Anda di halaman 1dari 4

1

SistemPendukungKeputusanPemberianKredit
PadaBaitul Maal WaTamwil (BMT) Mandiri SejahteraDenganMetodeWeightedProduct
1
AhmadBakhruddinYusuf,
2
Himawat Aryadita,
3
FitraA. Bachtiar
Jurusan Ilmu Komputer Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: ahmad.osoep@gmail.com
Abstrak
Kredit merupakan salah satu pemasukan terbesar bagi bank, dengan semakin meningkatnya penjualan kredit
berarti semakinmeningkat pulapiutangdalamperusahaan. Olehkarenaitudenganmeningkatnyaperkreditan, piutangjuga
semakinmeningkat, sehinggaperluadanyasistempenilaiandalamkelayakankredit yangdiajukannasabahsebagai bahan
pertimbangan sebelum pihak bank memberi keputusan untuk menerima atau menolak permohonan kredit nasabah.
Penerapan sistempenunjang keputusan pemberian kredit dalampenelitian ini akan menggunakan menggunakan metode
WeightedProduct. Metodeini merupakansalahsatumetodeperekomendasianmenggunakanteknikMulti CriteriaDecision
Making (MCDM) yang menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating tiap atribut akan
dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. Data yang digunakan dalampengujian sistemini
berjumlah39datapengajuankredit yangtelahditerima. Hasil perhitungansistemdenganmetodeini menunjukkan36data
pengajuan yang diterima dan 3 ditolak. Dari hasil tersebut didapatkan tingkat akurasi yang sangat baik yaitu mencapai
92.3%datauji yangditerimaolehsistem. Sehinggadapat disimpulkanbahwasistemini layakuntukditerapkanpadaBMT
Mandiri Sejahtera.
KataKunci : Sistempendukungkeputusan, weightedproduct, kredit.
2.1 PENDAHULUAN
Dalam dunia modern sekarang ini peranan
perbankan dalam memajukan ekonomi sangatlah besar,
dimana semua sektor yang berhubungan dengan
kegiatan keuangan selalu berhubungan dengan bank.
Adanya program perkreditan atau pendanaan modal
tentu sangat bermanfaat bagi pengusaha dalam
meningkatkan kapasitas usaha dan bagi pihak bank
dalam segi pendapatan dari penjualan kredit tersebut.
Kredit merupakan salah satu pemasukan terbesar bagi
bank, dengan semakin meningkatnya penjualan kredit
berarti semakin meningkat pula piutang dalam
perusahaan. Oleh karena itu dengan meningkatnya
perkreditan, piutang juga semakin meningkat, sehingga
perlu adanya sistem penilaian dalam kelayakan kredit
yang diajukan nasabah sebagai bahan pertimbangan
sebelum pihak bank memberi keputusan untuk
menerima atau menolak permohonan kredit nasabah.
Adanya data yang lengkap mengenai nasabah
dalam kapasitas melunasi piutangnya, dan syarat-syarat
lainnya akan mempermudah pengambilan keputusan
untuk pemberian kredit kepada nasabah. Dalam
menetapkan kebijakan untuk pemberian kredit pada
nasabah, perusahaan telah menetapkan standart untuk
melakukan penilaian kelayakan kredit yang diajukan
oleh nasabah berdasarkan faktor 5 C, bagaimana
karakter nasabah (Charakter), kapasitas melunasi kredit
(Capacity), kemampuan modal yang dimiliki nasabah
(Capital), jaminan yang dimiliki nasabah untuk
menanggung resiko kredit (Collateral) dan kondisi
keuangan nasabah (Condition).
Pengambilan keputusan dalam penerapan sistem
penunjang keputusan pemberian kredit dalam penelitian
ini akan menggunakan menggunakan metode Weighted
Product. Metode ini merupakan salah satu metode
perekomendasian menggunakan teknik Multi Criteria
Decision Making (MCDM) yang menggunakan
perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana
rating tiap atribut akan dipangkatkan terlebih dahulu
dengan bobot atribut yang bersangkutan [KUS-06].
Salah satu kelebihan metode ini adalah dari
kesederhanaan dan ketepatanya. Pada metode ini tidak
diperlukan proses normalisasi, karena metode ini
mengalikan hasil penilaian setiap atribut [BAY-06].
Penggabungan pendekatan subyektif dalam menilai
kriteria nasabah dan perhitungan yang bersifat obyektif
berdasarkan standart yang ditetapkan oleh perusahan
diaharapkan dapat memperoleh hasil yang optimal
dengan waktu yang relatif singkat.
I I . TINJ AUAN PUSTAKA
2.1 Kredit
Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu
credere yang artinya kepercayaan dan dari bahasa
latin yaitu Creditum yang berarti kepercayaan atau
kebenaran. Menurut Mahmoeddin (2004:2) Kredit
adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat
disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan
pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk
melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan jumlah bunga imbalan atau pembagian hasil
keuntungan.
2.2 Kredit Syariah
Dalam lembaga keuangan yang menggunakan
prinsip syariah, istilah kredit lebih dikenal dengan nama
pembiayaan (Murobahah). Dimana pada pembiayaan
yang diterapkan oleh lembaga keuagan dengan prinsip
syariah akan menghindari adanya praktik riba dengan
menerapkan sistem pembiayaan modal yang didasarkan
dengan akad jual beli antara bank dan pihak yang
mengajukan pembiayaan dengan imbalan dari modal
yang diajukan sesuai dengan kesepakatan yang telah
disetujui bersama.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
2
Menurut Kristiyanto (2008) Murobahah
merupakan akad jual beli yang disepakati antara bank
syariah dengan nasabah, dimana bank menyediakan
pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal
kerja lainya yang dibutuhkan oleh nasabah,yang akan
dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank
(harga beli bank dari pemasok ditambah margin
keuntungan) pada waktu yang telah disepakati. Dalam
hal bank mewakilkan kepada nasabah untuk membeli
barang (Wakalah), maka akad murabahah harus
dilakukan setelah barang barang secara prinsip menjadi
milik bank.
2.3 SistemPendukungKeputusan
2.3.1 Definimi SistemPendukungKeputusan
Decision Support Sistem(DSS) atau Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu sistem
informasi spesifik yang ditujukan untuk membantu
manajemen dalam mengambil keputusan yang berkaitan
dengan persoalan yang bersifat semi terstruktur Sistem
ini memiliki fasilitas untuk menghasilkan berbagai
alternatif yang secara interaktif dapat digunakan oleh
pemakai (Dhaihani, 2001).
2.4 MetodeWeightedProduct
Metode Weighted Product (WP) merupakan
salah satu metode penyelesaian yang ditawarkan untuk
meyelesaikan masalah Multi Attribut Decision Making
(MADM). Weighted Product merupakan perkalian
untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating
setiap atribut harus dipangkatkan dengan bobot atribut
yang bersangkutan. Proses tersebut sama halnya dengan
proses normalisasi [KUS-06]. Dalam penentuan nilai
kepentingan atau bobot pada SPK sebagai alat bantu
pemberian kredit ini, pencarian nilai bobot atribut
menggunakan penilaian secara subyektif yaitu pen-
skalaannya dari 1 sampai 5 berdasarkan beberapa
contoh kasus dan metode yang digunakan pada
umumnya. Sehingga pemberian bobot terhadap kriteria
penilaian disesuaikan dengan tingkat kemampuan dari
Si. Preferensi untuk alternatif Ai diberikan sebagai
berikut :
??=?
???
?
?
? ?
?.
?
dengan i = 1,2,.....m..........(1)
Dimana S?
?
=1, wi adalah pangkat bernilai positif
untuk atribut keuntungan, dan bernilai negatif untuk
atribut biaya. Preferensi relatif dari setiap alternatif
diberikan sebagai berikut :
?
?
=
?
???
?
?
? ?w
?N
?
?
?? ?
?
(?S
?
?
)
?
?
dengan i = 1,2,.....m..........(2
[KUS-06].
III METODOLOGI DAN PERANCANGAN
3.1 ProsesWeightedProduct
Proses pengambilan keputusan dengan metode
weighted product pada penelitian ini akan dibagi
menjadi 3 tahapan utama, yaitu perbaikan bobot
preferensi, perhitungan bobot kredit standart, dan proses
pengambilan keputusan.
a. Bobot Preferensi Kriteria
Bobot preferensi untuk tiap kriteria yang
digunakan didapatkan melalui wawancara dengan
dengan kepala bagian kredit yang ditunjuk oleh pihak
BMT Mandiri Sejahtera untuk membantu
pembagunan sistem ini. Berikut adalah bobot
preferensi yang akan digunakan sebagai dasar
perhitungan :
w= ( 4, 4, 4, 4, 3, 3, 3, 5, 4 )
Setelah didapatkan nilai w (bobot preferensi),
kemudian dilakukan perbaikan nilai bobot sehingga
s?
?
= 1, dengan cara wi =
?
?
?
?
?I
b. Bobot Kredit Standart
Bobot kriteria standart ini merupakan bobot
kriteria minimum yang harus dipenuhi oleh nasabah
untuk mengajukan kredit sebesar x. Besar kredit yang
dikeluarkan oleh BMT Mandiri Sejahtera yaitu 1
sampai 16 juta
Setelah diketahui besar kredit maksimal yang akan
dikeluarkan oleh BMT Mandiri Sejahtera, maka dapat
ditentukan nilai bobot kredit standart melalui beberapa
langkah berikut:
Memberikan nilai maksimum pada kuisioner
penilaian kredit, sehingga didapatkan ?r
??b?b
= ( 5,
5, 5, 5, 1, 1, 5, 5, 5 )
Kemudian dimasukkan dalam rumus ?= ?
?
,
sehingga didapatkan nilai ?
???
sebesar
3,763763762 .
Setelah nilai ?
??m?m
diketahui, maka untuk
mencari nilai bobot kredit standart dilakukan
dengan menggunakan rumus
?
?-
=
????????
?-
???
, dimana a adalah besar kredit
yang diajukan oleh calon nasabah, b adalah nilai
?
?
untuk tiap besaran kredit yang dicari,
16000000 adalah nilai kredit maksimum ( 16
juta ), dan ?
??~?~
adalah nilai maksimum ?
?
yang
telah dihitung sebelumnya.
c. Pengambilan keputusasn
Pengambilan keputusan dengan weighted
product dilakukan dengan :
a. Menghitung nilai bobot kredit standart dari
besar pengajuan kredit oleh calon nasabah
dengan menggunakan rumus
?
?
=
??C?C?C?C?C?C?C
?
???
b. Mengitung bobot kriteria nasabah dari hasil
pengisian kuisioner dengan menggunakan
rumus ??= ?
?
c. Membandingkan nilai hasil kriteria nasabah
(si) dan kriteria standart sesuai besar kredit
yang diajukan(sx), apabila si > sx maka
diterima sedangkan si < sxmaka ditolak.
3.2 PerancanganSistem
Untuk membangun sistem pendukung keputusan
pemberian kredit ini digunakan model-model diagram
yang telah ada, salah satunya yaiu digram flowmap
seperti pada Gambar 1.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
3
Gambar 1. Flowmapalur proses sistem
Dari gambar diatas, dijelaskan urutan proses dari
sistem pendukung keputusan pemberian kredit ini,
berikut penjelasanya :
1. Proses penilaian kriteria nasabaha dimulai dari
pengecekan dokumen awal pengajual oleh
customer service.
2. Setelah data pengajuan nasabah lolos seleksi awal,
kemudian data akan diserahkan pada account
officer untuk dilakukan surveysecara langsung.
3. Data hasil survey kemudian dimasukkan pada
sistem oleh account officer.
4. Hasil output dari sistem akan langsung bisa
diketahui oleh kepala cabang, untuk kemudian di
teliti kembali dengan data pengajuan awal
sebelum dilakukan pembuatan keputusan.
5. Setelah kepala cabang menentukan putusan
pengajuan kredit, data-data calon nasabah akan
diolah oleh customer service untuk dilakukan
pendataan.
Setelah alur sistem selesai, tahap perancangan
selanjutnya adalah pembuatan DFD, untuk merancang
alur data dalam sistem. Seperti pada gambar berikut:
Gambar 2. DFD Sistem Pendukung keputusan
Pemberian Kredit
Berikut penjelasan gambar diatas:
1 Pada sistem nantinya akan terdapa 3 pengguna
utama, yaitu admin, kepala cabang, dan
operator(account officer).
2 Admin memiliki akses pada semua fungsi yang
ada pada sistem.
3 Kepala cabang meiliki akses untuk menentukan
bobot kriteria, melihat kriteria nasabah hasil
survey, dan fungsi rekap data.
4 Operator (account officer) memiliki akses pada
fungsi kriteria nasabah (untuk input data setelah
dilakukan survey) dan fungsi rekap.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1I mplementasi Program
Setelah sistem selesai dibuat dan djalankan untuk
proses perhitungan weighted product, maka akan
didapatkan hasil perhitungan untuk pengajuan kredit
nasabah diterima atau tidak, dengan saran nilai
pengajuan kredit maksimum esuai kriteria nasabah
Berikut hasil output perhitungan untuk tiap
pengajuan yang diajukan nasabah.
Gambar 3. Hasil Perhitungan Sistem
Hasil perhitungan sistem diatas merupakan hasil
final, dimana hasil dari sistem akan menampilkan status
pengajuan nasabah disertai dengan nilai kredit
maksimum yang bisa diajukan oleh nasabah.
4.2Hasil Pengujian
Untuk pengujian, dilakukan melalui pengujian
akurasi dan pengujian sensitivitas sistem.
4.1.1.Uji Akurasi
Hasil uji coba akurasi ini dilakukan dengan
membadingkan data hasil perhitungan sistem dan data
hasil perhitungan manual. Data yang diperoleh dari
BMT Mandiri Sejahtera berjumlah 39 data kuisioner
penilaian calon nasabah yang pengajuan kredit yang
telah ditetapkan kelayakanya oleh pihak BMT Mandiri
Sejahtera dan pengajuan kreditnya telah diterima.
Berikut rangkuman hasil pengujian dengan
menggunakan metode weighted product untuk
menentukan kelayakan kredit yang diajukan oleh calon
nasabah.
Data Valid Data Tidak Valid Prosentase
Data Uji 39 0 100%
Perhitungan
Manual
36 3 92.3%
Sistem 36 3 92.3%
Tabel 1. Akurasi Sistem
4.1.2. Uji Sensitivitas
Analisa hasil uji coba sensitivitas sistem ini
ditujukan untuk mengetahui tingkat senitivitas dari
sistem yang telah dibangun. Dari hasil uji coba dengan
melakukan penurunan 30% jumlah kredit maksimum
didapatkan prosentase akurasi sebesar 69.23%,
sedangkan penurunan 20% didapatkan prosentase
akurasi 82.05%, penurunan 10% didapatkan akurasi
84.61%. Selain itu juga dilakukan penaikan sampai
REKAP
INFO HASIL
INPUT
UPDATE
SIMPAN
INPUT
KRITERIA
INFO
KRITERIA
INPUT
UPDATE
DELETE
INFO DATA
USER
CEK LOGIN
VALIDASI
LOGIN
LOGIN
VALID
LOGIN
VALID
LOGIN
VALID
LOGIN
VALID
LOGIN
VALID
INPUT
UPDATE
INPUT
UPDATE
DELETE
SIMPAN
INFO BOBOT
KRITERIA
INPUT BOBOT
KRITERIA
INFO BOBOT
KRITERIA
REKAP
INFO HASIL
REKAP
INFO HASIL
INPUT
KRITERIA
INFO
KRITERIA
REKAP DATA
INFO HASIL
REKAP
INFO HASIL
REKAP
REKAP DATA
INPUT
LOGIN
INFO
VALIDASI
LOGIN
ADMIN
1
LOGIN
2
DATA USER
3
BOBOT KRITERIA
4
KRITERIA NASABAH
5
REKAP DATA
1 DATA USER
2 BOBOT KRITERIA
3 KRITERIA NASABAH
OPERATOR
KEPALA CABANG
4 NASABAH
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer
4
dengan 30% dari kredit maksimum. Pada penaikan 10%
didapatkan akurasi 94.87%, sedangkan untuk penaikan
20% didapatkan akurasi 97.43% dan untuk penaikan
30% didapatkan akurasi 100%. Dari uji coba ini dapat
disimpulkan bahwa semakin besar limit pengajuan
kredit maksimum, maka batas pengajuan nasabah
dengan kriteria yang ada juga semakin bertambah.
V. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diberiakan pada penelitian
ini adalah :
1. Metode Weighted product dapat
diimplementasikan dengan baik pada aplikasi
sistem pendukung keputusan pemberian kredit
pada BMT Mandiri Sejahtera, dengan hasil output
status pengajuan disertai dengan nilai pengajuan
maksimum nasabah.
2. Hasil uji coba dengan 39 data sample yang
didapatkan dari pengajuan kredit pada BMT
Mandiri sejahtera, diketahui bahwa tingkat akurasi
metode weighted product ini mencapai 92.3%,
sedangkan tingkat akurasi sistem dibandingkan
dengan perhitungan manual dengan metode
tersebut mencapai 100%. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa metode weighted product ini
layak digunakan dalam implementasi sistem
pendukung keputusan pengajuan kredit pada BMT
Mandiri Sejahtera
Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan
penelitian ini lebih lanjut adalah :
1. Pada sistem pendukung keputusan pemberian
kredit ini kriteria nasabah yang menjadi dasar
pehitungan masih bersifat statis, yaitu apabila ada
penambaan atau pengurangan pada kiteria
penilaian kredit masih bersifat statis. Untuk
pengembangan lebih lanjut penambahan atau
pengurangan kriteria bisa dilakukan secara
dinamis.
2. Untuk pengembangan lebih lanjut,sistem ini daat
dibuat versi mobile, sehingga account officer atau
tim survey bisa melaukan input data walaupun
berada dilapangan. sehinga informasi pengajuan
kredit yang ieroleh kepala cabang sebagai bahan
pertimbangan pembuatan keputusan lebih
realtime.
DAFTAR REFERENSI
[AS-04] As, Mahmoeddin. 2004. MelacakKredit
Bermasalah. Pustaka Sinar Harapan.
Jakarta.
[BAR-04] Baridwan, Zaki. 2004. SistemInformasi
Akuntansi. BPFE. Yogyakarta.
[BAS-10] Basuki, Awan Pribadi. 2010.
Membangun Web berbasis PHP dengan
Framework Codeigniter.Lokomedia.
Yogyakarta
[BAY-06] Basyaib, Fahmy. 2006. Teori Pembuatan
Keputusan. Grasindo. Jakarta.
[BUD-06] Budiharjo. 2006. Sistem Informasi
Manajement. Diktat KPC
Pemrograman(Bisnis). Bidang
Pendidikan dan Pelatihan Pusat
Komputer PIKSI ITB.
[BMT-06] BMT Mandiri Sejahtera. 2006. Profil
Umum Koperasi BMT Mandiri
Sejahtera. Gresik.
[DAI-01] Daihani. 2001. Komputerisasi
Pengambilan Keputusan: Panduan
Langkah demi Langkah
Mengembangkan Sistem Pendukung
Keputusan. PT Elex Media Komputindo.
Jakarta.
[GOR-03] Gordon B, Davis. 2003. Kerangka
Dasar Sisem Informasi Manajement
BagianI. IPPM. Jakarta.
[JOG-05] Jogianto HM. 2005. Pengenalan
Komputer. Andi Offset. Yogyakarta.
[KRS-08] Kristianto, Rahadi. 2008. Konsep
Pembiayaan Dengan Prinsip Syariah
Dan Aspek Hukum Dalam Pemberian
Pembiayaan Pada PT.Bank Rakyat
Indonesia (PERSERO)TBK. Semarang:
Universitas Diponegoro.
[KUS-06] Kusumadewi, Sri. Dkk. 2006. Fuzzy
Multi-Atribute Decision Making (Fuzzy
MADM). Graha Ilmu. Yogyakarta.
[KYM-10] K, Yana Mulyana. 2010. Aplikasi Sistem
Pendukung Keputusan Pemberian KPR
Berbasis WEB. Jakarta : Universitas
Mercubuana.
[NUG-06] Nugraha, Dany dan Ramdhany. 2006.
Diagnosis Gangguan Sistem Urinari
pada Anjing dan Kucing menggunakan
VFI 5. IPB. Bandung
[SAR-12] Saraswati, Rosalia Ayu. 2012. Peranan
Analisis Laporan Keuangan, Penilaian
Prinsip 5C Calon Debitur dan
PengawasanKredit TerhadapEfektifitas
Pemberian Kredit Pada BPR Bank
Pasar Kabupaten Temanggung, Jurnal
Nominal, Volume I Nomor I,
Yogyakarta : Universitas Negeri
Yogyakarta.
[USM-01] Usman, Rachmadi. 2001. Aspek-Aspek
Hukum Perbankan. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta
[WIL-05] Wilkinson. Joseph, 2005, SistemAkuntansi
danInformasi, Penerbit Erlangga.
.
Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer