Anda di halaman 1dari 45

EFLORESENSI KULIT

PEMBIMBING
DR. RIZQA HAERANI SAENONG, Sp. KK, M.KES
Oleh
RINA MARDIANA
2009730110
DEFINISI
Kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata telanjang (secara
obyektif), dan bila perlu dapat diperiksa dengan perabaan
KLASIFIKASI PRAKEN 1966:
Efloresensi Primer
Timbul pada kulit normal
Makula, papul, plak, urtika, nodus, vesikel, kista
Efloresensi Sekunder
Terjadi setelah efloresensi primer
Krusta, erosi, ulkus, sikatriks, skuama

EFLORESENSI PRIMER
Makula
Papula
Plaque (plakat)
Urtika
Nodus
Nodulus
Vesikel
Bula
Pustula
Kista

MAKULA
Kelainan kulit berbatas tegas, lesi
datar, berbeda dengan kulit
sekitarnya karena warnanya.
Akibat hiperpigmentasi, pigmen
melanin
Akibat pigmentasi dermal
Akibat dilatasi kapiler, eritema
Akibat purpura, ekstravasasi
eritrosit
Contoh: Melanoderma,
Leukoderma, Purpura, Petekie,
Ekimosis.

PAPULA
Penonjolan kulit yang
solid dengan diameter <
1 cm dan bagian
terbesarnya berada
diatas permukaan kulit
Contoh: Dermatitis,
Sifilis

PLAKAT (PLAQUE)
Kelainan kulit seperti Papula
dgn permukaan datar dan
diameter > 1 cm
Plak dapat terjadi karena
perluasan suatu Papula,
tetapi juga dapat karena
gabungan dari beberapa
papula
Contoh: Psoriasis,
Granuloma Annulare

NODUS
Penonjolan pada kulit
berbatas tegas, letaknya
dalam, diameternya > 1
cm terdapat di dermis
atau subkutis
Diameter < 1cm disebut
Nodulus
Contohnya: Eritema
Nodusum, Furunkel
VESIKEL
Penonjolan kulit
berbatas tegas, berisi
cairan & diameternya <
1 cm
Bila pecah menjadi
Erosi, bila bergabung
menjadi Bula
Contohnya: Varisela,
Herpes Simplek
PUSTULA
Penonjolan kulit
berbatas tegas,
diameter < 1 cm, berisi
cairan pus/ nanah
Bila nanah dibagian
bawah disebut Vesikel
Hipopion
Contoh: Pioderma, Acne
Vulgaris
BULA
Vesikula yang berukuran lebih
besar, nampak adanya cairan di
dalamnya
Dapat terletak intraepidermal-
dermoepidermal-intradermal
Contoh: Impetigo Vesikobulosa,
Eksantema Bulosa, Pemfigus
URTIKA
Peninggian kulit yang terbatas,
disebabkan edema di dermis
yang timbul mendadak dan
hilang perlahan-lahan Biasanya
berwana kemerahan dan pucat
di bagian tengah
Contoh: Urtikaria, Angioderma
KISTA
Suatu rongga yang dibatasi
oleh epitel dan di dalamnya
berisi massa cair atau solid

TUMOR
Benjolan akibat
pertumbuhan
sel/jaringan

EFLORESENSI SEKUNDER
Skuama
Krusta
Erosi
Ulkus
Sikatrik

SKUAMA
Stratum korneum yang
terkelupas dan tampak
pada permukaan
Dapat kering/
berminyak, tipis/ tebal,
warna putih keabuan
kuning coklat

Cairan badan yang
mengering. Dapat
bercampur dengan
jaringan nekrotik,
maupun benda asing
(kotoran, obat, dan
sebagainya).

EROSI
Kelainan kulit yang
disebabkan kehilangan
jaringan yang tidak
melampaui stratum
basal. Contoh bila kulit
digaruk sampai stratum
spinosum akan keluar
cairan sereus dari bekas
garukan.
EKSKORIASI
Bila garukan lebih dalam
lagi sehingga tergores
sampai ujung papil,
maka akan terlihat
darah yang keluar selain
serum.
Kelainan kulit yang
disebabkan oleh
hilangnya jaringan
sampai dengan stratum
papilare

ULKUS
Hilangnya jaringan yang
lebih dalam dari ekskoriasi
Defek yang mengenai
seluruh epidermis dan
melebihi membrana
basalis, bahkan mungkin
sampai dermis atau
subkutis, sehingga pada
proses penyembuhannya
sering meninggalkan
sikatriks

LIKENIFIKASI
Penebalan kulit yang ditandai
dengan penegasan gambaran
garis-garis permukaan kulit baik
longitudinal maupun
transfersal, biasanya disertai
hiperpigmentasi.
Proses likenifikasi terjadi
sebagai akibat garukan kronis
dan hebat

SIKATRIK
Terdiri atas jaringan tak utuh,
relief kulit tidak normal,
permukaan kulit licin, dan tidak
terdapat adneksa kulit. Bila
sikatriks hipertrofik menjadi
patologik, pertumbuhan
melampaui batas luka disebut
Keloid, dan ada kecenderungan
untuk terus membesar.
EFLORESENSI LAIN
MONOMORF
Kelainan kulit pada
satu ketika yang hanya
terdiri dari satu ruam
POLIMORF
Kelainan kulit yang
sedang berkembang,
terdiri atas bermacam-
macam ruam

ERITEMA
Kemerahan pada kulit
yang disebabkan
pelebaran pembuluh
darah kapiler yang
reversibel
ABSES
Kumpulan pus pada
jaringan yang terlokalisir
Abses terbentuk dari
infiltrasi radang
INFILTRAT
Tumor yang terdiri atas
kumpulan sel radang
VEGETASI
Pertumbuhan berupa
penonjolan bulat atau
runcing yang menjadi
satu
Vegetasi dibawah
permukaan kulit disebut
Granulasi Tukak

ANETODERMA
Bila kutis kehilangan
elastisitas tanpa
perubahan berarti pada
bagian kulit yang lain,
dapat dilihat bagian-
bagian yang bila ditekan
dengan jari seakan-akan
berlubang.
Bagian yang jaringan
elastiknya atrofi disebut
Anetoderma.
Contoh Striae Gravidarum.

GUMA
Infiltrat sirkumskrip,
menahun, destruktif,
biasanya lunak

EKSANTEMA
Kelainan pada kulit yang
timbul serentak dalam
waktu singkat, dan tidak
berlangsung lama,
umumnya didahului
oleh demam.

FEGEDENIKUM dan TEREBRANS
Proses yang menjurus ke
dalam (Terebrans) dan
meluas (Fagedenikum).

TELEANGIEKTASIS
Terjadinya pelebaran
pembuluh darah kapiler,
venulae, atau arteriole
yang nampak pada
permukaan kulit

ROSEOLA
Eksantem yang
lentikuler, warna merah
tembaga (Sifilis dan
Frambusia)

EKSANTEMA SKARLATINIFORMIS
Erupsi yang difus dapat
generalisata atau
lokalisata, berbentuk
eritema numuler

EKSANTEMA MORBILIFORMIS
Erupsi berbentuk
eritema yang
lentikuler

GALOPANS
Proses yang sangat cepat
meluas (Ulkus Diabetik)
SIRKUMSKRIPTA
Batas Tegas
DIFUS
Batas Tidak Tegas
Batas Tepi Meninggi Batas Tepi Aktif
UKURAN LESI
Milier Lentikuler
UKURAN LESI
Numuler Plakat
KELAINAN BENTUK
KELAINAN BENTUK
Liniar Seperti garis lurus
Sirisnar/Anular Seperti lingkaran
Arsinar Berbentuk bulan sabit
Polisiklik Bentuk pinggiran yang
sambung menyambung
Korimbiformis Susunan seperti induk
ayam yang dikelilingi
anaknya
BENTUK LESI
Teratur : misalnya bulat,lonjong, seperti
Ginjal dan sebagainya.
Tidak teratur : tidak memiliki bentuk yang teratur.

PENYEBARAN DAN LOKALISASI
Sirkumskrip : berbatas tegas
Difus :tidak berbatas tegas
Generalisata : tersebar pada sebagian besar
bagian tubuh
Regional :mengenai daerah tertentu badan
Universalis : seluruh atau hampir seluruh tubuh
(90-100 %)

Solitar : hanya satu lesi
Herpetiformis : vesikel berkelompok seperti pada
herpes zoster
Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu.
Diskret : terpisah satu dengan yang lain.
Serpiginosa : proses yang menjalar ke satu jurusan
diikuti oleh penyembuhan pada bagian yang ditinggalkan.

Irisformis : eritema berbentuk bulat lonjong dengan
vesikel warna yang lebih gelap di tengahnya.
Simetrik : mengenai kedua belahan badan yang
sama.
Bilateral : mengenai kedua belah badan.
Unilateral :mengenai sebelah badan.


TERIMA KASIH