Anda di halaman 1dari 3

(metode baca dan metode audiolingual)

May 28
Posted by amaliaelfanani
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Metode pengajaran bahasa terus mengalami perkembangannya hingga sekarang, berbagai
macam metodologi pengajaran bahasa yang lebih modern, yang lebih mengedepankan
keterampilan berbahasa, serta relevansinya dengan kebutuhan peserta didik untuk
berkomunikasi secara aktif dengan berbagai macam pendekatan terus diupayakan dan
dikembangkan. Perkembangan ini pun tidak lepas dari jasa beberapa tokoh yang telah
meletakkan prinsip-prinsip dasar pengajaran bahasa.baca selengkapnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa devinisi, tujuan dan metode pengajaran membaca?
2. Apa devinisi dan kelebihan serta kekurangan Audio lingual?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui devinisi, tujuan dan metode pengajaran membaca.
2. Untuk mengetahui devinisi dan kelebihan serta kekurangan audio lingual.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dan vital dalam kehidupan umat manusia.
Sungguh tepat kiranya, nabi Muhammad sebagai rasul terakhir menerima wahyu yang
pertama dari Allah SWT. Adalah perintah untuk membaca.(Q.S:96:1)
Beberapa ahli mencoba memberi definisi Membaca, antara lain :
1. Farris (1993:304) mendefinisikan membaca sebagai pemrosesan kata-kata, konsep,
informasi, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pengarang yang berhubungan
dengan pengetahuan dan pengalaman awal pembaca. Dengan demikian, pemehaman di
peroleh apabila pembaca mempunyai pengetahuan atau pengalaman yang telah dimiliki
sebelumnya dengan apa yang terdapat di dalam bacaan.
2. Syafii (1999:7) menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang bersifat fisik atau
yang disebut proses mekanis, berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual, sedangkan
proses psikologis berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi.
3. Dalam KBBI (2000:62) membaca didefinisikan sebagai melihat serta memahami isi dari
apa yang tertulis, yang dibaca secara lisan atau dalam hati.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat dirangkum bahwa membaca merupakan proses
pemahaman atau penikmatan terhadap teks bacaan dengan memanfaatkan kemampuan
melihat (mata) yang dimiliki oleh pembaca, sesuai dengan tujuannya yang dilakukan secara
nyaring atau dalam hati.
B. Tujuan Membaca
Perlu disepakati bahwa membaca harus mempunyai tujuan. Apabila membaca tidak
bertujuan, maka proses dan kegiatan membaca yang dilakukan tidak memiliki arti sama
sekali. Tujuan membaca dapat ditetapkan secara eksplisit ataupun implisit.
Berdasarkan pengalaman yang dialami, ada beberapa tujuan membaca yang dapat
dikemukakan, di antaranya untuk:
a. Memahami aspek kebahasaan (kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana) dalam teks
b. Memahami pesan yang ada dalam teks
c. Mencari informasi penting dari teks
d. Mendapatkan petunjuk melakukan sesuatu pekerjaan atau tugas
e. Menikmati bacaan, baik secara tekstual maupun kontekstual.
f. Dapat melagukan dan melantunkan gaya bahasa Arab dan al-Quran secara tepat dan
menarik hati.
C. Metode Pengajaran Membaca
Keterampilan membaca sangat perlu dikuasai oleh setiap siswa. Dalam penyelesaian studi
bagi setiap siswa, keterampilan membaca sangat diperlukan dalam mempelajari setiap mata
pelajaran. Setiap mata pelajaran pasti disajikan dalam buku teks yang harus dicerna oleh
siswa. Dalam kehidupan bermasyarakat di luar sekolah pun, keterampilan membaca tetap
sangat diperlukan. Misalnya membaca koran, majalah, buku buku ilmu pengetahuan, internet,
kitab-kitab dan sebagainya.
Terdapat beberapa metode pengajaran membaca yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain
:
1. Metode Reseptif
Metode ini mengarah ke proses penerimaan isi bacaan maupun simakan baik tersurat maupun
tersirat. Metode tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak
menguasai mufrodat, qoidah, maupun kalimat. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana
reseptif adalah bagaimana isi bacaan atau simakan diserap dengan bagus.
2. Metode Komunikatif
Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Setiap
tujuan di organisasikan ke dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran di spesifikkan ke dalam
tujuan konkret yang merupakan produk akhir. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai
sebuah informasi yang dapat di pahami, di tulis, di utarakan, atau di sajikan ke dalam non
linguistis.
3. Metode Integratif
Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Artinya beberapa aspek
dalam satu bidang studi di integrasikan. Misalnya; mendengarkan di integrasikan dengan
berbicara dan menulis. Menulis di integrasikan dengan berbicara dan membaca.
4. Metode Partisipatori
Metode ini lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Siswa dianggap sebagai
penentu keberhasilan belajar. Siswa di dudukkan sebagai subjek belajar. Dengan
berpartisipasi aktif, siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru hanya bertindak sebagai
pemandu atau fasilitator. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi,
pandai berperan sebagai moderator yang kreatif.
D. Metode Audio lingual
Metode audiolingual adalah sebuah metode yang bersifat intensif dan berbasis penyajian lisan
atau ujaran dengan mendengarkan bunyi2 bahasa dalam bentuk kata atau kalimat kemudian
mengucapkannya sebelum siswa membaca dan menulis.
Metode ini di dasarkan atas beberapa asumsi, antara lain bahwa bahasa itu pertama-tama
adalah ujaran, oleh karena itu pengajaran bahasa harus dimulai dengan memperdengarkan
bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk kata atau kalimat kemudian mengucapkannya, sebagai
pelajaran membaca dan menulis.
Metode ini sangat mengutamakan drill (pengulangan). Guru dapat memaksa siswa untuk
mengulang sampai tanpa kesalahan. Tujuan utama pengajaran bahasa asing seperti bahasa
Arab dan bahasa Inggris melalui metode ini ialah kemahiran-kemahiran mendengarkan,
sehingga mampu memahami atau mengerti. Meskipun pembicaraan cepat dan panjang
dengan menyebutkan huruf/kata berangkai atau sukar dimengrti, tetapi bila telingah sudah
terbiasa serasi dan peka terhadap bahasa/ucapan itu maka akan mudah dimengerti.
Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah
a. Penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa
menyimak tanpa melihat teks yang dibaca
b. Peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa
menghafalkannya
c. Penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan
d. Dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan didepan kelas
e. Pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan.
E. Kelebihan dan Kekurangan Metode Audio Lingual
Metode ini memiliki kelebihan dan juga kelemahan. Kelebihan metode audio lingual antara
lain:
1. Para pelajar memiliki ketrampilan pelafalan yang bagus.
2. Para pelajar terampil membuat pola-pola kalimat baku yang sudah dilatih.
3. Pelajar dapat melakukan komunikasi lisan dengan baik karena latihan menyimak dan
berbicara secara intensif.
4. Suasana kelas hidup karena para pelajar tidak tinggal diam, harus terus menerus merespon
stimulus guru.
kelemahan metode audiolingual antara lain:
1. Respon pelajar cenderung mekanistis, sering tidak mengetahui atau memikirkan makna
ujaran yang diucapkan,
2. Pelajar bisa berkomunikasi dengan lancar hanya apabila kalimat yang digunakan telah
dilatihkan.
3. Makna kalimat yang diajarkan biasanya terlepas dari konteks sehingga pelajar hanya
memahami satu makna, padahal satu kalimat atau ungkapan memiliki beberapa makna.
4. Keaktifan siswa di dalam kelas adalah keaktifan yang semu karena mereka hanya
merespon rangsangan guru.
5. Karena kesalahan dianggap sebagai dosa, maka pelajar tidak dianjurkan berinteraksi secara
lisan atau tulis sebelum menguasai benar pola-pola kalimat yang cukup banyak.
6. Latihan pola bersifat manipulative, tidak kontekstual dan tidak realistis.