Anda di halaman 1dari 57

REFERAT

ALOPESIA
PEMBIMBING
DR. RIZQA HAERANI SAENONG, SP. KK, M.KES
OLEH
RINA MARDIANA
2009730110

PENDAHULUAN
Rambut merupakan salah satu adneksa kulit yang terdapat
pada seluruh tubuh kecuali telapak tangan, telapak kaki,
kuku, dan bibir
Kerontokan rambut adalah hal yang pernah dialami hampir
semua orang, tetapi bila kerontokan rambut tersebut
berlangsung lama dan menyebabkan alopesia atau
kebotakan akan menimbulkan masalah.
Banyak hal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut,
pada umumnya rambut rontok berhubungan dengan penyakit
sistemik atau internal, diet yang buruk, penyakit tiroid, atau
konsumsi obat-obatan tertentu.

ANATOMI RAMBUT
Kutikula
Terdiri atas lapisan keratin yang
berguna untuk perlindungan
terhadap kekeringan dan
pengaruh lain dari luar.
Korteks
Terdiri atas serabut polipeptida
yang memanjang dan saling
berdekatan. Lapisan ini yang
mengandung pigmen.
Medula
Terdiri atas 3-4 lapis sel kubus
yang berisi keratohialin, badan
lemak, dan rongga udara. Rambut
velus tidak mempunyai medula.

JENIS RAMBUT
Rambut kasar yang
mengandung banyak
pigmen
Terdapat di kepala, alis,
bulu mata, ketiak, dan
genitalia eksterna.
Rambut
Terminal
Rambut halus yang sedikit
mengandung pigmen
Terdapat hampir di seluruh
tubuh.
Rambut
Velus
SIKLUS PERTUMBUHAN
RAMBUT
Masa Anagen
Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk
sel-sel baru mendorong sel-sel yang lebih
tua ke atas. Aktivitas ini lamanya antara 3
tahun. (1000 hari)
Masa Catagen
Masa peralihan yang didahului oleh
penebalan jaringan ikat di sekitar folikel
rambut. Bagian tengah akar rambut
menyempit dan di bagian bawahnya
melebar dan mengalami pertandukan
sehingga terbentuk gada (club). Masa
peralihan ini berlangsung 1-3 minggu.
Masa Telogen
Merupakan masa istirahat yang dimulai
dengan memendeknya sel epitel dan
berbentuktunas kecil yang membuat
rambut baru sehingga rambut akan
terdorong keluar fase ini berlangsung 3-5
bula (100hari) sebelum rambut rontok.
FAKTOR MEMPENGARUHI
PERTUMBUHAN RAMBUT
HEREDITER HORMONAL
METABOLIS
ME
NUTRISI
VASKULARI
SASI
PERADANG
AN
OBAT-
OBATAN
DEFINISI ALOPESIA
Kelainan yang ditandai dengan bercak atau daerah pada
kulit, tempat rambut menghilang secara komplit dan cepat.

Pengurangan atau hilangnya rambut, lokal atau umum, untuk
sementara atau secara permanen

Kata alopecia berasal dari Yunani alopex, artinya rubah
yang menderita penyakit kulit sehingga kehilangan sebagian
bulunya
KERONTOKAN
RAMBUT DIFUS

Sebuah gangguan siklus rambut normal
mengarah ke kebotakan.

Hal ini mungkin karena perubahan sirkulasi
hormon, obat-obatan, penyakit kulit
inflamasi dan "stres" dari berbagai jenis
TELOGEN EFFLUVIUM
Terjadi jika semua
rambut masuk ke
dalam
peristirahatan
fase secara
bersama-sama,
paling sering
setelah
melahirkan atau
penyakit berat
POST FEBRILE ALOPECIA
Terjadi ketika
demam melebihi
39
o
C terutama
dengan episode
berulang
KONGENITAL
ALOPECIA
Mungkin terjadi
pada beberapa
sindrom
keturunan

ANAGEN EFFLUVIUM
Terjadi ketika
perkembangan
normal rambut
dan folikel yang
terganggu
menyebabkan
pertumbuhan
rambut yang tidak
adekuat.

FAKTOR MAKANAN
Seperti kekurangan
zat besi dan
hypoproteinaemia
mungkin memainkan
peran , tapi jarang
menyebabkan alopecia
difus

ENDOKRIN
Merupakan faktor
penyebab terjadinya
difus alopecia mencakup
Hypotiroidisme dan
Hipertiroidisme,
Hypopituitarism, dan
Diabetes Mellitus

OBAT SISTEMIK
Seperti obat Sitotoksik,
Antikoagulan,
Imunosupresan , dan
beberapa obat-obat
Antitiroid mungkin
menyebabkan alopecia
difus, biasanya seperti
proses Anagen
Effluvium" seperti yang
disebutkan atas

PENYAKIT INFLAMASI PADA
KULIT
Eritroderma karena
Psoriasis atau Dermatitis
yang berat.

OBAT YANG MENYEBABKAN ALOPECIA
ETIOLOGI
HEREDITER
PENUAAN
PENYAKIT
PENGOBATAN
GAYA HIDUP
FAKTOR RESIKO
GANGGUAN EMOSI
INFEKSI LOKAL
GANGGUAN HORMONAL
PENYAKIT SISTEMIK
FOKAL ALOPECIA
Adanya suatu proses inflamasi yang membutuhkan
penyelidikan lebih lanjut.

Bahwa ada atau tidak ada pemulihan yang besar rambut
pertumbuhan.

Adanya peradangan tidak selalu menghasilkan ditandai
eritema dalam penyakit Lichen lanus dan Lupus
Erythematosus, perubahan inflamasi sering kronis.

Tinea Capitis dapat dikaitkan dengan alopecia dengan
adanya kerak dan rambut rapuh
POLA KEBOTAKAN
PRIA
Pola Alopesia pada pria atau Pola Alopesia
Androgenik pada pria muncul saat remaja,
dekade 20, atau pada awal umur 30 dengan
kerontokan rambut yang bertahap, umumnya
dari Vertex dan Regio Frontotemporal

Proses ini mulai kapan saja setelah pubertas,
dan muncul kumis atau rambut keriting dapat
merupakan tanda awal dari munculnya pola
kebotakan pria.
KLASIFIKASI HAMILTON - PRIA
Tipe I : Rambut masih penuh
Tipe II : Tampak pengurangan
rambut pada kedua bagian
temporal; pada tipe I dan II belum
terlihat alopesia
Tipe III : Border line
Tipe IV : Pengurangan rambut
daerah frontotemporal, disertai
pengurangan rambut bagian
midfrontal.
Tipe V : Tipe IV yang menjadi
lebih berat.
Tipe VI : Seluruh kelainan menjadi
satu.
Tipe VII : Alopesia luas dibatasi
pita rambut jarang.
Tipe VIII : Alopesia frontotemporal
menjadi satu dengan bagian
vertex.

POLA KEBOTAKAN WANITA
Rambut rontok menyebar di seluruh apikal
kulit kepala dengan bagian yang lebih luas di
daerah anterior.

Wanita dan pria dengan pola alopecia memiliki
tingkat lebih tinggi dari 5 - -reduktase dan
Reseptor Androgen dalam folikel rambut
frontal dibandingkan dengan tingkat dalam
folikel oksipital .

KLASIFIKASI LUDWIG - WANITA
GEJALA KLINIS
Kebanyakan pasien mengeluhkan penipisan rambut secara
perlahan-lahan atau kebotakan.

Pada laki-laki, terdapat kemunduran dari batas rambut
anterior, terutama di daerah parietal, yang menghasilkan
resesi berbentuk huruf M, kemudian, bercak-bercak
kebotakan mungkin dapat timbul di vertex.

Sedangkan pada wanita, kebotakan di daerah parietal dan
temporal umumnya bukan merupakan keluhan utama, dan
kebotakan mengikuti gambar di atas.

ALOPESIA AREATA
Peradangan yang bersifat kronis dan berulang, yang
melibatkan folikel rambut, yang di tandai oleh timbulnya satu
atau lebih bercak kerontokan rambut pada skalp dan atau
kulit yang berambut terminal lainnya.

Lesi pada umumnya berbentuk bulat atau lonjong dengan
batas tegas, permukaan licin tanpa adanya tanda-tanda
atropi, skuamasi maupun sikatriks
ALOPESIA AREATA
EPIDEMIOLOGI
Puncak insiden terjadi dari usia 15-29 tahun. Sebanyak 44% orang dengan alopesia areata telah mulai
terlihat pada usia kurang dari 20 tahun dan kurang dari 30% orang dengan alopesia areata terlihat
pada usia lebih dari 40 tahun
LESI
umumnya bulat atau lonjong dengan batas tegas, permukaannya licin tanpa adanya tanda tanda
atropi, skuamasi maupun sikatriks
DEFINISI
Peradangan yang bersifat kronis dan berulang, yang melibatkan folikel rambut, yang di tandai oleh
timbulnya satu atau lebih bercak kerontokan rambut pada skalp dan atau kulit yang berambut
terminal lainnya.
ETIOLOGI
FAKTOR
GENETIK
FAKTOR
AUTOIMUNE
FAKTOR
ENDOKRIN
GEJALA KLINIS
Durasi
Minggu - Bulan
Stabil Tumbuh
Spontan
Bercak Soliter /
Multiple
Autoimun Tiroiditis/
Sindrom Down
Kulit Normal
Eritema
Rambut bentuk
Tanda Seru/
Exclamation Mark
Hair
KLASIFIKASI MORFOLOGI
ALOPESIA
SIKATRIK
PERMANEN
PSEIDOPELADE
BROCQ
FOLIKULITIS
DEKALVANS
ALOPESIA
NON
SIKATRIK
ALOPESIA
AREATA
ALOPESIA
ANDROGENETIK
ALOPESIA
PREMATUR
ALOPESIA LAIN
TIPE ALOPECIA
Kebotakan yang mengenai seluruh
rambut yang ada pada tubuh
Alopesia
Universalis
Kebotakan yang mengenai seluruh
rambut kepala
Alopesia
Totalis
Kebotakan yang terjadi setempat-
setempat dan berbatas tegas,
umumnya terdapat pada kulit
kepala, tetapi dapat juga mengenai
daerah berambut lainnya.
Alopesia
Areata
ALOPECIA AREATA
(AA)
Area kebotakan
soliter maupun
multiple

KLASIFIKASI ALOPECIA AREATA
AA totalis (AAT): kebotakan
total dari rambut terminal
di kepala

AA Universalis (AAU):
kebotakan total dari semua
rambut terminal di tubuh dan
kepala.

Ophiasis: kebotakan berbentuk
seperti pita pada perifer kulit
kepala.

EFFLUVIUM TELOGEN (ET)
Peningkatan kerontokan rambut
normal sementara dari folikel
rambut kepala.
Pasien datang dengan keluhan
bertambahnya jumlah rambut
yang rontok dan dapat disertai
dengan penipisan rambut pada
berbagai derajat

Mempengaruhi
pertumbuhan dari kuku,
menghasilkan garis Beau.







Diagnosis dibuat
berdasarkan anamnesis,
Tes Penarikan Rambut, dan
Biopsy



EFFLUVIUM ANAGEN
Kerontokan rambut
yang disebabkan
oleh radiasi
ataupun
chemoterapi.

Bagian kulit lain tampak normal.
Kebotakan rambut kepala tampak
merata dan ekstensif.
Kebotakan juga terjadi di alis mata,
janggut, rambut tubuh.
Rambut dapat tumbuh kembali
apabil chemotherapy dan radiasi
dihentikan.
Pertumbuhan rambut kembali ini
tergantung dari jenis obat dan dosis
yang digunakan; dapat
menghasilkan kerusakan folikel
rambut sehinggan kebotakan
menjadi irreversible
ALOPESIA
SIKATRIKAL PRIMER
Alopesia Sikatrikal Primer timbul akibat kerusakan
pada stem sel folikel rambut oleh karena:
Imflamasi (biasanya noninfeksius)
Infeksi: contoh: kerion tinea kapitis,
necrotizing herpes zoster.
Proses patologi lainnya: bekas operasi,
neoplasma primer maupun metastasis
CHRONIC CUTANEOUS (DISKOID)
LUPUS ERYTHEMATOSUS (CCLE)
Gejala klinisnya berupa plak
eritematous, dapat bervariasi
dalam jumlah, dan dapat
berkonfluensi.
Tampak atrofi pada pasien
lanjut usia.
Sedangkan pada pasien LE
tampak kulit kepala
eritematous difus dengan
penipisan rambut.
Pada dermatopathology sama
dengan LE.


LICHEN PLANOPILARIS (LLP)
LPP dapat timbul tanpa atau bersama
dengan lichen planus (LP) di kulit
ataupun mukosa.
Paling sering mengenai wanita usia
pertengahan.
Manifestasi pada kulit kepala berupa
eritema perifolikuler dengan atau tanpa
hyperkeratosis.
Terjadi perubahan warna keunguan pada
kulit kepala. Scarring timbul akibat
inflamasi yang berkelanjutan.
Ditemukan daerah dengan alopesia
sikatrikal, yang disebut sebagai tapak
kaki di salju, atau Pseudopelade.
Distribusi tersering adalah di kulit kepala
bagian parietal; namun juga dapat
menyerang bagian lain yang berambut
seperti axilla.
Gejala klinis lainnya adalah nyeri di
bagian kulit kepala.
VARIASI LICHEN PLANOPILARIS
Sindrom Graham-lLke
Lesi mirip LP ditambah dengan lesi keratosis
folikularis di daerah alopesia.
Frontal Fibrosing Alopecia
Terjadi kemunduran batas rambut di daerah
frontotemporal dan kebotakan pada alis pada wanita
postmenopause dengan eritema folikuler.
Perifollicular Erythema dan Folicullar
Keratosis
Alopesia sikatrikal progresif yang terbatas pada
daerah dengan kebotakan berpola (pattern hair loss).


PSEUDOPELADE BROCQ
Merupakan stage terakhir dari semua
alopesia sikatrikal noninflamasi dan
beberapa kelainan inflamasi
Pelade adalah istilah yang digunakan
untuk alopesia areata.
Pseudopelade mengisyaratkan bahwa
kelainan yang ditemukan mirip dengan
AA.
Gambaran lesi pada awalnya samar, licin,
berwarna kulit atau pink, berbentuk
irregular tanpa adanya hyperkeratosis
folikuler atau inflamasi perifolikel.
Dermatopathologynya mirip dengan LPP
CENTRAL CENTRIFUGAL
SCARRING ALOPECIA (CCSA)
Biasanya terjadi pada wanita berkulit hitam.
Hubungan CCSA dengan penggunaan
bahan kimia, pemanasan rambut, atau
tekanan kronik pada rambut masih belum
jelas, tetapi sebaiknya dihindarkan.
CCSA merupakan alopesia progresif lambat
yang dimulai dari vertex dan berkembang
secara sentrifugal.
Pada dermatopathologynya ditemukan
deskuamasi premature dari selubung akar
dalam yang akan menyebar ke selubung
akar luar rambut, infiltrate mononuclear
terutama pada bagian isthmus, dan
kehilangan epitel folikuler dan digantikan
oleh jaringan ikat
ALOPECIA MUCINOSA
(FOLLICULAR MUCINOSIS)
Alopesia musinosa berupa
alopesia dengan lesi
eritematous (papul, plak,
atau skuama), timbul
terutama pada kulit kepala
dan/atau wajah.
Dermatopathologynya
tampak musin yang
berlebih, infiltrasi
lymphohistiocytic
perifolicullar tanpa fibrosis
lamellar
DISSECTING FOLLICULITIS
Dissectisng folliculitis paling
sering terjadi pada laki-laki
berkulit hitam.
Pada awalnya terdapat nodul-
nodul inflamasi, terutama pada
daerah occiput, yang berkembang
ke daerah lain.
Dermatopathologynya berupa
penyumbatan folikel atau
suppurative follicular/perifollicular
abscess dengan infiltrate
campuran sel-sel inflamasi.
Pada tahap lanjut dapat terbentuk
granulasi, dan terbentuk scarring
FOLLICULITIS KELOIDALIS
NUCHAE
Folliculitis keloidalis nuchae
paling sering terjadi pada pria
kulit hitam.
Biasanya muncul pada kulit
kepala bagian occipital dan
bagian belakang leher, dimulai
dengan erupsi popular kronik
atau erupsi pustular.
Dapat berbentuk hanya papul-
papul fibrotic kecil sampai
keloid hipertrofi
PSEUDOFOLLICULITIS BARBAE
Penyakit ini biasanya terjadi pada pria berkulit hitam yang
bercukur.
Psudofulliculitis Barbae behubungan dengan folikel rambut
yang melengkung.
Rambut yang tercukur beretraksi ke dalam, tumbuh, dan
menembus dinding folikel (tipe transfollicular) atau menembus
kulit sekitarnya (tipe extrafollicular) yang mengakibatkan reaksi
benda asing
ACNE NECROTICA
Acne Necrotica berupa papul dengan dasar folikel
eritematous yang gatal atau nyeri dengan nekrosis di
tengahnya, berkrusta, dan sesudah sembuh tampak bekas
luka yang mencekung ke bawah.
Lesi biasanya mucul pada kulit kepala anterior, dahi, hidung,
dan kadang-kadang badan.
Dermatopatholgynya berbentuk lymphocytic necrotizing
folliculitis
EROSIVE PUSTULAR DERMATOSIS
KULIT KEPALA
Penyakit ini biasanya menyerang orang tua, terutama wanita,
walaupun dilaporkan ada juga kasus yang menyerang anak-
anak.
Manifestasinya berupa plak-plak krusta basah di kulit kepala
di atas erosi eksudatif dan pustule, yang berakibat pada
alopesia sikatrikal.
Dapat diakibatkan oleh trauma pada awalnya
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Untuk menentukan jumlah rambut anagen
dan telogen dan dibuat dengan menarik 50
helai rambut atau lebih dari kulit kepala
dengan menggunakan neddleholder dan
menghitung jumlah rambut
TRICHOGRAM
Digunakan untuk melihat jaringan kulit dan
adneksanya baik yang normal maupun yang
abnormal pada level mikroskopik
DERMATOPATHOLOGY
Pada wanita dengan kebotakan dan bukti
peningkatan androgen (menstruasi ireguler,
infertilitas, hiesutism, jerawat kistik yang
parah, virilisasi), tentukan kadar
testosterone (total dan bebas),
dehydroepiandrosterone (DHEA) dan
prolaktin
PEMERIKSAAN
HORMON
TSH, T4, KADAR BESI SERUM, KADAR
FERITIN SERUM, TIBC, DARAH RUTIN,
RPR, ANA
PEMERIKSAAN
LAIN
Digunakan untuk menyingkirkan tinea
kapitis
PREPARAT KOH
Dilakukan penarikan pada rambut kulit
kepala, normalnya tiga sampai lima
rambut dapat tercabut, lebih dari itu
menandakan adanya patologi.
PENARIKAN
RAMBUT
(HAIR PULL)
DIAGNOSA BANDING


TINEA KAPITIS

TRICOTILOMANIA

PENATALAKSANAAN
NON MEDIKAMENTOSA
Mewarnakan kulit kepala dengan
warna yang sama dengan rambut
Meletakkan fiber kecil ke bagian
yang rontok yang melekat dengan
cara elektrostatik pada kulit kepala
CAMOUFLAGE
Fiber sintetik
Natural Rambut Asli
RAMBUT PALSU/
WIG
PENATALAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA
Oral 1mg/hari
Cara kerja menginhibisi enzim 5-
reduktase tipe II
Hamil Sifat Teratogenik
3 bulan Rontok berkurang
6 bulan Rambut Tumbuh
Pria Gangguan Ereksi dan Libido
FINASTERIDE
Meningkatkan Size Folikuler
Menebalkan hair shaft
Menstimulasi dan perpanjangan fase
Anagen
Mengurangi rambut rontok
Membantu pertumbuhan rambut baru
ES: Dermatitis Kontak Iritan
MINOXIDIL
PENATALAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA ANTI ANDROGEN
Dosis: 100-300mg/hari
ES: Gangguan Menstruasi, Perdarahan
Post Menopausal, Pembesaran
Payudara
Wanita Hamil Tidak dianjurkan
SPIRONOLAKTON
Dosis: 50 - 100mg/hari 10 hari
pertama Siklus Menstruasi
Wanita Menopause terus menerus +
Estrogen
ES: BB , < Libido, Depresi, Nausea
CYPROTERON
ASETAT
Non Steroid anti androgen FLUTAMIDE
TERAPI BEDAH
Redistribusi folikel rambut dari bagian berambut ke bagian yang
tidak berambut pada kulit kepala.
Redistribusi ini dapat dilakukan dengan menggunakan tehnik
autograf atau flaps atau gabungan keduanya.
Tehnik implantasi fiber artifisial tidak dianjurkan malah tidak
diterima pada setengah negara karena resiko infeksi dan reaksi
benda asing.
Hair Transplantation yang semakin berkembang sekarang dengan
cara mengambil folikel rambut pada bagian yang kurang peka
terhadap androgen seperti perifer occipital dan bagian parietal
yang berambut dan di transplant kan ke bagian yang tidak
berambut.
PENCEGAHAN
Menghindari penggunaan bahan kimia pada
rambut
Menghindari pemanasan rambut
Menjaga kebersihan rambut
Teratur menggunakan shampo
Hindari stress
Hindari kebiasaan mencabut-cabut rambut
PROGNOSIS
Alopecia - Baik
Alopecia Areata Kurang Baik Awitan
Dini
Alopecia Herediter - Variasi
Lichen Planus Alopecia Permanen