Anda di halaman 1dari 9

NAMA : KHALISHAH PUTRI HAKIM

NIM : 115020300111050
KELAS : CA
KASUS 2 PERTANYAAN DISKUSI

1. Materialitas sangat berkaitan dengan besaran salah saji yang menyebabkan
perubahan keputusan. Ini sangat berkaitan dengan profesional judgment
Berdasarkan PSA 25 SA Seksi 312 paragraf 22, auditor seharusnya mengevaluasi
materialitas dalam perikatan audit spesifik yaitu dengan cara mengevaluasi
kembalitemuan audit pada tahap penyelesaian audit, karena
1) keadaan-keadaan yang melingkupi mungkin berubah
2) tambahan informasi mengenai masalah akan selalu ada selama periode audit.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa pertimbangan awal tentang
materialitas akan berbeda dengan pertimbangan yang digunakan dalam
mengevaluasi temuan audit di akhir. Apabila evaluasi yang terjadi menyebabkan
tingkat materialitas diturunkan ke tingkat semestinya yang lebih rendah dalam
mengevaluasi temuan audit (dengan demikian risiko audit yang dihadapi oleh
auditor meningkat)maka auditor harus mengevaluasi kembali kecukupan prosedur
audit yang telah dilaksanakan
sebelumnya.
Dalam paragraf 34, auditor harus menggabungkan semua salah saji yang tidak
dikoreksi oleh PT Maju Makmursedemikian rupa, sehingga memungkinkannya
untuk mempertimbangkan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah
disajikan salah secara material dalam hubungannya dengan jumlah individual,
subtotal, atau jumlah keseluruhan dalam laporan keuangan. Pertimbangan yang
bersifat kualitatif juga mempengaruhi kesimpulan yang diambil oleh auditor
dalam menentukan materialitas salah saji tersebut.
Pada umumnya tingkat materialitas pada perusahaan akan dihitung berpengaruh
bila presentasenya adalah diatas 5%. Dan yang terjadi pada PT Maju Makmur,
kerugian materialitasyang terjadi adalah di atas 10%. Maka menurut saya, dapat
dikatakan bahwa PT Maju Makmur mengalami kerugian yang cukup material. Selain
itu juga mengacu pada , SA Seksi 312 par 6 yaitu terkait kekeliruan yang berarti
salah saji yang tidak disengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan,
salah satunya adalah mencakup kekeliruan dalam penerapan prinsip akuntansi yang
berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian, atau pengungkapan.


2. Auditor pengganti harus selalu memperhatikan bahwa auditor pendahulu dan klien
mungkin berbeda pendapat tentang penerapan prinsip akuntansi, prosedur audit,
atau hal-hal signifikan yang serupa, di dalam kasus ini antara KAP Adi susilo & Rekan
sebagai auditor baru & PT. Maju Makmur sebagai Calon Klien dari KAP Adi Susilo &
Rekan. Apabila calon klien menolak memberikan izin kepada auditor pendahulu
untuk memberikan jawaban atau membatasi jawaban yang boleh diberikan, maka
auditor pengganti harus menyelidiki alasan-alasan dan mempertimbangkan
pengaruh penolakan atau pembatasan tersebut dalam memutuskan penerimaan
atau penolakan perikatan dari calon klien tersebut (PT MajuMakmur). Dan juga
menurut PSA 16 seksi 315, Jika klien menolak untuk memberitahukan kepada
auditor pendahulu maka auditor pengganti harus mengevaluasi kemungkinan
implikasinya ke perikatan yang sedang berjalan dan apakah menarik diri dari
perikatan. Di samping itu, auditor pengganti dapat melakukan konsultasi dengan
penasihat hukumnya dalam menentukan langkah semestinya yang selanjutnya akan
dilaksanakan.
3. Penting bagi auditor untuk menerima suatu perikatan audit hanya apabila terdapat
keyakinan yang memadai bahwa manajemen klien dapat dipercaya. Ketika
manajemen kurang memiliki integritas , terdapat kemungkinan yang lebih besar
bahwa kekeliruan yang material dan ketidakberesan akan terjadi dalam proses
akuntansi dimana laporan keuangan dibuat. Dengan melakukan evaluasi atas
integritas manajemen maka KAP dapat menilai risiko audit dengan lebih cermat.
Oleh karena itu, Evaluasi bukti adalah fundamental setiap audit, kompleks dan vital
dalam proses pengambilan keputusan, auditor membutuhkan pertimbangan
mengenai kualitas dan kuantitas bukti sesuai dengan kriteria yang ditetapkan
seperti kecukupan, kompetensi, dan biaya. Dengan mengandalkan bukti-bukti
terkait maka KAP AS&R dapat membuat kesimpulan di dalam pengujian subtantif.
4. peer review atau review mutu merupakan tinjauan yang dilakukan oleh akuntan
publik tehadap sistem pengendalian mutu KAP lain. Tujuan review mutu adalah
untuk menilai apakah KAP tersebut telah memiliki kebijakan dan prosedur yang
layak untuk melaksanakan 9 elemen pengendalian mutu dan apakah KAP tersebut
telah melaksanakannya dengan baik.
KAP yang menjadi anggota Forum Akuntan Pasar Modal harus di review sekurang-
kurangnya 3 kali setahun. Umumnya, review dilakukan oleh KAP yang ditunjuk oleh
KAP yang bersangkutan. Untuk sementara ini sebagian besar review mutu dilakukan
oleh BPKP, baik terhadap KAP pasar midal maupun bukan.
Review mutu bermanfaat bagi profesi maupun bagi perusahaan itu sendiri. Dengan
membantu perusahaan lain untuk memenuhi standar pengendalian mutu, profesi
akan memperoleh keuntungan dari peningkatan kinerja dan audit yang bermutu
tinggi. Perusahaan yang di review pun dapat memperoleh keuntungan apabila
mampu meningkatkan sistem kerja mereka menjadi lebih baik sehingga reputasi
dan efektifitas meningkat dan mengurangi kemungkinan mendapat tuntutan
hukum. Tentu saja review mutu ini membutuhkan biaya. Tetapi, selalu ada timbal
balik antara biaya dan keuntungan.
Hal- hal yang diperiksa oleh tim yang melakukan peer reviewyaitu:
a. Review harus mencakup praktik akuntansi dan audit KAP, untuk keperluan
review mutu menurut standar ini, dibatasi pada semua perikatan yang
dicakup oleh Standar Auditing, Standar Atestasi, Standar Jasa Akuntansi dan
Review.
b. Review harus diarahkan kepada aspek profesional praktik akuntansi dan
audit KAP; review tidak perlu mencakup aspek bisnis praktik itu. Di samping
itu, anggota tim pe-review tidak perlu berhubungan atau menghubungi
semua klien KAP yang di-review dalam hubungannya dengan review ini.
c. Informasi dasar tentang latar belakang KAP yang di-review oleh IAPI yang
mengelola review dan informasi lain yang berguna dari KAP dalam
perencanaan review jika diperlukan, serta laporan review terakhir atas KAP
tersebut dan, jika ada, surat komentar dan tanggapan terhadap surat
komentar tersebut, dan surat penerimaan atas dokumen itu.
d. Dalam me-review kantor praktik (practice office), praktik akuntansi dan audit
yang harus di-review meliputi laporan yang diterbitkan untuk atau kepada
kantor lain di KAP yang di-review, kantor korespondensi, atau kantor afiliasi.
5. Dokumentasi audit adalah catatan yang disimpan oleh auditor dari prosedur yang
diterapkan, ujian yang dilakukan, informasi yang diperolah dan kesimpulan yang
berhubungan yang dicapai dalam perjanjian. Tujuan utama dari dokumentasi audit
adalah untuk membantu auditor menyediakan jaminan wajar bahwa audit yang
memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit umum yang diterima (GAAS).
Atau, dokumentasi audit saat bersinggungan dengan audit tahun sekarang,
memberikan sebuah dasar untuk merencanakan audit, sebuah catatan bukti yang
diakumulasikan dan hasil dari ujian, data untuk menentukan jenis laporan audit
yang tepat, dan sebuah dasar untuk ditelaah oleh penyelia dan rekanan. Kebutuhan
untuk memelihara hubungan rahasia dengan klien diperlihatkan dalam aturan 301
dari kode perilaku professional, yang menyatakan :
seorang anggota tidak boleh mengungkapkan suatu informasi rahasia yang
diperoleh dalam rangkaian perjanjian professional kecuali dengan persetujuan
klien
Isi dan organsasi arsip audit atau dokumentasi audit yang terorganisasi terdiri atas :
1) Data Permanen,
Disengaja untuk mengandung data yang sifatnya historis atau berlanjut yang
bersinggungan dengan audit saat ini. Biasanya meliputi beberapa hal antara lain:
Ekstrak atau salinan dari dokumentasi perusahaan yang terus menerus
penting sebagai artikel inkoprporasi, anggaran rumah tangga, perjanjian
obligasi dan kontrak
Analisis dari tahun sebelumnya, dari akun yang senantiasa penting bagi
auditor
Informasi yang berhubungan dengan pemahaman akan kontrol internal dan
penilain resiko kontrol
Hasil dari prosedur analitis atas audit tahun sebelumnya
Prosedur analitis dan pemahaman tentang control internal dan penilaian
resiko kontrol disertakan dalam arsip audit periode sekarang lebih daripada
arsip permanen oleh banyak perusahaan akuntan publik.

2) Data Tahun Berjalan
Mencakup semua dokumentasi audit yang bisa diterapkan ke tahun audit.
Ada kumpulan arsip permanen untuk klien dan sekumpulan arsip sekarang
untuk masing-masing tahun audit. Jenis informasi yang disertakan dalam
arsip sekarang antara lain :
Program audit
Biasanya dipelihara dalam arsip terpisah untuk memperbaiki
koordinasi dan mengintegrasikan semua bagian audit, walaupun
sebagian perusahaan juga menyertakan sebuah salinan program
audit untuk setiap bagian audit pada dokumentasi audit bagian itu.
Informasi umum
Sebagian arsip audit mencakup informasi periode sekarang yang
sifatnya umum bukannya dirancang untuk mendukung jumlah
laporan keuangan tertentu.
Neraca saldo berjalan
Karena dasar untuk menyiapkan laporan keuangan adalah buku besar
umum, jumlah yang disertakan dalam catatan adalah titik utama dari
audit. Seawal mungkin setelah tanggal neraca saldo, auditor
memperoleh atau menyiapkan daftar buku besar umun dan saldo
akhir tahun mereka. Jadwal ini adalah neraca saldo berjalan
Menyesuaikan dan Reklasifikasi ayat jurnal, saat auditor menemukan
kesalahan penyajian material dalam catatan akutansi, laporan
keuangan harus diperbaiki. Hanya penyesuaian dan reklasifikasi ayat
jurnal yang sangat mempengaruhi penyajian wajar atas laporan
keuangan yang harus dilakukan.
Jadwal pendukung
Merupakan bagian terbesar dokumentasi audit yang disiapkan oleh
klien atau auditor untuk mendukung jumlah tertentu pada laporan
keuangan. Jenis utama dari jadwal pendukung antara lain :
i. Analisis
ii. Neraca saldo atau daftar
iii. Rekonsiliasi jumlah
iv. Ujian kewajaran
v. Ringkasan prosedur
vi. Penyelidikan dokumen pendukung
vii. Informasional
viii. Dokumentasi luar
Efek E-Commerce pada Bukti Audit dan Dokumentasi Audit
Bukti audit makin meningkat dalam bentuk elektronik dan auditor harus
mengevaluasi bagaimana informasi elektronik mempengaruhi kemampuan
mereka untuk mengumpulkan bukti kompeten yang cukup. Saat bukti hanya
bisa diperiksa dalam bentuk yang bisa cibaca mesin, auditor menggunakan
computer untuk membaca dan memeriksa bukti. Ada program perangkat
lunak audit komersil yang dirancang khusus untuk digunakan oleh para
auditor. Auditor juga menggunakan teknologi untuk mengubah dokumentasi
berbasis kertas menjadi arsip elektronik dan untuk mengatur dokumentasi
audit. Selain itu auditor juga menggunakan jaringan area lokal dan program
perangkat lunak kelompok untuk mengakses dokumentasi audit secara
simultan dari lokasi yang jauh.
6. Menurut SA 311 tentang perencanaan dan supervisi, kewajiban yang dimiliki KAP Adi
Susilo dan Rekan untuk memastikan kliennya memahami fungsi audit yaitu dalam
par 4, KAP AS&R harus melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk
memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan
sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal
yang berkaitan yang dipandang perlu.
KAP AS&R jugaharusmembangun pemahaman atas pengurangan risiko terjadinya
salah interpretasi kebutuhanaudit dengan PT Maju Makmur.Dalam kode etik 302
(Aturan Etika Kompartemen AP) berkaitan dengan fee audit profesional, KAP AS&R
perlu menjelaskan bahwabesarnya fee dapat bervariasi tergantung antara lain: risiko
penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang diperlukan untuk
melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang bersangkutan dan
pertimbangan profesional lainnya. AS&R juga harus menjelaskan bahwa KAP tidak
diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat
merusak citra profesi atau dengan kata lain menerima fee yang terlalu murahan yang
diberikan oleh Langgeng Santoso.
Jika PT Maju Makmu menjadi perusahaan go public, prosedur tambahan yang harus
dilakukan adalah melakukan prosedur analitis. Menurut PSA No. 22 (SA Seksi 329),
prosedur analitik meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat atau ratioyang
dihitung dari jumlah-jumlah yang tercatat, dibandingkan dengan harapan yang
dikembangkan oleh auditor. Ketika menjadi perusahaan publik, maka auditor
berkewajiban untuk menghitung ratio-ratio, dengan membandingkan perusahaan
tersebut dengan perusahaan sejenis lainnya.

7. Ya, bilamana klien dalam hal ini Langgeng Santoso merasa keberatan atas fee audit,
maka KAP AS&R dapat menyarankan untuk melakukan review saja atas laporan
keuangan (PSAR nomor 1 Kompilasi dan Review atas Laporan Keuangan). Karena
seorang auditor tidak dapat memaksakan kehendaknya untuk mengaudit jika
memang klien tidak bersedia menerima segala aturan dalam perikatan dan
penugasan.
Menurut PSAR nomor 1, Review atas Laporan Keuangan yaitu pelaksanaan prosedur
permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan
untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modifikasi material
yang harus dilakukan atas laporan keuangan. Review tidak menghasilkan opini;
ditujukan untuk tender-tender yang hanya melihat laporan keuangan perusahaan
terkait.
Sedangkan audit atas Laporan Keuangan yaitu memberikan dasar memadai untuk
menyatakan suatu pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan.(baik
pengendalianintern, penetapan risiko pengendalian, pemerolehan bahan
bukti,inspeksi, pengamatan dan konfirmasi)
Dampak finansial dari audit bagi PT Maju Makmur adalah sebagai perusahaan publik
nantinya, PT Maju Makmur akan mendapatkan kepercayaan lebih dari pihakinvestor
dalam bentuk penanaman modal lewat pembelian saham sehingga rencana ekspansi
PT Maju Makmur kedepannya dapat tercapai dengan mudah karena modal yang
cukup.

8. Sebagai Adi Susilo, saya akan merekomendasikan kepada partner yang menjadi anggota
komite review sebagai bahan pertimbangan yaitu:
1. Partner dapat mengevaluasi integritas manajemen PT Maju Makmur.
Cara yang ditempuh auditor dalam mengevaluasi integritas manajemen:
a. Meminta keterangan pada Pihak Ketiga.
b. Sumber informasi lain yang dapat digunakan untuk menilai integritas
manajemen:pergantian manajemen yang diberitakan di surat kabar bisnis,
dalam hal calon klien yang akan go public, auditor dapat melakukan review
terhadap laporan audit tahun sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan
pergantian auditor, melakukan review terhadap pegalaman auditor di masa lalu
dalam berhubungan dengan klien yang bersangkutan.
c. Melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu yaitu meminta keterangan
kepada auditor pendahulu mengenai masalah-masalah yang spesifik
2. Mengidentifikasi keadaan khusus dan risiko luar biasa.
Berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan oleh auditor tentang kondisi khusus
dan risiko luar biasa yang mungkin berdampak terhadap penerimaan perikatan
audit dari calon klien dapat diketahui dengan cara yaitu mengidentifikasi pemakai
laporan audit seperti bapepam, badan pengatur (regulatory body), bank dan
lembaga keuangan lain, pemegang saham, dan pasar modal, mendapatkan
informasi tentang stabilitas keuangan dan legal calon klien di masa depan dan
mengevaluasi kemungkinan dapat atau tidaknya laporan keuangan calon klien
diaudit
3. Menilai independensi terkait dengan hubungan tim yang akan mengaudit dan
individu di PT Maju Makmur
4. Membuat surat perikatan audit yang lengkap dan detail termasuk terkait fee
5. Menentukan kemampuan untuk menggunakan kemahiran profesionalnya dengan
kecermatan dan kesesakmaan.
6. Menentukan kompetensi untuk melaksanakan audit. Ini juga terkait pertimbangan
kebutuhan seorang yang ahli.