Anda di halaman 1dari 15

1

KERANGKA ACUAN KERJ A (KAK)


PEKERJ AAN :
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH)
DI KABUPATEN BUOL

1. LATAR BELAKANG
Penyediaan energi khusunya energi listrik oleh PLN saat ini secara
teknis belum dapat menjangkau seluruh wilayah Sulawesi Tengah
khususnya di daerah pedesaan. Dengan potensi energi yang cukup
memadai di Proivinsi Sulawesi Tengah maka dimungkinkan untuk
mengembangkan potensi tersebut untuk pembangkit tenaga listrik
dalam mewujudkan pembangunan di pedesaan.Salah satu diantaranya
adalah pengembangan potensi air menjadi Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro (PLTMH). Hal ini dapat mendorong pemanfaatan dan
pengembangan energi terbarukan untuk mendukung pembangunan
yang berkelanjutan mengingat cadangan energi fosil khususnya
minyak bumi jumlahnya terbatas.
Dalam pemanfaatan potensi energi harus diperhatikan bagaimana
cara pemanfaatan potensi energi serta faktor tekno ekonomi baik itu
berupa keunggulan ataupun kendala yang ada, karena energi
merupakan salah satu variabel yang penting dalam pembangunan.
Untuk itu pemanfaatan dan pengembangan potensi energi mikrohidro
sangatlah diperlukan terutama untuk pemenuhan kebutuhan listrik
dan mendukung program diversifikasi energi dengan memanfaatkan
sumber energi baru dan terbarukan yang telah dicanangkan secara
nasional.
Pembangunan PLTMH yang baik diperlukan suatu perencanaan
yang matang dengan mempersiapkan dokumen studi kelayakan
pembangunan PLTMH.
2



2. PERMASALAHAN
Tidak terpenuhinya kebutuhan listrik di pedesaan, dengan
kenyataan penyediaan energi listrik masih harus menunggu bahkan
secara teknis tidak memungkinkan dipasok dari PLN. Hal ini diperkuat
dengan tingginya biaya operasional mesin diesel (BBM jenis solar)
sekarang ini yang membuat PLN mengalami kesulitan untuk
melakukan investasi baru pengembangan pembangkit tenaga listrik di
daerah-daerah yang kurang layak secara komersial.
Pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai
energi listrik terkendala belum adanya perencanaan yang baik berupa
studi kelayakan dan detail engineering design (DED) pembangunan
pembangkit listrik serta masih tingginya nilai investasi
pembangunannya.
Sementara itu investasi listrik oleh swasta bekerjasama dengan PLN
dan pemerintah daerah saat ini masih sedikit jumlahnya, disebabkan
oleh sifat investasi di bidang energi (listrik) ini yang merupakan
investasi jangka menengah bahkan cenderung jangka panjang (lebih
dari 10 tahun). Oleh karena itulah dibutuhkan sumber dana alternatif
baik dari APBD, APBN maupun pinjaman atau hibah luar negeri atau
gabungan berbagai sumber keuangan di atas untuk pembangunan
sarana pembangkit dan distribusi listrik di daerah-daerah baru
tersebut.
3. MAKSUD DAN TUJ UAN
Maksud :
Maksud pekerjaan ini adalah untuk mengetahui potensi energi
mikrohidro di Propinsi Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Buol,
bagaimana pemanfaatannya dan analisis kelayakan teknis dan non
teknis sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro serta untuk
3


mengetahui peluang keterkaitan antara pembangunan pembangkit
mikrohidro kedepan dengan pengembangan potensi ekonomi (industri
kecil) lokal yang ada di wilayah tersebut.
Tujuan :
Membuat Studi Kelayakan dan Detail Engineering Design (DED)
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di
Kabupaten Buol pada satu lokasi yang secara potensi layak untuk
dikembangkan.

4. SASARAN
Sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya dokumen Studi
Kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Buol
dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi listrik di Perdesaan
dengan memanfaatkan energi terbarukan setempat.
5. NAMA ORGANISASI PENGADAAN J ASA
Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan
jasa:
Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Energi dan Sumber Daya
Mineral Daerah Provinsi Sulawesi Tengah
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) :
Ir. Bambang Sunaryo,M.Eng.Sc.

6. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
a. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pekerjaan Studi
Kelayakan Pembangunan PLTMH di Kabupaten Buol yaitu dari
dana APBD pada DPA-SKPD Dinas Energi dan Sumber Daya
Mineral Provinsi Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2014 Nomor
042/DPA-SKPD/BPKAD-2014 tanggal 3 J anuari 2014.
4


b. Total perkiraan biaya yang diperlukan untuk Pekerjaan Studi
Kelayakan Pembangunan PLTMH di Kabupaten Buol dengan Pagu
Anggaran Rp. 275.700.000,- (Dua Ratus Tujuh Puluh Lima J uta
Tujuh Ratus Ribu Rupiah) dan nilai HPS Rp. 275.341.000,- (Dua
Ratus Tujuh Puluh Lima J uta Tiga Ratus Empat Puluh Satu Ribu
Rupiah)
7. LOKASI DAN PELAKSANA KEGIATAN
Studi kelayakan pembangunan PLTMH dilasanakan di Sungai Buol
Desa Bukal I Kecamatan Bukal, yang pelaksanaannya akan dilakukan
oleh pihak ke 3 (tiga) / konsultan.
8. LINGKUP KEGIATAN
Adapun lingkup kegiatan studi kelayakan yang digunakan sebagai
indikator penyusunan dokumen studi kelayakan, adalah sebagai
berikut :
a. Desk Study dan study literatur
b. Survey Lapangan
- Survey Kelayakan Hidrologi
- Survey Kelayakan Sipil
- Survey Kelayakan Mekanikal Elektrikal
- Survey Kelayakan Ekonomi/Finansial
- Survey Kelayakan Sosial Budaya
- Survey Kelayakan Lingkungan
- Survey Kelayakan Keberlanjutan
c. Pembuatan detail engineering design
- Pembuatan desain untuk pekerjaan sipil, mekanikal dan
elektrikal
- Pembuatan desain instalasi pembangkit serta peralatan yang
akan dipergunakan
5


- Gambar rancangan dasar lokasi (site plan) yang
mengambarkan lokasi pembangkit serta jaringan distribusi
- Perhitungan volume pekerjaan dan perkiraan biaya proyek
d. Analisis kelayakan pembangkit
- Kelayakan Teknis: Hidrologi, Sipil dan Mekanikal Elektrikal
- Kelayakan Non Teknis: Eknomi/Finansial, Sosial Budaya,
Lingkungan dan Keberlanjutan
e. Laporan-laporan, presentasi/seminar

9. METODOLOGI
Metodologi yang digunakan adalah metode survei yang meliputi
pengukuran langsung potensi ke lokasi, survei sosial ekonomi
masyarakat setempat dengan menggunakan teknik wawancara dan
quesioner serta metode pengolahan data dan analisis.
Dengan adanya analisis data potensi pembangkitan energi
mikrohidro dan analisis sosial ekonomi masyarakat setempat ini
nantinya akan bisa didesain secara teknis PLTMH yang tepat serta
model pengelolaan dan pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan
ekonomi (industri kecil) di wilayah tersebut.
Adapun metode pelaksanaan pekerjaan studi kelayakan yang
digunakan sebagai indikator penyusunan dokumen studi kelayakan,
adalah sebagai berikut :
1)Tahap Persiapan
Peninjauan kembali rencana kerja yang akan dilaksanakan
Persiapan peralatan dengan segala kelengkapanya
Mempersiapkan setiap tenaga profesional yang telah diusulkan
untuk memulai pelaksanan pekerjaan
Melakukan konsultasi dengan pihak pemberi tugas dan
koordinasi dengan Pemda setempat
6


Kajian awal/studi meja berdasarkan data sekunder dan
kunjungan lapangan awal.
Analisis awal secara teknis dan sosial ekonomi secara umum
untuk menentukan titik (lokasi) yang paling optimal untuk
dibangun PLTMH.
Penentuan lokasi/wilayah yang akan dibangun PLTMH
berdasarkan analisis tersebut.

2) Tahap Survey Lapangan
a. Survey Kelayakan Teknis meliputi :
Survey Kelayakan Hidrologi, meliputi:
- Pengumpulan data dan informasi tentang aliran air di
sungai dan atau saluran dimana lokasi PLTMH
direncanakan akan dibangun.
- Pengukuran dan survey data aliran secara langsung
dengan penentuan head, debit, sifat, kondisi aliran dan
pengambilan contoh sedimen.
- Pengukuran debit minimum yang mengalir pada saluran
air/sungai, debit air pada saat banjir dengan melakukan
pengamatan visual batas banjir
- Pengumpulan data dan informasi tentang pencatatan data
curah hujan dan sebaran curah hujan di sekitar daerah
tangkapan air.
- Analisis debit banjir, debit minimum dan penempatan
posisi atau elevasi bangunan utama, saluran dan
bangunan lainnya serta rumah pembangkit yang aman
terhadap debit banjir.
Survey Kelayakan Sipil
Survey kelayakan sipil mencakup survey teknis kondisi
topografi, geologi dan mekanika tanah yang akan digunakan
7


untuk bangunan utama dan rute saluran air.Data tersebut
harus mendukung kualitas bangunan bangunan
- Survey topografi meliputi pengumpulan data dan informasi
tentang : keadaan kontur tanah, letak terbaik untuk
mendapatkan head yang memadai dan tingkat kemiringan
berdasarkan topografi lokasi-lokasi sistem PLTMH
- Survey Geologi dan mekanika tanah meliputi
pengumpulan informasi kuantitatif yang bersumber dari
data primer atau sekunder yaitu : pergerakan permukaan
yang mungkin terjadi seperti batuan dan permukaan
tanah yang dapat bergerak bila turun hujan, pergerakan
air dan lumpur, pergerakan tanah di bawah permukaan
yang mungkin terjadi seperti gempa atau tanah longsor,
tipe batuan tanah dan pasir serta kekuatan atau daya
dukung tanah pada lokasi bangunan PLTMH.

Survey Kelayakan Mekanikal/Elektrikal
- Survei kelayakan mekanikal elektrikal meliputi pengumpulan
dan menganalisa data spesifikasi komponen mekanikal dan
elektrikal yang sesuai kebutuhan rencana; Pemilihan jenis,
ukuran dan output turbin, alat transmisi mekanik, kapasitas
generator, kontrol dan proteksi; Menetapkan jalur jaringan
distribusi dan fasilitas pendukung; Mengumpulkan dan
menganalisa data spesifikasi peralatan J aringan Tegangan
Rendah (J TR), distribusi dan sambungan/instalasi rumah
yang sesuai dengan kebutuhan beban.

b. Survey Kelayakan Non Teknis meliputi :
Survey Kelayakan Ekonomi/Finansial mencakup
pengumpulan data dalam survey lapangan meliputi :
- Sumber dan besarnya dana investasi/pinjaman
8


- Tenggang waktu pinjaman/masa pengembalian pinjaman
- Besarnya angsuran pinjaman
- Bunga pinjaman
- Iuran bulanan oleh masyarakat
- Besarnya penyusutan
- Batas maksimum ketersediaan dana dari penyandang
dana
- Nilai/besarnya kontribusi masyarakat
- Tingkat Inflasi
- Discount Rate yang dipakai untuk perhitungan
Survey Kelayakan Sosial Budaya meliputi :
- Penggalian potensi perekonomian di desa seperti tata
guna lahan, aktivitas usaha ekonomi produktif, jenis
pekerjaan dan tingkat rata-rata pendapatan penduduk
desa, tingkat kebutuhan hidup, kemampuan swadaya
penduduk dan daya jangkau desa.
- Penggalian data potesni sumberdaya alam dan
kemampuan pengadaan material.
- Keberadaan kelembagaan yang meliputi lembaga formal
pemerintah desa serta lembaga-lembaga non
pemerintahan (korupsi, puskesmas, organisasi
masyarakat/agama dan unit-unit kelompok kegiatan
masyarakat seperti posyandu, kelompok agama,
organisasi pemuda dan lain-lain.
- Gambaran pola kehidupan sosial
Survey Kelayakan Lingkungan
Survey kelayakan lingkungan disyaratkan melakukan Upaya
Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
menjelang pelaksanaan pembangunan (untuk on-grid
scheme).
9


Survey Kelayakan Keberlanjutan meliputi pengumpulan data
dan informasi tentang :
- Pola perilaku masyarakat yang terkait dengan rasa
keadilan dan keterbukaan.
- Tingkat kesadaran masyarakat yang akan menumbuhkan
tingkat partisipasi masyarakat dalam membangun dan
mengelola PLTMH yang akan dibangun.
- Respon dan permintaan listrik oleh masyarakat dimana
PLTMH tersebut akan dibangun.
- Peluang pemanfaatan listrik yang akan dihasilkan untuk
penggunaan produktif atau pemanfaatan lain yang
berdampak positif bagi perekonomian masyarakat
- Kapasitas masyarakat baik dari segi pendidikan,
keterampilan,manajemen dan lain-lain
- Peluang munculnya keswadayaan masyarakat untuk
mendukung keberlanjutan PLTMH yang akan dibangun.
c. Pengolahan data hasil survey

3) Tahap Analisis dan Penyusunan Laporan
a. Analisis
Analisis kebutuhan listrik (local market), daya listrik yang
bisa dimanfaatkan dan jaringan transmisi/distribusi yang
diperlukan.
Perencanaan teknis (Detail Engineering Disign) PLTMH yang
meliputi gambar site plan instalasi PLTMH, shop drawing sipil,
mekanikal dan elektrikal, serta sistem distribusi
Penentuan jenis dan kapasitas turbin, generator dan sistem
kontrol
Pembuatan RAB Instalasi PLTMH (Bill of Quantity) dan biaya
lain yang diperlukan dalam pemanfaatan dan pemeliharaan
(O&M) serta biaya penataan kelembagaannya.
10


Penentuan kelayakan ekonomis, finansial dan dampak lingkungan.
Pemilihan sistem pengelolaan PLTMH yang sesuai dengan
kebutuhan masyarakat dan industri kecil di wilayah tersebut
(apakah dalam bentuk koperasi, perusahaan atau bentuk
lainnya)
b. Pembuatan Laporan
10. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan pekerjaan studi kelayakan pembangunan
PLTMH ini diperkirakan selama 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) termasuk mobilisasi. Konsultan
harus menyusun rencana kerja lengkap, termasuk jadwal
penyediaan peralatan dan personilnya.
10. TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan dalam kegiatan ini sebanyak 9 (sembilan)
orang yang terdiri atas :
a. Ketua Tim (Team Leader) 1 (satu) orang
Ketua Tim - Sarjana Strata 2 (S2) ahli Teknik Elektro lulusan Univ.
Negeri atau yang telah disamakan, berpengalaman dalam
pelaksanakan pekerjaan konsultan / engineering procurement and
construction (EPC) bidang pembangkitan (pelistrikan desa)
sekurang-kurangnya 7 (tujuh) tahun. Tugas utamanya adalah
memimpin dan mengkoordinir anggota tim dalam pelaksanaan
pekerjaan sampai selesai.
b. Tenaga Ahli Mesin 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan teknik mesin lulusan Univ. Negeri
atau yang telah disamakan, berpengalaman dalam pelaksanakan
pekerjaan konsultan / engineering procurement and construction
(EPC) bidang pembangkitan (pelistrikan desa) sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun.

11


c.Tenaga Ahli Elektro 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan teknik elektro lulusan Univ. Negeri
atau yang telah disamakan, berpengalaman dalam pelaksanakan
pekerjaan konsultan / engineering procurement and construction
(EPC) bidang pembangkitan (pelistrikan desa) sekurang-kurangnya
5 (lima) tahun.
d.Tenaga Ahli Sipil 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan teknik sipil lulusan Univ. Negeri atau
yang telah disamakan, berpengalaman dalam pelaksanakan
pekerjaan konsultan di bidang sumber daya air, konstruksi dan
bidang pembangkitan (pelistrikan desa) sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun.
e.Tenaga Ahli Geodesi 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan teknik geodesi lulusan Univ. Negeri
atau yang telah disamakan, berpengalaman dalam pelaksanakan
pekerjaan konsultan bidang pemetaan, pembuatan topografi dll
sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
f.Tenaga Ahli Geoteknik 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan Geoteknik lulusan Univ. Negeri atau
yang telah disamakan, berpengalaman dalam pelaksanakan
pekerjaan konsultan bidang analisis tanah, struktur dan kontur
geologi dll sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
g.Tenaga Ahli Lingkungan 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan Teknik Lingkungan lulusan Univ.
Negeri atau yang telah disamakan, berpengalaman dalam
pekerjaan studi lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
h.Tenaga Ahli Ekonomi 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan ekonomi lulusan Univ. Negeri atau
yang telah disamakan, berpengalaman dalam analisis kelayakan
ekonomi Proyek bidang pembangkitan (pelistrikan desa) sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun.
12


i.Tenaga Ahli Sosial / Pengembangan Masyarakat 1 (satu) orang
Sarjana Strata 1 (S1) jurusan sosial lulusan Univ. Negeri atau yang
telah disamakan, berpengalaman dalam pekerjaan pengembangan
masyarakat sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
11. KELUARAN/ OUTPUT
Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah tersusunya
Dokumen Studi Kelayakan dan Detail Engineer Design (DED)
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di
Kabupaten Buol, dengan sistematika pelaporan menurut urutan dan
isi sebagai berikut:

Bab I. Pendahuluan,
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan
1.3. Lingkup Pekerjaan studi kelayakan
1.4. Sistematika Pembahasan
Bab II. Kondisi Daerah Studi
2.1. Sifat dan karakteristik lokasi (topografis, hidrologi,
geologi teknik, klimatologi dan aksesbilitas),
2.2. Profil konsumsi energi masyarakat dan elektrifikasi,
2.3. Profil sosial dan ekonomi
Bab III Potensi Energi dan Daya yang dihasilkan
3.1. Deskripsi sumber daya hidrologi
3.2. Kapasitas daya dan energi yang dihasilkan
3.3. Skema alternatif pembangkit
Bab IV. Konfigurasi Fisik (Detail Design),
4.1. Susunan umum sistem pembangkit
4.2. Detail pekerjaan sipil dan rumah pembangkit,
4.3. Spesifikasi perlengkapan elektrikal dan mekanikal,
4.4. Sistem distribusi energi listrik.
13


Bab V. Pembiayaan dan Keuntungan Proyek,
5.1. Rincian biaya modal
5.2. Biaya operasi dan perawatan tahunan
5.3. Struktur tarif listrik
5.4. Aliran pendapatan langsung
5.5. Peningkatan produktivitas masyarakat
5.6. Keuntungan total yang dapat diperoleh masyarakat
Bab VI. Analisis Ekonomis dan Finansial
6.1. Analisis cost/Benefit atau tingkat pengembalian
6.2. Analisis biaya umur operasi alternatif
6.3. Identifikasi mekanisme pendanaan
6.4. Analisis cashflow.
Bab VII. Analisis Sosial
7.1. Operasi dan Manajemen pengelolaan
7.2. Peluang partisipasi lokal
7.3. Dampak umum terhadap masyarakat
7.4. Peraturan institusional.
Bab VIII.Dampak Lingkungan
8.1. Deskripsi flora dan fauna
8.2. Impact selama proses konstruksi
8.3. Impact selama masa operasi
Bab 9. J adwal Waktu Konstruksi
Bab 10. Rangkuman dan Rekomendasi
Lampiran
12. SISTEM PELAPORAN
Setiap tahap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh konsultan harus
disertai dengan laporan dan dipresentasikan di hadapan Kepala
Dinas, Pengelola Kegiatan dan/atau pihak lain yang berkompoten
serta Tim Teknis yang dibentuk oleh Kepala Dinas untuk menilai dan
mengevaluasi hasil pekerjaan tersebut. Hasil penilaian dan evaluasi
14


Tim Teknis menjadi dasar bagi Kepala Dinas dalam pengambilan
kebijakan selanjutnya.
Seluruh kegiatan ini dituangkan dalam bentuk laporan yang harus
diserahkan secara bertahap meliputi:
a. Laporan Pendahuluan, berisikan jadwal kerja tim, metodologi,
pendekatan pelaksanaan pekerjaan, hasil site visit, rencana
seluruh kegiatan yang akan dilakukan mulai dari persiapan
pelaksanaan pekerjaan, metode pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan kerangka acuan kerja, jadwal kerja dan jadwal penugasan
tenaga ahli. Laporan Pendahuluan ini dibuat sebanyak 10
(sepuluh) eksemplar dan harus dibahas bersama tim teknis, serta
diserahkan paling lambat 15 (lima belas) hari setelah Surat
Perintah Mulai Kerja diterbitkan.
b. Laporan Antara, secara garis besar terdiri dari analisa/rumusan
hasil survey, konsep perencanaan, draft site plan gambar denah
tampak dalam format kertas A3-Landscape, perhitungan struktur,
Tahapan Konsep rencana teknis dan non teknis, tahapan
pengembangan rencana dan tahapan detail. Laporan antara
dibuat sebanyak 10 (sepuluh) buku, dan harus dibahas bersama
tim teknis diserahkan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari
kalender setelah dikeluarkannya SPMK
c. Laporan Akhir, Laporan ini merupakan produk akhir yang akan
dibahas dalam pertemuan dengan pengguna J asa, berdasarkan
metodologi penulisan yang telah ditetapkan dalam kerangka
acuan kerja. Laporan ini disampaikan 90 (sembilan puluh) hari
kalender setelah SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku,
setelah dilakukan evaluasi dan penyempurnaan.
Seluruh Dokumen Perencanaan dan laporan juga diserahkan dalam
bentuk soft copy sebanyak 5 (lima) disk.
15


13. PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai dasar pelaksanaan kegiatan
Studi Kelayakan Pembangunan PLTMH di Kabupaten Buol. Kerangka
acuan kegiatan ini sudah diupayakan rinci, namun demikian demi
sempurnanya hasil kegiatan ini maka dimungkinkan adanya
perubahan-perubahan berdasarkan masukan dan hasil pembahasan
pada saat proses pelaksanaannya semua perubahan yang bertujuan
mendapatkan hasil yang terbaik akan dicatat sesuai kesepakatan
pihak-pihak bersangkutan.
Palu, Pebruari 2014
PENGGUNA ANGGARAN
SELAKU PEJ ABAT PEMBUAT KOMITMEN



Ir. BAMBANG SUNARYO, M.Eng.Sc.
Pembina Utama Madya
Nip. 19570412 198511 1 003