Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pancasila ada jiwa raga seluruh rakyat Indonesia, yang memberikan kontribusi atau
kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbing dan mengajarkan nilai nilai
kehidupan yang makin baik untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan telah diterima oleh seluruh warga negara
indonesia seperti yang tercantum pada pembukaan Undang- Undang dasar 194 yaitu merupakan
kepribadian negara dan cara pandang hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuannya,
sehingga tak ada satu kekuatan apapun dan mananappun juga yang mampu memisahkan
Pancasila dan Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan kita bahas dalam makalah ini antara lain!
1.".1 #ejarah pancasila
1."." Pancasila sebagai dasar $egara
1.".% &akna re'italisasi pancasila sebagai dasar $egara Indonesia
1.".4 Pancasila di masa saat ini
1.3 Tujuan Penulsan
(alam penyusunan &akalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu!
1.%.1 Penulis ingin mengetahui sejarah lahirnya pancasila sebagai dasar $egara.
1.%." Penulis ingin mengetahui pancasila sebagai dasar $egara.
1.%.% Penulis ingin mengetahui makna re'italisasi pancasila sebagai dasar $egara
Indonesia.
1.%.4 Penulis ingin mengetahui pancasila saat ini.
1.! Man"aat Penulsan
&an)aat yang didapat dari makalah ini adalah!
1.4.1 &ahasiswa dapat mengetahui sejarah lahirnya pancasila sebagai dasar $egara.
1.4." &ahasiswa dapat mengetahui pancasila sebagai dasar $egara.
1.4.% &ahasiswa dapat memahami makna re'italisasi pancasila sebagai dasar $egara.
1.4.4 &ahasiswa dapat mengetahui pancasila saat ini.
1
BAB II
PEMBAHA#AN
2.1. #ejarah Pan$asla
(alam rapat *PUP+I tanggal 1 juni 194, (alam maklumat itu sekaligus dimuat dasar
pembentukan *adan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan +emerdekaan Indonesia ,*PUP+I-.
.ugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya
dikemukakan kepada pemerintah /epang untuk dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan
Indonesia.
+eanggotaan badan ini dilantik pada tanggal "0 &ei 194, dan mengadakan sidang pertama pada
tanggal "9 &ei 194 1 1 /uni 194. (alam sidang pertama ini yang dibicarakan mengenai calon
dasar negara untuk Indonesia. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara, dua di
antaranya adalah &uhammad 2amin dan *ung +arno, yang masing-masing mengusulkan calon
dasar negara untuk Indonesia merdeka. &uhammad 2amin mengajukan usul mengenai dasar
negara yang terdiri atas lima hal, yaitu! Peri +ebangsaan, Peri +emanusiaan, Peri +etuhanan,
Peri +erakyatan, +esejahteraan 3akyat
#elain itu &uhammad 2amin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal,
yaitu! +etuhanan 2ang &aha 4sa, Persatuan Indonesia, 3asa +emanusiaan 2ang 5dil dan
*eradab, +erakyatan yang (ipimpin oleh 6ikmat +ebijaksanaan dalam Permusyawaratan7
Perwakilan, +eadilan #osial bagi #eluruh 3akyat Indonesia.
Usulan ini diajukan pada tanggal "9 &ei 194, kemudian pada tanggal 1 /uni 194, *ung +arno
mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu! $asionalisme
,+ebangsaan Indonesia-, Internasionalisme ,Perikemanusiaan-, &u)akat atau (emokrasi,
+esejahteraan #osial, +etuhanan yang *erkebudayaan
+elima hal ini oleh *ung +arno diberi nama Pancasila. 8ebih lanjut *ung +arno mengemukakan
bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi .risila, yaitu! #osio nasionalisme, #osio
demokrasi, +etuhanan
*erikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi 4kasila yaitu 9otong 3oyong.
Pada tanggal "" /uni 194 diadakan rapat gabungan antara Panitia +ecil, dengan para anggota
*PUP+I yang berdomisili di /akarta. 6asil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya
sebuah Panitia +ecil Penyelidik Usul-Usul7Perumus (asar $egara, yang terdiri atas sembilan
orang, yaitu! Ir. #oekarno, (rs. &uh. 6atta, &r. 5.5. &aramis, +.6. :achid 6asyim, 5bdul
+ahar &u;akkir, 5bikusno .jokrosujoso, 6. 5gus #alim, &r. 5hmad #ubardjo, &r. &uh.
2amin.
2
Panitia +ecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang
dan berhasil merumuskan calon &ukadimah 6ukum (asar, yang kemudian lebih dikenal dengan
sebutan <Piagam /akarta=.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. #ebelum mengesahkan
Preambul, *ung 6atta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 1> 5gustus 194 sore
hari, sesaat setelah Proklamasi +emerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian .imur yang
menemuinya.
Intinya, rakyat Indonesia bagian .imur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di
belakang kata <ketuhanan= yang berbunyi <dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya= dihapus. /ika tidak maka rakyat Indonesia bagian .imur lebih baik
memisahkan diri dari negara 3I yang baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh &uh. 6atta
disampaikan kepada sidang pleno PP+I, khususnya kepada para anggota tokoh-tokoh Islam,
antara lain kepada +i *agus 6adikusumo, +6. :akhid 6asyim dan .euku &uh. 6asan. &uh.
6atta berusaha meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa.
?leh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat
Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya <dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya=
di belakang kata +etuhanan dan diganti dengan <2ang &aha 4sa= hingga akhirnya menjadi
Pancasila seperti saat ini.
2.2 Pan$asla #e%aga &asar Negara
Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UU( 194
dan sebagaimana tertuang dalam &emorandum (P3-93 9 /uni 19@@ yang menandaskan
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PP+I atas
nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara 3epublik Indonesia. &emorandum (P3-93 itu
disahkan pula oleh &P3# dengan +etetapan $o.AA7&P3#719@@.
+etetapan &P3 $o.B7&P3719>% dan +etetapan &P3 $o.IA7&P3719>0 yang menegaskan
kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di
Indonesia.
Inilah si)at dasar Pancasila yang pertama dan utama, yakni sebagai dasar negara ,philosophische
grondslaag- 3epublik Indonesia. Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan
UU( 194 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 10 5gustus 194 oleh PP+I
yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka.
(engan syarat utama sebuah bangsa menurut 4rnest 3enan! kehendak untuk bersatu ,le desir
dCetre ensemble- dan memahami Pancasila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa Pancasila
3
merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung
tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia.
&aka Pancasila merupakan intelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam
masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. Penetapan Pancasila
sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan ,indi))erentism-, tetapi merangkum
semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka
<*hinneka .unggal Ika=.
&engenai hal itu pantaslah diingat pendapat Pro).(r. #upomo! </ika kita hendak mendirikan
$egara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan si)at dan corak masyarakat Indonesia, maka
$egara kita harus berdasar atas aliran pikiran $egara ,#taatside-
integralistik. $egara tidak mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar dalam
masyarakat, juga tidak mempersatukan diri dengan golongan yang paling kuat, melainkan
mengatasi segala golongan dan segala perorangan, mempersatukan diri dengan segala lapisan
rakyatnya=
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia
adalah $egara Pancasila. 6al itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya,
membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. &engenai hal itu, +irdi
(ipoyudo ,19>9!%D- menjelaskan! <$egara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan,
dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan
martabat dan hak-hak a;asi semua warga bangsa Indonesia ,kemanusiaan yang adil dan beradab-,
agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia, mengembangkan dirinya dan
mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin, memajukan kesejahteraan umum,
yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa ,keadilan
sosial-.=
Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral ,utuh dan menyeluruh- sehingga
merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya, dipertahankan dan
dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak
a;asi semua warga bangsa Indonesia. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu
merupakan kewajiban negara, yakni dengan memandang manusia Eua talis, manusia adalah
manusia sesuai dengan principium identatis-nya.
Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UU( 194 dan ditegaskan keseragaman
sistematikanya melalui Instruksi Presiden $o.1" .ahun 19@0 itu tersusun secara hirarkis-
piramidal. #etiap sila ,dasar7 a;as- memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu
sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan. &elanggar satu sila dan mencari
pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia. ?leh karena itu, Pancasila pun harus
dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Usaha
4
memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan
Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara.
#ebagai alasan mengapa Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh
ialah karena setiap sila dalam Pancasila tidak dapat diantitesiskan satu sama lain. #ecara tepat
dalam #eminar Pancasila tahun 199, Pro). $otonagoro melukiskan si)at hirarkis-
piramidal Pancasila dengan menempatkan sila <+etuhanan 2ang &ahaesa= sebagai basis bentuk
piramid Pancasila. (engan demikian keempat sila yang lain haruslah dijiwai oleh sila
<+etuhanan 2ang &ahaesa=. #ecara tegas, (r. 6amka mengatakan! <.iap-tiap orang beragama
atau percaya pada .uhan 2ang &aha 4sa, Pancasila bukanlah sesuatu yang perlu dibicarakan
lagi, karena sila yang 4 dari Pancasila sebenarnya hanyalah akibat saja dari sila pertama yaitu
+etuhanan 2ang &aha 4sa.=
(engan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya
berisi!
1. +etuhanan yang mahaesa, yang ber-+emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan
Indonesia, yang ber-+erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan7 perwakilan, serta ber-+eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
". +emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-+etuhanan yang mahaesa, yang ber-Persatuan
Indonesia, yang ber-+erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan7 perwakilan, dan ber-+eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
%. Persatuan Indonesia, yang ber-+etuhanan yang mahaesa, yang ber-+emanusiaan yang adil dan
beradab, ber-+erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan7
perwakilan, dan ber-+eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
4. +erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan7 perwakilan,
yang ber-+etuhanan yang mahaesa, yang ber-+emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-
Persatuan Indonesia, dan ber-+eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
. +eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang ber-+etuhanan yang mahaesa, yang ber-
+emanusiaan yang adil dan beradab, yang ber-Persatuan Indonesia, dan ber-+erakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan7 perwakilan.
2.3 Makna Re'talsas Pan$asla #e%aga Dasar Negara In&(nesa
$ilai-nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh
kekuasaan ?rde 8ama dan ?rde *aru. ?rde 8ama mengembangkan Pancasila sebagai dasar
negara tidak sebagai sesuatu substanti), melainkan di-instumentalisasi-kan sebagai alat politik
semata. (emikian pula di ?rde *aru yang <berideologikan ekonomi=, Pancasila dijadikan asas
tunggal yang dimanipulasikan untuk ++$ dan kroni-isme dengan mengatasnamakan sebagai
&andatoris &P3. +ini terjadi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi
5
jalan buntu. +risis moral budaya juga timbul sebagai implikasi adanya krisis ekonomi.
&asyarakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan menjadi hambar, kejam, gersang
dalam kemiskinan budaya dan kekeringan piritual. Pancasila malah diplesetkan menjadi suatu
satire, ejekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh paradoks.
Pembukaan UU( 194 dengan nilai-nilai luhurnya menjadi suatu kesatuan integral-
integrati) dengan Pancasila sebagai dasar negara. /ika itu diletakkan kembali, maka kita akan
menemukan landasan berpijak yang sama, menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasional yang
kini sedang mengalami disintegrasi. 3e'italisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung
makna bahwa Pancasila harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di-eksplorasi-kan dimensi-
dimensi yang melekat padanya, yaitu !
3ealitasnya! dalam arti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikonkretisasikan
sebagai kondisi cerminan kondisi obyekti) yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat, suatu
rangkaian nilai-nilai yang bersi)at sein im sollen dan sollen im sein.Idealitasnya! dalam arti
bahwa idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna, melainkan
diobjekti'asikan sebagai <kata kerja= untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga
masyarakat guna melihat hari depan secara prospekti), menuju hari esok lebih
baik. Fleksibilitasnya! dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan
mandeg dalam kebekuan oEmatis dan normati), melainkan terbuka bagi ta)sir-ta)sir baru untuk
memenuhi kebutuhan ;aman yang berkembang. (engan demikian tanpa kehilangan nilai
hakikinya, Pancasila menjadi tetap aktual, rele'an serta )ungsional sebagai tiang-tiang
penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa dan semangat <*hinneka tunggal Ika=
3e'italisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan
moral, sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya
mengatasi krisis dan disintegrasi. &oralitas juga memerlukan hukum karena keduanya terdapat
korelasi. &oralitas yang tidak didukung oleh hukum kondusi) akan terjadi penyimpangan,
sebaliknya, ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu yang
bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
(alam upaya mere'italisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan tenaga dosen
yang mampu mengembangkan &+U Pancasila untuk mempersiapkan lahirnya generasi sadar
dan terdidik. #adar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk
melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi yang
mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai
sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. (engan demikian akan dimunculkan generasi
yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila.
6anya dengan pendidikan bertahap dan berkelanjutan, generasi sadar dan terdidik akan
dibentuk, yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama, pendidikan untuk memberikan bekal
pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan pro)esional, dan kedalaman intelektual,
kepatuhan kepada nilai-nilai ,it is matter o) ha'ing-. +edua, pendidikan untuk membentuk
jatidiri menjadi sarjana yang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa ,it is matter o)
being-. *angsa Indonesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus menjaga budaya-budaya
lama. #ekuat-kuatnya tradisi ingin bertahan, setiap bangsa juga selalu mendambakan kemajuan.
6
#etiap bangsa mempunyai daya preser'asi dan di satu pihak daya progresi di lain pihak. +ita
membutuhkan telaah-telaah yang kontekstual, inspirati) dan e'aluati).Pere'italisasikan Pancasila
sebagai dasar negara dalam )ormat &+U, kita berpedoman pada wawasan !
1. Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, moral, religius sebagai dasar dan arah
pengembangan pro)esi
". Akademis, menunjukkan bahwa &+U Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar
aspek ha'ing
%. Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasionalisme
4. Mondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya
perkembangan dalam mayaraka dunia yang <terbuka=.
2.! Pan$asla & masa saat n
#ebagai contoh warga Indonesia yang akti) di organisasi GPersaudaraanG ini menyebut
tidak adanya keadilan sosial. Para pemimpin negara yang semestinya memakmurkan rakyat, tapi
ternyata tidak. +ekayaan rakyat dicuri, dirongrong dan semua amburadul.
Indonesia sekarang banyak menghadapi problem besar. +orupsi semakin merajalela.
6ukum dimanipulasi, bukan digunakan untuk melindungi kepentingan rakyat, tapi untuk
melindungi penjahat-penjahat atau koruptor-koruptor di kalangan para penguasa negara, dan juga
terorisme.
+erukunan beragama yang sebenarnya dituntut oleh Pancasila, juga jauh dari kenyataan
di Indonesia saat ini. (engan sila pertama +etuhanan 2ang &aha 4sa seyogyanya masyarakat
bebas beragama. .api kenyataannya tidak demikian.
BAB III
7
PENUTUP
3.1. )esm*ulan
Pancasila sebagai pandangan hidup suatu bangsa dan dasar negara 3epublik Indonesia. Pancasila
telah melekat dan men-darah daging pada masyarakat Indonesia. &aka masyarakat Indonesia
menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup ataupun menjadikan Pancasila sebagai perjuangan
utama oleh masyarakat banggsa Indonesia. ?leh karena itu, setiap warga negara mulai
menerapkan nilai- nilai pada Pancasila tersebut baik di daerah maupun di pusat.
(alam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis
dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta
pelecehan terhadap kredibilitasnya. $amun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya <plat)orm=
dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam
menghadapi berbagai tantangan dan ancaman.
&elalui re'italisasi inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat demokrasi yang
secara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praksisnya yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang serba pluralistik. #elain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila
sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu kita
semenjak tahun 19D0, merupakan suatu kewajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan kepada
para mahasiswa sekarang.
3.2. #aran
*erdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan
(asar negara kita 3epublik Indonesia, maka kita harus menjungjung tinggi dan mengamalkan
sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab.
8
DA+TAR PU#TA)A
http!77www.g-eHcess.com74%9>
http!77ruhcitra.wordpress.com7"DD0
I.#... +ansil. Pancasila dan Undang-Undang (asar 194.
/akarta! Pradnya Pramita, 199".
$otonagoro. 190D. *eberapa 6al &engenai Falsa)ah Pancasila, Iet. 9. /akarta! Pantjoran
.ujuh.
#alam, 6. *urhanuddin, 1990. Filsa)at Pancasilaisme. /akarta! 3ineka Iipta
5strid #. #usanto #unario, 1999, Masyarakat Indonesia Memasuki Abad ke Dua puluh
Satu, /akarta! (itjen (ikti.
9