Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PRAKTIKUM

PERANCANGAN SISTEM DIGITAL


PARAMETER GERBANG LOGIKA





Kelas : TEK B-P2
Nama : Ilyas Azhari F
NIM : J3D112098






PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013





PARAMATER GERBANG LOGIKA


1.TUJUAN PERCOBAAN
1.Mengenal dan memahami beberapa karakteristik dari gerbang logika diantarannya
voltage transfer,noise margin,dan propagation delay.
2.Mengenal dan memahami parameter dari gerbang logika yaitu operating point yang
mempresentasikan range logika HIGH dan LOW.
3.Dapat membuat rangkaian kombinansional sederhana menggunakan IC logika CMOS.




PERSIAPAN

Bacalah appendix yang ada pada buku petunjuk praktikum ini dan bahan kuliah yang
berkaitan,bagi yang mendapatkan praktikum elektronika 1 baca kembali percobaan
tentang instrumentasi Laboratorium.Kerjakan tugas pendahuluan dan kumpulkan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.



PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1 buah project Board
Modul catu daya dengan tegangan 5V
Komponen IC gerbang logika 7400 1 buah, 7402 1 buah ,7404 1 buah,
7408 2 buah
1 buah black box IC merupakan salah satu dari IC gerbang logika 7410,
7411 atau 7427
Osiloskop dan Generator sinyal
Kabel Jumper secukupnya
1 buah kabel BNC BNC, 2 buah kabel BNC Probe kait / BNC-jepit
buaya / BNC Banana
2 buah kabel banana- Banana / Banana-Jepit Buaya merah dan hitam.





2.TEORI PENUNJANG


KARAKTERISTIK VOLTAGE TRANSFER
Karakteristik static voltage transfer dari gerbang sebuah logika adalah plot dari
tegangan keluaran gerbang logika Vout dubandingkan dengan tegangan masukan
gerbang logika Vin.
Secara matematis kita bisa mendekskripsikan karakteristik voltage transfer sebagai
Vout =f(Vin).istilah statik disini karena kita tidak memperhitungkan faktor waktu
yang diantarannya adalah waktu tunda pada gerbang logika.
Gambar 1(a) memperlihatkan static voltage transfer dari gerbang inverter dengan
tegangan catu daya sebesar Vcc = 5 V.





gambar 1 (a) karakteristik voltage transfer




(b).Operating Points


Dari Krakteristik voltage transfer kita bisa mendapatkan beberapa hal, yang pertama
adalah operating point.

Operating point merupakan nilai tegangan keluaran yang dihasilkan gerbang
logikayang bisa diidentifikasi sebagai keluaran bernilai LOW dan bernilai HIGH.
Karena tegangan keluaran bergantungpada tegangan masukan makauntuk
mendapatkan nilai HIGH operating poin secara utuh keluaran inverter, nilai LOW
operating poin harus menjadi masukan inverter dan begitu pula sebaliknya sehingga
dibutuhkan konfigurasi umpan balik atu yang menyerupai.

Kemudian yang kedua adalah kita bisa mendapatkan nilai noise margin. Noise/derau
didefinisikan sebagai tegangan efektif dari satu lebih masukan gerbang logika yang
ditambahkan atau dikurangi terhadap tegangan normal.Tegangan normal adalah
tegangan titik operasi yang stabil.








Noise margin didefinisikan sebagai jumlah tegangan derau efektif yang bisa
ditoleransi oleh input tanpa mengubah nilai keluaran gerbang logika.



Gambar 2 : Noise margin karakteristik transfer voltage gerbang logika


Untuk mendapatkan nilai noise margin, kita memerlukan dua nilai tegangan yang
didapatkan dari grafik karakteristik transfer yaitu dua tegangan input yang memiliki
gradient = -1 seperti yang ditandai pada gambar 1. Tegangan yang lebih rendah dari
kedua tegangan ini disebut V input LOW yang dituliskan Vil dan yang lebih tinggi
disebut V input HIGH yang dituliskan VIH.Kedua tegangan ini merupakan tegangan
perkiraan yang dianggap sebagai tegangan batas yang masih dikenali sebagai jenis
masukann logika HIGH dan LOW.

Dengan menggunakan tegangan ini beserta tegangan VOH dan VOL kita bisa
mendapatkan static voltage noise margin untuk gerbang logika.untuk LOW noise
margin dirumuskan :

NM
L
= V
IL
V
OL


Sedangkan HIGH noise margin dirumuskan :

NM
H
= V
OH
- V
IH

Dari semua hal diatas, kita akan bisa menyimpulkan apakah yang disebut dengan nilai
logika LOW dan logika HIGH baik untuk masukan maupun keluaran.




Voltage Transfer Characteristik (VTC) sebuah inverter.

Operasi statik dari jenis rangkaian logika ditentukan karakteristiknya oleh karakteristik
voltage transfer (VTC) dari inverter dasarnya.
Pada VTC terdapat 4 parameter, V
OH
, V
OL
, V
IH
dan V
IL
. V
IH
dan V
IL
didefinisikan sebagai titik
di mana arah kemiringan kurva = -1.
V
M
didefinisikan sebagai tegangan ambang di mana v
O
= v
I.


V
IL
adalah harga maksimum sinyal masukan v
i
yang masih dianggap oleh inverter sebagai
logika 0.
V
IH
adalah harga minimum sinyal masukan v
i
yang masih dianggap oleh inverter sebagai
logika 1.
V
OH
adalah harga sinyal keluaran logika 1
V
OL
adalah harga sinyal keluaran logika 0
Ketahanan (robustness) dari jenis rangkaian logika ditentukan oleh kemampuannya untuk
menolak derau yang dinyatakan dengan noise margin
NM
H
V
OH
V
IH

NM
L
V
IL
V
OL

Sebuah inverter yang ideal mempunyai:
NM
H
= NM
L
= V
DD
/2
V
M
= V
DD
/2









GATE DELAY
Dalam penjelasan berikut akan dibahas dua parameter gate delay yang penting.Untuk
mendefinisikan parameter ini,kita akan memnggunakan inverter sebgaai contoh.Kita
akan mengansumsikan sebuah pulsa diberikan kepada masukan inverter VIN seperti
pada gambar diatas.Respon terhadap pulsa ini pada keluaran inverter adala Vout yang
bisa dilihat pula pada gambar diatas,

Dua parameter yang akan dijelaskan tersebut dinamakan high to low propagation
time(Tphl) dan low to high propogation time(Tplh),Pengukuran kedua parameter
ini dilakukan pada posisi 50% tegangan maksimal dari bentuk gelombang Vin dan
Vout seperti yang terlihat pada gambar 3.


Gambar 3 : Definisi parameter gate delay


Pada kasus rangkaian dimana bentuk gelombang keluaran sama dengan gelombang
masukan Tphl adalah waktu yang diukur dari level tegangan ini ketika falling input

Wavefrom hingga falling output

Wavefrom, sedangkan Tplh Ddiukur dari level tegangan inni ketika rising input
wavefrom hingga rising output wavefrom.








Perhatikan bahwa subscript pada parameter ini mencerminkan arah perubahan
tegangan dari sinyal keluaran.Sebagai tambahan kita akan mendefinisikan parameter
kedua yaitu worst case propagation delay yang dirumuskan :


t
PD
= maximum ( t
PLH
,t
PHL
)


Patut diperhatikan bahwa tingkat 50% yang kita gunakan disini bukan sesuatu yang
umum dalam pengukuran delay.Untuk Tpd (average) kita akkan
merumuskannyasebagai nilai rata rata dari Tplhl dan Tplh yang dirumuskan :

Tpd(Average) kita kan merumuskannya sebagai nilai rata rata dari
Tphl dan Tplh yang dirumuskan :


t
PD(average)
= (t
PLH
+t
PHL
)/2
Kinerja dinamik dari jenis rangkaian logika ditentukan oleh waktu tunda propagasi
dari inverter dasarnya.
t
PLH
adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika rendah ke keluaran logika
tinggi.
t
PHL
adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika tinggi ke keluaran logika
rendah.
t
p
(t
PLH
+ t
PHL
)

Makin pendek waktu tunda propagasi, makin tinggi kecepatan operasi jenis rangkaian
logika.




















Power Dissipation
Ada dua macam disipasi daya.
Disipasi daya statik didefinisikan sebagai daya yang didisipasikan oleh gerbang jika
tidak ada proses perubahan (switching). Disipasi daya ini disebabkan oleh adanya
hubungan pada rangkaian gerbang ke catu daya dan ground pada saat keluaran tinggi
atau rendah.
Disipasi daya dinamik didefinisikan sebagai daya yang didisipasikan oleh gerbang
jika ada proses perubahan. Hal ini terjadi karena transistor beroperasi dari catu daya
V
DD
dan mengisi kapasitor beban.

f = frekuensi
Persamaan di atas dturunkan dengan asumsi bahwa keluaran rendah = 0 V dan
keluaran tinggi = V
DD




Gambar 3.Definisi dari waktu tunda propagasi dan waktu perubahan (switching times)
dari sebuah inverter













Parameter Gerbang Logika

Disipasi daya adalah daya yang dikonsumsi suatu gerbang secara penuh digerakan oleh
masukannya
Fan in adalah cacah gerbang logika serupa yang dapat dihubungkan ke masukkan tanpa
menimbulkan arus penurunan arus tegangan
Fan out adalah cacah gerbang logika yang biasa dioperasikan tanpa menyebabkan
penurunan arus tegangan
Waktu tunda merupakan selisih waktu antara diberikannya pulsa masukan ke piranti
logika dan perubahan keadaan logika yang terjadi
Kekebalan derau adalah tegangan derau maksimum yang diperoleh masukan tanpa
menyebabkan perubahan pada keluaran






































3. TUGAS PENDAHULUAN

1. Cari dan bacalah datasheet dari semua IC yang digunakan pada percobaan ini terutama
posisi kaki dan karakteristiknya.sebutkan perbedaan yang mendasar dari IC rangkaian
logika,antara yang berbasis TTL dan CMOS.
2. a.Design dan susunlah gerbang AND, OR ,NAND, dan NOR menggunakan transistor
PMOS !!
3. Untuk rangkaian logika, sering dibuat hubungan langsung output suatu gerbang dengan
input gerbang lain (feeding/driving).Sebutkan dan jelaskan batasan batasan dalam hal
melakukan ini!
4. Analisis gambar berikut ini










a. Hubungan input-outputgrafik diatas mensimulasikan rangkaian apa?
Bagaimana pejelasan anda?

b. Berapa nilai tpLH ,Tphl ,rise time, dan fall time? Tunjukan pada gambar diatas posisi
anda mendapatkan nilai tersebut!








JAWABAN :



1. Perbedaan yang mendasar dari IC rangkaian logika berbasis TTL dan CMOS :
- IC TTL (Transistor-Transistor Logic) :
a) Komponen utamanya menggunakan transistor.
b) IC gerbang logika untuk tipe TTL ditandai dengan kode 74 (seri 74xx, 741xx, 742xx,
743xx, 744xx).
c) Konsumsi daya dari jenis IC TTL ini relatif lebih besar.
d) Pada IC jenis ini, untuk menghasilkan logika '1' diberikan tegangan 5V, sedangkan
untuk logika '0' diberikan tegangan 0V.
e) Banyak digunakan dalam rangkaian-rangkaian digital, karena menggunakan sumber
tegangan yang relatif rendah, yaitu antara 4.75V s/d 5.25V.

- IC CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) :
a) Berisi rangkaian yang merupakan gabungan dari beberapa komponen MOSFET untuk
membentuk gerbang dengan fungsi logika.
b) IC gerbang logika yang menggunakan CMOS ditandai dengan kode 40 (seri 40xx).
c) Konsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan IC TTL.
d) Logika dari IC CMOS diwakili oleh tegangan maksimal dari catu daya yang
diberikan. Bila tegangan catu daya yang diberikan sebesar 15V, maka logika '1' akan
diwakili oleh tegangan maksimal sebesar 15V. Sedangkan untuk logika '0' diberikan
tegangan sebesar 0V.
e) Pemilihan tegangan sumbernya jauh lebih lebar, yaitu 3V s/d 5V.
f) Kelemahan dari IC CMOS yaitu kemungkinan rusaknya komponen akibat
elektrostatis dan harganya lebih mahal. Perlu diingat bahwa semua masukan (input)
CMOS harus digroundkan atau dihubungkan dengan sumber tegangan.









b. Karena gerbang NAND dan NOR merupakan gerbang universal, maksudny dengan hanya
menggunakan jenis gerbang NAND atau NOR saja kita dapat menggunakan fungsi 3 gerbang
dasar yang lain (AND, OR, dan NOT). Selain itu gerbang NAND dan NOR bersifat
multilevel, artinya dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau OR akan ada banyak
level (tingkatan) mulai dari sisi input sampai dengan ke sisi output. Keuntungan lainnya
dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang
yang terdapat dalam IC, sehingga dapat menghemat biaya.

3.




4. a. Mensimulasikan rangkaian voltage transfer. Static voltage transfer merupakan sebuah plot
dari tegangan keluaran gerbang logika V
OUT
dibandingkan dengan tegangan masukan gerbang
logika V
IN
. Secara matematis, kita bisa mendeskripsikan karakteristik voltage transfer sebagai
V
OUT
= f(V
IN
). Istilah statik digunakan karena kita tidak memperhitungkan faktor waktu yang
diantaranya adalah waktu tunda pada gerbang logika.

b.




































4. PELAKSANAAN PERCOBAAN

PROSEDUR PRAKTIKUM
Sebelum praktikum dilaksanakan,lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Pastikan semua alat dan bahan sudah disiapkan
2. Perhatikan datasheet tiap tiap IC yang digunakan pada modul ini, amati setiap pin pada
IC tersebut (letak VCC, GND, dan kaki input/output bisa dilihat di Apendix F).
3. Periksa catu daya sebelum diberikan terhdapa rangkaian, sesuaikan dengan TTL yang
dibutuhkan yaitu +5VDC. Kerusakan komponen akibat tegangan yang tidak sesuai atau
akibat kesalahan letak input/output menjadi tanggung jawab praktikan!!!
4. Periksa pemasangan IC pada rangkaian dengan mengukur kaki tegangan catu daya
(+5V dan GND)
5. Periksa kabel kabel dan konektor ,gunakan multimeter untuk melakukannya


Pada saat prektikum berlangsung,praktikan hendaknya memperhatikan hal hal berikut ini :

1. Matikan catu daya pada saat merangkai atau mengubah rangkaian dan mengganti IC
2. Periksa nilai VCC dan GROUND yang akan diberikan ke pin IC.
























PERCOBAAN 1A: Voltage Transfer Characteristic dan Noise Margins
dari IC 74LS04
Pada percobaan ini kita akan mencari karakteristik transfer voltage dari sebuah IC74LS04
CMOS inverter.


PROSEDUR PERCOBAAN

1. Buatlah rangakain seperti yang tertera pada gambar 5.
2. Setting keluaran generator sinyal menjadi sinyal segitga dengan frekuensi maksimal
1 KHz dan tegangan puncak 5 v, gunakan offset DC dengan menarik knop OFFSET
keluar terlebih dahulu dan memutarnya sehingga dihasilkan tegangan minimum
keluaran adalah 0V.Gunakan port OUTPUT sebagai keluaran bukan port TTL/CMOS.
Cek keluaran sinyal generator menggunakan osiloskop dengan mode coupling DC
sebelum menyambungkannya dengan inverter karena dapat merusak IC.
3. Lakukan kalibrasi posisi ground pada osiloskop seperti yang diajarkan pada praktikum
rangkaian listrik.setting level sensitivitas teganggan osiloskop menjadi 2V/div dan
gunakan mode coupling DC sebelum menyambungkannya dengan inverter karena
dapat merusak IC.
4. Sambungkan output generator sinya ke gerbang logika.
5. Sambungkan kanal osiloskop dengan input gerbang logika.
6. Sambungkan kanal 2 osiloskop dengan output gerbang logika.
7. Setting power supply pada tegangan 5V dan sambungkan dengan VCC gerbang logika.
8. Setting osiloskop dengan mode X-Y dengan menekan tombol GND pada kedua
kanalmasukan hingga terlihat 1 titik kecil, tempatkan titik yang terliaht pada tengah
osiloskop/sumbu koordinat (jangan terlalu lamapada bentuk titik ini !!!).
Setelah itu tekan tombol GND kembali untuk pengamatan bentuk sinyal.
9. Lihat keluaran Osiloskop,apakah bentuknya mirip dengan gambar referensi ataukah
ada perbedaan.Tulis hasil dan langkah yang anda kerjakan pada logbook
anda.Cantumkan gambar yang didapat pada laporan anda dan jelaskan yang bisa anda
analisa dari gambar tersebut.
10. Catat hasil percobaan pada BCLL anda.











Gambar 5 : bentuk rangakain untuk percobaan 1a(nilai sinyal ikuti petunjuk praktikum)




PERCOBAAN 1B : Mencari nilai NM
L
dan NM
H

Pada percobaan ini kita akan mencari karakteristik static noise margin dari sebuah
IC74LS04 CMOS inverter.

PROSEDUR PERCOBAAN:
1. Gambarkan kembali pada log book anda keluaran mode XY dari percobaan sebelumnya
pada tempat yang terpisah.
2. Tukarkan posisi probe osiloskop kanal 1 dengan kanal 2 sehingga posisinya bertukar dari
percobaan 1(kanal 1 terhubung dengan output IC dan kanal 2 dengan input IC).
3 Sama seperti percobaan 1 dapatkan sinyal keluaran inverter dalam mode XY.
4 Kemudian gambarkan pula sinyal tersebut secara manual pada bidang gambar yang sama
pada langkah 1 sehingga kedua gambar akan saling bertumpukan dan membentuk seperti
pada gambar 1.
5 Pada laporan anda cantumkan gambar yang didapat dan tunjukkan pada gambar serta hitung
nilainilai berikut berdasarkan hasil pengamatan anda:
6 Nilai dan posisi V
OL
,V
OH
,V
IL
, dan V
IH
dengan ketelitian 1 desimal(lihat referensi gambar 1)
7 nilai NM
H
dan NM
L
yang anda dapatkan dari percobaan berdasarkan rumus yang sudah
diberikan dan bandingkan dengan nilai yang tertera pada datasheet.
8 Catat hasil percobaan pada BCL anda. Apa yang dapat anda simpulkan pada percobaan ini?




PERCOBAAN 1C : Delay Propagasi
Dalam percobaan delay propagasi ini kita akan menggunakan gerbang logika AND 2
masukan(IC 7408). Karena keterbatasan kemampuan osiloskop maka kita akan
menggunakan konfigurasi 4 buah gerbang yang diserikan.
Dengan konfigurasi ini hasil delay propagasi yang didapatkan harus dibagi empat
terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai sebenarnya.

PROSEDUR PERCOBAAN:
1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 6 dibawah dengan kondisi seluruh alat
dimatikan
2. Kemudian sambungkan power supply dengan Vcc Ground gerbang logika.
3. Nyalakan power supply
4. Ubah setting triggering menggunakan tombol slope menjadi positive edge .
5. Setting setiap kanal input menjadi 1V/DIV . sambungkan ground channel 1 dan channel
2 dan setting TIME/DIV ke posisi terendah osiloskop yaitu 0.2 us.
6. Setting keluaran generator sinyal menjadi sinyal kotak dengan frekuensi 600KHz jika
menggunakan osiloskop jenis 622G atau frekuensi 300KHz jika menggunakan osiloskop
jenis GOS 6050.. Gunakan port OUTPUT sebagai keluaran. Cek keluaran sinyal
generator menggunakan osiloskop sebelum menyambungkannya dengan Gerbang
logika karena dapat merusak IC apabila salah!!!.
7. Tampilkan keluaran dari kedua kanal sehingga bentuk pulsa pada saat naik pada kanal 1
dan kanal 2 bisa diamati secara utuh.
8. Gunakan tombol X1/MAG untuk memperbesar hasil yang didapatkan, kemudian tekan
tombol x5 x10x20 dan perbesar hingga 10x agar lebih terlihat jelas.
9. Atur posisi vertical kedua sinyal sehingga posisi 50% berada di sumbu X(Nilai sinyal
diatas dan dibawah sumbu X pada masing masing kanal sama).
10. Gambarkan atau foto hasil yang didapatkan.
11. Ubah setting triggering menjadi negative edge dan ulangi semua langkah diatas.
12. Gunakan nilai t
PLH
dan t
PHL
yang didapatkan untuk mencari t
PD
dan t
PD(average)
menggunakan rumus yang telah diberikan sebelumnya.
13. Baca datasheet dari 74LS08, kemudian bandingkan t
PD
dan t
PD(average)
yang didapatkan













pada percobaan dengan rentang nilai yang tertulis pada datasheet dan jelaskan alasannya
apabila ada perbedaan hasil yang didapat.





Gambar 6 : Bentuk rangkaian untuk percobaan 1c

PERCOBAAN 1D : Verifikasi fungsi logika
Sebelumnya anda akan diberikan sebuah IC logika yang nomor serinya sudah disamarkan.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari jenis IC logika yang digunakan berdasarkan
hubungan inputoutput yang terukur. IC yang digunakan memiliki 3 input, lihatlah datasheet
IC logika CMOS 3 input apa saja untuk verifikasi posisi pin karena semuanya memliki posisi
pin yang sama.

PROSEDUR PERCOBAAN:
1. Sambungkan catu daya dengan kaki VCCGND gerbang logika yang sesuai. VCC pada kaki
14 dan GND pada kaki 7.
2. Pada IC yang digunakan input adalah kaki 1, 2, dan 13. Sedangkan outputnya berada di kaki
12 seperti tampak pada gambar.
3. Gunakan salah satu kanal masukan osiloskop untuk mengukur tegangan keluaran dari
gerbang logika yang akan diukur.
4. Buatlah tabel logika dari gerbang yang dipakai dengan menvariasikan ketiga masukan
gerbang logika menggunakan tegangan dari power supply. Untuk logika High gunakan Vcc
power supply yang diset bernilai 5V, sedangkan untuk logika LOW gunakan ground power
supply. Gunakan resistor pengaman 1Kohm pada masingmasing masukan









Gambar 7 : Bentuk rangkaian untuk percobaan 1d


OBSERVASI:
Jawab pertanyaan berikut:
1. Apakah fungsi logika dari gerbang[Y=f(A,B,C)]? Jelaskan bagaimana anda
mendapatkannya dari bentuk pulsa yang terlihat.
2. Catat semua hasil percobaan pada BCL anda.



















PERCOBAAN 1E : Rangkaian Kombinasional Sederhana

Dalam percobaan ini anda akan mengkonversikan suatu persamaan logika ke bentuk lainnya
PROSEDUR PERCOBAAN:
1. Buatlah persamaan logika : Q = A + B, menjadi persamaan yang hanya memuat operasi
NAND atau NOR saja.
2. Rancang dan gambarkan rangkaiannya pada logbook anda, kemudian buat rangkaiannya
dari IC CMOS yang tersedia pada projectboard.
3. Verifikasi fungsionalitas rangkaian anda dengan memberikan kombinasi berbagai input
yang mungkin, catat dan bandingkan hasilnya dengan tabel kebenaran yang anda
harapkan.
4. Dari percobaan ini apa yang dapat anda simpulkan?
5. Catat semua hasil percobaan pada BCL anda.


MENGAKHIRI PERCOBAAN
1. Sebelum keluar dari ruang praktikum, rapikan meja praktikum. Bereskan kabel dan
matikan komputer, osiloskop, generator sinyal, dan power supply DC. Cabut daya
dari jalajala ke kit FPGA dan letakkan kembali pada tempat semula.
2. Periksa lagi lembar penggunaan meja. Praktikan yang tidak menandatangani lembar
penggunaan meja atau membereskan meja ketika praktikum berakhir akan
mendapatkan potongan nilai sebesar minimal 10.
3. Pastikan asisten telah menandatangani catatan percobaan kali ini pada Buku
Catatan Laboratorium anda. Catatan percobaan yang tidak ditandatangani oleh asisten
tidak akan dinilai.




















5.HASIL PERCOBAAN

PERCOBAAN 1A:
Voltage Transfer Characteristic dan Noise Margins dari IC 74LS04
Pada percobaan ini kita akan mencari karakteristik transfer voltage dari sebuah IC74LS04
CMOS inverter.


Sinyal pada Osiloskop




PERCOBAAN 1B : Mencari nilai NM
L
dan NM
H

Pada percobaan ini kita akan mencari karakteristik static noise margin dari sebuah
IC74LS04 CMOS inverter.
Sinyal pada Osiloskop




PERCOBAAN 1C : Delay Propagasi
Dalam percobaan delay propagasi ini kita akan menggunakan gerbang logika AND 2
masukan(IC 7408). Karena keterbatasan kemampuan osiloskop maka kita akan
menggunakan konfigurasi 4 buah gerbang yang diserikan.
Dengan konfigurasi ini hasil delay propagasi yang didapatkan harus dibagi empat
terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai sebenarnya.

Sinyal pada Osiloskop



Sinyal yang seharusnya didapat (terdapat delay)







PERCOBAAN 1 D :
Verifikasi Fungsi Logika
Sebelumnya anda akan diberikan sebuah IC logika yang nomor serinya sudah disamarkan.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari jenis IC logika yang digunakan berdasarkan
hubungan inputoutput yang terukur. IC yang digunakan memiliki 3 input, lihatlah datasheet
IC logika CMOS 3 input apa saja untuk verifikasi posisi pin karena semuanya memliki posisi
pin yang sama.


OBSERVASI:
Jawab pertanyaan berikut:
1. Apakah fungsi logika dari gerbang[Y=f(A,B,C)]? Jelaskan bagaimana anda
mendapatkannya dari bentuk pulsa yang terlihat.
2. Catat semua hasil percobaan pada BCL anda.


1.
A B C Hasil
0 0 0 0
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 0
1 0 0 0
1 0 1 0
1 1 0 0
1 1 1 1


2. Dari tabel data diatas memperlihatkan kalau fungsi logika dari gerbang yang dicoba adalah
gerbang AND. Untuk mengidentifikasi apakah sinyal yang dihasilkan adalah sinyal Low atau
High dengan melihat nilai V output pada osiloskop, apabila V output menunjukkan nilai
mendekati atau sama dengan 5 V maka output merupakan High atau 1, dan sebaliknya bila
output menunjukkan nilai mendekati atau sama dengan 0 V maka output merupakan Low
atau 0.






Gambar pada keadaan 111 (High)







Gambar pada keadaan 000-110 (Low)















Mendapatkan bentuk dari pulsa yang terlihat :

Pada saat inputan 000 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 001 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 010 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 011 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 100 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 101 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 110 bentuk pulsa yang terlihat 0 (Low)
Pada saat inputan 111 bentuk pulsa yang terlihat 1 (High)



PERCOBAAN 1 E :
Rangkaian Kombinasional Sederhana
Dalam percobaan ini anda akan mengkonversikan suatu persamaan logika ke bentuk lainnya


Gerbang NOR
Gambar















Gerbang NOR = A+B = A+B
= A+B = A+B

















Gerbang NAND
Gambar















Gerbang NAND = (A.A) (B.B) = A+ B

(A +A) (B+B) = A+B

(A + A) + (B +B) = A+B

A + B =A + B

A + B =A + B














TIMING DIAGRAM






A



B


C


D




















KESIMPULAN


Pada praktikum kali ini, pada bagian 1A kita mendapatkan noise margin sebagai jumlah
dari tegangan efektif yang bisa ditoleransi tanpa mengubah nilai keluaran gerbang logika.
Pada percobaan 1B posisi x dan y ditukan, lalu pada percobaan 1C kita dapat mengetahui
pengoprasian antara gerbang terdapat suatu delay . Pada percobaan 1D kita dapat mengetahui
keluaran high hanya didapatkan dari 3 inputan yang bernilai high. Dan dari percobaan 1E kita
dapat membuat hasil operasi NAND atau OR dengan operasi Q= A+B.




































DAFTAR PUSTAKA

[1] Suheri, A. 2013. Penuntun Praktikum Perancangan Sistem Digital,. Bogor : Program
Diploma Institut Pertanian Bogor.
[2] http://novtani.wordpress.com/2012/10/21/teknologi-logika/
[3] http://stlftui.wordpress.com/2011/11/10/voltage-sag-definisi-karakteristik-dan-penyebabnya/
[4] www.DatasheetCatalog.com
[5] Frank Vahid., Digital Design, Hal. 30-76, John Wiley & Sons Inc, New Jesey, 2007
[6] Mervin T. Hutabarat, dkk,Petunjuk Praktikum EL2195 Sistem Digital, Hal. 1-11,
Laboratorium Dasar Teknik Elektro ITB, Bandung, 2009
[7] Stephen Brown dan Zvonko Vranesic, Fundamental of Digital Logic with VHDL
Design, Hal. 20-49 75-93 118-121 , McGraw-Hill, New York, 2005













































LAMPIRAN










DATA SHEET