Anda di halaman 1dari 31

21

Nama Kelompok :
Achmad Rizky Raharja
Anggi Octavia Irawan
Evanti Andriani
DASAR TEORI :
Berdasarkan PSA No.02 (SA Seksi 110) mengenai Tanggung
a!a" dan #ungsi Audi$or Inde%enden
01 Tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk
menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan,
hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia. Laporan auditor merupakan sarana bagi auditor untuk menyatakan
pendapatnya, atau apabila keadaan mengharuskan, untuk menyatakan tidak memberikan
pendapat. Baik dalam hal auditor menyatakan pendapat maupun menyatakan tidak memberikan
pendapat, ia harus menyatakan apakah auditnya telah dilaksanakan berdasarkan standar
auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar auditing yang ditetapkan Ikatan
Akuntan Indonesia mengharuskan auditor menyatakan apakah, menurut pendapatnya, laporan
keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan jika
ada, menunjukkan adanya ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan
laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut
dalam periode sebelumnya.
PERBEAAN !AN""#N" $A%AB A#I!OR INEPENEN
EN"AN !AN""#N" $A%AB &ANA$E&EN
'( Auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan
melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah
laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh
kekeliruan atau kecurangan. Oleh karena sifat bukti audit dan karakteristik
kecurangan, auditor dapat memperoleh keyakinan memadai, namun bukan
mutlak, bahwa salah saji material terdeteksi. Auditor tidak bertangung
21
jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna
memperoleh keyakinan bahwa salah saji terdeteksi, baik yang
disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan, yang tidak material terhadap
laporan keuangan.
03 Laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen. Tanggung jawab auditor
adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Manajemen bertanggung jawab
untuk menerapkan kebijakan akuntansi yang sehat dan untuk membangun dan
memelihara pengendalian intern yang akan, di antaranya, mencatat, mengolah, meringkas,
dan melaporkan transaksi termasuk peristiwa dan kondisi! yang konsisten dengan asersi
manajemen yang tercantum dalam laporan keuangan. Transaksi entitas dan akti"a, utang,
dan ekuitas yang terkait adalah berada dalam pengetahuan dan pengendalian langsung
manajemen. #engetahuan auditor tentang masalah dan pengendalian intern tersebut terbatas
pada yang diperolehnya melalui audit. $leh karena itu, penyajian secara wajar sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia merupakan bagian yang tersirat dan
terpadu dalam tanggung jawab manajemen. Auditor independen dapat memberikan saran
tentang bentuk dan isi laporan keuangan atau membuat draft laporan keuangan, seluruhnya
atau sebagian, berdasarkan in%ormasi dari manajemen dalam pelaksanaan audit. &amun,
tanggung jawab auditor atas laporan keuangan auditan terbatas pada pernyataan pendapatnya
atas laporan keuangan tersebut.
Berdasarkan PSA No.0& (SA Seksi 2'0) mengenai Penggunaan
(ema)iran Pro*esiona+ dengan ,erma$ dan Seksama da+am
Pe+aksanaan Peker-aan Audi$or
SKEPTISME PROFESIONAL
06 #enggunaan kemahiran pro%esional dengan cermat dan seksama menuntut auditor
untuk melaksanakan skeptisme pro%esional. Skeptisme pro%esional adalah sikap yang mencakup
pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan e"aluasi secara kritis bukti audit.
Auditor menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dituntut oleh
pro%esi akuntan publik untuk melaksanakan dengan cermat dan seksama, dengan maksud
baik dan integritas, pengumpulan dan penilaian bukti audit secara objekti%.
21
07 #engumpulan dan penilaian bukti audit secara objekti% menuntut auditor
mempertimbangkan kompetensi dan kecukupan bukti tersebut. $leh karena bukti
dikumpulkan dan dinilai selama proses audit, skeptisme pro%esional harus digunakan selama
proses tersebut.
08 Auditor tidak menganggap bahwa manajemen adalah tidak jujur, namun juga
tidak menganggap bahwa kejujuran manajemen tidak dipertanyakan lagi. 'alam menggunakan
skeptisme pro%esional, auditor tidak harus puas dengan bukti yang kurang persuasi% karena
keyakinannya bahwa manajemen adalah jujur.
KEYAKINAN MEMADAI
09 #enggunaan kemahiran pro%esional dengan cermat dan seksama memungkinkan
auditor untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. (eyakinan mutlak tidak
dapat dicapai karena si%at bukti audit dan karakteristik kecurangan tersebut. $leh karena itu,
suatu audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia mungkin tidak dapat mendeteksi salah saji material.
10 Tujuan auditor independen adalah untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup
untuk memberikan basis yang memadai baginya dalam merumuskan suatu pendapat. Si%at
sebagian besar bukti diperoleh, sebagian, dari konsep pengujian selekti% atas data yang diaudit,
yang memerlukan pertimbangan tentang bidang yang akan diuji dan si%at, saat, dan luasnya
pengujian yang harus dilakukan. 'i samping itu, pertimbangan diperlukan dalam mena%sirkan
hasil pengujian audit dan penilaian bukti audit. Meskipun dengan maksud baik dan integritas,
kesalahan dan kekeliruan dalam pertimbangan dapat terjadi. Lebih lanjut, penyajian akuntansi
berisi estimasi akuntansi, pengukuran yang mengandung ketidakpastian bawaan dan tergantung
pada hasil dari peristiwa di masa depan. Auditor menggunakan pertimbangan pro%esional dalam
menge"aluasi kewajaran estimasi akuntansi berdasarkan in%ormasi yang dapat diharapkan secara
masuk akal yang tersedia sebelum penyelesaian pekerjaan lapangan. Sebagai akibat dari %aktor)
%aktor tersebut, dalam banyak hal, auditor harus mempercayai bukti yang bersi%at persuasi%
daripada yang bersi%at meyakinkan.
21
11 $leh karena karakteristik kecurangan, terutama yang melibatkan penyembunyian dan
pemalsuan dokumentasi termasuk pemalsuan dokumen!, audit yang direncanakan dan
dilaksanakan semestinya mungkin tidak dapat mendeteksi salah saji material. Sebagai contoh,
suatu audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia jarang berkaitan dengan penentuan keaslian dokumentasi. 'i samping itu, prosedur
auditing mungkin tidak e%ekti% untuk mendeteksi salah saji yang disengaja yang disembunyikan
melalui kolusi di antara personel klien dan pihak ketiga atau di antara manajemen atau awan
klien.
12 $leh karena pendapat auditor atas laporan keuangan didasarkan pada konsep
pemerolehan keyakinan memadai, auditor bukanlah penjamin dan laporannya tidak
merupakan suatu jaminan. $leh karena itu, penemuan kemudian salah saji material, yang
disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan, yang ada dalam laporan keuangan, tidak berarti
bahwa dengan sendirinya merupakan bukti a! kegagalan untuk memperoleh keyakinan
memadai, b! tidak memadainya perencanaan, pelaksanaan, atau pertimbangan, c! tidak
menggunakan kemahiran pro%esional dengan cermat dan seksama, atau d! kegagalan untuk
mematuhi standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.
Berdasarkan PSA No.2. (SA Seksi '12) mengenai Risiko Audi$
dan /a$eria+i$as da+am Pe+aksanaan Audi$
04 Laporan keuangan mengandung salah saji material apabila laporan keuangan tersebut
mengandung salah saji yang dampaknya, secara indi"idual atau keseluruhan, cukup signi%ikan
sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Salah
saji dapat terjadi sebagai akibat dari kekeliruan atau kecurangan.
06 Istilah kekeliruan berarti salah saji atau penghilangan yang tidak disengaja jumlah
atau pengungkapan dalam laporan keuangan. (ekeliruan mencakup*
a. (esalahan dalam pengumpulan atau pengolahan data yang menjadi sumber
penyusunan laporan keuangan.
b. +stimasi akuntansi yang tidak masuk akal yang timbul dari kecerobohan atau salah
ta%sir %akta.
21
c. (ekeliruan dalam penerapan prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah,
klasi%ikasi, cara penyajian, atau pengungkapan
16 #enaksiran risiko salah saji material yang disebabkan oleh kekeliruan atau
kecurangan! harus dilakukan dalam perencanaan. #emahaman auditor tentang pengendalian
intern mungkin meningkatkan atau menurunkan kepedulian auditor tentang risiko salah saji
material.
,
'alam mempertimbangkan risiko audit, auditor harus secara khusus menaksir
risiko salah saji material dalam laporan keuangan sebagai akibat dari kecurangan.
-
Auditor
harus mempertimbangkan dampak penaksiran tersebut atas strategi audit menyeluruh dan
pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.
25 'alam menentukan si%at, saat, dan lingkup prosedur audit yang akan diterapkan
terhadap saldo akun atau golongan transaksi tertentu, auditor harus merancang suatu prosedur
yang dapat memberinya keyakinan memadai untuk dapat mendeteksi salah saji yang menurut
keyakinannya, berdasarkan pertimbangan awal tentang materialitas, mungkin material terhadap
laporan keuangan secara keseluruhan, jika digabungkan dengan salah saji yang terdapat dalam
saldo akun atau golongan transaksi yang lain. Auditor menggunakan berbagai metode untuk
merancang prosedur guna menemukan salah saji yang demikian. 'alam hal tertentu, auditor
secara tegas memperkirakan, untuk tujuan perencanaan, jumlah maksimum salah saji dalam
suatu saldo akun atau golongan transaksi yang apabila digabungkan dengan salah saji yang
terdapat dalam saldo atau golongan yang lain, tidak menyebabkan laporan keuangan auditan
mengandung salah saji material. 'alam hal lain, auditor menghubungkan pertimbangan
awalnya tentang materialitas dengan saldo akun atau golongan transaksi tertentu, tanpa
memperkirakan salah saji secara tegas.
27 #ada tingkat saldo akun atau golongan transaksi, risiko audit terdiri dari a! risiko
yang meliputi risiko bawaan (inherent risk) dan risiko pengendalian (control risk)] bahwa
saldo akun atau golongan transaksi mengandung salah saji disebabkan oleh kekeliruan atau
kecurangan! yang dapat menjadi material terhadap laporan keuangan apabila digabungkan
dengan salah saji pada saldo akun atau golongan transaksi lainnya, dan b! risiko .risiko deteksi
(detection risk!/ bahwa auditor tidak akan mendeteksi salah saji tersebut. #embahasan berikut
menjelaskan risiko audit dalam konteks tiga komponen risiko di atas. 0ara yang
digunakan oleh auditor untuk mempertimbangkan komponen tersebut dan
kombinasinya melibatkan pertimbangan pro%esional auditor dan tergantung pada
pendekatan audit yang dilakukannya.
a. Risik !a"aa#
21
1isiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu
salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait. 1isiko
salah saji demikian adalah lebih besar pada saldo akun atau golongan transaksi tertentu
dibandingkan dengan yang lain. Sebagai contoh, perhitungan yang rumit lebih mungkin
disajikan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. 2ang tunai lebih
mudah dicuri daripada sediaan batu bara. Akun yang terdiri dart jumlah yang berasal dart
estimasi akuntansi cenderung mengandung risiko lebih besar dibandingkan dengan akun
yang si%atnya relati% rutin dan berisi data berupa %akta. 3aktor ekstern juga mempengaruhi
risiko bawaan. Sebagai contoh, perkembangan teknologi mungkin menyebabkan produk
tertentu menjadi usang, sehingga mengakibatkan sediaan cenderung dilaporkan lebih besar.
'i samping itu, terhadap %aktor)%aktor tersebut yang khusus menyangkut saldo akun atau
golongan transaksi tertentu, %aktor)%aktor yang berhubungan dengan beberapa atau seluruh
saldo akun atau golongan transaksi mungkin mempengaruhi risiko bawaan yang
berhubungan dengan saldo akun atau golongan transaksi tertentu. 3aktor yang terakhir
ini mencakup, misalnya kekurangan modal kerja untuk melanjutkan usaha atau penurunan
akti"itas industri yang ditandai oleh banyaknya kegagalan usaha. Lihat SA Seksi 456
.#SA &o. 47 dan #SA &o. ,8/ Pertimbangan atas Kecurangan dalam Audit Laporan
Keuangan, paragra% 58.
$. Risik P%#&%#'a(ia#
1isiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam
suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian
intern entitas. 1isiko ini merupakan %ungsi e%ekti"itas desain dan operasi pengendalian
intern untuk mencapai tujuan entitas yang rele"an dengan penyusunan laporan
keuangan entitas. Beberapa risiko pengendalian akan selalu ada karena keterbatasan
bawaan dalam setiap pengendalian intern.
). Risik D%*%ksi
1isiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang
terdapat dalam suatu asersi. 1isiko deteksi merupakan %ungsi e%ekti"itas prosedur audit
dan penerapannya oleh auditor. 1isiko ini timbul sebagian karena ketidakpastian yang
ada pada waktu auditor tidak memeriksa 5889 saldo akun atau golongan transaksi, dan
sebagian lagi karena ketidakpastian lain yang ada, walaupun saldo akun atau golongan
transaksi tersebut diperiksa 5889. (etidakpastian lain semacam itu timbul karena
auditor mungkin memilih suatu prosedur audit yang tidak sesuai, menerapkan secara
keliru prosedur yang semestinya, atau mena%sirkan secara keliru hasil audit.
21
(etidakpastian lain ini dapat dikurangi sampai pada tingkat yang dapat diabaikan
melalui perencanaan dan super"isi memadai dan pelaksanaan praktik audit yang sesuai
dengan standar pengendalian mutu.
28 1isiko bawaan dan risiko pengendalian berbeda dengan risiko deteksi. (edua risiko
yang disebut terdahulu ada, terlepas dari dilakukan atau tidaknya audit atas laporan keuangan,
sedangkan risiko deteksi berhubungan dengan prosedur audit dan dapat diubah oleh keputusan
auditor itu sendiri. 1isiko deteksi mempunyai hubungan yang terbalik dengan risiko bawaan
dan risiko pengendalian. Semakin kecil risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini
oleh auditor, semakin besar risiko deteksi yang dapat diterima. Sebaliknya, semakin besar
adanya risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini auditor, semakin kecil tingkat
risiko deteksi yang dapat diterima. (omponen risiko audit ini dapat ditentukan secara
kuantitati%, seperti dalam bentuk persentase atau secara nonkuantitati% yang berkisar, misalnya,
dari minimum sampai dengan maksimum.
29 #ada saat auditor menetapkan risiko bawaan untuk suatu asersi yang berkaitan
dengan saldo akun atau golongan transaksi, ia menge"aluasi berbagai %aktor yang memerlukan
pertimbangan pro%esional. 'alam melakukan hal tersebut, auditor tidak hanya
mempertimbangkan %aktor yang secara khusus berhubungan dengan saldo akun atau golongan
transaksi tersebut, tetapi juga %aktor)%aktor lain yang terdapat dalam laporan keuangan secara
keseluruhan, yang dapat mempengaruhi risiko bawaan yang berhubungan dengan saldo akun
atau golongan transaksi itu. Apabila auditor berkesimpulan bahwa usaha yang dibutuhkan
untuk menge"aluasi risiko bawaan suatu asersi akan melebihi pengurangan potensial
dalam luasnya prosedur audit sebagai akibat pengandalan terhadap hasil penetapan tersebut,
auditor harus menetapkan risiko bawaan pada tingkat yang maksimum pada saat merancang
prosedur audit.
30 Auditor juga menggunakan pertimbangan pro%esional dalam menetapkan risiko
pengendalian untuk suatu asersi yang berhubungan dengan suatu saldo akun atau golongan
transaksi. #enetapan risiko pengendalian didasarkan atas cukup atau tidaknya bukti audit
yang mendukung e%ekti"itas pengendalian dalam mencegah dan mendeteksi salah saji asersi
dalam laporan keuangan. Apabila auditor yakin bahwa pengendalian intern tidak ada kaitannya
dengan asersi tersebut atau tidak e%ekti%, atau jika ia yakin bahwa e"aluasi terhadap e%ekti"itas
pengendalian intern tidak e%isien, ia akan menentukan risiko pengendalian untuk asersi tersebut
pada tingkat yang maksimum.
31 Auditor dapat melakukan penetapan risiko bawaan dan risiko pengendalian secara
terpisah atau secara gabungan. Apabila auditor menganggap risiko bawaan dan risiko
21
pengendalian, baik secara terpisah maupun secara gabungan, adalah kurang dari maksimum, ia
harus mempunyai dasar yang cukup. 'asar ini dapat diperoleh, misalnya melalui kuesioner,
checklist, instruksi, atau alat serupa yang berlaku umum lainnya. (husus mengenai risiko
pengendalian, auditor harus memahami pengendalian intern dan melaksanakan pengujian
pengendalian yang sesuai. &amun, diperlukan pertimbangan pro%esional untuk mena%sirkan,
menerapkan, atau memperluas alat serupa yang berlaku umum tersebut agar sesuai dengan
keadaan.
32 1isiko deteksi yang dapat diterima oleh auditor dalam merancang prosedur audit
tergantung pada tingkat yang diinginkan untuk membatasi risiko audit suatu saldo akun atau
golongan transaksi dan tergantung atas penetapan auditor terhadap risiko bawaan dan risiko
Berdasarkan PSA No.00 (SA Seksi '1&) mengenai Penen$uan
Resiko dan Pengenda+ian In$ern1Per$im"angan dan
(arak$eris$ik Sis$em In*ormasi (om%u$er
03 #enggunaan komputer dapat menghasilkan desain sistem yang menyediakan lebih
sedikit bukti yang dapat dilihat bila dibandingkan dengan yang dihasilkan dengan
menggunakan prosedur manual. 'i samping itu, sistem tersebut dapat diakses oleh orang
dalam jumlah yang lebih banyak. (arakteristik sistem sebagai akibat dari si%at SI( adalah*
a. Tidak adanya dokumen masukandata dapat dimasukkan secara langsung ke dalam
sistem komputer tanpa dokumen pendukung. 'alam beberapa sistem transaksi online,
bukti tertulis untuk setiap otorisasi ent ry data indi"idual misalnya pengesahan ent ry
order dalam online system ) dapat digantikan dengan prosedur lain, seperti pengendalian
otorisasi dalam program komputer contohnya adalah pengesahan batas kredit!.
b. Tidak adanya !e!ak transaksi (transaction trail)data tertentu hanya dapat disimpan
dalam file komputer. 'alam sistem manual, umumnya terdapat kemungkinan untuk
mengikuti suatu transaksi melalui sistem dengan memeriksa dokumen sumber, buku
pembantu, catatan, file, dan laporan. &amun, dalam lingkungan SI(, jejak transaksi
dapat sebagian berbentuk file yang hanya dapat dibaca dengan mesin, dan di samping
itu, file tersebut hanya ada untuk jangka waktu yang terbatas.
21
c. Tidak adanya keluaran yang dapat dilihat dengan mat)data dan program
komputer dapat diakses dan diubah di komputer atau melalui penggunaan ekuipmen
komputer yang berada di lokasi yang jauh. $leh karena itu, tidak adanya pengendalian
semestinya, akan meningkatkan secara potensial akses tanpa otorisasi ke, dan
pengubahan terhadap, data dan program oleh orang di dalam atau di luar entitas.
06 Tujuan pengendalian umum (general control) SI( adalah untuk membuat rerangka
pengendalian menyeluruh atas akti"itas SI( dan untuk memberikan tingkat keyakinan
memadai bahwa tujuan pengendalian intern secara keseluruhan dapat tercapai. #engendalian
umum meliputi*
a. Pengendalian organisasi dan mana!emendidesain untuk menciptakan rerangka
organisasi akti"itas SI(, yang mencakup*
5! (ebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan %ungsi pengendalian.
7! #emisahan semestinya %ungsi yang tidak sejalan seperti penyiapan transaksi
masukan, pemrograman, dan operasi komputer!.
b. Pengendalian terhadap pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi
didesain untuk memberikan keyakinan memadai bahwa sistem dikembangkan dan
dipelihara dalam suatu cara yang e%isien dan melalui proses otorisasi semestinya.
#engendalian ini juga didesain untuk menciptakan pengendalian atas*
5! #engujian, perubahan, implementasi, dan dokumentasi sistem baru atau
sistem yang dire"isi.
7! #erubahan terhadap sistem aplikasi.
4! Akses terhadap dokumentasi sistem.
:! #emerolehan sistem aplikasi dan listing program dari pihak ketiga.
c. Pengendalian terhadap operasi sistemdidesain untuk mengendalikan operasi
sistem dan untuk memberikan keyakinan memadai bahwa*
5! Sistem digunakan hanya untuk tujuan yang telah diotorisasi.
7! Akses ke operasi komputer dibatasi hanya bagi karyawan yang telah mendapat
otorisasi.
4! ;anya program yang telah diotorisasi yang digunakan.
:! (ekeliruan pengolahan dapat dideteksi dan dikoreksi.
d. Pengendalian terhadap perangkat lunak sistem)didesain untuk memberikan
keyakinan memadai bahwa perangkat lunak sistem diperoleh atau dikembangkan dengan
cara yang e%isien dan melalui proses otorisasi semestinya, termasuk*
21
5! $torisasi, pengesahan, pengujian, implementasi, dan dokumentasi perangkat
lunak sistem baru dan modi%ikasi perangkat lunak sistem.
7! #embatasan akses terhadap perangkat lunak dan dokumentasi sistem hanya
bagi karyawan yang telah mendapatkan otorisasi.
e. Pengendalian terhadap entry data dan programdidesain untuk memberikan
keyakinan bahwa*
5! Struktur otorisasi telah ditetapkan atas transaksi yang dimasukkan ke dalam
sistem.
7! Akses ke data dan program dibatasi hanya bagi karyawan yang telah
mendapatkan otorisasi.
Berdasarkan PSA No.20 (SA Seksi '.0) mengenai Sam%+ing
Audi$
87 Auditor mengestimasi risiko bawaan dan risiko pengendalian, dan merencanakan dan
menyelenggarakan pengujian substanti% prosedur analitik dan pengujian substanti% atas
rincian! dalam berbagai kombinasi untuk menurunkan tingkat risiko audit pada tingkat
memadai atau wajar. &amun, tersirat dalam standar pekerjaan lapangan bahwa biasanya
estimasi tingkat risiko pengendalian tidak dapat cukup rendah untuk menghilangkan perlunya
melakukan pengujian substanti% untuk membatasi risiko deteksi untuk semua asersi yang
rele"an dengan saldo akun atau kelompok transaksi.
8: Model berikut ini menggambarkan hubungan secara umum antara risiko yang
berkaitan dengan estimasi auditor atas risiko bawaan dan risiko pengendalian, dengan e%ekti"itas
prosedur analitik termasuk pengujian substanti% lain yang rele"an! dan pengujian substanti%
atas rincian. Model tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi %ormula matematis yang
meliputi semua %aktor yang mungkin berpengaruh terhadap penentuan unsur risiko secara
indi"idual< namun, beberapa auditor memandang bahwa model tersebut berguna dalam
merencanakan tingkat risiko memadai untuk prosedur audit guna mencapai tingkat risiko
audit yang diinginkan oleh auditor.
RA = R! + RP + PA+ TD
Auditor mungkin menggunakan model ini untuk memperoleh pemahaman atas tingkat
risiko memadai atas risiko keliru menerima untuk pengujian substanti% atas rincian sebagai
berikut*
21
TD,-------RA
.R! / RP / PA0
1A = 1isiko audit yang dapat diterima bahwa salah saji moneter sama dengan salah saji yang
dapat diterima mungkin tetap tidak terdeteksi dari saldo akun atau kelompok transaksi
dan asersi yang berkaitan setelah auditor melengkapi semua prosedur audit yang
dipandang perlu.>Auditor menggunakan pertimbangan pro%esional untuk menentukan
tingkat risiko audit yang dapat diterima setelah mempertimbangkan %aktor)%aktor
seperti yang telah dibahas dalam paragra% 85 Lampiran #ernyataan ini.
1B.= 1isiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap
suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang
terkait.
1# = 1isiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi
dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh
pengendalian intern entitas. Auditor dapat menentukan risiko pengendalian pada
tingkat yang maksimum, atau di bawah tingkat maksimum berdasarkan atas cukup
atau tidaknya bukti audit yang diperoleh untuk mendukung e%ekti"itas. (uanti%ikasi
model ini berkaitan dengan penilaian auditor atas keseluruhan e%ekti"itas pengendalian
yang akan mencegah atau mendeteksi salah saji material sama dengan salah saji yang
dapat diterima pada saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan. Sebagai
contoh, jika auditor yakin bahwa pengendalian yang rele"an akan mencegah atau
mendeteksi salah saji sama dengan separuh dari salah saji yang dapat diterima, maka is
akan menentukan risiko ini pada ?89. 1isiko pengendalian tidak sama dengan risiko
yang timbul dari penetapan risiko pengendalian yang terlalu rendah!.
#A = #enentuan auditor atas risiko bahwa prosedur analitik dan pengujian substanti% rele"an yang
lain akan gagal mendeteksi salah saji yang dapat terjadi pada suatu asersi sama dengan
salah saji yang dapat diterima, dengan catatan bahwa salah saji tersebut terjadi dan tidak
terdeteksi oleh pengendalian intern.
#1 = Tingkat risiko keliru menolak yang dapat diterima untuk pengujian substanti% atas
rincian, dengan catatan bahwa salah saji tersebut sama dengan salah saji yang dapat
diterima yang terjadi dalam suatu asersi dan tidak terdeteksi oleh pengendalian
intern atau prosedur analitik dan pengujian substanti% lain yang rele"an.
21
8? #erencanaan auditor atas sampel statistik dapat menggunakan hubungan dalam
paragra% : dalam Lampiran Seksi ini untuk membantu dalam perencanaan tingkat risiko yang
dapat diterima atas penerimaan keliru dalam pengujian substanti% tertentu atas rincian. 2ntuk
melakukan hal ini, auditor menentukan tingkat risiko audit yang dapat diterima 1A!, dan
mengkuanti%ikasi secara substanti% pertimbangannya atas risiko)risiko 1B, 1# dan #A.
Sebagian risiko tersebut secara implisit termasuk dalam penilaian bukti audit dan pengambilan
kesimpulan. Auditor yang menggunakan hubungan %ormula! tersebut lebih menyukai untuk
menilai risiko pertimbangan tersebut secara eksplisit.
Berdasarkan PSA No.2' (SA Seksi 222) mengenai In*ormasi
(euangan In$erim
8, (lien perlu memahami dengan jelas si%at prosedur re"ie# yang dilaksanakan oleh
akuntan terhadap in%ormasi keuangan interim. $leh karena itu, akuntan harus menegaskan
si%at dan lingkup perikatannya dalam suatu surat yang ditujukan kepada klien. #ada umumnya,
surat tersebut berisi a! gambaran umum prosedur, b! penjelasan bahwa prosedur tersebut
luasnya jauh di bawah yang dilaksanakan dalam perikatan audit berdasarkan standar auditing
yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, c! penjelasan bahwa in%ormasi keuangan
merupakan tanggung jawab manajemen perusahaan, d! gambaran bentuk laporan, jika ada.
58 2ntuk melaksanakan re"ie# terhadap in%ormasi keuangan interim, akuntan
memerlukan pengetahuan yang cukup mengenai pengendalian intern kliennya yang berkaitan
dengan penyusunan baik in%ormasi keuangan tahunan maupun interim untuk*
a. Mengidenti%ikasi jenis salah saji potensial yang material dalam in%ormasi keuangan
interim dan untuk mempertimbangkan kemungkinan terjadinya.
b. Memilih prosedur permintaan keterangan dan prosedur analitik yang akan
memberikan dasar bagi akuntan dalam melaporkan apakah modi%ikasi material harus
dilakukan terhadap in%ormasi keuangan interim agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia.
54 #rosedur untuk melaksanakan re"ie# in%ormasi keuangan interim pada umumnya
terbatas pada prosedur permintaan keterangan dan prosedur analitik saja, tidak meliputi
prosedur pencarian dan prosedur "eri%ikasi, terhadap masalah)masalah akuntansi signi%ikan
yang berkaitan dengan in%ormasi keuangan yang dilaporkan. #rosedur yang harus diterapkan
oleh akuntan umumnya meliputi*
21
a. Meminta keterangan mengenai* 5! pengendalian intern, yang meliputi
lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan sepanjang diperlukan, prosedur
pengendalian, baik untuk in%ormasi keuangan tahunan maupun in%ormasi keuangan
interim, dan 7! perubahan signi%ikan dalam pengendalian intern yang terjadi sejak audit
laporan keuangan terakhir atau sejak re"ie# in%ormasi keuangan terakhir untuk menentukan
dampak potensial butir 5! dan 7! tersebut atas penyusunan in%ormasi keuangan interim.
b. Menerapkan prosedur analitik atas in%ormasi keuangan interim untuk
mengidenti%ikasikan dan memberikan dasar untuk mengajukan pertanyaan tentang
hubungan dan pos indi)"idual yang tampak luar biasa. #rosedur analitik untuk
keperluan Seksi ini meliputi* 5! pembandingan in%ormasi keuangan interim yang
bersangkutan dengan masa terdahulu dan dengan masa yang sama pada tahun
sebelumnya, 7! e"aluasi terhadap in%ormasi keuangan interim yang dilakukan dengan
mempertimbangkan hubungan yang jelas di antara data keuangan dan, jika rele"an, di
antara data nonkeuangan, 4! pembandingan jumlah)jumlah yang tercatat, atau ratio
yang dihitung atas dasar jumlah)jumlah yang tercatat, dengan jumlah)jumlah yang
diharapkan terjadi yang dikembangkan oleh akuntan. Akuntan mengembangkan harapan
itu dengan cara mengidenti%ikasi dan menggunakan hubungan jelas yang secara masuk
akal diharapkan akan ada berdasarkan pemahaman akuntan tentang klien dan industri
yang di dalamnya usaha klien beroperasi. Berikut ini disajikan contoh berbagai sumber
in%ormasi untuk mengembangkan harapan*
5! In%ormasi keuangan dari satu periode atau beberapa periode sebelumnya
dengan memperhatikan perubahan)perubahan yang telah diketahui.
7! ;asil yang diantisipasikan)sebagai contoh, anggaran atau prakiraan,
termasuk ekstrapolasi berdasarkan data tahunan atau data interim.
4! ;ubungan antarunsur in%ormasi keuangan dalam periode tertentu.
:! In%ormasi tentang industri yang di dalamnya klien beroperasi)sebagai
contoh, in%ormasi laba bruto.
?! ;ubungan in%ormasi keuangan dengan in%ormasi nonkeuangan yang
rele"an.
Berdasarkan PSA No.20 (SA Seksi '10) mengenai Per$im"angan
a$as (e3urangan Da+am Audi$ 4a%oran (euangan
21
04 $alah sa!i yang timbul dari kecurangan dalam pelaporan keuangan adalah
salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan
keuangan untuk mengelabuhi pemakai laporan keuangan. (ecurangan dalam laporan
keuangan dapat menyangkut tindakan seperti yang disajikan berikut ini*
a. Manipulasi, pemalsuan, atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen
pendukungnya yang menjadi sumber data bagi penyajian laporan keuangan
b. 1epresentasi yang salah dalam atau penghilangan dari laporan keuangan peristiwa,
transaksi, atau in%ormasi signi%ikan
c. Salah penerapan secara sengaja prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah,
klasi%ikasi, cara penyajian, atau pengungkapan.
8, (ecurangan dapat disembunyikan dengan memalsukan dokumentasi, termasuk
pemalsuan tanda tangan. Sebagai contoh, manajemen yang melakukan kecurangan dalam
pelaporan keuangan dapat mencoba menyembunyikan salah saji dengan menciptakan %aktur
%ikti%< karyawan atau manajemen yang memperlakukan kas secara tidak semestinya dapat
mencoba menyembunyikan tindakan pencurian mereka dengan memalsu tanda tangan atau
menciptakan pengesahan elektronik yang tidak sah di atas dokumen otorisasi pengeluaran
kas. Audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia jarang berkaitan dengan keaslian dokumentasi, atau auditor tidak terlatih sebagai
atau diharapkan sebagai seorang yang ahli dalam menguji keaslian seperti itu.
56 3aktor risiko yang berkaitan dengan salah saji yang timbul dari kecurangan dalam
pelaporan keuangan dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan*
a. Karakteristik dan pengaruh mana!emen atas lingkungan pengendalian. 3aktor
risiko berkaitan dengan kemampuan, tekanan, gaya, dan sikap manajemen atas
pengendalian intern dan proses pelaporan keuangan.
b. Kondisi industri. 3aktor risiko ini mencakup lingkungan ekonomi dan peraturan
dalam industri yang menjadi tempat beroperasinya entitas.
c. Karakteristik operasi dan stabilitas keuangan. 3aktor risiko ini berkaitan dengan si%at
dan kekompleksan entitas dan transaksinya, keadaan keuangan entitas, dan kemampuan
entitas dalam menghasilkan laba.
7? #enaksiran risiko salah saji material yang disebabkan oleh kecurangan merupakan
suatu proses yang bersi%at kumulati% yang mencakup pertimbangan %aktor)%aktor risiko secara
indi"idual dan secara gabungan. 'i samping itu, %aktor)%aktor risiko kecurangan dapat
diidenti%ikasi dalam pelaksanaan prosedur audit untuk pengambilan keputusan menerima atau
21
melanjutkan perikatan dari klien,
-
selama perencanaan perikatan, atau selama
melaksanakan pekerjaan lapangan. (ondisi lain mungkin juga diidenti%ikasi selama pelaksanaan
pekerjaan lapangan, yang mengubah pertimbangan tentang penaksiran tersebut, seperti berikut ini*
a. Kelemahan dalam catatan akuntansi, mencakup*
5! Transaksi yang tidak dicatat secara lengkap dan pada waktu yang tepat atau
dicatat secara tidak semestinya dalam jumlah, periode akuntansi, klasi%ikasi, atau
kebijakan entitas.
7! Saldo atau transaksi yang tidak didukung bukti atau yang tidak diotorisasi.
4! @urnal penyesuaian yang dilakukan pada menit)menit terakhir yang
berdampak signi%ikan terhadap hasil keuangan.
b. %ukti yang hilang atau bertentangan, mencakup*
5! 'okumen yang hilang
7! Tidak tersedianya dokumen selain dokumen %otokopian bila dokumen asli
diharapkan ada.
4! 2nsur signi%ikan dalam rekonsiliasi yang tidak dapat dijelaskan
:! Tanggapan dari manajemen atau karyawan yang tidak konsisten, kabur, atau
tidak masuk akal sebagai hasil dari prosedur permintaan keterangan atau prosedur
analitik
?! #erbedaan yang luar biasa antara catatan entitas dengan jawaban kon%irmasi
6! Sediaan atau akti"a yang hilang secara %isik dalam jumlah yang signi%ikan.
c. &ubungan bermasalah atau luar biasa antara auditor dengan klien, mencakup*
5! #enolakan akses ke catatan, %asilitas, karyawan tertentu, customers, pemasok, atau
pihak lain yang menjadi sumber bukti audit.
7! Tekanan waktu yang tidak pantas yang diberikan oleh manajemen untuk
menyelesaikan isu yang kompleks atau yang penuh dengan pertentangan.
4! #enundaan yang luar biasa oleh entitas dalam penyediaan in%ormasi yang
diminta.
:! #etunjuk atau keluhan kepada auditor tentang kecurangan.
Berdasarkan PSA No.02 (SA Seksi '15) mengenai Pema)aman
a$as Bisnis (+ien
21
08 Auditor dapat memperoleh pengetahuan tentang industri dan entitas dari berbagai
sumber. Sebagai contoh*
a. #engalaman sebelumnya tentang entitas dan industrinya.
b. 'iskusi dengan orang dalam entitas seperti direktur, personel operasi senior!
c. 'iskusi dengan personel dari %ungsi audit intern dan re"ie# terhadap laporan
auditor intern.
d. 'iskusi dengan auditor lain dan dengan penasihat hukum atau penasihat lain yang
telah memberikan jasa kepada entitas atau dalam industri.
e. 'iskusi dengan orang yang berpengetahuan di luar entitas seperti ahli ekonomi
industri badan pengatur industri, customers, pemasok, dan pesaing!.
%. #ublikasi yang berkaitan dengan industri seperti statistik yang diterbitkan oleh
pemerintah sur"ai, teks, jurnal perdagangan, laporan oleh bank, pialang e%ek, koran
keuangan!.
g. #erundangan dan peraturan yang secara signi%ikan berdampak terhadap entitas
h. (unjungan ke tempat atau %asilitas pabrik entitas.
i. 'okumen yang dihasilkan oleh entitas seperti, notulen rapat, bahan yang dikirim
kepada pemegang saham dan diserahkan kepada badan pengatur, buku)buku promosi,
Iaporan keuangan dan laporan tahunan tahun sebelumnya, anggaran, laporan manajemen
intern, laporan keuangan interim, panduan kebijakan manajemen, panduan akuntansi dan
sistem pengendalian intern, da%tar akun, deskripsi jabatan, rencana pemasaran dan
penjualan!.
8A #engetahuan tentang bisnis merupakan suatu kerangka acuan (frame of reference)
yang digunakan oleh auditor untuk melaksanakan pertimbangan pro%esional. #emahaman
tentang bisnis dan penggunaan in%ormasi tersebut secara semestinya membantu auditor dalam *
a. #enaksiran risiko dan identi%ikasi masalah.
b. #erencanaan dan pelaksanaan audit secara e%ekti% dan e%isien.
c. +"aluasi bukti audit
d. #enyediaan jasa yang lebih baik bagi klien.
58 Auditor melakukan pertimbangan tentang banyak hal selama pelaksanaan auditnya.
#engetahuan tentang bisnis sangat penting bagi auditor dalam melakukan pertimbangan
tersebut. Sebagai contoh*
a. #enaksiran risiko bawaan dan risiko pengendalian.
21
b. #ertimbangan risiko bisnis dan tanggapan manajemen mengenai hal ini.
c. #engembangan perencanaan audit secara menyeluruh dan program audit.
d. #enentuan tingkat materialitas dan penaksiran apakah tingkat materialitas yang
dipilih masih memadai.
e. #enentuan bukti audit untuk menetapkan memadainya dan "aliditasnya dengan
asersi laporan keuangan yang bersangkutan.
%. +"aluasi estimasi akuntansi dan representasi manajemen.
g. Identi%ikasi bidang yang mungkin memerlukan pertimbangan audit khusus
dan keterampilan khusus.
h. 2ntuk menyadari adanya in%ormasi yang bertentangan seperti, representasi
yang berlawanan!.
i. 2ntuk menyadari keadaan yang luar biasa seperti, penggelapan dan
ketidakpatuhan terhadap undang)undang dan peraturan, hubungan yang tidak
diharapkan antara data statistik operasi dengan hasil keuangan yang dilaporkan!.
j. #embuatan permintaan keterangan berbasis in%ormasi dan penentuan apakah
jawabannya masuk akal
k. #ertimbangan tentang memadainya kebijakan akuntansi dan pengungkapan dalam
laporan keuangan.
Berdasarkan PSA No.06 (SA Seksi '16) mengenai Per$im"angan
a$as Pengenda+ian In$ern da+am Audi$ 4a%oran (euangan
86 #engendalian intern adalah suatu proses)yang dijalankan oleh dewan komisaris
manajemen, dan personel lain entitas) yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai
tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini* a! keandalan pelaporan keuangan,
e%ekti"itas dan e%isiensi operasi, dan c! kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
berlaku..
8, #engendalian terdiri dari lima komponen yang saling terkait berikut ini*
a. Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi
kesadaran pengendalian orang)orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar
untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
21
b. Penaksiran risiko adalah identi%ikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang rele"an
untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko
harus dikelola.
c. Akti"itas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin
bahwa arahan manajemen dilaksanakan
d. 'nformasi dan komunikasi adalah pengidenti%ikasian, penangkapan, dan pertukaran
in%ormasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan
tanggung jawab mereka.
e. Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern
sepanjang waktu.
LI N1K2N1AN PEN1ENDALIAN
7? Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi dan mempengaruhi
kesadaran pengendalian orang)orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk
semua komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan struktur.
Lingkungan pengendalian mencakup berikut ini*
a. Integritas dan nilai etika.
b. (omitmen terhadap kompetensi.
c. #artisipasi dewan komisaris atau komite audit.
d. 3iloso%i dan gaya operasi manajemen.
e. Struktur organisasi.
%. #emberian wewenang dan tanggung jawab.
g. (ebijakan dan praktik sumber daya manusia.
76 Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian
untuk memahami sikap, kesadaran, dan tindakan manajemen dan dewan komisaris terhadap
lingkungan pengendalian intern, dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalian
maupun dampaknya secara kolekti%. Auditor harus memusatkan pada substansi pengendalian
daripada bentuk luarnya, karena pengendalian mungkin dibangun namun tidak dilaksanakan
Sebagai contoh, manajemen dapat membangun aturan perilaku %ormal namun bertindak
yang melanggar apa yang telah ditetapkan dalam aturan tersebut.
21
KA)#) *O&P!RONI+ *ORPORA!ION
Identi,ying Inherent Ri-k And *ontrol Ri-k
.actor-
3A4A!AN 5
5. (omponen dari model audit resiko dan perubahan di setiap komponen dapat
mempengaruhi kebutuhan auditor terhadap bukti berdasarkan #SA &o.7? adalah
) 1esiko inheren B resiko bawaan
) 1esiko pengendalian
) 1esiko deteksi
Model 1esiko Audit *
'1 = A1 B I1 C 01!
'imana *
'1 = #lanned 'etection 1isk 1esiko 'eteksi!
A1 = Acceptable Audit 1isk 1esiko Audit !
I1 = Inheren 1isk 1esiko Bawaan!
01 = 0ontrol 1isk 1esiko #engendalian!
;ubungan resiko dengan bukti audit adalah mengenai kuantitas. (etika auditor ingin
mencapai tingkat resiko audit yang rendah untuk klien tertentu, maka auditor memerlukan
bukti yang banyak untuk memenuhi keyakinan yang memadai.
1esiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidak akan dapat mendeteksi salah
sajimaterial yang ada dalam suatu asersi.
1esiko bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap kemungkinan salah saji
yangmaterial, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian internal yang terkait. #enilaian
terhadaprisiko bawaan meliputi e"aluasi %aktor)%aktor yangdapat menyebabkan salah saji
pada suatuasersi. Sebagai contoh, perhitunganyang rumit lebiih mungkin menimbulkan
salah sajidibandingkan dengan perhitungan sederhana. Bisa kita sebut risiko bawaan
merupakan risiko yang melekat pada suatu akun. auditor akan menilai apakah ada salah
saji material dalam laporan keuangan sebelum mempertimbangkan pengendalian internal.
Mengabaikan pengendalian internal, jika auditor menilai bahwa kemungkinan salah saji
material tinggi, auditor akan menganggap bahwa resiko bawaannya tergolong tinggi. Bisa
kita bilang bahwa resiko bawaan itu merupakan resiko yang melekat pada suatu akun.
21
1esiko audit berarti auditor menerima ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan
audit. Auditor harus menyadari bahwa ada ketidakpastian mengenai kualitas bahan bukti,
kee%ekti%an pengendalian internal klien dan ketidaksiapan apakah laporan keuangan
memang telah disajiakn secara wajar setelah diaudit. 1esiko audit yang diterima adalah
ukuran ketersediaan auditor untuk menerima laporan keuangan salah saji material,
walaupun audit telah selesai dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah diberikan.
1esiko audit sering disepadankan dengan keyakinan audit atau resiko audit yang dapat
diterima.
1esiko pengendalian adalah risiko terjadi kegagalan pengendalian internal yang
tidak bisa mencegah salah saji material yang mungkin terjadi di suatu asersi dengan tepat
waktu. Bahwa risiko pengendalian melibatkan sistem pengendalian internal suatu entitas,
ketika sistem pengendalian internal suatu entitas itu baik e%ekti%! maka risiko
pengendalian akan rendah, sebaliknya jika sistem pengendalian suatu entitas tersebut
tidak bagus atau jelek tidak e%ekti%! maka risiko pengendalian akan tinggi. Auditor
menilai kemungkinan bahwa sistem pengendalian internal klien tidak dapat mencegah
atau mendeteksi salah saji material melebihi tingkat yang dapat ditoleransi. 'alam
menilai tingkat pengendalian internal, auditor akan menilai e%ekti%itas sistem
pengendalian internal perusahaan selama auditnya, misalnya melalui kuesioner. Semakin
rendah e%ekti"itas internal kontrol semakin besar %rekuensi kesalahannya.
Bukti audit yang merupakan pendukung auditor untuk menyatakan pendapat atas
laporan keuangan klien tentu terdapat hubungannya dengan risiko audit.(etika auditor
ingin mencapai tingkat risiko audit yang rendah untuk klien tertentu, maka auditor
memerlukan sebuah bukti yang banyak atau besar untuk memenuhi keyakinan yang
memadai. (onsep resiko audit terutama sangat penting saat mempertimbangkan tingkat
yang tepat untuk resiko deteksi ketika merencanakan prosedur audit untuk mengaudit
suatu asersi. Semakin rendah penilaian resiko bawaan dan resiko pengendalain, semakin
tinggi tingkat yang dapat diterima untuk resiko deteksi.
7. 3aktor)%aktor yang khusus yang die"aluasi oleh auditor ketika menilai resiko bawaan.
'engan melihat kebelakang, %aktor resiko bawaan yang tersaji selama audit
tahun5A-A hingga tahun 5AA7 adalah
1esiko bawaan adalah ukuran auditor menilai apakah ada salah saji material
dalam laporan keuangan sebelum mempertimbangkan e%ekti"itas pengendalian
21
internal. Selain %aktor yang berhubungan dengan pernyataan tersebut, auditor juga
memperhitungkan *
) Si%at bisnis dan industry
) Integritas manajemen
) (eberadaan pihak terkait
) (urangnya modal kerja yang cukup untuk melanjutkan operasi usaha
) 2kuran saldo akun
'engan mempertimbangkan berbagai %aktor tersebut, penilaian pro%esional harus
diterapkan oleh auditor. 0ontoh akun yang menimbulkan resiko bawaan rendah
seperti sekuritas yang diperdagangkan atau aset tetap.
3aktor D %aktor resiko bawaan yang tersaji selama audit laporan 0omptroniE adalah
) #embelian peralatan %ikti%
Suatu audit yang termasuk pemeriksaan %isik peralatan 0omptroniE mungkin telah
mengungkapkan suatu aset yang diakui tidaklah ada atau usia dan penyusutan
peralatan tidaklah sesuai dengan nilai bukunya.
) Akun pembayaran yang %ikti% untuk peralatan
Selain audit dengan cara pengungkapan ketediaan pembelian peralatan tertentu,
auditor juga dapat mengaudit catatan cek dan laporan bank untuk melihat dimana
dan oleh siapa cek tersebut dicairkan. ;al ini akan mengungkapkan bahwa cek
tidak pernah dicairkan oleh pihak ketiga, pihak luar, namun dicairkan oleh pihak
internal
) #iutang dan penjualan %ikti%
'engan cara yang sama seperti pada rekening %ikti% peralatan, auditor bisa
memeriksa persediaan untuk mem"eri%ikasi penurunan persediaan barang untuk
dijual serta pembayaran oleh pelanggan. ;al ini akan mengungkapkan kurangnya
penjualan dan tidak adanya dana dari pihak luar yang masuk ke rekening
0omptroniE untuk melakukan pembayaran.
#endekatan lain yang bisa dilakukan auditor yaitu mencocokkan penjualan
dengan surat pesanan dan %aktur. Auditor akan menyadari bahwa tidak ada catatan
untuk penjualan palsu karena sebenarnya tidak ada penjualan yang direalisasikan.
4. Lima komponen pengendalian internal dan karakteristik dari pengendalian internal
0omptroniE yang meningkatkan resiko pengendalian unutk audit tahun 5A-A)5AA7
adalah
a. Lingkungan pengendalian
b. #enilaian resiko
21
c. Akti"itas pengendalian
d. In%ormasi dan komunikasi
e. #emantauan
1esiko pengendalian merupakan penilaian auditor terhadap sistem
pengendalian internal perusahaan. ;al ini juga mencakup sikap dan keahlian
direksi dan manajemen terhadap internal kontrol. @ika pengendalian resiko tinggi
maka jumlah prosedur substanti% yang harus dilakukan juga meningkat.
Lingkungan pengendalian menetapkan suasana dari suatu organisasi yang
mempengaruhi keadaan orang)orangnya akan pentingnya pengendalian.
2mumnya lingkungan pengendalian terwujud dalam pernyataan tertulis menjadi
kode etik.
#enilaian resiko paling tepat digambarkan sebagai cara untuk
mengidenti%ikasi dan menganalisis resiko internal dan eksternal untuk pencapaian
tujuan pengendalian pelaporan keuangan. (egiatan pengendalian dikembangkan
untuk memperlihatkan tujuan pengendalian dan meminimalkan resiko yang
teridenti%ikasi.
In%ormasi dan komunikasi dari manajemen kepada karwayan harus jelas
dan harus menekankan bahwa tanggung jawab kontrol harus dianggap serius .
(aryawan harus memahami perannya dalam sistem pengendalian internal .
'engan demikian perusahaan dapat mengidenti%ikasi metode dan prosedur dimana
in%ormasi yang tepat diberikan kepada orang yang tepat . #emantauan proses
internal atau eksternal ! dilakukan untuk menge"aluasi kinerja dari sistem
pengendalian internal dari waktu ke waktu.
#ada 0omptroniE berbagai %aktor meningkatkan risiko pengendalian bagi
perusahaan . seperti sistem akuntansi bisa dilewati oleh manajemen dengan entri
pengguna tidak wajar . ;al ini meningkatkan risiko kontrol seperti memberikan
kewenangan tidak terbatas kepada manajemen puncak untuk mengubah dan
memanipulasi account . @uga pengeluaran kas bisa disetujui oleh manajemen
hanya berdasarkan %aktur . Akhirnya sistem komputerisasi akuntansi di
departemen pengiriman , yang merupakan perangkat pengendalian internal yang
baik , dapat diakses dan dimanipulasi oleh controller . 'alam ringkasan
manajemen memiliki terlalu banyak wewenang untuk masuk dan mengubah
sistem akuntansi elektronik perusahaan , sementara tidak ada pemeriksaan ganda
21
di tempat untuk mem"eri%ikasi dan mengendalikan perubahan secara manual di
dalam sistem.
:. #ro dan kontra dari diiFinkannya direktur dalam perusahaan untuk duduk di dewan,
tanggungjawab khusus dari komite audit, dan kekuatan dan kelemahan yang tersaji
berkaitan dengan dewan direksi 0omptroniE dan komite audit adalah
a. 'ireksi internal di dewan dapat mem%asilitasi e%ekti"itasnya dengan
membangun hubungan yang kuat antara dewan dan bisnis harian. &amun,
direktur internal juga dapat mengganggu independensi dewan ketika itu,
berkaitan dengan kepentingan pribadi. Misalnya kemampuan dewan untuk
menetapan bonus yang dikaitkan dengan kinerja dan gaji manajemen dan hal
tersebut secara langsung juga berkaitan dengan kinerja direksi internal di
manajemen perusahaan. (epentingan dewan dan manajemen dapat menjadi
lebih selaras ketika manajemen memiliki sebagian dari perusahaan.
Memberikan manajemen bagian dari perusahaan berarti bahwa sekelompok
pemegang saham adalah pengelola perusahaan.
Tanggungjawab komite audit dapat diringkas sebagai membantu direksi dalam
mem"eri%ikasi adalah
o Integritas laporan keuangan perusahaan
o Independensi, integritas, kuali%ikasi dan kinerja auditor eksternal
o (inerja %ungsi audit internal perusahaan
o (esesuaian sistem pengendalian internal
o #emantauan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan serta kode etik
b. Tingginya persentase direksi internal yang berada di dewan direksi merupakan
kelemahan yang cukup besar. Selain itu lima direksi tersisa diluar dewan
direksi juga mengganggu independensi dewan direksi. ;al tersebut karena dua
dari mereka memiliki a%iliasi yang dekat dengan manajemen, yang lain
memiliki hubungan yang tidak jelas jika dilihat sekilas namun demikian tetap
miliki hubungan yang substansial. Satu, sebagai contoh adalah mitra
diperusahaan modal "entura yang kepemilikannya dimiliki ?9 oleh
0omptroniE. Tampaknya empat pertemuan tahunan dewan direksi tidaklah
cukup untuk melakukan kontrol atas manajemen.
Mengenai komite audit, dapat dikatakan bahwa itu komite audit yang ada tidak
independen atau berkualitas. #ara anggota komite, dua diluar dan satu direktur
abu)abu yang diambil dari dewan direksi yang sudah die"aluasi tidak
21
independen. Selain itu, tidak ada anggota komite audit yang memiliki latar
belakang akuntansi atau pelaporan keuangan, karena itu kurang keahlian dan
pengalaman dalam %ungsinya sebagai komite audit
?. #ersyaratan utama dari Standar Audit A2! Seksi ,77, In%ormasi (euangan Interim,
dan alasan kenapa tidak semua perusahaan menyuruh auditornya unutk melakukan
tinjauan tepat waktu terhadap laporan keuangan interim adalah S+0 mengharuskan
semua perusahaan public untuk memiliki laporan keuangan triwulanan yang telah
diperiksa oleh auditor eksternal secara tepat waktu. SAS &o.,5 memberikan panduan
tentang si%at, waktu dan luas prosedur untuk diterapkan oleh akuntan independen
dalam melakukan re"iew atas in%ormasi keuangan interim. Tujuan dari tinjauan atas
in%ormasi keuangan interim adlaah untuk menentukan apakah modi%ikasi material
harus dibuat agar sesuai dengan GAA#. 'alam melakukan tinjauan atas in%ormasi
keuangan interim , akuntan harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai
pengendalian internal klien yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan baik
interim maupun tahunan.
#ada perusahaan non publik tidak diwajibkan unutk melibatkan akuntan
independen untuk melakukan re"iew laporan keuangan interim. 'engan demikian,
keputusan perusahaan swasta untuk melibatkan akuntan independen untuk melakukan
re"iew atas in%ormasi keuangan interim adalah keputusan biaya)man%aat. Layanan
yang terkait dengan mendapatkan tinjaun tersebut membutuhkan waktu dan uang. @ika
eksekuti% puncak dan dewan direksi tidak percaya man%aat yang diperoleh akan
melebihi biaya yang dikeluarkan,maka mereka tidak mungkin melibatkan akuntan
independen.
6. Alasan saya berpikir kalau tim eksekuti% 0omptroniE pada dasarnya sudah tidak jujur
sedari awal, dan bagaimana mungkin untuk orang jujur lainnya juga ikut terlibat
dalam kecurangan seperti yang terdapat pada 0omptroniE adalah
(ecurangan yang terjadi di 0omptroniE tidaklah terjadi sejak perusahaan
tersebut didirikan namun dimulai ketika perusahaan mulai masuk ke pasar saham.
Beberapa orang berpendapat kecurangan tersebut terjadi karena hilangnya salah satu
pelanggan penting pada tahun 5A-A tersebut.
Seseorang yang jujur pada awalnya bisa saja terpengaruh dan ikut)ikutan
melakukan kecurangan. ;al tersebut bisa saja dikarenakan keadaan yang mendesak
21
ataupun memang ada kesempatan untuk melakukan kecurangan dan terdapat
keuntungan pribadi dalam melakukan kecurangan tersebut.
,. 0ontoh dari kasus kecurangan 0omptroniE untuk setiap kondisi pada kondisi
kecurangan yang terdapat dalam standar otoritati% untuk auditor dimana tersedia
bebas di website AI0#A diselenggarakan oleh SAS atau A2! adalah
o Insenti% atau tekanan untuk melakukan kecurangan Dbonus untuk kinerja yang
luar biasa. #erusahaan memberikan insenti% saham kepada karyawan kunci
o Sebuah kesempatan untuk melakukan penipuan D posisi eksekuti% yang dapat
melewati sistem yang ada. Internal kontrol yang tidak memadai. 'ewan
direksi yang terdiri dari sebagian besar direktur internal dan kenalannya.
o Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan tindakan penipuan D membantu
perusahaan terhindar dari melaporkan kerugian bersih
-.
a. Hang saya pikirkan dengan de%inisi dari istilah Imanajemen
mengenyampingkanJ adalah sebagai kemungkinan bagi manajemen untuk
menghindari pengendalian internal yang muncul untuk bekerja secara e%isien,
dalam rangka untuk memanipulasi catatan akuntansi dan penyusunan laporan
keuangan. System pengendalian internal ini diharapkan dapat ber%ungsi
dengan baik.
b. 'ua contoh dimana manajemen pegenyampingkan pengendalian pada
kecurangan 0omptroniE adalah
#ara eksekuti% mampu melewati sistem akuntansi yang ada. Mereka bisa
merekam jurnal penjualan dan pembelian %ikti% secara manual menciptakan
beberapa nomor pesanan pelanggan dan jumlah yang tidak ada dan jelas tidak
diperiksa silang dengan sistem internal lainnya , seperti order) atau sistem
persediaan pelanggan. Ianya dimungkinkan untuk mencatat pembelian %ikti%
tanpa membuat dokumen yang diperlukan atas pembelian tersebut.
#engendalian internal gagal untuk mendeteksi ketidakteraturan tersebut.
0ontoh lainnya adalah adanya kemungkinan terjadi kelemahan pada sistem
kontrol atas pengeluaran kas. 'engan %aktur "endor %ikti%, itu memungkinkan
seorang akuntan petugas hutang menyiapkan cek tanpa ada keharusan untuk
crosscheck apakah pengiriman barang benar)benar terjadi atau nomor pesanan
yang dihasilkan oleh "endor seharusnya ditemukan pada %aktur lain. adanya
kemungkinan terjadi kelemahan pada sistem kontrol atas pengeluaran kas.
21
c. Identi%ikasi 4 respon auditor yang diperlukan untuk lebih mengatasi resiko
manajemen mengesampingkan pengendalian internal yang terdapat pada A2
seksi 456 adalah
Meneliti jurnal dan penyesuaian lainnya untuk bukti salah saji material
karena kecurangan
Meninjau estimasi akuntansi yang dapat menyebabkan salah saji material
dikarenakan kecurangan
Menge"aluasi alasan bisnis untuk transaksi tidak biasa yang signi%ikan.
KA)#) *ENAN! *ORPORA!ION
Assessing the Control Enironment and Ealuating !isk
of
"inancial #tatement "raud
3A4A!AN 5
5. Tanggung jawab yang dilakukan oleh Auditor karena adanya salah saji material
akibat kesalahan dan penipuan *
Auditor diharuskan untuk melakukan perencanaan dan melaksanakan tugas audit
dengan jaminan yang wajar bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material,
baik akibat dari kesalahan maupun dari kecurangan penipuan!. #erbedaan antara
kesalahan dan penipuan adalah, kesalahan adalah salah saji yang terjadi karena tidak
disengaja sementara penpuan atau kecurangan adalah salah saji yang disengaja.
Auditor perlu memberikan keyakinan yang memadai untuk mendeteksi penipuan yang
mengarah terjadinya salah saji material dengan melakukan e"aluasi tindak penipuan
dan memperluas ruang lingkup pengujian audit dan melihat adanya kemungkinan
lebih jauh terjadinya tingkat penipuan yang lebih tinggi tingkatanya.
b. 'ua kategori utama penipuan yang mempengaruhi pelaporan keuangan *
Salah saji yang terjadi karena tindak penipuan dapat terjadi karena kecurangan
pelaporan keuangan dan penyalahgunaan asset perusahaan. Salah saji dalam laporan
keuangan yang terjadi karena penipuan akan menipu user atau pengguna laporan
21
keungan dan hal tersebut disebut sebagai penipuan laporan keuangan. #encurian asset
yang dimiliki oleh entitas perusahaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan
disebut sebagai penyalahgunaan asset.
c. 3aktor)%aktor yang dipertimbangkan auditor saat menilai adanya kemungkinan
salah saji material karena kecurangan *
Adanya tekanan yang dirasakan oleh karyawan atau manajemen sehingga
melakukan penipuan
Adanya situasi yang kondusi% di sekitar lingkungan tempat karyawan atau
manajemen bekerja untuk melakukan penipuan kontrol internal lemah,
pengendalian di dalam perusahaan tidak berjalan e%ekti%!
Manajemen atau karyawan memiliki kecendrungan sikap untuk melakukan
tindakan %raud.
SA Seksi 456 memberikan rincian mengenai kondisi seperti ini. Sebagai contoh,
adanya tekanan yang dirasakan karyawan atau manajemen akan membuat personil
di dalam perusahaan IdipaksaJ untuk memenuhi target keuangan yang ditetpkan
oleh pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.

d. 3aktor)%aktor dalam audit yang timbul dari tahun 5AA?)5AA, di 020 sehingga
menciptakan lingkungan yang kondusi% untuk sehingga terjadi penipuan *
Adanya tekanan yang berlebihan pemenuhan ekspektasi dari manajemen 020
kepada analis
3okus 020 dalam mempertahankan harga saham yang kuat agar timbul
kesempatan untuk menggunakan saham 020 dan dapat bergabung dengan
perusahaan lain
#enggunaan praktik akuntansi yang terlalu agresi% , seperti yang disarankan
oleh persayaratan sebelumnya oleh Securities and +Echange 0ommission
bahwa laporan keuangan 020 menajdi disajikan kembali karena praktik
keuangan yang agresi%
020 mengalami pertumbuhan yang cepat
(urang kontrol dan pengawasan dewan karena adanya hubungan dekat empat
direksi di bidang keuangan dengan Klater 3orbes sebagai 0+$ dari 020
21
7. a. Tanggung jawab auditor terkait dengan lima komponenengendalian internal suatu
entitas *
#engendalian internal terdiri dari lima komponen yang saling terkait yaitu lingkungan
pengendalian , penilaian risiko , akti"itas pengendalian , in%ormasi dan komunikasi ,
dan pemantauan . 'alam audit , auditor harus memperoleh pemahaman yang
memadai tentang pengendalian internal untuk mengidenti%ikasi salah saji yang dapat
terjadi , menentukan risiko salah saji , dan menentukan perencanaan pengujian
substanti% .
Lingkungan #engendalian, komponen ini merupakan komponen dasar dalam
pengendalian internal. (omponen ini memiliki e%ek yang paling kuat, oleh
karena itu auditor harus memiliki pemahaman mengenai komponen ini dalam
proses audit untuk menentukan risiko salah saji dan perencanaan pengujian
substansti%.
#enilaian risiko, penilaian risiko adalah proses yang digunakan oleh
manajemen untuk mengidenti%ikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang
rele"an dengan penyusunan laporan keuangan. Auditor perlu memiliki
pemahaman lebih jauh mengenai komponen ini.
Akti"itas pengendalian, akti"itas pengendalian adalah kebijakan dan proses
yang ditetapkan oleh manajemen untuk memastikan agar arahan yang
diberikan oleh manajemen dilaksanakan dengan baik.
Sistem in%ormasi dan komunikasi terdiri dari metode dan catatan yang
ditetapkan untuk merekam, memproses, meringkas, melaporkan transaksi dan
kejadian, mempertahankan akuntabilitas untuk aset , kewajiban , dan ekuitas .
Auditor harus memperoleh pengetahuan tentang sistem in%ormasi untuk
memahami jenis)jenis transaksi, bagaimana transaksi dimulai , jenis catatan
akuntansi dan dokumen yang digunakan , proses dari inisiasi sampai
dimasukkan ke dalam laporan keuangan , dan proses yang digunakan untuk
menentukan estimasi akun yang signi%ikan dalam pengungkapan. In%ormasi ini
diperlukan untuk menentukan jenis salah saji yang dapat terjadi , risiko salah
saji , dan desain pengujian substanti% .
#emantauan, pemantau berhubungan dengan proses yang digunakan oleh
manajemen untuk menilai kualitas kontrol internal dari waktu ke waktu.
Auditor harus memperoleh pemahaman tentang pemantauan pada semua
21
proses audit untuk menentukan risiko salah saji dan desain pengujian
substanti%
b. Salah satu komponen pengendalian internal adalah pengendalian entitas. 3aktor)
%aktor yang diperhatikan oleh auditor dalam menge"aluasi lingkungan pengendalian *
L Integritas dan nilai etika
L (omitmen terhadap kompetensi
L #artisipasi direksi dan komite audit
L 3ilsa%at manajemen dan system operasional
L Struktur organisasi
L #emberian wewenang dan tanggung jawab
L (ebijakan dan praktek sumber daya manusia
c. Sinyal atau tanda)tanda yang muncul selama 5AA?)5AA, di 020yang menunjukkan
adanya kelemahan dalam pengendalian audit 020 *
(urang kontrol dan pengawasan dewan karena adanya hubungan dekat empat
direksi di bidang keuangan dengan Klater 3orbes sebagai 0+$ dari 020
Adanya tekanan yang berlebihan pemenuhan ekspektasi dari manajemen 020
kepada analis
#enggunaan praktik akuntansi yang terlalu agresi% , seperti yang disarankan
oleh persayaratan sebelumnya oleh Securities and +Echange 0ommission
bahwa laporan keuangan 020 menajdi disajikan kembali karena praktik
keuangan yang agresi%.
4. a. Beberapa contoh kecurangan dalam kasus 0endant 0orp. dalam pengelolaan
pengendalian internal oleh manajemen *
Merekam biaya tidak teratur terhadap cadangan merger.
0atatan kas yang diterima dari pelanggan untuk program pengakuan
pendapatan yang ditangguhkan
(as yang diterima dari pelanggan untuk program pengakuan pendapatan
Menunda pencatatan pembatalan keanggotaan dan penolakan dari bank
dengan tuduhan yang dibuat ke kartu kredit pelanggan
b. SA Bagian 456 mengharuskan auditor untuk melakukan tiga prosedur dalam proses
audit untuk mengatasi risiko kecurangan dalam manajemen (etiga prosedur tersebut
adalah *
Memeriksa jurnal entry dan penyesuaian lain untuk bukti transaksi yang
mungkin terjadi salah saji karena penipuan.
Melakukan peninjauan estimasi akuntansi bias yang dapat mengakibatkan
salah saji material karena penipuan.
21
Menge"aluasi alasan bisnis untuk transaksi yang tidak biasa yang signi%ikan
untuk menentukan apakah transaksi telah dimasukkan dengan benar atau tidak
dalam mendeteksi kecurangan pelaporan keuangan
:. a. 2ntuk setiap salah saji yang diidenti%ikasi, tunjukkan salah satu pelanggaran
berdasarkan pernyataan dari manajemen *
Tuduhan yang tidak teratur terhadap cadangan merger, kejadian atau akurasi
pendapatan, kelengkapan atau keakuratan biaya, dan penilaian atau adanya
cadangan merger.
@asa coding palsu yang dijual kepada pelanggan, klasi%ikasi pendapatan dan
penilaian pendapatan yang ditangguhkan
#enundaan pengakuan pembatalan keanggotaan dan penolakan dari bank yang
dibuat untuk rekening kartu kredit pelanggan , terjadinya pendapatan dan
keberadaan atau penilaian uang tunai.
b. 2ntuk setiap salah saji yang diidenti%ikasi, tunjukkan satu prosedur
audit oleh auditor yang bisa digunakan untuk mendeteksi salah saji berdasarkan
soal sebelumnya *
Tuduhan yang tidak teratur terhadap cadangan merger ) memindai jurnal
mencari entri jurnal yang tidak biasa atau memeriksa jurnal untuk penyesuaian
ke rekening cadangan merger serta memeriksa penyesuaian.
@asa coding palsu yang dijual kepada pelanggan, memeriksa
dokumen pendukung penerimaan kas untuk memastikan
klasi%ikasi pendapatan yang tepat dari berbagai program.
#enundaan pengakuan pembatalan keanggotaan dan penolakan
dari bank yang dibuat untuk rekening kartu kredit anggota,
melakukan rekonsiliasi bank pada akhir tahun.
?. Beberapa anggota tim manajemen keuangan 020 adalah mantan auditor +rnst M
Houng .
a. Mengapa sebuah perusahaan ingin mempekerjakan seorang anggota tim auditor
eksternalN Sebuah perusahaan memiliki keinginan untuk menyewa satu auditor
21
eksternal dengan alasan*
Auditor telah mengenal lingkungan perusahaan klien dengan baik
Auditor dianggap memiliki moti"asi yang tinggi dan pengalaman
yang rele"an di bidang akuntansi
Manajemen telah mengembangkan hubungan kerja yang kuat
dengan auditor sebagai hasil dari proses audit
b. @ika klien telah mempekerjakan mantan auditor, bagaimana mungkin ini
mempengaruhi independensi auditor eksternal yang ada N
(etika auditor pendahulu bekerja untuk klien, akan ada kemungkinan ancaman
dalam aspek %akta dan dalam penampilan auditor tersebut. Auditor yang sekarang
mungkin memiliki teman dekat dengan klien yang sebelumnya bekerja untuk
perusahaan yang diaudit sebagai hasil dari proses audit selama bertahun)tahun.
Selanjutnya, auditor saat ini dapat mempertimbangkan auditor pendahulu sebagai
auditor yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. Akibatnya, auditor
saat ini terlalu mengandalkan pernyataan yang dibuat oleh auditor pendahulu.
Akhirnya, karena auditor sebelumnya atau mantan auditor mengenal dengan baik
prosedur audit dan pendekatan di dalam perusahaan tersebut, maka bisa saja ada
potensi untuk menyembunyikan penipuan akuntansi dan manajemen laba dapat
meningkat.