara tidak langsung. %ap bekas ini terdapat dalam sisi ruang uap dan nira yang diuapkan
terdapat dalam pipa$pipa nira dari tombol uap. Dari sini, uap bekas yang mengembun
dikeluarkan dengan kondespot. dalam bejana nomor ,, nira dari bejana nomor ( diuapkan
dengan menggunakan uap nira dari bejana penguapan nomor (. "emudian uap nira yang
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
mengembun dikeluarkan dengan Mi#haelispot. Di dalam bejana nomor ., nira yang berasal
dari bejana nomor , diuapkan dengan menggunakan uap nira dari bejana nomor ,. Demikian
seterusnya, sampai pada bejana terakhir merupakan nira kental yang berwarna gelap dengan
kepekatan sekitar :- brik. *ira kental ini diberi gas S5
,
sebagai belan#ing dan siap
dikristalkan. Sedangkan uap yang dihasilkan dibuang ke kondensor sentral dengan perantara
pompa +akum.
/. K#"!tal"!a!"
*ira kental dari sari stasiun penguapan ini diuapkan lagi dalam suatu pan +akum, yaitu
tempat dimana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus$menerus sampai men#apai
kondisi lewat jenuh, sehingga timbul kristal gula.
Sistem yang dipakai yaitu A@D, dimana gula A dan @ sebagai produk,dan gula D dipakai
sebagai bibit 7seed8, serta sebagian lagi dilebur untuk dimasak kembali. Pemanasan
menggunakan uap dengan tekanan dibawah atmosfir dengan +akum sebesar :9 #mg,
sehingga suhu didihnya :9
-
#. ?adi kadar gula 7sakarosa8 tidak rusak akibat terkena suhu yang
tinggi. asil masakan merupakan #ampuran kristal gula dan larutan 7Stroop8. Sebelum
dipisahkan di putaran gula, lebih dulu didinginkan pada palung pendinginan 7kultrog8.
,. Pem"!aha K#"!tal Gula
Pemisahan kristal dilakukan dengan menggunakan saringan yang bekerja dengan
gaya memutar 7sentrifugal8. Alat ini bertugas memisahkan gula terdiri dari A
. buah broadbent <=G H .-Guntuk gula masakan A.
< buah ba#t#h sangerhousen <=G H ,=G untuk masakan @.
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
, buah western stated @@S untuk D awal.
: buah bat#h sangerhousen <=G H ,=G untuk gula SS.
. buah '*A =9- " untuk gula D.
Dalam tingkatan pengkristalan, pemisahan gula dari tetesnya terjadi pada tingkat @. Pada
tingkat ini terjadi poses separasi 7pemisahan8. Mekanismenya menggunakan gaya sentrifugal.
Dengan adanya sistem ini, tetes dan gula terpisah selanjutnya pada tingkat D dihasilkan gula
melasse 7kristal gula8 dan melasse 7tetes gula8.
3. Pe0e#"0a K#"!tal Gula
Air yang dikandung kristal gula hasil sentrifugasi masih #ukup tinggi, kira$kira ,-D .
Gula yang mengandung air akan mudah rusak dibandingkan gula kering, untuk menjaga agar
tidak rusak selama penyimpanan, gula tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu.
pengeringan dapat dilakukan dengan #ara alami atau dengan memakai udara panas kira$kira
=-
-
#. Pengeringan gula se#ara alami dilakukan dengan melewatkan SS pada talang goyang
yang panjang. Dengan melalui talang ini gula diharapkan dapat kering dan dingin. Proses
pengeringan dengan #ara ini membutuhkan ruang yang lebih luas dibandingkan #ara
pemanasan. "arena itu, pabrik$pabrik gula menggunakan #ara pemanasan. @ara ini bekerja
atas dasar prinsip aliran berlawanan dengan aliran udara panas.
Sumber Tenaga Penggerakan Mesin Pembuat Gula
Tenaga yang menggerakan mesin$mesin pembuat gula selain berasal dari pembangkit
listrik juga berasal dari pembangkit tenaga uap. Sebagai penghasil tenaga digunakan 9 buah
ketel pipa air *iew mark (: tonKjam masing$masing <<- m
,
+o dengan tekanan kerja (9
kgK#m
,
dan satu buah ketel #heng$#heng kapasitas <- tonKjam. %ap yang dihasilkan dipakai
untuk menggerakan turbin generator dan mesin uap. %ap bekasnya dipakai untuk
memanaskan dan menguapkan nira dalam pan#i mengguapkan dan memanaskan gula.
'ahan bakar pembangkit tenaga uap adalah ampas tebu yang berasal dari proses
pemerahan nira. Ampas tebu yang di hasilkan dari proses pemerahan nira tersebut sekitar
.-D tebu. Ampas tebu mengandung kalori sekitar (=--- k#aKkg dan kekurangannya di
tambah ''M 73,58.
"elebihan dan "ekurangan Produksi Gula Menggunakan Mesin Manual
Produksi gula menggunakan mesin manual hasilnya #ukup memuaskan, gula yang
diproduksi pun adalah gula putih atau SS 7Superieure oofd Suiker8. Selain itu produksi
gula menggunakan mesin manual lebih menghemat energi, karena bahan bakarnya berasal
dari ampas tebu. Tetapi produksi gula menggunakan mesin manual juga memiliki kekurangan
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
yaitu, tingkat produksi gula belum mampu mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat,
karena produksi gula menggunakan mesin manual lebih sedikit dari pada produksi gula
menggunakan mesin yang berteknologi #anggih.
BAB III
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
P E N U T U P
A. Ke!"mpula
Produksi gula diupayakan terus meningkat baik dari segi kualitas maupum kuantitas,
penggunaan mesin$mesin 7mekanisasi8 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan
produksi gula. Meskipun mesin$mesin yang digunakan bukan mesin berteknologi #anggih.
Pada umumnya mesin$mesin yang digunakan oleh pabrik$pabrik gula di !ndonesia
pengoprasiannya dilakukan oleh manusia. Mesin$Mesin tersebut bekerja se#ara manual tidak
se#ara komputerisasi.
Pembuatan gula terdiri dari beberapa tahapan dan setiap tahap menggunakan mesin$
mesin tersendiri. Adapun tahapan$tahapan pembuatan gula itu adalah A
(. Tahapan pemerahan nira 7ekstraksi8C
,. Tahapan pemurnian niraC
.. Tahapan penguapan niraC
<. Tahapan kristalisasiC
9. Tahapan pemisahan kristalC dan
:. Tahapan pengeringan.
Mesin$mesin yang digunakan dalam tahapan$tahapan pembuatan gula di atas digerakan
oleh tenaga yang berasal dari pembangkit listrik dan pembangkit tenaga uap. Sedangkan
bahan bakar untuk pembangkitan tenaga uap itu sendiri berupa ampas tebu yang dihasilkan
dari proses pemerahan nira. Produksi gula menggunakan mesin manual lebih menghemat
energi dibandingkan dengan produksi gula menggunakan mesin yang berteknologi #anggih.
"ekurangan produksi gula menggunakan mesin manual adalah tingkat produksi gula belum
mampu mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat.
B. Sa#a
Penggunaan mesin$mesin pembuat gula 7mekanisasi8 memang telah mampu
meningkatkan produksi gula, tetapi hasilnya belum #ukup memuaskan. Tingkat produksi gula
belum mampu mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat karena itu, uapnya untuk
meningkatkan produksi gula dalam negeri masih harus diupayakan. "alau selama ini mesin$
mesin yang digunakan di pabrik gula masih bersifat manual 7tidak berteknologi #anggih8,
mungkin untuk masa yang akan datang mesin$mesin yang digunakan harus lebih #anggih.
Dengan mesin$mesin berteknologi tinggi 7#anggih 8 produksi gula akan lebih meningkat, baik
dari segi kualitas maupun kuantitas dibanding dengan produksi gula saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
Anonim.,--;.PT.MAD%'A1%.BogyakartaAPadokan.
httpAKKputrandaputranda.blogspot.
httpAKKteknologietanol.blogspot.
indonetwork.co.id.
Nurlaela,Ela.Marlina,dkk.199.makalah.Sukare!mi.
htt"#$$www.Suclo!e.com
httpAKKwww.ris+ank.#om
LAMPIRAN
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0
Daftar !stilah A
'lea#hing A Pemutih
@arbonatasi A @ara pemurnian nira dengan menggunakan
@5, sebagai bahan pemurni.
Defekasi A @ara pemurnian nira dengan menggunakan kapur sebagai bahan
pemurni
*ira A @airan tebu
Stroop A @ampuran larutan dan kristal gula
Sulfitasi A @ara pemurnian nira dengan menggunakan gas sulfit sebagai bahan
pemurni
Ma,a-a. Gambar Te,ni, /Proses Pembuatan Gu-a Pasir dari Tebu0