Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang
dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dengan demikian,
kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai
contoh : kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air
untuk keperluan air minum. Kualitas air adalah istilah yang menggambarkan
kesesuaian atau kecocokan air untuk penggunaan tertentu, misalnya: air
minum, perikanan, pengairan/irigasi, industri, rekreasi dan sebagainya.
Peduli kualitas air adalah mengetahui kondisi air untuk menjamin keamanan
dan kelestarian dalam penggunaannya.
Pengujian kualitas air dilakukan berdasarkan parameter-parameter
yang ditentukan. Parameter adalah sebuah acuan yang dapat digunakan
untuk menetapkan keadaan/kondisi, maupun kadar/ukuran tertentu. Kualitas
air dinyatakan dengan beberapa parameter yaitu parameter fisika (suhu,
kekeruhan, padatan terlarut dan sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen
terlarut, BOD, kadar logam dan sebagainya), dan parameter biologi
(keberadaan plankton, bakteri, dan sebagainya). Makalah ini membahas
lebih rinci mengenai parameter warna, logam Pb, logam Cd, dan BOD
5
;
diantaranya tentang cara kerja pengujian masing-masing parameter tersebut.

B. Rumusan Masalah
Makalah tersebut disusun berdasarkan beberapa masalah di bawah ini
:
1. Apa pengertian dari kualitas air dan parameter secara umum?
2. Apa saja baku mutu yang terdapat parameter warna, logam Pb, logam
Cd, serta BOD
5
?
2

3. Berapa batas maksimal jumlah dari parameter warna, logam Pb, logam
Cd, serta BOD
5
berdasarkan baku mutu kualitas air?
4. Bagaimana cara pengujian parameter warna, logam Cd, logam Pb, serta
BOD
5
?

C. Tujuan
Tujuan disusunnya makalah tersebut berdasarkan rumusan masalah
ialah :
1. Mengetahui pengertian dari kualitas air serta parameter.
2. Mengetahui baku mutu-baku mutu kualitas air yang terdapat parameter
warna, logam Pb, logam Cd, serta BOD
5
.
3. Mengetahui batas maksimal parameter warna, logam Pb, logam Cd,
serta BOD
5
yang diperbolehkan berdasarkan baku mutu kualitas air.
4. Mengetahui cara pengujian parameter warna, logam Pb, logam Cd,
serta BOD
5
yang sesuai standar.

3

BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Kualitas Air serta Parameter
Kualitas air yaitu sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energi
atau komponen lain di dalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa
parameter yaitu parameter fisika (suhu, kekeruhan, padatan terlarut dan
sebagainya), parameter kimia (pH, oksigen terlarut, BOD, kadar logam dan
sebagainya), dan parameter biologi (keberadaan plankton, bakteri, dan
sebagainya) (Effendi, 2003).
Parameter adalah sebuah acuan yang dapat digunakan untuk
menetapkan keadaan/kondisi, maupun kadar/ukuran tertentu. Beberapa
parameter yang digunakan dalam pengujian air dapat digunakan untuk
mengetahui kualitas air, yaitu :
a. Parameter fisika, meliputi : bau, warna, kekeruhan, suhu, TDS, TSS,
pH, dll.
b. Parameter kimia, meliputi : COD, BOD, DO, kesadahan, zat organik,
Cl bebas, logam berat (Zn, Pb, Cu, Cr, Sn, Fe, N, dll), zat anorganik,
dll.
c. Parameter mikrobiologi, meliputi : koliform tinja, total koliform.

B. Parameter Warna
Warna air adalah parameter yang menunjukkan warna perairan yang
dipengaruhi oleh jenis substrat atau biota yang mendiami perairan tersebut
seperti plankton dan lain-lain. Warna timbul akibat suatu bahan terlarut atau
tersuspensi dalam air, disamping adanya bahan pewarna tertentu yang
kemungkinan mengandung logam berat.
Warna perairan biasanya dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Warna sesungguhnya (true colour)
4

Warna sesungguhnya adalah warna yang hanya disebabkan oleh
bahan-bahan kimia terlarut. Pada penentuan warna sesungguhnya,
bahan-bahan tersuspensi yang dapat menyebaban kekeruhan
dipisahkan terlebih dahulu.
b. Warna yang tampak (apparent colour)
Warna tampak adalah warna yang tidak hanya disebabkan oleh
bahan terlarut, tetapi juga oleh bahan tersuspensi.
Warna dapat diamati secara visual (langsung) ataupun diukur
berdasarkan platinum-kobalt (Pt-Co) dengan membandingkan warna air
sampel dan warna standar. Intensitas warna cenderung meningkat dengan
meningkatnya nilai pH.
Prinsip dari pengujian parameter warna ialah dengan menggunakan
metode organoleptik dengan panca indra (mata).
Pengujian parameter warna didasarkan pada SNI 6989.80:2011
tentang Cara Uji Warna secara Spektrofotometri. Cara uji ini digunakan
untuk menentukan warna air alam, air minum dan air limbah secara
spektofotometri pada panjang gelombang 450 nm sampai 465 nm dengan
kisaran serapan 0,005 - 0,8. Cara uji ini dilakukan untuk pengukuran warna
sebenarnya (true color). Apabila warna memberikan serapan lebih besar dari
0,8, maka dilakukan pengenceran.
Contoh parameter warna berdasarkan :
- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang badan air
parameter fisika warna
satuan : NTU
standar : 50 NTU
teknik pengujian : Spektrofotometri
- SNI 01-3553-1996 tentang Air Minum parameter keadaan warna
satuan : unit Pt-Co
persyaratan : maksimum 5 unit Pt-Co
teknik pengujian : spektrofotometri
5

- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang air
buangan parameter fisika warna
satuan : TCU
standar : jernih
teknik pengujian : Spektrofotometri
- PERMENKES RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 - Parameter Fisika
Warna pada :
Air minum :
Satuan : Skala TCU
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 15 TCU
teknik pengujian : spektrofotometri
Air bersih :
Satuan : Skala TCU
kadar maksimum yang diperbolehkan : 15 TCU
teknik pengujian : spektrofotometri
Air kolam renang :
satuan : skala TCU
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 100 TCU
teknik pengujian : spektrofotometri
Air Sumur :
Satuan : TCU
kadar maksimum yang diperbolehkan : 50 TCU
teknik pengujian : spektrofotometri
Keterangan :
TCU = True Colour Units
NTU = Nephelometrik Turbidity Units
Pt-Co = Platinum-Cobalt

C. Parameter Logam Pb dan Logam Cd
Logam timbal (Pb) dan kadmium (Cd) merupakan logam berat yang
banyak mencemari lingkungan perairan. Kedua logam tersebut akan
6

terendapkan di dasar perairan. Sebagian akan terakumulasi ke dalam tubuh
biota air melalui rantai makanan.
Kadmium adalah logam yang ditemukan dalam endapan alam seperti
bijih dan berikatan dengan unsur-unsur lainnya. Logam ini digunakan untuk
pelapisan logam dan pengerjaan pelapisan termasuk peralatan transportasi,
mesin, fotografi dan lain-lain. Logam ini juga berpengaruh pada kesehatan
dimana beberapa orang yang minum air yang mengandung kadar kadmium
berlebihan dari maximum contaminant level (MCL) dapat menyebabkan
kerusakan ginjal. Sumber utama kadmium dalam air minum adalah korosi
pada pipa galvanis, erosi endapan alam, debit dari kilang logam, limpasan
dari sampah baterai dan cat. Metode perlakuan berikut telah terbukti efektif
untuk menghilangkan kadmium hingga di bawah 0,005 mg/L atau 5 ppb
yaitu dengan koagulasi / filtrasi, pertukaran ion, lime softening dan reverse
osmosis.
Berdasarkan PERMENKES nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum, kadmium termasuk parameter yang
berhubungan langsung dengan kesehatan. Kadar maksimun kadmium yang
diperbolehkan adalah 0,003 mg/l. Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001
tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran air Kelas
satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku, air
minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang
sama dengan kegunaan tersebut, kadar maksimum kadmium yang
diperbolehkan adalah 0,01 mg/l. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk
biota laut kadar maksimun kadmium yang diperbolehkan adalah 0,001 mg/l.
Analisa kadmium pada air dan air limbah menggunakan SNI 06-
6989.38-2005 yaitu cara uji kadar kadmium (Cd) dengan spektrofotometer
serapan atom (SSA) secara tungku karbon. Ruang lingkup metode ini untuk
kadar 0,5 g/l 10,0 g/l pada panjang gelombang 228,8 nm. Prinsip
metode ini adalah contoh uji air dan air limbah ditambahkan asam nitrat
kemudian dilanjutkan dengan pemanasan yang bertujuan untuk melarutkan
7

analit kadmium dan menghilangkan zat-zat pengganggu, selanjutnya diukur
serapannya dengan SSA tungku karbon dengan gas argon sebagai gas
pembawa. Analisa kadmium pada air dan air limbah dapat juga
menggunakan SNI 06-6989.37-2005 yaitu cara uji kadar kadmium (Cd)
dengan spektrofotometer serapan atom (SSA) secara ekstraksi. Ruang
lingkup metode ini untuk kadar 5 g/l 200 g/l pada panjang gelombang
228,8 nm. Prinsip metode tersebut adalah ion kadmium bereaksi dengan
Amonium Pirolidin Ditikarbamat (APDK) pada pH = 1 sampai dengan pH =
6, membentuk senyawa kompleks. Senyawa yang terbentuk diekstraksi
dengan pelarut organik Metil Iso Butil Keton (MIBK). Kompleks kadmium-
APDK yang ada dalam fase organik, diukur serapannya dengan SSA-nyala
menggunakan udara-asetilen.
Prosedur penentuan logam Pb dan Cd pada air berdasarkan SNI
6989.8:2009; SNI 6869.16: 2009 ialah sebagai berikut :
1. 50,0 ml sampel air yang sudah homogen dimasukkan ke dalam beaker
glass 100,0 ml dan ditambahkan 5,0 ml HNO3 pekat, kemudian
ditutup dengan kaca alroji.
2. Dipanaskan di pemanas listrik sampai volume 25,0 ml.
3. Ditambahkan lagi 5,0 ml HNO3 pekat kemudian ditutup kembali
degan kaca alroji dan dipanaskan lagi.
4. Dilanjutkan penambahan HNO
3
pekat dan pemanasan sampai semua
logam larut, sampai endapan dari sampel menjadi agak putih atau
jernih.
5. Kaca alroji dibilas dan air bilasan dimasukkan dalam beaker glass.
6. Sampel air dipindah ke dalam labu ukur 50,0 ml sambil disaring dan
ditambahkan aquades sampai tanda batas.
7. Sampel diukur dengan menggunakan AAS.
Satuan yang digunakan dalam pengujian kadar Pb dan Cd ialah mg/L.
Contoh parameter Logam Cd dan Logam Pb :
8

- PERMENKES RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 - Parameter kimia
anorganik logam Cd
Air minum :
Satuan : mg/L
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 0,005
Teknik pengujian : AAS
Air bersih :
Satuan : mg/L
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 0,005
Teknik pengujian : AAS
Air Sumur :
Satuan : mg/L
Batas maksimum yang diperbolehkan : 0,005
Teknik pengujian : AAS
- PP No. 82 tahun 2001 tentang Badan Air Parameter kimia anorganik
logam Cd
Satuan : mg/L
Baku mutu badan air kelas I : 0,01
Teknik pengujian : AAS
- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang Air
Buangan Parameter kimia anorganik logam Cd
Satuan : mg/L
9

Standar : 1
Teknik pengujian : AAS
- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang Badan Air
Parameter kimia anorganik logam Cd
Satuan : mg/L
Standar : 0,01
Teknik pengujian : AAS
- SNI 01-3553-1996 tentang Air Minum Parameter cemaran AAS
logam Cd
Satuan : mg/L
Persyaratan : maksimum 0,005
Teknik pengujian : AAS
- SNI 01-3553-1996 tentang Air Minum Parameter cemaran AAS
logam Pb
Satuan : mg/L
Persyaratan : maks. 0,005
Teknik pengujian : AAS
- PERMENKES RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 - Parameter kimia
anorganik logam Pb
Air minum :
Satuan : mg/L
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 0,05
Teknik pengujian : AAS
10

Air bersih :
Satuan : mg/L
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 0,05
Teknik pengujian : AAS
Air sumur :
Satuan : mg/L
Kadar maksimum yang diperbolehkan : 0,05
Teknik pengujian : AAS
- PP No. 82 tahun 2001 tentang Badan Air Parameter kimia anorganik
logam Pb
Satuan : mg/L
Baku mutu badan air kelas I : 0,03
Teknik pengujian : AAS
- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang Air
Buangan Parameter kimia anorganik logam Pb
Satuan : mg/L
Standar : 1
Teknik pengujian : AAS
D. Parameter BOD
5

Biological Oxygen Demand (BOD) atau Kebutuhan Oksigen Biologis
(KOB) menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme hidup untuk memecah atau mengoksidasi bahan organik
dalam air. Oleh karena itu, nilai BOD bukanlah merupakan nilai yang
11

menujukkan jumlah atau kadar bahan organik dalam air, tetapi mengukur
secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk
mengoksidasi atau menguraikan bahan-bahan organik tersebut. BOD tinggi
menunjukkan bahwa jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme
untuk mengoksidasi bahan organik dalam air tersebut tinggi, berarti dalam
air sudah terjadi defisit oksigen. Banyaknya mikroorganisme yang tumbuh
dalam air disebabkan banyaknya makanan yang tersedia (bahan organik).
Oleh karena itu, secara tidak langsung BOD selalu dikaitkan dengan kadar
bahan organik dalam air. BOD
5
merupakan penentuan kadar BOD baku
yaitu pengukuran jumlah oksigen yang dihabiskan dalam waktu lima hari
oleh mikroorganisme pengurai secara aerobic dalam suatu volume air pada
suhu 20
0
Celcius. BOD
5
500 mg/liter (atau ppm) berarti 500 mg oksigen
akan dihabiskan oleh mikroorganisme dalam satu liter contoh air selama
waktu lima hari pada suhu 200 Celcius.
SNI 06-2503-1991 merupakan standar dalam pengujian BOD dengan
metode titrasi Iodo-iodimetri/Winkler. Berikut ini prosedur pengujian BOD
:
Peralatan :
botol BOD 300 ml
lemari pengeraman BOD dengan kisaran suhu 1050
0
C
dan telah distabilkan pada suhu 20
0
C
Aerator
gelas ukur 1000 ml
gelas piala 2000 ml
Persiapan benda uji :
1. Menyediakan contoh uji/sampel yang telah diambil sesuai dengan
metode pengambilan contoh uji kualitas air.
2. Mengukur 1000 ml contoh uji secara duplo dan dimasukkkan ke
dalam gelas piala 2000 ml.
3. Apabila sampel bersifat asam atau basa, menetralkan sampel dengan
NaOH 0,1 N atau H
2
SO
4
0,1 N sampai pH = 6,5-7,5.
12

4. Memeriksa kadar DO 0 hari dari salah satu botol BOD yang berisi
sampel.
5. Memasukkan botol BOD yang berisi sampel ke dalam lemari
pengeram bersuhu 20
0
C.
6. Menambahkan 1 ml MnSO
4
dan 1 ml larutan alkali azida (NaOH-KI).
7. Menutup sampel dan kocok dengan membolak-balikkan botol
beberapa kali.
8. Biarkan hingga terbentuk endapan setengah bagian.
9. Buka tutup sampel dan panaskan dalam H
2
SO
4
pekat melalui dinding
botol, kemudian ditutup kembali. Kocok sampai endapan larut.
10. Titrasi dengan larutan Natrium Thiosulfat (Na
2
S
2
O
3
) 0,1 N sampai
berwarna kuning muda.
11. Menambahkan 1-2 ml indikator amylum 1% sampai berwarna biru.
Kemudian, dititrasi kembali dengan Na
2
S
2
O
3
hingga TAT biru gelap
hilang.
Perhitungan :
kadar BOD = 5 X [ kadar { DO(0 hari) - DO (5 hari) }] ppm
DO mg Oxygen/L = (V Na. Thio (ml) x N Na. Thio) x 8 x 1000
(V sampel (ml) 4,0)

Contoh parameter BOD
5
:
- PP No. 82 tahun 2001 tentang Badan Air - Parameter kimia anorganik
BOD
5
:
Satuan : mg/L
Baku mutu badan air kelas I : 2
Teknik pengujian : titrimetri/winkler
- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang Air
Buangan Parameter kimia anorganik BOD
5

Satuan : mg/L
Standar : 20-30
Teknik pengujian : Titrimetri/winkler
13

- PERMENKES RI No. 173/Men. Kes./Per/VIII/1977 tentang Badan Air
Parameter kimia BOD
Satuan : mg/L
Standar : maksimum 3
Teknik pengujian : titrimetri/winkler




14

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa parameter
warna, logam Pb, logam Cd, dan BOD
5
sangat penting digunakan dalam
pengujian kualitas air untuk mengetahui apakah air sampel berkualitas
sesuai standar atau tidak. Masing-masing parameter tersebut mempunyai
batas maksimal sesuai dengan standar yang digunakan. Pengujian parameter
yang sesuai standar dapat memberikan hasil pengujian yang akurat jika
dilakukan secara teliti dan tepat.
B. Saran
Penyusun menyarankan kepada pembaca agar dapat memanfaatkan air
yang sesuai dengan kebutuhan dan yang sesuai dengan standar agar tidak
membahayakan diri sendiri maupun lingkungan. Selain itu, penulis juga
menyarankan kepada industri-industri yang menghasilkan limbah logam
berat dapat mengolah limbah secara baik dan benar sebelum dibuang ke
alam bebas agar tidak mengganggu kondisi lingkungan sekitar.