Anda di halaman 1dari 26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

Pengolahan Limbah Kertas

Rencana Bisnis - Penawaran Kerja Sama

Propose By:

Putra Anggara

Desa Semanding, Tuban Indonesia phone: +62 857 3045 4707 e-mail: putrabayu89@yahoo.com

Information, data and drawings embodied in this business plan are strictly confidential and are supplied on the understanding that they will be held confidentially and not disclosed to third parties without the prior written consent of BFC Business Intermediary.

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 1 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

RINGKASAN EKSEKUTIF

Putra Anggara adalah sebuah badan usaha di kota Tuban Jawa Timur yang bergerak di bidang pengolahan limbah kertas semen, yang menghasilkan biji plastik sebagai produk akhir. Saat ini, Putra Anggara berencana meningkatkan kapasitas produksi untuk mencapai target produksi di tahun 2011 menjadi 36 Ton. Putra Anggara membutuhkan tambahan modal kerja sebesar Rp 30.000.000,- untuk penambahan mesin dan biaya operasional. Dengan proyeksi pangsa pasar yang dapat diraih sebesar 37,50% sebagai hasil peningkatan produksi, maka diperkirakan Putra Anggara dapat meraih laba sebesar 7,49%-18,48% (proyeksi tahun 2011 2013 data terlampir). Modal yang dibutuhkan direncanakan untuk diperoleh dengan mendapat pinjaman melalui penawaran kemitraan terbatas. Pinjaman dengan masa waktu selama 3 tahun tersebut diharapkan dapat memberikan imbal hasil hingga 126% dari nilai pokok pinjaman.

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 2 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

Daftar Isi

RINGKASAN EKSEKUTIF

2

  • 1 RENCANA ORGANISASI

4

  • 1.1 Uraian Singkat Usaha ................................................................................................................

4

  • 1.1.1 Visi, Misi, dan Strategi

5

  • 1.1.2 Analisa

SWOT

5

  • 1.2 Produk dan

Jasa

6

  • 1.3 Struktur Organisasi

....................................................................................................................

6

  • 1.4 Perkiraan Risiko Bisnis

7

  • 1.4.1 Risiko Usaha

7

  • 1.4.2 Risiko Administrasi & Hukum

7

  • 2 RENCANA

8

  • 2.1 Peluang & Potensi Pasar

8

  • 2.1.1 ...................................................................................................

Sasaran Pasar

8

  • 2.1.2 ........................................................................................................

Persaingan

8

  • 2.1.3 Proyeksi Peluang Pasar

9

  • 2.2 Strategi Pemasaran

9

Metode Penjualan

  • 2.2.1 ..............................................................................................

9

  • 2.2.2 ..................................................................................................

Strategi Harga

9

  • 2.2.3 Jaringan Kerja Sama

..........................................................................................

9

  • 2.3 Implementasi Strategi Pemasaran

10

  • 2.4 Evaluasi Strategi Pemasaran

10

  • 3 RENCANA PRODUKSI

11

  • 3.1 Pengadaan Bahan Baku

11

  • 3.2 Rencana Peningkatan Produksi

11

  • 3.2.1 Pengadaan Mesin Baru

11

  • 3.2.2 Proyeksi Produksi

11

  • 4 DOKUMEN KEUANGAN

13

  • 4.1 Ringkasan Kebutuhan Keuangan & Penggunaan Dana Investasi

13

  • 4.1.1 Penawaran Kemitraan Terbatas

13

  • 4.1.2 Jadwal & Timeline

14

4.2

Proyeksi Keuangan

14

Proyeksi

  • 4.2.1 .............................................................................................

Arus Kas

14

  • 4.2.2 Proyeksi Rugi Laba

14

Proyeksi

  • 4.2.3 ................................................................................................

Neraca

15

  • 4.2.4 Analisis Titik Impas

15

  • 4.2.5 ...................................................................................

Analisis

Kelayakan Usaha

16

  • 5 DOKUMEN PENDUKUNG

18

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 3 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

1 Rencana Organisasi

  • 1.1 Uraian Singkat Usaha

Putra Anggara adalah sebuah badan usaha yang bergerak di bidang pengolahan limbah kertas. Bahan baku berupa kertas semen, diolah kembali dengan menggunakan mesin pemisah, untuk diambil bijih plastik sebagai produk akhir utama. Hasil pengolahan limbah tersebut berupa bijih plastik dan ampas kertas, yang masing-masing tetap memiliki nilai ekonomis.

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 1 Rencana Organisasi 1.1 Uraian

Gambar 1. Proses Produksi Pengolahan Limbah Kertas

Nama limbah plastik dari pabrik semen ini adalah streaming, yaitu potongan dari sak semen import/antar pulau berupa kertas semen yang dilapisi plastik. Plastik yang menempel tersebut mempunyai kualitas yang masih bagus, putih dan bersih serta mempunyai nilai jual yang cukup lumayan, namun masih menempel di kertas semen tersebut. Sehingga untuk mendapatkan plastik perlu proses pemisahan dari kertas semen tersebut dengan menggunakan mesin pemanas dengan daya listrik 300 watt.

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 1 Rencana Organisasi 1.1 Uraian

Gambar 2. Foto Produksi Pengolahan Limbah Kertas

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 4 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

Proses pemisahan tersebut akan menghasilkan kertas semen dan plastik putihani yang masing-masing memiliki nilai ekonomis. Plastik ini selanjutnya akan dijadikan biji plastik dengan kualitas PET, sebagai bahan baku pembuatan gelas dan botol minuman/air mineral. Sedangkan kertas semen hasil sisa pemisahan adalah jenis kertas duplex, dapat didaur ulang sebagai bahan baku kertas koran. Rentang nilai jual saat ini untuk plastik putihan adalah Rp 7.500,00 s/d Rp 8.500,00, sedangkan nilai jual untuk kertas semen hasil pemisahan adalah Rp 2.200,00 s/d Rp 3.500,00.

Saat

ini, Putra Anggara merupakan

mitra dari

PT.Kilung Plastik sebagai

mitra

penyedia jasa pengolahan limbah kertas, sedangkan PT.Kilung Plastik merupakan pemasok bahan baku dan sekaligus konsumen dari hasil pengolahan limbah.

1.1.1

Visi, Misi, dan Strategi

Putra Anggara bukan merupakan satu-satunya badan usaha uang bergerak di bidang pengolahan limbah kertas. Dengan menentukan sebuah visi, misi, dan strategi yang jelas, Putra Anggara berketetapan untuk dapat meraih peluang pasar yang ada dan menjadi pemimpin regional dalam usaha pengolahan limbah kertas ini.

Visi

Menumbuhkan usaha usaha home industry lewat usaha ini.

Membuka berbagai cabang perusahaan pengolahan limbah kertas di kota tuban

Misi

Penambahan dan pengembangan sumber daya manusia.

Pengembangan produksi dengan penambahan kapasitas produksi Strategi

Penambahan produk.

Pemanfaatan teknologi

Mencari bahan baku langsung dari pabrik semen untuk memperoleh harga yang lebih rendah

1.1.2

Analisa SWOT

Kami menyediakan analisa SWOT (Strong Weakness Opportunity Threat) supaya anda dapat memahami usaha pengolahan limbah kertas ini. Kami ingin menunjukkan bahwa kami telah mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi jalan usaha ini dan telah menyusun peta strategi untuk menghadapi faktor-faktor tersebut.

Table 1-1. SWOT Identification

   

KEKUATAN (S)

KELEMAHAN (W)

 
 
  • 1. Proses produksi yang sederhana

  • 1. Mesin yang digunkan masih manual

  • 2. Sudah terdaftar dalam kemitraan sehingga bahan baku dan pasar sudah ada

  • 2. Kurangya modal untuk melakukan produktivitas yang lebih tinggi

 

PELUANG (O)

ANCAMAN (T)

 
  • 1. Adanya industri semen yang bisa

  • 1. Naiknya upah tenaga kerja

membantu dalam suplai bahan baku

  • 2. Nilai jual produk plastik putih yang

  • 2. Jumlah permintaan relatif stabil dan cenderung naik terus

tidak stabil

 

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 5 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

Table 1-2. SWOT Map Strategy

 

PELUANG (O)

ANCAMAN (T)

 

Strategi S-O:

Strategi S-T:

KEKUATAN (S)

  • 1. Memanfaatkan industri industri semen yang ada di Tuban untuk menyuplai bahan baku

  • 1. Pengembangan pasar untuk memperoleh harga produk yang lebih tinggi

  • 2. Pengembangan pasar dan diversifikasi produk

  • 2. Pengembangan cabang cabang usaha diberbagai daerah

 

Strategi W-O:

Strategi W-T:

KELEMAHAN (W)

  • 1. Melakukan kerja sama secara langsung dengan industri industri semen yang ada Tuban untuk

  • 1. Pembentukan kelompok usaha bersama disetiap cabang usaha dengan masyarakat sekitar

menyuplai bahan baku secara continue

  • 2. Merubah manajemen upah tenaga kerja menjadi sistem borongan

  • 2. Pengembangan teknologi tepat guna untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi

  • 1.2 Produk dan Jasa

Putra Anggara memiliki dua jenis komoditas hasil dari pengolahan limbah kertas sebagai berikut:

Plastik Putih, sebagai bahan baku biji plastik.

Sisa Kertas, sebagai bahan baku kertas daur ulang.

  • 1.3 Struktur Organisasi

Kami telah memulai usaha ini sejak tahun 2011 dan hingga kini, kami menjalankan usaha ini masih dalam bentuk perseorangan. Kami menilai dengan bentuk usaha dan lokasi yang ada saat ini, sudah cukup untuk menjalankan usaha pengolahan limbah kertas ini.

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 Table 1-2. SWOT Map Strategy

Gambar 3. Struktur Organisasi

Putra Anggara memiliki struktur organisasi sederhana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sebagai berikut:

Pemasaran Menambah dan memperluas jaringan dan channel pemasaran Menetapkan strategi pasar dan perluasan pasar

SDM

Mengolah bahan baku dari proses awal sampai dengan akhir Menyiapkan peralatan

Terbatas

2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

Hal 6 /

26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

Rev 1.0 / Oktober 2014

Keuangan Mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan

Mencatat, mendata, dan mengarsipkan segala hal yang berhubungan dengan administrasi perusahaan.

  • 1.4 Perkiraan Risiko Bisnis

Perkiraan risiko atas usaha ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: Risiko Usaha, dan Risiko Administrasi & Hukum. Risiko Usaha adalah risiko-risiko yang terjadi dikarenakan faktor usaha dan ekonomi. Risiko Administrasi & Hukum adalah risiko-risiko yang terjadi karena kesalahan administrasi (perjanjian, pembukuan, dsb) dan hukum.

  • 1.4.1 Risiko Usaha

    • 1. Kenaikan upah tenaga Kerja

    • 2. Kenaikan bahan baku

    • 3. Kenaikan ongkos operasional (listrik, sewa tempat, dsb)

  • 1.4.2 Risiko Administrasi & Hukum

    • 1. Risiko tuntutan hukum akibat kesalahan pajak

    • 2. Risiko tuntutan hukum perdata pihak ketiga

  • Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 7 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    2 Rencana Pemasaran

    • 2.1 Peluang & Potensi Pasar

    Saya akan menjabarkan peluang dan potensi pasar yang ada terkait Pengolahan Limbah Kertas Semen berdasarkan data dan pengalaman kami beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan data tersebut, kami mencoba membuat proyeksi potensi pasar yang ada. Kami menilai potensi pasar yang tersedia sangat besar, atau dengan kata lain kemampuan produksi total yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang ada.

    • 2.1.1 Sasaran Pasar

    Target konsumen utama kami adalah pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang pengolahan bijih plastik, yang membutuhkan plastik putih sebagai bahan baku utama bijih plastik. Selain itu, kami juga menyasar kepada pabrik/industri pengolahan kertas daur ulang dengan menjual sisa kertas hasil pengolahan limbah sebagai bahan baku kertas.

    • 2.1.2 Persaingan

    Bisnis pengolahan limbah kertas, terutama berbahan baku kertas semen bukanlah sebuah usaha baru. Secara umum, Putra Anggara berhasil memposisikan diri menjadi pemain nomor tiga, dengan market share 37%. Berikut ini adalah 3 pesaing utama kami, supaya dapat menjelaskan kompetisi yang terjadi dalam usaha ini:

    NAMA PESAING

     
     

    Nama

    : Sali

    Produk & Jasa

    : plastik putih

    Rentang Harga

    : Rp. 7500,-/kg

    Market Share

    : 20%

    Kapasitas produksi

    : 24 ton/tahun

    NAMA PESAING

     

    Nama

    : Darmuji

    Produk & Jasa

    : plastik putih

    Rentang Harga

    : Rp. 7500,-/kg

    Market Share

    : 15%

    Kapasitas produksi

    : 12 ton/tahun

    NAMA PESAING

     

    Nama

    :Agus

    Produk & Jasa

    : plastik putih

    Rentang Harga

    : Rp. 7500,-/kg

    Market Share

    : 35%

    Kapasitas produksi

    : 36 ton/tahun

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 8 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    • 2.1.3 Proyeksi Peluang Pasar

    Berikut merupakan hasil proyeksi permintaan untuk 3 tahun ke depan. Proyeksi permintaan mengalami kenaikan tiap tahun sebanyak 10% sesuai dengan kenaikan jumlah pertumbuhan Industri. Kami menargetkan pada tahun 2014, kami dapat meraih 40% pangsa pasar yang ada melalui peningkatan kapasitas produksi.

    Table 2-1. Proyeksi Pangsa Pasar

    Tahun

    Industry

    Penawaran Total

    Penawaran Putra

    Market Share Putra

    Demand (Ton)

    Kompetitor Utama (Ton)*

    Anggara (Ton)

    Anggara (%)

    2012

    12.000

    60

     
    • 36 37,50%

    2013

    13.200

    64

     
    • 42 39,62%

    2014

    14.520

    68

     
    • 48 41,38%

    * Penawaran total kompetitor utama merupakan jumlah proyeksi penawaran dari 3 kompetitor utama.

    • 2.2 Strategi Pemasaran

    Putra Anggara saat ini merupakan mitra dari PT. Kilung Plastik, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik di Tuban. Kerjasama ini memberikan jaminan kepada Putra Anggara berupa penyerapan seluruh hasil produksi yang ada sesuai dengan kesepakatan harga yang telah dibuat.

    • 2.2.1 Metode Penjualan

    Saat ini, Putra Anggara melakukan metode penjualan langsung hanya kepada PT. Kilung Plastik. Pembayaran barang dilakukan secara tunai saat barang terkirim ke PT.Kilung Plastik.

    • 2.2.2 Strategi Harga

    Putra Anggara hingga saat ini belum bisa menetapkan harga komoditas secara mandiri, terkait kesepakatan kerjasama kemitraan dengan PT. Kilung Plastik. Namun, kami memastikan bahwa harga yang diberikan oleh mitra merupakan nilai jual yang wajar, sehingga Putra Anggara masih memiliki kesempatan untuk bertumbuh.

    • 2.2.3 Jaringan Kerja Sama

    Saya telah menyinggung di awal proposal ini, bahwa pada dasarnya Putra Anggara menjalankan usaha ini sebagai Mitra PT.Kilung Plastik. Bentuk kesepakatan program kemitraan ini dapat dilihat pada tabel berikut:

    Table 2-2. Daftar Kerjasama

     

    Status

    No

    Nama Instansi

    Bentuk Kerjasama

    Kesepakatan

    1

    PT. Kilung Plastik

    Kerjasama kemitraan dengan garis besar kesepakatan sbb:

     

    Kemitraan

     

    PT.Kilung

    Plastik bertindak

     

    sebagai pemasok bahan baku, dan menyerap hasil pengolahan limbah kertas berupa plastik putih dan kertas sisa.

     

    Mitra

    (Putra

    Anggara)

    wajib

     

    membeli

    mesih

    elemen

    /

    pemisah.

     

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

     

    Hal 9 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    • 2.3 Implementasi Strategi Pemasaran

    Staff pemasaran Putra Anggara bertanggung jawab penuh dalam pengembangan dan implementasi strategi pemasaran yang telah disetujui oleh saya selaku pelaku usaha. Kegiatan promosi dan penjalinan kerja-sama akan dilakukan sendiri oleh staff marketing.

    Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang menjadi tanggung jawab internal Putra Anggara:

    Menentukan dan melaksanakan tujuan, sasaran, dan rencana pemasaran. Menjalin kerjasama dengan pihak industri

    • 2.4 Evaluasi Strategi Pemasaran

    Putra Anggara akan mengevaluasi hasil usaha pemasarannya atas basis bulanan. Pada saat itu, berdasarkan hasil evaluasi, keputusan akan dibuat dan perubahan yang perlu akan diterapkan pada peningkatan keefektifan pemasaran.

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 10 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    3 Rencana Produksi

    • 3.1 Pengadaan Bahan Baku

    Saat ini Putra Anggara membeli bahan baku dari area surabaya melalui program kemitraan dengan PT.Kilung Plastik, sehingga bahan baku bisa dikirim atau diambil sendiri, dengan harga sebagai berikut :

    • - Bahan baku dikirim

     

    : Rp. 3.500,-/kg

     
    • - Bahan baku diambil sendiri

    : Rp. 3.000,-/kg

    Sistem

    pembayaran

    pembelian

    bahan

    baku

    dilakukan

    secara

    tunai

    saat

    pengambilan bahan baku atau saat pengantaran bahan baku sampai di lokasi usaha. Saya melihat sistem pembayaran ini tidak akan menjadi masalah karena metode pembayaran hasil penjualan produksi juga dilaksanakan dengan metode yang sama, sehingga aliran kas usaha tidak akan terganggu.

    Kuantitas dan kepastian pasokan bahan baku juga terjamin dalam program ini, sehingga saya memastikan bahwa dengan asumsi tidak ada halangan operasional, maka usaha ini dapat mencapai target produksi yang telah saya rancang.

    • 3.2 Rencana Peningkatan Produksi

    Putra Anggara menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2012 menjadi sebesar 42 ton. Demi mencapai target tersebut, saya telah menjalin program kemitraan dengan masyarakat lokal untuk membantu rencana ini. Selain itu, saya juga memerlukan pengadaan mesin baru sebanyak 5 unit.

    • 3.2.1 Pengadaan Mesin Baru

    Mesin yang akan

    digunakan adalah mesin pemisah plastik dari

    kertas/ mesin

    elemen, berikut spesifikasinya:

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 3 Rencana Produksi 3.1 Pengadaan

    Negara asal

    : Indonesia

    Harga

    : Rp. 5.000.000,-(harga kemitraan)

    Harga

    : Rp. 3.500.000,-(harga mandiri)

    Pembayaran

    : tunai-langsung

    Kapasitas

    : 40kg/hari

    Keterangan

    : Daya listrik 300 Watt

    • 3.2.2 Proyeksi Produksi

    Proses pengolahan limbah kertas ini sangat efisien, sehingga seluruh bahan baku yang digunakan dapat diserap 100% menjadi barang produksi dengan komposisi 65% merupakan barang jadi berupa plastik putih, dan 35% merupakan barang sisa berupa kertas semen.

    Rencana saya, dalam 3 tahun ke depan, kami dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 48 ton per tahun. Tabel berikut merupakan proyeksi produksi yang saya rencanakan untuk 3 tahun kedepan.

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 11 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    Table 3-1. Proyeksi Produksi 3 tahun

         

    Kapasitas Produksi (Ton)

    Tahun

    Bahan Baku (Ton)

    Barang Jadi

    Barang Sisa

    Total

    2012

     
    • 36 23,4

    12,6

    36

    2013

    • 42 27,3

     

    14,7

    42

    2014

    • 48 31,2

     

    16,8

    48

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 12 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    4 Dokumen Keuangan

    • 4.1 Ringkasan Kebutuhan Keuangan & Penggunaan Dana Investasi

    Kebutuhan dana untuk peningkatan kapasitas produksi Putra Anggara adalah sebesar sebesar Rp 30.000.000,- yang akan digunakan untuk pembelian asset berupa mesin sebanyak 6 unit, dan modal kerja. Seluruh dana direncanakan bersumber pada pembiayaan sendiri dan pinjaman modal melalui kemitraan terbatas.

    Table 4-1. Rencana Penggunaan Dana

    Rencana Penggunaan Dana

    Kebutuhan Dana (Rp)

    Asset 1 unit Mesin Elemen (mitra) @ Rp 5.000.000,-

    Rp.

    5.000.000,-

    5 unit Mesin Elemen (mandiri) @ 3.500.000,-

    Rp. 17.500.000,-

    2 unit Timbangan Rak Kayu @ Rp 50.000,-

    Rp.

    100.000,-

    Modal Awal Kerja

    Rp.

    7.400.000,-

    Total:

    Rp. 30.000.000,-

    • 4.1.1 Penawaran Kemitraan Terbatas

    Melalui proposal ini, kami membutuhkan pinjaman modal sebesar Rp 30.000.000,- dengan masa pinjaman selama 3 tahun. Selama 3 tahun tersebut kami akan membayar angsuran hutang sebesar Rp 10.000.000,- per tahun, dan memberikan bagi hasil usaha sebesar 40% dari laba bersih.

    Prinsip pinjaman ini menggunakan prinsip syariah, yang memastikan bahwa pokok pinjaman merupakan kewajiban usaha yang harus dibayar, sedangkan bagi hasil usaha akan dibagi selama usaha memberikan keuntungan melalui pembuktian pembukuan yang akan selalu kami laporkan setiap 6 bulan sekali.

    Poin-poin penawaran kemitraan terbatas secara lengkap dapat dilihat melalui kontrak kerjasama yang akan kami kirimkan kepada para investor yang mengirimkan formulir pendaftaran yang kami lampirkan dalam proposal ini.

    Table 4-2. Proyeksi Pengembalian Pinjaman & Bagi Hasil Usaha

     

    Periode Pra-

    Periode Operasional (Akhir Tahun)

     
     

    Keterangan

           

    Operasi

    Tahun 1

    Tahun 2

    Tahun 3

    1.

    Jumlah Pokok Pinjaman

    30,000,000

    30,000,000

    30,000,000

    30,000,000

     
    • - Masa Kredit

     

    3 tahun

    3 tahun

    3 tahun

     
    • - Angsuran Pokok Pinjaman

     

    10,000,000

    10,000,000

    10,000,000

    2.

    Sisa Pokok Pinjaman

    30,000,000

    20,000,000

    10,000,000

     

    -

    3

    Laba Bersih Usaha

     

    11,792,667

    28,636,167

    54,276,667

    4

    Deviden (40% Dari Laba Bersih)

     

    4,717,067

    11,454,467

    21,710,667

     

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

     

    Hal 13 /

    26

     

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

     

    Rev 1.0 / Oktober 2014

     

    4.1.2

    Jadwal & Timeline

     

    Berikut ini

    adalah rencana pelaksanaan

    kegiatan

    secara

    garis

    besar untuk

    penyertaan modal dan pembagian hasil usaha untuk investor.

     
     

    Table 4-3. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

     
       

    Kegiatan

     

    Rencana Pelaksanaan

     

    Penyertaan Modal

     

    29 Agustus 2011

    Pra-Operasional Pembelian Aset Persiapan produksi (SDM, Infrastruktur, dsb)

     

    5 September 2011 12 September 2011

    Operasional Mulai Produksi

     

    1 Oktober 2011

    Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 1

    • 1 November 2012

    Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 2

    • 1 November 2013

    Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 3

    • 1 November 2014

    4.2 Proyeksi Keuangan

     

    Analisis proyeksi keuangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha serta prospek perkembangan usaha pengolahan limbah kertas. Proyeksi keuangan yang dilakukan terdiri dari analisis arus kas, proyeksi laba rugi, dan neraca usaha.

    4.2.1

    Proyeksi Arus Kas

     

    Di dalam proyeksi arus kas yang saya telah buat, arus kas keluar dihitung dari beberapa pos biaya yaitu biaya pokok produksi, biaya pra operasi dan biaya lainnya, serta pembayaran angsuran pokok pinjaman. Sementara untuk arus kas masuk merupakan nilai hasil penjualan selama satu tahun. Pada arus kas Putra Anggara saldo akhir pada periode pra operasi tercatat sebesar Rp 15.450.000,- dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Secara umum pencatatan saldo akhir Putra Anggara tercantum dalam ilustrasi tabel dibawah ini, sedangkan untuk perincian proyeksi arus kas dapat dilihat di bagian lampiran.

     

    Table 4-4. Ringkasan Proyeksi Arus Kas 3 tahun

     
     

    Tahun-0

    Tahun-1

    Tahun-2

     

    Tahun-3

     

    Arus Kas Masuk

     
    • 42.150.000 277.799.333

    • 218.670.000 358.932.167

     
     

    Arus Kas Keluar

     
    • 26.700.000 221.107.167

    • 186.020.667 252.556.667

     
     

    Angsuran Pokok Pinjaman

     

    10.000.000

    10.000.000

    10.000.000

     

    Saldo Akhir

     
    • 15.450.000 46.692.167

    22.649.333

     

    96.375.500

    4.2.2

    Proyeksi Rugi Laba

     

    Saya memproyeksikan usaha pengolahan limbah kertas ini memperoleh laba sebesar 5,80% pada tahun pertama, dan meingkat pada tahun-tahun berikutnya. Laba di tahun pertama memang diproyeksikan tidak cukup besar karena pengeluaran untuk pembelian asset. Namun didalam proyeksi yang saya buat, terjadi peningkatan laba hampir 2 kali lipat untuk tahun kedua, dan seterusnya. Rincian proyeksi laba-rugi dapat dilihat didalam lampiran.

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 14 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    Table 4-5. Ringkasan Proyeksi Laba-Rugi 3 tahun

    Tahun

    Perolehan Laba/Rugi (Rp)

    (%) Laba/Rugi

    1

     
    • 11.792.667 5,80%

    2

     
    • 28.636.167 11,22%

    3

     
    • 54.276.667 17,38%

    4.2.3

    Proyeksi Neraca

     

    Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan sebuah usaha pada akhir periode pembukuan. Neraca memuat pencatatan tentang harta dan kewajiban yang harus diselesaikan oleh perusahaan terkait keuangannya. Ringkasan proyeksi neraca untuk 3 tahun operasio pertama dapat anda lihat pada tabel dibawah ini. Sedangkan perincian proyeksi neraca dapat anda temukan pada lampiran proposal.

     

    Table 4-6. Ringkasan Proyeksi Neraca 3 tahun

     

    Pra-Operasi

    Tahun 1

    Tahun 2

    Tahun 3

    AKTIVA

           

    Aktiva Lancar

    15.450.000

    22.649.333

    46.692.167

    96.375.500

    Aktiva Tetap

    26.700.000

    21.293.333

    15.886.667

    10.480.000

    Total Aktiva

    42.150.000

    43.942.667

    62.578.833

    106.855.500

    PASSIVA

    Kewajiban

    30.000.000

    20.000.000

    10.000.000

    -

    Ekuitas

    12.150.000

    23.942.667

    52.578.833

    106.855.500

    Total Passiva

    42.150.000

    43.942.667

    62.578.833

    106.855.500

    4.2.4

    Analisis Titik Impas

     

    Untuk mengetahui produksi minimal supaya perusahaan mencapai keuntungan maka perlu dilakukan analisa titik impas (BEP). Hasil ringkasan perhitungan analisa titik impas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

    Table 4-7. Analisa Titik Impas terhadap proyeksi penjualan

    Analisa Titik Impas

     

    Tahun-1

    Tahun-2

    Tahun-3

     
       

    20.144.095

     

    17.160.831

    14.907.623

    BEP Penjualan (Rp) (%) BEP

       

    72,67%

     

    37,14%

    25,23%

    Pada

    tahun

    pertama

    operasi

    kondisi

    BEP

    dicapai

    pada produksi senilai

    • Rp20.144.095,- atau jika dibuat dalam bentuk persentase yaitu sebesar 72,67% dari

    hasil laba bersih dibagi penjualan. Di tahun selanjutnya, terlihat penurunan prosentase

    BEP, yang berarti mengindikasikan terdapat peningkatan efisiensi produksi. Kesimpulan dari hasil analisa BEP ini adalah usaha pengolahan pengolahan limbah kertas mempunyai prospek yang baik dan layak untuk di kembangkan.

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 15 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    • 4.2.5 Analisis Kelayakan Usaha

    Kelayakan usaha dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang terdiri dari analisa NPV (Net Present Value), PBP, dan ROI. perhtungan-perhitungan rasio tersebut adalah sebagai berikut :

    4.2.5.1

    Net Present Value (NPV)

     

    Analisa NPV dilakukan dengan mengasumsikan Discount Factor (DF) sebesar tingkat bunga kredit bank saat ini yaitu 14% per tahun. Untuk mengetahui nilai DF dari periode pra operasi hingga tahun operasi ke 3 maka digunakan formula berikut :

     

    DF = (1 + d) - t dimana DF = discount factor

     
     

    d

    = tingkat bunga simpanan (asumsi 14%)

     

    t

    = tahun

    Sedangkan penghitungan NPV dilakukan dengan mengurangkan total pendapatan setelah didiskon dengan total biaya setelah didiskon. Hasil penghitungan NPV dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

     

    Table 4-8. Tabel Perhitungan NPV

     

    Tahun

    DF

    Biaya (B)

    Pendapatan (E)

    PV B

    PV E

    0

    1

    26.700.000

    0

    26.700.000

     

    0

    1

    0,877

    196,020,667

     
    • 203.220.000 171,947,953

    178.263.158

    2

    0,769

    231,107,167

     
    • 255.150.000 177,829,460

    196.329.640

    3

    0,675

    262,556,667

     
    • 312.240.000 177,218,271

    210.753.106

    Total

    553,695,685

    585.345.904

    NPV = PV B - PV E

       

    31.650.219

    Dari perhitungan-perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak, hal ini dapat dibuktikan dengan nilai NPV yang lebih besar dari nol.

    4.2.5.2

    Return on Investment (ROI)

     

    Perhitungan ROI dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengembalian laba per periode atas investasi yang dilakukan perusahaan. Tabel berikut menampilkan hasil ringkasan perhitungan ROI dari usaha ini.

     

    Table 4-9. Analisa ROI terhadap proyeksi usaha

     
       

    Tahun

     

    ROI (Return On Invesment)

       
     

    1

     

    26,84%

     

    2

     

    45,76%

     

    3

     

    50,79%

    4.2.5.3

    Pay Back Periode (PBP)

     

    Penghitungan Payback Periode dilakukan untuk mengetahui jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk present value. PBP akan menampilkan berapa lama usaha yang dijalankan baru dapat mengembalikan investasi. Penghitungan PBP perusahaan adalah sebagai berikut :

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 16 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

     

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    Modal investasi

    = Rp

    26.700.000,00

    Laba bersih tahun 1

    = Rp

    11,792.667,00 (-)

     

    Sisa modal investasi

    = Rp

    14.907.333,00

    Laba bersi tahun 2

    = Rp

    28.636.167,00

    PBP tahun 2

    = SisaModal Investasi

    x 12 bulan

    PBP total

    Penerimaan bersih

    = 14.907.333 x12 bulan

    28.636.167

    = 6 bulan, 8 hari

    = 1 tahun, 6 bulan 8 hari

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 17 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    5 Dokumen Pendukung

    Berikut ini saya lampirkan beberapa lembar dokumen sebagai berikut:

    Formulir Pendaftaran Pemodalan

      Proyeksi Keuangan Usaha (Neraca, Arus Kas, Laba Rugi, dsb)

    Apabila anda merasa terdapat kekurangan / kesalahan informasi ataupun terkait dengan kesepakatan kerjasama, silakan mengirimkan pertanyaan langsung ke saya atau melalui moderator BFC-Wikusama Business Intermediary.

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 18 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    FORMULIR PENDAFTARAN

    Dengan ini saya,

    Nama : …………………………………………………………… Alamat : …………………………………………………………… Lembaga/Instansi : …………………………………………………………… Jabatan : …………………………………………………………… Alamat Lembaga : …………………………………………………………… Telepon Rumah : ……………………………………………………………

    Telepon Kantor : …………………………………………………………… HP : …………………………………………………………… e-mail : ……………………………………………………………

    Investor

    : Pribadi / Perseorangan

    Kelompok

    Menyatakan tertarik terhadap proposal Rencana Bisnis Pengolahan Limbah Kertas, dan bersedia menyertakan pinjaman / investasi ke dalam usaha ini. Mohon kirimkan Draft Perjanjian Kerjasama untuk proses selanjutnya.

    Penyandang dana / Investor

    (

    )

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 19 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

     

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    BIAYA INVESTASI

    Biaya Per

    Total Biaya

    Satuan (Rp)

    (Rp)

    KETERANGAN

    SATUAN

    JUMLAH

    A. INVESTASI HARTA TETAP

           

    1.

    Mesin dan Peralatan

           
     
    • a. Mesin Elemen ( Harga Kemitraan )

    Buah

     
    • 1 5,000,000

    5,000,000

     
     
    • b. Mesin Elemen ( Harga Mandiri )

    Buah

     
    • 5 17,500,000

    3,500,000

     
     
    • c. Timbangan dari Rak Kayu

    Buah

     
    • 2 100,000

    50,000

     
     

    Total Biaya Mesin & Peralatan

         

    22,600,000

               

    2.

    Inventaris Kantor

           
     
    • a. Laptop

    unit

     
    • 1 2,500,000

    2,500,000

     
     
    • b. Meja & Kursi

    unit

     
    • 1 800,000

    800,000

     
     
    • c. ATK

    unit

     
    • 1 300,000

    300,000

     
     

    Total Biaya Inventaris Kantor

         

    3,600,000

             
     

    Total Harta Tetap

         

    26,200,000

             
    • B. INVESTASI HARTA TAK BERWUJUD

           
     

    Biaya Pra Operasional

           
     
    • 1. Biaya Survey dan Pendirian

       
    • - 300,000

      • 1 300,000

     
     
    • 2. Biaya Perijinan

       
    • - 200,000

      • 1 200,000

     
             
     

    Total Harta Tak Berwujud

         

    500,000

             
    • C. TOTAL BIAYA INVESTASI ( A + B )

         

    26,700,000

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 BIAYA INVESTASI Biaya Per Total
           

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 20 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    PEMBIAYAAN PROYEK

    PERIODE PRA OPERASIONAL

    (

    Dalam Rp. )

     
     
    PEMBIAYAAN PROYEK PERIODE PRA OPERASIONAL ( Dalam Rp. )

    ( Lihat Formulir K - 1A )

    TOTAL BIAYA PROYEK

    ( C + D )

    Prosentase

    • D. MODAL KERJA

    • C. TOTAL BIAYA INVESTASI ( A + B )

    • B. INVESTASI HARTA TAK BERWUJUD

    Total Harta Tak Berwujud

    • 2. Biaya Perijinan

    • 1. Biaya Survey dan Pendirian

    KETERANGAN

    Total Harta Tetap

    • 2. Inventaris Kantor

    71.17%

    100%

    30,000,000

    12,150,000

    42,150,000

    28.83%

    SUMBER PEMBIAYAAN 8,050,000 7,400,000 TOTAL 3,600,000 26,200,000 3,600,000 3,600,000 15,450,000 4,100,000 26,700,000 500,000 200,000 200,000 300,000
    SUMBER PEMBIAYAAN
    8,050,000
    7,400,000
    TOTAL
    3,600,000
    26,200,000
    3,600,000
    3,600,000
    15,450,000
    4,100,000
    26,700,000
    500,000
    200,000
    200,000
    300,000
    300,000
    500,000

    MODAL SENDIRI

    KREDIT

    • A. INVESTASI HARTA TETAP

    1.

    Mesin dan Peralatan

    22,600,000

    22,600,000

     
    1. Mesin dan Peralatan 22,600,000 22,600,000
    1. Mesin dan Peralatan 22,600,000 22,600,000
    1. Mesin dan Peralatan 22,600,000 22,600,000

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 21 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    JUMLAH BIAYA TOTAL BIAYA TOTAL BIAYA URAIAN SATUAN SATUAN PER SATUAN PER BULAN PER TAHUN (Rp)
    JUMLAH
    BIAYA
    TOTAL BIAYA
    TOTAL BIAYA
    URAIAN
    SATUAN
    SATUAN
    PER SATUAN
    PER BULAN
    PER TAHUN
    (Rp)
    (Rp)
    (Rp)
    A.
    BAHAN BAKU & PENOLONG
    Limbah Kertas
    kg
    3,000
    3,500
    10,500,000
    126,000,000
    Total Biaya Bahan
    10,500,000
    126,000,000
    B.
    UPAH TENAGA KERJA
    Produksi
    6
    350,000
    2,100,000
    25,200,000
    Total Biaya Tenaga Kerja
    2,100,000
    25,200,000
    C.
    BIAYA OVERHEAD PABRIK
    1. Listrik
    1
    300,000
    300,000
    3,600,000
    2. Telpon
    -
    1
    100,000
    100,000
    1,200,000
    3. Operasional dan Maintanance
    -
    1
    150,000
    1,800,000
    Total Biaya Overhead Pabrik
    6,600,000
    TOTAL HARGA POKOK PRODUKSI
    157,800,000
    T A H U N
    Keterangan
    2,011
    2,012
    2,013
    Harga Pokok Produksi Per Tahun
    168,600,000
    198,600,000
    228,600,000
    Rencana Produksi
    36,000
    42,000
    48,000
    Harga Pokok Produksi Per Kg
    4,683
    4,729
    4,763
    Hal 22 /
    26
    Terbatas
     2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 BIAYA OPERASI DAN KEBUTUHAN MODAL
    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 BIAYA OPERASI DAN KEBUTUHAN MODAL
     

    BIAYA OPERASI

    DAN KEBUTUHAN MODAL KERJA

    (

    Dalam Rp. )

    27,600,000

    Total Biaya Usaha

    27,600,000

    TOTAL BIAYA OPERASI ( A+B )

    185,400,000
    185,400,000
    157,800,000 126,000,000 2. Upah Tenaga Produksi 25,200,000 25,200,000 Biaya Overhead Pabrik 3. 6,600,000 6,600,000 126,000,000 B.
    157,800,000
    126,000,000
    2.
    Upah Tenaga Produksi
    25,200,000
    25,200,000
    Biaya Overhead Pabrik
    3.
    6,600,000
    6,600,000
    126,000,000
    B.
    BIAYA USAHA
    1.
    Honor Pimpinan
    6,000,000
    2.
    Honor Bagian Pemasaran
    4,800,000
    4.
    BIAYA
    PER TAHUN
    BIAYA POKOK PRODUKSI
    A.
    Bahan Baku dan Penolong
    1.
    3.
    4,800,000
    Honor Bagian Keuangan
    KEBUTUHAN
    4,800,000
    5.
    Biaya Alat Tulis Kantor
    7,200,000
    Honor Bagian SDM
    KETERANGAN
    TOTAL
    Total Biaya Pokok Produksi

    15,450,000

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 BIAYA OPERASI DAN KEBUTUHAN MODAL
    • KEBUTUHAN MODAL KERJA (1/4)

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 BIAYA OPERASI DAN KEBUTUHAN MODAL

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 23 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    Dalam Rp. ) ( LABA - RUGI PROYEKSI
    Dalam Rp. ) ( LABA - RUGI PROYEKSI
    Dalam Rp. )
    (
    LABA
    -
    RUGI
    PROYEKSI
    Dalam Rp. ) ( LABA - RUGI PROYEKSI
    • G. PAJAK

    5%

    • 1. Penyusutan

    Total Biaya Usaha Sblm Pnyustan & Amortisasi

    - E

    ( C

    • F. LABA BERSIH SEBELUM

    )

    PAJAK

    • E. Total Biaya Usaha Stlh Pnyustn & Amortisasi

      • 2. Amortisasi

    • 3. Honor Bagian SDM

    • 4. Honor Bagian Keuangan

    • 5. Biaya Alat Tulis Kantor

    KETERANGAN

    Harga /Kg Barang Jadi

    Harga /Kg Barang Sisa

    Penjualan Barang Jadi

    • C. LABA KOTOR ( A - B)

    • D. BIAYA USAHA

      • 1. Honor Pimpinan

      • 2. Honor Bagian Pemasaran

    Penjualan Barang Sisa

    HASIL PENJUALAN BARANG JADI

    HASIL PENJUALAN BARANG SISA

    • A. TOTAL PENJUALAN

    • B. HARGA POKOK PRODUKSI

    ( Laba Bersih / Penjualan ) X 100 %

    Prosentase Laba Bersih

    • I. DEVIDEN INVESTOR 40%

    • H. LABA BERSIH SETELAH PAJAK

    BEP Unit

    ( ∑ Biaya Usaha / Laba Kotor X ∑Hasil Penjualan)

    BEP Rupiah

    ( ∑ Biaya Usaha

    / Laba Kotor) X 100%

    BEP %

    28,636,167 11.22% 5.80% 21,710,667 11,454,467 4,717,067 54,276,667 17.38% 11,792,667 17,160,831 14,907,623 20,144,095 25.23% 37.14% 72.67%
    28,636,167
    11.22%
    5.80%
    21,710,667
    11,454,467
    4,717,067
    54,276,667
    17.38%
    11,792,667
    17,160,831
    14,907,623
    20,144,095
    25.23%
    37.14%
    72.67%
    G. PAJAK 5% 1. Penyusutan Total Biaya Usaha Sblm Pnyustan & Amortisasi - E ( C
    26,506,667 5,240,000 5,240,000 5,240,000 166,667 166,667 166,667 33,006,667 26,406,667 2,856,667 12,413,333 27,600,000 21,000,000 21,100,000 30,143,333 57,133,333
    26,506,667
    5,240,000
    5,240,000
    5,240,000
    166,667
    166,667
    166,667
    33,006,667
    26,406,667
    2,856,667
    12,413,333
    27,600,000
    21,000,000
    21,100,000
    30,143,333
    57,133,333
    620,667
    1,507,167
    14,700
    198,600,000
    228,600,000
    45,420,000
    56,550,000
    83,640,000
    6,000,000
    6,000,000
    6,000,000
    4,800,000
    2,800
    31,200
    12,600
    157,800,000
    16,800
    175,500,000
    218,400,000
    265,200,000
    27,300
    36,750,000
    47,040,000
    203,220,000
    255,150,000
    312,240,000
    27,720,000
    PERIODE OPERASI
    4,800,000
    4,800,000
    4,800,000
    4,800,000
    4,800,000
    4,800,000
    7,200,000
    600,000
    700,000
    4,800,000
    2011
    2012
    2013
    7,500
    8,000
    8,500
    2,200
    2,500
    4,800,000
    23,400

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 24 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    P R O Y E K S I ( Dalam Rp. ) K A S A

    P R O Y E K S I

    ( Dalam

    Rp. )

    K A S

    A R U S

    P R O Y E K S I ( Dalam Rp. ) K A S A
    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan
    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan

    Rencana Dagang ( dalam Unit)

    • A. ARUS KAS MASUK

      • 1. Saldo Kas Awal

      • 2. Hasil Penjualan

      • 3. Pelunasan Piutang

      • 4. Modal Sendiri

      • 5. Kredit Modal Kerja

    500,000

    15,450,000

    • D. KEWAJIBAN INVESTASI

    1. Kewajiban Pokok Pinjaman Investasi

    TOTAL KEWAJIBAN BANK

    • E. SALDO KAS AKHIR ( C - D )

    15,450,000

    KETERANGAN

    • B. ARUS KAS KELUAR

      • 1. Inventaris Kantor

    3,600,000

    • 2. Biaya Pokok Produksi

    • 3. Biaya Usaha Sebelum Penyusutan & Amortisasi

    • 4. Pajak 5 %

    • 5. Biaya Pra Operasi

    • C. KAS NETTO ( A - B )

      • 6. Mesin dan peralatan

    22,600,000

    TOTAL ARUS KAS KELUAR

    26,700,000

    TOTAL ARUS KAS MASUK

    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan
    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan
    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan
    Rencana Dagang ( dalam Unit) A. ARUS KAS MASUK 1. Saldo Kas Awal 2. Hasil Penjualan
    252,556,667 221,107,167 186,020,667 22,649,333 10,000,000 32,649,333 56,692,167 106,375,500 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 46,692,167 96,375,500 21,100,000

    252,556,667

    221,107,167

    186,020,667

    252,556,667 221,107,167 186,020,667 22,649,333 10,000,000 32,649,333 56,692,167 106,375,500 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 46,692,167 96,375,500
    22,649,333 10,000,000 32,649,333 56,692,167 106,375,500 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 46,692,167 96,375,500
    22,649,333
    10,000,000
    32,649,333
    56,692,167
    106,375,500
    10,000,000
    10,000,000
    10,000,000
    10,000,000
    10,000,000
    46,692,167
    96,375,500

    21,100,000

    2,856,667

    1,507,167

    620,667

    21,000,000

    27,600,000

    228,600,000

    198,600,000

    157,800,000

    358,932,167

    277,799,333 218,670,000 42,150,000 PRA OPERASI 2011 2012 2013 15,450,000 22,649,333 203,220,000 255,150,000 312,240,000 12,150,000 30,000,000 46,692,167
    277,799,333
    218,670,000
    42,150,000
    PRA OPERASI
    2011
    2012 2013
    15,450,000
    22,649,333
    203,220,000
    255,150,000
    312,240,000
    12,150,000
    30,000,000
    46,692,167
    PERIODE
    PERIODE OPERASI
    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 P R O Y E

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 25 /

    26

    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas

    Rev 1.0 / Oktober 2014

    P R O Y E K S I E R A C A N ( Dalam
    P R O Y E K S I
    E
    R
    A
    C
    A
    N
    ( Dalam
    Rp. )
    P R O Y E K S I E R A C A N ( Dalam
    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 P R O Y E
    Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014 P R O Y E
    30,000,000 12,150,000 106,855,500 Return of Investment (ROI) (Laba Bersih / Total Asset) x 100% 26.84% 45.76%
    30,000,000 12,150,000 106,855,500 Return of Investment (ROI) (Laba Bersih / Total Asset) x 100% 26.84% 45.76%

    30,000,000

    12,150,000

    106,855,500

    Return of Investment (ROI)

    (Laba Bersih / Total Asset) x 100%

    26.84%

    45.76%

    50.79%

    12,150,000

    12,150,000

    52,578,833

    12,150,000

    • 2. Laba Ditahan ( periode lalu )

    11,792,667

    40,428,833

    94,705,500

    11,792,667

    28,636,167

    54,276,667

    • 4. Total Laba Ditahan ( 2 + 3 )

    11,792,667

    40,428,833

    • 3. Laba Periode Berjalan

    TOTAL HUTANG DAN MODAL ( A+B )

    42,150,000

    43,942,667

    106,855,500

    62,578,833

    TOTAL HUTANG LANCAR

    30,000,000

    20,000,000

    10,000,000

    -

    • B. MODAL

      • 1. Modal Sendiri

    TOTAL MODAL ( 1 + 4 )

    12,150,000

    23,942,667

    43,942,667

    TOTAL HARTA ( A+B+C )

    42,150,000

    62,578,833

    106,855,500

    • 1. Hutang Dagang

    • 2. Kredit Modal Kerja

    20,000,000

    10,000,000

    -

    • A. HUTANG LANCAR

    26,700,000

    21,293,333

    15,886,667

    10,480,000

    II. KELOMPOK HUTANG DAN MODAL

    500,000

    NILAI BUKU HARTA TAK BERWUJUD

    500,000

    333,333

    166,667

    -

    KETERANGAN

    PERIODE OPERASI

    • 1. Kas

    15,450,000

    3,600,000

    • C. HARTA TAK BERWUJUD

    15,720,000

    • 1. Biaya praoperasi

    500,000

    500,000

    500,000

    500,000

    • 2. Akumulasi amortisasi

    333,333

    166,667

    22,600,000

    • 2. Inventaris kantor

    10,480,000

    3,600,000

    3,600,000

    3,600,000

    TOTAL HARTA TETAP

    26,200,000

    26,200,000

    26,200,000

    26,200,000

    Akumulasi Penyusutan

    5,240,000

    22,600,000

    15,450,000

    22,649,333

    46,692,167

    96,375,500

    TOTAL HARTA LANCAR

    22,600,000

    22,649,333

    46,692,167

    96,375,500

    • B. HARGA TETAP

      • 1. Mesin & Peralatan

    22,600,000

    10,480,000

    • A. HARTA LANCAR

    PERIODE

    PRA OPERAS

    2011

    2012

    2013

    I. KELOMPOK HARTA

    NILAI BUKU HARTA TETAP

    26,200,000

    20,960,000

    15,720,000

    Terbatas

    2011 - BFC Wikusama Business Intermediary

    Hal 26 /

    26