Anda di halaman 1dari 13

Clostridium Tetani

Bentuk: Batang
Susunan: Tunggal
Warna: Merah
Sifat: Gram positif, anaerob obligat, Berspora
Metode: Pewarnaan Gram
Penyebab tetanus
Mempunyai distribusi yang tersebar luas di
seluruh dunia dalam tanah dan feses kuda dan
hewan lain
Bebrapa jenis C.T dpt dibedakan berdasarkan
antigen flagelar spesifik
Semua mempunyai antigen O yang sama dan
dapat di samarkan, dan semua menghasilkan
neurotoksin yang sama yaitu: tetanospasmin
Epidimiology
Tetanus masih membebani negara beriklim
tropis dan negara-negara berkembang
Menurut WHO kurang lebih 1jt kematian
akibat tetans di seluruh dunia pada tahun
1992
Penyakit ini jarang di jumpai pada negara maju
Resiko terjadinya tetanus paling tinggi pada
popilasi usia tua
Patogenesis
C.tetani bukan merupakan organisme invasif.
Infeksi tetap bersifat lokal di daerah jaringan
yang mengalami devitalisasi
Spora masuk ke area tersebut dan
menghasilkan toksin
Toksin yang di lepaskan sel-sel vegetatif
mencapai sistem saraf pusat dan secara cepat
menempel pada reseptor di medula spinalis
dan batang otak
Toksin
Tetanolysin
Heat labile
Oxygen labile
Antigenically similar to hemolysins of
Cl.perfringens, Cl.novyi, & Strep pyogenes
Not relevant in pathogenesis

Toksin
Tetanospasmin
Responsible for tetanus
Oxygen stable
Heat labile
Zinc metalloprotease
Toksin
Sel-Sel vegetatif C tetani menghasilkan toksin
tetanospasmin yang dipecah oleh protease bakteri
menjadi dua peptida yang di hubungkan oleh ikatan
disulfida. Pada awalnya toksin berikatan dgn reseptor
pada membran prasinaptik neuron motorik, kemudan
toksin bermigrasi melalui sistem transpor aksonal
retrograd ke badan sel neuron2 ini ke medula spinalis
dan batang otak. Toksin berdifusi ke bagian terminal
sel-sel inhibitor, termasuk interneuron glisinergik dan
neuron penyekresi asam aminobutirat dari batang
otak. Toksin melakukan degradasi sinaptobrevin,
sebuah protein yang diperlukan untuk menghubungkan
vesikel neurotransmitter pada membran prasinaptik.


Perjalanan klinis
Rata 7-10 hari dengan rentang 1-60 hari
Onset antara 1 7 hari
Minggu pertama di tandai dengan rigiditas dan
spasme otot yang semakin parah
Gangguin otonomik biasanya di mulai beberapa
hari setelah spasme dan bertahan 1-2 minggu
Spasme berkurang setelah 2-3 mgg
Pemulihan terjadi krn tumbuhnya akson terminal
krn penghancuran toksin, pemulihan mmbthkan
waktu sampai 4 mgg
Manifestasi klinis
Tetanus generalisata
Tetanus Neonatorum
Tetanus Lokal
Tetanus Sefalik
Derajat Keparahan
D 1: trismus ringan sampai sedang, spastisitas
generalisata, tanpa gangguan persarafan, tanpa
spasme, sedikit atau tanpa disfagia
D 2: Trismus sedang, rigiditas yang nampak jelas,
spasme singkat ringan sampai sedang, gangguan
pernafasan sedang dgn fx pernafasan lebih dari 30,
disfagia ringan
D 3: Trismus berat, spastisitas generalisata, spasme
berkepanjangan, frekuensi pernafasan lbh dr 40,
difagia berat, takikardi
D 4: Derajat 3 dengan gangguan otonomik berat dan
melibatkan gangguan kardiovaskular, hipertensi.

Anda mungkin juga menyukai