Anda di halaman 1dari 70

Berdasarkan perhitungan unsur unsur

yang terkandung di dalam bumi, para ahli


ilmu kebumian dapat memperkirakan
bahwa umur bumi yang sekarang kita pijak
ini sekitar 4,6 milyar tahun.
Perkiraan umur ini berdasarkan hasil
dating atau penanggalan terhadap batuan
yang mengandung unsur radioaktif.
Bumi merupakan sebuah planet yang
dinamis yang telah mengalami perubahan
dari waktu ke waktu.
Ukuran, bentuk dan distribusi dari benua
dan samudera juga mengalami perubahan
seperti halnya kehidupan yang kita jalani
ini.
Kehidupan sendiri diperkirakan telah
dimulai sekitar 550 juta tahun yang lalu
yang disebut dengan zaman kambrium
Asal usul bumi
Beberapa ahli menduga bahwa waktu
pembentukan bumi bersamaan dengan
pembentukan planet-planet yang lain di dalam
tata surya.
Salah satu teori yang terkenal yang menjelaskan
tentang proses pembentukan bumi adalah teori
Nebula.
Teori ini menjelaskan bahwa pada
awalnya bumi dibentuk oleh sekumpulan
awan yang berkumpul dan berotasi
dengan komposisi hidrogen dan helium
yang disebut dengan solar nebula.
Kumpulan ini mulai bergerak sekitar 5
milyar tahun yang diasumsikan berbentuk
seperti piring datar dengan proto matahari
ditengah-tengah gumpalan awan ini.

Kemudian planet planet luar mulai
terbentuk dari unsur unsur logam dan
batuan, sementara planet planet luar
terutama yang jauh dari pusat terbentuk
oleh unsur unsur cair seperti H
2
O, CO
2

dan lainnya.
Proses pembentukan planet bumi sendiri dimulai
dengan tenggelamnya unsur unsur logam ke
bagian pusat bumi, kemudian unsur unsur
tersebut membentuk lelehan magma yang
membentuk batuan dan naik kepermukaan
untuk kemudian menghasilkan kerak primitif
(primitive crust).
Setelah itu terjadi proses segregasi kimia yang
membentuk tiga bagian dasar interior bumi.
Selanjutnya terjadi pembentukan atmosfer
primitif yang berasal dari gas gas yang
terkandung di dalam interior bumi.
Struktur Lapisan interior Bumi

Lapisan lapisan bumi dapat dibagi berdasarkan antara
lain :
1. Lapisan yang dibedakan berdasarkan komposisi
Lapisan bumi ini terdiri dari :
- Kerak bumi (terbagi menjadi dua : kerak kontinen
dan oseanik; ketebalan sekitar 0-200 km).
- Mantel (ketebalan mencapai 2900 km)
- Inti (terbagi menjadi dua ; inti dalam dan inti luar
dengan kedalaman dari permukaan bumi 6370 km).

Lapisan yang dibedakan berdasarkan
kandungan
- Litosfer (lapisan bumi yang terdiri
dari kerak kontinen (continental crust)
dan kerak oseanik (oceanic crust) dan
mantel bumi bagian atas, bersifat dingin
dan padat serta brittle, mempunyai
ketebalan sekitar 100 km).
- Astenosfer (lapisan bumi yang berwujud cairan
pijar yang panas,bersuhu 3000 4000
0
bersifat plastis,
dengan ketebalan sekitar 660 km)
- Mesosfer (lapisan bumi yang mempunyai suhu
sangat tinggi, merupakan bagian dari mantel bagian
bawah, ketebalan sekitar 2240 km).
- Inti dalam dan Inti luar (Inti dalam merupakan
bagian bumi yang bersifat solid, dengan ketebalan 1216
km ; sedangkan inti luar bersifat liquid, dengan ketebalan
sekitar 2270 km).


Bagian bumi yang kita diami sekarang ini adalah
bagian terluar yaitu kerak bumi atau permukaan
bumi yang terbagi menjadi dua yaitu ; kerak
kontinen dan kerak oseanik atau samudera.
Kerak kontinen merupakan kerak yang
menyusun benua atau daratan dengan
komposisi kimia relatif asam, sedangkan kerak
oseanik merupakan kerak yang menyusun lantai
lautan atau samudera dengan komposisi basa
sampai ultrabasa.

Kerak tersebut disusun lagi oleh beberapa
fragmen fragmen yang dikenal dengan
sebutan lempeng (plate) kontinen dan
lempeng oseanik atau samudera.
Sumber energi bumi.
Apabila kita membandingkan wajah bumi
saat ini dengan pada saat terbentuknya
maka kita akan mendapatkan perbedaan
yang sangat menyolok, baik dari segi
morfologi maupun dari segi posisinya
sekarang.
Perbedaan itu tentu saja dipengaruhi oleh
proses proses geologi yang bekerja pada
bumi pada skala waktu geologi.
Hal ini didukung oleh beberapa fakta antara lain
bahwa berdasarkan data paleomagnetisme dan
data geologi serta geofisika, Amerika bagian
selatan ternyata dulunya pernah bersatu dengan
benua Afrika.
Bumi pada awalnya hanya disusun oleh satu
benua besar yang disebut dengan pangea,
kemudian terbagi menjadi dua fragmen besar,
gondwana untuk fragmen yang berada di bagian
utara dari garis khatulistiwa dan laurasia untuk
fragmen yang berada di bagian selatannya.

Dinamika bumi
Dinamika dari bumi dipicu oleh adanya
sumber energi bumi yang berasal dari dua
sistem panas antara lain ; panas yang
diterima dari matahari atau sun heat yang
merupakan sumber energi bagi proses
proses ekternal bumi dan panas dari
dalam bumi itu sendiri atau internal heat
yang menjadi sumber energi internal
dalam bumi.
Panas yang berasal dari matahari akan
mempengaruhi atmosfer, hidrosfer dan
permukaan bumi yang kita tinggali, menjadi
sumber energi bagi kehidupan yang ada
dipermukaan bumi sehingga akan timbul
perubahan iklim, perubahan cuaca dan lain
sebagainya, sedangkan internal heat akan
bekerja dibagian bawah permukaan bumi atau
subsurface yang nantinya akan mempengaruhi
keseimbangan sistem bawah permukaan bumi.
Internal heat inilah yang bertindak sebagai the
driving mechanism bagi pergerakan pergerakan
kerak atau yang dikenal sebagai lempeng (plate)
bumi seperti yang dijelaskan diatas.
Pergerakan pergerakan tersebut dibagi menjadi
tiga jenis, ada yang disebut dengan konvergen
apabila dua lempeng saling bertumbukan satu
sama lain, divergen apabila dua lempeng saling
menjauhi satu sama lain dan transform apabila
dua lempeng saling bersinggungan.
Konvergensi pada lempeng bumi akan
mengakibatkan terbentuknya busur atau
barisan gunungapi, seperti yang ada di
Kepulauan Indonesia (Sumatera Jawa
Kep. Maluku Ternate dan Kep. Filipina),
palung atau parit di laut yang dalam
seperti di depan Kep. Sumatera Jawa
Laut Banda dan Laut Sulawesi).
Contoh lain dari proses ini adalah pembentukan
gunung Himalaya sebagai gunung tertinggi di
dunia.
Divergensi lempeng akan menghasilkan
pembentukan lantai samudera baru yang akan
memperlebar jarak antara dua buah lempeng,
sedangkan transform akan menghasilkan zona
zona gempa bumi regional yang bisa
menimbulkan bencana tsunami yang sangat
dahsyat.
Bumi merupakan planet yang sangat
dinamis.

Jika kita dapat kembali ke waktu satu
milyar tahun yang lalu atau lebih, kita akan
mendapatkan sebuah planet yang
permukaannya sangat jauh berbeda
dengan keadaannya sekarang.
Selain itu kita juga akan mendapatkan
bentuk dari benua (kontinen) yang
berbeda dan berada pada posisi yang
berbeda dengan sekarang ini.

Perubahan tersebut disebabkan oleh
proses-proses yang bekerja pada bumi ini.

Proses-proses yang merubah bentuk
permukaan bumi itu dapat dibagi menjadi 2
macam, yaitu proses yang merusak dan
membangun permukaan bumi.
Proses yang pertama merupakan proses yang
terjadi pada permukaan bumi yaitu proses
pelapukan dan erosi.
Proses tersebut walaupun berjalan sangat
lambat tetapi berlangsung terus menerus, dapat
menyebabkan permukaaan bumi secara
perlahan menjadi rata.
Sedangkan proses-proses yang
membangun permukaan bumi umumnya
disebabkan oleh gaya-gaya yang berasal
dari dalam bumi seperti aktivitas
gunungapi dan pernbentukan
pegunungan.
Proses tersebut menyebabkan permukaan
bumi menjadi bertambah tinggi.
Hubungan antara proses-proses tersebut dan
sifat kedinamisan dari bumi ini, walaupun sudah
diketahui sejak lama, tetapi belum ditemukan
suatu hipotesa yang masuk akal untuk
menceritakan tentang perubahan-perubahan
yang terjadi pada bumi.
Sampai pada awal abad ke 20 muncullah suatu
pendapat yang mengatakan tentang pemisahan
atau pemekaran dari daratan (kontinen) di
permukaan bumi.
Setelah lebih dari 50 tahun dengan
terkumpulnya data-data yang mendukung
hipotesa tersebut untuk beralih menjadi suatu
teori. Teori tersebut disebut teori tektonik
lempeng (plate tectonic).

Teori yang akhirnya meluas tersebut merupakan
sebuah model yang konprehensif tentang
kegiatan yang terjadi di dalam bumi.
Model tektonik lempeng ini menyebutkan bahwa
kerak bumi ini disusun oleh lempeng-lempeng
yang besar dan kaku.
Lempeng-lempeng yang menyusun kerak bumi
tersebut dapat dibedakan menjadi lempeng
kerak benua (continental crust), yaitu lempeng
yang menyusun daratan atau benua (kontinen),
dan kerak samudera (oceanic crust), yaitu
lempeng yang menyusun lantai dasar
samudera.

Lempeng-lempeng tersebut selalu
bergerak walaupun sangat lambat.
Pergerakan ini disebabkan karena,
adanya perbedaan distribusi panas di
bawah kerak bumi (mantel bumi).
Panas yang sangat tinggi yang terdapat pada
tempat yang lebih dalam akan bergerak naik ke
tempat yang temperatumya lebih rendah dan
akan menyebar secara lateral.
Penyebaran panas secara lateral inilah yang
mengakibatkan bergeraknya lempeng-lempeng
penyusun kerak bumi.
Pergerakan dari lempeng-lempeng kerak bumi
ini menyebabkan terjadinya gempabumi,
aktivitas gunungapi, dan deformasi batuan
penyusun kerak bumi yang membentuk
pegunungan.
Karena setiap lempeng bergerak sebagai
unit yang berbeda, maka interaksi yang
sangat besar terjadi pada pertemuan
antara lempeng-lempeng tersebut.
Batas-batas antara lempeng-lempeng
penyusun kerak bumi merupakan jalur
aktivitas gunungapi (vulkanik) dan gempa
bumi.
Ada tiga macam batas pertemuan
lernpeng-lempeng tersebut yang
dipisahkan berdasarkan jenis
pergerakannya dan setiap lempeng akan
dibatasi oleh kombinasi ketiga macam
batas tersebut.
Ke tiga macam batas pertemuan
lempeng-lempeng penyusun kerak bumi
tersebut adalah:

Batas divergen, zona dimana lempeng-
lempeng saling memisahkan diri (saling
menjauh), meninggalkan ruang diantaranya.
Batas konvergen zona dimana lempeng-
lempeng bergerak saling mendekati sehingga
terjadi tumbukan antara keduanya. Kejadian ini
dapat menyebabkan lempeng yang satu
menunjam di bawah lempeng lainnya atau
hanya tumbukan yang menyebabkan bagian ini
akan terangkat bersama-sama.
Batas transform fault, zona dimana,
lempeng-lempeng bergerak saling
melewati antara satu lempeng dengan
lempeng lainnya (bergeseran).
Pemisahan lempeng (divergen) terutama. terjadi
pada lempeng samudera (oseanik), karena
lempeng ini relatif lebih tipis daripada lempeng
benua (kontinen).
Pada saat lempeng tersebut mengalami
pemisahan, celah yang terbentuk di antara
keduanya akan diisi oleh material cair yang
panas yang berasal dari astenosfer.
Material tersebut perlahan-lahan akan
mendingin dan membentuk potongan baru dari
lantai dasar samudera.
Proses tersebut di atas, berlangsung terus
menerus sehingga terjadi penambahan
kerak samudera di antara
lempeng-lempeng yang bergerak saling
menjauh tersebut. Mekanisme pergerakan
ini disebut pemekaran lantai dasar
samudera (sea floor spreading).
Lantai dasar Samudera atlantik terbentuk sejak
200 juta tahun yang lalu dengan pergerakan
rata-rata sekitar 5 sentimeter setiap tahun,
walaupun pergerakannya antara satu tempat
dengan tempat lainnya sangat bervariasi.
Pergerakan tersebut sepertinya sangat
perlahan, tetapi bila dibandingkan dengan umur
bumi, maka pergerakan yang hanya sekitar 5 %
dari sekala waktu geologi, pembentukan
Samudera atlantik tersebut relatif cepat.

Walaupun terjadi penambahan dari kerak
samudera, tetapi luas dari kerak bumi
relatif tetap (konstan), karena disisi lain
terjadi proses penghancuran dari kerak
tersebut.
Proses penghancuran kerak bumi terjadi
pada batas lempeng yang konvergen.
Pada saat terjadi pergerakan
bersama-sarna pada batas yang
konvergen ini, ujung atau tepi yang satu
dari lempeng tersebut akan menunjam di
bawah lempeng lainnya..
Peristiwa ini terjadi apabila kerak benua
bertemu dengan kerak samudera. Kerak
samudera yang disusun oleh batuan yang
berat jenisnya lebih besar daripada berat
jenis kerak benua akan menunjam di
bawah kerak benua. Zona penunjaman ini
disebut zona subduksi (subduction
zone). Selain itu pada pertemuan kedua
lempeng tersebut akan membentuk bagian
laut yang sangat dalam yang disebut
palung laut
Konsep dari siklus batuan yang dianggap
sebagai kerangka dasar dalam geologi fisik,
secara langsung diungkapkan oleh James
Hutton.
Siklus batuan memperlihatkan proses-proses
dan material yang membentuk batuan-batuan
penyusun kerak bumi.
Dengan mempelajari siklus batuan berarti kita
mengamati banyak hubungan antara
proses-proses geologi yang sangat bervariasi,
yang mengubah satu jenis batuan menjadi jenis
batuan lainnya.
Jenis batuan yang pertama yaitu batuan beku,
terbentuk dari proses pendinginan hingga
mengalami pembekuan dari magma. Magma
merupakan material cair yang panas yang
terdapat di dalam bumi.
Proses pembekuan magma disebut juga
kristalisasi, karena pada proses inilah
terbentuknya kristal-kristal dari mineral
penyusun batuan.
Proses ini dapat terbentuk baik di dalam bumi
maupun di permukaan bumi bersamaan dengan
aktivitas gunung api.
Jika batuan beku tersebut dan batuan-batuan
lain penyusun kerak bumi tersingkap atau
muncul ke permukaan bumi, batuan-batuan
tersebut akan mengalami proses pelapukan
(weathering).
Proses ini disebabkan oleh pengaruh yang terus
menerus dari atmosfer dan hidrosfer yang
secara perlahan-lahan merubah batuan tersebut
menjadi bagian-bagian yang kecil, dan atau
komposisi kirnianya.
Materialmaterial yang dihasilkan oleh proses
tersebut akan mengalami pengikisan (erosi),
kemudian mengalami proses pengangkutan
(transportasi), dan selanjutnya mengalami
proses pengendapan pada cekungan-cekungan
atau tempat-tempat yang rendah pada
permukaan bumi.
Proses-proses tersebut yang telah disebutkan
dilakukan oleh agen (media) geologi yaitu
gravitasi, air, angin, dan es (salju).
edangkan material hasil dari proses-proses
tersebut disebut sedimen. Tempat-tempat
diendapkannya sedimen antara lain berupa
sungai, lembah, danau dan laut.
Bentuk tubuh endapannya pada umumnya
mengikuti bentuk cekungan pengendapannya
dan biasanya mendatar (horisontal).
Setelah mengalami pengendapan, material
sedimen tersebut akan mengalami proses
pemadatan yaitu perubahan dari material
sedimen lepas menjadi batuan dan disebut
batuan sedimen.
Proses perubahan tersebut disebut juga
proses litifiliasi.
Proses litifikasi dapat teijadi karena
pembebanan oleh material yang ada di
atasnya atau oleh pengisian rongga antar
butiran yang disebut proses penyemenan
(sementasi).
Selanjutnya apabila batuan yang sudah
ada (batuan beku dan batuan sedimen)
tertutup di bawah permukaan bumi,
batuan tersebut dapat mengalami
gaya-gaya yang terdapat di dalam bumi
yang membentuk pegunungan.
Gaya-gaya tersebut biasanya diikuti oleh
perubahan temperatur dan tekanan yang
besar.
Akibat perubahan kondisi lingkungan
tersebut maka batuan akan mengalami
perubahan yang membentuk batuan
ubahan atau batuan metamorf.

Sedangkan proses perubahan temperatur
dan tekanan yang besar sehingga
membentuk batuan metamorf disebut
dengan proses metamorfisme.
Jika perubahan temperatur dan tekanan
ini melampaui titik lebur.

Struktur Bumi
Jika bumi dibelah, bentuknya mirip telur.
Secara fisik struktur bumi dibagi menjadi
beberapa lapisan sebagai berikut :
Lapisan kerak bumi ( crust )
Mantel
Inti bumi

Mantel Mantel bumi terdiri dari dua bagian :
Mantel luar ketebalan 40 - 400 km. memiliki
densitas antara 3,3 sampai 4,3 gm/ cm3 Mantel
dalam ketebalan 900 - 2700 km. mengandung
senyawa padat MgO dan SiO2 -
Struktur Lapisan Mantel dan Inti Bumi.
cold, rigid, brittle hot, plastic hot, high
pressure, rigid, brittle liquid solid rocks
ultrabasic igneous rocks Fe, Ni Depth (km)
Moho (1909) CMB (1914) (1936) Lehmann
discontinuity
Mantle convection provides the primary
drive for plate tectonics

What drives plate motions

Deep-layer model
Lava lamp model
Two layers swell and shrink in a complex fashion in
response to heat from the Earths interior

What drives plate motions

Deep-layer model
Lava lamp model
Two layers swell and shrink in a complex fashion in
response to heat from the Earths interior

What drives plate motions
Whole-mantle convection
Would mix the entire mantle in the space of a
few hundred million years, removing
heterogeneities
What drives plate motions
Models of plate-mantle convection
Any model must be consistent with observed
physical and chemical properties of the mantle
Horizontal movement of plates causes mantle
upwelling

Models
Layering at 660 km
Explains why basalts erupted at mid-
ocean ridges are different (more
evolved, relatively shallow source)
compared to those erupted at hot-spots
(more primitive, deeper source).
We know that subducting slabs descend
beneath 660 km
What drives plate motions
Whole-mantle convection
Would mix the entire mantle in the space of a few
hundred million years, removing heterogeneities
Kerak bumi merupakan lapisan paling luar:
keras, padat, relatif dingin, ketebalan 70 - 100
km, tersusun dari batuan beku, batuan sedimen,
dan batuan ubahan. Kerak bumi dibedakan
menjadi dua: Kerak Samudra dan Kerak Benua
KERAK BUMI

Inti Luar ( outer core ) bersifat cairan pekat (liquid) ,
ketebalan antara 2.900 km - 5.100 km. kaya akan Besi
dan Nikel, suhunya berkisar 4.500 C.

Inti Dalam yaitu bagian yang mempunyai sifat padatan
(solid) .

Kerak bumi dan lapisan litosfer, karena bentuknya pipih,
keras, dan kaku, maka disebut lempeng Lapisan
litosfer mengapung diatas lapisan astenosfer, retak-
retak, dan selalu bergerak, ada yang saling meregang
dan ada yang saling menekan.
Gerakan dan Batas-batas Lempeng -
Batas tumbukan (konvergen) - Batas
pergeseran mendatar (transformal) - Batas
pemekaran (divergen)

Pertemuan Lepeng Benua dan Lempeng
Samudera

Pemekaran Lantai Samudera

Patahan (Sesar) Transformal
TATANAN LEMPENG DI INDONESIA
Secara geografis, indonesia terletak pada
pertemuan 3 lempeng besar, yaitu
Lempeng Indo-Australia (kerak samudra-
benua)
Lempeng Eurasia (kerak benua)
Lempeng Pasifik (kerak samudra)
Eurasia 9 cm / tahun Indo-australia 7 cm /
tahun Pasific 11 cm / tahun

Batas-batas lempeng di muka bumi.
Indonesia memiliki banyak sekali jalur
gempa: pada umumnya pada batas-batas
Lempeng: di sebelah barat Sumatra,
selatan Jawa dan Nusa Tenggara,
Sulawesi, Papua.
JALUR GEMPA
Peta jalur kegempaan *seismisitas) dunia.
Perhatikan wilayah Indonesia
JALUR GUNUNGAPI

Tumbukan antara Lempeng Indo-Australia
dengan Lempeng Eurasia membentuk
jalur gunungapi Busur Banda
Tumbukan Lempeng Pasifik dan Lempeng
Eurasia menghasilkan jalur gunungapi di
sulawesi dan indonesia bagian timur