Anda di halaman 1dari 8

BIOCHEMISTRY TASK

PERANAN NATRIUM DAN KLORIDA SERTA METABOLISMENYA


DALAM TUBUH




ARIYANUGRAH WIBAWA H3111
GISELLA TAMARA H3111
DWI NICHE H3111
NURHARDIANTI H3111
HENDRICO TRIANDY W H H31112904




LABORATORIUM BIOKIMIA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mineral merupakan bagian dari tubuh yang memegang peranan penting
dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ, maupun
fungsi tubuh secara keseluruhan. Mineral merupakan komponen anorganik yang
terdapat dalam tubuh manusia. Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal
sebagian enzim dan sangat penting dalam pengendalian komposisi cairan tubuh
komponen-komponen anorganik tubuh manusia terutama adalah natrium. Natrium
merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Natrium adalah kation utama dalam cairan ekstraseluler. 30 40% natrium
ada dalam kerangka tubuh. Di dalam tubuh, natrium terdapat di dalam sel
(intraseluler) dan terutama terdapat dalam cairan di luar sel (cairan ekstraseluler).
Antara lain cairan saluran cerna, seperti cairan empedu dan pancreas mengandung
banyak natrium, sehingga kebutuhan tubuh akan natrium sangatlah penting dalam
pengaturan sistem-sistem di dalam tubuh, antara lain pengaturan tekanan osmotik
serta pengaturan keseimbangan asam, basa dan cairan.
Sebagai anion utama dalam cairan ekstraseluler, ion klorida akan berperan
dalam menjaga keseimbangan cairan elektrolit. Selain itu, ion klorida juga
mempunyai fungsi fisiologis penting yaitu sebagai pengatur derajat keasaman
lambung dan ikut berperan dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Bersama
dengan ion natrium, ion klorida juga merupakan ion dengan konsentrasi terbesar
yang keluar melalui keringat.

BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Natrium
Natrium merupakan ion yang paling banyak dari kation yang ada dalam CES.
Dengan demikian, natrium dan anion pasangannya bertanggung jawab untuk
osmolalitas CES. Sumber utama natrium adalah makanan. Dalam bentuk mineralnya,
natrium merupakan komponen utama yang terdapat pada cairan ekstraseluler tubuh
sehingga natrium sangat berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Selain
itu natrium juga memiliki peranan penting dalam penyerapan glukosa di dalam ginjal
dan usus serta berperan dalam pengangkutan zat-zat melalui membran sel.
Natrium juga terlibat dalam pengaturan keseimbangan asam-basa, sehingga
cairan tubuh berada pada kisaran pH netral untuk mendukung metabolisme tubuh.
Sebagian besar natrium diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang diserap oleh
lambung. Dari usus, natrium dialirkan oleh darah ke hati, kemudian ke ginjal untuk
disaring dan dikembalikan ke darah dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Regulasi metabolisme natrium oleh ginjal dikontrol oleh aldosterone, yaitu hormon
yang disekresikan oleh kelenjar adrenal. Apabila konsumsi natrium rendah atau
kebutuhan tubuh meningkat dan ginjal lebih banyak menyerap kembali (reabsorpsi)
natrium. Hal sebaliknya terjadi jika konsumsi natrium berlebihan.
Salah satu peran natrium yang paling esensial adalah untuk menjaga
keseimbangan osmotik atau keseimbangan aliran cairan di dalam tubuh, merangsang
saraf dan membantu sel-sel untuk metabolisme makanan, menjaga fungsi kerja
jantung, mencegah penyakit gangguan saraf, serta membantu memenuhi kebutuhan
induk dan foetus pada hewan hamil. Akan tetapi, walaupun natrium memegang
peranan penting untuk kesehatan tubuh, konsumsi yang berlebih tetap harus dicegah
karena dapat menimbulkan hipertensi. Manusia memerlukan sekitar 200 5 mg
natrium setiap hari untuk menjaga kadar garam dalam darah agar tetap normal,
sehingga tubuh tetap sehat.
Sumber Natrium
Sumber alami natrium berasal dari bahan pangan, baik nabati maupun
hewani. Umumnya pangan hewani mengandung natrium lebih banyak dibandingkan
dengan nabati. Natrium juga mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti
pada kecap, dan makanan hasil laut.
Fungsi Natrium
Fungsi utama natrium adalah menjaga keseimbangan cairan dalam
kompartemen ekstraseluler, mengatur tekanan osmosis yang menjaga cairan tidak
keluar dari darah dan masuk ke dalam sel, menjaga keseimbangan asam basa dalam
tubuh dengan mengimbangi zat-zat yang membentuk asam. Natrium juga berperan
dalam transmisi saraf dan kontraksi otot dan berperan dalam absorpsi glukosa dan
sebagai alat angkut zat gizi lain melalui membran, terutama melalui dinding usus
sebagai pompa natrium.
Kelebihan dan Kekurangan Natrium
Akibat dari kelebihan natrium dapat menyebabkan keracunan, keadaan akut
menyebabkan edema dan hipertensi. Selain kelebihan natrium, kekurangan natrium
pun ada dampak yang ditimbulkan. Kekurangan natrium akan menyebabkan volume
darah menurun yang membuat tekanan darah menurun, denyut jantung meningkat,
pusing, kadang-kadang disertai kram otot, lemas, lelah, kehilangan selera makan,
daya tahan terhadap infeksi menurun, luka sukar sembuh, gangguan penglihatan,
rambut tidak sehat dan terbelah ujungnya, serta terbentuknya bercak-bercak putih di
kuku. Kekurangan natrium juga dapat menyebabkan kejang, apatis dan kehilangan
nafsu makan dapat terjadi setelah muntah, diare, keringat berlebihan dan diet rendah
natrium.
Hubungan Natrium dan Hipertensi
Terdapat tiga tipe hubungan antara konsentrasi natrium dan hipertensi:
1. Pengamatan epidomologi menunjukkan hubungan yang positif antara
konsentrasi natrium dan inseiden hipertensi di seluruh dunia yaitu pada grup-
grup populasi atau sub populasi tertentu;
2. Manajemen pengobatan lebih mudah dengan menurunkan konsentrasi
natrium;
3. Penelitin dengan penanganan natrium secara tidak normal pada hewan yang
punya keturunan hipertensi, menunjukkan bahwa secara epidemiologi hasil
cross cultural meyakinkan, tetapi pada populasi homogen pengamatan ulang
tidak dapat menunjukkan hubungan antara konsentrasi natrium dan
hipertensi.
Kekecualian pada bagian dari suatu populasi dalam satu keluarga yang
mempunyai turunan hipertensi menunjukkan adanya hubungan konsentrasi natrium
dan hipertensi muncul kembali (secara statistic). Selanjutnya, bila suatu ketika ada
problema, pengalaman menunjukkan bahwa obat hipotensif dapat diturunkan bila
konsumsi natrium diturunkan.
Absorpsi dan Metabolisme Natrium
Natrium diabsorpsi di usus halus secara aktif (membutuhkan energi), lalu
dibawah oleh aliran darah ke ginjal untuk disaring kemudian dikembalikan ke aliran
darah dalam jumlah cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah.
Kelebihan natrium akan dikeluarkan melalui urin yang diatur oleh hormon
aldosterone yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal jika kadar natrium menurun.


Ekskresi Natrium
Ekskresi natrium terutama dilakukan oleh ginjal. Pengaturan ekskresi ini
dilakukan untuk mempertahankan homeostais natrium, yang sangat diperlukan untuk
mempertahankan volume cairan tubuh. Pengeluaran natrium juga terjadi lewat
pengeluaran keringat dan tinja dalam jumlah kecil. Keluaran natrium dari rute-rute
ini dapat mengakibatkan kematian pada kasus berkeringat dan diare yang berlebihan.
Ingesti natrium dipengaruhi oleh rasa dan dorongan homeostasis (selera terhadap
garam) untuk mempertahankan keseimbangan natrium.
II.2 Klorida
Klor merupakan anion utama cairan ekstraseluler. Konsentrasi klor tertinggi
adalah dalam cairan serebrospinal (otak dan sumsum tulang belakang), lambung dan
pancreas.
Tingkat klorida sering naik turun bersama dengan tingkat natrium. Ini karena
natrium klorida atau garam adalah bagian utama dalam darah. Keseimbangan asam-
basa dalam serum darah harus terjaga agar setiap organ tubuh bisa menjalankan
tugasnya. Jika derajat keasaman (pH) tidak seimbang, misalnya terlalu asam atau
terlalu basa, mineral tertentu akan mudah mengendap. Ini bisa mengakibatkan
pembentukan batu ginjal, endapan asam urat pada persendian, dan lain-lain. Darah
mengandung 0,9% NaCl.
Klor digunakan tubuh kita untuk membentuk HCl atau asam klorida pada
lambung. HCl memiliki kegunaan membunuh kuman bibit penyakit dalam lambung
dan juga mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Klor juga dapat membahayakan
sistem pernafasan terutama bagi anak-anak dan orang dewasa. Dalam wujud gas, klor
merusak membran mucus dan dalam wujud cair dapat menghancurkan kulit.

Sumber
Klor terdapat bersamaan dengan natrium dalam garam dapur. Beberapa
sayuran dan buah juga mengandung klor.
Fungsi
Dalam tubuh klor berperan dalam memelihara keseimbangan cairan dan
elektrolit dalam cairan ekstraseluler, memelihara suasana asam dalam lambung
sebagai bagian dari HCl, yang diperlukan untuk bekerjanya enzim-enzim
pencernaan, membantu pemeliharaan keseimbangan asam dan basa bersama unsur-
unsur pembentuk asam lainnya. Ion klor juga dapat dengan mudah keluar dari sel
darah merah dan masuk ke dalam plasma darah guna membantu mengangkut
karbondioksida ke paru-paru dan keluar dari tubuh serta dapat mengatur sistem
rennin-angiotensin-aldosteron yang mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Kelebihan dan Kekurangan
Kekurangan klor dapat mengakibatkan muntah-muntah, diare kronis, dan
keringat berlebihan, namun kelebihan juga dapat menyebabkan muntah-muntah.
Sehingga telah ditetapkan AKG minimum untuk klor perhari sebesar 750 mg.
Absorpsi dan Ekskresi Klor
Klor diabsorpsi di usus halus dan diekskresi melalui urin dan keringat.
Kehilangan klor disertai juga kehilangan natrium.